cover
Contact Name
Erna Yovi Kurniawati
Contact Email
yovi.raharjanto@gmail.com
Phone
+6287739122352
Journal Mail Official
agribiohealth@gmail.com
Editorial Address
Jl Samas Malangan Srigading Sanden, Kab. Bantul, D. I. Yogyakarta, 55763, Indonesia
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences)
ISSN : -     EISSN : 31089674     DOI : https://doi.org/10.65318/agribiohealth
Core Subject : Health, Science,
Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences) is an electronic, open-access, double-blind, peer-reviewed journal focusing on Agriculture, Biology, and Health Sciences. The journal is published four times a year (January, April, July, October) by the Medico Insight Innovation Initiative Foundation in collaboration with the Polytechnic of Banjarnegara. Its first issue was released in October 2024. Agribiohealth Journal publishes original research, case reports, reviews, mini-reviews, etc (contact agribiohealth@gmail.com), which aims to increase knowledge in the fields of Agriculture, Biology, and Health Sciences related to animal, environmental, and human health. All published articles will have a unique Digital Object Identifier (DOI) number.
Articles 24 Documents
Pengaruh Rebusan Daun Centella asiatica terhadap Kadar HOMA IR Wanita dengan Sindrom Ovarium Polikistik Muhlida, Vinilia Ihramatul; Kurniawati, Erna Yovi
Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences) Vol. 1 No. 2 (2025): Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences)
Publisher : Medico Insight Innovation Initiative

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65318/agribiohealth.v1i2.17

Abstract

Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) merupakan gangguan endokrin yang sering dikaitkan dengan resistensi insulin dan inflamasi kronis derajat rendah. Kondisi ini berkontribusi terhadap gangguan metabolik dan reproduksi, meningkatkan risiko diabetes tipe 2, serta disfungsi ovulasi. Salah satu terapi potensial adalah penggunaan bahan alami seperti Centella asiatica, yang diketahui memiliki sifat antiinflamasi dan meningkatkan sensitivitas insulin. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efek rebusan Centella asiatica terhadap kadar glukosa darah puasa, kadar insulin puasa, dan HOMA-IR pada wanita dengan PCOS. Penelitian ini merupakan Randomized Controlled Trial (RCT) double-blind, placebo-controlled dengan 26 peserta yang dibagi dalam kelompok intervensi (Centella asiatica 500 ml/hari) dan kontrol (placebo) selama 8 minggu. Instrumen yang digunakan mencakup pemeriksaan kadar glukosa darah puasa menggunakan metode hexokinase, kadar insulin puasa menggunakan enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA), serta perhitungan HOMA-IR dengan rumus standar. Data diuji normalitasnya dengan Shapiro-Wilk test dan dianalisis menggunakan paired t-test serta independent t-test. Kelompok intervensi menunjukkan penurunan signifikan kadar glukosa (p = 0,045), insulin (p = 0,032), dan HOMA-IR (p = 0,021) dibandingkan dengan kelompok kontrol. Konsumsi rebusan Centella asiatica efektif menurunkan resistensi insulin pada PCOS, menunjukkan potensinya sebagai terapi komplementer. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang dan mekanisme kerjanya secara lebih mendalam.
Pemenuhan Gizi Anak Usia 36-72 Bulan selama Pandemi Covid-19 di KB Kuncup Melati dan TK Pamardi Putra Apriliani; Kurniawati, Erna Yovi
Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences) Vol. 1 No. 2 (2025): Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences)
Publisher : Medico Insight Innovation Initiative

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65318/agribiohealth.v1i2.18

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan terhadap berbagai sektor, termasuk kesehatan dan gizi anak usia dini. Pembatasan sosial dan penutupan layanan kesehatan menyebabkan terganggunya pemantauan pertumbuhan, keterbatasan akses terhadap pangan bergizi, serta meningkatnya risiko malnutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan gizi anak usia 36–72 bulan selama masa pandemi di KB Kuncup Melati dan TK Pamardi Putra, Bantul. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 19 anak yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki status gizi normal (70%), dengan mayoritas orang tua memiliki pengetahuan gizi dalam kategori baik dan cukup (42,1%), serta pola pemenuhan gizi anak yang tergolong baik (52,6%). Temuan ini menunjukkan bahwa pemenuhan gizi anak tetap harus menjadi prioritas meskipun dalam situasi krisis. Edukasi gizi berkelanjutan serta penguatan layanan kesehatan berbasis digital perlu dioptimalkan untuk mendukung ketahanan gizi anak usia prasekolah selama masa pandemi.
Perbedaan Tingkat Kecemasan Terhadap Usia Ibu Hamil Di Puskesmas Bambanglipuro Wahyu Wijayanti, Nandini Dwi; Rizkiana, Erin
Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences) Vol. 1 No. 2 (2025): Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences)
Publisher : Medico Insight Innovation Initiative

