cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 4 (2015)" : 18 Documents clear
ENSEFALOPATI HEPATIK PADA SIROSIS HATI: FAKTOR PRESIPITASI DAN LUARAN PERAWATAN DI RSUD DR. SAIFUL ANWAR MALANG suyoso, Suyoso; Mustika, Syifa; Achmad, Harijono
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.04.15

Abstract

Peran Th17 dalam patogenesis asma dan imunoterapi menjadi konsep dan paradigma terbaru. Imunoterapi merupakan salah satu manajemen di dalam asma dan memerlukan waktu yang lama sehingga sering mengakibatkan kegagalan terapi. Terapi adjuvant antara lain probiotik dan Nigella sativa diduga dapat meningkatkan efektifitas imunoterapi. Penelitian dilakukan untuk mengevaluasi efek pemberian imunoterapi, probiotik dan/atau Nigella sativa terhadap jumlah sel Th17, neutrofil dan skoring asma pada anak asma selama imunoterapi fase rumatan. Penelitian dilakukan pada 31 anak yang dikelompokkan secara acak yaitu imunoterapi plus plasebo atau imunoterapi plus Nigella sativa atau imunoterapi plus probiotik atau imunoterapi plus Nigella sativa plus probiotik selama 56 minggu. Pengukuran jumlah sel Th17 dan neutrofil dilakukan menggunakan flowcytometry setelah perlakuan. Asthma Control Test dilakukan untuk mengevaluasi gejala klinis. Data dianalisis menggunakan uji komparasi Anova One Way dan uji korelasi Pearson. Hasil menunjukkan tidak didapatkan perbedaan yang bermakna jumlah sel Th17 dan neutrophil antara kelompok perlakuan (p-value 0,199 dan 0,326). Asthma control test secara bermakna didapatkan perbedaan antara perlakuan imunoterapi plus probiotik dibandingkan imunoterapi saja. Skoring asma pada kelompok perlakuan imunoterapi plus probiotik adalah yang tertinggi (22,6). Jumlah sel Th17, neutrofil dan ACT menunjukkan hubungan yang lemah dan tidak bermakna secara statistik (r=-0,2) (p= 0,156). Jumlah sel Th17 dan neutrofil tidak didapatkan perbedaan yang bermakna. Skoring asma pada kelompok imunoterapi plus probiotik adalah yang tertinggi. Dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan antara Th17, neutrofil dan skoring asma. Kata Kunci: Imunoterapi, neutrofil, Nigella sativa, probiotik, sel Th17, skoring asma
Pengaruh Konseling Motivational Interviewing terhadap Kepatuhan Minum Obat Penderita Hipertensi Harijanto, Wahjoe; Rudijanto, Achmad; N, Arief Alamsyah
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.04.16

Abstract

Keberhasilan manajemen hipertensi tergantung pada kepatuhan berobat. Meskipun karyawan dan pensiunan PTPN X (Persero) beserta keluarganya mendapat jaminan perawatan kesehatan seumur hidup yang dijamin oleh perusahaan namun tidak menjamin kepatuhan berobat. Penelitian ini dilakukan untuk menguji efek konseling motivational interviewing terhadap kepatuhan minum obat penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan disain pretest – posttest control group. Kelompok uji mendapat perlakuan konseling motivational interviewing dibandingkan dengan kelompok kontrol yang mendapat leaflet cara hidup sehat dengan hipertensi. Penilaian kepatuhan minum obat menggunakan 8 item Morisky Medication Adherence Scale. Didapatkan 65 sampel dari 81 orang yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok uji berjumlah 33 orang dan kontrol 32 orang yang mendapatkan informasi dalam bentuk leaflet. Umur rata-rata subjek: 61,09 tahun dan terbanyak menderita hipertensi lebih dari lima tahun (56,9%). Hasil penilaian pra intervensi tidak didapatkan perbedaan yang signifikan antara dua kelompok. Hasil pasca intervesi terdapat perbedaan nilai MMAS-8 antara kedua kelompok tetapi profil tekanan darah tidak berbeda. Terdapat perbedaan kepatuhan maupun profil tekanan darah antara pra dan pasca intervensi pada kedua kelompok, kecuali tekanan diastole pada kelompok uji. Motivational interviewing memberikan pengaruh yang positif terhadap peningkatan kepatuhan minum obat penderita hipertensi dan meningkatkan jumlah pasien yang berhasil mencapai target tekanan darah. Kata Kunci: Hipertensi, kepatuhan, konseling, motivational interviewing
Korelasi TNF Alpha dan Interleukin 6 dengan Prognosis Stroke Infark Trombotik Akut Gunawan, Gerry; Sujuti, Hidayat; Purnomo, Hari
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.847 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.04.11

