cover
Contact Name
Rizal Fathurrohman
Contact Email
epistemeresearchacademy@gmail.com
Phone
+62895428698488
Journal Mail Official
muhammadnaqib1974@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lkr. Jatisawit No K4 Desa Balecatur, Kec. Gamping, Kab. Sleman, Yogyakarta, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Islamic Studies
ISSN : -     EISSN : 31233244     DOI : -
Eshraq: Journal of Islamic Studies mempublikasikan artikel hasil penelitian lapangan dan kajian konseptual tentang studi Islam dalam berbagai ekspresi budaya, sosial, dan intelektual. Jurnal ini bersifat interdisipliner dan mencakup kajian berbasis teks maupun lapangan. Cakupan kajian meliputi: Pendidikan Islam Filsafat dan pemikiran Islam Hukum Islam Sejarah dan peradaban Islam Sastra dan seni dalam tradisi Islam Teologi dan tasawuf Sosiologi dan antropologi Islam Kajian budaya dan masyarakat Muslim kontemporer Jurnal ini bertujuan menjadi ruang akademik untuk mempertemukan studi Islam dan humaniora secara kritis, kontekstual, dan relevan dengan perkembangan masyarakat Muslim lokal maupun global.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 29 Documents
Ijtihad Fikih dalam Regulasi Konten Kecerdasan Artifisial: Analisis Maqāṣid al-Syarī‘ah terhadap Kebenaran, Amanah, dan Otoritas Keagamaan Digital Munjiyat, Siti Nurul; Prihantoro, Wahyu Kholis; Salsabil, Intan Aini; Saputri, Farahnaila Aulia; Amanah, Fitri Dewi; Stepani, Nadya
Eshraq: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Eshraq: Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan artificial intelligence (AI) dalam produksi konten digital telah membawa implikasi serius terhadap kebenaran, amanah, dan akuntabilitas informasi, khususnya di ruang keagamaan. Artikel ini bertujuan menganalisis urgensi ijtihad fikih dalam merespons regulasi konten AI-generated serta implikasi hukumnya terhadap penyalahgunaan informasi di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif-kualitatif dengan analisis fikih kontemporer berbasis maqāṣid al-syarī‘ah, terutama perlindungan akal (ḥifẓ al-‘aql), harta (ḥifẓ al-māl), dan prinsip pencegahan kemudaratan. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI tidak dapat diposisikan sebagai subjek hukum, melainkan sebagai alat yang penggunaannya berada dalam tanggung jawab manusia, sehingga diperlukan kerangka regulasi yang menjamin nilai kebenaran dan amanah informasi. Selain itu, kehadiran AI turut memengaruhi otoritas keagamaan di ruang digital, yang berpotensi mengalami pergeseran akibat desentralisasi pengetahuan dan bias algoritmik. Dalam konteks ini, mimbar digital menjadi arena baru bagi otoritas keagamaan tradisional untuk menegosiasikan ulang perannya, sehingga ijtihad fikih berperan penting sebagai instrumen etis dan normatif dalam menjaga legitimasi keilmuan Islam di era kecerdasan buatan.
Integritas Ilmu Sebagai Fondasi Keilmuan: Analisis Epistemologis dan Aksiologis Dalam Filsafat Ilmu Novinda, Assyifa Ramadanti; Achmad, Mukhsin
Eshraq: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Eshraq: Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan modern menunjukkan kecenderungan fragmentasi disiplin dan klaim netralitas nilai yang semakin menguat. Kondisi ini menimbulkan problem keilmuan berupa terpisahnya dimensi epistemologis dan aksiologis dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Akibatnya, ilmu sering berkembang secara teknis tanpa disertai refleksi etis dan orientasi kemanusiaan yang memadai. Persoalan tersebut menjadikan integritas ilmu sebagai isu mendasar dalam filsafat ilmu, khususnya dalam konteks upaya menjaga keberlanjutan dan tanggung jawab keilmuan di tengah kompleksitas tantangan zaman. Berdasarkan latar tersebut, artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep integritas ilmu sebagai fondasi keilmuan melalui pendekatan epistemologis dan aksiologis, serta menelaah relevansinya dalam perspektif pemikiran Islam. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) dengan pendekatan filsafat ilmu. Sumber data terdiri atas buku-buku filsafat ilmu dan integrasi ilmu, serta pemikiran pakar Indonesia yang relevan dengan tema epistemologi dan aksiologi ilmu. Hasil kajian menunjukkan bahwa integritas ilmu meniscayakan keterpaduan antara validitas cara memperoleh pengetahuan dan orientasi nilai dalam pemanfaatannya. Dalam perspektif Islam, integrasi antara wahyu, akal, dan pengalaman empiris memperkuat landasan epistemologis sekaligus aksiologis ilmu pengetahuan. Dengan demikian, integritas ilmu tidak hanya berfungsi sebagai konsep filosofis, tetapi juga sebagai kerangka normatif dan praksis dalam pengembangan keilmuan yang beretika, kontekstual, dan bertanggung jawab secara sosial.