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65318/agribiohealth.v1i2.19

Abstract

Kehamilan adalah periode penting yang melibatkan perubahan fisik dan psikologis pada wanita. Salah satu masalah psikologis yang sering muncul adalah kecemasan, yang dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin, termasuk meningkatkan risiko kelahiran prematur dan gangguan perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia ibu hamil dengan tingkat kecemasan yang dialami selama kehamilan. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 45 ibu hamil di Puskesmas Bambang Lipuro yang dipilih melalui purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Rating Scale for Anxiety (HARS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 20-35 tahun (55,5%) dan sebagian besar mengalami kecemasan ringan (42,2%). Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia ibu hamil dengan tingkat kecemasan (p=0,005). Ibu hamil yang berusia di bawah 20 tahun dan di atas 35 tahun cenderung mengalami tingkat kecemasan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok usia 20-35 tahun, yang dianggap sebagai rentang usia optimal. Usia ibu hamil berpengaruh signifikan terhadap tingkat kecemasan selama kehamilan. Ibu hamil yang lebih muda dan lebih tua cenderung mengalami kecemasan lebih tinggi, sehingga diperlukan dukungan psikologis yang tepat. Pemberian edukasi, konseling, dan dukungan sosial yang kuat dapat membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan ibu hamil.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Persalinan Prematur Di RSUD Panembahan Senopati Riskiawati, Diah; Ashari, Mochammad Any
Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences) Vol. 1 No. 2 (2025): Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences)
Publisher : Medico Insight Innovation Initiative

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65318/agribiohealth.v1i2.20

Abstract

Persalinan prematur merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatal global, dengan angka kejadian 60–80%. Di Indonesia, persalinan prematur mencapai 19% dan menjadi penyebab utama kematian perinatal. Di RSUD Panembahan Senopati, angka persalinan prematur masih tinggi, yaitu 7,8%. Faktor yang memengaruhi kejadian ini meliputi usia ibu, paritas, riwayat abortus, ketuban pecah dini (KPD), preeklamsia/ eklamsia, pendidikan, pekerjaan, jarak kehamilan, dan riwayat persalinan prematur. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap persalinan prematur di RSUD Panembahan Senopati. Penelitian ini menggunakan desain case-control dengan populasi kasus sebanyak 98 ibu bersalin prematur dan 1.261 ibu bersalin non-prematur. Sampel terdiri dari 39 kasus dan 39 kontrol. Data dianalisis menggunakan uji chi-square (α = 0,05) dan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa 18% ibu berusia <20 atau >35 tahun, 27% multipara/ grandemultipara, 17% memiliki riwayat abortus, 23% mengalami KPD, 4% mengalami preeklamsia/ eklamsia, 22% berpendidikan rendah, 44% bekerja, 10% memiliki jarak kehamilan <3 tahun, dan 8% memiliki riwayat prematur. Paritas, riwayat abortus, dan KPD berpengaruh terhadap persalinan prematur, sedangkan faktor lainnya tidak berpengaruh signifikan.
Peningkatan Pengetahuan Calon Pengantin melalui Buku Saku HIV/AIDS di Wilayah Bantul, Yogyakarta Margiyati; Kurniawati, Erna Yovi
Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences) Vol. 1 No. 3 (2025): Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences)
Publisher : Medico Insight Innovation Initiative

