cover
Contact Name
Muhammad Gafarurrozi
Contact Email
nawaedukasinusantara@gmail.com
Phone
+6287838729796
Journal Mail Official
jimulti@nawaedukasi.org
Editorial Address
Ringinharjo, Bantul DIY
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jimulti
ISSN : 31231845     EISSN : 31231845     DOI : -
Core Subject : Education,
JIMULTI: Jurnal Ilmu Pendidikan merupakan jurnal ilmiah yang berfokus pada pengembangan teori, praktik, dan inovasi dalam bidang pendidikan. Jurnal ini memuat artikel hasil penelitian, kajian pustaka, studi kasus, hingga analisis konseptual yang membahas berbagai isu pendidikan dari perspektif multidisipliner. Dengan cakupan topik meliputi pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi, pedagogi, kurikulum, evaluasi pembelajaran, teknologi pendidikan, dan pengembangan profesional pendidik, JIMULTI menjadi wadah akademik bagi para peneliti, praktisi, dan akademisi untuk mendiseminasikan temuan ilmiah yang relevan dan mutakhir. Jurnal ini terbit 6 kali setahun (Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 47 Documents
Kompensasi Dan Motivasi Kerja Guru Honorer SD/MI: Systematic Literatur Review Terhadap Temuan Empiris Dan Perspektif Teoritis Hendra Listya Kurniawan; Bagus Mahardika; Samsudin; Ahmad Shofiyuddin Ichsan; Nindya Rachman Pranajati; Mujawazah
JIMULTI: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : JIMULTI: Jurnal Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.180495/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kompensasi dan motivasi kerja guru honorer SD/MI melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) serta mengintegrasikan temuan empiris dengan kerangka teoritis yang relevan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih tingginya jumlah guru non-ASN di Indonesia yang menghadapi permasalahan ketidakpastian status kerja, rendahnya kompensasi, dan keterbatasan dukungan institusional yang berdampak pada kesejahteraan dan motivasi kerja. Data diperoleh dari artikel ilmiah terindeks Scopus, Web of Science, dan Google Scholar dalam rentang tahun 2015–2025. Dari 124 artikel awal, terpilih 32 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis dilakukan melalui identifikasi tema, kategorisasi variabel, serta sintesis naratif dan komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa kompensasi finansial, keamanan kerja, dan dukungan organisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi kerja guru. Rendahnya kompensasi dan ketidakpastian status kepegawaian berkorelasi dengan meningkatnya stres kerja, kelelahan emosional, serta menurunnya kepuasan dan komitmen profesional. Secara teoritis, temuan ini memperkuat relevansi teori motivasi seperti Self-Determination Theory, teori kebutuhan Maslow, dan teori dua faktor Herzberg. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reformasi kebijakan berbasis keadilan, peningkatan standar kompensasi, serta penguatan dukungan institusional merupakan langkah strategis dalam meningkatkan motivasi kerja dan kualitas pendidikan dasar secara berkelanjutan.
Strategi Guru Meningkatkan Kualitas Hafalan melalui Program Tahfidz di MTsN 2 Surakarta Muti'ah Nuha Mumtazah; Dwi Ambarwati
JIMULTI: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : JIMULTI: Jurnal Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.180495/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an melalui program tahfidz pada kelas program khusus di MTsN 2 Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan subjek penelitian guru tahfidz dan siswa kelas VIII program khusus. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru meliputi membaca ayat secara berulang sebelum menghafal, penerapan metode bin-nadzar, talaqqi, takrir, serta setoran hafalan sebagai evaluasi. Selain itu, kegiatan murojaah dilakukan secara rutin untuk menjaga hafalan, disertai pemberian motivasi dan penetapan target hafalan. Kendala yang dihadapi berupa perbedaan kemampuan siswa dan kurangnya konsistensi dalam murojaah di rumah, yang diatasi melalui bimbingan tambahan dan pendekatan individual. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas hafalan siswa dipengaruhi oleh integrasi strategi pembelajaran yang sistematis, konsistensi pengulangan, dan evaluasi berkelanjutan, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran tahfidz yang holistik dan adaptif.
