cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
ISSN : 23026383     EISSN : 25021648     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi & Aplikasi (JPPFA) is interested in comparative studies that lead to new insights and challenge of orthodox theories; that have potential for policy impact; and that apply to broad range of settings, including industrial democracies as well as low and middle income countries, countries in political transition and countries recovering from armed conflict and social unrest. JPPFA also considers papers that look at education and development through the policies and practices of official development assistance and commercial education trade. JPPFA engages these approaches to deepen the understanding of the relationship between education policy and development.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2015): Desember" : 10 Documents clear
PEMBERDAYAAN MADRASAH BERBASIS MODAL SOSIAL DI LEMBAGA PENDIDIKAN MA’ARIF PONOROGO JAWA TIMUR Moh Miftachul Choiri; S. Suyata; S. Sumarno
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 3, No 2 (2015): Desember
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.188 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v3i2.8398

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) memaparkan proses pemberdayaan madrasah di lingkungan LP Ma’arif Ponorogo Jawa Timur (2) menggali modal sosial yang dimanfaatkan madrasah di lingkungan LP Ma’arif Ponorogo Jawa Timur dalam kegiatan pemberdayaan; (3) menjelaskan kontribusi modal sosial dalam kegiatan pemberdayaan madrasah di lingkungan LP Ma’arif Ponorogo Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul melalui catatan etnografi direduksi dengan analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponen dan menemukan tema budaya model analisa Spradley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kegiatan pemberdayaan madrasah di lihat dari prosesnya dapat dibedakan menjadi tiga tahapan; a) pembentukan kesadaran; (b) Pengkapasitasan; dan (c) kegiatan pendayaan. (2) Terdapat modal sosial yang beragam pada madrasah di lingkungan LP Ma’arif Ponorogo. Keragaman modal sosial tersebut dapat dibedakan dalam tiga hal; nilai-nilai, jejaring sosial dan kepercayaan (trust) masyarakat. (3) Kontribusi modal sosial dalam pemberdayaan madrasah di lingkungan LP Ma’arif Ponorogo dapat mempengaruhi pencapaian akreditasi, pembentukan budaya organisasi madrasah dan program peningkatan mutu pendidikan.Kata Kunci: pemberdayaan,modal sosial, madrasah, etnografi, lembaga pendidikan Ma’arif THE MADRASAH EMPOWERMENT BASED ON SOCIAL CAPITALS AT MA’ARIF EDUCATIONAL INSTITUTION OF PONOROGO, EAST JAVAAbstractThe aims of this stduy are: (1) to describe the process of madrasah empowerment at Ma’arif Educational Institution (EI) of Ponorogo, East Java; (2) to explore a variety of social capitals utilized by Ma’arif EI of Ponorogo, East Java, in empowerment activities; and (3) to explain the contributions of social capitals in madrasah empowerment activities at Ma’arif EI of Ponorogo, East Java. This study was an ethnograpic study employing a qualitative approach. It was conducted through a stage of data collection by means of interviews, observations and documentations. The data collected through ethnographic records were reduced by carrying out domain analysis, taxonomy analysis, and component analysis and finding out cultural themes using Spradley’s analysis model. The results of the study are as follows. (1) Madrasah empowerment activities at Ma’arif Educational Institution of Ponorogo in terms of the process can be distinguished into three stages, namely: (a) consciousness formation, (b) capacity building, and (c) empowerment activities. (2) There are a variety of social capital at the madrasah in Ma’arif EI of Ponorogo. The diversity of social capital can be differentiated in three ways: values, social networks and trust of communities. (3) The contribution of social capital in the empowerment of madrasah at Ma’arif EI of Ponorogo may affect the achievement of accreditation, the formation of madrasah organizational culture, and the program of upgrading the quality of education.Keywords: empowerment, social capital, madrasah, ethnography, Ma’arif EI
ADAPTASI DAN RESPON PONDOK TREMAS TERHADAP ARUS GLOBALISASI Mukodi Mukodi; Sodiq A Kuntoro; Sutrisno Sutrisno
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 3, No 2 (2015): Desember