Hubungan Pola Konsumsi Islamic-Themed Fast Food Dengan Physical Health Pada Remaja di SMPN 2 Pariaman Andriani, Linda; Ratih, Septiana; Maersela, Putri Diana
Eshraq: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Eshraq: Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescents represent an age group undergoing a transitional phase toward adulthood, characterized by rapid physical growth, hormonal changes, and complex psychosocial development. Amid globalization and modernization, adolescent dietary patterns have shifted from nutritious traditional foods to fast food, which is practical but low in nutritional value. This phenomenon is increasingly prevalent among urban adolescents, including those in Pariaman City. This study aims to determine the relationship between fast food consumption patterns and physical health among adolescents at SMPN 2 Kota Pariaman. This research employed a quantitative method with a descriptive correlational approach and a cross-sectional design. The study was conducted from July 21 to 25, 2025, involving 80 students from grades VIII and IX, selected through stratified random sampling. Data were collected using a Food Frequency Questionnaire (FFQ), a Likert scale to assess physical health complaints, and Body Mass Index (BMI) measurements. Data analysis was performed using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between fast food consumption and physical health (p-value = 0.024 < α = 0.05). A total of 45% of respondents were categorized as “frequent” consumers and 23.8% as “very frequent.” Regarding physical health, 41.3% experienced moderate complaints, 33.8% severe complaints, and 25% mild complaints. Notably, 57.9% of adolescents who consumed fast food very frequently reported severe physical health issues, while those who rarely consumed fast food mostly reported mild complaints (36%). It can be concluded that fast food consumption patterns are significantly associated with physical health among adolescents. Therefore, it is important for adolescents to maintain healthy eating habits to avoid the negative impacts of fast food on their physical well-being.  
Certainty and Doubt in Islamic Religious Education toward a Dialogue between Islamic and Cartesian Epistemology Fathurrohman, Rizal
Eshraq: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Eshraq: Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the epistemological relationship between certainty and doubt in Islamic Religious Education through a philosophical dialogue between Islamic and Cartesian epistemology. The problem of knowledge in education concerns how certainty is attained, justified, and internalized within the learning process. In Islamic epistemology, certainty is expressed through the concept of yaqīn, which integrates revelation, rational reflection, and spiritual intuition as interconnected sources of valid knowledge. Conversely, Cartesian epistemology begins with methodological doubt as a critical foundation for establishing indubitable certainty grounded in rational self awareness. This study employs a qualitative philosophical approach using conceptual and epistemological analysis, drawing on the epistemological perspectives of Abu Hamid al-Ghazali and Rene Descartes. The findings demonstrate that doubt and certainty function as complementary epistemic processes rather than contradictory states. Doubt serves as a methodological tool to examine the limits and validity of knowledge, while certainty represents the culmination of rational inquiry and spiritual realization. This epistemological dialogue contributes to reconstructing the philosophical foundation of Islamic Religious Education by integrating rational and spiritual modes of knowing, thereby enhancing its epistemic legitimacy, intellectual depth, and transformative educational purpose.
