cover
Contact Name
Ferdi Riansyah
Contact Email
ferdi@bbg.ac.id
Phone
+6282273305152
Journal Mail Official
ferdi@bbg.ac.id
Editorial Address
Teewan Journal Solutions (TeJoS) merupakan jurnal multi disiplin ilmu kesehatan yang menyediakan layanan publikasi untuk membantu para Cendikiawan, Peneliti, Penulis dan mahasiswa yang ingin melakukan publikasi ilmia dengan submid Gratis tanpa di pungut biaya, dengan adanya publisher ini bisa menjadi publikasi yang terkemuka untuk masyarakat dalam mencari referensi ilmiah dan memejukan keilmuan Indonesia khususnya d bidang kesehatan.
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Teewan Journal Solutions
Published by CV. Teewan Solutions
ISSN : -     EISSN : 30468078     DOI : 10.62710
Core Subject : Health,
Teewan Solutions publishes articles of research results in the field of health in general which include the Medical Public Health Midwifery Pharmacy Nursing Environmental Health Dental Health health analyst Occupational Health and Safety Hospital administration Health policy
Arjuna Subject : -
Articles 72 Documents
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Kesehatan Mental Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II-B Kota Langsa Tahun 2025 Efiani, Asrita; Syahputra, Fadli; Addani , Amir
Teewan Journal Solutions Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/6c99wk81

Abstract

Narapidana sering mengalami penurunan kesehatan mental akibat perasaan bersalah, kehilangan kebebasan, rasa malu, sanksi sosial dan ekonomi, serta tekanan psikologis yang tinggi selama menjalani masa pidana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan status kesehatan mental narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II-B Kota Langsa tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 82 narapidana yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner Self Reporting Questionnaire-29 (SRQ-29) untuk menilai status kesehatan mental, kuesioner religiusitas, serta kuesioner dukungan keluarga. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara lama masa hukuman (p = 0,018), religiusitas (p = 0,002), dan dukungan keluarga (p = 0,000) dengan status kesehatan mental narapidana. Sebanyak 63,4% narapidana memiliki status kesehatan mental yang kurang baik. Disarankan kepada pihak lembaga pemasyarakatan untuk mempertahankan kegiatan keagamaan secara rutin serta mengembangkan program pembinaan keluarga dan konseling psikologis bagi narapidana.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keberhasilan Pengobatan Tbc Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kota Juang Kabupaten Bireuen Tahun 2025 Rahmawati, Dian; Syahputra, Fadli; Addani , Amir; Daud, Ramli
Teewan Journal Solutions Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/cbn41w84

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bireuen. Keberhasilan pengobatan TBC sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kepatuhan minum obat, efek samping obat, dukungan keluarga, dan peran pengawas menelan obat (PMO). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan pengobatan TBC di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kota Juang Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional dan melibatkan 89 responden yang dipilih melalui total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dengan bantuan program SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat (p = 0,001), reaksi setelah minum obat (p = 0,001), dukungan keluarga (p = 0,002), dan pengawasan minum obat (p = 0,000) dengan keberhasilan pengobatan TBC (p < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keberhasilan pengobatan TBC sangat ditentukan oleh keterlibatan pasien, keluarga, dan petugas kesehatan dalam mendukung kepatuhan serta pengawasan pengobatan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi Dinas Kesehatan dan pihak Puskesmas dalam merancang program yang lebih efektif untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan TBC serta memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat.
Hubungan Perilaku Petugas Kesehatan Gigi dengan Kepuasan Pasien di Poli Gigi Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh Alghfari, Muhammad; Andriani; Suryani, Linda; Niakurniawati
Teewan Journal Solutions Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/anna1b38

