cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
ISSN : 23026383     EISSN : 25021648     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi & Aplikasi (JPPFA) is interested in comparative studies that lead to new insights and challenge of orthodox theories; that have potential for policy impact; and that apply to broad range of settings, including industrial democracies as well as low and middle income countries, countries in political transition and countries recovering from armed conflict and social unrest. JPPFA also considers papers that look at education and development through the policies and practices of official development assistance and commercial education trade. JPPFA engages these approaches to deepen the understanding of the relationship between education policy and development.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016): Juni" : 11 Documents clear
PEMBENTUKAN KARAKTER MANDIRI BAGI PENYANDANG DISABILITAS KECERDASAN DALAM KAPASITAS KEMANUSIAAN Mumpuniati, M.
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.248 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v4i1.12114

Abstract

Penyandang disabilitas kecerdasan adalah salah satu kajian terhadap individu yang diasumsikan dalam menuju kemandirian secara spesifik terhambat. Hambatan itu diperlukan suatu intervensi yang sesuai dengan kapasitas kemanusiaan dan konteks dengan lingkungan kehidupan yang sehari-hari dialami oleh mereka sebagai peserta didik. Lingkungan yang dimulai dari level mikro sampai level makro, sehingga proses sosialisasi berlapis-lapis dari yang terdekat dan terkecil dengan kehidupan peserta didik sampai menuju lingkungan kehidupan yang terluas. Lingkungan itu juga sebagai bagian dari kehidupan awal anak sampai ke kehidupan di masa dewasa, yaitu kehidupan di keluarga, sekolah, dan masyarakat. Berbagai level dan area lingkungan kehidupan tersebut terdapat substansi-substansi cara kehidupan mandiri yang harus dipelajari oleh mereka yang kategori disabilitas kecerdasan. Konteks dalam belajar agar memiliki karakter mandiri terbentuk karena kondisi yang harus dihadapi secara langsung dengan praktek berlatih untuk hidup. Praktek berlatih untuk hidup sebagai sarana belajar yang konkrit dan nyata dalam rangka mengatasi kelemahan konseptual, sosial, dan keterampilan adaptif bagi mereka. Dengan demikian, pembentukan karakter mandiri melalui pembiasaan belajar cara hidup yang langsung di tiga area lingkungan.  INDEPENDENT-CHARACTER BUILDING FOR INTELLIGENCE DISABILITIES IN THE HUMANITY CAPACITYAbstractPeople with intelligence disabilities have been the subjects of the study of individuals who are assumed to be specifically inhibited toward independence. Barriers require an intervention appropriate with the capacity of the humanitarian and environmental context of everyday life experienced by them as learners. Environment is from the micro level to the macro level, so that the process of socialization is in the layers from the closest and smallest one with the lives of young people up to the widest life environment. The environment is also as part of a child's early life up to his/her adulthood, which is life in the family, school, and community. Various levels and areas of the life environment are substances of independent way of life that should be studied by those disability categories of intelligence. Learning context in order to have an independent character is formed because of the conditions that must be dealt with directly with training practice for life. Practicing the practice for life is as a learning facility that is concrete and tangible in order to overcome the weakness of conceptual, social, and adaptive skills for them. Thus, building the independence character is through the learning habituation of how to live directly in the three environmental areas.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI DAN PENDIDIKAN BERKELANJUTAN PUSTAKAWAN PTAIN: STUDI KASUS DI PERPUSTAKAAN UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA Masruri, Anis; Kuntoro, Sodiq A.; Arikunto, Suharsimi
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.685 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v4i1.9818

