SOCED SASAMBO : Journal of Social Education Sasambo
SOCED SASAMBO: Journal of Social Education Sasambo berfokus pada pengembangan dan diseminasi kajian ilmiah di bidang Pendidikan Ilmu Sosial dan Pendidikan Sosiologi yang menekankan integrasi antara teori sosial, praktik pendidikan, dan konteks sosial-budaya lokal, khususnya kearifan lokal masyarakat Sasambo (Sasak, Samawa, dan Mbojo) dalam perspektif nasional dan global. Jurnal ini menjadi wadah bagi peneliti, pendidik, praktisi dan mahasiswa untuk mempublikasikan hasil riset, kajian konseptual, serta praktik inovatif dalam pendidikan dan sosial. Scope Ruang lingkup artikel yang diterima dalam jurnal ini meliputi, tetapi tidak terbatas pada: Pendidikan Sosiologi dan Ilmu Sosial :Pembelajaran Sosiologi, IPS, dan Pendidikan Kewarganegaraan, Kurikulum dan pengembangan perangkat pembelajaran ilmu sosial dan Evaluasi dan asesmen pembelajaran sosial. Kearifan Lokal dan Pendidikan Berbasis Budaya : Nilai, norma, dan praktik sosial masyarakat Sasambo, Pendidikan berbasis kearifan lokal dan multikultural serta Pelestarian budaya melalui pendidikan sosial. Sosiologi Pendidikan dan Dinamika Sosial : Relasi pendidikan, kekuasaan, dan perubahan sosial, Pendidikan dan ketimpangan sosial, Gender, inklusi sosial, dan keadilan dalam pendidikan Pendidikan Resolusi Konflik dan Perdamaian : Pendidikan resolusi konflik dan toleransi, Pendidikan multikultural dan kebhinekaan, Modal sosial, solidaritas, dan kohesi sosial dalam pendidikan. Pendidikan, Pembangunan, dan Isu Kontemporer : Pendidikan dan pembangunan berkelanjutan (SDGs), Ketahanan sosial, ketahanan pangan, dan lingkungan hidup, Pendidikan masyarakat adat dan komunitas lokal. SOCED SASAMBO: The Journal of Social Education Sasambo focuses on the development and dissemination of scientific studies in the field of Social Science Education and Sociology Education that emphasizes the integration between social theory, educational practice, and local socio-cultural contexts, especially the local wisdom of the Sasambo people (Sasak, Samawa, and Mbojo) in a national and global perspective. This journal is a forum for researchers, educators, practitioners and students to publish research results, conceptual studies, and innovative practices in education and society. The scope of articles accepted in this journal includes, but is not limited to: Sociology and Social Sciences Education: Sociology, Social Studies, and Civics Education, Curriculum and Development of Social Science Learning Tools and Social Learning Evaluation and Assessment. Local Wisdom and Culture-Based Education: Values, norms, and social practices of the Sasambo community, Local and multicultural wisdom-based education and Cultural preservation through social education. Sociology of Education and Social Dynamics: The relationship between education, power, and social change, education and social inequality, Gender, social inclusion, and justice in education. Conflict Resolution and Peace Education: Conflict resolution and tolerance education, Multicultural education and diversity, Social capital, solidarity, and social cohesion in education. Education, Development, and Contemporary Issues: Education and sustainable development (SDGs), Social resilience, food security, and the environment, Indigenous peoples and local community education.