Abstract

Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Berdasarkan penelitian awal peneliti lakukan dengan wawancara terhadap 10 orang pasien yang berkunjung ke Poli Gigi, terdapat keluhan dari pasien mengenai waktu tunggu yang relatif lama. Dan pasien yang berkunjung pada tahun 2023 sebanyak 1.813 orang pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku petugas kesehatan gigi dengan kepuasan pasien di poli gigi Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan dengan metode analitik, dengan desain cross sectional uji chi Square dilakukan tanggal 22 Februari s/d 04 April 2024, dengan jumlah sampel 58 orang.  penelitian dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuisioner setiap pasien untuk mengetahui perilaku petugas kesehatan gigi dan kepuasan pasien. Hasil penelitian diketahui bahwa perilaku petugas kesehatan gigi terbanyak pada kategori  kurang baik 33 responden (56.9%) sedangkan baik 25 responden (43.1%), kepuasan pasien pada kategori kurang puas 32 responden (55.2%) sedangkan yang puas 26 responden (44.8%). Berdasarkan hasil penelitian maka ada hubungan perilaku petugas kesehatan gigi dengan kepuasan pasien di Poli Gigi Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh dengan nilai ṗ value 0,01<0,05. Bagi petugas Poli Gigi disarankan untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut serta melakukan survey pelayanan Kesehatan terhadap kepuasan pasien secara berkala dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Tinjauan Literatur: Dampak Fragmentasi Sistem dan Interoperabilitas terhadap Sistem Informasi Kesehatan: Tinjauan Naratif tentang Efisiensi Layanan Kesehatan Primer Elviani Novasari; Irwan Saputra
Teewan Journal Solutions Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/qgrkh317

Abstract

Sistem Informasi Kesehatan (SIK) berperan penting dalam meningkatkan efisiensi pelayanan, pengelolaan data pasien, serta kualitas pelayanan kesehatan. Namun, implementasi SIK di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala seperti fragmentasi sistem, kurangnya integrasi data, keterbatasan sumber daya manusia, serta infrastruktur teknologi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Sistem Informasi Kesehatan pada berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia serta mengidentifikasi manfaat dan kendala dalam penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis 10 artikel ilmiah terkait implementasi Sistem Informasi Kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIK mampu meningkatkan efisiensi pelayanan, mempercepat proses administrasi, mempermudah pengelolaan rekam medis, serta meningkatkan akses informasi kesehatan. Namun, beberapa kendala yang masih ditemukan meliputi kurangnya integrasi sistem, keterbatasan infrastruktur, rendahnya kompetensi pengguna, serta kurangnya pelatihan dalam penggunaan sistem informasi kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sistem yang lebih terintegrasi serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia guna mendukung optimalisasi pelayanan kesehatan berbasis digital.
Perbedaan Tingkat Kepuasan Pasien Antara UPTD Puskesmas Cot Ba’u Dengan UPTD Puskesmas Sukajaya Kota Sabang Tahun 2025 Ervina Ervina
Teewan Journal Solutions Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/bnhnrv58