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan pengembangan kompetensi dan pendidikan berkelanjutan pustakawan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menurut persepsi pustakawan, pimpinan, dan pengguna perpustakaan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) kompetensi pustakawan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang perlu dikembangkan terbagi menjadi enam bidang, yaitu: kompetensi manajerial, kompetensi pengelolaan informasi, kompetensi kependidikan, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi pengembangan profesi; (2) pendidikan berkelanjutan bagi pustakawan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dilakukan melalui pendidikan nonformal berbentuk pelatihan dengan mengacu pada prinsip pendidikan orang dewasa (andragogi). Adapun materi yang perlu dipelajari dalam kegiatan pelatihan oleh pustakawan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta meliputi kajian minat dan kebutuhan informasi, seleksi bahan pustaka, pengadaan bahan pustaka, organisasi dan analisis informasi, manajemen perpustakaan, pelayanan informasi, literasi informasi, teknologi informasi, pengembangan kepribadian, dan keterampilan interpersonal.Kata kunci: kompetensi pustakawan, pendidikan berkelanjutan THE DEVELOPMENT OF ADVANCED EDUCATION AND COMPETENCY FOR THE LIBRARIANS OF ISLAMIC STATE UNIVERSITY: A CASE STUDY IN THE LIBRARY OF SUNAN KALIJAGA STATE ISLAMIC UNIVERSITY YOGYAKARTAAbstractThe study was to reveal the development of advanced education and competency for the librarians of Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta according to the perception of the librarians, the leaders and the users. The method that the researchers employed was a qualitative method by means of case study approach and the study was conducted in the Library of Sunan Kalijaga State Islamic University. The results of the study were as follows: (1) The competencies for the librarians of Sunan Kalijaga State Islamic Universities that should be developed were divided into six domains namely: managerial competency, information-processing competency, education competency, personality competency, social competency and professional development competency; and (2) The advanced education for the librarians of Sunan Kalijaga State Islamic University should be conducted through a non-formal education in the form of training programs by referring to the principles of andragogy (education for the adult people). However, the materials that should be studied by the librarians of Sunan Kalijaga State Islamic University in the training activities included the interest and information needs analysis, the literary material selection, the literary material procurement, the information organization and analysis, the library management, the information service, the information literacy, the information technology the personality development and the interpersonal skills.Keywords: librarians’ competency, advanced education
POLA PENDIDIKAN CERDAS KREATIF BERKARAKTER; PRAKSIS DI RUMAH KREATIF WADAS KELIR PURWOKERTO JAWA TENGAH Sumiarti Sumiarti; Sodiq Azis Kuntoro; Sutrisno Sutrisno
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.447 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v4i1.9821

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan: (a) landasan filosofis dan konsep pendidikan cerdas, kreatif, dan berkarakter; (b) praktik pendidikan cerdas, kreatif dan berkarakter, dan (c) pola praksis pendidikan cerdas, kreatif, dan berkarakter di Rumah Kreatif Wadas Kelir (RKWK) Purwokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis karena berupaya mengungkap pengalaman subjek penelitian dalam merumuskan konsep dan praktik pendidikan yang mengintegrasikan kecerdasan, kreativitas dan karakter. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi partisipan dan nonpartisipan, dan analisis dokumen. Pola praksis pendidikan yang terdiri atas konsep pendidikan dan praktik pendidikan yang bersifat dialektis yang mengintegrasikan aspek cerdas, kreatif, dan berkarakter dilaksnakan dalam kegiatan pembelajaran harian, mingguan, bulanan, tahunan dan insidental. Pola Praksis Pendidikan Kreatif-Integratif tersebut dilaksanakan dalam bentuk bermain aneka kretivitas, yaitu: bermain kreativitas angka-logika, bermain kreativitas bahasa, bermain kreativitas warna, bermain kreativitas gerak dan bermain kreativitas musik.Kata kunci: pendidikan kreatif-integratif, pendidikan cerdas kreatif berkarakter, bermain kreativitas THE PATTERN OF CHARACTERIZED CREATIVE INTELLIGENT EDUCATION: PRACTICE IN THE WADAS KELIR CREATIVE HOUSE PURWOKERTO, THE PROVINCE OF CENTRAL JAVAAbstractThe study was to uncover: (a) the philosophical foundation and the concept of characterized, creative and intelligent education; (b) the practice of characterized, creative and intelligent education; and (c) the pattern of characterized, creative and intelligent education. The study implemented the phenomenological qualitative approach because the researchers would like to uncover the subjects’ experiences in formulating the educational concept and practice that integrated the intelligence, the creativity and the characters. The data then were gathered by means of in-depth interview, participatory and non-participatory observation and document analysis. The pattern of dialectical educational practice that consisted of the aspects of intelligence, creativity and characters had been implemented in the daily, weekly, monthly, yearly and incidental learning activities. The pattern of Creative-Integrative educational practice had been implemented in the form of color creativity game, movement creativity game and music creativity game.Keyword: integrative-creative education, characterized creative intelligent education, creativity game
BACK MATTER (Index, Author Guidelines) Editorial Team
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.924 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v4i1.12494

