cover
Contact Name
Putri Bungsu
Contact Email
jurnalepidkes@ui.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalepidkes@ui.ac.id
Editorial Address
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Gd. A Lt. 1 FKM UI
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Published by Universitas Indonesia
ISSN : -     EISSN : 2548513X     DOI : https://doi.org/10.7454/epidkes
Core Subject : Health, Science,
The article published on this journal can be editorial, research result and article review in public health, specifically epidemiology fields (Epidemiology of Infectious Disease, Epidemiology of Non-Communicable Disease, Epidemiology of Occupational Health and Safety, Epidemiology of Enviromental Health ond Biomarkers, Social and Behavioral Epidemiology, Epidemiology of Health Care, Epidemiology of Injury, Cancer Epidemiology, Epidemiology of Reproductive Health, Nutritional Epidemiology, Perinatal Epidemiology and Disaster Epidemiology). Epidemiology Health Promotion and Behavior Occupational Health and Safety Health Administration & Policy Environmental Health Health Communication Public Health Nutrition Biostatistics Reproductive Health Population Studies Health Informatics
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 7, No. 2" : 10 Documents clear
Pemetaan Stunting, Wasting, dan Obesitas Berdasarkan Kondisi Geografis di Kota Palembang Ashilah, Athiyah; Najmah, Najmah; Fahrizal, Feri; Trisnawarman, Trisnawarman; Rahayu, Sri; Zahara, Rahma
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini Indonesia mengalami masalah “triple burden”, yaitu tingginya kasus stunting dan wasting serta masalah gizi berupa obesitas dan kekurangan zat gizi mikro. Prevalensi stunting di Kota Palembang berada pada angka 14,3%, wasting 7,8%, dan obesitas 5,6%. Secara tidak langsung, kondisi geografis merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemetaan kejadian stunting, wasting, dan obesitas di Kota Palembang berdasarkan kondisi geografisnya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi ekologi deskriptif menggunakan data sekunder yang kemudian dianalisis dengan software QGIS. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh balita yang ada di Kota Palembang dengan sampel balita stunting, wasting, dan obesitas yang ada di Kota Palembang. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kasus stunting banyak ditemukan pada wilayah kecamatan padat penduduk di bantaran sungai dan membetuk pola mengelompok, kasus wasting banyak ditemui pada wilayah kecamatan dengan ketersediaan jumlah pasar yang sedikit, dan kasus obesitas banyak ditemui pada wilayah yang memiliki banyak rumah makan/restoran. Dengan dilakukannya pemetaan ini dapat diidentifikasi wilayah-wilayah yang lebih rentan beserta faktor dan karakteristik wilayah tersebut yang mungkin mempengaruhinya sebagai langkah awal dalam menentukan program dan kebijakan penanggulangan yang tepat dan efisien untuk masing-masing wilayah.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Ketidakpatuhan Minum Antiretroviral pada Orang dengan HIV di Rumah Sakit Umum Daerah Balaraja Kabupaten Tangerang Sari, Dessi Marantika Nilam; Sudaryo, Mondastri Korib; Nada, Qotrun; Ahmadi, Ilham
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya kepatuhan terhadap pengobatan menjadi faktor risiko munculnya jenis HIV yang resisten terhadap obat, yang dapat ditularkan kepada orang lain. Kepatuhan terhadap pengobatan yang buruk tidak hanya membahayakan kesehatan individu tetapi juga meningkatkan penularan. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya ketidakpatuhan minum obat ARV pada ODHIV yang mendapatkan terapi ARV di Rumah Sakit Umum Daerah Balaraja. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan di poli HIV Rumah Sakit Umum Daerah Balaraja Kabupaten Tangerang dan waktu penelitian dilakukan pada bulan Juli 2023 menggunakan data sekunder. Populasi penelitian berjumlah 382 ODHIV yang aktif menjalani pengobatan antiretroviral di Rumah Sakit Umum Daerah Balaraja dengan menggunakan teknik random sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi sehingga sampel penelitian berjumlah 198 ODHIV. Analisis data menggunakan aplikasi STATA. Hasil analisis kai kuadrat secara statistik ada hubungan antara stadium klinis HIV (P-value=0,036), lamanya terapi (P-value=0,020), dan riwayat infeksi oportunistik TB (P-value=0,029) dengan ketidakpatuhan minum obat ARV. Hasil analisis Cox Regression dengan faktor yang secara statistik berhubungan terhadap kepatuhan minum obat antiretroviral pada ODHIV adalah lamanya terapi (P-value=0,045) dengan nilai PR 1,45 dengan 95% CI (1,01-2,08), yang artinya lamanya minum obat ARV >5 tahun memiliki resiko 1,45 kali lebih besar tidak patuhnya minum obat ARV. Faktor lamanya terapi ARV memiliki pengaruh terhadap kepatuhan minum obat antiretroviral (ARV) pada ODHIV di Rumah Sakit Umum Daerah Balaraja.
