cover
Contact Name
Elvaria Mantao
Contact Email
preventifjournal.fkm@gmail.com
Phone
+6282197505707
Journal Mail Official
preventifjournal.fkm@gmail.com
Editorial Address
Jl.Soekarno Hatta Km. 9. Palu City, Indonesia
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 20883536     EISSN : 25283375     DOI : https://doi.org/10.22487/preventif
Core Subject : Health,
Preventif Jurnal Kesehatan Masyarakat welcomes manuscripts that cover a broad range of topics within the public health discipline The journals scope encompasses but is not limited to the following key areas Health Administration and Policy The management organization and policy making processes within health systems including health economics and financing Epidemiology The study of the distribution patterns and determinants of health and disease conditions in defined populations Health Promotion The science and art of helping people change their lifestyle to move toward a state of optimal health including health education and behavior science Environmental Health The assessment and control of physical chemica and biological factors in the environment that can potentially affect health Occupational Health and Safety The promotion and maintenance of the highest degree of physical mental and social well-being of workers in all occupations Reproductive Health Research and policy related to reproductive processes functions and systems at all stages of life Biostatistics Family Planning and Population The application of statistics to public health along with studies on family planning methods demography and population dynamics Community Nutrition The study of nutrition and its effects on the health of populations including nutritional assessment policy and interventions at the community level
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 270 Documents
Potensi Bahaya pada Pesawat Angkat dan Angkut Gantry Crane Di Proyek Pembangunan Jalur Kereta Api Pertiwi, Dian Kumala
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 3 (2022): September
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v13i3.395

Abstract

Pendahuluan : Setiap tahun, ada hampir seribu kali lebih banyak kecelakaan kerja non-fatal dibandingkan kecelakaan kerja fatal. Kecelakaan non-fatal diperkirakan dialami 374 juta pekerja setiap tahun. PT. Pembangunan Persero (Tbk) yang bekerja dalam bidang konstruksi perlu menerapkan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan menerapkan program penilaian potensi bahaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bahaya yang dapat terjadi pada proses pengoperasian pesawat angkat dan angkut Gantry Crane di proyek pembangunan jalur kereta api. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional yang dianalisis menggunakan metode deskriptif. Penelitian dilakukan di area office dan proyek pembangunan jalur kereta api yang merupakan proyek PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk Divisi Infrastruktur 2 pada 7 Februari – 7 April 2018. Hasil : Dari hasil penelitian diketahui terdapat 3 potensi bahaya pada pengoperasian gantry crane pada proses erection girder, yaitu gantry crane ambruk dan troly electric hoist tergelincir, putusnya sling dan pekerjaan yang dilakukan di ketinggian. Kesimpulan : Perusahaan harus menyediakan menyediakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap dan sesuai standart, memastikan bahwa lokasi dan jenis pekerjaan tersebut aman, serta memastikan pekerja menggunakan APD yang disediakan.
Karakteristik Kesehatan Terkait Perkawinan Anak di Sulawesi Selatan: Fertilitas, Mortalitas dan Kesehatan Reproduksi Putri, Nike Dwi; Pulubuhu, Dwia Aries Tina; Achmad, Harun
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 2 (2022): Volume 13 No. 2 (2022)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v13i2.401

Abstract

Salah satu dampak perkawinan anak adalah permasalahan kesehatan. Artikel ini bertujuan untuk memeriksa keterkaitan permasalahan fertilitas, mortalitas, dan kesehatan reproduksi dari perempuan yang menikah pada usia anak-anak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis deksriptif. Data yang digunakan berasal dari Badan Pusat Statistik hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional pada bulan Maret 2017. Merujuk pada metadata indikator perkawinan anak SDGs, maka unit penelitian pada artikel ini adalah perempuan berumur 20-24 tahun yang menikah. Terdapat 899 unit penelitian yang kemudian diperiksa terkait indikator fertilitas, mortalitas, dan kesehatan reproduksi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pada aspek fertilitas, perempuan berumur 20-24 tahun yang menikah sebelum umur 18 tahun memiliki peluang 8 kali lipat dalam melahirkan 3 atau lebih anak lahir hidup dibandingkan mereka yang menikah di usia dewasa. Pada umur melahirkan pertama didominasi pada kelompok umur 15-19 tahun yang merupakan kelompok umur dengan peluang yang tinggi pada kematian ibu. Terdapat sekitar 18 persen bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah dilahirkan dari perempuan yang menikah di usia anak. Pada aspek kesehatan reproduksi, masih terdapat 26,3 persen dari perempuan yang menikah sebelum umur 18 tahun tidak menggunakan alat KB. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah bahwa perkawinan anak dapat meningkatkan resiko terhadap permasalahan fertilitas, mortalitas, dan kesehatan reproduksi.
HUBUNGAN KONDISI RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANSAMAT KECAMATAN TINANGKUNG SELATAN KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2021 Syahrir, Muhammad; Dwicahya, Bambang; Hamatia, Sriyusita
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 2 (2022): Volume 13 No. 2 (2022)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v13i2.402