Articles
32 Documents
PERILAKU KESEHATAN MAHASISWA PENDIDIKAN SOSIOLOGI UNIVERSITAS MATARAM PADA MASA PANDEMI COVID-19
Mariam Nurbuana Sari;
Suud Suud;
Ni Made Novi Suryanti
Journal of Social Education Sasambo Vol 1 No 2 (2023): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v1i2.5234
ABSTRAK Abstrak: Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Untuk mengatahui perilaku sehat mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram pada masa pandemi Covid-19; (2) Untuk mengatahui perilaku sakit mahasiswa Pendidikan Sosiologi Univeritas Mataram pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Dan sumber data berupa subjek penelitian dan informan penelitian. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu kuesioner, wawancara tidak terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis pada penelitian ini yakni teknik analisis kualitatif model Miles dan Huberman dengan prosedur yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu (1) Perilaku sehat mahasiswa pendidikan Sosiologi Universitas Mataram selama pandemi Covid-19, dan (2) Perilaku sakit mahasiswa pendidikan Sosiologi Universitas Mataram selama pandemi Covid-19, meliputi; (1) Perilaku sehat yang diterapkan oleh mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram pada masa pandemi Covid-19, diantaranya, makan-makanan yang sehat dan bergizi seperti sayuran dan buah-buahan, melakukan istirahat yang cukup, meluangkan waktu untuk berolahraga minimal 1 kali seminggu, berjemur mudari dari jam 7-8 sekitaran 30 menit, selalu menggunakan masker serta mengurangi aktivitas di luar rumah. (2) Perilaku sakit mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram pada masa Covid-19, mahasiswa melakukan upaya yang dilakukan untuk memperoleh penyembuhan, atau teratasi masalah kesehatan, yaitu; melakukan pengobatan ke puskesmas ataupun ke rumah sakit, melakukan isolasi mandiri, meminum obat 3 kali sehari, dan vitamin yang diminum 1-2 kali sehari, meminum jamu tradisional yang berbahan herbal seperti jahe, kunyit dan sereh, minum air mineral yang cukup minimal 2 liter, cuci tangan sebelum masuk kost atau rumah, menggunakan masker saat di luar rumah, menjaga jarak saat berintraksi, membatasi keluar rumah untuk hal-hal yang tidak penting. Kata kunci: perilaku sehat, perilaku sakit, mahasiswa
Kombinasi Model PjBL dan Google Meet Pada Mata Pelajaran Sosiologi dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di SMAN 4 Mataram
Siti Rosidah;
Ni Made Novi Suryanti;
Ananda Wahidah
Journal of Social Education Sasambo Vol 1 No 1 (2023): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v1i1.5265
Tujuan penelitian ini yaitu meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII IPS 5 SMAN 4 Mataram. Kajian ini merupakan desain penelitian tindakan kelas (PTK) yang meliputi 4 tahapan yaitu : 1) perencanaan (planning), 2) pelaksanaan tindakan (action); 3) observasi (observation); 4) refleksi (reflection). Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan observasi dan dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Kajian ini diselesaikan 2 siklus, dimana pada siklus I hasil belajar siswa 76% lalu meningkat menjadi 93% setelah siklus II diterapkan.
Nilai - Nilai Sosial Tradisi Mulang Pada Masyarakat Sasak di Desa Bayan Kabupaten Lombok Utara
eriana;
Hamidsyukrie ZM;
Hairil Wadi
Journal of Social Education Sasambo Vol 1 No 2 (2023): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v1i2.5323
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui dan mendeskripsikan proses tradisi mulang (menikah) pada masyarakat sasak di Desa Bayan Kabupaten Lombok Utara: dan (2) mengetahui & mendeskripsikan nilai-nilai sosial dalam proses tradisi mulang mulang(menikah) pada masyarakat sasak di Desa Bayan Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode etnografi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dan teknik analisis data model Miles dan Hubermen meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan (1) proses tradisi mulang(menikah) di Desa Bayan, Kabupaten Lombok Utara diantaranya : a) mendait (berkenalan), b) midang (bertamu kerumah perempuan), c) menjanji (membuat perjanjian), d) Peta diwasa bagus (menentukan tanggal/bulan baik), e) memaling (mencuri), f) selabar&mejati (pemberitahuan), g) Gawe mengkawinan dan i) meriap (makan bersama). (2) nilai – nilai sosial dalam proses tradisi mulang (menikah) di Desa Bayan yaitu: a) Nilai Material, suatu yang berguna bagi fisik dan jasmani manusia seperti, tombak, kain putih 2 meter, uang bolong sebanyak 244 dan beras. b) Nilai Immaterial, nilai yang menggunakan nurani, akal, perasaan, kehendak, dan keyakinan seperti, tombok diyakini sebagai kekuatan dan pekerja keras, kain putih 2 meter yang diyakini melambangkan kesucian, bersih serta melambangkan kesetaraan, uang bolong 244 dilambangkan sebagai alat tukar, Oleh karena itu, diyakini pengantin selalu dapat bertukar pikiran ketika menemui masalah. Sedangkan beras melambangkan harapan. Kata Kunci: Proses tradisi mulang; Nilai sosial Material dan Immaterial.