Abstract

KETELADANAN DOSEN DAN INTEGRASI NILAI-NILAI MORAL DALAM PEMBELAJARAN PSIKOLOGI OLAHRAGA UNTUK MEMBENTUK KARAKTER KEPATUHAN DAN KEJUJURAN MAHASISWA D. Dimyati
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.108 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v4i1.12113

Abstract

Di perguruan tinggi, dosen memegang peran  sangat penting bagi kemajuan institusi dan pembentukan karakter mahasiswa. Namun, sudah bukan rahasia lagi banyak dosen mengabaikan tugas pokok mengajar.  Bagi sebagian besar dosen, tugas mengajar telah dijadikan prioritas kedua. Di sisi lain Hatten, dkk (2001) menegaskan bahwa satu masalah utama dewasa ini adalah sangat sedikit pendidik yang mengajarkan perilaku etis terhadap peserta didik. Makalah hasil penelitian ini akan mengungkap sejauh mana keteladanan dosen dan penerapan nilai-nilai moral selama perkuliahan Psikologi Olahraga dapat meningkatkan karakter kepatuhan dan kejujuran mahasiswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kerangka Lesson Study. Tindakan yang dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut dengan cara menyusun rancangan pembelajaran mata kuliah Psikologi Olahraga yang bermuatan nilai-nilai moral yang disampaikan dosen selama proses pembelajaran, dan keteladan dosen, yaitu prilaku disiplin datang tepat waktu setiap akan memberi kuliah atau mengajar. A teacher's integrity, or lack thereof, is observed by students.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan dosen dalam wujud selalu memberi contoh datang tepat waktu dalam mengajar mata kuliah Psikologi Olahraga dapat meningkatkan karakter kepatuhan mahasiswa, yaitu datang tepat waktu atau tidak terlambat dalam mengikuti perkuliahan. Begitu juga dosen yang menyelipkan nilai-nilai moral selama mengajar mata kuliah Psikologi Olahraga dapat memberi dampak terhadap terbentuknya karakter kejujuran mahasiswa, yaitu perilaku jujur atau tidak melakukan tindakan menyontek dalam ujian.Kata kunci: dosen, keteladanan, karakter, kepatuhan, kejujuran, mahasiswa THE LECTURER’S PATRONAGE AND THE INTEGRATION OF MORAL VALUES IN SPORT PSYCHOLOGY TEACHING AS A MEANS TO BUILD THE STUDENTS’ OBEDIENCE AND HONESTYAbstractThis research aims to  identify the impacts of lecturers’ patronage and the implementation of  moral values in  Sport Psychology subject on the  obedience and honesty character of the students of PJKR Study Program, Faculty of Sports Science,Yogyakarta State University. To achieve the objective and provide clearer direction, this research was conducted based on the Lesson Study framework. The action to solve the problem was performed by developing Sport Psychology Lesson Plan  containing  moral values  that the lecturer presented during teaching processes and the lecturers’ patronage through  punctuality in coming to class and discipline  in providing the lecture. The target of the action involved Class A Semester 5 students of PJKR  Study Program attending the  Sport Psychology subject. The result of this research indicates that the lecturers’ patronage  in terms of providing examples, i.e.  coming to class on time to teach the  Sport Psychology subject, is able to improve the students’ obedience, i.e. coming to lecture on time or not  late  in attending  the Sport Psychology subject. Moreover, the lecturer  that integrates the  moral values during the teaching of Sport Psychology subject is able to provide impact on the  students’ honesty character, i.e. honest behavior  or not  cheating during  examination.Keywords: lecturer, patronage, character, obedience, honesty, students
REVITALISASI NILAI-NILAI BHINNEKA TUNGGAL IKA DAN KEARIFAN LOKAL BERBASIS LEARNING SOCIETY PASCAKONFLIK SOSIAL DI TERNATE Umar Mustafa Sadjim; Noeng Muhadjir; FX Sudarsono
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.712 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v4i1.7227

