cover
Contact Name
SARYANTO
Contact Email
saryanto@ustjogja.ac.id
Phone
+6285643820434
Journal Mail Official
jurnal.twh@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Jl. Batikan, UH-III Jl. Tuntungan No.1043, Tahunan, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55167
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Tut Wuri Handayani
ISSN : 20892217     EISSN : 3046482X     DOI : https://doi.org/10.30738/twh.
Core Subject : Education,
Journal Ilmiah Tut Wuri Handayani is a scholarly journal that focuses on Education Management, encompassing innovative research, development, and best practices in the field. Published by the Graduate Program of Education Management at Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, this journal serves as a platform for academics, practitioners, and researchers to share insights, findings, and experiences related to the management of education institutions.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 186 Documents
STRATEGI MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA BERBASIS KEBUTUHAN UNTUK MENDUKUNG MODEL PEMBELAJARAN DEEP LEARNING DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI SISWA DI SMK NEGERI 1 JATIBARANG: STRATEGI MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA BERBASIS KEBUTUHAN UNTUK MENDUKUNG MODEL PEMBELAJARAN DEEP LEARNING DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI SISWA DI SMK NEGERI 1 JATIBARANG asngarih ASNGARIH
JURNAL ILMIAH TUT WURI HANDAYANI Vol 15 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi manajemen sarana dan prasarana di SMK Negeri 1 Jatibarang dalam mendukung pembelajaran adaptif berbasis deep learning. Pendekatan kualitatif jenis studi kasus digunakan untuk mengeksplorasi proses perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, serta evaluasi sarpras digital melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sarpras dilakukan secara partisipatif, berbasis kebutuhan, dan terintegrasi dalam Rencana Kerja Sekolah. Implementasi LMS, pelatihan guru, serta penggunaan perangkat berbasis AI menunjukkan adanya transformasi pembelajaran yang signifikan. Temuan juga mengungkap peningkatan kompetensi teknis dan non-teknis siswa, meskipun masih ditemukan kendala infrastruktur dan variasi literasi digital guru. Kesimpulan menunjukkan bahwa strategi manajerial yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis data menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pembelajaran vokasi yang berkelanjutan dan responsif terhadap tantangan Revolusi Industri 4.0. Kata kunci: Manajemen sarana dan prasarana; pembelajaran adaptif; deep learning; SMK; pendidikan vokasional digital.
The School Waste Bank as a Catalyst for Increasing Environmental Awareness of Students at Semagung Public Elementary School, Purworejo Regency: Bank Sampah Sekolah sebagai Katalis Peningkatan Kepedulian Lingkungan Siswa di SD Negeri Semagung Kabupaten Purworejo Mansur Yusuf
JURNAL ILMIAH TUT WURI HANDAYANI Vol 15 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/twh.v15i2.22102

Abstract

Permasalahan sampah yang kian kompleks menuntut solusi inovatif, terutama di lingkungan sekolah. Laporan ini mengkaji peran bank sampah sekolah sebagai katalisator peningkatan kepedulian lingkungan siswa. Bank sampah sekolah didefinisikan sebagai sistem pengelolaan sampah anorganik bernilai ekonomis yang mengintegrasikan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Program ini memberikan manfaat multidimensi: secara lingkungan, menciptakan sekolah yang lebih bersih; secara ekonomi, mengubah sampah menjadi sumber pendapatan dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan; serta secara edukasi, meningkatkan kesadaran dan membentuk perilaku bertanggung jawab siswa. Implementasinya melibatkan tahapan operasional terstruktur mulai dari sosialisasi, pengumpulan, pemilahan, hingga penjualan yang didukung oleh edukasi berkelanjutan, insentif, dan kegiatan kreatif. Dampak yang terukur meliputi peningkatan pemahaman siswa tentang pengelolaan sampah, pembentukan sikap positif, dan perubahan perilaku nyata dalam pengurangan serta pemilahan sampah. Meskipun menghadapi tantangan seperti kesadaran rendah dan keterbatasan fasilitas, dukungan internal dan eksternal menjadi faktor kunci keberhasilan. Rekomendasi strategis mencakup sosialisasi intensif, keteladanan guru, integrasi kurikulum, dan kolaborasi multi-pihak untuk memastikan keberlanjutan program dan dampaknya yang meluas. Bank sampah sekolah tidak hanya mengatasi masalah sampah, tetapi juga menjadi platform efektif untuk pendidikan karakter dan pembangunan berkelanjutan. Kata kunci: bank sampah, katalis, kepedulian, lingkungan
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN PENGELOLAAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) PIONEER DI KECAMATAN JATEN KABUPATEN KARANGANYAR Delmondo Gilang Nugraha
JURNAL ILMIAH TUT WURI HANDAYANI Vol 15 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/twh.v15i2.22842

