cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 822 Documents
KEMAMPUAN DARI Lactobacillus plantarum GALUR IS-10506 DAN IS-20506 DALAM MENGHAMBAT AKTIVASI NFkB, MEREGULASI TURUN TNF-RECEPTOR 1 (TNF-R1) DAN OPOPTOSIS PADA BRUSH SEL EPITEL BORDER Rattus novergicus YANG DIINDUKSI LPS Kusuma, Titis Sari; Riawan, Wibi; Gunadi Ranuh, I Gusti Made Reza; S. Surono, Ingrid
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 24, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1953.998 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2008.024.01.3

Abstract

Probiotic bacteria have a beneficial effect on diarrhea. In this study, we have examined effect of Lactobacillus plantarum Strain IS-10506 (LIS-10506) and IS-20506  (LIS-20506) on inhibition of NFκB activation, downregulation TNF Receptor-1 (TNF-R1) and Apoptosis in Epithelial Brush Border of Rattus novergicus induced with LPS. On the first day, LPS was inducedto Rattus novergicus per oral. At the 3rdday, Lactobacillus plantarum Strain IS-10506 and LIS20506 separately were supplemented for 7 days (the 3rdday up to the 9thday). Rat was sacrificed after anaesthetizing with ether to assess NFκB activation, TNFR1 and apoptosis. Result showed the decreases of activation NFκB in LIS-10506 group as well as in LIS-20506 group, significantly different, in NFκB activation at group with only LPS (average 14.33+4.509) compared to group with LIS-10506 induction (average 2.00+1.732)and LIS-20506 induction (average 1.33+1.528), at p( p<0.000). Downregulation of TNF-R1 was significant  at LPS group compared to LIS-10506 induction as well as LIS-20506 induction. The index of apoptosis showed significant of degradation (p<0.000) after induced by LIS, where LPS group (14.67+2.517), LIS-10506 induction (6.33+2.309) and LIS-20506 induction (6.00+3.000). As a conclusion, supplementation of LIS-10506 and LIS-20506 separately will inhibit theNFκB activation, and although the mechanism was not sure, what by significant degrade the expression TNF-R1( as ekuivalen of activity TNFα), and the mentioned give the implication that happened by the degradation of occurence apoptosis at cell of epitel bush border intestine.
Model Matematika pada Proses Hematopoiesis dengan Perlambatan Proses Proliferasi Pagalay, Usman; Ambarsari, Anita
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1317.354 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.02.11

Abstract

Proses produksi sel darah (hematopoiesis) pada kondisi normal diformulasikan dalam bentuk sistem persamaan diferensial nonlinier dengan waktu perlambatan. Waktu perlambatan menunjukkan durasi atau waktu yang diperlukan sel punca berada pada fase proliferasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model matematika pada proses  produksi sel darah meliputi analisis titik tetap dan perilaku populasi sel punca hematopoietik. Untuk mempelajari perilaku dinamik model, dilakukan dengan mempelajari persamaan karakteristik dari model tersebut. Hasil simulasi numerik menunjukkan bahwa untuk titik tetap nontrivial model mengalami osilasi. Osilasi pada model matematika proses hematopoiesis mengindikasikan bahwa hematopoiesis yang terjadi tidak stabil sehingga nantinya dapat diimplementasikan pada analisa adanya penyakit-penyakit yang mempengaruhi sel darah.Kata Kunci: Hematopoiesis, osilasi, model matematika, waktu perlambatan
Faktor-faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Rekam Medis Dokter di Ruang Rawat Inap RSI Unisma Malang Lihawa, Cicilia; Mansur, Muhammad; S, Tri Wahyu
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.085 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.02.1

Abstract

Ketidaklengkapan pengisian rekam medis di RSI Unisma Malang menggambarkan  pelayanan kesehatan yang diberikan dan  mutu pelayanan rekam medis. Salah satu indikator mutu pelayanan di unit rekam medis adalah kelengkapan pengisian rekam medis setelah pelayanan. Adanya ketidaklengkapan pengisian rekam medis setelah selesai pelayanan di ruang rawat inap RSI Unisma Malang perlu dicari penyebab dan solusinya. Pendekatan deskriptif dilakukan dengan metode studi dokumen, observasi unit pelayanan, dan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas dengan tambahan pertanyaan terbuka untuk saran. Sampel dalam penelitian ini adalah dokter sejumlah 27 orang. Penentuan akar masalah menggunakan diagram fishbone, yang kemudian di tentukan salah satu menjadi prioritas masalah menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, and Growth) dan penetapan solusi dengan tapisan McNamara. Hasil menunjukkan peran faktor susunan form RM yang kurang sistematis dalam ketidaklengkapan pengisian rekam medis. Sebagai solusi untuk meningkatkan kelengkapan pengisian rekam medis  adalah dengan membuat rancangan form rekam medis terintegrasi. Kata Kunci: Dokter, ketidaklengkapan rekam medik, rawat inap
Suplementasi Vitamin D3 Dosis Tinggi Menurunkan Kalsifikasi Tulang Femur pada Janin Mencit Maranatha, Timothy Imanuel; Herdiman, Heddy; Wargasetia, Teresa Liliana
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No. 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2017.029.03.1

