cover
Contact Name
Johan Wahyu Tri Astuti
Contact Email
johan@uinponorogo.ac.id
Phone
+6281233241764
Journal Mail Official
johan@uinponorogo.ac.id
Editorial Address
UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Jl. Puspita Jaya, Pintu, Jenangan, Ponorogo, Jawa Timur 63492
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
EDUMANAGERIAL Journal of Islamic Education Management
Edumanagerial: Journal Of Islamic Education Management diterbitkan oleh jurusan MPI, Fakultas Pendidikan dan Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo sebagai media untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa (khususnya mahasiswa jurusan MPI), dosen, akademisi, praktisi, peneliti, yang berkaitan dengan manajemen pendidikan. Jurnal ini menyediakan tempat publikasi yang ditinjau oleh rekan sejawat, ketat secara akademis dan diakui secara profesional. Edumanagerial: Journal Of Islamic Education Management ini menerbitkan artikel asli tentang studi manajemen pendidikan Islam, yang memuat kajian-kajian tentang studi manajemen pendidikan Islam, inovasi manajemen pendidikan Islam dan pemikiran dalam manajemen pendidikan Islam.
Articles 84 Documents
Manajemen Hubungan Masyarakat (Humas) dalam Meningkatkan Citra Merek Sekolah Sehat; Studi Kasus di SMA Negeri 1 Sambit Febriana, Dea; Kardi
Edumanagerial Vol. 4 No. 1 (2025): EDUMANAGERIAL : Journal of Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/edumanagerial.v4i1.4690

Abstract

Peran hubungan masyarakat (humas) dalam lembaga pendidikan sangat penting dalam membentuk citra positif dan menjalin komunikasi efektif dengan berbagai pihak sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen humas di SMA Negeri 1 Sambit dalam meningkatkan citra sekolah sebagai "Sekolah Sehat", dengan fokus pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Observasi dilakukan terhadap kegiatan humas seperti publikasi kegiatan, pelaksanaan event sekolah, dan penggunaan media sosial. Wawancara dilakukan untuk memperoleh pandangan dan pengalaman dari informan terkait pelaksanaan humas di sekolah. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman, yaitu meliputi tiga tahapan utama: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa perencanaan humas di SMA Negeri 1 Sambit telah disusun secara sistematis menggunakan pendekatan RACE (Research, Action, Communication, Evaluation). Namun, pelaksanaan terutama dalam ranah digital melalui media sosial belum optimal karena konten yang belum konsisten dan kurang momen. Evaluasi dilakukan secara rutin pada akhir bulan dan semester yang mencakup aspek input, proses, dan output. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran strategis humas sekolah dalam membangun citra yang kuat dan adaptif, terlebih di era digital selain itu humas bertugas menyampaikan informasi yang benar, akurat, dan membangun reputasi sekolah sehingga masyarakat memiliki persepsi yang baik terhadap kualitas pendidikan dan layanan sekolah.
Manajemen Peserta Didik dan Peran Organisasi Pelajar dalam Menguatkan Karakter Religius Siswa Mutrikah, Fitriya Dwi Mutrikah; Muhammad Ghafar
Edumanagerial Vol. 4 No. 1 (2025): EDUMANAGERIAL : Journal of Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/edumanagerial.v4i1.4697