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: pertama, mengidentifikasi dan menganalisis secara mendalam nilai-nilai kearifan lokal melalui pendidikan masyarakat (learning society) pascakonflik sosial di Ternate, serta kedua, upaya merevitalisasi nilai-nilai tersebut untuk ditingkatkan dari kearifan lokal menjadi kearifan global. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan postpositivisme phenomenology Interpretif.Tempat penelitian difokuskan pada empat kecamatan yang berada di kota Ternate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) pengembangan nilai-nilai kearifan lokal yang direvitalisasi, melalui: (a) konsensus bersama;(b) reinternalisasi dengan jalur informal, learning society, dan formal.(c) nilai kearifan lokal terdiri dari nilai filosofi, pendidikan, sosial kemasyarakatan, ritual keagamaan, dan nilai kebangsaan. (2) Ternate ikon pluralisme sebagai bentuk kesadaran masyarakat untuk harmoni sosial, yaitu: (a) ketika konflik dan berakhirnya konflik kepercayaan masyarakat menurun, (b) ada subkultur etnis Tionghoa yang merupakan enclave dalam masyarakat Ternate, tetapi harmoni karena ada peran mutualisme, (c) upaya masyarakat yang difasilitasi pemerintah dengan menghimpun berbagai etnis dalam paguyuban dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) sebagai salah satu upaya untuk mempermudah koordinasi, dan bagi tokoh panutan berada dalam Forum Kerukunan antarUmat Beragama (FKUB). (3) pentingnya Revitalisasi nilai pascakonflik sosial, dapat dilihat dari beberapa faktor, yaitu: (a) tingkat kepercayaan antarumat beragama rendah, (b) tingginya primordial dan fanatisme etnis. (c). tahapan revitalisasi meliputi, transformasi budaya, komunikasi, adaptasi, dan organisasi.Kata kunci: revitalisasi, kearifan lokal, konflik sosial POST SOCIAL CONFLICT REVITALIZATION OF UNITY IN DIVERSITY VALUES AND LEARNING SOCIETY BASED LOCAL WISDOM IN TERNATEAbstractThe aim of this study was: Firts, identify and analyze in depth the values of local wisdom through public education (learning society) after the social conflict in Ternate, and Second, efforts to revitalize these values to be upgraded from local knowledge into global wisdom. The method used is qualitative with phenomenology postpositivisme approach Interpretif.Tempat research focused on four districts in the city of Ternate. The Results of this research are: (1) development of the value of unity in diversity and local wisdom are revitalized, through: (a) consensus; (b) reinternalization with informal channels, learning society, and formal channels, and (c) the value of local wisdom consists of philosophy, educational, social, religious rituals, and nationality. (2) Ternate icon of pluralism as a form of public awareness for social harmony, namely: (a) when the conflict and the end of the conflict decreased public confidence, (b) there is a subculture of Chinese ethnic enclaves within Ternate society, but in harmony because there is the role of mutualism, (c) a community effort facilitated by the government collects in the community and the various ethnic intermingling of the National Forum (FPK) as part of efforts to facilitate coordination, and for being a role model in internal Harmony Forum (FKUB). (3) The importance of post-conflict revitalization of social values can be seen from several factors, namely: (a) the level of trust between religious communities are low, (b) high primordial and ethnic fanaticism, and (c) the stage of revitalization includes cultural transformation, communication, adaptation, and organization.Keywords: revitalization, local wisdom, learning society, social conflicts
KARAKTER PRO-LINGKUNGAN: 3S PLUS 6R MENUJU INSAN “NGERTI-NGERASA-NGELAKONI” Eko Yulianto
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.017 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v4i1.12116