Analisis Keterampilan Interpersonal Guru IPAS dalam Menumbuhkan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Nur Hidayat, Fadhil; Aziz, Syahrul; Oktaviani, Cici; Mentari Putri, Galuh
JIMULTI: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : JIMULTI: Jurnal Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.180495/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterampilan interpersonal guru IPAS dalam menanamkan nilai kritis pada siswa kelas V di SD Islami Qur'ani, penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memahami secara mendalam praktik pembelajaran dikelas secara natural. Subjek penelitian meliputi guru kelas V sebagai informan utama dan siswa sebagai informan pendukung, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dengan analisis data menggunakan model interaktif melalui kondensasi data, penyajian, dan kesimpulan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan interpersonal guru, yang meliputi komunikasi dialogis, empati, dan kemampuan membangun suasana belajar yang mendukung, berpartisipasi dalam mendorong keterlibatan siswa dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Proses penanaman nilai kritis dilakukan melalui strategi pembelajaran yang interaktif, seperti penggunaan pertanyaan terbuka, diskusi, dan pemberian umpan balik reflektif. Selain itu, nilai kritis yang dikembangkan tidak hanya bersifat rasional, tetapi juga terintegrasi dengan nilai moral dan etika dalam konteks pendidikan berbasis keislaman. Penelitian ini menyarankan pentingnya penguatan kompetensi interpersonal guru sebagai bagian dari praktik pedagogis serta perlunya penelitian lanjutan pada konteks yang lebih beragam untuk memperkaya pemahaman mengenai pengembangan pemikiran kritis siswa sekolah dasar.
Hubungan Dukungan Orang Tua dengan Kemandirian Belajar Siswa MI NW Birrul Walidain Rensing di Era Kurikulum Merdeka Syamsur Rizal
JIMULTI: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : JIMULTI: Jurnal Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of the Merdeka Curriculum requires students to possess independent, active, and responsible learning abilities in the learning process. However, in practice, many students still demonstrate a high level of dependence on teachers and parents in completing academic tasks. One of the factors presumed to be associated with students’ learning independence is parental support. This study aimed to determine the relationship between parental support and students’ learning independence at MI NW Birrul Walidain Rensing in the 2024/2025 academic year within the context of the Merdeka Curriculum. This study employed a quantitative approach with a correlational research design. The population consisted of all students at MI NW Birrul Walidain Rensing, while the sample was selected using a simple random sampling technique. Data were collected through Likert-scale questionnaires that had been tested for validity and reliability. Data analysis techniques included descriptive statistics and Pearson Product Moment correlation analysis using SPSS. The findings revealed a positive and significant relationship between parental support and students’ learning independence, with a correlation coefficient value of 0.742 and a significance value of 0.000 < 0.05. These results indicate that higher parental support is associated with higher levels of students’ learning independence. Therefore, parental involvement plays a crucial role in supporting the success of student learning within the implementation of the Merdeka Curriculum.
Implementasi Pembelajaran Biologi Terintegrasi Nilai-Nilai Keislaman  Pada Materi Sistem Reproduksi Manusia Sukmawati Baharung; Izattul Isnaini
JIMULTI: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : JIMULTI: Jurnal Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The integration of Islamic values in biology learning, especially reproductive system material, is a manifestation of eliminating the dichotomy between religious knowledge and general knowledge. The dichotomy or separation between general knowledge and religion is an attempt to implement secular life with a partial, not holistic, perspective. This also aims to ensure that students who receive material about biology learning, especially material about the human reproductive system, can think in a balanced way, both in terms of general Islamic knowledge. In biology learning, Islamic integration can be done using two models, namely using the Al-Qur'an integration model as a source of inspiration and the second using the Al-Qur'an as a source of confirmation. The first model uses the Al-Qur'an as an umbrella of knowledge or a source of inspiration, a reference source which is then explained by biological phenomena. Meanwhile, in the second model, critical analysis or discussion of phenomena in biology is carried out, then confirmed with the Al-Qur'an. In the sense that the findings obtained through science, in this case biology, are to clarify what is in the Al-Qur'an.
