cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 822 Documents
Pemberian Nutrisi Enteral Kaya Albumin pada Penderita Fistula Enterokutan Soemarko, M.
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 18, No 1 (2002)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1441.183 KB)

Abstract

Latar Belakang: Didapatkan insidens yang tinggi dari kasus-kasus malnutrisi pada penderita yang opname untuk pembedahan gastrointensinal. Malnutrisi mempunyai hubungan yang jelas dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas pasca pembedahan besar. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pemberian nutrisi enteral kaya albumin dengan perubahan status gizi dan perbaikan klinis pada para penderita dengan komplikasi fistula enterokutan. Metode: Suatu studi observasional pada penderita perioperatif di RS Saiful Anwar Malang dalam jangka waktu 7 tahun. Dari seleksi didapatkan 12 penderita fistula enterokutan low output, 9 pria dan 3 wanita, usia antara 15 tahun- 30 tahun dilaporkan. Dilakukan pemberian nutrisi enteral dini yang mengandung kadar albumin yang tinggi. Diberika secara progresif bertahap naik sampai 25kcal/kg/hari. Hasil: Penutupan fistula secara spontan terjadi pada semua penderita. Kadar albumin serum meningkat secara bermakna ke harga normal (p=0,0001). Kesimpulan: Pemberian nutrisi enteral standar RS yang diperkaya dengan albumin dapat ditoleransi dengan baik dan secara bermakna merupakan alternatif terhadap nutrisi parenteral.
GANGGUAN KESEIMBANGAN ELEKTROLIT SESUDAH KEMOTERAPI INDUKSI REMISI PADA ANAK DENGAN LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT Nugroho, Susanto
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.713 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2010.026.01.11

Abstract

ABSTRAKGangguan keseimbangan elektrolit sering di jumpai pada leukemia limfoblastik akut pada anak karena proses leukemia, infiltrasi organ dan kematian sel akibat efek samping obat sitotoksik. Dari berbagai gangguan tersebut, gangguan keseimbangan elektrolit (hiperkalemi, hiperfosfatemi dan hipokalsemi) juga hyperuricemia dan azotemia paling sering ditemukan. Meskipun tidak mengancam jiwa, gangguan ini berpotensi menyebabkan efek kardiotoksi akibat kemoterapi seperti kematian mendadak karena aritmia malignant. Studi retrospektif ini dilakukan untuk mengevaluasi perubahan level serum elektrolit (potasium, kalsium, dan fosfor), asam urat dan ureum pada anak dengan ALL dan menerima induksi remisi kemoterapi menggunakan protokol Indonesia ALL-2006. Subjek penelitian adalah 34 anak dengan kasus baru ALL yang menerima remisi induksi kemoterapi. Terdapat peningkatan signifikan level serum potasium (p=0,035) dan fosfor (p=0,039), sebaliknya terdapat penurunan signifikan kadar calcium serum (p=0,008). Disamping itu juga ditemukan peningkatan kadar asam urat dan ureum serum tetapi tidak signifikan. Dapat disimpulkan bahwa induksi remisi kemoterapi menggunakan protokol ALL 2006 dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit.Kata Kunci : A  ketidakseimbangan elektrolit, leukemia limfoblastik akut nak, kemoterapi,
HUBUNGAN ANTARA HBA1C DAN KADAR LIPID SERUM DENGAN DERAJAT BERAT RETINOPATI DIABETIKA Refa, Safaruddin; Dewi, Nadia Artha
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 21, No 3 (2005)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.154 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2005.021.03.6

