cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 822 Documents
Beberapa Variasi PErcabangan Arteris Profunda Femoris di Laboratorium Anatomi Histologi Fakultas KEdokteran Universitas Airlangga Kurniawan, Agung
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 18, No 1 (2002)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1818.72 KB)

Abstract

Dewasa ini terdapat kecenderungan makin meningkatnya insiden kecelakaan lalu lintas yang dapat menyebabkan cedera vaskuler baik ringan maupun berat. Cedera vaskuler berat memerlukan penangan yang cepat dan tepat untuk mencegah timbulnya nekrosis jaringan dan kematian penderita dimana prognosis penderita sangat ditentukan pada waktu penanganan yang akan dilakukan. Semakin cepat penangan trauma vaskuler maka makin baik juga prognosisnya. Salah satu pembuluh darah yang sering mengalami trauma yaitu arteri femoralis beserta percabangannya. Dalam literatur disebutkan adanya variasi percabangan arteri profunda femoris, namun di Indonesia data tentang hal tersebut masih belum didapatkan. Dengan mengetahui prosentase terbanyak pencabangan arteri tersebut dan pengetahuan tentang sistem kolateral disertai penanganan penderita yang cepat dan tepat diharapkan dapat mengetahui insiden nekrosis dan kematian penderita trauma vaskuler. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian deskriptif dengan bahan berupa extremitas inferior sebanyak 24 buah yang terdiri dari 12 extrimitas dextra 12 sinistra. Tidak dibedakan antara yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan yang didapat dari Lab. Anatomi Histologi FK Unair. Kemudian dicari arteri profunda femorisnya diikuti percabangannya lalu diidentifikasi. Selanjutnya digambar pada kertas dan dicocokkan dengan pola percabangan menurut William dkk. Dari penelitian ini didapatkan 4 variasi percabangan arteri profunda femoris. Dari keempat variasi tersebut didapatkan hasil bahwa type A yatu type dimana arteri circumflexa femoris medialis et literalis berasal dari arteri profunda femoris sedang ramus descendennya berasal dari arteri circumflexa femoris literalis mempunyai jumlah terbanyak yaitu sebesar 58,3%.
Keseimbangan Sitokin Th1/Th2 Berperan Dalam Proliferasi Mastosit Jaringan Paru Pasca Pemberian Diet Tinggi Lemak pada Tikus Rosita, Rita; Indra, Muhamad Rasjad; Widjajanto, Edi
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 25, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.411 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2009.025.01.3

Abstract

ABSTRACTAsthma and obesity are prevalent disorders, each with a significant public health impact, and a large andgrowing body of literature suggests an association between the two. The systemic inflammatory milieu inobesity leads to metabolic and cardiovascular complications but this environment alters asthma risk orphenotype is not yet known. Studies that evaluated the effects of leptin and obesity on airway inflammationin response suggest that air way inflammation is enhanced by leptin. Leptin is stimulate a Th1 cytokineprofile and suppresses Th2 cytokine production. Whether resistance to the effects of the lung or on immunefunction is unknown, but such resistance might be expected to polarize to a Th2. The aim of this study isidentify effect of leptin to lung mast cell proliferation via shifting Th1/Th2 balance using diet-induced obesemice. Because there are contradictive between leptin immune function in leptin deficient and obese, tounderstand the effect of leptin in diet-induced obese mice on immune function, lung mast cell proliferationand correlation with IL-4 as represent cytokine Th2 and IL-2 represent cytokine Th1 has been studied.
PENGEMBANGAN DIAGNOSIS TUBERKULOSIS PADA HEWAN KESAYANGAN ANJING MENGGUNAKAN ANTIGEN SPESIFIK Mycobacterium tuberculosisESAT-6 DAN CFP-10 Tjahajati, Ida; Asmara, Widya; Soebono, Hardyanto
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 23, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1627.133 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2007.023.02.1

