cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 29, No 3 (2016)" : 13 Documents clear
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang: Apa Kendala Pelaporannya? Donosepoetro, Imelda Fitria; Rini, Nurul Sri Hidayati; Hakim, Lukman
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.411 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.03.6

Abstract

Program pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) merupakan salah satu tolok ukur mutu pelayanan rumah sakit yang diukur secara berkala oleh komite PPI. Studi pendahuluan menunjukkan capaian indikator mutu komite PPI di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat tahun 2014 masih di bawah standar. Capaian tahun 2015 sudah sesuai target tetapi masih ditemukan banyak kendala dalam pencatatan dan pelaporan form. Kendala tersebut yaitu belum semua ruangan menyerahkan laporan rutin setiap bulannya paling lambat tanggal 10. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh sosialisasi pencatatan dan pelaporan form PPI terhadap dampak pengembalian form PPI ke IPCN, untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menentukan faktor yang mempengaruhi ketidaktepatan pengembalian pelaporan form PPI di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan membandingkan hasil pre dan post sosialisasi, wawancara tidak terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan angka pengembalian form pelaporan PPI yang kurang bermakna (dari 64,29% menjadi 67,86%). Dari hasil wawancara pada 25 ruangan rawat inap didapatkan penyebab terbesar karena komponen pelaporan form PPI terlalu banyak. Penyederhaan form yang diikuti dengan pelatihan dan monitoring evaluasi berkelanjutan disarankan sebagai solusi definitif untuk meningkatkan kinerja pelaporan infeksi di rumah sakit.Kata Kunci: Infection Prevention and Control Nurse (IPCN), pencegahan dan pengendalian infeksi, PPI, sosialisasi pencatatan dan pelaporan form PPI
Pengukuran Kinerja Unit Pemasaran RSI Unisma Malang Menggunakan Balanced Scorecard Rahmayanti, Fida; David, David; Sarwiyata, Tri Wahyu
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.03.13

Abstract

Berdasarkan analisis akar masalah didapatkan bahwa rendahnya pilihan pasien terhadap RSI Unisma Malang salah satunya disebabkan karena kinerja unit pemasaran dinilai kurang efektif. Oleh karena itu perlu dilakukan pengukuran kinerja unit pemasaran di RSI Unisma Malang. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja unit yaitu dengan balanced scorecard. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui skor atau penilaian kinerja unit pemasaran menggunakan balanced scorecard. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja unit pemasaran RSI Unisma Malang adalah cukup. Hasil pengukuran pada perspektif keuangan mencapai skor 1 yang artinya kinerja unit pemasaran pada perspektif keuangan telah mencapai prestasi diatas standar. Standar yang dimaksudkan adalah capaian yang diharapkan pada masing-masing indikator yang ditetapkan. Pada perspektif pelanggan mendapatkan skor -1 yang artinya kinerja unit pemasaran berdasarkan perspektif pelanggan belum sesuai standar. Pada perspektif proses bisnis internal, tahap inovasi sudah memenuhi target pencapaian bahkan melebihi target sehinga mendapatkan skor 1. Pada tahap operasi sebagian besar mendapat skor 0, namun terdapat satu indikator yang hanya mendapat skor -1. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja unit pemasaran pada perspektif ini sebagian belum sesuai standar. Pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan mendapatkan nilai puas pada indikator kepuasan karyawan sehingga mendapat skor 1, sedangkan pada retensi karyawan mendapatkan mendapat skor 0 yang berarti sesuai dengan standar, dan untuk pelatihan karyawan mendapatkan skor -1 yang berarti dibawah standar.Kata Kunci: Balanced scorecard, pengukuran kinerja, unit pemasaran 
KEBIJAKAN SISTEM PENYIMPANAN OBAT LASA, ALUR LAYANAN, DAN FORMULIR UNTUK MENCEGAH DISPENSING ERROR Pitoyo, Achmad Zani; Hariyanto, Tuti; Yuliansyah, Navis; Mauludiyah, Indah
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.355 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.03.1

