cover
Contact Name
Putri Bungsu
Contact Email
jurnalepidkes@ui.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalepidkes@ui.ac.id
Editorial Address
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Gd. A Lt. 1 FKM UI
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Published by Universitas Indonesia
ISSN : -     EISSN : 2548513X     DOI : https://doi.org/10.7454/epidkes
Core Subject : Health, Science,
The article published on this journal can be editorial, research result and article review in public health, specifically epidemiology fields (Epidemiology of Infectious Disease, Epidemiology of Non-Communicable Disease, Epidemiology of Occupational Health and Safety, Epidemiology of Enviromental Health ond Biomarkers, Social and Behavioral Epidemiology, Epidemiology of Health Care, Epidemiology of Injury, Cancer Epidemiology, Epidemiology of Reproductive Health, Nutritional Epidemiology, Perinatal Epidemiology and Disaster Epidemiology). Epidemiology Health Promotion and Behavior Occupational Health and Safety Health Administration & Policy Environmental Health Health Communication Public Health Nutrition Biostatistics Reproductive Health Population Studies Health Informatics
Articles 135 Documents
Hubungan Penyakit Jantung Koroner dengan Kebugaran Jasmani pada Jemaah Haji di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2023 Herawati, Yanti; Sudaryo, Mondastri Korib
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Haji adalah ibadah yang membutuhkan jasmani sehat juga bugar. Permenkes terkait tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji Nomor 15 Tahun 2016 membawa konsekuensi mengedepankan pemeriksaan juga pembinaan kesehatan bagi jemaah haji sehingga mampu menyelesaikan seluruh ritual ibadahnya sesuai syariat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Penyakit Jantung Koroner (PJK) terhadap kebugaran jasmani jemaah haji di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2023. Desain studi penelitian menggunakan kohort restrospektif, dengan total sampling sebanyak 4.779 sampel serta menggunakan data sekunder dari aplikasi Siskohatkes Kementerian Kesehatan RI tahun 2023. Kriteria pemilihan sampel adalah responden yang mempunyai data pemeriksaan kesehatan tahap kedua dan hasil pengukuran kebugaran jasmani. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kebugaran jasmani adalah metode Rockport Walking Test atau Six Minutes Walking Test. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Cox Regression dan nilai Hazard Ratio (HR) sebagai kekuatan hubungan diasumsikan setara dengan Risk Ratio (RR) pada studi kohort. Analisis multivariat menggunakan model proporsional hazard dengan metode Cox Regression dengan metode backward. Berdasarkan model akhir pada penelitian ini, secara statistik PJK berhubungan dengan kebugaran jemaah haji dengan nilai RR adjusted sebesar 1,37 (95%CI:1,19-1,59). Artinya jemaah haji yang mengalami PJK berisiko 1,37 kali lebih besar untuk tidak/kurang bugar dibandingkan jemaah haji tanpa PJK. Perlunya mendorong penerapan program GERMAS dan CERDIK serta upaya pengendalian melalui program PATUH secara optimal untuk mewujudkan kondisi fisik yang sehat dan bugar sehingga memiliki kemampuan untuk melaksanakan seluruh ritual ibadah haji secara mandiri tanpa tergantung pada orang lain. Selain itu, promosi kesehatan terkait kebugaran jasmani dengan menggabungkan aspek fisik (latihan fisik) dan aspek psikologis (Motivation Interviewing) perlu dilakukan secara sinergis melalui kerjasama dan koordinasi baik antar maupun lintas sektor yang terkait.
