cover
Contact Name
Rizal Fathurrohman
Contact Email
epistemeresearchacademy@gmail.com
Phone
+62895428698488
Journal Mail Official
muhammadnaqib1974@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lkr. Jatisawit No K4 Desa Balecatur, Kec. Gamping, Kab. Sleman, Yogyakarta, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Islamic Studies
ISSN : -     EISSN : 31233244     DOI : -
Eshraq: Journal of Islamic Studies mempublikasikan artikel hasil penelitian lapangan dan kajian konseptual tentang studi Islam dalam berbagai ekspresi budaya, sosial, dan intelektual. Jurnal ini bersifat interdisipliner dan mencakup kajian berbasis teks maupun lapangan. Cakupan kajian meliputi: Pendidikan Islam Filsafat dan pemikiran Islam Hukum Islam Sejarah dan peradaban Islam Sastra dan seni dalam tradisi Islam Teologi dan tasawuf Sosiologi dan antropologi Islam Kajian budaya dan masyarakat Muslim kontemporer Jurnal ini bertujuan menjadi ruang akademik untuk mempertemukan studi Islam dan humaniora secara kritis, kontekstual, dan relevan dengan perkembangan masyarakat Muslim lokal maupun global.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 29 Documents
Interpretasi Ekonomi Qur'ani Dengan Pendekatan Tafsir Tematik Dalam Penetapan Hukum Cryptocurrency Kontroversial Di Indonesia Mukhtar Yunus
Eshraq: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Eshraq: Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji penetapan hukum cryptocurrency di Indonesia melalui lensa interpretasi ekonomi Qur'ani dengan pendekatan tafsir tematik. Cryptocurrency sebagai instrumen finansial digital telah memicu perdebatan hangat di kalangan ulama dan regulator, terutama terkait status hukumnya dalam perspektif Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi prinsip-prinsip ekonomi Qur'ani seperti larangan riba, gharar, dan maysir dalam menilai legalitas cryptocurrency kontemporer. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka kualitatif dengan pendekatan tafsir tematik yang mengelompokkan ayat-ayat ekonomi dalam al-Qur'an secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cryptocurrency mengandung unsur gharar (ketidakpastian) yang signifikan karena fluktuasi nilai yang ekstrem, namun demikian, jika dikelola dalam kerangka transparansi dan kepastian hukum, instrumen ini dapat sejalan dengan prinsip keadilan dan kemaslahatan yang menjadi tujuan utama syariah. Penelitian ini juga menemukan bahwa regulasi Bappebti dan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mencerminkan upaya harmonisasi antara prinsip ekonomi Qur'ani dengan dinamika finansial modern. Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan tafsir tematik maqashidi memberikan landasan teologis untuk menetapkan hukum cryptocurrency secara kontekstual, dengan mempertimbangkan maqashid asy-syari'ah sebagai koreksi terhadap penafsiran tekstual yang kaku
Pajak Pangan Pokok dalam UU HPP: Koreksi Teologis Melalui Interpretasi Ekonomi Qur’ani Mukhtar Yunus
Eshraq: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 3 (2025): September
Publisher : Eshraq: Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji penetapan hukum pembayaran pajak atas bahan pangan pokok di Indonesia melalui lensa interpretasi ekonomi Qur'ani dengan pendekatan tafsir tematik. Isu kontroversial mengenai pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap sembako telah memunculkan perdebatan akademik dan publik yang signifikan sejak disahkannya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi landasan teologis dan normatif dari perspektif Al-Qur'an mengenai pemungutan pajak terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Dengan menggunakan metode tafsir tematik (al-tafsir al-mawdu'i) yang menganalisis ayat-ayat ekonomi Qur'ani secara kolektif dan tematis, penelitian ini mengidentifikasi prinsip-prinsip fundamental seperti keadilan sosial, perlindungan kelompok rentan, dan pemenuhan hajat hidup orang banyak sebagai koreksi teologis terhadap kebijakan fiskal kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat-ayat Qur'ani yang berkaitan dengan distribusi kekayaan, zakat, dan kharaj memberikan kerangka etis yang menuntut adanya diferensiasi dalam pemungutan pajak berdasarkan kemampuan ekonomi (ability to pay) dan tingkat kebutuhan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya rekonstruksi kebijakan perpajakan pangan yang mempertimbangkan prinsip maslahah dan maqashid asy-syari'ah sebagai koreksi terhadap pendekatan sekuler dalam regulasi perpajakan modern
Bimbingan Belajar Pendidikan Islam Dalam Meningkatkan Akhlak Peserta Didik Di Sdi Bonto Bontoa Kabupaten Gowa Mukhtar Mas’ud
Eshraq: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 3 (2025): September
Publisher : Eshraq: Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas bimbingan belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan pelaksanaan shalat dan akhlak peserta didik di SDI Bonto Bontoa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Bimbingan belajar dilaksanakan di dalam kelas (bimbingan ibadah meliputi rukun Islam, shalat, puasa, zakat, sedekah; bimbingan akhlak meliputi etika, moralitas, dan tata krama) dan di luar kelas (remedial PAI, pesantren kilat, praktik shalat, serta Jumat Ibadah). Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan lapangan (field research) dan pendekatan pedagogik. Sumber data primer diperoleh dari peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan; sumber data sekunder dari buku, jurnal, serta peraturan pemerintah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian berimplikasi pada peningkatan pengamalan ibadah dan akhlak peserta didik, yakni: (a) meningkatnya penguasaan dan pengamalan ibadah, seperti tata cara shalat, puasa, zakat/sedekah; (b) meningkatnya penguasaan ilmu akhlak dan pengamalannya, seperti etika, moralitas, serta tata krama kepada orang tua, keluarga, guru, dan orang lain.
