SOCED SASAMBO : Journal of Social Education Sasambo
SOCED SASAMBO: Journal of Social Education Sasambo berfokus pada pengembangan dan diseminasi kajian ilmiah di bidang Pendidikan Ilmu Sosial dan Pendidikan Sosiologi yang menekankan integrasi antara teori sosial, praktik pendidikan, dan konteks sosial-budaya lokal, khususnya kearifan lokal masyarakat Sasambo (Sasak, Samawa, dan Mbojo) dalam perspektif nasional dan global. Jurnal ini menjadi wadah bagi peneliti, pendidik, praktisi dan mahasiswa untuk mempublikasikan hasil riset, kajian konseptual, serta praktik inovatif dalam pendidikan dan sosial. Scope Ruang lingkup artikel yang diterima dalam jurnal ini meliputi, tetapi tidak terbatas pada: Pendidikan Sosiologi dan Ilmu Sosial :Pembelajaran Sosiologi, IPS, dan Pendidikan Kewarganegaraan, Kurikulum dan pengembangan perangkat pembelajaran ilmu sosial dan Evaluasi dan asesmen pembelajaran sosial. Kearifan Lokal dan Pendidikan Berbasis Budaya : Nilai, norma, dan praktik sosial masyarakat Sasambo, Pendidikan berbasis kearifan lokal dan multikultural serta Pelestarian budaya melalui pendidikan sosial. Sosiologi Pendidikan dan Dinamika Sosial : Relasi pendidikan, kekuasaan, dan perubahan sosial, Pendidikan dan ketimpangan sosial, Gender, inklusi sosial, dan keadilan dalam pendidikan Pendidikan Resolusi Konflik dan Perdamaian : Pendidikan resolusi konflik dan toleransi, Pendidikan multikultural dan kebhinekaan, Modal sosial, solidaritas, dan kohesi sosial dalam pendidikan. Pendidikan, Pembangunan, dan Isu Kontemporer : Pendidikan dan pembangunan berkelanjutan (SDGs), Ketahanan sosial, ketahanan pangan, dan lingkungan hidup, Pendidikan masyarakat adat dan komunitas lokal. SOCED SASAMBO: The Journal of Social Education Sasambo focuses on the development and dissemination of scientific studies in the field of Social Science Education and Sociology Education that emphasizes the integration between social theory, educational practice, and local socio-cultural contexts, especially the local wisdom of the Sasambo people (Sasak, Samawa, and Mbojo) in a national and global perspective. This journal is a forum for researchers, educators, practitioners and students to publish research results, conceptual studies, and innovative practices in education and society. The scope of articles accepted in this journal includes, but is not limited to: Sociology and Social Sciences Education: Sociology, Social Studies, and Civics Education, Curriculum and Development of Social Science Learning Tools and Social Learning Evaluation and Assessment. Local Wisdom and Culture-Based Education: Values, norms, and social practices of the Sasambo community, Local and multicultural wisdom-based education and Cultural preservation through social education. Sociology of Education and Social Dynamics: The relationship between education, power, and social change, education and social inequality, Gender, social inclusion, and justice in education. Conflict Resolution and Peace Education: Conflict resolution and tolerance education, Multicultural education and diversity, Social capital, solidarity, and social cohesion in education. Education, Development, and Contemporary Issues: Education and sustainable development (SDGs), Social resilience, food security, and the environment, Indigenous peoples and local community education.
Articles
32 Documents
POLA KOMUNIKAISI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SMAN 5 MATARAM
Khaerun Nisa;
Ni Made Novi Suryanti;
Hairil Wadi;
Suud
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 02 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i2`.5494
Penelitian bertujuan ini mengetahui (1) bagaimana pola kepemimpinan komunikasi kepala sekolah perempuan dalam meningkatkan kinerja guru di SMAN 5 Mataram (2) bagaimana hambatan komunikasi kepemimpinan kepala sekolah perempuan dalam meningkatkan kinerja guru di SMAN 5 Mataram (3) bagaimana upaya kepemimpinan kepala sekolah perempuan mengatasi hambatan komunikasi dalam meningkatkan kinerja guru di SMAN 5 Mataram. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Jenis data penelitian yaitu data primer dan sekunder. Sumber data penelitian adalah subjek dan informan penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi & dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis data Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian (1) pola komunikasi kepemimpinan kepala sekolah perempuan dalam meningkatkan kinerja guru di SMAN 5 Mataram menggunakan 3 pola yaitu pola komunikasi roda, rantai dan bintang (2) hambatan komunikasi kepemimpinan kepala sekolah perempuan dalam meningkatkan kinerja guru di SMAN 5 Mataram yaitu terjadi karena perbedaan karakter dan kepribadian serta perbedaan pendapat dan pemikiran antara guru dengan kepala sekolah , (3) upaya kepemimpinan kepala sekolah perempuan mengatasi hambatan komunikasi dalam meningkatkan kinerja guru di SMAN 5 Mataram yaitu dengan kepala sekolah menyederhanakan bahasa, adanya perasaan empati dan guru menyimak secara efektif.