Pengembangan Media Ajar IPAS Melalui Aplikasi Assemblr Edu Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Di Min 2 Langsa Desy Yunita; Jelita; Nur Balqis Mutia
JIMULTI: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : JIMULTI: Jurnal Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the feasibility, practicality, and effectiveness of IPAS learning media based on the Assemblr Edu application in improving the science process skills of fifth-grade students at MIN 2 Langsa. This research employed the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The research subjects were 30 fifth-grade students of MIN 2 Langsa. Data collection techniques included material expert validation, media expert validation, language expert validation, student response questionnaires, pretest and posttest, and observation sheets. The data were analyzed using percentage analysis to determine the feasibility and practicality of the media, while the effectiveness of the media was analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that the Assemblr Edu-based IPAS learning media obtained an average validation percentage of 96%, categorized as highly feasible. Student response questionnaires showed a percentage of 90.27%, categorized as highly practical. The Wilcoxon test result showed a significance value of < 0.001, indicating that the media was effective in learning activities. In addition, the observation results of students’ science process skills obtained a percentage of 96% with a very good category. Therefore, the IPAS learning media through the Assemblr Edu application is feasible, practical, and effective in improving students’ science process skills on ecosystem material.
Analisis Deskriptif Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini melalui Kegiatan Melipat Kertas di PAUD AL-AZIZIYAH Eva Manfaatin; Nisa Munajiyah; Sakinah Fitria Zulva; Syahrazz Rifqah Rosadi
JIMULTI: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : JIMULTI: Jurnal Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fine motor skills are one of the important developmental aspects in early childhood that need to be stimulated through interesting learning activities appropriate to children’s characteristics. Based on observations at PAUD AL-AZIZIYAH, children’s fine motor skills still need to be improved because learning activities are still dominated by worksheet-based activities. This study aimed to describe the fine motor skills of early childhood through paper folding activities. This research used a quantitative approach with a descriptive research type. The research population consisted of 15 children, and the sampling technique used was total sampling. The research data were primary data obtained through observation based on the Child Development Achievement Standards (STPPA) 2022 indicators. Data analysis used descriptive statistics with ordinal scales consisting of Not Yet Developed (BB), Beginning to Develop (MB), Developing as Expected (BSH), and Developing Very Well (BSB). The results showed that 6.7% of children were in the BB category, 46.7% in the MB category, 26.7% in the BSH category, and 20.0% in the BSB category, with an average score of 2.60. These findings indicate that paper folding activities can support the development of fine motor skills in early childhood through hand-eye coordination, accuracy, and finger flexibility during learning activities
Metode Bermain Balok Terhadap Pengenalan Bentuk Geometri Pada Kognitif Anak Usia Dini Alfa Rohmatin; Saniah Maryam A; Diza Aulia Ramadhanty; Nida Wida Wati
JIMULTI: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : JIMULTI: Jurnal Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terhambatnya perkembangan kognitif anak usia dini, khususnya dalam mengenalkan bentuk-bentuk geometri pada anak di RA Khoirunnisa. Rendahnya kemampuan anak dalam mengenali, membedakan, dan mengelompokkan bentuk geometri menunjukkan perlunya metode pembelajaran yang lebih konkret, menarik, dan sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode bermain balok, karena memberikan pengalaman belajar langsung melalui aktivitas bermain yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perkembangan kognitif anak usia dini melalui metode bermain balok dalam mengenalkan bentuk-bentuk geometri di RA Khoirunnisa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan di RA Khoirunnisa dengan subjek penelitian sebanyak 15 anak Kelompok A. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, yaitu anak yang terindikasi mengalami hambatan pada perkembangan kognitif. Jenis data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui teknik observasi secara langsung terhadap aktivitas anak selama pembelajaran menggunakan metode bermain balok. Instrumen penelitian mengacu pada indikator perkembangan kognitif berdasarkan Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) Kurikulum 2013 dengan skala ordinal, yaitu Belum Berkembang (BB), Mulai Berkembang (MB), Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Analisis data dilakukan menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics versi 29 melalui analisis statistik deskriptif yang meliputi mean, median, modus, standar deviasi, dan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kognitif anak melalui metode bermain balok berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dengan nilai mean sebesar 3,1333, median 3,0000, modus 3,00, dan standar deviasi 0,74322. Hasil distribusi frekuensi menunjukkan bahwa sebanyak 46,7% anak berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), 33,3% Berkembang Sangat Baik (BSB), dan 20,0% Mulai Berkembang (MB), tanpa adanya anak pada kategori Belum Berkembang (BB). Dengan demikian, metode bermain balok dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk mengenalkan bentuk-bentuk geometri sekaligus mendukung perkembangan kognitif anak usia dini melalui pengalaman belajar yang konkret dan menyenangkan.