Abstract

Kelebihan asupan vitamin D pada mencit yang bunting dapat menyebabkan penurunan massa tulang janin. Penelitian dilakukan untuk mengetahui apakah pemberian suplementasi vitamin D3 dosis tinggi dapat mengganggu kalsifikasi tulang femur janin mencit. Metode eksperimental laboratorium dengan rancangan acak lengkap dilakukan menggunakan lima ekor mencit jantan dan lima ekor mencit (Mus musculus L.) betina galur Swiss Webster berumur 8-12 minggu. Subjek penelitian adalah lima janin mencit dari hasil perkawinan yang hidup. Mencit dibagi ke dalam lima macam perlakuan yaitu KN (kontrol negatif), perlakuan A (13 IU vitamin D3), perlakuan B (13 IU vitamin D3), perlakuan C (13 IU vitamin D3), dan perlakuan D (13 IU vitamin D3). Mencit dikawinkan, kemudian diberi suplementasi sejak usia kebuntingan 11 hari. Pada usia kebuntingan 20 hari, mencit dikorbankan kemudian dilakukan pewarnaan Alizarin Red S terhadap janin. Parameter yang diuji adalah panjang tulang femur janin mencit yang mengalami kalsifikasi setelah diberi perlakuan. Analisis data menggunakan uji Analysis of Varian (ANOVA) satu arah yang dilanjutkan dengan uji Least Significance Different (LSD) dengan α=0,05. Hasil menunjukkan bahwa janin mencit yang diberi vitamin D3 dosis tinggi (kelompok C dan D) memiliki panjang kalsifikasi tulang femur yang berbeda bermakna (p≤0,05) yaitu lebih pendek dibandingkan dengan kontrol negatif, kelompok A, dan kelompok B. Simpulan penelitian adalah pemberian vitamin D3 dosis tinggi menurunkan kalsifikasi tulang femur janin mencit.Kata Kunci: Janin, kalsifikasi tulang, vitamin D3
Model Pelatihan Pembimbing Klinik Berdasarkan Training Need Assesment pada Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang Ahsan, Ahsan
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 19, No 1 (2003)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3170.102 KB)

Abstract

Kemampuan pembimbing klinik harus selalu ditingkatkan melalui berbagai strategi, diantaranya pelatihan dan pengembangan agar kemampuan karyawan sesuai dengan perubahan jaman, perkembangan IPTEK, tuntutan konsumen, meningkatkan kemampuan karyawan dalam pengetahuan, ketrampilan dan sikap serta keahlian yang spesifik guna menjawab tantangan perubahan tersebut. Model pelatihan pembimbiing kliniki dimulai Training Needs Assesment (TNA) agar perubahan yang diinginkan terjadi secara sistematis, guna mencapai tujuan organisasi. Penelitian ini mendesain model pelatihan pembimbing klinik pada PSIK FKUB berdasarkan trining needs assesment dengan maksud melakukan kajian kebutuhan pelatihan pembimbing klinik, mengidentifikasi masalah bimbingan mahasiswa, masalah dalam bimbingan disamping hasil TNA ini dilakukan Focus Group Discussion untuk memberikan dalam pemecahan masalah. Penelitian ini bersifat survei observasional, dengan cross sectional, pengumpulan data dengan quesioner dan hasilnya dilakuakn FGD dengan para pimpinan PSIK dan Rumah Sakit. Responden terdiri pembimbing 47 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan bimbingan, kompetensi yang memberikan bimbingan klinik yang benar. Diperoleh hasil 91,48% responden menyatakan ada masalah pada kinerja pembimbing klinik, (51,06%) karena faktor organisasi, karena kurangnya pelatihan terutama bimbingan dan pelatihan pembimbing klinik (65,95%). Keberhasilan pelatihan akan meningkatkan mutu keperawatan dan mutu bimbingan klinik (55,31%), pembelajaran klinik (57,44%), meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pemecahan masalah. Metode pelatihan on the job training dengan bimbingan (59,57%), pelatihan off the job training dengan studi kasus (59,57%), jumlah peserta 16-20 orang (55,31%), metode diskusi kelompok (63,385). Pelatihan bertempat di RSSA atau Biomedik FKUB, setiap pembimbing klinik dilibatkan aktif mulai perencanaan, proses dan umpan balik hasil penelitian.
Induksi of Porphyromonas gingivalis Meningkatkan Proporsi Endotelin-1 pada Aorta Mencit yang Diinduksi Diet Aterogenik Elyani, Helmin Elyani; Hernowati, Tinny Endang; Sumarno, Sumarno
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 25, No 2 (2009)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.288 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2009.025.02.7