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.844 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v3i2.9813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengkaji dan menganalisis adaptasi yang dilakukan Pesantren Tremas terhadap tuntutan perubahan kehidupan, mulai dari pergeseran nilai-nilai, politik, ekonomi, bahkan sosial budaya di era globalisasi, dan (2) mengkaji dan menganalisis respon yang dibangun di Pondok Tremas, sehingga ia tetap bertahan di tengah himpitan arus perubahan sosial era globalisasi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Model penelitian ini menggunakan interaksi simbolik. Interaksi simbolis mengejar makna dibalik yang sensual, mencari phenomena yang lebih esensial daripada sekadar gejala. Fokus penelitian ini adalah Pondok Pesantren Tremas, di Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan. Key informan sekaligus kiai yang diamati di Pesantren Tremas adalah KH. Fuad Habib, dan KH. Luqman Harist Dimyathi. Metode pengumpulan meliputi tiga tahap, yakni: (i) tahap pra lapangan; (ii) tahap di lapangan; dan (iii) tahap analisis data. Analisis data melalui intensionalitas; intersubjectivity; refleksi atau intuisi; dan transendental logic. Penelitian di rancang selama satu tahun mulai dari pembuatan proposal, pelaksanaan sampai laporan penelitian. Hasil penelitian ini menemukan dua hal dasar. Pertama, bahwa adaptasi Pondok Tremas dalam mewarnai modernisasi dilakukan dengan dibukanya pendidikan formal mulai dari Taman Kanak-Kanak, MTs, MA Salafiyah hingga community college, dan Ma’had Aly. Eksistensi pendidikan formal di lingkungan Pondok Tremas yang dimulai pada tahun 1952 seolah mempertegas keberpihakan para kiai terhadap modernisasi, sekaligus tanggap atas kebutuhan masyarakat sekitar atas pendidikan formal. Kedua, respon Pondok Tremas dalam menghadapi era globalisasi dilakukan dengan pembagian peran dan tanggung jawab, yakni KH. Fuad Habib Dimyathi menjadi penjaga kedalaman Pondok Tremas, khususnya urusan domestik, terkait masalah pendidikan dan pengajaran, sedangkan KH. Lukman Hakim bertanggung jawab sebagai jangkar penggerak pelbagai modal yang berada di luar pesantren (networking dan hubungan sosial kemasyarakatan). Sementara itu, keluarga besar pondok bertugas sebagai penjaga keadaban pondok, yakni nilai-nilai kebaikan, tata susila, tradisi-tradisi, budaya pondok yang telah dibangun dan diwariskan.
PENDIDIKAN KADER DAN PESANTREN MUALLIMIN MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Azhar, Azhar; Wuradji, Wuradji; Siswoyo, Dwi
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 3, No 2 (2015): Desember
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.935 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v3i2.9816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji, menganalisis, dan mendeskripsikan model pendidikan kader berbasis pesantren di Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta; (2) mengungkap kehidupan budaya Podok Pesantren Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian pada Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta. Pengambilan data menggunakan metode pengamatan, wawancara mendalam, dan dokumen, catatan lapangan, rekaman arsip. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Pendidikan kader di Madrasah Muallimin mempersiapkan kader kemanusiaan, keummatan, di masa mendatang yang kuat secara ketauhidan, kepribadian, dan keilmuan. Tahap awal menghasilkan kader ulama, pemimpin, muballigh dan pendidik melalui pendidikan dan pelatihan. belajar kemuhammadiyahan lebih mendalam, mencakup historis, organisatoris, dan ideologis, serta mampu memeragakan nilai muhammadiyah itu sendiri. Model pendidikan kader berbasis pesantren meliputi:(a) Input,: menggunakan raport; psikotes; representasi/keterwakilan daerah. (b) Process: memadukan sistem sekolah modern dan asrama pesantren melalui uswah (keteladanan). Strategi pengkaderan, Kurikulum yang dikembangkan untuk perubahan, (c) Output: 95% lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi. Sebanyak 80% memasuki perguruan tinggi sesuai dengan harapan siswa. (d) Outcome: alumninya berhasil dengan berbagai profesi dan mengembangkan amal usaha Muhammadiyah di daerah asalnya. (2) Kehidupan Pesantren Muallimin Muahammadiyah membangun: budaya kemandirian, budaya taqwa, budaya akhlaqul karimah, budaya amar makruf nahi mungkar, berorientasi kepada keahlian dan keikhlasan.