Abstract

Kerusakan lingkungan di Indonesia termasuk kategori “parah”. Hal ini akan berdampak munculnya global warming, banjir, dan persebaran wabah penyakit. Adanya permasalahan ini maka diperlukan suatu solusi. Salah satu solusi mendasar yaitu penguatan karakter “pro-lingkungan” pada generasi muda. Pelestarian lingkungan telah didukung oleh pemerintah, salah satunya tentang sampah, dalam UU No.18 Tahun 2008 dan PP No. 81 Tahun 2012. Peraturan tersebut mengamanatkan pengelolaan sampah dari paradigma “buang” menjadi pengolahan berkelanjutan. Pengelolaan lingkungan untuk keberlanjutan dimuat dalam pendidikan karakter “pro-lingkungan”. Pendidikan karakter pro-lingkungan diimplementasikan pada tingkat dasar, menengah, tinggi, maupun umum. Karakter pro-lingkungan dapat ditumbuhkan dengan falsafah sentuh tanah-sentuh air-sentuh budaya (3S) dan falsafah rethink-reduce-replace-repair-reuse-recycle (6R) secara simultan dengan dimensi moral knowing, moral feeling dan moral action hingga masyarakat memperoleh “ngerti-ngerasa-ngelakoni” artinya mengerti, menginsyafi dalam hati dan melakukan suatu tindakan nyata.Kata kunci: karakter, pro-lingkungan, 3S, 6R PRO-ENVIRONMENTAL CHARACTER: 3S PLUS 6R BEING HUMAN “NGERTI-NGERASA-NGELAKONI”AbstractThe damage of environment in Indonesia was categorized as "severe". This would result in the emergence of global warming, floods, and the spread of diseases. The existence of this problems, we need a solution. One of the fundamental solution is strengthening the character of "pro-environment" to the younger generation. The environmental sustainability has been supported by the government, one of the rubbish in UU No. 18 Tahun 2008 and PP. No. 81 Tahun 2012. The regulation mandates of waste management paradigm "waste" into a continuous processing. The environmental management for sustainability loaded in education of pro-environmental character. The education of pro-environmental character implemented on elementary level, secondary level, higher level, or the public. The education of pro-environmental character can be grown with a philosophy of “sentuh tanah, sentuh air, dan sentuh budaya” (3S) and rethink-reduce- replace-repair-reuse- recycle (6R) with the moral dimension of moral knowing, moral feeling and moral action  to obtain something called society “ngerti-ngerasa-ngelakoni" those means to understand, to realize and to be performed a real actionKeywords: character, pro-environmental, 3S, 6R
MENGHINDARI KEKERASAN DALAM PENGELOLAAN KARAKTER SISWA Yulianto Hadi
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.312 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v4i1.12117

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menelaah, mengetahui, dan memahami pengelolaan pendidikan karakter, kususnya bagi siswa SMA dan sederajat. Artikel ini merupakan kajian terhadap kondisi nyata yang berkembang di dunia pendidikan Indonesia, kususnya mengenai pengelolaan karakter siswa. Simpulan dari kajian ini adalah sebagai berikut: (1)edukasi dan pembentukan karakter terhadap anak yang dilakukan di sekolah, kelompok, dan masyarakat sosial  hendaknya menghindari pemaksaan kehendak dengan segala bentuk abuse; (2) pembentukan karakter yang salah satunya diprogramkan oleh pemerintah dengan menitipkan di instansi/lembaga militer perlu dikaji ulang secara mendalam; (3) proses pendidikan dan pengelolaan karakter akan lebih berhasil apabila mengikuti beberapa tahapan pengelolaan kesadaran integral.Kata kunci: kekerasan, dan pengelolaan karakter AVOIDING ABUSE IN MANAGING THE STUDENTS’ CHARACTERAbstractThis article aims to know, discover, and comprehend the character education management, especially of senior high school students and of those at the same level. This article is a study of the factual condition in Indonesian education, especially in managing the students’ characters. The conclusions of the study are: 1) education and character formation of the students in school, group/party, and social communities may avoid coercion of one’s desire, in every form of abuse; 2) character formation  programmed by the government by sending students to the military agency needs to be re-examined deeply; 3) education process and character management will be successful if it follows several stages of integral consciousness management.Keywords: abuse  and character management
PENDAYAGUNAAN MODAL SOSIAL DALAM PENDIDIKAN KARAKTER Kurotul Aeni; Zamroni Zamroni; Darmiyati Zuchdi
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.261 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v4i1.9819