RELASI GENDER DALAM PELAKSANAAN HAK REPRODUKSI PEREMPUAN PADA KELUARGA BANGSAWAN DI DESA PUYUNG KECAMATAN JONGGAT LOMBOK TENGAH
arif rahman hakim;
Hamidsyukrie;
Suud
Journal of Social Education Sasambo Vol 2 No 01 (2024): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v2i01.5514
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui relasi gender dalam keluarga bangsawan. 2) Mengetahui hak reproduksi perempuan pada keluarga bangsawan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Jenis data yang diambil dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Sumber data dalam penelitian ini adalah subjek dan informan. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa relasi antar laki-laki dan perempuan dalam keluarga bangsawan tidak bisa dikatakan sejajar. Hal tesebut terjadi karena posisi laki-laki lebih tinggi dari perempuan. Segala pengambilan keputusan akan ditentukan oleh laki-laki dengan segala pertimbangannya. Perempuan hanya boleh memberikan pendapat dan saran tanpa diizinkan untuk menentukan keputusan sendiri. Hak reproduksi pada perempuan dalam keluarga bangsawan dikesampingkan oleh kekuasaan kaum laki-laki, seperti halnya hak untuk menentukan keputusan sendiri, hak untuk memiliki anak, hak untuk menentukan jeda waktu kapan memiliki anak, maupun hak untuk mendapatkan informasi terkait kesehatan organ reproduksinya.
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PERUBAHAN POLA INTERAKSI MASYARAKAT DESA AIKMEL,KECAMATAN AIKMEL, KABUPATEN LOMBOK TIMUR
panji ono;
Syafruddin;
Suud
Journal of Social Education Sasambo Vol 2 No 01 (2024): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v2i01.6453
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan pola interaksi sosial Masyarakat pada masa Pandemi Covid-19 dan dampak pandemi Covid-19 terhadap perubahan pola interaksi sosial Masyarakat di Desa Aikmel Kecamatan Aikmel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah, wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menemukan: 1). Perubahan pola interaksi Masyarakat pada masa pandemi Covid-19 yaitu: a) Sebelum pandemi Gotongroyong dalam acara begawe tetap dilaksanakan, sedangkan pada masa pandemi kegiatan gotongroyong dalam acara begawe ditiadakan, b) Bergaining, sebelum pandemi Masyarakat pergi kepasar dan warung, sedangkan pada masa pandemi Masyarakat menelepon pemilik warung terdekat untuk berbelanja, c) Kooptasi, sebelum pandemi perangkat desa berkerja di kantor kepala Desa, sedangkan pada masa pandemi perangkat desa menerapkan aturan bekrja dari rumah. 2) Dampak pandemi Covid-19 terhadap perubahan pola interaksi sosial Masyarakat yaitu: a) Perubahan Struktural dalam peran ditandai dengan Suami membantu mengerjakan pekerjaan isteri, b) Perubahan Fungsi ditandai dengan Proses pembelajaran dilaksanakan secara online, c). Perubahan Kultural dalam Material ditandai dengan Masyarakat menjadi lebih sering berinteraksi menggunakan Hp d). Perubahan Imaterial ditandai dengan masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah daripada berinteraksi.
GANGGUAN MENTAL DAN KUALITAS BELAJAR SISWA
10strlight @r11se
Journal of Social Education Sasambo Vol 2 No 01 (2024): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v2i01.6968
Kesehatan mental merupakan sesuatu yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik, terjadinya gangguan mental pun akan mempengaruhi kondisi fisik seseorang. Terjadinya gangguan mental akan mempengaruhi bagaimana kualitas belajar siswa di kelas. Kualitas belajar merupakan salah satu indikator penentu keberhasilan suatu pendidikan. Keterkaitan antara gangguan mental dengan kualitas belajar ini tentu harus menjadi perhatian siswa yang bersangkutan, orang tua dan pihak sekolah. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan bahwa masalah terkait gangguan mental ini segera dapat diatasi guna mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. Metode yang digunakan penulis dalam menulis artikel ini adalah studi literatur dengan penjelasan deskriptif serta mengumpulkan data melalui artikel, google scholar, buku serta website terkait yang mendukung judul penelitian ini. Ditemukan adanya keterkaitan antara kesehatan mental dengan kualitas serta hasil belajar yang dilakukan siswa di kelas. Semakin sehat kondisi mental siswa, maka siswa akan menghasilkan kualitas serta hasil belajar yang lebih baik.