Front Matter (Cover, Table of Content) Editorial Team
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 3, No 2 (2015): Desember
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4498.949 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v3i2.12436

Abstract

PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DI SEKOLAH Musa Pelu; Achmad Dardiri; Darmiyati Zuchdi
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 3, No 2 (2015): Desember
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.126 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v3i2.9820

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan pemberdayaan modal sosial dan modal budaya dalam pelaksanaan Kurikulum Pendidikan Budi Pekerti di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta dan SMP Kasatriyan 1 Surakarta.Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan naturalistik. Penelitian dilakukan di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta dan SMP Kasatryan 1 Surakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri sebagai pengumpul data. Untuk memperoleh derajad validitas tinggi, digunakan teknik trianggulasi, recheck, dan peerdebriefing. Analisis penelitian dilakukan dengan teknik analisis interaktif yang meliputi tahapan pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan verifikasi/menarik kesimpulan. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Jaringan kerjasama yang sinergis dilandasi rasa percaya dan kesamaan nilai/norma merupakan modal sosial yang telah dimanfaatkan dan diberdayakan dalam rangka mendukung pelaksanaan kebijakan kurikulum pendidikan budi pekerti di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta dan SMP Kasatriyan 1 Surakarta. (2) Kultur sekolah berbasis budi pekerti dan agama di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta dan kultur sekolah berbasis budi pekerti dan multikultural serta kultur komunitas merupakan modal budaya utama yang dimanfaatkan dan dikelola dalam pelaksanaan Kurikulum Pendidikan Budi Pekerti.
NILAI-NILAI EDUKATIF LAGU-LAGU MINANG UNTUK MEMBANGUN KARAKTER PESERTA DIDIK Desyandri Desyandri
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 3, No 2 (2015): Desember
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.227 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v3i2.7566

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mengidentifikasikan nilai-nilai edukatif lagu-lagu Minang untuk membangun karakter peserta didik. Metode penelitian adalah penelitian konseptual (literatur review), teknik pengumpulan data menggunakan observasi berperan serta, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu Minangkabau dan Kampuang nan Jauah di Mato memiliki 9 (sembilan) nilai-nilai edukatif, yaitu: (1) Ketuhanan (syarak atau agamo), (2) kecintaan terhadap ranah Minang, (3) persaudaraan dan gotong-royong, (4) kesatuan dan kebersamaan, (5) musyawarah dan mufakat, (6) adil dan damai, (7) keteguhan hati, (8) waspada, dan 9) disiplin. Nilai-nilai edukatif lagu-lagu Minang tersebut dijadikan sebagai pedoman dalam mengarahkan pikiran, tindakan, dan perilaku peserta didik, sehingga dapat diwujudkan peserta didik yang beradat, beradab, berkarakter. Kata kunci: nilai-nilai edukatif, adat Minangkabau, lagu Minang, pembangunan karakter Abstract This research aims to uncover and identify the educational values of Minang songs for student character building. The research method is a conceptual research (literature review), data collection techniques using participant observation, interviews, documentation, and field notes, while data analysis techniques using hermeneutic analysis. The results showed that Minangkabau and Kampuang nan Jauah di Mato songs has 9 (nine) educational values, namely: (1) belief (syarak or agamo), (2) love of the realm Minang, (3) fraternity and mutual assistance, (4) unity and togetherness, (5) deliberation and consensus, (6) fair and peaceful, (7) courage, (8) alert, and (9) discipline. Educational values of Minang songs are used as guidelines in directing thoughts, actions, and behavior of students, so it can be realized the students were well-mannered, cultured, and charactered. Keywords: educational values, custom of Minangkabau, Minang songs, character building
