Media Pendidikan Matematika
Journal of Media Pendidikan Matematika (MPM) focuses on publishing articles related to research results as well as the results of literature studies on mathematics education. This type of research can be in the form of classroom action research, experiments, qualitative research or other research. The results of the study can be the results of the application of the model / method / approach, the use of learning media (props).
Articles
329 Documents
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF
Septiani, Linda;
Pujiastuti, Heni
Media Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/mpm.v8i1.2567
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kemampuan pemahaman konsep matematis siswa sekolah menengah pertama yang ditinjau dari gaya kognitif Field Independent (FI), Field Intermediate (FID), dan Field Dependent (FD). Subjek penelitian ini adalah adalah siswa MtsN Pandeglang 1 kelas IX-C berjumlahkan 20 siswa yang dikelompokkan berdasarkan gaya kognitif yang dimiliki oleh setiap siswa, setiap kelompok gaya kogitif diambil perwakilan 2 siswa dengan menggunakan metode purposive sampling untuk diukur kemampuan pemahaman konsep matematisnya. Kemampuan pemahaman konsep matematis pada penelitian ini memiliki tujuh indikator. Berdasarkan hasil penelitian ini kemampuan pemahaman konsep matematis siswa memiliki kesamaan dan perbedaan. Siswa dengan kelompok gaya kognitif Field Independent (FI) memiliki kesamaan kemampuan pemahaman konsep matematis, yaitu mereka mampu mencapai semua indikator yang terdapat pada kemampuan pemahaman konsep matematis. Siswa dengan kelompok gaya kognitif Field Intermediate (FID) memiliki perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis, salah satu siswa dapat mencapai semua indikator dan siswa lainnya hanya memenuhi beberapa indikator kemampuan pemahaman konsep matematis. Hal ini menunjukkan bahwa siswa yang termasuk dalam kelompol gaya kognitif yang sama belum tentu memiliki kemampuan pemahaman konsep matematis yang sama. Siswa dengan kelompok gaya kognitif Field Dependent (FD) hanya sedikit indikator yang mampu dicapai oleh siswa dalam indikator kemampuan pemahaman konsep matematis.
Analisis Kesulitan Siswa Berdasarkan Kemampuan Pemahaman Matematis dalam Menyelesaikan Soal Cerita Pada Materi SPLDV
Agustini, Desti;
Pujiastuti, Heni
Media Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/mpm.v8i1.2568
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan siswa berdasarkan kemampuan pemahaman matematis nya dalam menyelesaikan soal cerita pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel(SPLDV). Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sasaran dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII SMP/MTs sederajat sebanyak 10 orang. Pengumpulan data dilakukan berdasarkan lembar tes kemampuan pemahaman matematis dan wawancara tidak terstruktur. Subjek penelitian yaitu 3 orang siswa dengan hasil tes kemampuan pemahaman matematis terendah. Berdasarkan hasil tes dan wawancara dapat disimpulkan bahwa terdapat kesulitan pada siswa dalam menyelesaikan soal SPLDV dalam bentuk cerita berdasarkan pada kemampuan pemahaman matematisnya. Hal ini dapat kita lihat dari hasil skor rata-rata nya yaitu sebesar 57% yang termasuk ke dalam kategori kurang. Adapun kesulitan-kesulitan yang di alami siswa yaitu belum memahami apa yang di tanyakan dalam soal, kesulitan mengubah soal cerita ke dalam simbol matematika, siswa masih kurang mampu memisalkan istilah karena masih kesulitan dalam mengklasifikasikan objek yang diketahui dalam soal, kesulitan menerapkan konsep penyelesaian secara algoritma dengan metode yang tepat, dan kesulitan mengaitkan berbagai konsep dalam penyelesaian soal.