Abstract

Diabetic retinopathy is a leading cause of blindness in industrial world and is rapidly becoming an important cause in developing countries. Many factors related with theseverity of diabetic retinopathy, such as HbA1c and serum lipid. The study wants to know whether those factors have any  correlation with the severity of diabetic retinopathy or not. The objective this study was to determine the correlation between HbA1c and serum lipid with the severity  of diabetic retinopathy. An analytic cross sectional observational research had been done at Saiful Anwar hospital. The samples (diabetic retinopaty patients) were taken with consecutive sampling. These patient underwent funduscopy, fundus photography, laboratory examination including HbA1c, serum lipid (total serum cholesterol, LDL, HDL, triglycerides), and blood glucose. These patient were questioned about risk factors previously determined by the authors. The laboratory findings were thease are compared to the severity of diabetic retinopathy.
Kualitas Hidup Anak dengan Penyakit Jantung Ariani, Ariani; Novira, Rina Yuda; Yosoprawoto, Mardhani
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.922 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2012.027.01.10

Abstract

Anak-anak dengan  penyakit  kronis  memiliki risiko  lebih  tinggi  mengalami  gangguan  kualitas  hidup  dibandingkan  anak sehat.  T ujuan dari penelitian ini  adalah  untuk  menilai kualitas  hidup anak  dengan  penyakit  jantung  menggunakan  PedsQL (Pediatrics  Quality  of  Life).  Sampel  dipilih  secara  konsekutif  diperoleh  dari  semua  anak  dengan  penyakit  jantung  berusia  2-18 tahun, yang dirawat di Rumah Sakit Umum Dr . Saiful Anwar dari periode Januari sampai Maret 2012. Semua pasien dengan  kondisi medis komorbid atau  dengan  gangguan  perkembangan  saraf  dieksklusi  sehingga  didapatkan  sampel  pada usia 2-4 tahun, PedsQL memiliki skor terendah pada kecemasan (50,0±39,03). Pada usia 5-7 tahun, nilai terendah adalah fungsi  dari  komunikasi,  sementara  berdasar  laporan  orangtua,  skor  rendah  pada  masalah  kecemasan  kontrol  dan ketakutan  saat  mengambil  obat.  Pada  usia  8-12  tahun,  skor  terendah  pada  kemampuan   pasien  dalam  melakukan  aktivitas fisik.  Pada  usia  13-18  tahun,  skor  terendah  pada  masalah  kognitif  konsentrasi  dan  kemampuan  belajar .  Tidak  ada perbedaan  signifikan  kualitas  hidup  pasien  menurut umur  dan  jenis  penyakit  jantung.  Ada  perbedaan  yang  signifikan antara jenis penyakit jantung (bawaan atau diperoleh) dengan status gizi pasien (p=0,03). Kualitas hidup pasien dengan penyakit  jantung  lebih  rendah  daripada  populasi  normal  karena  gangguan  fisik  dan  psikososial  fase  negara  kronis.Kata  Kunci:  Anak,  kualitas  hidup,  penyakit  jantung
Pengembangan Instrumen Penilaian Kualitas Layanan Rumah Sakit Kartikasari, Dwi; Dewanto, Aryo; Saleh, Maya Syahria
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.14

Abstract

Pengukuran kualitas pelayanan secara berkala merupakan titik masuk dalam peningkatan mutu berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian kualitas layanan. Instrumen dikembangkan berdasarkan kuesioner kualitas layanan yang disusun oleh Padma yang selanjutnya dianalisis untuk melihat faktor pembentuk dimensi kualitas layanan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner delapan dimensi kualitas layanan yang diukur berdasarkan persepsi pasien menggunakan skala Likert 5 poin. Kuesioner diberikan pada 84 pasien di Instalasi Rawat Jalan, Instalasi Rawat Inap dan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Analisis data menggunakan Confirmatory Analysis Factor (CFA ) dengan uji kecukupan sampel KMO MSA>0,50 pada semua dimensi dengan signifikasi bartlett test 0,00 (Sign<0,05). Ekstraksi dan rotasi faktor dilakukan hingga terbentuk satu komponen pada satu dimensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 8 dimensi kualitas layanan yang terdiri 59 item pernyataaan, setelah dilakukan analisis menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan loading factor diatas 0,50, menghasilkan 3-7 item pada masing-masing dimensi sehingga didapatkan 37 item. Dimensi infrastruktur dibentuk oleh 5 item, kualitas personil dibentuk oleh 6 item, proses perawatan klinis dibentuk oleh 4 item, prosedur administrasi dibentuk oleh 4 item, indikator keselamatan pasien dibentuk oleh 3 item, citra rumah sakit dibentuk oleh 5 item, tanggung jawab sosial dibentuk oleh 3 item, dan kepercayaan terhadap rumah sakit dibentuk oleh 7 item.Kata Kunci: Kepuasan pasien, kualitas layanan rumah sakit, kuesioner
Haemozoin Deposits Influence Fetal Weight of Pregnant Mice Infected by Plasmodium berghei Andari, Desy; Fitri, Loeki E; Mintaroem, Karyono
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.275 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.04.4