Hubungan Riwayat Komplikasi Kehamilan dengan Kejadian Perdarahan Pasca Salin di Indonesia (Analisis Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017) Dewiyana, Dewiyana; Anggondowati, Trisari
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perdarahan Pasca Salin (PPS) merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu secara global dan di Indonesia. Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017, masalah kesehatan terbesar yang dikhawatirkan oleh para ibu yang dapat membahayakan seorang wanita ketika melahirkan adalah ibu mengalami PPS (28%). Memprediksi risiko PPS adalah bagian penting dari skrining prenatal dan penilaian pada kehamilan dan persalinan sangat bergantung pada akurasi riwayat kehamilan. Studi cross-sectional ini bertujuan mengetahui hubungan antara riwayat komplikasi kehamilan dengan perdarahan pasca salin di Indonesia menggunakan SDKI 2017. Responden adalah Wanita Usia Subur (WUS) 15-49 tahun yang melahirkan anak terakhir secara per vaginam sebelum wawancara SDKI 2017 dan memiliki catatan kehamilan lengkap. Model regresi logistik digunakan dalam analisis. Variabel dependen adalah perdarahan pasca salin, variabel independen adalah riwayat komplikasi kehamilan, variabel kovariat adalah faktor sosio-demografi ibu (usia ibu saat melahirkan, pendidikan, status ekonomi, tempat tinggal), faktor riwayat reproduksi (paritas dan kehamilan kembar), kunjungan ANC, konsumsi tablet tambah darah, dan faktor pelayanan kesehatan (penolong persalinan dan tempat persalinan). Diantara 12.470, sebanyak 809 (6,5%) responden mengalami perdarahan pasca salin dan sebanyak 1.793 (14,4%) responden mempunyai riwayat komplikasi kehamilan. Adapun jenis komplikasi yang dialami adalah perdarahan (4,1%), preeklampsia (3,5%), hiperemesis gravidarum (3,5%), ketuban pecah dini (1,5%), infeksi (1%)dan komplikasi lainnya (5,7%). Ibu dengan riwayat komplikasi kehamilan 2,61 kali lebih besar meningkatkan risiko perdarahan pasca salin (aPR= 2,61; 95% CI: 2,22-3,07). Penelitian ini membuktikan pentingnya riwayat komplikasi kehamilan dalam memprediksi kejadian perdarahan pasca salin. Salah satu strategi untuk menurunkan kejadian perdarahan pasca salin adalah memperkecil kemungkinan ibu hamil mengalami komplikasi dalam kehamilan. Penguatan skrining riwayat komplikasi dapat membantu tenaga kesehatan mengidentifikasi ibu hamil yang berisiko lebih tinggi mengalami perdarahan pasca salin. Kemudian, dengan konseling yang kuat untuk memastikan ibu hamil mengetahui risiko dan bagaimana mendapatkan pertolongan ketika tanda bahaya terjadi, diharapkan dapat mengurangi akibat fatal bagi ibu dan bayi.
Determinan Kejadian Hipertensi pada Sopir Angkot di Terminal Depok Ummah, Khairal; Nurcandra, Fajaria; Bahasoan, Balqis Hiri
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan menjadi faktor penyebab berkembangnya penyakit kardiovaskular. Indonesia memiliki prevalensi hipertensi tertinggi di kawasan Asia Tenggara hipertensi yaitu sebesar 41%. Kota Depok menjadi wilayah dengan prevalensi hipertensi tertinggi yaitu sebesar 22,7%. Oleh karena itu tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor hipertensi pada sopir angkot di terminal Depok. Studi cross sectional dengan jumlah sampel 84 angkot yang diwawancara menggunakan kuesioner dan tensimeter yang dilakukan pada bulan Mei-Juni 2018. Sopir-sopir tersebut dipilih secara purposive sampling dan dilakukan analisis menggunakan uji regresi logistik. Proporsi hipertensi pada sopir angkot yaitu sebesar 64,5%. Variabel yang memiliki hubungan siginifikan dan dominan terhadap kejadian hipertensi pada sopir angkot adalah riwayat hipertensi keluarga (POR = 3,301, 95%CI = 1,142 – 9,539), dan konsumsi makanan berlemak dengan (POR = 2,423, 95%CI = 0,941 – 6,237). Riwayat keluarga hipertensi dan konsumsi makanan berlemak ditemukan sebagai faktor risiko yang paling dominan mempengaruhi hipertensi. Berdasarkan hasil tersebut, perlu dilakukan pengecekan tekanan darah secara rutin, mengubah gaya hidup dan pola makan menjadi lebih sehat menjadi cara untuk mencegahan hipertensi pada sopir angkot.