Abstract

Pendidikan tidak hanya bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga membentuk karakter peserta didik secara intelektual, sosial, dan spiritual. Penguatan nilai-nilai religius menjadi aspek penting dalam pendidikan karakter yang harus dikembangkan sejak dini. Penelitian ini bertujuan mengkaji kontribusi manajemen peserta didik dan peran aktif organisasi pelajar dalam penguatan karakter religius siswa di MTs. Ma’arif Balong. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui dokumentasi kebijakan sekolah, program kerja organisasi pelajar, serta kegiatan keagamaan siswa, kemudian dianalisis secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen peserta didik yang terencana dan terintegrasi dengan budaya madrasah, serta pelaksanaan program pembinaan religius yang melibatkan keteladanan guru dan partisipasi aktif siswa dalam organisasi pelajar, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi perkembangan spiritual siswa. Evaluasi berkala dan tindak lanjut personal memperkuat efektivitas pembentukan karakter religius secara optimal. Sinergi antara manajemen peserta didik dan organisasi pelajar menjadi kunci utama dalam mewujudkan pendidikan karakter yang utuh dan berkelanjutan di madrasah. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara kepala madrasah, guru, tim kesiswaan, dan pembina organisasi pelajar dalam perancang dan melaksanakan program pembinaan religius yang konsisten dan bermakna
Kontribusi Manajemen Program Tahfids Al-Qur'an dalam membentuk Karakter Religius Siswa: Studi Kasus di SMPN 6 Ponorogo Nanda Saudah Ellysa Putri
Edumanagerial Vol. 4 No. 1 (2025): EDUMANAGERIAL : Journal of Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/edumanagerial.v4i1.4735

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi manajemen program tahfidz Al-Qur’an terhadap pembentukan karakter religius siswa di SMP Negeri 6 Ponorogo. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru tahfidz, serta siswa yang mengikuti program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program tahfidz yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan berjalan secara sistematis dan terstruktur. Program ini terbukti efektif dalam membentuk karakter religius siswa, ditandai dengan meningkatnya kedisiplinan beribadah, sikap spiritual, dan perilaku religius dalam kehidupan sehari-hari. Internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam program tahfidz tidak hanya membentuk kemampuan kognitif, tetapi juga memperkuat aspek afektif dan psikomotorik siswa. Manajemen program tahfidz Al-Qur’an memiliki kontribusi terhadap penguatan karakter religius siswa di sekolah umum. Program tahfidz tidak hanya berfungsi sebagai upaya meningkatkan kemampuan kognitif dalam menghafal Al-Qur’an, tetapi juga sebagai media internalisasi nilai-nilai spiritual yang mampu membentuk kepribadian peserta didik. Melalui pengelolaan program yang terstruktur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi, siswa dibiasakan untuk berdisiplin, tekun, dan konsisten dalam menjaga hafalan. Kebiasaan ini pada akhirnya menumbuhkan sikap tanggung jawab, kejujuran, kesabaran, serta penghargaan terhadap nilai-nilai keagamaan. Selain itu, manajemen program tahfidz yang diintegrasikan dalam lingkungan sekolah umum juga mendorong terciptanya atmosfer religius yang kondusif, sehingga memperkuat pembiasaan ibadah sehari-hari dan meningkatkan kesadaran spiritual siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa program tahfidz Al-Qur’an tidak hanya memberikan kontribusi pada aspek akademik, tetapi juga berperan strategis dalam membentuk karakter religius peserta didik sebagai bekal menghadapi tantangan moral di era modern
Manajemen Inovasi Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Di Pondok Pesantren Nurul Azhar Sampung Ponorogo putri romadon, aini roqyidah; Mukhibat
Edumanagerial Vol. 4 No. 1 (2025): EDUMANAGERIAL : Journal of Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/edumanagerial.v4i1.4885

Abstract

Manajemen inovasi pembelajaran berbasis kearifan lokal di Pondok Pesantren Nurul Azhar Sampung Ponorogo merepresentasikan integrasi antara materi ajar dan realitas budaya masyarakat sekitar. Integrasi ini diwujudkan melalui pendekatan pembelajaran khas pesantren seperti sorogan, syawir, muhadhoroh, muhafadhoh, muhadatsah, serta pengajian terbuka bersama masyarakat. Proses inovasi tersebut berlangsung melalui tahapan perencanaan yang melibatkan pengasuh dan tenaga pendidik, pelaksanaan yang berbasis pada budaya pesantren, serta evaluasi berkala yang dilakukan secara mingguan, bulanan, dan tahunan. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk memperoleh data melalui observasi, wawancara, dan dokumntasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pemahaman keilmuan santri sekaligus penguatan karakter melalui intrnalisasi nilai-nilai kearifan lokal. Implementasi manajemen inovasi ini juga berdampak positif terhadap penguatan identitas lokal santri dalam menghadapi dinamika sosial di tengah arus modernisasi. Pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menciptakan proses pendidikan yang kontekstual, bermakna, dan berorientasi pada pelestarian budaya lokal
Kepemimpinan Pendidikan dan Motivasi Mengajar Guru; Studi Kasus Perubahan Kepala Sekolah di SMPN 1 Jetis Ponorogo Nur, janah; Panggih Wahyu Nugroho
Edumanagerial Vol. 4 No. 1 (2025): EDUMANAGERIAL : Journal of Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/edumanagerial.v4i1.5127