Abstract

Early diagnosis is one of the important methods to  control tuberculosis because this disease is zoonotic which easily spread through the air. Early detection of tuberculosis in dog is also very important since dog as petanimal have a potency to transfer the disease to human or other animals. The discovery of two specific M.tuberculosisantigens, ESAT06 and CFP-10, provide the opportunity to developa specific diagnostic kit for tuberculosis by using ELISA based on the secretion of IFN-γ. The development of a tuberculosis diagnostic kit based on this molecular biology and immunological method would provide a good alternative method to detect tuberculosis specially, accurately as early as possible. The result of this experiment would provide contribution for the development of health science and technology, especially in the eradication of tuberculosis. Keywords: diagnosis, tuberculosis, ESAT-6, CFP-10, interferon-gamma.
Serbuk Daun Kelor Memulihkan Kondisi Fisik Gizi Buruk pada Tikus Model Kurang Energi Protein Luthfiyah, Fifi; Widjajanto, Eddy
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.86 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2011.026.03.2

Abstract

Serbuk  daun  kelor  (Moringa oleifera)  lokal  Nusa T enggara  Barat  (NTB)  merupakan  alternatif    tanaman    kaya  gizi  yang berpotensi  memperbaiki kondisi  gizi  buruk.  Penelitian  ini  bertujuan  mengetahui  dampak  serbuk  daun  kelor  lokal  NTB terhadap perbaikan gambaran fisik tikus model kurang energi proten (KEP) dengan   desain post-test randomized control group   in  vivo  pada  dua  puluh  ekor  tikus.  Tikus  dibagi   dalam  dua  kelompok  kontrol  dengan  diet  normal  dan  rendah  protein selama 56 hari untuk membuat tikus model KEP . Tiga kelompok perlakukan diberikan diet rendah protein selama 56 hari dan asupan serbuk daun kelor dengan dosis 180 mg, 350 mg dan 720 mg/hari. Kondisi fisik tikus diukur dengan kriteria APGAR. Pemberian diet rendah protein pada tikus mampu mengembangkan model tikus dengan KEP yang menunjukkan tanda-tanda kurang gizi   seperti berat badan yang menurun, kondisi fisik yang lemah dan penampilan fisik seperti bulu mudah rontok,  kusam  dan  berkutu.  Pemberian  serbuk  daun  kelor  lokal  NTB  dapat  meningkatkan  keadaan  fisik  kondisi  KEP hingga  mengarah  ke  keadaan  fisik  normal. Kata Kunci:Kondisi fisik, kurang energi protein, Moringa oleifera
Faktor yang Mempengaruhi Efisiensi Perbekalan Farmasi di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Umum Daerah Gambiran Kediri Sa'adah, Evi; Andadari, Nurwulan; Kurniawati, Janik
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.812 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.16

Abstract

Upaya efisiensi biaya mutlak harus dilakukan oleh setiap rumah sakit yang telah menyandang status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) serta menghadapi universal coverage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi upaya efisiensi perbekalan farmasi di Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD Gambiran Kota Kediri. Penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan metode analisis faktor dilakukan pada seluruh (29 perawat) kamar operasi di RSUD Gambiran Kota Kediri. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang dibuat berdasarkan analisis fishbone hasil wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi upaya efisiensi perbekalan farmasi di IBS adalah pengetahuan terhadap SOP perbekalan farmasi, beban kerja, pengetahuan mengenai cost awareness, pencatatan, monitoring, evaluasi, pengisian kartu stok, penggantian stok yang terpakai, penyimpanan perbekalan farmasi, dan keterbatasan ruangan. Hasil analisis faktor menunjukkan variabel pembentuk faktor berpengaruh terbesar adalah variabel evaluasi persediaan perbekalan farmasi. Intervensi yang disarankan adalah optimalisasi floor stock dengan menempatkan petugas farmasi di IBS untuk memonitor dan mengevaluasi persediaan perbekalan farmasi di IBS sebagai bentuk inisiasi depo farmasi.Kata Kunci: Efisiensi perbekalan, farmasi, instalasi bedah sentral
Penyampaian Informasi oleh Perawat dalam Persetujuan Tindakan Medis di Rumah Sakit: Permasalahan dan Solusi Satiti, Yudha Rose; Susilo, Harsono; Dewanto, Aryo
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.02.10

