SOCED SASAMBO : Journal of Social Education Sasambo
SOCED SASAMBO: Journal of Social Education Sasambo berfokus pada pengembangan dan diseminasi kajian ilmiah di bidang Pendidikan Ilmu Sosial dan Pendidikan Sosiologi yang menekankan integrasi antara teori sosial, praktik pendidikan, dan konteks sosial-budaya lokal, khususnya kearifan lokal masyarakat Sasambo (Sasak, Samawa, dan Mbojo) dalam perspektif nasional dan global. Jurnal ini menjadi wadah bagi peneliti, pendidik, praktisi dan mahasiswa untuk mempublikasikan hasil riset, kajian konseptual, serta praktik inovatif dalam pendidikan dan sosial. Scope Ruang lingkup artikel yang diterima dalam jurnal ini meliputi, tetapi tidak terbatas pada: Pendidikan Sosiologi dan Ilmu Sosial :Pembelajaran Sosiologi, IPS, dan Pendidikan Kewarganegaraan, Kurikulum dan pengembangan perangkat pembelajaran ilmu sosial dan Evaluasi dan asesmen pembelajaran sosial. Kearifan Lokal dan Pendidikan Berbasis Budaya : Nilai, norma, dan praktik sosial masyarakat Sasambo, Pendidikan berbasis kearifan lokal dan multikultural serta Pelestarian budaya melalui pendidikan sosial. Sosiologi Pendidikan dan Dinamika Sosial : Relasi pendidikan, kekuasaan, dan perubahan sosial, Pendidikan dan ketimpangan sosial, Gender, inklusi sosial, dan keadilan dalam pendidikan Pendidikan Resolusi Konflik dan Perdamaian : Pendidikan resolusi konflik dan toleransi, Pendidikan multikultural dan kebhinekaan, Modal sosial, solidaritas, dan kohesi sosial dalam pendidikan. Pendidikan, Pembangunan, dan Isu Kontemporer : Pendidikan dan pembangunan berkelanjutan (SDGs), Ketahanan sosial, ketahanan pangan, dan lingkungan hidup, Pendidikan masyarakat adat dan komunitas lokal. SOCED SASAMBO: The Journal of Social Education Sasambo focuses on the development and dissemination of scientific studies in the field of Social Science Education and Sociology Education that emphasizes the integration between social theory, educational practice, and local socio-cultural contexts, especially the local wisdom of the Sasambo people (Sasak, Samawa, and Mbojo) in a national and global perspective. This journal is a forum for researchers, educators, practitioners and students to publish research results, conceptual studies, and innovative practices in education and society. The scope of articles accepted in this journal includes, but is not limited to: Sociology and Social Sciences Education: Sociology, Social Studies, and Civics Education, Curriculum and Development of Social Science Learning Tools and Social Learning Evaluation and Assessment. Local Wisdom and Culture-Based Education: Values, norms, and social practices of the Sasambo community, Local and multicultural wisdom-based education and Cultural preservation through social education. Sociology of Education and Social Dynamics: The relationship between education, power, and social change, education and social inequality, Gender, social inclusion, and justice in education. Conflict Resolution and Peace Education: Conflict resolution and tolerance education, Multicultural education and diversity, Social capital, solidarity, and social cohesion in education. Education, Development, and Contemporary Issues: Education and sustainable development (SDGs), Social resilience, food security, and the environment, Indigenous peoples and local community education.