Abstract

Pendidikan berpusat pada pengembangan potensi manusia melalui pembelajaran terencana, didukung manajemen sekolah yang efektif. Sekolah sebagai ekosistem, melibatkan peserta didik, pendidik, staf kependidikan, guru, dan kepala sekolah. Kepala sekolah, sebagai tokoh sentral, sangat krusial dalam mengelola dan memotivasi seluruh komponen. Pergantian kepemimpinan membawa gaya baru yang menuntut adaptasi, dan ini berdampak pada motivasi mengajar guru yang merupakan kunci utama untuk pembelajaran efektif. Penelitian ini menganalisis dampak kepemimpinan kepala sekolah baru terhadap motivasi mengajar guru di SMPN 1 Jetis. Pendekatan kualitatif digunakan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap guru dan kepala sekolah. Analisis data melibatkan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan metode, serta mempertimbangkan lamanya waktu penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah baru menerapkan gaya kepemimpinan demokratis dengan elemen servant leadership, ditandai dengan sikap mengayomi, sabar, dan fokus pada kesejahteraan guru. Kepala sekolah juga beradaptasi dengan budaya organisasi sekolah melalui pendekatan strategis yang menekankan keberlanjutan program, optimalisasi sumber daya, musyawarah, keterbukaan, dan keteladanan. Kepemimpinan ini secara signifikan menciptakan iklim kerja positif melalui kedisiplinan yang suportif, komunikasi terbuka, dukungan pengembangan profesional, dan perhatian pada kebutuhan guru. Iklim kerja kondusif ini berpotensi kuat meningkatkan motivasi mengajar, rasa memiliki, dan kinerja guru. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan kepemimpinan kepala sekolah baru yang adaptif dan berorientasi pada guru memiliki implikasi positif terhadap motivasi mengajar dan iklim kerja di SMPN 1 Jetis
STRATEGI KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN ETOS KERJA TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN DI MTS AL-ISLAM JORESAN PONOROGO Zuni, Zuni Mupiddatul
Edumanagerial Vol. 4 No. 1 (2025): EDUMANAGERIAL : Journal of Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/edumanagerial.v4i1.5134

Abstract

Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran vital dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter. Keberhasilan peran ini sangat bergantung pada kepemimpinan kepala madrasah yang efektif dalam mengelola seluruh komponen lembaga, terutama dalam meningkatkan etos kerja tenaga pendidik dan kependidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk strategi, menganalisis implementasi, dan mengevaluasi hasil penerapan strategi kepala madrasah dalam meningkatkan etos kerja di MTs Al-Islam Joresan Ponorogo, di mana sebelumnya ditemukan tantangan terkait kedisiplinan dan penguasaan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan sumber data utama kepala madrasah, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah menerapkan strategi komprehensif yang mencakup pembinaan kedisiplinan, pemberian motivasi, keteladanan, supervisi rutin, serta fasilitasi pelatihan berkelanjutan. Implementasi strategi ini terbukti membawa dampak positif, yang tercermin dari meningkatnya kedisiplinan, komitmen terhadap tugas, dan adaptasi teknologi dalam pembelajaran. Disimpulkan bahwa kepemimpinan strategis kepala madrasah memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk budaya dan etos kerja yang unggul.
PERAN KEPALA MADRASAH SEBAGAI INOVATOR DALAM MENINGKATKAN INNOVATIVE WORK BEHAVIOR GURU PENDAMPING KHUSUS DI MIT AL-MADINAH PONOROGO Esti Felailiana; Muhammad Thoyib
Edumanagerial Vol. 4 No. 1 (2025): EDUMANAGERIAL : Journal of Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/edumanagerial.v4i1.5179