Abstract

Kejadian Nyaris Cedera (KNC) yang disebabkan oleh dispensing error pada instalasi farmasi RS di tempat studi terjadi pada dua bulan berturut-turut pada Januari dan Februari 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi akar masalah dispensing error tersebut sehingga terjadi KNC, identifikasi alternatif-alternatif solusi, pemilihan solusi dan implementasi solusi yang terpilih. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan menggunakan bauran metode yang melewati tahapan-tahapan diagnosa, recconnaissance, rencana tindakan, tindakan, dan evaluasi. Diagnosa masalah adalah KNC yang disebabkan oleh dispensing error. Tahap recconnaissance dilakukan dengan mengumpulkan data melalui wawancara, diskusi kelompok terarah, pengamatan, dan telaah dokumen. Wawancara tidak terstruktur melibatkan 6 orang terdiri dari manajer, dokter, dan staf. Diskusi kelompok terarah melibatkan pimpinan rumah sakit, jajaran manajemen, dan kepala instalasi farmasi. Observasi dilakukan terhadap fasilitas fisik dan layanan resep. Hasil analisis data dituangkan dalam bentuk bagan tulang ikan. Faktor akar penyebab masalah terjadinya dispensing error adalah belum terformulasikannya kebijakan yang kemudian berdampak pada klaster masalah individu, tim, fasilitas, proses layanan, dan komunikasi. Jalan keluar utama dari berbagai penyebab akar permasalahan tersebut adalah formulasi kebijakan. Formulasi kebijakan menciptakan perbaikan pada prosedur layanan farmasi rawat jalan yang meliputi penerapan prinsip penyimpanan obat LASA, dan alur layanan farmasi rawat jalan yang berfokus pada pencegahan dispensing error meliputi perbaikan alur layanan mulai dari prosedur peresepan, penerimaan resep, penyiapan, etiketing, komunikasi informasi dan edukasi (KIE) obat sampai dengan prosedur penyerahan obat. Prosedur tersebut dapat diterima oleh instalasi farmasi sebagai prosedur pencegahan KNC. Kata Kunci: Kejadian nyaris cedera, kesalahan penyiapan obat, penelitian tindakan
Faktor yang Mempengaruhi Pemahaman Kepala Ruang Rawat Inap tentang Pelaporan Kinerja Utilitas Bangsal di Rumah Sakit Riskiyah, Riskiyah; Harijanto, Tatong; Noor, Viva Maiga Mahliafa
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.03.11

Abstract

Pelaporan kinerja rawat inap merupakan komponen penting dalam evaluasi dan perencanaan rumah sakit. Studi pendahuluan menunjukkan rendahnya kinerja pelaporan rawat inap oleh kepala ruang karena lemahnya pemahanan tentang cara penghitungan dan pelaporan indikator kinerja rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari faktor-faktor yang mempengaruhi pemahaman kepala ruang rawat inap dalam menghitung dan melaporkan indikator kinerja efisiensi ruang, mengidentifikasi solusi dan evaluasi dampak solusi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara tidak terstruktur kepada kepala bidang keperawatan, 5 kepala ruang serta 3 perawat di rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala ruang rawat inap tidak mengetahui apa saja indikator efisiensi rumah sakit dan definisinya, perhitungan kinerja bangsal tidak terdeskripsikan dalam Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) kepala ruang, tidak ada panduan cara menghitung indikator efisiensi rumah sakit khususnya BOR (Bed Occupancy Rate) di unit rawat inap, belum ada kebijakan dari rumah sakit untuk kepala ruang rawat inap melaporkan kinerja efisiensi ruangan perbulan/pertahun, belum ada sosialisasi dan pelatihan, tidak adanya evaluasi kinerja manajemen bangsal setiap bulan dari rumah sakit. Alternatif solusi yang dipilih rumah sakit untuk mengatasi semua penyebab adalah sosialisasi dan pelatihan tentang perhitungan indikator kinerja ruang kepada petugas rumah sakit. Dampak dari sosialisasi tersebut adalah para kepala ruangan dapat menghitung dan melaporkan indikator kinerja efisiensi dimasing-masing ruangan. Dapat disimpulkan lemahnya pemahaman kepala ruang tentang indikator kinerja karena tidak adanya pelatihan dan panduan yang disebabkan tidak ada dukungan kebijakan dan anggaran.Kata Kunci: Indikator efisiensi rumah sakit, kepala ruang, pemahaman, rawat inap
Pengembangan Jenjang Karir sebagai Strategi Mengelola Ketidakpuasan Kerja Perawat di Rumah Sakit Hardjanti, Indra Wahju; Faramita, Nanditya Ika; Hartojo, Hartojo
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.03.9