Dampak Asuhan Berkelanjutan pada Ibu Hamil terhadap Kematian Neonatus di Perkotaan dan Pedesaan: Analisis Demographic and Health Surveys Indonesia 2017 Anjani, Sonia Miyajima; Adisasmita, Asri C
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya menurunkan angka kematian neonatus (AKN) membutuhkan suatu pelayanan kesehatan yang berkesinambungan, dikenal dengan istilah asuhan berkelanjutan atau Continuum of care. Asuhan berkelanjutan pada ibu hamil di daerah perkotaan bisa saja berbeda dengan di pedesaan. Penelitian ini ingin mengetahui dampak asuhan berkelanjutan pada ibu hamil terhadap kematian neonatus, serta peran tempat tinggal ibu hamil terhadap hubungan tersebut. Studi ini merupakan studi potong lintang menggunakan set data Demographic and Health Surveys (DHS) Indonesia tahun 2017. Variabel dependen pada studi ini adalah kematian neonatus dari anak terakhir yang dilahirkan responden antara 2012 hingga 2017. Variabel independennya adalah asuhan berkelanjutan pada ibu hamil yang terdiri dari asuhan antenatal, asuhan persalinan, dan asuhan pasca persalinan yang optimal. Analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Cakupan asuhan antenatal optimal, asuhan persalinan optimal dan asuhan pasca persalinan optimal adalah 25,97%, 72,77%, dan 51,88%. Secara keseluruhan, asuhan berkelanjutan diperoleh 13,87% ibu hamil. Dari 14.862 persalinan, terdapat 153 kematian neonatus (11 kematian neonatus per 1000 kelahiran hidup). Ibu hamil yang tidak menjalani asuhan berkelanjutan memiliki risiko 10,77 kali lebih tinggi mengalami kematian neonatus (POR=10,77; IK95% 2,56-45,37). Tidak ditemukan perbedaan efek tersebut antara kelompok subjek yang tinggal di perkotaan dan pedesaan (nilai p=0,564). Asuhan berkelanjutan pada ibu hamil menurunkan angka kematian neonatus. Tidak terdapat perbedaan dampak tersebut di perkotaan maupun pedesaan
Faktor Determinan Hipertensi pada Jemaah Haji Usia Lebih Dari 40 Tahun di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2022 Danny, Danny; Sudaryo, Mondastri Korib
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di seluruh dunia, hipertensi adalah penyakit tidak menular paling umum yang menyebabkan kematian. Hipertensi menjadi penyakit yang mendominasi pada jemaah haji Indonesia dengan prevalensi yang terus meningkat. Jemaah haji merupakan populasi khusus yang cukup rentan karena ibadah haji membutuhkan kemampuan fisik dan mental yang baik sehingga penyelenggaraan kesehatan haji menjadi tugas penting bagi pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan kejadian hipertensi pada jemaah haji usia lebih dari 40 tahun di provinsi DKI Jakarta tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dengan sampel sebanyak 3.339 orang. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari pemeriksaan kesehatan tahap 2 jemaah haji yang diperoleh dari aplikasi Siskohatkes Kementerian Kesehatan. Analisis data menggunakan uji chi square (bivariat) dan uji cox regression (multivariat). Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor determinan hipertensi pada jemaah haji usia >40 tahun di provinsi DKI Jakarta tahun 2022 adalah usia (PR 1,45 ; 95% CI: 1,30-1,62) , jenis kelamin (PR 1,18 ; 95% CI: 1,06-1,32), riwayat hipertensi pada keluarga (PR 1,29 ; 95% CI: 1,15-1,45), status gizi (PR 1,38 ; 95% CI: 1,15-1,45), penyakit jantung (PR 1,33 ; 95% CI: 1,14-1,55) dan diabetes mellitus (PR 1,35 ; 95% CI: 1,18-1,54). Usia merupakan faktor determinan yang paling dominan, dimana usia >56 tahun memiliki risiko paling besar (1,45 kali) untuk terjadi hipertensi. Sebagian dari faktor determinan lainnya merupakan faktor risiko yang dapat diubah, sehingga upaya pencegahan hipertensi dapat dilakukan melalui pola hidup sehat dengan ruti melakukan aktivitas fisik yang cukup, mengonsumsi buah dan sayur, tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol, serta selalu cek kesehatan secara berkala khusus pada jemaah haji usia diatas 56 tahun.