Hierarki Zahir al-Dalalah dan Penerapannya dalam Penetapan Hukum Islam Kontemporer: Studi terhadap Fatwa Transaksi Digital DSN-MUI Muhammad Halilullah; Darmawati H; Abdul Rauf Muhammad Amin
Eshraq: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Eshraq: Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan transaksi digital yang pesat menuntut adanya landasan hukum Islam yang jelas dan metodologis. Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) sebagai otoritas fatwa nasional telah menerbitkan sejumlah fatwa terkait keuangan digital, namun belum banyak kajian yang menganalisis fatwa-fatwa tersebut melalui kerangka zahir al-dalalah sebagai instrumen metodologis ushul fiqh. Artikel ini bertujuan mengkaji bagaimana hierarki zahir al-dalalah (zahir, nash, mufassar, dan muhkam) bekerja sebagai pisau analisis terhadap tiga fatwa digital DSN-MUI, yaitu Fatwa No. 116/DSN-MUI/IX/2017 tentang Uang Elektronik Syariah, Fatwa No. 117/DSN-MUI/II/2018 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi, dan Fatwa No. 140/DSN-MUI/VIII/2021 tentang Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi. Menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan analisis ushul fiqh normatif, kajian ini menemukan bahwa DSN-MUI secara implisit mengoperasikan logika hierarki zahir al-dalalah meski tidak selalu menggunakan terminologinya secara eksplisit. Dalil-dalil yang berstatus zahir digunakan dengan pendekatan takhsis berbasis maqasid; dalil berstatus nash ditegaskan sebagai prinsip hukum pokok; sedangkan dalil muhkam tentang larangan riba dan gharar menjadi batas absolut yang tidak dapat dinegosiasikan. Temuan ini mengimplikasikan perlunya kodifikasi metodologi berbasis hierarki zahir al-dalalah dalam pedoman ijtihad DSN-MUI guna meningkatkan konsistensi dan transparansi metodologis penetapan fatwa.
Analysis of the Destination Image as Mediation in Identifying the Factors of Tourist Revisit Intention to Sabang, Indonesia Dian Dita Aprilia; Teuku Meldi Kesuma; Hendra Halim; Amri; Chairil Anwar
Eshraq: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2026): September
Publisher : Eshraq: Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji, dengan menggunakan media citra destinasi, bagaimana kualitas Islami dan kualitas layanan memengaruhi keinginan pengunjung untuk kembali ke tempat wisata alam Sabang. Peneliti dalam studi ini menggunakan strategi kuantitatif berdasarkan data survei. Data dikumpulkan dengan mengirimkan survei kepada 150 pengunjung yang pernah mengunjungi objek wisata alam Sabang. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4 bersamaan dengan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi destinasi dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh fitur Islami dan kualitas layanan. Antusiasme wisatawan untuk kembali ke suatu destinasi tidak dipengaruhi oleh fitur Islami dan kualitas layanan. Selain itu, keinginan pengunjung untuk kembali dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh citra destinasi. Terdapat efek mediasi citra destinasi terhadap efek fitur Islami dan kualitas layanan pada keinginan pengunjung untuk kembali, menurut uji mediasi. Hasil ini menunjukkan bahwa cara pengunjung melihat tempat wisata alam Sabang memengaruhi keinginan mereka untuk kembali.
Tauhid sebagai Landasan Filosofis dalam Menangkal Arus Sekularisasi Pendidikan Islam Dedy Rizaldi
Eshraq: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2026): September
Publisher : Eshraq: Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the role of tawhid (monotheism) as a philosophical foundation in countering the tide of secularization in Islamic education. The secularization of education has caused an epistemological crisis characterized by the separation of knowledge from transcendental values, a dichotomy between religious and general sciences, and the loss of moral and spiritual orientation in the educational process. Employing a qualitative approach with library research, this study examines in depth the thoughts of key figures such as Syed Muhammad Naquib al-Attas with his concepts of ta'dib (adab-based education) and Islamic worldview, as well as Ismail Raji al-Faruqi with his project of Islamization of knowledge. The findings reveal that tawhid is not merely a theological doctrine but an integrative worldview encompassing ontological, epistemological, and axiological dimensions in education. The implementation of the tawhidic paradigm has proven capable of shaping holistic, characterized learners who possess spiritual awareness as well as social responsibility. This study recommends strengthening the tawhidic worldview in the Islamic education system through the development of educators with a tawhidic perspective, the development of an integrative curriculum, and institutional reform as a constructive response to the challenges of modernity.