Abstract

Stroke adalah gangguan aliran darah ke otak yang terjadi mendadak dan bertahan dalam waktu lebih dari 24 jam yang dapat menimbulkan kecacatan. NIHHS merupakan alat ukur yang digunakan untuk menilai keluaran dari stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi kadar TNF-α  dan IL-6 serum dengan status neurologis pasien stroke infark trombotik akut yang dinilai dengan skor NIHSS awal, mengetahui korelasi antara tingginya kadar TNF-α dan IL-6 serum dengan perburukan status neurologis pasien stroke infark trombotik akut yang dinilai dengan delta skor NIHSS, mengetahui korelasi antara TNF-α serum dan IL-6 serum pasien stroke infark trombotik akut, dan mengetahui korelasi antara kadar TNF-α  dan IL-6 serum dengan keluaran status neurologis pasien stroke infark trombotik akut yang dinilai dengan skor NIHSS akhir. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan melakukan pengambilan sampel darah dan pengukuran skor NIHSS pada jam ke 30 setelah onset stroke infark trombotik akut serta pengukuran skor NIHSS pada hari ke 10 setelah onset stroke infark trombotik akut. Sampel darah dilakukan pemeriksaan kadar TNF-α dan IL-6 serum dengan metode ELISA. Terdapat korelasi signifikan yang berbanding lurus antara skor NIHSS awal dengan kadar  TNF-α dan IL-6 serum, skor NIHSS akhir dengan kadar TNF-α dan IL-6 serum, kadar IL-6 serum dengan kadar  TNF-α serum. Terdapat korelasi signifikan yang berbanding terbalik antara delta skor NIHSS dengan kadar  TNF-α dan IL-6 serum. Semakin tinggi kadar TNF-α dan IL-6 serum, maka prognosis akan semakin buruk.Kata Kunci: IL-6, NIHSS, prognosis, TNF-α, stroke trombotik
GAMBARAN PROSES KOMUNIKASI DOKTER UGD DALAM TIMBANG TERIMA PERGANTIAN JAM DINAS DI RUMAH SAKIT A Dwi Harjayanti, Nofita; Winarni, Indah; Alamsyah, Arief
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.04.18