Gambaran Faktor Risiko Pasien HIV dengan Tuberkulosis di RSUD Kota Bogor Haryani, Leni; Ramadhani, Nur Rizky; Meirawan, Rizky Fajar; Burmanajaya, Bram
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis merupakan infeksi opportunistik yang mematikan. WHO melaporkan bahwa TB menjadi penyebab kematian 187.000 pasien HIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko pasien HIV yang menderita TB berdasarkan karakteristik demografi, stadium klinis HIV, status sosial ekonomi dan faktor risiko HIV/AIDS di RSUD Kota Bogor tahun 2016-2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain studi cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan cara purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 60 responden. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan jumlah pasien HIV TB (+) periode 2016-2021 di RSUD Kota Bogor sebagian besar berusia < 35 Tahun (73,7%), berjenis kelamin laki laki (90,2%), belum menikah (82,8%) tingkat pendidikan tinggi (71,7%), status tidak bekerja (80%), berada pada stadium klinis 3 dan 4 (82,6%) dan memiliki status sosial ekonomi kurang mampu (81,6%) serta faktor risiko perilaku seksual (72,4%). Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat tiga karakteristik yang dapat menyebabkan perbedaan status infeksi TB pada pasien HIV yaitu jenis kelamin dengan p value
Trend Epidemiologi Kematian Jemaah Haji Indonesia Tahun 2017-2023 Febriyanti, Nooridha; Adisasmita, Asri C
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibadah haji adalah ibadah wajib bagi umat islam yang mampu secara finansial, mental dan fisik. Dalam pelaksanaan ibadah haji, terjadi kumpulan massa yang sangat masif sehingga berpotensi menimbulkan kematian pada jemaah haji akibat beberapa faktor, diantaranya faktor kesehatan, kepadatan, dan cuaca panas. Angka kematian jemaah haji Indonesia masih dinilai tinggi yaitu mencapai 200 kematian diantara 100.000 jemaah haji yang berangkat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kematian jemaah haji Indonesia berdasarkan variabel orang, waktu dan tempat. Studi ini dilakukan dengan desain case series yang dianalisis secara deskriptif menggunakan data sekunder pelayanan kesehatan haji melalui Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (Siskohatkes) pada tahun 2017-2023. Berdasarkan hasil penelitian ini, didapatkan bahwa dalam lima kali pelaksanaan ibadah haji terakhir, angka kematian tertinggi terjadi pada tahun 2023 sebesar 338 kematian per 100.000 jemaah haji dan terendah pada tahun 2022 sebesar 90 kematian per 100.000 jemaah haji. Kematian jemaah haji lebih banyak terjadi pada jemaah haji berjenis kelamin laki-laki dan kelompok umur e”60 tahun. Mayoritas jemaah haji yang wafat memiliki status kesehatan dalam kategori status risiko tinggi (risti) dan penyebab kematian tertinggi adalah penyakit kardiovaskular. Kematian banyak terjadi saat periode waktu pasca Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), sedangkan tempat wafat jemaah haji lebih banyak di Rumah Sakit Arab Saudi. Upaya untuk menurunkan jumlah kematian jemaah haji dapat dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan sejak dini terhadap kelompok berisiko dan terus berusaha memantau kesehatan jemaah agar terkontrol saat pelaksanaan ibadah haji.