Pembentukan Karakter Akhlak Santri melalui Pembelajaran Kitab Ta‘lim al-Muta‘allim di Madrasah Diniyah Pak Ikhsan Nurul Ita Syavira
Eshraq: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2026): September
Publisher : Eshraq: Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan karakter akhlak merupakan salah satu tujuan utama pendidikan Islam. Di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman, pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam menjadi kebutuhan yang mendesak. Salah satu kitab klasik yang banyak dijadikan pedoman dalam pembentukan karakter peserta didik adalah Ta’limul Muta’allim karya Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembentukan karakter akhlak santri melalui metode pembelajaran kitab Ta’limul Muta’allim di Madrasah Diniyah Pak Ikhsan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter akhlak dilakukan melalui pembelajaran kitab Ta’limul Muta’allim, keteladanan ustadz, pembiasaan ibadah, pemberian nasihat, serta penerapan disiplin. Nilai-nilai karakter yang berkembang meliputi sikap hormat kepada guru, kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kesabaran, tawadhu’, dan keikhlasan dalam menuntut ilmu. Faktor pendukung meliputi dukungan lingkungan madrasah, keluarga, dan keteladanan guru, sedangkan faktor penghambat berasal dari pengaruh media sosial, lingkungan pergaulan, dan kurangnya pengawasan orang tua. Dengan demikian, pembelajaran kitab Ta’limul Muta’allim berperan penting dalam membentuk karakter akhlak santri.
Transformasi Masjid Jami’ Karangmojo sebagai Pusat Dakwah dan Pendidikan Islam di Karanganyar Muhammad Nur Sokhib
Eshraq: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2026): September
Publisher : Eshraq: Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi Masjid Jami’ Karangmojo di Kabupaten Karanganyar sebagai pusat dakwah dan pendidikan Islam dari sistem tradisional menuju pendidikan formal modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis-kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak didirikan pada abad ke-19, Masjid Jami’ Karangmojo tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan Islam, dakwah, musyawarah, dan pembinaan sosial masyarakat. Sistem pendidikan yang semula berbasis pengajian tradisional, pembelajaran Al-Qur’an, dan kajian kitab kuning kemudian berkembang menjadi lembaga pendidikan formal seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Proses modernisasi tersebut berlangsung secara bertahap tanpa menghilangkan nilai-nilai pendidikan Islam tradisional. Berbagai tradisi keagamaan seperti yasinan, tahlilan, sima’an Al-Qur’an, serta unsur arsitektur tradisional Jawa tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas sosial dan budaya masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modernisasi pendidikan Islam dapat berjalan selaras dengan pelestarian tradisi lokal, sehingga masjid tetap relevan sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan penguatan kehidupan sosial masyarakat.
Analisis Strategi Manajemen Risiko Perbankan Syariah Menggunakan Sudut Pandang Fiqh Aulawiyat Shoffan Mujahid; Abu Ammar Tajuddin Al Azizy
Eshraq: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2026): September
Publisher : Eshraq: Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam diskursus tata kelola perbankan syariah, efektivitas manajemen risiko merupakan pilar penting dalam penguatan resiliensi sebuah bank syariah. Sebagai sebuah industri intermediasi keuangan, Perbankan syariah perlu memiliki strategi manajemen risiko untuk memitigasi terjadinya permasalahan pembiayaan atau beradaptasi terhadap potensi guncangan eksternal. Proses pengambilan dalam manajemen risiko tidak dilakukan tanpa adanya pedoman, salah satu pedoman yang relevan dalam pelaksanaan risiko adalah Fiqh Aulawiyat, sebuah panduan hukum yang berkaitan dalam pengambilan keputusan prioritas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen risiko pembiayaan bank syariah di Indonesia melalui perspektif Fiqh Aulawiyat. Metode yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dan jenis sumber data yang digunakan adalah data sekunder, yaitu artikel ilmiah, laporan tahunan bank syariah dan kitab Fiqh Aulawiyat. Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil dari analisis menggunakan paradigma Fiqh Aulawiyat, pelaksanaan manajemen risiko pembiayaan pada bank syariah relevan dengan prinsip-prinsip hukum prioritas, namun terdapat beberapa kritik terhadap pelaksanaan manajemen risiko bank syariah yang memerlukan perbaikan. Penelitian ini berkontribusi terhadap telaah baru manajemen risiko bank syariah dan menghasilkan diskursus baru sekaligus memberikan saran perbaikan terhadap praktiknya.  

Page 3 of 3 | Total Record : 29