Abstract

Transformasi sistem pembiayaan kesehatan melalui skema berbasis kasus, seperti INA-CBG dan Diagnosis Related Groups (DRG), telah membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan pelayanan rumah sakit. Sistem ini menuntut standardisasi serta ketepatan diagnosis yang bergantung pada penggunaan ICD-10. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara INA-CBG, DRG, dan ICD-10 dalam konteks pembiayaan layanan kesehatan, serta mengeksplorasi kontribusinya terhadap efisiensi biaya dan pengelolaan layanan. Penelitian menggunakan pendekatan narrative review dengan penelusuran literatur melalui Google Scholar dan PubMed menggunakan kata kunci terkait sistem pembayaran berbasis kasus dan klasifikasi diagnosis. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem pembayaran berbasis kasus berperan dalam meningkatkan efisiensi biaya melalui mekanisme tarif paket yang membatasi penggunaan sumber daya. Akurasi pengkodean diagnosis menggunakan ICD-10 menjadi faktor krusial dalam menentukan pengelompokan kasus dan besaran klaim. Ketidaktepatan coding dapat menyebabkan inefisiensi pembiayaan, sedangkan pemanfaatan teknologi dan pendekatan berbasis data dapat meningkatkan kualitas coding. Efisiensi yang dihasilkan bervariasi tergantung pada kompleksitas kasus, struktur biaya, serta kapasitas sumber daya manusia dan sistem informasi di rumah sakit. Disimpulkan bahwa INA-CBG dan DRG memiliki potensi dalam mendorong efisiensi biaya, namun keberhasilannya bergantung pada kualitas pengkodean, kapasitas implementasi, dan evaluasi sistem yang berkelanjutan. Kata kunci ; INA-CBG, DRG, ICD-10, case-based payment, health financing, cost efficiency, hospital services
Pengaruh Edukasi Melalui Video Animasi Terhadap Pengetahuan Siswa Tentang Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi di SD Negeri Lhok Banie Kota Langsa Mira Asnita; Ajma’in; Afrida Ristia
Teewan Journal Solutions Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/sccnjc73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui video animasi terhadap pengetahuan siswa tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi di SD Negeri Lhok Banie Kota Langsa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen dengan rancangan One Group Pretest – Posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas 4 sampai kelas 6 di SD N Lhok Banie Kota Langsa Kecamatan Langsa Barat yang berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan yang mencakup 20 pernyataan dan video edukasi animasi kesiapsiagaan gempa bumi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Ranktest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas tingkat pengetahuan siswa sebelum diberikan edukasi video animasi yaitu 19 (63.3%) kategori baik dan setelah diberikan edukasi, seluruh siswa 30 (100%) menunjukkan tingkat pengetahuan baik. Hasil Uji Statistik Wilcoxon didapatkan nilai signifikan 0,000 atau <0,05 maka H1 diterima yang artinya ada pengaruh edukasi menggunakan video animasi terhadap tingkat pengetahuan siswa tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi di SDN Lhok Banie Kota Langsa. Disarankan agar sekolah lebih sering menggunakan video animasi sebagai media edukasi tentang gempa bumi dan bagi siswa agar terus menambah wawasan tentang cara melindungi diri dalam menghadapi gempa bumi.
Tingkat Pengetahuan Penderita Tuberkulosis Tentang Penularan Tuberkulosis di Wilayah Kota Langsa Bunga Novianty Sukma Dana; Nurhayati Ningsih; Linda Jurwita
Teewan Journal Solutions Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/cdxg4w91

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi tantangan kesehatan yang signifikan di Indonesia, termasuk di wilayah Kota Langsa. Salah satu faktor penghambat dalam upaya pencegahan adalah minimnya pemahaman penderita mengenai cara penularan penyakit. Edukasi yang efektif sangat diperlukan untuk menekan angka kasus di tengah masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian video edukasi terhadap tingkat pengetahuan penderita TB mengenai penularan penyakit di wilayah Kota Langsa. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experiment melalui rancangan Pretest-Posttest. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Intervensi dilakukan menggunakan media video edukasi berdurasi 3 menit 35 detik. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada penderita TB setelah diberikan intervensi. Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan pada kategori cukup dan kurang. Setelah pemberian edukasi melalui video, hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi p-value 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan pengetahuan yang nyata antara sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan: Penggunaan media video edukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan penderita TB mengenai penularan penyakit di wilayah Kota Langsa. Disarankan bagi tenaga kesehatan untuk mengoptimalkan penggunaan media audiovisual dalam memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat agar informasi lebih mudah dipahami
Dukungan Keluarga Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Gampong Paya Seunara Kecamatan Sukamakmue Kota Sabang Tahun 2025 Nurul Septiana
Teewan Journal Solutions Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/jeafnm62

