cover
Contact Name
Putri Bungsu
Contact Email
jurnalepidkes@ui.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalepidkes@ui.ac.id
Editorial Address
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Gd. A Lt. 1 FKM UI
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Published by Universitas Indonesia
ISSN : -     EISSN : 2548513X     DOI : https://doi.org/10.7454/epidkes
Core Subject : Health, Science,
The article published on this journal can be editorial, research result and article review in public health, specifically epidemiology fields (Epidemiology of Infectious Disease, Epidemiology of Non-Communicable Disease, Epidemiology of Occupational Health and Safety, Epidemiology of Enviromental Health ond Biomarkers, Social and Behavioral Epidemiology, Epidemiology of Health Care, Epidemiology of Injury, Cancer Epidemiology, Epidemiology of Reproductive Health, Nutritional Epidemiology, Perinatal Epidemiology and Disaster Epidemiology). Epidemiology Health Promotion and Behavior Occupational Health and Safety Health Administration & Policy Environmental Health Health Communication Public Health Nutrition Biostatistics Reproductive Health Population Studies Health Informatics
Articles 135 Documents
Epidemiologi Difteri di Indonesia Tahun 2020-2022: Distribusi Kasus, Tingkat Keparahan Gejala, Riwayat Imunisasi dan Risiko Kematian Fardani, Sekar Astrika; Wahyono, Tri Yunis Miko
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Difteri menjadi salah satu penyebab utama kematian anak dan dewasa pada era pre-vaksin. Insiden difteri secara global kembali meningkat pada beberapa tahun terakhir dengan case fatality rate (CFR) mencapai 10%. Manusia tidak memiliki kekebalan alami terhadap difteri, sehingga pemberian imunisasi sangat penting untuk memberikan perlindungan terhadap infeksi difteri, mengurangi tingkat keparahan dan risiko kematian. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran distribusi kasus, tingkat keparahan gejala, riwayat imunisasi difteri dan risiko kematian pada penderita difteri di Indonesia tahun 2020 s.d 2022. Penelitian dilakukan dengan desain studi cross-sectional dengan menggunakan data sekunder laporan kasus difteri nasional tahun 2020 s.d 2022. Dari 563 responden, studi kami menunjukkan penderita difteri paling banyak berusia 5 s.d 17 tahun (53,8%), laki-laki (55,8%) dan memiliki riwayat imunisasi difteri tidak lengkap/ tidak diimunisasi sama sekali (75,8%). Analisis multivariat menunjukkan bahwa penderita difteri dengan gejala berat memiliki kemungkinan 2,30 (aOR 2,30; 95%CI 1,32-4,01) kali lebih tinggi untuk mengalami kematian dibandingkan penderita difteri dengan gejala ringan, sedangkan pada penderita difteri dengan riwayat imunisasi tidak ada/ tidak lengkap memiliki kemungkinan 2,70 (aOR 2,70; 95%CI 1,16-6,25) kali lebih tinggi untuk mengalami kematian dibandingkan penderita difteri dengan riwayat imunisasi difteri lengkap setelah dikontrol variabel umur, hasil kultur spesimen C.diphtheria dan tingkat keparahan gejala. Dengan mengetahui distribusi kasus, tingkat keparahan gejala, riwayat imunisasi difteri dan risiko kematian pada penderita difteri, diharapkan pencegahan dan pengendalian difteri dapat dilakukan lebih optimal oleh pemerintah melalui kolaborasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, para ahli, Non-Government Organization dan dan pihak swasta terkait sehingga dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas akibat difteri.