Abstract

Heterogenitas dan keberagaman di sekolah inklusi menjadikan peran Guru Pendamping Khusus (GPK) sangat krusial, terutama dalam mengakomodasi kebutuhan peserta didik. Namun, tantangan utamanya adalah kurangnya kesiapan guru dalam memilih sumber dan metode pembelajaran yang sesuai dengan heterogenitas kelas. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk mengembangkan perilaku kerja inovatif atau Innovative Work Behavior (IWB). Dari berbagai faktor yang memengaruhi IWB, kepemimpinan menjadi salah satu aspek terpenting. Kepemimpinan kepala madrasah yang efektif, didukung oleh kecerdasan emosional guru, memainkan peran penting dalam mendorong inovasi di lingkungan pendidikan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yang datanya diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Strategi kepala madrasah dalam menjalin komunikasi yang harmonis dapat dicapai melalui pendekatan personal dan kepemimpinan humanis, menciptakan hubungan kerja yang setara dan suportif melalui penyediaan ruang pertemuan rutin yang partisipatif, responsif serta kolaboratif. (2) Keterampilan kepala madrasah dalam menciptakan gagasan baru dapat dicapai melalui penerapan pendekatan bottom-up model, memfasilitasi akses terhadap berbagai sumber belajar, serta memberikan dukungan nyata terhadap pengembangan kompetensi GPK. (3) Kemampuan kepala madrasah dalam mengembangkan model pembelajaran yang inovatif dapat dicapai dengan melakukan peninjauan dan evaluasi terhadap modul pembelajaran, memperkuat struktur kolaboratif dengan mendelegasikan peran, serta menyederhanakan kurikulum ajar berdasarkan kebutuhan individual siswa.
Strategi Manajemen Humas dalam Membangun Citra Sekolah Unggul di SMP Negeri 4 Ponorogo reanita, nela
Edumanagerial Vol. 4 No. 2 (2025): EDUMANAGERIAL : Journal of Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/edumanagerial.v4i2.5289