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang menular lewat udara yang disebabkan oleh bakteri gram-positif Mycobacterium tuberculosis (WHO, 2017). Sebagian besar kasus tuberkulosis lebih sering menyerang paru. Selain paru, tuberkulosis juga dapat menyerang organ lain seperti kelenjar limfe, pleura, tulang, sistem saraf pusat, saluran pencernaan, peritoneum, geritourinari, militer, dan pericard (Golden, dan Vikram, 2005). Menganalisis Hubungan Kondisi Sanitasi Rumah Dengan Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Mansamat Kematan Tianangkung Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian bersifat analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua penduduk di 7 desa Wilayah Kerja Puskesmas Mansamat. Sampel dalam penelitian ini penderita TB paru dan yang tidak penderita TB paru, teknik dalam pengambilan sampel tidak penderita menggunakan proporsional random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari lima variabel yang di analisis bivariat menggunakan aplikasi SPSS mempunyai nilai p value = > nilai α = 0,05, yang terdiri dari variabel Luas Ventilasi, Pencahayaan, Kelembaban, Jenis Lantai, Kepadatan Hunian. Dari hasil tersebut bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan terhadap Hubungan Kondisi Rumah Dengan Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Mansamat Kecamatan Tinangkung Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2021.
Hubungan antara Karakteristik, Intensitas Penggunaan Smartphone dan Niat dengan Kecenderungan Nomophobia pada Remaja SMA di Surabaya Karindra, Nisrina Auliyah Laras
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 4 (2022): Volume 13 No. 4 (2022)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v13i4.403

Abstract

Indonesia menjadi salah satu negara yang menempati posisi 4 sebagai negara dengan jumlah pengguna smartphone terbanyak didunia yakni sebesar 240 juta pengguna. Fenomena yang terjadi saat ini adalah adanya kecenderunagn masyarakat dan remaja dalam menggunakan smartphone sehingga menyebabkan nomophobia. Dalam penelitian ini, peneliti bertujuan untuk mengetahui ada dan tidaknya hubungan antara intensitas penggunaan smartphone dan niat menggunakan smartphone dengan nomophobia. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian observasional analitik yaitu penelitian yang menjelaskan adanya hubungan antara variabel melalui pengujian hipotesa. Rancang bangun penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian Cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah remaja di 5 SMA Negeri Surabaya sebanyak 414 siswa. Data dikumpulkan oleh peneliti dilakukan melalui metode pengambilan data primer dan sekunder. Berdasarkan analisis data hubungan intensitas penggunaan smartphone dengan nomophobia memiliki nilai pvalue sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara intensitas penggunaan smartphone dengan Nomophobia. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa responden dengan intensitas penggunaan smartphone yang tinggi sebanyak 45,4% mengalami nomophobia berat. hasil dari analisis data hubungan dukungan sosial dengan nomophobia memiliki nilai pvalue sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara niat menggunakan smartphone secara berlebihan dengan nomophobia. sebesar 51,3% responden yang memiliki niat tinggi untuk menggunakan smartphone secara berlebihan mengalami nomophobia berat dan 44,0 mengalami nomophobia sedang. Sedangkan yang mengalami nomophobia ringan hanya sebesar 4,7%. Kesimpulan pada penelitian ini adalah adalah terdapat hubungan antara jenis kelamin, intensitas penggunaan smartphone dan niat dalam penggunaan smartphone dengan nomophobia. Kemudian semakin tinggi intensitas penggunaan smartphone dan niat menggunakan smartphone semakin tinggi pula nomophobia yang dialami remaja. Kata Kunci: Intensitas, Niat, Smartphone, Nomophobia
Hubungan Depresi, Kecemasan dan Stres dengan Kejadian Insomnia pada Remaja Sekolah Menengah Atas Kota Surabaya Tyas, Laila Wahyuning
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 3 (2022): September
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v13i3.405

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia rentan mengalami permasalahan kesehatan mental, salah satunya insomnia. Prevalensi kejadian insomnia pada remaja di dunia adalah sekitar 23,8%. Kasus insomnia pada remaja di Indonesia mencapai 38% pada daerah urban dan 37,7% pada wilayah sub-urban. Terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab insomnia diantaranya adalah depresi, kecemasan dan stres. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara depresi, kecemasan dan stres dengan kejadian insomnia pada remaja di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan cross sectional pada 413 siswa SMA Kota Surabaya berusia 15-18 tahun. Penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling dan proportional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Depression, Anxiety and Stress Scale-21 (DASS-21) dan Insomnia Severity Index (ISI). Hasil analisis data menggunakan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan kejadian insomia pada remaja Kota Surabaya berhubungan dengan depresi (p = 0,000), kecemasan (p = 0,000) dan stres (p = 0,000). Pada penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat depresi, kecemasan dan stres dengan kejadian insomnia pada remaja Kota Surabaya.
HUBUNGAN ANTARA TEMPERATUR UDARA DENGAN KASUS MALARIA DI KABUPATEN ENDE TAHUN 2017 Widyati, Ajeng Setianingrum; Mukono, J
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 3 (2022): September
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v13i3.408