NILAI SOSIAL DALAM TRADISI SORONG SERAH AJI KRAME PADA SUKU SASAK DI DESA LANDAH LOMBOK TENGAH
Turmuzi
Journal of Social Education Sasambo Vol 2 No 01 (2024): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v2i01.7600
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Proses pelaksanaan tradisi sorong serah aji krame, (2) Nilai sosial yang terkandung dalam tradisi sorong serah aji krame pada masyarakat Suku Sasak Desa Landah Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode etnografi, melibatkan data primer dan sekunder, dari subjek dan informan penelitian. Teknik pengumpulan data mencangkup wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kualitatif dengan tahap-tahap reduksi data, penyajian data, dan upaya penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Proses pelaksanaan tradisi sorong serah aji krame terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap penutup. (2) Nilai sosial pada tradisi ini mencakup tiga aspek: nilai gotong royong, nilai persaudaraan, dan nilai solidaritas sosial.
Peran Organisasi Karang Taruna Dalam Menanggulangi Kenakalan Remaja (Mabuk-Mabukan) Di Kelurahan Monjok Kecamatan Selaparang Kota Mataram
Irwan Sofian;
Masyhuri Masyhuri;
Suud Suud
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 4 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i4.9149
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peran Organisasi Karang Taruna dalam menanggulangi kenakalan remaja (Mabuk-mabukan) di Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. (2) mengetahui hambatan yang di hadapi oleh Organisasi Karang Taruna dalam menanggulangi kenakalan remaja (Mabuk-mabukan) di Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. (3) mengetahui solusi Karang Taruna dan Pemerintah dalam menanggulangi kenakalan remaja (Mabuk-mabukan) di Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Adapun jenis data dalam penelitian ini yakni data primer dan data sekunder dengan sumber data berupa subjek dan informan penelitian yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Untuk mengumpulkan data digunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data digunakan teknik analisis data kualitatif model Miles dan Huberman dengan langkah-langkah yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat peran aktif Karang Taruna MONDIAL dalam menanggulangi kenakalan remaja, khususnya perilaku mabuk-mabukan. Melalui Pencegahan dan penanggulangan permasalahan sosial melalui rehabilitas sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial dan perlindungan sosial. Peran tersebut diwujudkan dengan cara mengadakan program melalui beberapa divisi, yakni pendidikan, keagamaan, sosial serta UMKM. Program tersebut dilaksanakan secara terstruktur di lokasi yang strategis, seperti masjid, balai kelurahan, atau aula terbuka, (2) Terdapat hambatan-hambatan yang dihadapi oleh Karang Taruna MONDIAL dalam menanggulangi kenakalan remaja khususnya perilaku mabuk-mabukan. Hambatan tersebut dikategorikan ke dalam dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal ini mencakup kurangnya sumber daya manusia yang terampil, keterbatasan dana dan fasilitas, serta kurangnya partisipasi remaja dalam mengikuti program yang di lakukan karang taruna. Selain itu ada faktor eksternal meliputi pengaruh negatif teman sebaya, akses mudah terhadap alkohol, kebiasaan nongkrong hingga larut malam, dan kurangnya dukungan dari orang tua dan (3) Terdapat solusi Karang Taruna dan pemerintah kelurahan dalam menanggulangi kenakalan remaja (Mabuk-mabukan) di Kelurahan Monjok. Solusi yang dilakukan melalui kerja sama antara Karang Taruna dan Pemerintah Kelurahan. dengan mengadakan kegiatan positif seperti pelatihan dan pembinaan, serta melibatkan sekolah, tokoh masyarakat, dan keluarga dalam mendukung program-program karang taruna. Pemerintah turut berperan aktif dengan memberikan anggaran, fasilitas, dan mendorong penguatan aturan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung perkembangan remaja ke arah yang positif. Kata Kunci: Peran, Karang Taruna, Kenakalan Remaja
IMPLEMENTASI PBL KOLABORASI TSTS UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN PEMECAHAN MASALAH SOSIOLOGI SISWA KELAS X IPS 3 SMAN 1 MONTONG GADING
lalu yudistira 31 destiawan 31;
Suud;
Imam Malik;
Jepri Utomo
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 03 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i03.9702
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi model pembelajaran PBL kolaborasi TSTS untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan partisipasi siswa pada mata pelajaran sosiologi di kelas X IPS 3 SMAN 1 Montong Gading. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan implementasi model pembelajaran PBL kolaborasi TSTS dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan partisipasi siswa dengan persentase kemampuan pemecahan masalah siswa pada siklus I sebesar 76,09%, kemudian meningkat menjadi 84,72% pada siklus II dan berada dalam kategori baik. Persentase partisipasi siswa pada siklus I sebesar 76,07% dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 83,03% dan sudah berada dalam kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran PBL kolaborasi TSTS dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan partisipasi siswa pada mata pelajaran sosiologi di kelas X IPS 3 SMAN 1 Montong Gading.
