cover
Contact Name
Aldila Yuanditasari
Contact Email
aldila.y.di@upnjatim.ac.id
Phone
+6282143445815
Journal Mail Official
rachanainterior@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Rungkut Madya 1, Gunung Anyar, Surabaya, Jawa Timur, 60294, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Rachana Interior
ISSN : -     EISSN : 30478561     DOI : https://doi.org/10.33005/rachanainterior.v2i02
Core Subject : Art, Engineering,
Journal of Rachana Interiors is a scientific publication medium for articles in the fields of interior design and other relevant fields, which the idea emphasizes its relationship with culture. Culture in question is manifestation of human intellectual achievements collectively or of a particular social group. The journal not only discuss about culture in the past which is close to traditional culture, but also in recent or future years. This journal investigates the complexities of the interior environment’s composition, its impact on the inhabitant, and internal aspects that contribute to create it. Contributions for journal from interior design practitioners and theorist are welcome. The journal is sets out to challenge divisions between theory and practice to provide an essential scientific forum for all those with an interest in design, history, and meaning of interiors, which examined through theoretical discussion. Submissions are also invited in in the form of review of, projects, and exhibition that are in scope of Rachana Interior.
Articles 20 Documents
Dampak Desain Pola Lengkung Pada Interior Lobby Kantor: Peningkatan Estetika, Fungsi, Dan Pengalaman Pengguna Ahmad Ghazy Dananjaya
Rachana Interior Vol. 2 No. 01 (2025): April
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/rachanainterior.v2i01.27

Abstract

Desain melengkung telah menjadi inovasi yang diterapkan dalam proyek desain interior Kantor Japfa Group, Jakarta Barat, untuk menciptakan ruang yang lebih dinamis dan menarik. Latar belakang penerapan elemen melengkung ini dilatarbelakangi kebutuhan untuk menciptakan ruang kerja yang mampu meningkatkan kenyamanan, estetika, dan fungsionalitas bagi para penggunanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak penggunaan elemen melengkung pada interior lobby kantor, dengan fokus pada peningkatan pengalaman pengguna dan penciptaan suasana yang lebih ramah serta mendukung interaksi kolaboratif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis penerapan elemen lengkung pada desain interior Kantor Japfa Group, khususnya ruang lobby dan resepsionis. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan pengunjung, karyawan, dan desainer interior, serta studi dokumentasi desain ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan elemen melengkung tidak hanya memberikan nilai estetika yang signifikan, tetapi juga memperbaiki alur pergerakan dan menciptakan kesan ruang yang lebih luas dan nyaman. Inovasi desain melengkung ini memberikan kebaharuan dalam konteks desain interior kantor, dimana penerapannya berhasil meningkatkan kualitas ruang dari segi estetika, fungsi, dan kenyamanan pengguna.  
Peran Pencahayaan dalam Menciptakan Suasana dan Meningkatkan Produktifitas di Co-Working Space Aisy Nabila Putri Sangadji; Sakundria Satya Murti Wardhana
Rachana Interior Vol. 2 No. 01 (2025): April
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/rachanainterior.v2i01.28

Abstract

Pencahayaan yang tepat tidak hanya berfungsi sebagai sumber cahaya, tetapi juga berperan dalam meningkatkan nilai estetika serta menciptakan kenyamanan bagi penghuninya. Pencahayaan memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan suasana yang nyaman serta meningkatkan tingkat produktivitas di ruang kerja. Co-working space, yang menekankan pada fleksibilitas dan kolaborasi sangat bergantung pada desain pencahayaan yang optimal untuk menciptakan interior yang mendukung kinerja baik secara individu maupun kelompok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pencahayaan dalam interior co-working space dapat memengaruhi suasana ruang dan produktivitas kerja penggunanya. Selain itu, penelitian ini juga berfokus untuk mengidentifikasi faktor pencahayaan yang dapat meningkatkan efektivitas kinerja individu maupun kelompok pada co-working space. Metode penelitian dilakukan dengan mengkaji literatur dari berbagai studi terdahulu yang fokus pada desain pencahayaan dan pengaruhnya terhadap produktivitas di ruang kerja. Melalui pendekatan ini, ditemukan bahwa faktor pencahayaan, baik alami, buatan dan terpadu dapat mendukung terciptanya suasana kerja yang produktif pada co-working space.
Penerapan Konsep Co-Living Pada Perancangan Rumah Susun Sederhana di Kota Bengkulu Panji Anom Ramawangsa; Annelis Yovita Dwi Nabila; Debby Seftyarizki
Rachana Interior Vol. 2 No. 01 (2025): April
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/rachanainterior.v2i01.32

Abstract

Tingginya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kota Bengkulu dan tidak memiliki pekerjaan tetap berdampak pada banyaknya Rumah Tidak Layak Huni akibat ketidakmampuan masyarakat dalam membayar biaya pembangunan atau perolehan rumah layak huni. Tujuan perancangan ini adalah dalam upaya mendukung program pemerintah dengan menyediakan hunian yang layak beserta fasilitas pendukungnya melalui penerapan konsep hunian co-living terhadap desain rumah susun sederhana dan dapat mengoptimalkan penggunaan lahan dan fungsi lahan. Lingkup bahasan dibatasi dalam lingkup disiplin arsitektur, menggunakan konsep co-living. Perancangan ini diawali dengan kajian menggunakan metode kualitatif deskriptif yang mengidentifikasi isu dan pengumpulan data sebagai dasar melakukan pengolahan data dan analisis yang akan menghasilkan konsep dasar perancangan dan diimplementasikan dalam pengembangan desain. Konsep co-Living memberikan solusi inovatif untuk memenuhi kebutuhan hunian secara fungsional, terjangkau, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Rancangan ini mengusung hunian yang sifatnya privasi sekaligus menciptakan kebersamaan sehingga tercipta hunian yang aman, nyaman, berkualitas dan terjangkau, termasuk dalam pembentukan kembali interaksi sosial antar penghuni dan kegiatan komunal.
Analisis Peran Warna terhadap Psikologis Pendonor Darah Pada Desain Interior Ruang Unit Transfusi Darah Ines Firstyarma Kaban; Ratna Andriani Nastiti
Rachana Interior Vol. 2 No. 01 (2025): April
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/rachanainterior.v2i01.37