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65318/agribiohealth.v1i3.21

Abstract

Pengetahuan tentang HIV/AIDS masih terbatas di banyak komunitas, pendidikan yang efektif sangat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman terkait pencegahan dan penanganannya. Buku saku sebagai media edukasi diyakini dapat meningkatkan pengetahuan dengan cara yang praktis dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas buku saku dalam meningkatkan pengetahuan calon pengantin mengenai HIV/AIDS di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan desain kuasi eksperimen one group pretest-posttest penelitian ini melibatkan 38 responden yang terdaftar di Kantor Urusan Agama (KUA) Bantul. Responden diberikan intervensi berupa buku saku HIV/AIDS dan mengisi kuesioner pretest dan posttest. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan responden, dengan rata-rata skor pretest 62,3 dan posttest 81,6 (selisih rata-rata 19,3 poin, p < 0,001). Buku saku terbukti efektif sebagai media edukasi yang praktis dan mudah dipahami. Meski demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan dalam sampel yang terbatas pada satu komunitas, sehingga hasilnya mungkin tidak dapat digeneralisasi. Penelitian lebih lanjut dengan sampel lebih besar diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang buku saku dalam edukasi HIV/AIDS
Pengaruh Pijat Oksitosin terhadap Tingkat Kecemasan dan Stres pada Ibu Nifas: Double-Blind Randomized Controlled Trial Sulasmi; Kurniawati, Erna Yovi
Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences) Vol. 1 No. 4 (2025): Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences)
Publisher : Medico Insight Innovation Initiative

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65318/agribiohealth.v1i4.22

Abstract

Masa nifas merupakan periode kritis yang rentan terhadap gangguan mental seperti kecemasan dan stres postpartum. Pendekatan komplementer seperti pijat oksitosin menawarkan alternatif non-farmakologis yang potensial. Penelitian bertujuan menilai efektivitas pijat oksitosin dalam menurunkan tingkat kecemasan dan stres pada ibu nifas. Desain randomized controlled trial dengan pre-test dan post-test double-blind. Enam puluh responden dibagi acak ke dalam kelompok intervensi (pijat oksitosin 14 hari) dan kontrol. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan stres dengan Perceived Stress Scale (PSS-10). Analisis data menggunakan paired t-test dan independent t-test. Kelompok intervensi menunjukkan penurunan signifikan skor HARS (20,30 ± 0,36 menjadi 17,00 ± 0,37; p < 0,001) dan PSS (26,93 ± 0,39 menjadi 23,03 ± 0,38; p < 0,001) dibandingkan kelompok kontrol. Pijat oksitosin efektif melalui mekanisme peningkatan oksitosin endogen, penurunan kortisol, serta penguatan ikatan emosional. Pijat oksitosin efektif dan layak dipertimbangkan sebagai bagian dari layanan kesehatan postpartum. Studi lanjutan berbasis biomarker dan perluasan populasi diperlukan untuk memperkuat bukti.
Education on the Utilization of Herbal Phytotherapy Moringa Aloifera as an Alternative Nutritional Intervention for the Prevention of Stunting in Toddlers Muhlida, Vinilia Ihramatul; Kurniawati, Erna Yovi
Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences) Vol. 1 No. 4 (2025): Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences)
Publisher : Medico Insight Innovation Initiative

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65318/agribiohealth.v1i4.23

Abstract

Stunting remains a major chronic nutritional issue in Indonesia, including the Yogyakarta region. One preventive approach is nutrition education during the pre-marital period. Moringa oleifera is recognized as a highly nutritious local plant with potential in preventing stunting. This study employed a double-blind randomized controlled trial design involving 46 prospective brides in Yogyakarta. The intervention group received herbal phytotherapy education through an online pocketbook focused on the benefits of Moringa oleifera, while the control group received standard education from the Religious Affairs Office (KUA). Knowledge levels were assessed before and after the intervention using a structured questionnaire. There was a significant increase in knowledge scores in the intervention group (pre-test: 48.55 ± 0.93; post-test: 75.09 ± 0.95; p = 0.016), while the increase in the control group was not statistically significant. An independent t-test showed a significant difference in post-test scores between the two groups (p = 0.003). Online pocketbook-based education on Moringa oleifera herbal phytotherapy effectively increased knowledge of stunting prevention among prospective brides. This approach has strong potential as a community intervention strategy that is locally sourced, low-cost, accessible, and sustainable.
Hubungan Anemia pada Remaja Putri dengan Kejadian Anemia Kehamilan dan Risiko Stunting pada Anak Sylvia; Kurniawati, Erna Yovi; Syah Putri, Silvia Rizki
Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences) Vol. 1 No. 4 (2025): Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences)
Publisher : Medico Insight Innovation Initiative

