cover
Contact Name
Ferdi Riansyah
Contact Email
ferdi@bbg.ac.id
Phone
+6282273305152
Journal Mail Official
ferdi@bbg.ac.id
Editorial Address
Teewan Journal Solutions (TeJoS) merupakan jurnal multi disiplin ilmu kesehatan yang menyediakan layanan publikasi untuk membantu para Cendikiawan, Peneliti, Penulis dan mahasiswa yang ingin melakukan publikasi ilmia dengan submid Gratis tanpa di pungut biaya, dengan adanya publisher ini bisa menjadi publikasi yang terkemuka untuk masyarakat dalam mencari referensi ilmiah dan memejukan keilmuan Indonesia khususnya d bidang kesehatan.
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Teewan Journal Solutions
Published by CV. Teewan Solutions
ISSN : -     EISSN : 30468078     DOI : 10.62710
Core Subject : Health,
Teewan Solutions publishes articles of research results in the field of health in general which include the Medical Public Health Midwifery Pharmacy Nursing Environmental Health Dental Health health analyst Occupational Health and Safety Hospital administration Health policy
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2026): Maret" : 7 Documents clear
Comparison Of Rubber Ball Graining Therapy and Constraint Induced Movement Therapy (Cimt) on Improving Muscle Strength in Ischemic Stroke Patients in theWant to be a successful Pukes Center Work Area Hardi, Anisa Kamilia Putri; putra, Eridha Putra; Rehmaita Malem; Ully Muzakir; Ferdi Riansyah
Teewan Journal Solutions Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/3wpnwr70

Abstract

Ischemic stroke is a neurological disorder that frequently causes weakness in the upper extremities, hindering patients' independence in daily activities. According to WHO (2024), 15 million people suffer a stroke annually, and in Indonesia, the prevalence of stroke reaches 10.9% (Riskesdas 2018). This study, conducted in the working area of the Ingin Jaya Community Health Center, Aceh Besar Regency, aimed to compare the effectiveness of rubber ball squeeze therapy and Constraint Induced Movement Therapy (CIMT) in improving upper extremity muscle strength in ischemic stroke patients. The research utilized a Quasy experiment with a two-group pretest-posttest with control group design, involving 32 patients. Based on the normality test results, the data were not normally distributed, so a non-parametric test was used. The study results showed that both types of therapy had a significant effect. The mean muscle strength of the rubber ball squeeze therapy group increased from 2.69 to 4.19, while the CIMT group increased from 2.81 to 4.44. This improvement was proven significant by the Wilcoxon Signed Ranks Test (p < 0.05). However, the Mann-Whitney Test revealed no significant difference between the effectiveness of the two therapies (p = 0.100). Thus, it can be concluded that both rubber ball squeeze therapy and CIMT are effective in improving upper extremity muscle strength, although there is no difference in effectiveness between them. This thesis was completed on May 9, 2025.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Suami Dan Dukungan Suami Terhadap Kehamilan Dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum Di Puskesmas Puskesmas Ulee Kareng Khalidah, Khalidah; Salamah, Salamah; Hanum, Mutia
Teewan Journal Solutions Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/ghkq9a77

Abstract

Kehamilan yang direncanakan akan memberikan rasa kebahagiaan. Pada ibu hamil terutama pada fisik ibu hamil yaitu adanya perubahan dalam tubuh ibu hamil terjadi peningkatan hormon-hormon kehamilan seperti HCG, estrogen dan progesterone. Ketidakmampuan ini dapat menyebabkan perubahan fungsi tubuh terutama sistem gastrointestinal yang akhirnya berdampak terjadinya mual dan muntah disebut Hiperemesis Gravidarum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan suami terhadap kehamilan dengan hiperemesis gravidarum di Puskesmas Puskesmas Ulee Kareng. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah desain crossectional. Sampel penelitian sebanyak 32 ibu hamil Puskesmas Puskesmas Ulee Kareng tahun 2023 dengan menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis dengan melakukan uji analisis Chi-square. Hasil penelitian dengan uji statistik menggunakan uji Chi-Square yang sudah dikoreksi jumlah expected value ( E) < 5 = 4.47, maka hasil uji yang digunakan adalah Fisher Excat Test dengan nilai p = 0.021. Dengan demikian nilai p < α 5 %, 0,021 < 0,05. Kesimpulan peneliti ini bahwa ada hubungan dukungan suami terhadap kehamilan dengan hiperemesis gravidarum. Disarankan bagi ibu agar lebih meningkatkan komunikasi yang baik dengan suami, sehingga dalam masa kehamilan dapat memperoleh dukungan suami yang lebih baik guna meningkatkan kesejahteraan ibu dalam masa kehamilan sehingga menurunkan angka kesakitan yang dialami oleh ibu.  
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Balita di Desa Abeuk Budi Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen Tahun 2025 Zuha, Intan; Aprillina; Nazirah
Teewan Journal Solutions Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/kg751y82

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan besar dalam bidang kesehatan masyarakat, khususnya pada balita. Kondisi ini terjadi akibat kekurangan asupan gizi dalam jangka waktu lama yang menyebabkan anak memiliki tinggi badan lebih rendah dari standar usianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor–faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di Desa Abeuk Budi Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen Tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, yang dilaksanakan pada bulan Juni 2025. Populasi penelitian meliputi seluruh ibu yang memiliki balita usia 6–59 bulan yang berdomisili di Desa Abeuk Budi sebanyak 82 orang, dan seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting dengan nilai Pvalue 0,001, terdapat hubungan antara sikap ibu dengan kejadian stunting dengan nilai Pvalue 0,003, terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting dengan nilai Pvalue 0,002, serta terdapat hubungan antara status ekonomi keluarga dengan kejadian stunting dengan nilai Pvalue 0,004. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengetahuan, sikap, pemberian ASI eksklusif, dan status ekonomi merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Diharapkan adanya upaya peningkatan edukasi kepada masyarakat, terutama ibu balita, mengenai pentingnya gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif, serta peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga dalam upaya pencegahan stunting.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kota Juang Kabupaten Bireuen Tahun 2025 Ariny; Yusuf, Muhammad; Magfirah , Afdalul
Teewan Journal Solutions Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/3eb7d695