Epidemiologi Difteri di Indonesia Tahun 2020-2022: Distribusi Kasus, Tingkat Keparahan Gejala, Riwayat Imunisasi dan Risiko Kematian Fardani, Sekar Astrika; Wahyono, Tri Yunis Miko
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Difteri menjadi salah satu penyebab utama kematian anak dan dewasa pada era pre-vaksin. Insiden difteri secara global kembali meningkat pada beberapa tahun terakhir dengan case fatality rate (CFR) mencapai 10%. Manusia tidak memiliki kekebalan alami terhadap difteri, sehingga pemberian imunisasi sangat penting untuk memberikan perlindungan terhadap infeksi difteri, mengurangi tingkat keparahan dan risiko kematian. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran distribusi kasus, tingkat keparahan gejala, riwayat imunisasi difteri dan risiko kematian pada penderita difteri di Indonesia tahun 2020 s.d 2022. Penelitian dilakukan dengan desain studi cross-sectional dengan menggunakan data sekunder laporan kasus difteri nasional tahun 2020 s.d 2022. Dari 563 responden, studi kami menunjukkan penderita difteri paling banyak berusia 5 s.d 17 tahun (53,8%), laki-laki (55,8%) dan memiliki riwayat imunisasi difteri tidak lengkap/ tidak diimunisasi sama sekali (75,8%). Analisis multivariat menunjukkan bahwa penderita difteri dengan gejala berat memiliki kemungkinan 2,30 (aOR 2,30; 95%CI 1,32-4,01) kali lebih tinggi untuk mengalami kematian dibandingkan penderita difteri dengan gejala ringan, sedangkan pada penderita difteri dengan riwayat imunisasi tidak ada/ tidak lengkap memiliki kemungkinan 2,70 (aOR 2,70; 95%CI 1,16-6,25) kali lebih tinggi untuk mengalami kematian dibandingkan penderita difteri dengan riwayat imunisasi difteri lengkap setelah dikontrol variabel umur, hasil kultur spesimen C.diphtheria dan tingkat keparahan gejala. Dengan mengetahui distribusi kasus, tingkat keparahan gejala, riwayat imunisasi difteri dan risiko kematian pada penderita difteri, diharapkan pencegahan dan pengendalian difteri dapat dilakukan lebih optimal oleh pemerintah melalui kolaborasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, para ahli, Non-Government Organization dan dan pihak swasta terkait sehingga dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas akibat difteri.