Rekonstruksi Pendidikan Agama Islam Berbasis Multiliterasi dalam Penguatan Moderasi Beragama di Era Disrupsi Digital Afriyanto, Dwi; Mubarok, Imam
Eshraq: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Eshraq: Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan merekonstruksi Pendidikan Agama Islam berbasis multiliterasi sebagai strategi penguatan moderasi beragama di era disrupsi digital. Perkembangan teknologi informasi dan dominasi media sosial telah mengubah pola otoritas keagamaan, cara belajar, serta pembentukan opini publik, yang seringkali memicu polarisasi dan penyebaran narasi keagamaan yang simplistik. Dalam konteks ini, Pendidikan Agama Islam dituntut mengembangkan pendekatan multiliterasi yang meliputi literasi digital, literasi kritis, literasi kultural, dan literasi spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan analisis konseptual terhadap paradigma pendidikan Islam dan kebijakan moderasi beragama di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi multiliterasi dalam pembelajaran agama mampu memperkuat kemampuan peserta didik dalam memahami teks secara kontekstual, menyaring informasi digital secara kritis, serta menumbuhkan sikap inklusif dan dialogis. Dengan demikian, rekonstruksi ini menjadi landasan pedagogis yang relevan untuk membangun moderasi beragama yang adaptif, reflektif, dan berakar pada nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
Transformasi Paradigma Tafsir Al-Qur'an dari Tekstualisme Klasik menuju Kontekstualisme Kontemporer dalam Studi Islam Hidayatullah, Rasyid; Syafir, Alsyfidhi Anggrina; Dasuki, Akhmad
Eshraq: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Eshraq: Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines the paradigmatic transformation of Qur'anic interpretation from classical textualist approaches toward contemporary contextualist ones as an epistemological phenomenon in modern Islamic studies. The dominance of classical tafsīr methodology, rooted in transmitted authority (naqlī) and linguistic analysis (lughawī), is assessed to have undergone a crisis of relevance when confronted with social, political, and cultural issues of the 20th and 21st centuries. This study employs a qualitative method with a library research approach through critical analysis of primary and secondary sources in the Islamic tafsīr tradition. The findings indicate that this paradigmatic shift is not linear-evolutionary but dialectical, marked by tensions between textual authority and contextual demands, generating new tafsīr methodologies that draw upon hermeneutics, social sciences, and historical-critical approaches. The contributions of Fazlur Rahman, Muhammad Arkoun, and Nasr Hamid Abu Zayd serve as concrete representations of this methodological transformation. The article concludes that contextualism is not a rejection of the text, but an expansion of tafsīr epistemology that acknowledges the dynamic relationship between text, historical context, and the interpreter's subjectivity in contemporary Islamic studies.
The Correlation of Smartphone Use with Emotional Intelligence of Students at the Alma Ata University Students’ Islamic Boarding School Dian Elok Faiqoh; Misyroh Akhmadi
Eshraq: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Eshraq: Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the level of emotional intelligence and analyze the correlation between smartphone usage and emotional intelligence of students at the Student Islamic Boarding School (PPM) of Alma Ata University. The background of the study is based on the rapid development of communication technology, which has a significant impact on students. Uncontrolled smartphone usage has the potential to trigger individualistic attitudes and reduce social sensitivity (phubbing) (Sulastri et al., 2023). The sampling technique used in this study was simple random sampling. The research method used was a quantitative correlational approach, with data collection through observation and questionnaires distributed to 78 respondents. Data analysis was performed using a simple linear regression test using SPSS 20.0 for Windows software. The results showed that the majority of students (92.31%) had moderate or controlled smartphone usage, while the majority had moderate (84.62%) to high (15.38%) emotional intelligence levels. The correlation test found a significance value of 0.023 (p < 0.05), indicating a significant but weak positive correlation between smartphone usage and emotional intelligence, with a contribution of 6.6%. This study concluded that wise smartphone use for productivity can support the stability of students' emotional intelligence, although most other emotional intelligence factors are influenced by variables outside the study.
Perkembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Indonesia: Tinjauan Historis dari Masa Pra-Kemerdekaan hingga Kurikulum Merdeka Ghina Sofia Mahfuzah; Salamah
Eshraq: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Eshraq: Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia dari masa pra-kemerdekaan hingga implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research) dengan metode deskriptif historis untuk menelaah dinamika perubahan kurikulum yang dipengaruhi oleh perkembangan sosial, politik, dan kebijakan pendidikan nasional. Pembahasan diawali dengan kondisi pendidikan Islam pada masa kolonial yang masih diselenggarakan secara mandiri melalui masjid dan pesantren serta belum memperoleh perhatian yang memadai dari pemerintah kolonial. Selanjutnya, artikel ini menguraikan perkembangan kurikulum PAI pada berbagai periode, mulai dari Kurikulum 1947, 1952-1964, 1968, 1975, 1984, 1994, Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Kurikulum 2013, hingga Kurikulum Merdeka. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum PAI mengalami perkembangan yang berkelanjutan dari pendekatan yang berorientasi pada materi menuju pembelajaran yang berbasis kompetensi, penguatan karakter, dan berpusat pada peserta didik. Kurikulum Merdeka menjadi bentuk transformasi terbaru yang menekankan fleksibilitas pembelajaran, penguasaan kompetensi esensial, pengembangan berpikir kritis dan kreatif, serta penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, perkembangan kurikulum PAI mencerminkan upaya adaptasi pendidikan Islam terhadap kebutuhan masyarakat dan tantangan zaman yang terus berkembang.  
Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia: Antara Tradisi dan Tantangan Era Digital Mukhtar Mas’ud
Eshraq: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Eshraq: Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika lembaga pendidikan Islam di Indonesia dalam menavigasi ketegangan ganda antara urgensi mempertahankan tradisi keilmuan Islam klasik dan keharusan untuk beradaptasi dengan transformasi digital yang bergerak masif. Menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), kajian ini menyintesis secara kritis berbagai literatur akademik, dokumen resmi pemerintah, dan laporan penelitian yang diterbitkan pada rentang tahun 2020 hingga 2026. Temuan penelitian menunjukkan bahwa resistensi kelembagaan terhadap digitalisasi secara total bukanlah bentuk penolakan terhadap kemajuan zaman, melainkan sebuah mekanisme pertahanan rasional untuk melindungi sistem sanad (transmisi keilmuan) dan esensi fundamental adab (pembentukan karakter). Lebih lanjut, diidentifikasi bahwa tantangan utama transformasi digital sejatinya tidak terletak pada keterbatasan infrastruktur fisik atau perangkat keras, melainkan pada rendahnya literasi digital pedagogis sumber daya manusia yang memicu risiko pendangkalan spiritual di kalangan peserta didik. Untuk memecahkan problematika tersebut, penelitian ini merekomendasikan strategi institusional yang holistik: pemutakhiran surat keputusan visi dan misi lembaga secara resmi, penetapan pedoman tata kelola yang ketat terkait seleksi, rekrutmen, pengembangan, dan retensi tenaga pendidik, serta penerapan model epistemologi campuran (blended epistemology). Pendekatan integratif ini diharapkan mampu memastikan efisiensi manajerial berbasis teknologi seraya mempertahankan kesakralan identitas pendidikan Islam.
Manajemen Green Waqf Dalam Mitigasi Perubahan Iklim Tinjauan Tafsir Tematik Kontemporer Mukhtar Yunus
Eshraq: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 3 (2025): September
Publisher : Eshraq: Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Climate change is a global challenge that increasingly threatens the sustainability of human life on Earth. Indonesia, as the country with the largest waqf potential in the world, possesses a strategic opportunity to integrate green waqf management as an instrument for climate change mitigation. This study analyzes the concept of green waqf from the perspective of a thematic exegesis (tafsir tematik) of the fasad fil-ardh (destruction on Earth) and istikhlaf (vicegerency/succession) verses in the Qur'an. Utilizing a qualitative research method with a thematic exegesis approach and literature review, this study finds that green waqf is a concrete implementation of the khalifah fil-ardh concept, which entails a responsibility for environmental preservation. The results indicate that effective green waqf management encompasses: (1) ecosystem-based waqf planning, (2) sustainable waqf asset management, (3) local community empowerment, and (4) environmental impact monitoring. This study recommends the development of a national green waqf policy integrated with Indonesia's 2030 Nationally Determined Contributions (NDC) targets.

Page 2 of 3 | Total Record : 29