Abstract

Tuntutan hukum di bidang kesehatan menjadi perhatian utama rumah sakit di Indonesia karena menghabiskan waktu, biaya dan mencemarkan citra rumah sakit. Banyak kasus dugaan malpraktik terjadi karena kurang baiknya penyampaian informasi yang berisiko terhadap tuntutan hukum dan mutu rumah sakit. Penelitian dilakukan dengan cara observasi di ruang rawat inap dan UGD, untuk mengamati proses penyampaian  tiap tindakan medis yang dilakukan oleh perawat. Observasi dilakukan berdasarkan PERMENKES Nomor 290/MENKES/PER/III/2008 tentang Persetujuan Tindakan Medis. Untuk mencari akar dari penyebab masalah dilakukan brainstorming dengan peserta 6 orang terdiri dari kepala perawat dan tim mutu dilanjutkan dengan pembuatan fishbone dan teknik “5 Whys” untuk mencari akar masalah. Dari hasil penelitian didapatkan hanya 50% tindakan yang ada formulir tindakan dilakukan persetujuan informasi medis sebelum tindakan dan 100% tindakan yang tidak ada formulir, semua persetujuan informasi medis dilakukan sebelum tindakan. Penjelasan tindakan masih sangat rendah berkisar antara 0-30%. Dari hasil brainstorming didapatkan akar permasalahan adalah pemahaman cara menjelaskan informasi medis rendah, belum ada SK pendelegasian pada perawat untuk menyampaikan informasi medis, sistem pengawasan belum berjalan, SOP kurang jelas atau kurang spesifik, belum ada alat bantu untuk menjelaskan dan perawat tidak tahu cara komunikasi atau penyampaian yang benar. Hasil penentuan alternatif solusi dengan metode McNamara menemukan bahwa alternatif solusi terbaik adalah pembuatan leaflet terkait penjelasan informasi medis dan flyer untuk edukasi pasien.Kata Kunci: Flyer edukasi, Informasi medis, persetujuan tindakan medis
Penerapan Training Needs Analysis dalam Upaya Peningkatan Kompetensi Perawat di Rumah Sakit Wava Husada Mulyaningsari, Rohma; Juhariah, Siti; Surjadi, Arif
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.03.10

Abstract

Pencapaian jam diklat karyawan di Rumah Sakit Wava Husada masih belum sesuai Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit tahun 2012. Standar karyawan yang mengikuti diklat 20 jam/tahun berjumlah lebih dari 60%, sedangkan pencapaian masih 11%. Belum tercapainya jam diklat karyawan merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan kurangnya kompetensi perawat. Pelatihan yang berbasis Training Needs Analysis (TNA) perlu diadakan untuk meningkatkan kompetensi perawat. Studi ini bertujuan membuat Training Needs Analysis di Unit Rawat Inap B. Studi dilakukan pada bulan Agustus-Oktober 2015 dengan pendekatan participatory action research. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, diskusi dan studi dokumen. Tools kompetensi akan disusun berdasarkan standar kompetensi baik dari kompetensi teknis dan kompetensi manajerial. Selanjutnya akan dilakukan diskusi untuk menentukan prioritas dalam pelaksanaan diklat. Hasil dari studi ini adalah tersusun program diklat, baik dari kompetensi teknis dan kompetensi manajerial di unit rawat inap B berdasarkan Training Needs Analysis (TNA). Berdasarkan pembahasan pada studi ini disimpulkan bahwa salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi perawat adalah dengan mengadakan pelatihan, pendidikan dan pengembangan. Kompetensi akan meningkat apabila dilakukan pelatihan dengan persyaratan yang baik. Training Needs Analysis (TNA) merupakan tahap awal yang harus dibuat dalam perencanaan pelatihan, sehingga pelatihan dapat berjalan efektif dan efisien. Kata Kunci: Kejadian tidak diharapkan, kompetensi, training needs analysis
Perbandingan Ekspresi Protein p53 pada Berbagai Derajat Histopatologi Karsinoma Sel Transitional Buli-buli Norahmawati, Eviana
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 18, No 3 (2002)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1740.424 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan memeriksa dan membandingkan ekspresi protein p53 pada berbagai derajat histopatologi (menurut Mostofi 1972) dari karsinoma sel transitional buli-buli (KSTB). Dilakukan penelitian terhadap 30 spesimen buli-buli dari biopsi dan transurethal reseksi yang terdiri dari urothelium normal (n=3), KSTB grade I (n=6), KSTB grade II(n=10), dan KSTB grade III(n=11). Sediaan dilabel dengan pengecatan immunohistokimia menggunakan antibodi terhadap p53 klon DO7. Dua ratus sel dari tiap lesi dihitung secara visual dan persentase sel yang positif ditabulasi tanpa mengetahui derajat histopatologinya. Dengan analisa statistik menggunakan ANOVA didapatkan perbedaan signifikan antara ekspresi protein p53 pada berbagai derajat histopatologi (p=0,001). Selanjutnya dengan prosedur “Least Significance Difference” didapatkan perbedaan ekspresi bermakna antara lesi urothelium jinak dengan grade II dan grade III, serta antara grade I dan II dengan grade III. Kesimpulan: Ekspresi protein p53 meningkat dari urothelium jinak sampai KSTB grade III. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapatnya perbedaan signifikan ekspresi protein p53 pada berbagai derajat histopatologi menunjukkan bahwa sistem derajat yang dipakai selama ini mengekspresikan perilaku biologis sel kanker dan overekspresi p53 dapat membantu diagnosa keganasan pada kasus-kasus sulit KSTB.
Adiksi Alkohol Meningkatkan Risiko Pemburukan Kualitas Hidup, Studi pada: Pengunjung Kafe-kafe di Jakarta Selatan pada Tahun 2018 Fonda, Grace; Agus, Dharmady; Juliawati, Dwi Jani
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 4 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2019.030.04.16