Abstract

Low birth weight is commonly attributed to malaria in pregnancy, but the cellular and molecular mechanisms that underlie this are incompletely understood. Many of hormones and cytokines are dysregulated in this case and it alters histological structure of placenta which known as placenta malaria. In the placenta malaria, there is an accumulation of infected erythrocytes, macrophages and malarial pigment (haemozoin). This study was conducted to compare the levels of plasma and placenta interferon-gamma (IFN-γ) and haemozoin deposit in pregnant mice that infected by Plasmodium berghei (treatment group) to the normal pregnant mice (control group) and its association with fetal weight. This in vivo experimental laboratory study used pregnant Balb/c mice which divided to control and treatment group. Placentas were staining with Haematoxylin-Eosin (HE) for haemozoin deposits examination. Plasma and placenta levels of IFN-γ examined with ELISA assay. Levels of IFN-γ were higher in plasma than placenta and slightly higher in treatment group than control group, but the differences were not significant (p>0,05). Fetal weight of treatment group was lower than those of control group (p=0,002) however there was no correlation between fetal weight and plasma as well as placenta levels of IFN-γ (p>0,05). Haemozoin deposit was found only in treatment group and influenced weight of fetuses (Spearman=-0,633, p=0,006). Weights of fetuses are more interfered by haemozoin deposit and seemly not by plasma and placenta levels of IFN-γ during malaria infection.Keywords: Fetal weight, gamma interferon, haemozoin, malaria, placenta
Pengembangan Jenjang Karir sebagai Strategi Mengelola Ketidakpuasan Kerja Perawat di Rumah Sakit Hardjanti, Indra Wahju; Faramita, Nanditya Ika; Hartojo, Hartojo
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.03.9

Abstract

Kepuasan kerja perawat yang kurang dan angka turnover perawat yang tinggi di RS tempat studi merupakan suatu masalah yang memerlukan perhatian dari manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) agar tidak menjadi penyebab rendahnya mutu pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, menganalisa dan menentukan solusi dari faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja perawat di RS ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan cara survei menggunakan kuesioner, wawancara, dan diskusi. Analisis terhadap faktor yang paling mempengaruhi kepuasan kerja perawat di RS ini dilakukan melalui diskusi dengan anggota lima belas orang yang terdiri dari kepala ruangan dan kepala bagian keperawatan. Hasil diskusi menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap kepuasan kerja perawat adalah belum adanya program pengembangan karir di RS ini. Solusi untuk meningkatkan kepuasan kerja perawat di RS ini adalah merancang program pengembangan karier dengan membuat tool pengembangan jenjang karir perawat berdasarkan kompetensinya.Kata Kunci: Jenjang karir, kepuasan kerja perawat
Efikasi Obat Nyamuk Cair Minyak (Oil Liquid) Merk Shelltox, Vape, dan Mafu terhadap Aedes aedypti dan Anopheles aconitus di Laboratorium Boesri, Hasan; Ch.P, Blondie; Widyastuti, Umi
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 18, No 3 (2002)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1238.783 KB)