Abstract

Di Indonesia malaria masih menjadi perkara kesehatan yang menjadi perhatian pemerintah. Hal ini dikarenakan Indonesia memiliki iklim tropis dan beberapa daerah merupakan endemis malaria. Berdasarkan data hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS, 2018), prevalensi malaria di Indonesia sebesar 0,37%. Tiga provinsi dengan prevalensi malaria tertinggi di Indonesia adalah Papua (12,07%), Papua Barat (8,64%), dan NTT (1,99%). Hal ini dikarenakan Indonesia beriklim tropis dan memicu beberapa wilayahnya menjadi endemis malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara temperatur udara terhadap kasus Malaria di Kabupaten Ende pada tahun 2017. Penelitian ini termasuk penelitian observasional analitik menggunakan desain penelitian cross sectional dan memakai data sekunder. Penelitian ini menampakkan adanya interaksi antara temperatur udara terhadap kasus malaria di Kabupaten Ende tahun 2017 karena p value = 0,049 < α = 0,05. Jumlah kasus malaria di Kabupaen Ende pada tahun 2017 yaitu 671 kasus. Dengan rata-rata temperatur udara pada tahun 2017 yaitu 28,9°C. Berdasarkan hasil penelitian ini bisa disimpulkan bahwa ada interaksi yang signifikan dan berpola negatif antara temperatur udara terhadap kasus malaria di Kabupaten Ende pada tahun 2017.
Evaluasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Kebonsari Periode Januari-Februari 2020 Wishesa, Clara Cahyaning; Widjiastutik, Ledy
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 3 (2022): September
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v13i3.409

Abstract

SARSCoV-2 merupakan coronavirus jenis baru dengan total kasus di Jawa Timur per Maret 2021 sebesar 394,355 kasus (Jatim Tanggap Covid, 2020). Pengobatan Covid-19 saat ini belum ditemukan dan masih dalam tahap pengembangan maka diperlukan upaya lain untuk menurunkan angka Covid-19 melalui vaksinasi pada masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi program Vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan oleh pemerintah pada salah satu tempat pelayanan kesehatan primer yaitu Puskesmas Kebonsari. Penelitian ini termasuk penelitian observasional deskriptif. Bentuk penelitian ini merupakan penelitian evaluasi yang dilaksanakan dari bulan Januari-Februari di Puskesmas Kebonsari. Populasi penelitian adalah seluruh petugas Puskesmas Kebonsari yang bertugas dalam pelaksanaan program Vaksinasi Covid-19 yaitu sebanyak 6 orang. Pengumpulan data digunakan dengan metode indepth interview dengan pertanyaan open-ended kepada narasumber. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Kebonsari yaitu distribusi vaksin, peralatan pendukung dan logistik; manajemen vaksin dan logistik; pelayanan vaksinasi covid; manajemen limbah; pencatatan dan pelaporan program vaksinasi, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan Indonesia. SARSCoV-2 is a new type of coronavirus with the total number of cases in East Java as of March 2021 is 394,355 cases. Currently no treatment for Covid-19 has been found and is still in the development stage, hence other efforts are needed to reduce the number of Covid-19 through vaccination in the community. The purpose of this study is to evaluate Government’s program of Covid-19 vaccination in one of the primary health care facility in Surabaya. The research design of this research is descriptive observational research. The form of implementation of this research is evaluation study which was carried out from January to February at the Kebonsari Health Center. The research population was all Kebonsari Health Center officers who were tasked with implementing the Covid-19 Vaccination program, namely 6 people. Data collection was used in-depth interview method with open-ended questions to informants. The results showed that the Covid-19 vaccination activities at the Kebonsari Health Center were distribution of vaccines, supporting equipment and logistics; vaccine management and logistics; covid vaccination services; waste management; recording and reporting of vaccination programs are in accordance with the provisions by the Health Ministry of Indonesia.
Sistem Informasi Geografis Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Kasus Tuberkulosis di Provinsi Jawa Timur Pada Tahun 2018 Nariswari, Nadea Alda
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 4 (2022): Volume 13 No. 4 (2022)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v13i4.412