Abstract

One of the risk factor of atherosclerosis is associated with activation of the inflammatory process in infection,as evidence by systemic elevations of molecules such as MCP-1,PAI-1 and ET-1. Recent evidence suggeststhat infectious agents, including those that cause periodontal disease, may also important role inatherosclerosis. The aim of this study was to determine if recurrent intravenous injections with P. gingivalis for14 weeks promotes endothelial smooth muscle ET-1 proportion in aortic mice. Twenty four weeks old mice(n=6 per group for each time point) were divided in two groups, there were normal diet and atherogenic diet,each of them were inoculated intravenously with live P. gingivalis (10 cell/50µl PBS) injections or vehicle (50µl PBS) once per week for 14 weeks. The Immunohistochemistry for aortic ET-1 proportion were performed.The result of RAK with 3 interaction and Tukey test using SPSS 14 for windows showed that at 14 weeks, theET-1 proportion in aortic endothelial cell was higher than in aortic smooth muscle cell.
PENGARUH PEMBERIAN KAPSUL EKSTRAK GARLIK TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH DAN JUMLAH TROMBOSIT PADA PENDERITA PREEKLAMPSI RINGAN Irwanto, Yahya; Wahyudi, Imam; Soewarto, Soetomo
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 20, No 3 (2004)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.327 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2004.020.03.8

Abstract

The objectives is to investigate the efectivity of  extract garlic capsule compared to standart therapytoward the changes of blood presure and thrombocyt level in the mild-preeclampsy patients. This study was a single-blind randomised clinical trial. The subject of study were the mild-preeclampsy pregnant women within 20 – 36 weeks of gestational age whose came to the Poli Hamil RSUD dr. Saiful Anwar. The subject divided into 2 groups, the treatment group received both of the standart therapy of mild-preeclampsy and extract garlic capsule, while the controlling grouponly received the standart therapy of mild-preeclampsy. After 2 weeks, the blood pressure and the trombocyt count was evaluated. Thesystolic blood pressure of the treatment group wasdecrease at average of 10.12 mmHg, from 140.25 ± 5.57 before treatment to 130.12 ± 10.84 mmHg after treatment, while in thecontrololling group there was an increase at average of 5.56 mmHg from 140.44± 6.14 mmHg to 146±13.81 mmHg. The T Test and ANCOVA analyzing showed a significant result (P value were 0.001 and0.0008).
Efek Stres Fisik dan Psikologis pada Kortisol, PGE , BAFF, IL-21, sIgA, dan Candidiasis 2 Vulvovaginal Mustofa, Edy
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.526 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2012.027.01.4