Kemampuan Penalaran Deduktif Matematis Siswa Melalui Modeling The Way
Hr, Bq. Malikah
Media Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/mpm.v8i1.2576
The purposes of this research were to determine: (1) is there a significant difference between the mathematical deductive reasoning abilities of students before and after learning of modeling the way (2) whether learning of modeling the way can improve the mathematical deductive reasoning abilities of students. The research was a quasi-experimental research, with one group pretest-posttest design. The location of this research was in MA NW Kabar, Sakra Sub-District, East Lombok Regency. The sample of this research were students of class XI MA NW Kabar. Instrument of this research was the mathematical deductive reasoning abilities test. The data of this research was analyzed using descriptive statistics with paired sampel t-test. The results of the research indicated as follows: (1) There is a significant difference between the mathematical deductive reasoning abilities of students before and after learning of modeling the way; (2) Based on the average and percentage of the mathematical deductive reasoning abilities test of students, the average of pretest is 49.48 with 40% of the students have the mathematical deductive reasoning abilities with good category, the average of posttest is 68.09 with 80% of the students have the mathematical deductive reasoning abilities with good category, it shows that the learning of modeling the way can improve the mathematical deductive reasoning abilities of students.
PROFIL KEMAMPUAN SISWA PESERTA OLIMPIADE MATEMATIKA DALAM MENJAWAB SOAL PILIHAN GANDA
Sanapiah, Sanapiah;
Kurniawan, Ade;
Yuntawati, Yuntawati
Media Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/mpm.v8i1.2739
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan yang dimiliki oleh para peserta olimpiade matematika tingkat Kabupaten/Kota di Propinsi NTB dalam menjawab soal pilihan ganda. Subjek penelitian dengan pendekatan kualitatif ini berjumlah 68 orang yang mewakili 6 Kabupaten/Kota di Propinsi NTB dari ajang kompetisi olimpiade matematika yang terdiri dari 25 orang dari Kota Mataram, 15 orang dari Kabupaten Lombok Barat, 3 orang dari Kabupaten Lombok Tengah, 23 orang dari Kabupaten Lombok Timur, dan 2 orang dari Kabupaten Sumbawa Besar. Dari 68 peserta pendaftar olimpiade matematika ini, diketahui 33 orang laki-laki dan 35 perempuan yang terdiri dari 40 orang dari jenjang SMP dan 28 orang dari jenjang MTs. Soal pilihan ganda yang dianalisis terdiri dari 60 item pertanyaan, Â jika menjawab benar (B) diberikan skor +2, jika menjawab (S) diberikan skor -1, dan jika tidak menjawab/kosong (K) diberikan skor 0. Hasil dari penelitian ini menemukan 3 profil kemampuan yang dimiliki siswa peserta olimpiade dalam menjawab soal pilihan ganda yaitu 1) siswa dikatakan memiliki kemampuan tinggi, jika lebih dari 50% dari jumlah soal dapat dijawab dengan benar oleh siswa dibandingkan dengan jawaban salah atau tidak dijawab, 1) siswa dikatakan memiliki kemampuan sedang, jika persentase dari jumlah soal yang dapat dijawab sebanding antara jumlah jawab soal benar dengan jumlah jawaban salah atau tidak dijawab, 3) siswa dikatakan memiliki kemampuan tinggi, jika lebih dari 50% dari jumlah soal dijawab dengan salah oleh siswa dibandingkan dengan jawaban benar atau tidak dijawab.