Situation Analysis of Health Problems in Depok City in 2021 Putri, Murti Utami; Adisasmita, Asri C; Djajuli, Hidayat Nuh Ghazali
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on 2021 data, from the results of problem identification, 16 health problems in Depok City were assessed. Maternal mortality was selected as a priority problem with 65 cases of maternal death or 155.58 per 100,000 live births. COVID-19 infection is the most common cause of maternal death. This study aims to provide an overview of maternal death circumstances in Depok because of prioritization following situation analysis of health problems. This situation analysis was conducted in Depok with a quantitative and qualitative approach analyzed using the PAHO-adapted Hanlon involving the participation of 17 respondents from the Health Office and the Head of the PHC in Depok. Primary and secondary quantitative data were collected using questionnaires, the Ministry of Health’s Strategic Plan 2020 2024, Regional Medium-Term Development Plan 2016-2021, and Health Profile 2021. Qualitative data was obtained through interviews with respondents. Maternal mortality got a PAHO score of 42.37. This disease is a priority health problem in Depok. Most pregnant women had a high risk due to a lack of knowledge about pregnancy and a lack of participation in attending pregnancy class programs and pregnancy checks. Lack of family support for the health of pregnant women and there are also challenges in recording and reporting which must be based on an identity card so that cases sometimes do not live in the area but are recorded in the area. There are still some challenges in controlling maternal mortality. Promotive, preventive efforts such as conducting refresher training for health workers and volunteers, counseling, and presenting exciting material in pregnant women’s classes to increase pregnant women’s knowledge and family support. Cross-sector coordination and community leaders must be concerned with all parties to support and assist in screening pregnant women.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Analisis Data Surveilans Hipertensi di Tingkat Puskesmas Kota Bukittinggi Tahun 2022 Meilisa, Meilisa; Djuwita, Ratna; Satria, Eka Budi
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah penyakit tidak menular prioritas di Kota Bukittinggi adalah hipertensi, namun cakupan SPM (25,62%) dan deteksi dini nya (9,20%) masih rendah. Evaluasi sistem surveilans menunjukkan salah satu fungsi pokok surveilans (analisis data) tidak terlaksana. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan analisis data surveilans hipertensi bagi petugas puskesmas. Desain penelitian adalah NonExperimental Pre – Post Test Design dengan total sampling sebanyak 14 orang yang dilaksanakan pada bulan November 2022 s/d Januari 2023. Intervensi dalam penelitian ini berupa pelatihan dengan metoda ceramah dan latihan pratikum. Analisis data menggunakan uji T dependen (Paired t test) dan Mc-Nemar. Hasil penelitian menunjukkan latar belakang pendidikan responden paling banyak D3 (92,86%), masa jabatan d” 1 tahun (78,57%) dan kelompok usia dewasa 26 – 45 tahun (78,57%). Rata – rata skor pengetahuan sebelum pelatihan 9,07 (95%CI= 8,02 – 10,12) dan sesudah pelatihan 12,86 (95%CI= 11,73 13,98). Ada perbedaan rata – rata pengetahuan responden sebelum dan sesudah pelatihan (p=0,0001). Responden terampil sebelum pelatihan sebanyak 5 orang dan sesudah pelatihan 12 orang. Ada perbedaan rata – rata keterampilan responden sebelum dan sesudah pelatihan (p =0,0391). Penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah Kota Bukittinggi dalam meningkatkan kapasitas petugas puskesmas lainnya untuk melakukan analisis data penyakit dan masalah kesehatan
Hubungan Tingkat Kebisingan dengan Tekanan Darah pada Penduduk di Sekitar Bandar Udara Halim Perdanakusuma Tahun 2023 Azzahra, Neva; Nurcandra, Fajaria