Abstract

Komunikasi dalam proses timbang terima saat pergantian jam dinas dokter di Unit Gawat Darurat (UGD) merupakan periode kritis terhadap kontinuitas perawatan pasien.Walaupun telah diketahui bahwa komunikasi tersebutberperan penting dalam pencapaian keselamatan pasien, namun penelitian tentang proses tersebut, terutama di UGD masih sangat sedikit. Penelitian di salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Malang (yang selanjutnya disebut RS A)dilakukan pada kurun waktu Mei 2014 sampai dengan Juni 2014 untuk mendapatkan gambaran komunikasi dokter jaga UGD dalam proses timbang terima, permasalahan yang muncul dari komunikasi tersebut terkait tercapainya keselamatan pasien, serta solusi terhadap permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan melakukan pengamatan terhadap 6 proses timbang terima, wawancara terhadap 7 orang dokter jaga UGD, mempelajari dokumen yang terkait dengan timbang terima, serta diskusi dengan kelompok dokter jaga UGD RS A. Hasil penelitian menunjukkan bahwaproses komunikasi dokter jaga UGD di RS A saat timbang terima masih sangat beragam, tergantung dari dokter yang melakukan komunikasi. Ketidakseragaman bentuk komunikasi tersebut  dapat menyebabkan kebingungan dokter akan rencana tindak lanjut pasien, sehingga berdampak pada terjadinya kesalahan medis. Diskusi dengan kelompok dokter jaga UGD didapatkan 3 penghalang pelaksanaan komunikasi efektif tersebut, yaitu: tidak ada standar yang digunakan dalam komunikasi timbang terima, tidak ada peraturan tentang timbang terima, dan perbedaan cara dokter berkomunikasi. Solusi awal yang dapat diberikan adalah dengan membuat lembar timbang terima dokter Jaga UGD RS A.Kata Kunci: Keselamatan pasien, komunikasi, timbang terima, Unit Gawat Darurat
Efek Cuka Apel dan Cuka Salak terhadap Penurunan Glukosa Darah dan Histopatologi Pankreas Tikus Wistar Diabetes Zubaidah, Elok
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.04.7

Abstract

Diabetes Melitus merupakan suatu penyakit metabolik yang terjadi karena kelainan sekresi insulin sehingga glukosa dalam darah mengalami peningkatan dan ditandai dengan perubahan progresif terhadap struktur histopathologi sel beta pankreas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pemberian cuka apel dan cuka salak terhadap glukosa darah serta perubahan histopathologi pankreas pada tikus wistar jantan yang telah diinduksi streptozotocin (STZ). Penelitian dilakukan dengan Post Test Only Control Group Design. Tikus dibagi dalam 4 kelompok perlakuan yang terdiri dari 4 ulangan yaitu kelompok normal (P0), kelompok diabetes (P1), kelompok diabetes+cuka apel (P2), dan kelompok diabetes+cuka salak (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cuka salak memiliki kemampuan menurunkan gula darah tikus diabetes sebesar 38,38% lebih tinggi dibanding cuka apel, yakni sebesar 33,07%. Hasil pengamatan histopathologi pangkreas diabetes dengan pemberian cuka salak menunjukkan adanya perbaikan sel endokrin yang menyebar di pulau Langerhans, kondisi sel beta dan sel alfa dalam keadaan relatif baik dibandingkan dengan kelompok diabetes yang diberi cuka apel yang masih ditemukan adanya ruang ruang kosong pada jaringan. Kata Kunci: Cuka apel, cuka salak, histopatologi pankreas, penurunan glukosa darah, tikus diabetes
Efek Ekstrak Etanol Daun Salam terhadap Ekspresi VEGF Podosit Glomerulus Tikus Diabetes Melitus Atabaki, Zulfa; Winarto, Winarto; Kristina, Tri Nur
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.04.1

Abstract

Stres oksidatif pada diabetes melitus meningkatkan ekspresi VEGF podosit glomerulus sehingga menyebabkan disfungsi endotel. Daun salam mengandung antioksidan yang dapat menghambat ekspresi VEGF. Penelitian ini membuktikan  pemberian Ektrak Etanol Daun Salam (EEDS) dapat menurunkan ekspresi VEGF podosit glomerulus tikus Sprague dawley diabetes melitus. Sampel 20  tikus Sprague dawley jantan diabetes melitus dibagi 4 kelompok: Kelompok EEDS (-), kelompok EEDS(+): dosis 150mg/200grBB; 300mg/200grBB; 450mg/200grBB selama 15 hari. Rerata allred score ekpresi VEGF pada kelompok kontrol (1,2±1,09), dosis satu (1,3±1,15), dosis dua (0,50±1,00), dosis tiga (0,00). Analisa Krusskall Wallis menunjukkan tidak ada perbedaan ekspresi VEGF podosit glomerulus diantara masing-masing kelompok (p=0,20). Dosis 450mg/200gr BB dapat menurunkan ekspresi VEGF  walaupun tidak bermakna (p=0,07). Berdasarkan penelitian ini disimpulkan, EEDS  tidak dapat  menurunkan ekspresi VEGF  podosit glomerulus tikus Sprague dawley diabetes melitus.Kata Kunci: Daun salam, diabetes melitus, VEGF podosit glomerulus
Anti-Metastatic Effect of Boiled Garlic Extract on A549 Lung Cancer Cells Line by FAK Mechanism Munawir, AL
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.846 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.04.6