Abstract

Telah dilakukan uji efikasi dengan menggunakan obat nyamuk cair minyak (oil liquid) merk Shelltox, Vape, dan Mafu terhadap Aedes agypti dan Anopheles aconitus. Pengujian dengan menggunakan alat Glass Chamber dan Peet Grady Chamber dilakukan di Laboratorium Stasiun Penelitian Vektor Penyakit, Salatiga. Berdasarkan uji efikasi obat nyamuk cair minyak (oil liquid) merk Shelltox, Vape, dan Mafu dengan dosis pancaran  mendekati 0,70gr efektif membunuh nyamuk Aedes aegypti dan Anopheles aconitus masing-masing sebanyak 100%.
Perbedaan Kadar Laktat Dehidrogenase (LDH) pada Berbagai Derajat Keparahan Preeklampsia Novara, Tendi; Harini, Ika Murti; Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 4 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.175 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2019.030.04.7

Abstract

Preeklampsia adalah penyakit kehamilan akibat disfungsi plasenta serta merupakan penyebab kesakitan dan kematian maternal maupun perinatal di Indonesia. Laktat dehidrogenase (LDH) adalah enzim intraseluler yang dapat menandai adanya jejas pada sel dan jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar LDH pada berbagai derajat keparahan preeklampsia. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan kasus kontrol. Subjek dibagi menjadi 3 kelompok yaitu normotensi, preeklampsia ringan (PER) dan preeklampsia berat (PEB). Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann Whitney. Hasil penelitian didapatkan perbedaan kadar LDH antara kelompok normotensi dengan PER (p=0,031) dan antara normotensi dengan PEB (p=0,039) dengan kadar LDH pada PEB secara bermakna paling rendah dibandingkan dengan PER dan normotensi.
Profilin Menginduksi Ekspresi TLR-11, Il-6, dan TNF- sebagai Kandidat Prediktor Disfungsi Adiposit akibat Infeksi Toxoplasma Gondii α Sudjari, Sudjari; Indra, M. Rasjad; Susanto, Hendra; Inggarwati, Lulik
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.643 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2010.026.02.5

Abstract

ABSTRAKSindrom metabolik adalah sekelompok faktor risiko yang terdiri dari hipertensi, dislipidemia, gangguan intoleransi glukosa dan obesitas dan memiliki hubungan dengan pathomechanism penyakit jantung. Peran jaringan adiposa pada penyakit menular dan perubahan kualitas adipocyte setelah terpapar patogen belum terungkap. Di sisi lain, prevalensi penyakit infeksi di negara berkembang masih tinggi. Beberapa studi melaporkan bahwa ada hubungan antara infeksi T gondii dan fungsi  jaringan  adiposa.  Profilin  adalah  komponen  membran  T  gondii  yang  dapat  merangsang  ekspresi  sitokin proinflammation IL-12 dan lain sel dendrit melalui pengikatan dengan TLR-11. Ini dapat terjadi pada sel-sel lemak, memicu disfungsi adipocyte yang mengarah ke sindrom metabolik. Penelitian sebelumnya telah menyebutkan bahwa sindrom metabolik  yang  berhubungan  dengan  jaringan  lemak  selalu  disebut  lemak  visceral,  sedangkan  lemak  subkutan  juga berpotensi menjadi patogen. Penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh paparan profilin untuk ekspresi TLR-11, IL-6, dan TNF-dalam kultur jaringan adiposa subkutan yang diukur dengan teknik ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek paparan profilin, dosis 5 15 dan 25 ng / ml peningkatan IL-6, dan TNF-tingkat, tetapi menurun tingkat TLR-11 (p = 0,000). Penelitian ini membuktikan paparan profiling menyebabkan disfungsi adipocyte melalui peningkatan tingkat adipocytokine proinflamasi sebagai patomekanisme sindrom metabolik yang berhubungan dengan jaringan adiposa.Kata Kunci : A  profilin Toxoplasma gondii, TLR-11dipocytokines (IL-6, TNF α), adipose subkutan, disfungsi adiposit,