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2021, terdapat 252,553 penderita hipertensi di Jakarta Timur. Salah satu faktor penyebab hipertensi adalah kebisingan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kebisingan dengan tekanan darah penduduk yang tinggal di sekitar Bandara Halim Perdanakusuma. Penelitian dilakukan pada Mei 2023 dengan menggunakan metode observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel yaitu 86 responden dengan teknik sampling random walk. Alat ukur yang digunakan adalah sound level meter dan tensimeter digital. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini yaitu IPAQ untuk aktivitas fisik dan Recall 24 jam untuk konsumsi lemak. Pada analisis bivariat dan multivariat menggunakan uji cox regresi. Dari hasil analisis, terdapat 81% responden yang mengalami hipertensi dan 64% responden yang rumahnya bising. Dan dari Hasil analisis multivariat antara tekanan darah dan kebisingan didapatkan PR 1,4 (95% CI = 1,071-1,853) yang berarti berisiko, namun tidak ada variabel confounding pada penelitian ini. Jadi kesimpulannya, individu yang tinggal di tempat dengan kebisingan >55 dB memiliki risiko 1,4 kali lebih besar terkena hipertensi dibandingkan individu yang tinggal di tempat dengan kebisingan
A Comprehensive Scoping Review of Snoezelen Room in Occupational Therapy Best Practices Sahid, Muhammad Hidayat; Pratiwi, Andriani; Masuri, Mohamad Ghazali; Dahlan, Akehsan
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan analisis komprehensif terhadap literatur, penelitian, dan sumber daya yang terkait dengan ruang Snoezelen, dengan tujuan menyajikan gambaran mengenai manfaat, praktik terbaik, dan potensi aplikasi dari lingkungan multi-sensorik ini. Tinjauan ini mensintesis dan menganalisis secara kritis informasi yang tersedia untuk berkontribusi pada pemahaman dan implementasi ruang Snoezelen bagi individu dengan kebutuhan beragam. Pencarian sistematis basis data elektronik, termasuk PubMed, PsycINFO, dan CINAHL, bersama dengan pencarian manual pada daftar referensi, mengidentifikasi 27 artikel relevan yang memenuhi kriteria inklusi. Proses seleksi yang ketat memastikan inklusi sumber yang berkualitas tinggi dan relevan. Metode ekstraksi dan sintesis data digunakan untuk mengidentifikasi tema umum, temuan kunci, dan kesenjangan dalam literatur yang ada. Tinjauan menyimpulkan bahwa ruang Snoezelen telah menunjukkan potensi dalam memfasilitasi interaksi positif, mengurangi perilaku maladaptif, meningkatkan perilaku adaptif, dan mendukung tujuan pendidikan, terutama bagi individu dengan gangguan perkembangan dan intelektual. Literatur menekankan pentingnya pendekatan Snoezelen di berbagai setting dan populasi, namun diperlukan penelitian lebih lanjut yang lebih ketat untuk membentuk landasan teoretis yang lebih jelas. Ruang Snoezelen menunjukkan efek positif pada individu dengan gangguan perkembangan, dengan potensi dalam mengurangi perilaku yang mengganggu dan meningkatkan perilaku prososial. Tinjauan ini menekankan perlunya penelitian lebih lanjut yang ketat untuk memvalidasi manfaat terapeutik dan membentuk dasar teoretis yang kuat untuk implementasi ruang Snoezelen.
Trend of Non-Pharmacological Therapy for First Phase of Active Labor Pain: A Pilot Study Gunadi, Agus; Prihartono, Nurhayati Adnan
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 6, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There are several of non-pharmacological therapies to be used as caring practice to mother with labor pain. This study aimed to observe the effectiveness of both single and combination therapy of warm compresses and counter pressure massage (CPM) for the management of labor pain during the first active phase through medical records. This is a pilot study that used a cohort prospective design. The total number of respondents was 90 respondents, divided into 3 groups based on the non-pharmacological therapy that was given by the midwives or nurses. Pain level was measured with NRS 11. The study was conducted at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital from May 2020 to September 2020. A comparative hypothesis analysis was done to compare the Pretest-Posttest of pain level between groups using the Wilcoxon, Kruskal-Wallis, and Post hoc Mann-Whitney tests with a significance of p <0.05. There was a reduction of 1.53 pain level of subject who received CPM, 1.16 by received warm compress and 1.67 for those who received combination therapy. It was found there was a significant difference between three groups with p=0.020. It was found that CPM was compared to Warm compress obtained p=0.017, CPM compared to Combination therapy obtained p=0.019, warm compress compared to combination therapy obtained p = 0.396.Combination therapy showed the highest reduction effect toward pain level of First Phase of Active Labor Pain. However, the CPM therapy showed to achieve effectiveness compared to warm compress and combination therapy.