Identifikasi Kesalahan Mahasiswa Calon Guru Matematika Dalam Menyelesaikan Soal Integral
Yuntawati, Yuntawati;
Aziz, Lalu Abdul;
Sanapiah, Sanapiah
Media Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/mpm.v8i1.2742
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan siswa berdasarkan kemampuan pemahaman matematisnya dalam menyelesaikan soal cerita pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel(SPLDV). Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sasaran dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII SMP/MTs sederajat sebanyak 10 orang. Pengumpulan data dilakukan berdasarkan lembar tes kemampuan pemahaman matematis dan wawancara tidak terstruktur. Subjek penelitian yaitu 3 orang siswa dengan hasil tes kemampuan pemahaman matematis terendah. Berdasarkan hasil tes dan wawancara dapat disimpulkan bahwa terdapat kesulitan pada siswa dalam menyelesaikan soal SPLDV dalam bentuk cerita berdasarkan pada kemampuan pemahaman matematisnya. Hal ini dapat kita lihat dari hasil skor rata-rata nya yaitu sebesar 57% yang termasuk ke dalam kategori kurang. Adapun kesulitan-kesulitan yang di alami siswa yaitu belum memahami apa yang ditanyakan dalam soal, kesulitan mengubah soal cerita ke dalam simbol matematika, siswa masih kurang mampu memisalkan istilah karena masih kesulitan dalam mengklasifikasikan objek yang diketahui dalam soal, kesulitan menerapkan konsep penyelesaian secara algoritma dengan metode yang tepat, dan kesulitan mengaitkan berbagai konsep dalam penyelesaian soal.
PENALARAN MATEMATIS CALON GURU MATEMATIKA DALAM MENYELESAIKAN SOAL DITINJAU DARI GAYA BELAJAR DAN JENIS KELAMIN
Hastari, Ratri Candra
Media Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/mpm.v8i2.2987
Tujuan penelitian adalah untuk menganalisa penalaran matematis calon guru matematika laki-laki maupun perempuan dengan gaya belajar auditori dan penalaran matematis calon guru matematika laki-laki maupun perempuan dengan gaya belajar kinestetik dalam menyelesaikan soal geometri analitika. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan studi kasus. Studi kasus ini mempelajari secara intensif seorang individu atau kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis subjek laki-laki lebih baik daripada subjek perempuan, karena subjek calon guru matematika laki-laki dengan gaya belajar auditori dan kinestetik hampir memenuhi semua indikator penalaran matematis. hanya pada indikator menyelidiki dugaan matematika, masih ada jawaban yang belum benar karena kurang teliti dari hasil analisa subjek calon guru matematika laki-laki dengan gaya belajar auditori, sedangkan pada subjek calon guru matematika laki-laki dengan gaya belajar kinestetik pada indikator menyelidiki dugaan matematika masih ada langkah yang salah dalam penghitungan, walaupun sebenarnya subjek mampu memberikan penjelasan langkah-langkah penyelesaian dengan konsep-konsep yang ada. Subjek calon guru matematika perempuan dengan gaya belajar auditori maupun kinestetik belum mampu memenuhi semua indikator penalaran matematis.
ANALISIS KREATIVTAS MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN PEMBUKTIAN LANGSUNG PADA MATA KULIAH TEORI BILANGAN
Prajitno, Sunyoto Hadi
Media Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/mpm.v8i2.3068
The way of thinking logically and reasoning in number theory courses can be seen by the number of proofs of the properties of numbers in some basic set of numbers. This qualitative research aims to analyze student creativity in solving proving questions directly. The research involved 37 third semester students taking lectures on number theory. The technique in this research is to provide a test of proving questions then ask students with their own desires to do in front of the class, analyze the result of students work and interview students about their work. Data analysis was performed by analyzing the creativity of the evidence carried out by students fulfilling which aspects of the aspects of creative thinking behavior and indicators of creative thinking abilities based on Mahmudi. As many as four students have beeb able to use different evidentiary techniques. The four students are creative with very low, low, medium, high creativity ability levels based on fulfillent of indicators of creative thiking abilities based Mahmudi.Â
ANALISIS GAYA KOGNITIF DAN KEMAMPUAN SPASIAL PESERTA DIDIK DALAM KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI TRIGONOMETRI
Ernaningsih, Zeny
Media Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/mpm.v8i2.3083