INTEGRASI NILAI SOSIAL DAN RITUAL PADA PERANG TIMBUNG DAN MAKAM SEREWE STUDI KASUS DESA PEJANGGIK, PRAYA TENGAH
Laila Nabila Rahmayanti Laila;
Dinda Juliana Novita;
Alfina Alfina;
Widia Sari;
Yulianti Saputri;
Hamidsyukrie ZM;
Jepri Utomo
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 03 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i03.9768
Tradisi Perang Timbung dan keberadaan Makam Serewe di Desa Pejanggik, Lombok Tengah, merupakan bentuk integrasi nilai sosial dan ritual yang memainkan peran penting dalam membangun kohesi sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif etnografi untuk menggali makna, simbol, dan peran tradisi tersebut dalam kehidupan sosial warga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Perang Timbung tidak hanya sebagai ritual tolak bala dan rasa syukur, tetapi juga menguatkan nilai gotong royong, solidaritas, dan pelestarian budaya. Sementara itu, Makam Serewe menjadi pusat spiritualitas yang memperkuat penghormatan terhadap leluhur dan nilai keagamaan masyarakat. Integrasi nilai- nilai Islam dalam praktik ritual seperti pembacaan doa dan penggunaan air suci memperlihatkan sinergi antara budaya lokal dan religiusitas. Tradisi ini tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga media pendidikan karakter generasi muda serta penguat identitas kolektif masyarakat Pejanggik.
TRADISI LOKAL DALAM MEMPERKUAT SOLIDARITAS SOSIAL DI MASYARAKAT PESISIR
Wira Parawangsa wira;
Hamidsyukrie ZM;
Jepri Utomo
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 03 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i03.9792
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tradisi lokal dalam memperkuat solidaritas sosial dalam masyarakat pesisir Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode telaah pustaka, penelitian ini mengidentifikasi tradisi lokal yang masih lestari dan kontribusinya dalam membangun kohesi sosial di tengah tantangan modernisasi dan globalisasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tradisi seperti gotong royong saat panen ikan, ritual laut (Labuh Saji/sedekah laut), dan sistem bagi hasil dalam kegiatan penangkapan ikan berperan penting dalam menumbuhkan rasa kebersamaan, memperkuat nilai-nilai keadilan sosial, dan mendorong partisipasi masyarakat. Tradisi lokal ini juga berfungsi sebagai mekanisme adaptif yang membantu masyarakat pesisir bertahan terhadap perubahan sosial dan ekologis. Namun, tantangan seperti menurunnya partisipasi pemuda, komersialisasi budaya, dan perubahan lingkungan laut harus diatasi melalui strategi pelestarian yang inovatif dan keterlibatan antar generasi. Dengan demikian, tradisi lokal dapat terus berfungsi sebagai elemen dasar dalam meningkatkan solidaritas sosial dan ketahanan budaya dalam masyarakat pesisir.
PERAN SISTEM KEKERABATAN DALAM PEMBENTUKAN POLA PERMUKIMAN SUKU BAYAN DI LOMBOK UTARA
Yuliana Zahraini;
Yulianti Saputri;
Yennysa Puspita Dewi;
Ahmad Dianul Hayezi;
Yusni Febrian;
Agung Firmansyah;
Hamidsyukrie ZM
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 03 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i03.9804
Suku Bayan yang berada di wilayah Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, dikenal dengan budaya dan tradisi yang kaya serta sistem kekerabatan yang kuat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran sistem kekerabatan dalam pembentukan pola organisasi suku Bayan dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial dan budaya mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kekerabatan suku Bayan, yang didasarkan pada prinsip patrilineal, mempengaruhi struktur keluarga dan komunitas, serta pola organisasi yang dibangun di lokasi strategis. Keluarga-keluarga yang saling berhubungan kekerabatan menciptakan jaringan sosial yang solid, yang mendukung interaksi sosial dan pengelolaan sumber daya. Implikasi sosial dan budaya dari pola organisasi ini menciptakan rasa solidaritas dan tanggung jawab bersama, serta memudahkan pelestarian tradisi dan nilai-nilai budaya. Kesimpulannya, pemahaman tentang sistem kekerabatan dan pola organisasi sangat penting untuk menjaga kelangsungan kehidupan sosial dan budaya suku Bayan di masa depan.