Hubungan Karakteristik Ibu dengan Sikap Responsif Anak Nurdiantami, Yuri
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 6, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sikap responsif seorang anak terhadap ibunya merupakan salah satu sikap yang akan terbentuk melalui pola pengasuhan. Pola asuh tidak terlepas dari karakterstik dalam diri orang tua, terlebih ibu. Karakteristik tersebut memberi warna dalam pola asuh yang diterapkan pada anak. Berdasarkan hal tersebut, studi ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara karakteristik ibu dengan sikap responsif pada anak. Studi ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan metode online survey dan wawancara yang disertai observasi. Subjek studi sebanyak 88 responden. Sikap responsif anak dilihat dari reaksi yang kuat selama berinteraksi dengan ibu maupun bertutur atau berceloteh dengan ibu atau pengasuh. Sebagian besar responden berusia 18-35 tahun (64,8%), memiliki pendidikan yang rendah dan menengah (85,2%), dan tidak bekerja (84,1%). Hasil uji chi square dan regresi logistik sederhana menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik antara status pekerjaan ibu dengan sikap responsif anak, dimana anak dari ibu yang bekerja memiliki kemungkinan lebih besar untuk bersikap responsif, baik dilihat dari reaksi yang kuat selama interaksi (OR=3,9; 95% CI=0,998-15,013; p<0,05) maupun bertutur kata dalam 5 detik setelah perkataan ibu (OR=3,5; 95% CI=0,995-12,081; p<0,05). Pada penelitian ini, tidak terbukti adanya hubungan antara usia ibu (p=0.803) dan pendidikan ibu (p=0.066) dengan sikap responsif anak. Dari hasil studi ini, disarankan bagi ibu yang bekerja untuk mengatur waktu supaya tetap kondusif dalam mengasuh anak karena status ibu bekerja mempengaruhi sikap responsif anak.
Karakteristik Epidemiologi COVID-19 Tahun 2020 – 2021: Studi Potong Lintang di Provinsi Riau Sukirman, Rajunitrigo
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 6, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data terkait karakteristik epidemiologi COVID-19 di Indonesia masih langka. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan epidemiologi COVID-19 berdasarkan dimensi orang, tempat dan waktu. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar upaya intervensi yang lebih optimal dan tepat sasaran. Penelitian cross sectional ini memasukkan seluruh kasus konfirmasi COVID-19 dari sepuluh Kabupaten dan dua Kotamadya di Provinsi Riau dari tanggal 18 Maret 2020 hingga 9 Oktober 2021. Kami menggunakan analisis univariat dan bivariat untuk mendeskripsikan karakteristik epidemiologi COVID- 19. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 122.497 kasus COVID-19, 51,3% kasus adalah perempuan. Median umur 35 tahun (IQR: 24 - 49 tahun), 52,1% kasus kelompok umur 26 hingga 51 tahun, 0,4% kasus re-infeksi COVID-19, 3,3% kasus meninggal, 87,3% kasus dengan isolasi mandiri/ fasilitas khusus, dan 70,5% tempat tinggal kasus di wilayah daratan. Waktu sakit tertinggi atau puncak gelombang COVID-19 pada tanggal 18 – 24 Oktober 2020 (1.891 kasus), tanggal 23 – 29 Mei 2021 (4.444 kasus), dan tanggal 25 – 31 Juli 2021 (9.536 kasus). Kelompok umur, status kasus, dan tempat tinggal memiliki hubungan signifikan dengan kejadian COVID-19 berdasarkan jenis kelamin. Tingginya kasus pada umur produktif berkontribusi terhadap tingginya kesembuhan kasus COVID-19. Perlu dilakukan upaya preventif seperti bekerja dari rumah pada kelompok usia produktif termasuk di institusi yang mempekerjakan kaum perempuan, serta meningkatkan perawatan dan pengobatan pada laki-laki risiko tinggi dengan pertimbangan bertambahnya usia dan faktor komorbiditas.