Hubungan Permainan Sensorimotor dengan Perkembangan Synaptogenesis pada Anak Usia 5–6 Tahun Samsu Nurfalah; Salma Rachmah; Sinta Trisnawati; Laili Rahmah
JIMULTI: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : JIMULTI: Jurnal Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early childhood learning still often emphasizes initial academic activities, so play experiences involving body movement and the senses do not always receive adequate space. Children aged 5–6 years need rich, repeated, and meaningful sensorimotor stimulation to support tactile responses, movement coordination, concentration, working memory, and adaptation to new stimuli. This study aimed to determine the relationship between sensorimotor play and synaptogenesis development in children aged 5–6 years at PAUD Darul Iman. This research used a quantitative approach with an associative design. All 20 children in the population were selected as the sample through total sampling. Primary data were collected using a structured observation-based questionnaire completed by parents with teacher confirmation. The instrument used a four-point ordinal Likert-type scale. The results showed that the mean score of sensorimotor play was 20.95, while the mean score of synaptogenesis development was 20.55. All instrument items were valid, with very high reliability for sensorimotor play at 0.952 and synaptogenesis development at 0.951. The normality test showed that the data were not normally distributed, so the hypothesis was tested using Spearman Rank correlation. The test result showed a coefficient of 0.972 with a significance value of <0.001. These findings indicate a positive, very strong, and significant relationship between sensorimotor play and synaptogenesis development as reflected through observable indicators of child development.
Pengembangan LKPD Berbantuan Sketchfab & Augmented Reality Materi Panca Indra Untuk Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Aida Fitri Puspitasari; Suryandari; Elvara Norma Aroyandini; Ruwet Rusiyono
JIMULTI: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : JIMULTI: Jurnal Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran IPAS pada SD Negeri Brajan berdasarkan hasil analisis kebutuhan ditemukan bahwa peserta didik memiliki minat belajar yang tinggi terhadap mata pelajaran IPAS namun sekolah masih menggunakan bahan ajar yang bersifat konvensional sehingga keterampilan berpikir kritis peserta didik belum berkembang secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKPD berbantuan Sketchfab dan Augmented Reality pada materi panca indra, mengetahui kelayakannya, serta mengetahui respon guru dan peserta didik terhadap penggunaan LKPD tersebut dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas III SD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (research and development). Dengan menggunakan model pengembangan ADDIE, Data dikumpulkan melalui angket tertutup yang diberikan kepada ahli materi, ahli media, guru, dan peserta didik. Data yang dianalisis pada ahli materi, ahli media, dan guru dihitung menggunakan skala likert, sedangkan pada peserta didik menggunakan skala guttman. Hasil penelitian ini berupa LKPD berbantuan Sketchfab dan Augmented Reality pada materi panca indra yang terdiri atas materi ajar, aktivitas pembelajaran, serta lembar kerja peserta didik kelas III SD. Produk yang dikembangkan memperoleh persentase penilaian sebesar 86% dari ahli materi dan 84% dari ahli media dengan kategori sangat layak, serta memperoleh respon guru sebesar 95% dengan kategori sangat layak dan peserta didik sebesar 83% dengan kategori sangat positif. Hasil penilaian tersebut menunjukkan bahwa LKPD berbantuan Sketchfab dan Augmented Reality sangat layak dan sangat positif jika digunakan dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar, khususnya kelas III SD.