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65318/agribiohealth.v1i4.24

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Salah satu faktor risikonya adalah anemia pada ibu hamil, yang sering kali berakar sejak masa remaja. Anemia pada remaja putri, akibat kebutuhan zat besi yang tinggi tanpa asupan gizi memadai, dapat berlanjut menjadi anemia kehamilan dan berdampak pada tumbuh kembang anak. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Sampel terdiri dari 120 ibu yang memiliki anak usia 12–59 bulan, dipilih secara purposive berdasarkan kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, pengukuran antropometri anak, serta verifikasi dari buku KIA atau rekam medis. Analisis dilakukan secara deskriptif dan tabulasi silang. Sebanyak 75% responden memiliki riwayat anemia saat remaja, 60% mengalami anemia selama kehamilan, dan 45% anak teridentifikasi mengalami stunting. Riwayat anemia remaja menunjukkan kecenderungan berhubungan dengan kejadian anemia kehamilan dan stunting anak. Hasil ini mengindikasikan adanya mata rantai biologis dan sosial antara anemia remaja, anemia kehamilan, dan stunting anak. Intervensi gizi pada remaja putri perlu diperkuat sebagai upaya pencegahan stunting jangka panjang. Studi lanjutan dengan pendekatan longitudinal disarankan untuk memperkuat bukti hubungan kausal.
Analysis of Clean and Healthy Living Behaviour Indicators in Caturtunggal Village and Implications for Public Health Behaviour Sejati, Ardhitya; Kurniawati, Erna Yovi
Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences) Vol. 1 No. 4 (2025): Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences)
Publisher : Medico Insight Innovation Initiative

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65318/agribiohealth.v1i4.25

Abstract

Clean and Healthy Living Behaviour (PHBS) is a key strategy in improving public health. However, its implementation in areas with diverse socio-cultural characteristics, such as Caturtunggal Village, requires thorough monitoring. This study used a quantitative approach with a cross-sectional descriptive design. A total of 528 households in Caturtunggal Village were respondents through an online questionnaire based on 13 indicators of PHBS according to the Indonesian Ministry of Health guidelines. The results showed that most households had high achievements in PHBS (150 households = 100%, 155 households = 90%). However, there were disparities in achievement (56 HH = 70%, 3 HH = 40%), especially in indicators of promotive behaviours such as exclusive breastfeeding, physical activity, and not smoking at home. This disparity is due to economic differences, health literacy, and social support. Community-based interventions, increasing the role of cadres, and cross-sector collaboration need to be strengthened. The success of high PHBS achievements must be balanced with adaptive and participatory strategies to overcome inequalities between community groups. Regular evaluation and locally based policies are key to the sustainability of the PHBS program.
Asosiasi antara Tingkat Pengetahuan dan Sikap Terhadap Perilaku Siswi dalam Pencegahan Infeksi Menular Seksual Margiyati; Kurniawati, Erna Yovi
Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences) Vol. 1 No. 4 (2025): Agribiohealth (Journal of Agriculture, Biology & Health Sciences)
Publisher : Medico Insight Innovation Initiative

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65318/agribiohealth.v1i4.26

Abstract

Sexually transmitted infections (STIs) remain a major reproductive health concern among adolescents, particularly female students with varying levels of knowledge and attitudes toward preventive behavior. This study aimed to analyze the relationship between knowledge and attitude toward preventive behavior against STIs. This research employed a descriptive-correlational design with a cross-sectional approach, conducted at Abu Bakar Integrated Islamic Senior High School, Yogyakarta. The population consisted of 29 female students selected through total sampling. Data were collected using validated and reliable standardized questionnaires and analyzed using multiple linear regression with a 0.05 significance level. The analysis revealed no significant relationship between knowledge and attitude with STI preventive behavior (p>0.05). The R² value of 0.170 indicated that knowledge and attitude contributed only 17% to preventive behavior, while 83% was influenced by other factors. Knowledge and attitude were not the dominant factors shaping preventive behavior toward STIs. Future educational interventions should integrate social, cultural, and religious determinants to enhance adolescent health behavior.

Page 2 of 3 | Total Record : 24