Frekuensi dan Mortalitas Pasien Sepsis dan Syok Septik di ICU Rumah Sakit Swasta Tipe B, di Tangerang Selatan Wicaksono, Abioso; Adisasmita, Asri, Prof
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 6, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syok septik, yang didefinisikan sebagai sepsis dengan abnormalitas pada system sirkulasi and selular atau metabolic, masih merupakan salah satu penyebab kematian di Intensive Care Unit (ICU) secara global (20%). Studi kros-seksional ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi, faktor risiko syok septik dan mortalitas pada pasien sepsis yang dirawat di ICU di Indonesia. Sampel dikumpulkan dari RS tipe B di Tangerang Selatan, Banten tahun 2020. Data yang dikumpulkan terdiri dari tempat infeksi, komorbiditas: Diabetes Melitus (DM) II, hipertensi, penyakit paru obstruksi kronis dan penyakit ginjal Kronis, asal unit sebelum masuk ICU, Glasgow Coma Score (GCS), acute respiratory distress syndrome (ARDS), lama rawat di ICU, syok septik dan mortalitas. Prevalens, frekuensi faktor risiko untuk syok septik dan kematian secara umum diantara pasien sepsis di ICU diukur dengan persentase, dan untuk perbedaan karakteristik diukur menggunakan chi-square untuk kemaknaannya. Terdapat 110 pasien di ICU dengan diagnosis sepsis di tahun 2020. Sumber infeksi tertinggi adalah pulmoner (39,1%) dan intra-abdominal (31,8%). Komorbiditas tersering pada pasien sepsis adalah hipertensi (53.6%), diikuti oleh DM (44.5%). Mayoritas lama rawat di ICU adalah melebihi 7 hari (67.3%). Risiko terjadinya syok sepsis tertinggi didapatkan pada para pengguna BPJS1.53 (95%CI, 0.83-2.82), pasien dengan gizi lebih: 1.59 (95%CI, 0.63- 4.03), pasien alih rawat dari ruang rawat non-intensif: 2.28 (95%CI, 1.19-4.35), penyakit paru obstruksi kronis: 1.95 (95%CI, 0.55-6.90), dan penyakit urogenital kronis.: 1.93 (95%CI, 0.78- 4.78) dibandingkan dengan referensnya masing-masing. Penelitian serupa di negara LMIC diperlukan untuk mendapatkan informasi mengenai beban riel karena sepsis dan syok septik secara regional
Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Resiliensi Keluarga Penderita Stroke Iskemik Serangan Pertama di RS Otak Dr. Drs. M. Hatta (RSOMH) Bukittinggi 2022 Helda, Helda
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 6, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit stroke menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi dan merupakan penyumbang ketiga kecacatan secara global. Jenis stroke yang paling umum terjadi di Indonesia adalah stroke iskemik. Sebagian besar penderita stroke mengalami penurunan kognitif dan motorik yang menyebabkan keterbatasan pada penderitanya dalam melakukan aktivitas sehingga keluarga memegang peranan penting pada kondisi penderita stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dengan resiliensi keluarga penderita stroke iskemik serangan pertama. Penelitian ini adalah studi kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional yang menggunakan data primer pada bulan Januari-Februari 2022 di poli rawat inap Rumah Sakit Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi (RSOMH). Sampel penelitian adalah keluarga dan penderita stroke iskemik di RSOMH yang berjumlah 229 orang berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan instrumen resiliensi keluarga (RESILIENSI-GA). Analisis data menggunakan analisis univariat, analisis bivariat dengan uji chi-square dan analisis multivariat menggunakan Regresi Logistik Multivariat model kausal. Hasil analisis diperoleh bahwa 66,4% keluarga memiliki skor resiliensi sedang dan tinggi. Keluarga pasien yang memiliki tingkat pendidikan tinggi memiliki asosiasi dengan resiliensi keluarga yang baik yakni 1,9 kali lipat dibandingkan dengan pendidikan rendah setelah di kontrol variabel sosial ekonomi dan umur (POR 1,960, CI 95%: 1,20-1,62). Ketahanan keluarga pada pasien stroke merupakan suatu hal yang penting, mengingat dampak fisik dan psikis yang ditimbulkan oleh stroke. Dalam penelitian ini terdapat asosiasi antara pendidikan dengan resiliensi keluarga pasien stroke setelah di kontrol variabel sosial ekonomi dan umur.

Page 10 of 14 | Total Record : 135