cover
Contact Name
Putri Bungsu
Contact Email
jurnalepidkes@ui.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalepidkes@ui.ac.id
Editorial Address
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Gd. A Lt. 1 FKM UI
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Published by Universitas Indonesia
ISSN : -     EISSN : 2548513X     DOI : https://doi.org/10.7454/epidkes
Core Subject : Health, Science,
The article published on this journal can be editorial, research result and article review in public health, specifically epidemiology fields (Epidemiology of Infectious Disease, Epidemiology of Non-Communicable Disease, Epidemiology of Occupational Health and Safety, Epidemiology of Enviromental Health ond Biomarkers, Social and Behavioral Epidemiology, Epidemiology of Health Care, Epidemiology of Injury, Cancer Epidemiology, Epidemiology of Reproductive Health, Nutritional Epidemiology, Perinatal Epidemiology and Disaster Epidemiology). Epidemiology Health Promotion and Behavior Occupational Health and Safety Health Administration & Policy Environmental Health Health Communication Public Health Nutrition Biostatistics Reproductive Health Population Studies Health Informatics
Articles 135 Documents
Hubungan antara Partisipasi dalam Pengambilan Keputusan Kesehatan Perempuan dengan Kehamilan yang Tidak Diinginkan Audrey, Maria Anastasia; Ronoatmodjo, Sudarto
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) di Indonesia mencapai 10,7% pada tahun 2021. Pada wanita yang sudah menikah, keputusan kesehatan mencakup keputusan tentang kontrasepsi, yang idealnya melibatkan partisipasi perempuan bersama suaminya agar dapat dilakukan secara konsisten sehingga dapat mencegah KTD. Namun, data tahun 2017 menunjukkan proporsi pengambilan keputusan kesehatan perempuan yang dilakukan perempuan bersama suami hanya sebesar 43,7%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara partisipasi bersama antara istri dan suami dalam pengambilan keputusan kesehatan perempuan dengan terjadinya KTD. Penelitian ini menggunakan desain studi crosssectional dengan menganalisis data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017. Kriteria inklusi sampel adalah perempuan yang sedang hamil saat survei berlangsung, menjawab pertanyaan terkait kehamilan diinginkan atau tidak, berstatus menikah, dan tinggal bersama suami. Didapatkan sejumlah 1.768 subyek yang memenuhi kriteria. Uji Chi Square dan Cox Regression digunakan dalam analisis data. Kelompok yang keputusan kesehatan perempuan diambil oleh istri saja lebih mungkin 1,14 kali (CI 95%: 0,85-1,53) mengalami KTD sedangkan kelompok yang keputusan kesehatan perempuan diambil oleh suami saja lebih mungkin 1,28 kali (CI 95%: 0,82- 2,00) mengalami KTD jika dibandingkan dengan kelompok yang mengambil keputusan kesehatan perempuan secara bersamasama. Hasil tersebut menunjukkan terdapat hubungan antara partisipasi dalam pengambilan keputusan kesehatan perempuan dengan KTD, walaupun tidak signifikan secara statistik. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan KTD dengan partisipasi dalam pengambilan keputusan kesehatan perempuan.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Malaria di Kabupaten Batu Bara Tahun 2022 Wahyuni, Fitri; Miko Wahyono, Tri Yunis
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria adalah masalah kesehatan yang serius dan dapat berakibat fatal, terutama pada kelompok risiko tinggi seperti bayi, anak kecil, dan ibu hamil. Selain itu, malaria juga menyebabkan anemia dan menurunkan produktivitas tenaga kerja. Pada tahun 2010, sekitar 65% kabupaten di Indonesia merupakan daerah endemis malaria, dan sekitar 45% penduduk di daerah endemis berisiko tertular malaria. Di Kabupaten Batu Bara, kasus malaria meningkat dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko kejadian malaria. Penelitian ini menggunakan kasus-kontrol dan dilakukan pada Juni 2022 di Kabupaten Batu Bara dengan