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan asupan terbaik bagi bayi usia 0–6 bulan karena mengandung zat gizi lengkap yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal. Namun, cakupan pemberian ASI eksklusif masih belum sesuai target. Berdasarkan data WHO, rata-rata cakupan pemberian ASI eksklusif di dunia tahun 2022 hanya mencapai 48% dari target nasional sebesar 80%, pada tahun 2023 menurun menjadi 38%, dan pada tahun 2024 meningkat menjadi 62%, sementara target global adalah 50% pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, sikap ibu, dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kota Juang Kabupaten Bireuen tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0–6 bulan sebanyak 320 orang, dengan sampel penelitian sebanyak 76 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder, sedangkan analisis dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif (p-value = 0,002 < 0,05). Selain itu, terdapat hubungan antara sikap ibu dan dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif (p-value = 0,000 < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pengetahuan, sikap ibu, dan dukungan keluarga berpengaruh terhadap pemberian ASI eksklusif. Disarankan agar Dinas Kesehatan dan Puskesmas meningkatkan edukasi serta konseling menyusui, institusi pendidikan mengintegrasikan materi ASI eksklusif dalam kurikulum, peneliti selanjutnya mengkaji faktor lain, dan ibu menyusui menerapkan pengetahuan dengan dukungan keluarga.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Kesehatan Mental Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II-B Kota Langsa Tahun 2025 Efiani, Asrita; Syahputra, Fadli; Addani , Amir
Teewan Journal Solutions Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/6c99wk81

Abstract

Narapidana sering mengalami penurunan kesehatan mental akibat perasaan bersalah, kehilangan kebebasan, rasa malu, sanksi sosial dan ekonomi, serta tekanan psikologis yang tinggi selama menjalani masa pidana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan status kesehatan mental narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II-B Kota Langsa tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 82 narapidana yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner Self Reporting Questionnaire-29 (SRQ-29) untuk menilai status kesehatan mental, kuesioner religiusitas, serta kuesioner dukungan keluarga. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara lama masa hukuman (p = 0,018), religiusitas (p = 0,002), dan dukungan keluarga (p = 0,000) dengan status kesehatan mental narapidana. Sebanyak 63,4% narapidana memiliki status kesehatan mental yang kurang baik. Disarankan kepada pihak lembaga pemasyarakatan untuk mempertahankan kegiatan keagamaan secara rutin serta mengembangkan program pembinaan keluarga dan konseling psikologis bagi narapidana.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keberhasilan Pengobatan Tbc Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kota Juang Kabupaten Bireuen Tahun 2025 Rahmawati, Dian; Syahputra, Fadli; Addani , Amir; Daud, Ramli
Teewan Journal Solutions Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/cbn41w84

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bireuen. Keberhasilan pengobatan TBC sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kepatuhan minum obat, efek samping obat, dukungan keluarga, dan peran pengawas menelan obat (PMO). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan pengobatan TBC di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kota Juang Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional dan melibatkan 89 responden yang dipilih melalui total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dengan bantuan program SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat (p = 0,001), reaksi setelah minum obat (p = 0,001), dukungan keluarga (p = 0,002), dan pengawasan minum obat (p = 0,000) dengan keberhasilan pengobatan TBC (p < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keberhasilan pengobatan TBC sangat ditentukan oleh keterlibatan pasien, keluarga, dan petugas kesehatan dalam mendukung kepatuhan serta pengawasan pengobatan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi Dinas Kesehatan dan pihak Puskesmas dalam merancang program yang lebih efektif untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan TBC serta memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat.
Hubungan Perilaku Petugas Kesehatan Gigi dengan Kepuasan Pasien di Poli Gigi Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh Alghfari, Muhammad; Andriani; Suryani, Linda; Niakurniawati
Teewan Journal Solutions Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/anna1b38

Abstract

Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Berdasarkan penelitian awal peneliti lakukan dengan wawancara terhadap 10 orang pasien yang berkunjung ke Poli Gigi, terdapat keluhan dari pasien mengenai waktu tunggu yang relatif lama. Dan pasien yang berkunjung pada tahun 2023 sebanyak 1.813 orang pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku petugas kesehatan gigi dengan kepuasan pasien di poli gigi Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan dengan metode analitik, dengan desain cross sectional uji chi Square dilakukan tanggal 22 Februari s/d 04 April 2024, dengan jumlah sampel 58 orang.  penelitian dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuisioner setiap pasien untuk mengetahui perilaku petugas kesehatan gigi dan kepuasan pasien. Hasil penelitian diketahui bahwa perilaku petugas kesehatan gigi terbanyak pada kategori  kurang baik 33 responden (56.9%) sedangkan baik 25 responden (43.1%), kepuasan pasien pada kategori kurang puas 32 responden (55.2%) sedangkan yang puas 26 responden (44.8%). Berdasarkan hasil penelitian maka ada hubungan perilaku petugas kesehatan gigi dengan kepuasan pasien di Poli Gigi Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh dengan nilai ṗ value 0,01<0,05. Bagi petugas Poli Gigi disarankan untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut serta melakukan survey pelayanan Kesehatan terhadap kepuasan pasien secara berkala dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7