Kerja Sama Menak Sasak dengan Jajar Karang Desa Bonjeruk
Supardi Supardi;
Suud;
Hairil Wadi
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 02 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i2`.5365
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan pola interaksi sosial kerja sama menak Sasak Desa Bonjeruk dengan jajar karang, 2) Mendeskripsikan faktor yang mendukung pola interaksi sosial kerja sama menak Sasak Desa Bonjeruk dengan jajar karang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Jenis data yang diambil dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Sumber data penelitian ini adalah subjek dan informan. Untuk mengumpulkan data penelitian ini digunakan teknik wawancara observasi dan dokemntasi sedangkan teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Pola interaksi sosial kerja sama antara masyarakat Menak dan masyarakat Jajar Karang yang ada di desa Bonjeruk adalah pola interaksi tradisional atau gotong royong yang bersifat asosiatif, 2)Faktor yang mendukung pola interaksi sosial kerja sama menak dengan jajar karang adalah faktor tradisional yang ditunjukan melalui interaksi sosial kerja sama hasil warisan adat istiadat generasi sebelumnya, faktor rasionalitas instrumental yang ditunjukan melalui hubungan yang saling menguntungkan dan faktor rasionalitas nilai yang ditunjukan melalui hubungan kerja sama yang masih bertahan karena masih terpeliharanya hubungan saling hormat menghormati satu sama lain.
ANAK PECANDU GAME ONLINE (STUDI KASUS DI KELURAHAN SURYAWANGI KECAMATAN LABUHAN HAJI LOMBOK TIMUR)
Husniadi;
Masyhuri;
Muhammad Ilyas
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 02 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i2`.5366
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui faktor penyebab anak kecanduan game online di kelurahan Suryawangi kecamatan Labuhan Haji; 2) Mengetahui pola penanganan orang tua mengatasi kecanduan game online pada anak di kelurahan Suryawangi kecamatan Labuhan Haji. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode studi kasus. Jenis data dalam penelitian ini yaitu primer dan sekunder. Sumber data pada penelitian ini adalah subjek dan informan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan wawancara, observasi, serta dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mendapatkan: 1) Faktor penyebab kecanduan game online yaitu: a. Faktor lingkungan sosial meliputi teman yang datang ke rumahnya untuk bermain game bersama, diberikan fasilitas oleh orang tua berupa Smartphone dan WIFI yang dipasangkan di rumahnya, tersedianya koneksi internet, mengikuti video yang ditonton. b. Faktor psikologis meliputi perasaan senang ketika bermain, Bosan, gelisah. 2) Pola penanganan orang tua mengatasi anak kecanduan game online di Kelurahan Suryawangi Kecamatan Labuhan Haji adalah represif meliputi Menyita Hp (smartphone) yang digunakan. Pengendalian persuasif meliputi Menasihati, Menegur agar berhenti bermain. Pengendalian koersif meliputi memarahi, membentak dan mengomeli. dan pengendalian kuratif meliputi menatap terus menerus sampai berhenti bermain.
Evaluasi Pembelajaran HOTS Pada Mata Pelajaran Sosiologi Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Di SMAN 1 Terara
novia misruniati;
Hairil Wadi;
Suud
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 02 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i2`.5372
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: (1) Proses pelaksanaan evaluasi pembelajaran HOTS pada mata pelajaran sosiologi melalui penerapan metode pembelajaran di SMAN 1 Terara; (2) Kendala pelaksanaan evaluasi pembelajaran HOTS pada mata pelajaran sosiologi melalui metode pembelajaran di SMAN 1 Terara; (3) Upaya guru dalam mengatasi kendala pelaksanaan evaluasi pembelajaran HOTS melalui metode pembelajaran di SMAN 1 Terara. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yakni wawancara, observasi, dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data dengan model Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Proses pelaksanaan evaluasi pembelajaran HOTS pada mata pelajaran sosiologi melalui 3 tahap yaitu, tahap perencanaan meliputi menentukan tujuan evaluasi pembelajaran, menyusun kisi-kisi, menulis soal, uji coba dan analisis soal, dan revisi soal. Tahap pelaksanaan dilihat dari penilaian ranah kognitif dan psikomotorik melalui penerapan metode PBL. Tahap hasil evaluasi dilihat dari hasil ujian siswa. (2) Kendala pelaksanaan evaluasi pembelajaran HOTS yaitu, kendala internal mencakup guru kesulitan dalam menentukan metode dan media yang sesuai untuk siswa, keterbatasan waktu dalam pembelajaran, dan kesulitan dalam menyusun soal bertaraf HOTS. Kendala eksternal yaitu tidak adanya pembaruan program. (3) Upaya dalam mengatasi kendala tersebut yaitu guru mengikuti pelatihan atau workshop yang diadakan di sekolah maupun di luar sekolah.