melibatkan responden berusia 12 tahun ke atas sebanyak 170 sampel. Indiividu dengan gejala demam dan tes malaria positif yang terdata di fasilitas kesehatan merupakan kasus, sedangkan kontrol adalah responden dengan gejala demam dan hasil tes malaria negatif. Variabel yang diteliti adalah umur, jenis kelamin, pekerjaa, kebiasaan keluar rumah malam hari, penggunaan kelambu berinsektisida, adanya kendang ternak, adanya genangan air dan adanya tambak di sekitar rumah, yang dikuru menggunakan kuisioner. Analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor usia dan keberadaan kandang ternak berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian malaria. Responden usia 12- 17 tahun memiliki risiko tertular malaria tertinggi (AOR=3,85; 1,40-10,59) dibandingkan dengan kelompok usia 18-40 tahun (AOR=1,79; 0,70-4,58). Responden yang mempunyai kandang besar di dekat tempat tinggalnya mempunyai kemungkinan 3 kali lebih besar tertular malaria dibandingkan responden yang tidak tinggal dekat kendang dengan (AOR=3,02; 1,02-8,92).
Hubungan Komorbiditas terhadap Kondisi Akhir Pasien Covid-19 di RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan Suranti, Dewie
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2021, Indonesia menempati peringkat pertama dengan kasus COVID-19 terbanyak di ASEAN. Angka kematian COVID-19 di Indonesia sebesar 3,4% dan peringkat ke-5 ditempati oleh Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian terdahulu menunjukkan komorbiditas berkontribusi terhadap kematian pasien COVID-19 disertai usia dan jenis kelamin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran usia, jenis kelamin, dan komorbiditas terhadap kondisi akhir pasien COVID-19 di RSUD Siti Fatimah. Metode penelitian menggunakan desain cohort retrospective dengan analisis cox regression pendekatan model proportional hazard. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu rekam medik pasien terkonfirmasi COVID-19 di RSUD Siti Fatimah dari Januari-Desember 2021 berjumlah 928 pasien yang diambil dengan melibatkan semua sampel yang eligible. Variabel dependen adalah kondisi akhir pasien COVID-19 sedangkan variabel independen yaitu hipertensi, diabetes melitus (DM), penyakit kardiovaskular (CVD), penyakit ginjal, tuberkulosis (TBC), dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Penelitian ini menemukan bahwa dari 928 pasien COVID-19 terdapat 79,63% pasien berusia <60 >tahun, 50,11% laki-laki, dan 16,06% mengalami kematian. Hasil analisis menunjukkan bahwa usia, jenis kelamin, dan faktor komorbiditas yaitu hipertensi, DM, CVD, penyakit ginjal, TBC, dan PPOK berhubungan signifikan dengan kondisi akhir pasien COVID-19 (p-value
Determinan Kegagalan Pengobatan pada Pasien Tuberkulosis Sensitif Obat Dewasa di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022 Wulandari, Elizabeth; Ronoatmodjo, Sudarto
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah salah satu penyakit menular penyebab kematian tertinggi di dunia. Pada populasi pasien TB, terdapat banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko kejadian yang tidak diharapkan dari pengobatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kegagalan pengobatan pada pasien TB dewasa di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2022. Studi cross-sectional ini menganalisis data sekunder dari Sistem Informasi TB (SITB), menggunakan 14.542 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pasien TB berusia >15 tahun dan terdapat hasil pengobatan merupakan kriteria inklusi dalam penelitian ini. Kegagalan pengobatan merupakan variabel dependen dan variabel independennya adalah usia, jenis kelamin, status pekerjaan, jarak dari layanan kesehatan, adanya pemeriksaan kontak, jenis diagnosis, riwayat pengobatan TB, status Diabetes Melitus (DM), dan status HIV. Analisis multivariat regresi Cox digunakan untuk menentukan faktor-faktor yang terkait dengan hasil pengobatan TB. Hasil: Setelah dikontrol dengan usia, status HIV, status DM dan jarak ke fasyankes, kegagalan pengobatan TB kemungkinan terjadi 3,6 kali pada orang dengan riwayat pengobatan sebelumnya (PR=3,6; 95% CI 2,5 – 5,2; p-value