Abstract

Kepuasan kerja perawat yang kurang dan angka turnover perawat yang tinggi di RS tempat studi merupakan suatu masalah yang memerlukan perhatian dari manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) agar tidak menjadi penyebab rendahnya mutu pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, menganalisa dan menentukan solusi dari faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja perawat di RS ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan cara survei menggunakan kuesioner, wawancara, dan diskusi. Analisis terhadap faktor yang paling mempengaruhi kepuasan kerja perawat di RS ini dilakukan melalui diskusi dengan anggota lima belas orang yang terdiri dari kepala ruangan dan kepala bagian keperawatan. Hasil diskusi menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap kepuasan kerja perawat adalah belum adanya program pengembangan karir di RS ini. Solusi untuk meningkatkan kepuasan kerja perawat di RS ini adalah merancang program pengembangan karier dengan membuat tool pengembangan jenjang karir perawat berdasarkan kompetensinya.Kata Kunci: Jenjang karir, kepuasan kerja perawat
Persepsi Pasien terhadap Bauran Pemasaran Rumah Sakit dan Pilihan Rumah Sakit retnaningtyas, sri; utami, endah woro; Hasyim, Mafrurrochim
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.03.12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran persepsi pasien terhadap bauran pemasaran menurut pilihan utama pasien rawat inap. Jenis penelitian deskriptif dengan sampeI 36 responden yang dipilih secara accidental sampling. Penelitian dilakukan di unit rawat inap Kelas I, Kelas II, Kelas III dan Kelas VIP di RS Syuhada' Haji selama 3 hari. Variabel yang diukur meliputi bauran pemasaran yaitu: produk, lokasi, karyawan, proses, tarif, promosi, dan lingkungan fisik serta penialaian umum dan pilihan utama pelayanan. Hasil menunjukkan persepsi positif pada bauran produk, proses, tarif, dan keahlian namun pada aspek lokasi, promosi, serta penampilan fisik dianggap kurang. Responden juga sebagian besar menyatakan rumah sakit ini sebagai pilihan utama dan menganggap pelayanan yang diberikan adalah terbaik. Tabulasi silang menunjukkan pada responden yang menjadikan rumah sakit ini sebagai pilihan utama cenderung memberikan penilaian yang lebih tinggi pada semua aspek bauran pemasaran dibandingkan yang menyatakan bukan sebagai pilihan utama. Temuan ini mengindikasikan bahwa bauran pemasaran dapat menjadi faktor yang menjadi pertimbangan pasien ketika memilih rumah sakit.Kata Kunci: Bauran pemasaran, pilihan rumah sakit, persepsi pasien
Penyebab dan Solusi Lama Waktu Tunggu Pelayanan Obat di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Faramita, Nanditya Ika; Wiyanto, Satra
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2084.453 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.03.2