This study aims to describe students' cognitive styles and spatial abilities in problem solving on geometry so that educators can determine the appropriate learning methods, models and instruments for their students. This research is a qualitative descriptive study. Data were collected from 25 students of class X MIPA 2 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta through observation of the learning process, analysis of student test results in terms of imagination, conceptualization and problem solving and interviews to find out more about the stages of problem solving. From the research conducted, it was found that less than 50% of students were able to meet 3 indicators of good spatial ability so that assistance was needed in (1) turning the problem into a 2-dimensional image, (2) determining the concept used based on the information on the problem presented, (3) determine the solving strategy of the concepts used to solve the problem. For cognitive style, students of class X MIPA 2 tend to have a reflective and Field Dependent cognitive style where out of 25 students, 16 people have a reflective cognitive style, that is, students think a lot before working on the questions even though there are still some who have not found the right solution because of inaccuracy and lack of time management . In addition, it is also known that there is a relationship between spatial abilities, cognitive styles and problem solving abilities, where students with reflective cognitive styles tend to have good spatial abilities in problem solving abilities
ETNOMATEMATIKA BATIK JONEGOROAN DITINJAU DARI ASPEK LITERASI MATEMATIS
Susanti, Seftyana Ayu;
Budiarto, Mega Teguh
Media Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/mpm.v8i2.3092
Mathematical literacy and ethnomatematics are two main ideas to determine the role of mathematics in everyday life. Mathematical literacy is an idea that focuses on mathematical and social requirements that can reflect a person's competence in mathematics, while ethno-mathematics emphasizes the competence of people developed in different cultural groups in everyday life. This research focuses on the Jonegoroan batik culture (batik typical of Bojonegoro Regency) because no previous researchers have studied it, especially about ethno-mathematics and mathematical literacy. The purpose of this study was to describe the ethnomatematic form of Jonegoroan batik in terms of mathematical literacy aspects, namely aspects of the content, context, and mathematical processes. This type of research is qualitative research with an ethnographic approach. Data collection was carried out by means of participant observation and interviews. The instruments used were observation sheets, interview guidelines, and research note sheets. The data analysis technique used triangulation. The results of this study indicate that based on ethnomatematic studies on Jonegoroan batik, several mathematical concepts can be found, namely the concept of geometric transformation, two-dimentional figure, and graphs of trigonometric functions. Based on these studies, the activities carried out by Jonegoroan batik craftsmen fulfill the aspects of mathematical literacy. Thus, Jonegoroan batik can be used as a medium for learning mathematics.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN PEMBERIAN TUGAS TERSTRUKTUR DISERTAI UMPAN BALIK
Wahyuddin, Wahyuddin
Media Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/mpm.v8i2.3142
Banyak siswa tidak menyukai matematika dan menganggapnya tidak relevan dengan kebutuhan mereka (Grootenboer and Marshman 2016). Siswa takut, cemas, bahkan benci pelajaran matematika sehingga tidak senang mengikuti pelajaran matematika. Berdasarkan hal tersebut, sehingga pembelajaran matematika harus direncanakan secara matang dengan metode yang bervariasi sehingga siswa merasa nyaman mengikuti kegiatan pembelajaran sebagaimana pendapat (Stoll 1999) bahwa strategi pembelajaran yang menyenangkan cenderung menentukan sejauh mana siswa memahami materi yang disajikan kepada mereka. Penelitian ini adalah classroom action research untuk mengetahui apakah dengan penerapan pembelajaran pemberian tugas terstruktur disertai umpan balik dapat meningkatkan hasil belajar matematika. Subjek penelitian adalah siswa kelas X TJK.I SMK Handayani Makassar sebnayk 36 orang. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus. Pengumpulan data dengan tes hasil belajar, lembar observasi, dan angket respons siswa yang kemudian dianalisis dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terjadi peningkatan skor rata-rata hasil belajar siklus I sebesar 61,11 dengan standar deviasi 14.88 meningkat pada siklus II dengan rata-rata sebesar 70,83 dan standar deviasi 12,73. Hal ini menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa secara klasikal sebanyak 9,72% sehingga dengan diterapkannya pembelajaran dengan pemberian tugas terstruktur disertai umpan balik pada siswa, maka hasil belajar matematika dan keaktifan siswa dapat meningkat.