Hubungan Campak dengan Berat Badan Kurang pada Anak Usia 24-59 Bulan di Indonesia (Analisis Data Survei Status Gizi Indonesia 2021) Gautami, Wiandhari Esa; Sudaryo, Mondastri Korib
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berat badan kurang atau underweight merupakan masalah gizi kurang yang diukur dengan perbandingan berat badan dan umur. Berat badan kurang pada balita akan mempengaruhi pertumbuhan fisik, kemampuan kognitif, meningkatkan risiko kematian dan penularan infeksi penyakit, salah satu penyakit infeksi yang umum terjadi pada balita adalah campak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan infeksi campak dengan berat badan kurang pada balita usia 24-59 bulan di Indonesia, dengan mengontrol variabel kovariat diantaranya jenis kelamin, usia, pendidikan ibu BBLR, riwayat TB paru, riwayat diare, riwayat ISPA, riwayat imunisasi campak dan pola makan. Studi ini menggunakan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) di 34 Provinsi di Indonesia menggunakan stratified two stage sampling, desain studi ini adalah cross-sectional. Uji statistik yang digunakan adalah cox regression. Dari 57,904 sampel balita, studi menunjukan sebagian besar sampel berjenis kelamin laki-laki 51,22% (29.661) dengan berat badan kurang 19,02% (11.014) dan balita yang menderita campak sebanyak 2,74% (1.585). Hasil studi Penelitian ini menggambarkan tidak ada hubungan antara campak dengan berat badan kurang pada balita dengan nilai Adjusted PR (prevalence ratio) 1,03 (95%CI 0,91-1,16) yang artinya prevalensi balita dengan berat badan kurang yang terinfeksi campak hampir sama jika dibandingkan dengan balita yang tidak terinfeksi campak. Hasil tidak signifikan pada studi ini tidak serta merta menyangkal kemungkinan hubungan antara campak dan underweight, hal tersebut mungkin saja terjadi karena adanya keterbatasan data dan desain pada penelitian ini.
Studi Tinjauan Pustaka: Risiko Kejadian Kanker Paru pada Penderita Tuberkulosis Paru. Ramadhaniah, Fariha; Syarif, Syahrizal
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan satu dari lima negara di dunia dengan insiden kasus TB yang tinggi, sementara itu kanker paru di Indonesia merupakan kasus keganasan utama yang paling sering terjadi. Untuk melihat gambaran risiko kejadian kanker paru diantara penderita TB paru, dilakukan studi tinjauan pustaka pada sepuluh jurnal yang dipublikasikan melalui Pubmed pada tahun 2009-2019. Kriteria inklusi dalam pemilihan jurnal yaitu TB paru sebagai faktor risiko dan kanker paru primer sebagai outcome, sedangkan kriteria ekslusi adalah jurnal yang merupakan tinjauan pustaka sistematis, skrining, diagnosis, dan evaluasi hasil pengobatan yang berkaitan dengan infeksi TB dan kanker paru. Analisis deskriptif menunjukan subjek sebagian besar merupakan laki-laki dan berusia antara 40-60 tahun. Pada kelompok TB paru didominasi perokok, peminum alkohol, memiliki penyakit paru lainnya dan komorbiditas. Penderita TB paru secara konsisten mempunyai risiko yang lebih besar untuk terjadinya kanker paru dibandingkan penderita non TB paru. Dari delapan penelitian kohor, menunjukkan hubungan secara statistik bermakna dengan nilai RR 1,37 – 6,1. Dari dua penelitian kasus kontrol, hanya satu yang menunjukkan hubungan secara statitstik bermakna dengan kisaran nilai OR 1,52 - 3,21 spesifik pada jenis kanker paru tertentu. Terdapat tiga studi menampilkan resiko yang lebih besar pada interval lima tahun pertama sejak terdiagnosanya TB paru hingga berkembang menjadi kanker paru. Studi tinjauan pustaka ini menyimpulkan bahwa penyakit infeksi TB paru berpotensi untuk dapat menimbulkan kanker paru, hal ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam upaya intervensi preventif kanker paru.