Abstract

According to epidemiological and animal study, the daily intake of garlic have important role in decreasing of cancer prevalence and tumor metastasis. However, mechanism of anti-metastatic of garlic is not fully understood. In the present study, we examined the anti metastatic effect of a brief exposure to boiled garlic extract (BGE) on A549 Lung cancer cells. Cytotoxicity BGE on A549 lung cancer cells was tested using MTT Assay. Migration and invasion scratching wound assay A549 lung cancer cells was tested usingscratching wound assay and agarose dropt explants assay.The growth of A549 lung cancer cell was measured using Colony forming assay. To explore the molecular mechanism and effect of BGE on migration and invasion, western blotting was used to analyze the FAK/Paxillin pathway. We found that BGE inhibits the growth, migration and invasion  of A549 lung cancer cells at 300 µg/mL. Interestingly, BGE inhibits migration and invasion of A549lung cancer cells by decreasing the total of FAK and P-Y397 expression at 6 hours after a brief exposure, but not influence of the paxillin expression. We think the present finding demonstrate a novel anti-metastatic effect of garlic and suggests a certain garlic-derived compounds, BGE may be potential agent for inhibiting migration and invasion through decreasing the total of FAK and P-Y397 expression in the cancer cell.  Keywords: A549 lung cancer cells, boiled garlic extract, FAK mechanism, migration cell
Haemozoin Deposits Influence Fetal Weight of Pregnant Mice Infected by Plasmodium berghei Andari, Desy; Fitri, Loeki E; Mintaroem, Karyono
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.275 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.04.4

Abstract

Low birth weight is commonly attributed to malaria in pregnancy, but the cellular and molecular mechanisms that underlie this are incompletely understood. Many of hormones and cytokines are dysregulated in this case and it alters histological structure of placenta which known as placenta malaria. In the placenta malaria, there is an accumulation of infected erythrocytes, macrophages and malarial pigment (haemozoin). This study was conducted to compare the levels of plasma and placenta interferon-gamma (IFN-γ) and haemozoin deposit in pregnant mice that infected by Plasmodium berghei (treatment group) to the normal pregnant mice (control group) and its association with fetal weight. This in vivo experimental laboratory study used pregnant Balb/c mice which divided to control and treatment group. Placentas were staining with Haematoxylin-Eosin (HE) for haemozoin deposits examination. Plasma and placenta levels of IFN-γ examined with ELISA assay. Levels of IFN-γ were higher in plasma than placenta and slightly higher in treatment group than control group, but the differences were not significant (p>0,05). Fetal weight of treatment group was lower than those of control group (p=0,002) however there was no correlation between fetal weight and plasma as well as placenta levels of IFN-γ (p>0,05). Haemozoin deposit was found only in treatment group and influenced weight of fetuses (Spearman=-0,633, p=0,006). Weights of fetuses are more interfered by haemozoin deposit and seemly not by plasma and placenta levels of IFN-γ during malaria infection.Keywords: Fetal weight, gamma interferon, haemozoin, malaria, placenta
High Level of Plasma Tumour Necrosis Factor-α (TNF- α) in Pregnant Mice Infected with Plasmodium berghei is Strongly Related to Low Level of Hemoglobin but not Related to Fetal Low Weight Yuliyanik, Yuliyanik; Fitri, Loeki E; Sardjono, Teguh Wahju
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.04.3