Abstract

Tuberkulosis adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan jumlah kasus Tuberkulosis tertinggi di Indonesia selama tahun 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan sebaran data kasus Tuberkulosis di tiap wilayah dan menganalisis faktor apa saja yang dapat memengaruhi jumlah kasus Tuberkulosis di Provinsi Jawa Timur tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2018, yaitu sejumlah 38 kabupaten/kota. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total populasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemetaan dan regresi linier berganda menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) yaitu GeoDa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi jumlah kasus Tuberkulosis adalah kepadatan penduduk dan jumlah puskesmas. Sedangkan variabel jumlah penduduk miskin dan cakupan rumah sehat tidak berpengaruh. Diharapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur khususnya Dinas Kesehatan Provinsi dapat menentukan strategi yang tepat untuk mencegah dan mengendalikan penyakit Tuberkulosis.
Hubungan Antara Shift Kerja dan Durasi Kerja dengan Keluhan Kelelahan Pada Perawat di Rumah Sakit Daerah Balung Kabupaten Jember Tahun 2021 Sari, Kurnia Indah; Paskarini, S.H., M.Kes, Dr. Indriati
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 1 (2023): Volume 14 No. 1 (2023)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v14i1.413

Abstract

Kelelahan merupakan permasalahan yang sering terjadi ditempat kerja, baik sektor formal maupun informal. Kelelahan secara nyata dapat mempengaruhi kesehatan tenaga kerja dan dapat menurunkan produktivitas kerja yang ditandai dengan menurunnya fungsi fisiologis motorik, serta menurunnya semangat kerja. Salah satu faktor penyebab kelelahan kerja adalah beban serta durasi kerja dari perawat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara shift kerja dan durasi kerja dengan kelelahan perawat di Rumah Sakit Daerah Balung. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross setional study, dengan total populasi sebanyak 126 perawat dan sampel sebanyak 80 perawat dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner data diri responden dan kuesioner IFRC untuk mengukur kelelahan kerja. pengolahan data penelitian dilakukan dengan menggunakan uji chisquare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perawat memiliki keluhan kelelahan tingkat rendah yaitu sebanyak 42 perawat atau sebesar 52,5% dan minoritas sebanyak 5 perawat atau sebesar 6,3% memiliki keluhan kelelahan tingkat sangat tinggi. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji chisquare diperoleh bahwa nilai p 0,000 > α = 0,005. Dengan demikian H0 ditolak, artinya terdapat hubungan antara shift kerja dengan keluhan kelelahan pada perawat. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji chisquare diperoleh nilai p 0,007 < α = 0,005. Dengan demikian H0 diterima, artinya tidak terdapat hubungan antara durasi kerja dengan keluhan kelelahan pada perawat. Berdasarkan pemaparan diatas maka dapat disimpulkan bahwa shift kerja berpengaruh terhadap keluhan kelelahan, serta tidak ada hubungan antara durasi kerja dengan tingkat keluhan kelelahan pada perawat di Rumah Sakit Daerah Balung Kabupaten Jember.
Hubungan Karakteristik Individu dengan Kepatuhan Pekerja terhadap Penerapan Kawasan Tanpa Rokok di PT. Dok Dan Perkapalan Surabaya (Persero) Tamara, Reza
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 4 (2022): Volume 13 No. 4 (2022)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v13i4.414

Abstract

Kawasan Tanpa Rokok (KTR) merupakan salah satu upaya preventif dan promotif dari pemerintah yang bertujuan untuk melindungi masyarakat terhadap risiko ancaman gangguan kesehatan karena lingkungan yang tercemar asap rokok, yang dimana perokok di Indonesia selalu meningkat tiap tahunnya dan menjadi peringkat pertama yang memiliki perokok terbanyak di Asia Tenggara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Hubungan Karakteristik Individu dengan Kepatuhan Pekerja dalam Penerapan Kawasan Tanpa Rokok di PT. Dok Dan Perkapalan Surabaya (Persero). Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh karyawan, dengan jumlah sampel sebanyak 85 responden dengan cara penggambilan sampel di penelitian ini menggunakan Teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui data primer berupa kuisioner dengan menggunakan google form (online). Analisis data menggunakan softwere SPSS dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini dapat memujukkan bahwa terdapat variable yang berhubungan dengan kepatuhan yaitu pengetahuan (p value = 0,008 < 0,1). Sedangkan variable yang tidak terdapat hubungan antara lain usia (p value = 0,514 > 0,1), tingkat pendidikan (p value = 0,708 > 0,1) dan masa kerja (p value = 0,546 > 0,1) dengan Kepatuhan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor yang dapat berhubungan dengan kepatuhan pekerja yaitu tingkat pengetahuan pekerja di PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero). Perusahaan disarankan untuk mempertegas pertauran mengenai Kawasan Tanpa Rokok, dan mengembangkan program pelatihan kepada karyawan mengenai bahaya rokok ditempat kerja. Selain itu pekerja diharapkan wajib disiplin akan peraturan di perusahaan.