Karakteristik Ibu Melahirkan Sectio Caesaria Peserta Jaminan Kesehatan Nasional di Rumah Sakit Profit X di Sekitar Jakarta Widjayanti, Trisna Budy
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memudahkan akses ibu melahirkan Sectio Caesaria (SC) di RS. Dalam tahun 2014-2017 persalinan SC menempati urutan 10 jumlah kasus dan klaim tertinggi. WHO menetapkan angka optimum SC sebesar 15% sebagai salah satu standar kualitas pelayanan persalinan ibu. Tujuan penelitian ini untukmengidentifikasi karakteristik sosial ekonomi dan klinis dari ibu yang melahirkan SC yang berhubungan dengan penggunaan JKN di Rumah Sakit Profit (RSP) X di sekitar Jakarta. Penelitian menggunakan desain Cross Sectional dengan total sampel sebanyak 385 ibu melahirkan SC yang diambil dari rekam medis pada periode januari 1- 31 Desember 2018. Karakteristik sosial ekonomi dan klinis Ibu melahirkan SC sebagai variabel independen dan penggunaan JKNsebagai variabel dependen Dilakukan analisisdeskriptif untuk menggambarkan distribusi frekwensi dari variabel-variabel yang diteliti dan analisis regressi logistik digunakan untuk menguji hubunagn antara variabel independen dan dependen..Hasil penelitianmenunjukkan bahwa ibu melahirkan SC di RSP sebesar 71.29% dari total persalinan dan79%nyaadalah peserta JKN.Hasil uji statistik menunjukan bahwa terdapat hubunganyang signifikan antara kasus rujukan (p=0.002; OR=2.320); usia ibu (p=0.010; OR=2,574), dan penyakit penyerta (p=0.001; OR=2.761) denganpenggunaan JKN pada ibu-ibu yang melahirkan dengan SC.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perempuan Melakukan Pemeriksaan Dini Kanker Serviks : A Scoping Review Khairunnisa, Prila; Ronoatmodjo, Sudarto; Prasetyo, Sabarinah
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 6, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan laporan dari The Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2020, kasus terbaru kanker serviks di Indonesia sebanyak 36.633 jiwa (17,2%) menempati posisi kedua setelah kanker payudara dan menempati posisi ketiga penyebab kematian akibat kanker. Secara nasional hanya sebanyak 8,3% perempuan usia 30-50 tahun yang melakukan pemeriksaan dini kanker serviks melalui metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA test) dan kanker payudara dengan Periksa Payudara Sendiri (SADARI). Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengkaji dan menemukan bukti berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi pencegahan dini kanker serviks pada perempuan di Indonesia. Scoping Review digunakan untuk menafsirkan hasil sesuai dengan evidence based dengan menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian menggali dan menganalisis data serta memaparkan hasil dari review artikel. Dari beberapa databased yang digunakan pada penelitian ini seperti Science Direct (42) dan PubMed (68) diperoleh 2 tema yaitu skrining kanker serviks, hambatan dalam skrining dan vaksinasi HPV. Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat hambatan dalam pemeriksaan dini kanker serviks dengan metode IVA test, Pap Smear dan pencegahan dini kanker serviks dengan vaksinasi HPV yang diantaranya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, dukungan suami serta khawatir akan efek samping dan biaya yang tinggi.