Abstract

Penelitian kualitatif dengan pendekatan naturalistik studi kasus ini bertujuan menganalisis bentuk, perbedaan, dan ciri khas pendayagunaan modal sosial dalam pendidikan karakter di  SD Sapen dan SD Budi Mulia Yogyakarta. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan konfirmasi hasil observasi, wawancara, dokumen wawancara. Uji kredibilitas data dilakukan dengan memperpanjang pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi data, analisis kasus negatif, member check, dan referensi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles Huberman. Hasil penelitian menunjukkan pendayagunaan modal sosial dalam pendidikan karakter yang dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran, budaya sekolah, dan program karakter melalui inkulkasi nilai karakter dan keteladanan secara integral memperkuat karakter. Pendayagunaan modal sosial pada kegiatan ekstrakurikuler berpengaruh sangat kuat terhadap pembentukan karakter dibandingkan kegiatan intrakurikuler.Kata kunci: pendidikan karakter, modal sosial, program afektif, kedisiplinan, penugasan, living value, happy learning EMPOWERING THE SOCIAL CAPITAL IN THE CHARACTER EDUCATIONAbstractThe qualitative study by means of naturalistic case study approach was to analyze the form, the difference and the peculiarity of empowering the social capital in the character education conducted in the Muhammadiyah Sapen Elementary School and the Budi Mulia Dua Elementary School Yogyakarta. The data gathering was conducted by implementing observation, interview and documentation. The data validity was measured by confirming the results of observation, interview and interview document. The data credibility test was conducted by lengthening the observation, increasing the persistence, triangulating the data, analyzing the negative case, performing member checking and finding references. For the data analysis, the researcher made use of Miles Huberman interactive model. The results of the study showed that empowering the social capital in the character education that had been implemented in the form of learning activities, school culture and character programs by means of inculcation toward the character values and the role modelling integrally strengthened the students’ characters. Empowering the social capital in the extracurricular activities influenced heavily the character formation than in the intracurricular activities.Keywords: character education, social capital, affectiv programs, discipline, assignment, living value, happy learning
PENDIDIKAN BERKEMAJUAN: REFLEKSI PRAKSIS PENDIDIKAN K.H. AHMAD DAHLAN Mohamad Ali; Sodiq Azis Kuntoro; Sutrisno Sutrisno
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.85 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v4i1.7821

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk melacak: (1) fondasi, dimensi, dan filsafat dan teori pendidikan berkemajuan K.H. Ahmad Dahlan (1868-1923), dan (2) merefleksikan praksis pendidikan K.H. Ahad Dahlan untuk menyusun bagan konseptual pendidikan berkemajuan. Penelitian menggunakan metode sejarah yang mencakup empat tahapan: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Mengaplikasikan analisis historis pendekatan situasional Berkhofer Jr. Penelitian berhasil menemukan bahwa: (1) fondasi pendidikan berkemajuan adalah agama yang berdialektika dengan kehidupan sosial; tiga dimensi pendidikan berkemajuan mencakup penghargaan atas akal (kecerdasan), berorientasi pada pengamalan (experience), dan menggerakkan kemajuan sosial (progress); filsafat dan teori pendidikan K.H. Ahmad Dahlan bercorak progresif religious yang mendorong kemajuan hidup duniawi dan kemuliaan hidup akhirat. (2) Secara konseptual pendidikan berkemajuan berlandaskan agama dan kehidupan sosial yang sangat menghargai kecerdasan (akal/inteligen) sebagai piranti untuk memahami pesan-pesan agama dan anatomi kehidupan sosial, dan bertujuan untuk menumbuhkan akal (kecerdasan) sehingga bertumbuh (growth) utuh kepribadiannya dan bersedia terlibat dalam menggerakkan kemajuan sosial (progress).Kata kunci: K.H. Ahmad Dahlan, pendidikan progresif, pendidikan berkemajuan. PROGRESSIVE EDUCATION: EDUCATION PRAXIS REFLECTION OF K.H. AHMAD DAHLANAbstractThis research is aimed at (1) investigating the foundation, dimension, and phylosophy of progressive education of K.H. Ahmad Dahlan (1868-1923), and (2) reflecting the education praxis of K.H. Ahmad Dahlan in the arrangement of conceptual design of progressive education. The research employed historical method including four steps: heuristic, criticism, interpretation, and historiography. Applying the situational-approach historical analysis proposed by Berkhofer Jr., the research reveals that: (1) the foundation of progressive education is religion which is dialectical with social life; three dimensions of progressive education include appreciation on mind (intelligence), orientation to implementation (experience), and the move of social advancement (progress); the educational phylosophy and theory of K.H. Ahmad Dahlan contains progressive religious pattern which encourages progress in secular life and glory in beyond. (2) Conceptually, progressive education stands on the basis of religion and social life with high appreciation in intelligence as a means to understand religious values and social life anatomy, and aims to grow reason  (intelligence) for the betterment of  a person’s whole personality growth which makes him willing to be iinvolved in social progress.Keywords: K.H. Ahmad Dahlan, progressive education

Page 1 of 2 | Total Record : 11