Pengaruh Komplikasi Kehamilan terhadap Kematian Neonatal Dini di Indonesia: Analisis Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 Fatimah, Fatimah; Adisasmita, Asri, Prof
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematian neonatal dini merupakan penyumbang 2/3 dari kematian neonatal yang merupakan indikator derajat kesejahteraan dan kesehatan bangsa. Tingkat kematian bayi di Indonesia masih cukup tinggi jika dibandingkan dengan negaranegara Asia lainnya. Komplikasi selama kehamilan diduga sebagai salah satu faktor utama penyebab kematian neonatal dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan sejauh mana hubungan antara komplikasi kehamilan dan kematian neonatal dini di Indonesia. Penelitian ini mengadopsi pendekatan crosssectional menggunakan set data yang digunakan berasal dari Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2017. Variabel dependen pada studi ini adalah kematian neonatal dini dari anak terakhir yang dilahirkan responden yang berusia 15 – 49 tahun antara 2012 hingga 2017. Variabel independennya adalah komplikasi kehamilan. Analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda Total sampel terdiri dari 14.932 bayi yang lahir hidup dan merupakan anak terakhir dari wanita usia subur. Berdasarkan seluruh responden, angka kematian neonatal dini di Indonesia adalah sebesar 109 (0,7%). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa ibu yang mengalami komplikasi kehamilan memiliki odds 2,08 kali lipat untuk mengalami kematian neonatal dini dibandingkan dengan ibu yang tidak mengalami komplikasi kehamilan (POR=2,08; 95% CI 1,30-3,32) setelah dikendalikan oleh variabel usia saat melahirkan, paritas, riwayat abortus/ keguguran, status kehamilan, kunjungan ANC, konsumsi tablet Fe, pendidikan, status pernikahan, pekerjaan, tempat tinggal, dan status ekonomi. Perlu upaya dalam meningkatkan pengetahuan dan motivasi bagi hamil agar bisa melakukan pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC) sesuai rekomendasi untuk menurunkan komplikasi kehamilan dan penurunan angka kematian neonatal dini.
Pemetaan Stunting, Wasting, dan Obesitas Berdasarkan Kondisi Geografis di Kota Palembang Ashilah, Athiyah; Najmah, Najmah; Fahrizal, Feri; Trisnawarman, Trisnawarman; Rahayu, Sri; Zahara, Rahma
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini Indonesia mengalami masalah “triple burden”, yaitu tingginya kasus stunting dan wasting serta masalah gizi berupa obesitas dan kekurangan zat gizi mikro. Prevalensi stunting di Kota Palembang berada pada angka 14,3%, wasting 7,8%, dan obesitas 5,6%. Secara tidak langsung, kondisi geografis merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemetaan kejadian stunting, wasting, dan obesitas di Kota Palembang berdasarkan kondisi geografisnya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi ekologi deskriptif menggunakan data sekunder yang kemudian dianalisis dengan software QGIS. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh balita yang ada di Kota Palembang dengan sampel balita stunting, wasting, dan obesitas yang ada di Kota Palembang. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kasus stunting banyak ditemukan pada wilayah kecamatan padat penduduk di bantaran sungai dan membetuk pola mengelompok, kasus wasting banyak ditemui pada wilayah kecamatan dengan ketersediaan jumlah pasar yang sedikit, dan kasus obesitas banyak ditemui pada wilayah yang memiliki banyak rumah makan/restoran. Dengan dilakukannya pemetaan ini dapat diidentifikasi wilayah-wilayah yang lebih rentan beserta faktor dan karakteristik wilayah tersebut yang mungkin mempengaruhinya sebagai langkah awal dalam menentukan program dan kebijakan penanggulangan yang tepat dan efisien untuk masing-masing wilayah.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Ketidakpatuhan Minum Antiretroviral pada Orang dengan HIV di Rumah Sakit Umum Daerah Balaraja Kabupaten Tangerang Sari, Dessi Marantika Nilam; Sudaryo, Mondastri Korib; Nada, Qotrun; Ahmadi, Ilham
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya kepatuhan terhadap pengobatan menjadi faktor risiko munculnya jenis HIV yang resisten terhadap obat, yang dapat ditularkan kepada orang lain. Kepatuhan terhadap pengobatan yang buruk tidak hanya membahayakan kesehatan individu tetapi juga meningkatkan penularan. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya ketidakpatuhan minum obat ARV pada ODHIV yang mendapatkan terapi ARV di Rumah Sakit Umum Daerah Balaraja. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan di poli HIV Rumah Sakit Umum Daerah Balaraja Kabupaten Tangerang dan waktu penelitian dilakukan pada bulan Juli 2023 menggunakan data sekunder. Populasi penelitian berjumlah 382 ODHIV yang aktif menjalani pengobatan antiretroviral di Rumah Sakit Umum Daerah Balaraja dengan menggunakan teknik random sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi sehingga sampel penelitian berjumlah 198 ODHIV. Analisis data menggunakan aplikasi STATA. Hasil analisis kai kuadrat secara statistik ada hubungan antara stadium klinis HIV (P-value=0,036), lamanya terapi (P-value=0,020), dan riwayat infeksi oportunistik TB (P-value=0,029) dengan ketidakpatuhan minum obat ARV. Hasil analisis Cox Regression dengan faktor yang secara statistik berhubungan terhadap kepatuhan minum obat antiretroviral pada ODHIV adalah lamanya terapi (P-value=0,045) dengan nilai PR 1,45 dengan 95% CI (1,01-2,08), yang artinya lamanya minum obat ARV >5 tahun memiliki resiko 1,45 kali lebih besar tidak patuhnya minum obat ARV. Faktor lamanya terapi ARV memiliki pengaruh terhadap kepatuhan minum obat antiretroviral (ARV) pada ODHIV di Rumah Sakit Umum Daerah Balaraja.