Pengaruh Promosi Kesehatan Melalui Media Sosial Whatsapp terhadap Pemahaman Ibu tentang Menu MPASI Bergizi di Kabupaten Sumedang Afriani, Dini; Mentari, Witri Dewi; Azahra, Ziana
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat menggunakan media sosial sebagai platform untuk berbagi teks, gambar, suara, dan video satu sama lain dan juga dengan pelaku bisnis. Studi ini meneliti pengetahuan ibu tentang menu makanan tambahan yang khas dan kaya nutrisi dengan menggunakan media sosial Whatsapp dan teknik video/teks dalam kelompok. Tujuannya adalah untuk mengetahui dampak dari promosi kesehatan melalui media sosial Whatsapp terhadap pemahaman para ibu mengenai menu makanan tambahan yang khas dan kaya gizi untuk bayi baru lahir. Penelitian ini menggunakan desain One Group Pre-test Post-test untuk pengujian sebelum dan sesudahnya. Dalam penelitian ini, ibu dari anak-anak berusia 6 hingga 24 bulan digunakan. Ibu yang memiliki balita sekitar 298 ibu di wilayah Puskesmas Situraja, namun karena keterbatasan waktu dan dana sehingga yang menjadi sasaran pada penelitian ini yaitu sebanyak 75 ibu yang memiliki balita teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 75 ibu balita 6-24 bulan, dengan memilih ibu balita dengan cara accidental sampling yang pada saat itu ibu balita datang ke posyandu. Hasil pada penelitian ini dengan cara menganalisis Tabel distribusi frekuensi yang digunakan pada analisis univariat dan uji Wilcoxon pada analisis bivariat dengan nilai p sebesar 0,000 menunjukkan bahwa penggunaan media sosial Whatsapp untuk promosi kesehatan memiliki pengaruh terhadap pengetahuan ibu mengenai menu MP-ASI yang khas dan kaya gizi pada bayi. Kesimpulannya Di Kecamatan Situraja, Sumedang, pada tahun 2022, pengetahuan ibu tentang menu MP-ASI yang khas dan padat gizi akan dipengaruhi oleh promosi kesehatan melalui media sosial Whatsapp.
Gambaran Diagnosis TBC di Indonesia Tahun 2020-2022 Zaenab, Siti; Ronoatmodjo, Sudarto; Putri, Muharnis
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan utama dalam pemberatasan TBC di Indonesia ialah mengenai penemuan kasus TBC, diagnosis merupakan salah satu strategi utama dalam penemuan kasus TBC, diperlukan informasi mengenai gambaran ketersediaan akses universal diagnosis TBC di Indonesia tahun 2020-2022 sehingga kasus TBC tersebut dapat diobati sampai sembuh dan tercapainya eliminasi TBC di tahun 2030. Tujuan dari dilakukannya studi ini ialah untuk memberikan gambaran diagnosis TBC yang ada di Indonesia pada tahun 2020-2022, studi dilakukan menggunakan data surveilans TBC (SITB) milik Kementerian Kesehatan RI. Data yang akan dievaluasi merupakan seluruh terduga TBC yang datang ke Fasyankes dan tercatat di SITB. Hasilnya adalah pada tahun 2020 proporsi terduga TBC yang terdiagnosis menggunakan TCM adalah sebesar 38%, sementara targetnya adalah 65%. Tahun 2020 dan 2021 jumlah TBC Sensitif Obat (SO) dan Resistan Obat (RO) yang ditemukan masih jauh dibawah target yang ada. Proporsi antara pasien TBC terkonfirmasi bakteriologis dan tergdianosis klinis tahun 2020-2022 masih dibawah target nasional. Dengan diketahuinya gambaran akses universal terhadap diagnosis TBC maka dapat membantu pengembangan kebijakan untuk meningkatkan akses diagnosis TBC yang lebih baik sehingga dapat diakses oleh seluruh masyarakat dan meningkatkan capaian program.

Page 8 of 14 | Total Record : 135