Solidaritas Sosial dalam Banjar Begawe Merarik pada Masyarakat Sasak di Desa Ubung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah
Nur Ismayatunnisa Julianti;
Masyhuri;
Hamidsyukrie
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 02 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i2`.5389
Tujuan dari penelitian ini : (1) untuk mengetahui bagaimana bentuk solidaritas sosial dalam Banjar Begawe Merarik, dan (2) kegiatan Banjar Begawe Merarik di Desa Ubung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. dan sumber data data berupa subjek penelitian dan informan penelitian. Teknik Pengumpulan data pada penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini yakni teknik analisis kualitatif model miles dan huberman dengan prosedur yaitu reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini yaitu (1) bentuk solidaritas sosial dalam Banjar Begawe Merarik yaitu bentuk solidaritas sosial mekanik, dan(2)terdapat kegiatan banjar begawe merarik yaitu; kegiatan Begawe Merarik meliputi; a)Kegiatan persiapan meliputi musyawarah waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan, Menyilaq, iuran , Betaring, b)Tahap pelaksanaan kegiatan meliputi membuat bumbu untuk memasak, memasak bersama, Sambut Temoe, Begibung, zikiran, selanjutnya Nyongkolan dan Bales Lampak Nae, dan c)Tahap penutup terdiri dari Rebak jangkeh atau membongkar tungku memasak dan mencuci piring.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNINGDALAM MENGEMBANGKAN KEAKTIFAN SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI DI KELAS XI IPS MA AS-SYAFI’IYAH NW TAREKAT JANAPRIA LOMBOK TENGAH
Dede Alfian;
Masyhuri;
Suud
Journal of Social Education Sasambo Vol 2 No 01 (2024): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v2i01.5401
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: (1) Proses implementasi model pembelajaran Problem based learning dalam mengembangkan keaktifan siswa pada mata pelajaran sosiologi di kelas XI IPS MA As-Syafi’iyah NW Tarekat Janapria Lombok Tengah; (2) Kendala guru sosiologi dalam implementasi model pembelajaran Problem based learning dalam mengembangkan keaktifan siswa pada mata pelajaran sosiologi di kelas XI IPS MA As-Syafi’iyah NW Tarekat Janapria Lombok Tengah; (3) Upaya guru sosiologi dalam mengatasi kendala dari implementasi model pembelajaran Problem based learning dalam mengembangkan keaktifan siswa pada mata pelajaran sosiologi di kelas XI IPS MA As-Syafi’iyah NW Tarekat Janapria Lombok Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi sedangan Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Hubberman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Dalam proses implementasi model pembelajaran problem-based learning dalam pembelajaran sosiologi telah terbukti mendorong keaktifan siswa melalui diskusi kelompok, debat, presentasi, Tanya jawab, pengamatan dan pengumpulan data, serta refleksi dan evaluasi; (2). Kendala dalam implementasi model pembelajaran problem based learning dalam mengembangkan keaktifan siswa pada mata pelajaran sosiologi terdiri atas kendala internal yaitu guru sosiologi mengalami dalam menyusun RPP, menentukan metode dan media pembelajaran yang sesuai, keterbatasan waktu pembelajaran, sedangkan kendala eksternal yaitu daya tangkap siswa atau pemahamannya lambat, kurangnya minat belajar siswa dan diskusi didominasi oleh siswa tertentu: (3). Upaya guru sosiologi untuk mengatasi kendala dari implementasi model pembelajaran proble-based learning dalam mengembangkan keaktifan siswa pada mata pelajaran sosiologi terdiri dari upaya guru dari sudut pandang internal yaitu guru mengikuti pelatihan-pelatihan atau workshop yang telah diadakan baik di sekolah maupun diluar sekolah terkait dengan penyusunan RPP yang sesuai dengan model pembelajaran yang diterapkan, memaksimalkan penyampaian materi serta menetapkan batasan waktu pada saat diskusi. Sedangkan upaya guru dari sudut pandang eksternal yaitu guru berupaya terus untuk melakukan improvisasi dengan mencari metode yang bisa membangun minat atau semangat siswa salah satunya dengan ice breaking. Kata kunci: Problem based learning, Keaktifan Siswa, Mata pelajaran Sosiologi