Abstract

Adiksi alkohol adalah suatu fenomena yang berdampak pada perilaku, kognitif, dan fisiologis seseorang yang berkembang setelah berulangkali mengonsumsi minuman beralkohol dan dapat terjadi pada semua kelompok usia. Pengonsumsian alkohol yang berlebihan telah menjadi masalah kesehatan di berbagai negara dan permasalahan ini cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berbagai dampak buruk yang diakibatkan oleh adiksi alkohol, baik pada segi fisik, psikologis, hubungan sosial, maupun lingkungan dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Oleh karena itu, peneliti ingin membuktikan adanya hubungan antara adiksi alkohol dan kualitas hidup. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian potong lintang. Sampel penelitian ini adalah 80 orang pengunjung yang mengonsumsi alkohol di kafe-kafe wilayah Jakarta Selatan pada bulan Mei sampai Juli 2018 yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Adiksi alkohol dinilai dengan menggunakan kuesioner CAGE dan kualitas hidup dinilai dengan menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF versi bahasa Indonesia. Hubungan antara kedua variabel ini dinilai dengan uji analisis statistik Kai-kuadrat. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara adiksi alkohol dan kualitas hidup pada pengunjung kafe-kafe di Jakarta Selatan pada keempat domain WHOQOL-BREF (p=0,000). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa individu dengan adiksi alkohol memiliki risiko lebih besar untuk mengalami perburukan kualitas hidup dibandingkan dengan individu yang tidak mengalami adiksi alkohol, yakni OR=33,696, OR=18,208, OR=31,200, OR=7,737 pada masing-masing domain WHOQOL-BREF. Dapat disimpulkan, terhadap hubungan bermakna antara adiksi alkohol dan kualitas hidup.
Pengaruh Substitusi Tepung Tempe pada F100 terhadap Saturasi Transferin Puryatni, Anik
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.17 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2010.026.02.7

Abstract

ABSTRAKPermasalahan status gizi di Indonesia masih merupakan permasalahan kesehatan serius dengan 28.47% anak berada pada  kondisi  gizi  kurang  dan  gizi  buruk.  Upaya  untuk  mengembangkan  bahan  pangan  bergizi  dan  terjangkau  sangat diperlukan. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan dampak pemberian susu skim dengan substitusi tepung tempe dalam  memperbaiki  status  gizi  pada  anak  dengan  malnutrisi.  Penelitian  dilakukan  dengan  desain  uji  klinis  pada  dua kelompok  yang  dipilih  secara  acak,  yaitu  kelompok  dengan  suplemen  standar  WHO  dan  kelompok  dengan  substitusi tepung  tempe.  Data  menunjukkan  peningkatan  signifikan  berat  badan  pada  kedua  kelompok.  Saturasi  tranferin meningkat sebesar 13.02+7.87 pada kelompok dengan pemberian suplemen standar WHO F100, sedangkan kelompok dengan  substitusi  tepung  tempe  meningkat  sebesar  12.47+5.317.  Tidak  ada  perbedaan  signifikan  peningkatan  berat badan antar dua kelompok. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian substitusi dengan tempe kedele dapat memberikan efek yang sama dengan suplemen standar WHO F100 pada anak dengan dengan malnutrisi.Kata Kunci: Anak, berat badan, F100, malnutrisi, saturasi transferin, tepung tempe