Abstract

Manajemen humas dalam membangun citra sekolah unggulan merupakan suatu proses yang sistematis dan terstruktur untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keunggulan sekolah. Dalam membangun citra sekolah unggulan, manajemen humas perlu melakukan perencanaan strategis untuk menentukan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. Citra sekolah yang baik berfungsi sebagai daya tarik bagi calon siswa dan menjadi indikator keberhasilan lembaga pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) implementasi strategi manajemen humas di SMPN 4 Ponorogo dalam membangun citra sebagai sekolah unggulan; (2) faktor pendukung dan pengambat strategi manajemen humas dalam membangun citra sekolah unggulan di SMPN 4 Ponorogo; dan (3) Bagaimana hasil strategi manajemen humas dalam membangun citra sekolah unggulan di SMPN 4 Ponorogo. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus untuk mengungkapkan secara mendalam dan terperinci tentang strategi yang dilakukan manajemen humas dalam membangun citra sekolah unggul di SMPN 4 Ponorogo. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang di gunakan yaitu teknik Miles, Huberman dengan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Negeri 4 Ponorogo telah berhasil mengimplementasikan strategi humas yang efektif melalui kegiatan publikasi dan promosi. Faktor pendukung utama dalam strategi ini adalah keterbukaan masyarakat dan peran aktif kepala sekolah sebagai motivator. Kepala sekolah juga memotivasi guru serta siswa untuk terus menjaga reputasi sekolah melalui peningkatan prestasi dan partisipasi aktif dalam setiap kegiatan. Namun, terdapat beberapa faktor penghambat, seperti keterbatasan anggaran dan waktu yang dapat mempengaruhi pelaksanaan kegiatan humas
Strategi Image Building dalam Membangun Persepsi Positif Masyarakat terhadap Lembaga Pendidikan (Studi Deskriptif Kualitatif di SMK Negeri 1 Ponorogo): (Studi Deskriptif Kualitatif di SMK Negeri 1 Ponorogo) Munfaridah Nur Fauziah; harsoyo, roni; Muhammad Farhan Hidayatullah; Muhammad Munirul Huda; Muhammad Ridho Firmansyah
Edumanagerial Vol. 4 No. 2 (2025): EDUMANAGERIAL : Journal of Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/edumanagerial.v4i2.5296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi strategi image building yang dilakukan oleh SMKN 1 Ponorogo dalam membangun persepsi masyarakat mulai dari proses serta dampak dari strategi image building yang telah diterapkan untuk membangun persepsi positif masyarakat terhadap SMKN 1 Ponorogo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai fenomena yang terjadi di lingkungan sekolah. Penelitian ini berfokus pada penggambaran secara sistematis dan faktual terhadap kondisi, aktivitas, serta pandangan para informan terkait topik yang diteliti. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan Wakil Kepala Bidang Kesiswaan dan beberapa siswa SMKN 1 Ponorogo. Peneliti juga memperoleh data dengan teknik dokumentasi, yakni dengan memperoleh data-data yang relevan dari media sosial dan juga data-data yang tersedia di website resmi SMKN 1 Ponorogo maupun website resmi yang lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, strategi image building yang diterapkan di SMKN 1 Ponorogo ada 3 yaitu: 1) Membangun budaya sekolah yang bagus; 2) mempublikasikan dan meningkatkan pencapaian prestasi baik akademik dan non akademik; dan 3) menjalin komunikasi dengan berbagai pihak luar. Secara keseluruhan, strategi image building yang diterapkan di SMKN 1 Ponorogo ini terbukti dapat membentuk persepsi positif masyarakat terhadap lembaga sekolah, dengan selalu terpenuhinya kuota pendaftaran calon peserta didik baru yang menjadi indikator bahwa strategi yang diterapkan di SMKN 1 Ponorogo sudah efektif dan efisien.
Strategi Pemasaran Digital Berbasis Media Sosial dalam Optimalisasi Penerimaan Peserta Didik Baru di MTs Singo Walisongo Kurnia, Anggun; Imam Muslim
Edumanagerial Vol. 4 No. 2 (2025): EDUMANAGERIAL : Journal of Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/edumanagerial.v4i2.5339

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pemasaran digital berbasis media sosial dalam optimalisasi penerimaan peserta didik baru di MTs Singo Walisongo. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah metode kualitatif deskriptif yaitu sebuah pendekatan terhadap sesuatu perilaku, fenomena, peristiwa, masalah atau keadaan tertentu yang menjadi objek penyelidikan, yang hasil temuannya berupa uraian-uraian kalimat bermakna yang menjelaskan pemahaman tertentu. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa pemanfaatan media sosial di MTs Singo Walisongo Magetan masih kurang maksimal, dikarenakan akun yang digunakan masih menjadi satu dengan akun dari Pondok Pesantren Singo Walisongo Magetan. Setiap akun sosial media dikelola oleh beberapa pihak yang mana bukan bagian dari stakeholder di MTs Singo Walisongo Magetan. Akan tetapi, sekolah mempunyai strategi dengan cara mendorong para guru, siswa, dan alumni untuk turut membagikan konten yang diunggah di akun resmi yang digunakan sekolah ke akun pribadi masing-masing. Efek viral yang tercipta dari kolaborasi ini tidak hanya memperluas jangkauan promosi tanpa memerlukan tambahan biaya iklan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik, memperkuat citra lembaga, serta mendorong minat calon peserta didik. Strategi ini berperan signifikan dalam mengoptimalkan penerimaan peserta didik baru secara lebih efektif dan efisien. Implikasi penelitian ini diharapkan menjadi sebuah acuan bagi pihak sekolah dalam memanfaatkan media sosial untuk proses penerimaan peserta didik baru