Abstract

Waktu tunggu pelayanan obat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien. Tahun 2013 kepuasan pasien terhadap waktu tunggu pelayanan obat di Instalasi Farmasi Rawat Jalan (IFRJ) Rumah Sakit X sebesar 57,7%, menurun dari tahun sebelumnya yaitu 85%. Berdasarkan hasil studi pendahuluan, diketahui bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan obat di IFRJ adalah 66 menit, lebih rendah dari Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang ditetapkan. Hal ini mengindikasikan bahwa pelayanan obat di IFRJ belum maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor penyebab dan menemukan solusi atas permasalahan waktu tunggu pelayanan obat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan melakukan analisa alur pelayanan, observasi, wawancara, dan diskusi grup. Pencarian akar masalah dilakukan melalui Fokus Grup Diskusi (FGD) dengan peserta petugas IFRJ dan Manajer Penunjang Medis. Hasil penelitian menunjukkan adanya penumpukan resep pada petugas entri IFRJ. Hal tersebut disebabkan resep dokter belum sesuai dengan kebijakan obat RS, banyaknya obat racikan, petugas farmasi juga berperan sebagai customer service, dan kesulitan pemenuhan SDM. Berdasarkan daftar permasalahan tersebut dilakukan analisa “5 Why” dan brainstrorming untuk menemukan akar masalah. Akar masalah yang ditemukan adalah komunikasi yang kurang efektif antara staf IFRJ dengan staf medis. Solusi yang disepakati yaitu membentuk tim untuk menjembatani komunikasi antara staf IFRJ dan staf medis. Terbentuknya tim ini diharapkan dapat memperbaiki komunikasi antara staf IFRJ dan staf medis sebagai upaya perbaikan waktu tunggu pelayanan obat di IFRJ.Kata Kunci: Farmasi rawat jalan, waktu tunggu
Pengaruh Implementasi Standar Prosedur Operasional Pengembalian Rekam Medis di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang Devi, Silvia Shinta; Rini, Nurul Sri Hidayati; Hakim, Lukman
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.03.5

Abstract

Rekam medis adalah berkas berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Rekam medis merupakan bagian penting dalam klaim asuransi kesehatan. Permasalahan yang dihadapi oleh RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat adalah keterlambatan pengembalian dokumen rekam medis rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak sosialisasi Standar Prosedur Operasional (SPO) Pengembalian Rekam Medis terhadap waktu keterlambatan pengembalian dokumen rekam medis di instalasi rawat inap RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik menggunakan metode intervensi pre dan post eksperimental pada 314 dokumen rekam medis di 18 ruangan rawat inap RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat selama kurun waktu dua minggu sebelum dan sesudah sosialisasi dilaksanakan. Intervensi instrumen berupa sosialisasi SPO pengembalian rekam medis 1 x 24 jam setelah selesai pelayanan dengan menggunakan poster. Instrumen penelitian berupa laporan bagian assembling Instalasi Rekam Medis di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat. Analisis keterlambatan pengembalian dokumen rekam medis ini menggunakan perhitungan statistik uji t test berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan jumlah dokumen rekam medis yang terlambat setelah selesai pelayanan rawat inap dari rerata 38,60±32,40 menjadi 19,82±30,83 dokumen dan rata–rata hari keterlambatan dari rerata 1,24±1,21 menjadi 0,62±0,22 hari. Pengaruh sosialisasi SPO memberikan pengaruh signifikan terhadap jumlah rekam medis yang terlambat dan tidak berpengaruh signifikan terhadap hari keterlambatan rekam medis rawat inap.Kata Kunci: Keterlambatan, rekam medis, SPO
Unit Stroke di Rumah Sakit: Arti Penting dan Model Pelayanan Ekayani, Ni Putu; Estiningsih, Agnes Widayu; Irbantoro, Dolly
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.03.7