Abstract

Malaria infection in pregnancy may increase the morbidity and mortality for both mother and fetus. In pregnant women, it can lead to severe anemia, cerebral malaria, pulmonary edema, renal failure and even death, while in the fetus it can cause abortion, premature birth, low birth weight, and fetal death. Elevated levels of tumor necrosis factor-α (TNF-α ) are associated with low birth weight and anemia in pregnant women. This study was conducted to measure the levels of TNF-α in plasma and hemoglobin levels as well as fetal weight to determine the relationship among them in P. berghei infected pregnant mice and normal pregnant mice. Seventeen BALB/c mice used in this study were divided into two groups, those were the study group (9 pregnant mice infected with P. berghei) and control group (8 pregnant mice not infected with P. berghei). Levels of TNF-α were measured using Enzyme Linked Immunosorbent assay (R&D Systems, catalog A00B MT). Hemoglobin levels were determined using flowcytometri, whereas fetal weights were measured with Mettler analytical balance AE 50. T-test statistical analysis showed that the levels of plasma TNF-α in study group were higher than control group (p=0,000). Hemoglobin levels in the study group  were lower than control group (p=0,025). Fetal weights were also lower in fetuses of infected mice than fetuses of uninfected mice (p=0,002). Pearson correlation test showed that increasing plasma levels of TNF-α in infected P. berghei pregnant mice were related with the decreasing levels of Hb, (p=0,020; r=-0,748).  However plasma levels of TNF-α were not associated with the incidence of fetal low weight (p=0,380, and p=0,365). It can be concluded that the increasing levels of TNF-α is associated with decreasing levels of hemoglobin (Hb), but not associated with fetal low weight.Keywords:  Birth weight, hemoglobin, Plasmodium berghei, Tumour Necrosis Factor-α (TNF- α)
Penurunan Luaran Neurodevelopmental pada Sepsis Neonatal terjadi melalui Peningkatan IL- 6 dan bukan TNF-α Aminingrum, Rahmawati; Ariani, Ariani; ES, M Istiadjid
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.04.10

Abstract

Bayi yang mengalami gangguan pada masa prenatal, natal dan paska natal mempunyai risiko tinggi untuk mendapatkan hambatan tumbuh kembang secara optimal dibandingkan bayi lainnya. IL-6 dan TNF-α merupakan salah satu sitokin yang diproduksi saat terjadi sepsis dan mempunyai peranan pada perkembangan otak sebagai sinyal proinflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sepsis terhadap luaran neurodevelopmental, melalui peningkatan kadar IL-6 dan TNF α. Dua puluh neonatus yang memenuhi kriteria sepsis pada ruang perinatologi RSSA dimasukkan dalam subjek penelitian, diukur kadar IL-6 dan TNF-α saat sepsis neonatal dengan menggunakan metode ELISA, dan dinilai perkembangannya pada usia 9 bulan dengan menggunakan Bayley 3. Analisis data diolah dengan menggunakan PLS untuk menentukan pengaruh sepsis neonatal terhadap luaran neurodevelopmental. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan IL-6 dan TNF-α pada sepsi dan penurunan luaran neurodevelopmental usia 9 bulan terutama pada aspek kognitif diikuti motorik, dan bahasa, namun tidak didapatkan pengaruh bermakna pada peningkatan TNF-α dengan luaran neurodevelopmental. Dapat disimpulkan bahwa sepsis neonatal dapat berpengaruh pada luaran neurodevelopmental usia 9 bulan melalui peningkatan IL-6 dan bukan TNF-α. Kata Kunci: IL-6, neonatal sepsis, neurodevelopmental outcome, TNF-α

Page 1 of 2 | Total Record : 18