PENGEMBANGAN MODEL PERPUSTAKAAN MADRASAH DALAM PENERAPAN LITERASI INFORMASI UNTUK MEMPERSIAPKAN BELAJAR SEPANJANG HAYAT Sri Rohyanti Zulaikha; Siti Partini Suardiman; Sodiq A Kuntoro
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 3, No 2 (2015): Desember
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.822 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v3i2.9812

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengembangan model perpustakaan madrasah dalam penerapan literasi informasi untuk mempersiapkan belajar sepanjang hayat dan mengetahui bagaimana kemampuan belajar sepanjang hayat bagi para pemustaka. Metode penelitian ini adalah RD dengan pendekatan kualitatif. Sampel sumber data dilakukan dengan cara purposive dan snowball, pengumpulan data digunakan metode triangulasi dan analisis datanya bersifat kualitatif dengan melakukan FGD. Proses analisis datanya menggunakan model Miles dan Huberman dengan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian pengembangan model perpustakaan madrasah ini terlihat dalam enam tahap (Task Definiton, Information Seeking, Location and access, Use of Information, Syntesis dan Evaluation) yang diimplementasi di dalam RPP untuk bidang studi terkait (Bahasa Indonesia, Biologi, Fiqih dan PPMB) dengan pengembangan layanan perpustakaan yang berbasis kepada pemustaka. Model perpustakaan yang “literate” terhadap informasi dapat menjadikan siswa menyenangi belajar, mengetahui bagaimana sejatinya cara belajar itu, menghargai bahwa belajar itu, rasa ingin tahu terhadap sesuatu menjadikan sikap “self directing” dalam belajar.
PENDIDIKAN NILAI KEBANGSAAN MELALUI BUDAYA SEKOLAH DI SMA TARUNA NUSANTARA DAN SMA KOLESE DE BRITTO Emmanuel Kus Eddy Sartono; Noeng Muhadjir; Sumarno Sumarno
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 3, No 2 (2015): Desember
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.073 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v3i2.9815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola pendidikan nilai kebangsaan hasil sintesis dari pola pendidikan nilai kebangsaan melalui budaya sekolah di SMA Taruna Nusantara dan SMA Kolese De Britto. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif-fenomenologi. Subyek penelitian adalah pengurus yayasan, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, siswa, karyawan dan orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif, meliputi: reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan dan persamaan pola pendidikan nilai-nilai kebangsaan melalui budaya sekolah antara SMA Taruna Nusantara dengan SMA Kolese De Britto, meskipun demikian penelitian ini menemukan budaya sekolah efektif untuk membentuk karakter kebangsaan siswa. Sintesisnya penggabungan Sistem Among, cara Tutwuri Handayani, budaya kedisiplinan, Paradigma Pedagogi Ignasian, cura personalis dan budaya pendidikan bebas akan meningkatkan penanaman nilai kebangsaan siswa tidak sekedar pada ranah kognitif dan afektif tetapi sampai pada ranah perilaku kebangsaan.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SMP NEGERI 8 DAN SMP NEGERI 9 PURWOKERTO Tutuk Ningsih; Zamroni Zamroni; Darmiyati Zuchdi
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 3, No 2 (2015): Desember