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang sering dialami oleh lansia dan memerlukan perawatan berkelanjutan, termasuk dukungan keluarga sebagai faktor penting dalam manajemen kondisi ini. Meski sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa dukungan keluarga dapat meningkatkan kepatuhan dan kesejahteraan lansia penderita hipertensi, masih terdapat keterbatasan studi yang menyoroti secara komprehensif bentuk-bentuk dukungan tersebut di daerah tertentu seperti Gampong Paya Seunara, Kota Sabang. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dukungan keluarga yang mencakup aspek afektif, instrumental, informasional, dan emosional pada lansia penderita hipertensi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif dan teknik total sampling terhadap 52 responden lansia. Instrumen berupa kuesioner digunakan untuk mengukur tingkat dukungan yang diterima. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar lansia menerima dukungan afektif (84,6%), instrumental (92,3%), informasional (80,8%), dan emosional (96,2%) yang baik. Namun, hanya 54% yang menyatakan menerima dukungan keluarga secara keseluruhan dalam kategori baik, menunjukkan adanya ketidakseimbangan di antara aspek dukungan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun dukungan pada masing-masing aspek tergolong tinggi, masih diperlukan peningkatan pada konsistensi dan kelengkapan dukungan keluarga secara menyeluruh. Saran dari penelitian ini adalah perlunya edukasi berkelanjutan kepada anggota keluarga mengenai pentingnya keterlibatan menyeluruh dalam mendampingi lansia hipertensi serta peningkatan peran tenaga kesehatan dan kader masyarakat dalam mendorong komunikasi dan kesadaran keluarga terhadap perawatan lansia.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Video Edukasi Tentang Diet Dash Terhadap Pengetahuan Lansia Pada Penderita Hipertensi di Desa Matang Cincin Putri Afriliani; Ajma’in; Irma Hartati
Teewan Journal Solutions Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/5e8dta41

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang paling banyak diderita lansia dan menjadi penyebab utama kematian akibat penyakit kardiovaskular; di Desa Matang Cincin terdapat 27 lansia berusia 60–70 tahun yang menderita hipertensi, namun sebagian besar belum pernah mendapatkan informasi mengenai Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) sebagai pendekatan non-farmakologis dalam pengelolaan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui video edukasi tentang Diet DASH terhadap tingkat pengetahuan lansia penderita hipertensi, menggunakan quasi eksperimen, one group pre-test post-test dengan 27 responden (total sampling), intervensi disampaikan melalui metode door to door, dan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi mayoritas responden (70,4%) berada pada kategori pengetahuan cukup dan 29,6% kategori baik, sedangkan setelah diberikan video edukasi seluruh responden (100%) mencapai kategori pengetahuan baik, dengan nilai signifikansi uji Wilcoxon sebesar 0,000 (p < 0,05) Kesimpulannya, terdapat pengaruh signifikan pemberian pendidikan kesehatan melalui video edukasi terhadap peningkatan pengetahuan lansia penderita hipertensi tentang Diet DASH di Desa Matang Cincin.  
Identifikasi Faktor Resiko Penyebab Kejadian Penyakit Skabies Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Langsa Kota Syarifah Anggraini; Nurul Maulidya; Linda Jurwita
Teewan Journal Solutions Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/bdas7404

Abstract

Skabies adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi tungau Sarcoptes scabiei. Penyakit ini menular melalui kontak langsung dan tidak langsung dengan penderita yang ditandai dengan rasa gatal serta ruam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor resiko yang mempengaruh penyebab terjadinya penyakit skabies pada anak-anak dan remaja yang tinggal di wilayah kerja UPTD Puskesmas Langsa Kota. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 61 orang yang diambil menggunakan tehnik Purposive Sampling. Instrument penelitian berupa kuesioner tingkat pengetahuan, personal hygiene, dan sanitasi lingkungan, dengan menggunakan metode wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar tingkat pengetahuan orang tua dan anak buruk yaitu 36 (59,0%) responden, pada personal hygiene baik yaitu 47 (77,0%) responden, dan sanitasi lingkungan buruk yaitu 34 (44,3%) responden. Kesimpulan dari penelitian ini diketahui pengetahuan dan sanitasi lingkungan merupakan faktor resiko penyebab kejadian penyakit skabies pada anak-anak dan remaja di wilayah kerja UPTD Puskesmas Langsa Kota. Disarankan kepada orang tua anak-anak di wilayah Langsa Kota agar meningkatkan pengetahuan terhadap pengobatan yang harus dilakukan serentak pada seluruh anggota keluarga untuk memutus rantai penularan tidak terulang kembali serta selalu menjaga kebersihan lingkungan dan rumah.