Situation Analysis of Health Problems in Depok City in 2021 Putri, Murti Utami; Adisasmita, Asri C; Djajuli, Hidayat Nuh Ghazali
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on 2021 data, from the results of problem identification, 16 health problems in Depok City were assessed. Maternal mortality was selected as a priority problem with 65 cases of maternal death or 155.58 per 100,000 live births. COVID-19 infection is the most common cause of maternal death. This study aims to provide an overview of maternal death circumstances in Depok because of prioritization following situation analysis of health problems. This situation analysis was conducted in Depok with a quantitative and qualitative approach analyzed using the PAHO-adapted Hanlon involving the participation of 17 respondents from the Health Office and the Head of the PHC in Depok. Primary and secondary quantitative data were collected using questionnaires, the Ministry of Health’s Strategic Plan 2020 2024, Regional Medium-Term Development Plan 2016-2021, and Health Profile 2021. Qualitative data was obtained through interviews with respondents. Maternal mortality got a PAHO score of 42.37. This disease is a priority health problem in Depok. Most pregnant women had a high risk due to a lack of knowledge about pregnancy and a lack of participation in attending pregnancy class programs and pregnancy checks. Lack of family support for the health of pregnant women and there are also challenges in recording and reporting which must be based on an identity card so that cases sometimes do not live in the area but are recorded in the area. There are still some challenges in controlling maternal mortality. Promotive, preventive efforts such as conducting refresher training for health workers and volunteers, counseling, and presenting exciting material in pregnant women’s classes to increase pregnant women’s knowledge and family support. Cross-sector coordination and community leaders must be concerned with all parties to support and assist in screening pregnant women.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Analisis Data Surveilans Hipertensi di Tingkat Puskesmas Kota Bukittinggi Tahun 2022 Meilisa, Meilisa; Djuwita, Ratna; Satria, Eka Budi
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah penyakit tidak menular prioritas di Kota Bukittinggi adalah hipertensi, namun cakupan SPM (25,62%) dan deteksi dini nya (9,20%) masih rendah. Evaluasi sistem surveilans menunjukkan salah satu fungsi pokok surveilans (analisis data) tidak terlaksana. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan analisis data surveilans hipertensi bagi petugas puskesmas. Desain penelitian adalah NonExperimental Pre – Post Test Design dengan total sampling sebanyak 14 orang yang dilaksanakan pada bulan November 2022 s/d Januari 2023. Intervensi dalam penelitian ini berupa pelatihan dengan metoda ceramah dan latihan pratikum. Analisis data menggunakan uji T dependen (Paired t test) dan Mc-Nemar. Hasil penelitian menunjukkan latar belakang pendidikan responden paling banyak D3 (92,86%), masa jabatan d” 1 tahun (78,57%) dan kelompok usia dewasa 26 – 45 tahun (78,57%). Rata – rata skor pengetahuan sebelum pelatihan 9,07 (95%CI= 8,02 – 10,12) dan sesudah pelatihan 12,86 (95%CI= 11,73 13,98). Ada perbedaan rata – rata pengetahuan responden sebelum dan sesudah pelatihan (p=0,0001). Responden terampil sebelum pelatihan sebanyak 5 orang dan sesudah pelatihan 12 orang. Ada perbedaan rata – rata keterampilan responden sebelum dan sesudah pelatihan (p =0,0391). Penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah Kota Bukittinggi dalam meningkatkan kapasitas petugas puskesmas lainnya untuk melakukan analisis data penyakit dan masalah kesehatan
Hubungan Tingkat Kebisingan dengan Tekanan Darah pada Penduduk di Sekitar Bandar Udara Halim Perdanakusuma Tahun 2023 Azzahra, Neva; Nurcandra, Fajaria
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2021, terdapat 252,553 penderita hipertensi di Jakarta Timur. Salah satu faktor penyebab hipertensi adalah kebisingan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kebisingan dengan tekanan darah penduduk yang tinggal di sekitar Bandara Halim Perdanakusuma. Penelitian dilakukan pada Mei 2023 dengan menggunakan metode observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel yaitu 86 responden dengan teknik sampling random walk. Alat ukur yang digunakan adalah sound level meter dan tensimeter digital. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini yaitu IPAQ untuk aktivitas fisik dan Recall 24 jam untuk konsumsi lemak. Pada analisis bivariat dan multivariat menggunakan uji cox regresi. Dari hasil analisis, terdapat 81% responden yang mengalami hipertensi dan 64% responden yang rumahnya bising. Dan dari Hasil analisis multivariat antara tekanan darah dan kebisingan didapatkan PR 1,4 (95% CI = 1,071-1,853) yang berarti berisiko, namun tidak ada variabel confounding pada penelitian ini. Jadi kesimpulannya, individu yang tinggal di tempat dengan kebisingan >55 dB memiliki risiko 1,4 kali lebih besar terkena hipertensi dibandingkan individu yang tinggal di tempat dengan kebisingan

Page 1 of 1 | Total Record : 10