Dampak Asuhan Berkelanjutan pada Ibu Hamil terhadap Kematian Neonatus di Perkotaan dan Pedesaan: Analisis Demographic and Health Surveys Indonesia 2017 Anjani, Sonia Miyajima; Adisasmita, Asri C
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya menurunkan angka kematian neonatus (AKN) membutuhkan suatu pelayanan kesehatan yang berkesinambungan, dikenal dengan istilah asuhan berkelanjutan atau Continuum of care. Asuhan berkelanjutan pada ibu hamil di daerah perkotaan bisa saja berbeda dengan di pedesaan. Penelitian ini ingin mengetahui dampak asuhan berkelanjutan pada ibu hamil terhadap kematian neonatus, serta peran tempat tinggal ibu hamil terhadap hubungan tersebut. Studi ini merupakan studi potong lintang menggunakan set data Demographic and Health Surveys (DHS) Indonesia tahun 2017. Variabel dependen pada studi ini adalah kematian neonatus dari anak terakhir yang dilahirkan responden antara 2012 hingga 2017. Variabel independennya adalah asuhan berkelanjutan pada ibu hamil yang terdiri dari asuhan antenatal, asuhan persalinan, dan asuhan pasca persalinan yang optimal. Analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Cakupan asuhan antenatal optimal, asuhan persalinan optimal dan asuhan pasca persalinan optimal adalah 25,97%, 72,77%, dan 51,88%. Secara keseluruhan, asuhan berkelanjutan diperoleh 13,87% ibu hamil. Dari 14.862 persalinan, terdapat 153 kematian neonatus (11 kematian neonatus per 1000 kelahiran hidup). Ibu hamil yang tidak menjalani asuhan berkelanjutan memiliki risiko 10,77 kali lebih tinggi mengalami kematian neonatus (POR=10,77; IK95% 2,56-45,37). Tidak ditemukan perbedaan efek tersebut antara kelompok subjek yang tinggal di perkotaan dan pedesaan (nilai p=0,564). Asuhan berkelanjutan pada ibu hamil menurunkan angka kematian neonatus. Tidak terdapat perbedaan dampak tersebut di perkotaan maupun pedesaan
Faktor Determinan Hipertensi pada Jemaah Haji Usia Lebih Dari 40 Tahun di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2022 Danny, Danny; Sudaryo, Mondastri Korib
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di seluruh dunia, hipertensi adalah penyakit tidak menular paling umum yang menyebabkan kematian. Hipertensi menjadi penyakit yang mendominasi pada jemaah haji Indonesia dengan prevalensi yang terus meningkat. Jemaah haji merupakan populasi khusus yang cukup rentan karena ibadah haji membutuhkan kemampuan fisik dan mental yang baik sehingga penyelenggaraan kesehatan haji menjadi tugas penting bagi pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan kejadian hipertensi pada jemaah haji usia lebih dari 40 tahun di provinsi DKI Jakarta tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dengan sampel sebanyak 3.339 orang. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari pemeriksaan kesehatan tahap 2 jemaah haji yang diperoleh dari aplikasi Siskohatkes Kementerian Kesehatan. Analisis data menggunakan uji chi square (bivariat) dan uji cox regression (multivariat). Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor determinan hipertensi pada jemaah haji usia >40 tahun di provinsi DKI Jakarta tahun 2022 adalah usia (PR 1,45 ; 95% CI: 1,30-1,62) , jenis kelamin (PR 1,18 ; 95% CI: 1,06-1,32), riwayat hipertensi pada keluarga (PR 1,29 ; 95% CI: 1,15-1,45), status gizi (PR 1,38 ; 95% CI: 1,15-1,45), penyakit jantung (PR 1,33 ; 95% CI: 1,14-1,55) dan diabetes mellitus (PR 1,35 ; 95% CI: 1,18-1,54). Usia merupakan faktor determinan yang paling dominan, dimana usia >56 tahun memiliki risiko paling besar (1,45 kali) untuk terjadi hipertensi. Sebagian dari faktor determinan lainnya merupakan faktor risiko yang dapat diubah, sehingga upaya pencegahan hipertensi dapat dilakukan melalui pola hidup sehat dengan ruti melakukan aktivitas fisik yang cukup, mengonsumsi buah dan sayur, tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol, serta selalu cek kesehatan secara berkala khusus pada jemaah haji usia diatas 56 tahun.