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) Bagaimana pengelolaan di lembaga PKBM Pioneer, (2) Apa saja faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi pengelolaan di lembaga PKBM Pioneer, (3) Bagaimana tingkat keberhasilan pelaksanaan program berdasarkan pengelolaan di lembaga PKBM Pioneer. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah pengelola, tutor, warga belajar, dan masyarakat sekitar PKBM Pioneer. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti merupakan instrumen utama dalam melakukan penelitian yang dibantu oleh pedoman observasi, pedoman wawancara, dan pedoman dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah display data, reduksi data, dan pengambilan kesimpulan. Trianggulasi yang digunakan untuk menjelaskan keabsahan data dengan menggunakan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pengelolaan PKBM Pioneer dilakukan melalui beberapa tahap yaitu perencanaan dengan musyawarah mufakat dan membagi program menjadi pokok serta penunjang, pengorganisasian dilakukan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi, penggerakan menggunakan pendekatan kesejawatan dan produktivitas, pembinaan dilakukan oleh Dinas Pendidikan dengan monitoring dan evaluasi sedangkan di internal PKBM Pioneer lebih bersifat luwes, evaluasi menggunakan instrument dari dinas terkait. (2) Faktor pendukung yang mempengaruhi dalam pengelolaan PKBM Pioneer yaitu: (a) Dukungan dari Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Karanganyar, (b) Dukungan dari masyarakat sekitar, (c) Popularitas lembaga, (d) Kepercayaan lembaga mitra, (e) Komitmen Pengelola, (f) Fasilitas yang memadai, (g) Motivasi belajar yang tinggi, (h) Adanya program pengembangan unit usaha sebagai bentuk lapangan pekerjaan bagi warga belajar dan (i) Keikutsertaan pengelola dalam diklat dan workshop. Sedangkan yang menjadi Faktor penghambat adalah pendanaan dan konsep belajar warga belajar tentang pendidikan sepanjang hayat masih kurang. (3) Keberhasilan pengelolaan antara lain: (a) partisipasi masyarakat yang terlibat relatif tinggi, (b) program bermanfaat bagi masyarakat, (c) mutu dan relevansi program terhadap kebutuhan masyarakat, (d) terciptanya kemandirian dan keberlanjutan lembaga.
Implementasi Kepemimpinan Transformasional dalam Program Briefing Rutin WAHABITA BERANI di SMA Negeri 1 Playen Topari Topari
JURNAL ILMIAH TUT WURI HANDAYANI Vol 15 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi kepemimpinan transformasional melalui program briefing rutin bertajuk WAHABITA BERANI di SMA Negeri 1 Playen. Fokus utama kajian ini adalah bagaimana dimensi-dimensi kepemimpinan transformasional digunakan untuk memperkuat budaya organisasi sekolah di era Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif, di mana peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif pada kegiatan briefing pagi, wawancara mendalam terhadap kepala sekolah serta informan guru, dan analisis dokumen terkait. Analisis data dilakukan secara interaktif meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kepala sekolah berhasil mengaktualisasikan empat dimensi utama kepemimpinan transformasional, yakni idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration. Dampak signifikan terlihat pada peningkatan komitmen afektif guru yang kini memandang briefing sebagai kebutuhan motivasional untuk mengisi daya semangat kerja, bukan sekadar beban administratif harian. Sinergi antara gaya kepemimpinan inspiratif dan rutinitas waktu yang konsisten berhasil mengubah pola kepatuhan karena aturan menjadi kepatuhan berdasarkan kesadaran visi kolektif demi kemajuan mutu institusi pendidikan
Implementasi Model PBL Berbasis Deep Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Jaringan Komputer dan Internet Elisabeth Dewi Krisnamurti
JURNAL ILMIAH TUT WURI HANDAYANI Vol 15 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIII B SMP Pangudi Luhur Sedayu pada materi Jaringan Komputer dan Internet melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Deep Learning. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 23 peserta didik pada tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data meliputi tes hasil belajar, observasi keaktifan siswa, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keaktifan belajar siswa, dengan persentase keaktifan meningkat dari 66,30%–71,74% pada siklus I menjadi 79,35%–83,70% pada siklus II. Ketuntasan belajar juga mengalami kenaikan, dari 52,17% pada pra tindakan menjadi 60,87% pada siklus I dan 86,96% pada siklus II, dengan rata-rata nilai meningkat dari 71,30 menjadi 82,61. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi PBL dan pendekatan Deep Learning efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep, keaktifan, serta hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Informatika.
Manajemen Pembelajaran Berbasis Media Sosial Instagram dalam Mendukung IMplementasi Deep Learning di Sekolah Nanda Ayu Safitri
JURNAL ILMIAH TUT WURI HANDAYANI Vol 15 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen pembelajaran berbasis sosial media instagram di sekolah tingkat menengah pertama, dan menengah atas. Menganalisis manajemen pembelajaran berbasis media sosial instagram. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan dibeberapa sekolah dan jenjang pendidikan yang berbeda. Tentunya hal ini dilakukan agar penulis mendapatkan sudut pandang di tiap sekolah, sehingga penulis diperkaya data, dan mendapatkan hasil yang valid dan reabilitas. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan dapat disimpulkan: (1) Manajemen pembelajaran dilakukan dengan menggunakan fitur story instagram dengan menambahkan pilihan jawaban sebagai soal pilihan ganda. Pemanfaatan media digital berbasis sosial media ini, dilakukan setelah guru mata pelajaran memberikan materi, setelah itu konten pembelajaran dibuat sebagai post test. (2) Penggunaan media pembelajaran berbasis media sosial ini sangat efektif digunakan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Jepang, dan Sejarah pada tingkat SMP dan SMA/SMK. (3) Media pembelajaran berbasis sosial media ini juga salah satu pilar dalam Deep Learning, yaitu Joyfull Learning, motivasi siswa pada pembelajaran jadi meningkat dengan penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman mereka.