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PESERTA DIDIK MELALUI PENERAPAN METODE DEBAT AKTIF PADA PELAJARAN SOSIOLOGI DI SMAN 1 GUNUNGSARI
Jumratul Jumratul;
Hairil Wadi;
Suud Suud
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 4 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i1.5431
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar kognitif peserta didik kelas XI IPS 1 SMAN 1 Gunungsari dengan menerapkan metode Debat Aktif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang berlangsung dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Dalam perencanaan 1 siklus dilaksanakan sebanyak 2 kali dalam 1 kali pertemuan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keaktifan belajar pada siklus I sebesar 57%, kemudian pada siklus II meningkat menjadi 88,5%. Sedangkan hasil belajar kognitif peserta didik pada siklus I sebesar 68,75% kemudian mengalami peningkatan di siklus II 80,31%. Hal tersebut membuat peningkatan pada keaktifan belajar peserta didik sebanyak 31,5% dan hasil belajar kognitif peserta didik meningkat 21,65%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode debat aktif dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar kognitif peserta didik kelas XI IPS 1 SMAN 1 Gunungsari.
NILAI SOSIAL DAN NILAI RELIGIUS DALAM TRADISI ROAH MASYARAKAT SASAK DI PANCOR DENEQ DESA BATU KUMBUNG KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT
seli melati;
Masyhuri;
Suud
Journal of Social Education Sasambo Vol 2 No 01 (2024): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/socedsasambo.v2i01.5482
Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) untuk mengetahui Proses dalam Tradisi Roah Masyarakat Sasak di Pancor Deneq Desa Batu Kumbung Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat, 2) Nilai Sosial dan Nilai Religius dalam Tradisi Roah Masyarakat Sasak Di Pancor Deneq Desa Batu Kumbung Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Lokasi penelitian ini di Desa Batu Kumbung Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder dengan sumber data berupa subjek penelitian dan informan penelitian. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan adanya proses tradisi roah terdiri atas 3 tahapan : Tahap sebelum pelaksanaan roah masyarakat menyiapkan dulang sesaji, bunga rampai dan air kuluh. Tahap prosesi roah terdapat rangkaian acara pembukaan, zikir dan doa, ceramah atau tausiah, pembukaan barang-barang peninggalan dan Tahap setelah pelaksanaan roah dirangkaikan dengan pembagian air kuluh, pemberian berkat/bingkisan kepada tamu undangan dan makan bersama (begibung). Sedangkan nilai sosial dan religius tersebut terdapat 4 nilai : nilai sosial toleransi, nilai sosial kerjasama, nilai karakter yang berhubungan dengan Tuhan dan nilai karakter yang berhubungan dengan sesama. ABSTRACTThe aims of this study were: 1) to find out the process of the Roah Tradition of the Sasak Community in Pancor Deneq, Batu Kumbung Village, Lingsar District, West Lombok Regency, 2) Social and Religious Values in the Sasak Community Roah Tradition in Pancor Deneq, Batu Kumbung Village, Lingsar District, West Lombok Regency. This study uses a qualitative approach with ethnographic methods. The location of this research is in Batu Kumbung Village, Lingsar District, West Lombok Regency. The type of data in this study uses primary data and secondary data with data sources in the form of research subjects and research informants. Data collection techniques in this study are observation, interviews and documentation. Methods of data analysis, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study found that there was a traditional process of roah consisting of 3 stages: The stage before the implementation of roah, the community prepared offering trays, potpourri and kuluh water. The stage of the roah procession includes a series of opening events, remembrance and prayer, lectures or tausiah, opening of relics and the stage after the implementation of the roah is coupled with the distribution of water kuluh, giving blessings/gifts to invited guests and eating together (begibung). Meanwhile, there are 4 social and religious values: social values of tolerance, social values of cooperation, character values related to God and character values related to others.