Gambaran Faktor Risiko Pasien HIV dengan Tuberkulosis di RSUD Kota Bogor Haryani, Leni; Ramadhani, Nur Rizky; Meirawan, Rizky Fajar; Burmanajaya, Bram
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis merupakan infeksi opportunistik yang mematikan. WHO melaporkan bahwa TB menjadi penyebab kematian 187.000 pasien HIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko pasien HIV yang menderita TB berdasarkan karakteristik demografi, stadium klinis HIV, status sosial ekonomi dan faktor risiko HIV/AIDS di RSUD Kota Bogor tahun 2016-2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain studi cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan cara purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 60 responden. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan jumlah pasien HIV TB (+) periode 2016-2021 di RSUD Kota Bogor sebagian besar berusia < 35 Tahun (73,7%), berjenis kelamin laki laki (90,2%), belum menikah (82,8%) tingkat pendidikan tinggi (71,7%), status tidak bekerja (80%), berada pada stadium klinis 3 dan 4 (82,6%) dan memiliki status sosial ekonomi kurang mampu (81,6%) serta faktor risiko perilaku seksual (72,4%). Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat tiga karakteristik yang dapat menyebabkan perbedaan status infeksi TB pada pasien HIV yaitu jenis kelamin dengan p value
Trend Epidemiologi Kematian Jemaah Haji Indonesia Tahun 2017-2023 Febriyanti, Nooridha; Adisasmita, Asri C
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibadah haji adalah ibadah wajib bagi umat islam yang mampu secara finansial, mental dan fisik. Dalam pelaksanaan ibadah haji, terjadi kumpulan massa yang sangat masif sehingga berpotensi menimbulkan kematian pada jemaah haji akibat beberapa faktor, diantaranya faktor kesehatan, kepadatan, dan cuaca panas. Angka kematian jemaah haji Indonesia masih dinilai tinggi yaitu mencapai 200 kematian diantara 100.000 jemaah haji yang berangkat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kematian jemaah haji Indonesia berdasarkan variabel orang, waktu dan tempat. Studi ini dilakukan dengan desain case series yang dianalisis secara deskriptif menggunakan data sekunder pelayanan kesehatan haji melalui Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (Siskohatkes) pada tahun 2017-2023. Berdasarkan hasil penelitian ini, didapatkan bahwa dalam lima kali pelaksanaan ibadah haji terakhir, angka kematian tertinggi terjadi pada tahun 2023 sebesar 338 kematian per 100.000 jemaah haji dan terendah pada tahun 2022 sebesar 90 kematian per 100.000 jemaah haji. Kematian jemaah haji lebih banyak terjadi pada jemaah haji berjenis kelamin laki-laki dan kelompok umur e”60 tahun. Mayoritas jemaah haji yang wafat memiliki status kesehatan dalam kategori status risiko tinggi (risti) dan penyebab kematian tertinggi adalah penyakit kardiovaskular. Kematian banyak terjadi saat periode waktu pasca Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), sedangkan tempat wafat jemaah haji lebih banyak di Rumah Sakit Arab Saudi. Upaya untuk menurunkan jumlah kematian jemaah haji dapat dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan sejak dini terhadap kelompok berisiko dan terus berusaha memantau kesehatan jemaah agar terkontrol saat pelaksanaan ibadah haji.

Page 9 of 14 | Total Record : 135