Abstract

Pentingnya pelayanan rehabilitasi medik dan tingginya kasus stroke mendorong kajian pengembangan unit stroke di rumah sakit. Tujuan studi ini adalah mengidentifikasi arti penting unit stroke dan model pelayanannya di rumah sakit. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif eksploratif untuk menggali pendapat stakeholder internal tentang arti penting dan alur model pelayanan unit stroke. Teknik pengumpulan data dengan wawancara tidak terstruktur pada semua komponen yang terlibat dalam pelaksanaan pelayanan di unit stroke meliputi wakil direktur pelayanan, dokter neurologi, kepala perawat intensive care unit (ICU), perawat mahir stroke, kepala perawat instalasi gawat darurat (IGD), dan dokter rehabilitasi medik RS Baptis Batu. Wawancara dilakukan selama satu minggu dari tanggal 21-25 September 2015 untuk menggali pendapat stakeholder internal mengenai rencana pengembangan unit stroke, alur pelayanannya, sumber daya yang diperlukan, dan hal lain yang terkait dengan pengembangan unit stroke di RS Baptis Batu. Berdasarkan hasil wawancara didapatkan bahwa semua staf yang terkait siap untuk mendukung rencana pengembangan unit stroke di RS Baptis Batu. Unit stroke merupakan unit pelayanan komprehensif pasien stroke yang dilakukan oleh tim multidisipliner serta kombinasi terapi untuk perawatan akut dan rehabilitasi dini. Unit stroke tersebut melayani pasien stroke fase akut. Setelah pasien melewati fase akut maka pasien stroke akan dipindahkan ke ruang perawatan biasa dan dipersiapkan juga perawatan khusus pasien stroke untuk perencanaan saat pasien pulang (discharge planning). Perlu dilakukan studi kelayakan terkait dengan manajemen, fasilitas, sumber daya manusia (perawat dan tim multidisipliner), serta pembiayaan unit stroke di RS Baptis Batu.Kata Kunci: Alur pelayanan, tim multidisipliner, unit stroke
Faktor-Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang Nurhaidah, Nurhaidah; Harijanto, Tatong; Djauhari, Thontowi
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.03.4

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu sarana pelayanan kesehatan yaitu dengan meningkatkan mutu pelayanan rekam medis meliputi kelengkapan, kecepatan dan ketepatan dalam memberikan informasi untuk kebutuhan pelayanan kesehatan. Rekam medis yang lengkap dan akurat dapat digunakan sebagai referensi pelayanan kesehatan, dasar hukum (medico legal), menunjang informasi untuk meningkatkan kualitas medis, riset medis dan dijadikan dasar menilai kinerja rumah sakit. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang penyebab ketidaklengkapan pengisian rekam medis rawat inap di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (RS UMM). Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan cara studi dokumen, wawancara dan observasi. Studi dokumen dilakukan pada 40 rekam medis rawat inap yang belum dilakukan assembling, sedangkan wawancara dilakukan kepada petugas terkait untuk mengetahui faktor-faktor penyebab ketidaklengkapan dokumen rekam medis. Observasi dilakukan untuk melengkapi data hasil wawancara. Hasil studi dokumen pada 40 dokumen rekam medis rawat inap didapatkan bahwa jumlah rekam medis yang tidak diisi lengkap adalah 100%, dengan presentasi ketidaklengkapan yang paling banyak adalah dari dokter. Hasil wawancara dan observasi ditemukan tidak adanya kebijakan, panduan dan SPO pengisian rekam medis, kesadaran dokter untuk mengisi rekam medis kurang, tidak adanya data ketidaklengkapan rekam medis, sistem monitoring dan evaluasi rekam medis tidak efektif dan alur berkas rekam medis rawat inap yang tidak sesuai dengan standar. Sebagai solusi untuk meningkatkan kelengkapan pengisian rekam medis yaitu dengan membuat kebijakan, panduan dan SPO tentang pengisian rekam medis.Kata Kunci: Ketidaklengkapan pengisian rekam medis

Page 1 of 2 | Total Record : 13