Abstract

Kandidiasis  vagina  dapat  menghasilkan  morbiditas  signifikan  terhadap  kualitas  hidup.  Stresor  dapat  mempengaruhi sistem imun ini melalui efek kerja kortisol, namun mekanismenya masih belum jelas. T ujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  apakah  peningkatan  kadar  kortisol  karena  stres  kronis  akan  meningkatkan  Kandidiasis  vulvovagina  tikus melalui  peningkatan  kadar  PGE   dan  penurunan  kadar  BAFF ,  IL-21,  serta  kadar  sIgA.  Rancangan  penelitian  ini  adalah 2eksperimental  laboratorik  post  test  only  control  group  pada  tikus  betina  Rattus  norvegicus  strain  Wistar .  Tikus  dibagi dalam kelompok kontrol positif dan negatif , kelompok perlakuan 'electric foot shock' dan paparan predator kucing pada tiga  waktu  pengamatan.  Setelah  7,  14  dan  28  hari  (kronis),  dilakukan  pemeriksaan  kadar  kortisol  plasma,  BAFF ,  IL-21,  PGE-2,  sIg  A dengan  ELISA dan   Koloni C.albicans  mukosa dengan  pengecatan  kimia.  Analisis data  diuji menggunakan  uji t  tidak berpsangan, One Way ANOVA,  Kruskal Wallis,  dan analisis jalur .  Hasil pada penelitian ini  menunjukkan bahwa pemberian rangsang  listrik  dan  paparan  predator    selama  7,  14  dan  28  hari  meningkatkan  kadar  kortisol,  PGE2,  jumlah  kandida, jumlah sel radang pada biopsi mukosa vagina, serta menurunkan kadar IL21, BAFF dan sIgA. Analisis jalur menunjukkan stres fisik  dan psikis kronis meningkatkan kortisol yang memiliki efek tidak  langsung  terhadap jumlah  Kandida melalui penurunan BAFF dan IL-21 sebesar -0,565 dan -0,447 yang akan mempengaruhi sIgA sebesar 0,460 dan 0,364 sehingga jumlah  Kandida  meningkat.
Paparan Ultraviolet C Meningkatkan Diameter Pulpa Alba Limpa dan Indeks Mitotik Epidermis Kulit Mencit Makiyah, Sri Nabawiyati Nurul; Iszamriach, Rainy; Nofariyandi, Arie
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.54 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek radiasi sinar ultraviolet C terhadap diameter pulpa alba limpa dan indeks mitotik epidermis kulit mencit. Penelitian eksperimental pada mencit Balb/C, 25 ekor, dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol dan empat kelompok perlakuan dengan pemaparan sinar ultraviolet intensitas 15 (P1), 30 (P2), 60 (P3) dan 120 menit (P4) 2 kali sehari selama 15 hari berturut-turut. Sebelum perlakuan, kulit punggung mencit dicukur. Pada hari ke-16, mencit dikorbankan, diambil organ limpa dan kulit punggungnya untuk dibuat preparat histologi. Data berupa diameter pulpa alba limpa dan indeks mitotik dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil pengukuran diameter pulpa alba limpa pada yang terkecil pada kelompok kontrol yaitu 380,24±61,91 diikuti kelompok P1=437,92±95,59 selanjutnya kelompok P2=480,48±167,55 dan kelompok P3=492,80±138,59 dan yang terbesar pada kelompok P4=586,00±41,77. Hasil pengukuran indeks mitotik epidermis kulit mencit yang terkecil pada kelompok kontrol 9,70±2,27 diikuti kelompok P1=12,2±1,93 selanjutnya kelompok P2=13,64±1,35 dan kelompok P3=27,48±3,65 dan yang terbesar pada kelompok P4=38,2±3,90. Ada perbedaan bermakna diameter pulpa alba limpa (p<0,00) dan indeks mitotik epidermis kulit mencit (p<0,00). Disimpulkan bahwa paparan sinar ultraviolet C meningkatkan diameter pulpa alba limpa dan indeks mitotik epidermis kulit mencit.Kata Kunci: Indeks mitotik, mencit, pulpa alba limpa, ultraviolet C
Anti-Metastatic Effect of Boiled Garlic Extract on A549 Lung Cancer Cells Line by FAK Mechanism Munawir, AL
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.846 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.04.6

Abstract

According to epidemiological and animal study, the daily intake of garlic have important role in decreasing of cancer prevalence and tumor metastasis. However, mechanism of anti-metastatic of garlic is not fully understood. In the present study, we examined the anti metastatic effect of a brief exposure to boiled garlic extract (BGE) on A549 Lung cancer cells. Cytotoxicity BGE on A549 lung cancer cells was tested using MTT Assay. Migration and invasion scratching wound assay A549 lung cancer cells was tested usingscratching wound assay and agarose dropt explants assay.The growth of A549 lung cancer cell was measured using Colony forming assay. To explore the molecular mechanism and effect of BGE on migration and invasion, western blotting was used to analyze the FAK/Paxillin pathway. We found that BGE inhibits the growth, migration and invasion  of A549 lung cancer cells at 300 µg/mL. Interestingly, BGE inhibits migration and invasion of A549lung cancer cells by decreasing the total of FAK and P-Y397 expression at 6 hours after a brief exposure, but not influence of the paxillin expression. We think the present finding demonstrate a novel anti-metastatic effect of garlic and suggests a certain garlic-derived compounds, BGE may be potential agent for inhibiting migration and invasion through decreasing the total of FAK and P-Y397 expression in the cancer cell.  Keywords: A549 lung cancer cells, boiled garlic extract, FAK mechanism, migration cell