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v3i2.9811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan; (1) implementasi pendidikan karakter (IPK) di SMP Negeri 8 dan SMP Negeri 9 Purwokerto; (2) peran kepala sekolah, guru, dan siswa dalam IPK; dan (3) aktualisasi nilai-nilai karakter dalam IPK. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode kualitatif dengan pendekatan kualitatif-naturalistik.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian ditarik kesimpulan berikut ini. (1) Implementasi pendidikan karakter yang lakukan melalui pola kegiatan terpadu antara kegiatan intrakurikuler dan ektrakurikuler. (2) Implementasi pendidikan karakter yang dilakukan oleh kepala sekolah, guru, dan siswa mempunyai peranan yang positif dalam pembentukan kultur sekolah yang berkarakter. Peran kepala sekolah, guru, dan siswa dalam IPK diwujudkan dalam: (a) peran kepala sekolah sebagai motivator, pemberi contoh keteladanan, pelindung, penggerak kegiatan, perancang kegiatan, pendorong, dan pembimbing; (b) peran guru sebagai pendidik, pengasih, dan pengasuh; dan (c) peran siswa sebagai subjek didik dan pelaksana kegiatan di sekolah. (3) Aktualisasi nilai-nilai karakter dalam IPK cenderung mengacu pada prinsip ABITA (Aku Bangga Indonesia Tanah Airku) berbasis kebangsaan dan religius yang meliputi 18 nilai karakter, yaitu: (a) nilai religius, (b) kejujuran, (c) demokratis, (d) tanggungjawab, (e) disiplin, (f) peduli lingkungan, (g) peduli sosial, (h) kerja keras, (i) mandiri, (j) cinta tanah air, (k) semangat kebangsaan, (l) rasa ingin tahu, (m) gemar membaca, (n) menghargai prestasi, (o) cinta damai, (p) bersahabat/komunikatif, (q) toleran, dan (r) kreatif. (4) Terdapat persamaan dan perbedaan dalam IPK di kedua SMP tersebut, persamaannya adalah mengacu pada nilai-nilai yang ada pada prinsip ABITA, perbedaannya kalau di SMP Negeri 8 melaksanakan 12 nilai karakter dan kegiatan pelajaran sekolah setiap pagi diawali dengan baca Alquran pada jam ke-0, sedangkan SMP Negeri 9 Purwokerto melaksanakan 18 nilai karakter sesuai prinsip ABITA sebagai pilot projek Kemdikbud yang kegiatan pelajaran dimulai setiap pagi diawali dengan “Salam ABITA”, menyanyikan lagu kebangsaan, dan kegiatan kebersihan lingkungan sekolah.
PENDAYAGUNAAN MODAL SOSIAL DALAM PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN MASYARAKAT: STUDI PADA PROGRAM PENDIDIKAN DESA VOKASI Entoh Tohani; Sumarno Sumarno; Yoyon Suryono
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 3, No 2 (2015): Desember
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v3i2.7534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pendayagunaan modal sosial dalam pendidikan kewirausahaan masyarakat dalam upaya memberdayakan masyarakat. Sebagaimana diketahui, keberhasilan penyelenggaraan pendidikan kewirausahaan ditentukan oleh keberfungsian modal sosial yang didayagunakan oleh kelompok sasaran. Modal sosial dipandang sebagai sesuatu yang produktif untuk keberhasilan pengelolan usaha wirausaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus (case study). Unit analisis yang dikaji adalah pendidikan kewirausahaan masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk program pendidikan desa vokasi yang terdiri dari satu PKuM rintisan dan dua PKuM imbas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendayagunaan modal sosial yang mencakup pemanfaatan nilai, norma, dan komitmen positif, pengembangan kepercayaan, pengembangan jejaring wirausaha, dan pengelolaan informasi dan komunikasi dalam upaya menyukseskan usaha wirausaha dilakukan oleh para pelaku wirausaha atau kelompok sasaran dengan tingkat kualitas pendayagunaan yang berbeda-beda. Pendayagunaan modal sosial ini menghasilkan manfaat bagi kelompok sasaran yang mencakup peningkatan jejaring usaha, pengetahuan dan keterampilan, legalitas dan pendanaan. Oleh karenanya, modal sosial sebagai salah satu penentu keberhasilan penyelenggaraan pendidikan kewirausahaan dan/atau pemberdayaan masyarakat perlu dimanfaatkan dan dikembangkan secara berkelanjutan dan akuntabel.

Page 1 of 1 | Total Record : 10