Articles
57 Documents
Potensi Energi Terbarukan di Klaten: Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan dengan Memanfaatkan SDA secara Bijak
Febri Puja Rahayu
Journal of Social Education Sasambo Vol 4 No 02 (2026): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v4i02.12357
Kabupaten Klaten memiliki potensi sumber daya alam yang dapat dikembangkan sebagai sumber energi terbarukan, meliputi energi surya, energi air, energi angin, biomassa, dan energi panas bumi. Pemanfaatan energi terbarukan menjadi salah satu alternatif strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil yang semakin terbatas dan berdampak terhadap lingkungan. Artikel ini bertujuan mengkaji potensi energi terbarukan di Kabupaten Klaten serta peranannya dalam mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah, dokumen, dan data yang relevan mengenai energi terbarukan dan pengelolaan sumber daya alam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Klaten memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ketersediaan energi, menciptakan peluang ekonomi, membuka lapangan kerja, serta mendukung pelestarian lingkungan. Namun demikian, pengembangan energi terbarukan memerlukan perencanaan yang matang, dukungan kebijakan pemerintah, pemanfaatan teknologi yang tepat, serta partisipasi masyarakat agar dapat berjalan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, optimalisasi pemanfaatan energi terbarukan di Kabupaten Klaten perlu dilakukan melalui pendekatan pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
ANALISIS SOSIAL EKONOMI DALAM REPRODUKSI KONFLIK ANTARA WARGA MONJOK DENGAN KARANG TALIWANG
Lalu Aagin Artama Musa;
Suud;
Rakhmat Nur Adhi
Journal of Social Education Sasambo Vol 4 No 02 (2026): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v4i02.12371
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status sosial ekonomi berperan dalam reproduksi konflik antara warga Monjok dengan Karang Taliwang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Jenis data dalam penelitian ini meliputi data primer dan sekunder, dengan sumber data subjek dan informan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status sosial ekonomi memiliki peran dalam memperkuat reproduksi konflik antara warga Monjok dan Karang Taliwang. Peran tersebut terlihat melalui: 1) Faktor pendidikan berperan dalam reproduksi konflik melalui ketimpangan struktural yang menciptakan jarak sosial dan rasa curiga antarwarga. 2) Faktor pekerjaan berperan dalam reproduksi konflik melalui ketidakadilan distribusi sumber daya yang menimbulkan kecemburuan sosial dan ketidaksetaraan sosial ekonomi. 3) Faktor pendapatan berperan dalam reproduksi konflik melalui kesenjangan sosial ekonomi yang memunculkan rasa ketidakadilan dan sensitivitas sosial antarwarga. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa status sosial ekonomi berperan dalam reproduksi konflik antara warga Monjok dan Karang Taliwang melalui ketimpangan pendidikan, ketidakadilan distribusi sumber daya pekerjaan, dan kesenjangan pendapatan yang memperkuat kecemburuan sosial, rasa ketidakadilan, serta jarak sosial antarwarga.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN GOOGLE CLASSROOM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMAN 4 MATARAM
Yuliati Putri;
Masyhuri;
Nursaptini;
Sukardi
Journal of Social Education Sasambo Vol 4 No 02 (2026): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v4i02.12677
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak adannya pengaruh model problem based learning berbantuan media google classroom terhadap berkipir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis quasi experiment dengan rancangan posttest only with non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 4 Mataram yang terdiri dari 3 kelas, yaitu XI IS 1, XI IS 2, dan XI IS 3. Teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling setelah penyepadanan kelas. Sampel yang terpilih adalah kelas XI IPS 2 yang berjumlah 36 siswa sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 3 yang berjumlah 36 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes berbentuk soal uraian yang telah memenuhi persyaratan instrumen penelitian. Keseluruhan data dianalisis secara kuantitatif menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan SPSS 24.0 for windows karena memenuhi persyaratan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Sig. 0,000 < 0,05 dan mean kelas eksperimen (76,16) > mean kelas kontrol (57,47). Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh model problem based learning berbantuan media google classroom terhadap berpikir kritis siswa pada mata pelajaran sosiologi
DAMPAK SOSIAL BUDAYA PENGEMBANGAN DUSUN SADE SEBAGAI DUSUN WISATA
Ariadi Saputra;
Hamidsyukrie;
Nursaptini
Journal of Social Education Sasambo Vol 2 No 02 (2024): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v2i02.9721
Pengembangan desa wisata berbasis budaya membawa dampak yang kompleks dan ambivalen bagi masyarakat adat, terutama dalam aspek sosial dan kultural. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk dampak sosial budaya yang ditimbulkan oleh pengembangan Dusun Sade sebagai dusun wisata di Kabupaten Lombok Tengah, serta memahami bagaimana masyarakat Sasak di Dusun Sade merespons perubahan-perubahan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, dilaksanakan di Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tiga bentuk dampak utama: pertama, transformasi mata pencaharian yang menciptakan segmen ekonomi baru namun disertai ketimpangan distribusi manfaat dan ketergantungan pada sektor pariwisata; kedua, pergeseran autentisitas budaya akibat komersialisasi praktik tradisi seperti peresean, gendang beleq, dan nyesek yang mengalami staged authenticity; ketiga, perubahan struktur sosial komunitas yang ditandai munculnya hierarki ekonomi baru sekaligus penguatan solidaritas kolektif. Masyarakat Sade merespons perubahan ini dengan strategi adaptasi yang selektif, mempertahankan elemen inti kebudayaan sambil mengakomodasi tuntutan industri pariwisata. Penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan pariwisata budaya memerlukan tata kelola yang memperhatikan keberlanjutan sosial-kultural, bukan hanya pertumbuhan ekonomi.
MAKNA SOSIAL DAN RELIGIUS TRADISI NGEJOT DALAM MASYARAKAT SASAK DESA LENEK LOMBOK TIMUR
Baiq Amalia Rahmayani
Journal of Social Education Sasambo Vol 2 No 02 (2024): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v2i02.9774
Tradisi ngejot merupakan praktik budaya masyarakat Suku Sasak di Desa Lenek, Lombok Timur, yang berupa kegiatan berbagi makanan kepada keluarga, tetangga, dan pemimpin masyarakat, khususnya menjelang hari-hari besar keagamaan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi makna sosial dan religius tradisi ngejot serta nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka (library research), melalui penelusuran, kajian, dan interpretasi literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ngejot mengandung makna sosial yang mendalam, meliputi penguatan solidaritas sosial, gotong royong, toleransi antarumat beragama, serta pelestarian kearifan lokal lintas generasi. Secara religius, tradisi ini merupakan manifestasi nilai-nilai Islam seperti syukur, silaturahmi, ukhuwah islamiyah, dan sedekah, sekaligus mencerminkan nilai punia dalam tradisi Hindu. Upaya pelestarian tradisi ini dilakukan melalui pelibatan generasi muda, pemanfaatan media sosial, dan peran aktif tokoh masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi ngejot bukan sekadar ritual seremonial, melainkan instrumen kultural yang efektif dalam membangun masyarakat yang inklusif, harmonis, dan berkarakter kuat di tengah arus modernisasi.
TRADISI ADAT MERARIQ MEMULANG DI DESA BAYAN BELEQ
Nadia Anggraini
Journal of Social Education Sasambo Vol 2 No 02 (2024): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v2i02.9794
Tradisi merariq merupakan praktik pernikahan adat yang menjadi identitas kultural masyarakat Suku Sasak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, sebagian besar komunitas Sasak mengalami simplifikasi dalam tahapan prosesi merariq. Namun demikian, Desa Bayan Beleq menjadi salah satu wilayah yang dinilai masih mempertahankan prosesi merariq secara utuh sesuai dengan akar tradisinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi adat merariq atau memulang sebagaimana yang masih dipraktikkan oleh masyarakat adat Desa Bayan Beleq, Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi. Informan kunci dalam penelitian ini adalah tokoh pemuda Desa Bayan yang memiliki pemahaman mendalam terhadap tradisi merariq. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi merariq di Desa Bayan Beleq, yang dikenal secara lokal sebagai memulang, memiliki kekhasan tersendiri dibanding praktik merariq di wilayah Sasak lainnya. Prosesi ini mencakup dua jalur yang berjalan bersamaan, yakni pernikahan secara agama dan pernikahan secara adat, dengan tahapan yang meliputi penculikan simbolis, masa persembunyian selama tiga malam, serangkaian ritual adat seperti muding jerepet, kikir gigi, dan Nobat Lekok Buak, hingga prosesi menjango sebagai pengganti nyongkolan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa masyarakat Desa Bayan Beleq berhasil mempertahankan tradisi merariq secara kokoh sebagai bagian dari identitas adat yang diwariskan secara turun-temurun.
POLA PEMBERDAYAAN KOMUNITAS BERBASIS PARIWISATA STUDI KASUS DI DESA WISATA BONJERUK KECAMATAN JONGGAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH
Yuli Artika Dewi;
Syafruddin;
Nursaptini;
Suud
Journal of Social Education Sasambo Vol 4 No 02 (2026): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v4i02.12679
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Pola Pemberdaayaan Komunitas Berbasis Pariwisata di Desa Wisata Bonjeruk Kecamatan Jonggat Kabupaten dan untuk mengetahui Dampak Pariwisata terhadap Kesejahteraan Ekonomi masyarakat lokal di Desa Wisata Bonjeruk Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun Analisis Data menggunakan Interactive model dari Miles, Matthew Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pemberdayaan komunitas berbasis pariwisata dilakukan dengan pola yaitu : a) The Development Approach : pemberian modal usaha bagi pelaku wisata. b) The Empowerment Approach : 1) pelatihan sosialisasi : a) penyuluhan sadar wisata; b) pelatihan kepada ibu –ibu mengembangkan UMKM; c) pelatihan pengembangan kuliner. terdapat 2 Dampak Pariwisata terhadap kesejahteraan ekonomi lokal yaitu : 1) Dampak Positif : a) Peningkatan Pendapatan; b) Penyediaan Barang dan Jasa; c) Pelestarian Budaya. 2) Dampak Negatif : a) Transportasi Struktur Mata Pencaharian; b) Kesenjangan Ekonomi; c) Konflik Sosial antar Kelompok