Abstract

Donor darah adalah pengambilan darah secara sukarela dari seseorang, yang disimpan di bank darah sebagai persediaan untuk transfusi di masa mendatang. Hal ini memerlukan prosedur medis, seperti memasukkan jarum ke dalam pembuluh darah untuk memindahkan darah ke dalam kantong darah. Efek samping yang umum terjadi pada pendonor adalah rasa sakit yang disebabkan oleh penyisipan jarum. Bagi sebagian orang, membayangkan rasa sakit yang terkait dengan pengambilan darah dapat menyebabkan kecemasan dan stres. Untuk mengurangi stres dan ketegangan sebelum dan selama proses donor, suasana yang menenangkan harus diciptakan di unit transfusi darah. Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah melalui desain interior yang mempertimbangkan aspek psikologis, termasuk penggunaan warna. Warna memiliki pengaruh psikologis terhadap emosi manusia, yang dapat membantu menciptakan suasana santai dan menenangkan bagi para pendonor darah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Tujuan dari tinjauan literatur adalah untuk memberikan panduan dalam mengembangkan konsep desain. Hasil wawancara akan digunakan untuk penelitian lapangan mengenai karakteristik pengguna. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan warna coklat, biru dan hijau pada interior unit transfusi darah yang dapat memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi pendonor darah serta mengurangi ketegangan dan kecemasan pada saat mendonor darah.
Analisis Sense of Place di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung Nabila Anindya Widiarini
Rachana Interior Vol. 2 No. 01 (2025): April
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/rachanainterior.v2i01.43

Abstract

Rekonfigurasi perpustakaan menjadi social place semakin populer di tengah perkembangan teknologi dan tren belajar kolaboratif. Dengan menggunakan analisis statistik dan survey di lapangan, penelitian ini mengkaji bagaimana sense of place di Dinas Arsip yang sekaligus perpustakaan daerah sebagai ruang publik terbentuk dari aspek aktivitas, fisik, dan emosi. Teknik incidental sampling digunakan untuk memilih sampel pengguna dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung. Hasil analisis data menunjukkan bahwa variabel yang memiliki pengaruh terbesar untuk membentuk keterikatan pengunjung dengan ruang-ruang di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung pada aspek aktivitas adalah kegiatan yang memenuhi fungsi escape, yaitu kegiatan menyibukkan diri di waktu senggang, bersantai, dan menenangkan pikiran. Pada aspek fisik, kondisi utilitas, utamanya lingkungan akustik yang tenang, dianggap sangat penting dalam membentuk kenyamanan. Dengan adanya kualitas fisik ruang yang baik dan pola aktivitas tersebut, terbentuk perasaan nyaman, aman, diterima, dan terpenuhinya kebutuhan berpustaka (place dependance). Karakter lingkungan perpustakaan yang penuh dengan dinamika dan mendukung aspek interaksi sosial dianggap sebagai makna dari tempat tersebut, serta menjadi daya tarik untuk mengunjungi dan menghabiskan waktu di perpustakaan. Hal ini secara berkelanjutan dapat menciptakan asosiasi positif antara individu dengan tempatnya (place attachment) yang kemudian memunculkan keterikatan (sense of place).
Perancangan Interior Restoran Dan Presidential Suite Pada X Hotel Yogyakarta: Design For Serving Concept Tiffany Nathania; Sherly de Yong; S. P. Honggowidjaja; Inge Natalie Haoe
Rachana Interior Vol. 2 No. 02 (2025): October
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/rachanainterior.v2i02.48

Abstract

Bisnis pelayanan hotel bintang lima harus mempertimbangkan kualitas pelayanan dalam semua aspeknya, terutama desain interior. Perancangan ulang interior restoran dan presidential suite X Hotel Yogyakarta berfokus pada permasalahan optimalisasi fungsi dan kapasitas ruang, serta penerapan konsep Design for Serving untuk menyelaraskan desain dengan standar pelayanan hotel bintang lima. Metode penelitian yang digunakan adalah Design Thinking dengan enam tahapan, yaitu understand, observe, point of view, ideate, prototype, dan test. Objek perancangan mencakup restoran dan presidential suite sebagai ruang representatif pelayanan utama. Konsep Design for Serving digunakan sebagai landasan utama perancangan dengan fokus tata letak ruang yang mendukung alur pelayanan, penerapan prinsip ergonomis, peningkatan kapasitas ruang, serta pemilihan perabot fungsional dan efisien. Hasil perancangan menunjukkan peningkatan kapasitas restoran 19,8% (dari 182 kursi menjadi 218 kursi) melalui penataan layout yang efektif dan efisien, serta peningkatan kualitas fasilitas kamar dengan penambahan ruang private gym. Penggunaan material berkualitas seperti marmer dan wood veneer memperkuat karakter mewah hotel bintang lima sekaligus meningkatkan pengalaman visual dan kenyamanan ruang. Keberhasilan perancangan diukur melalui analisis kualitatif terhadap peningkatan efisiensi alur pelayanan, kapasitas ruang, serta kesesuaian terhadap konsep Design for Serving. Keterbatasan penelitian ini terletak pada belum dilakukannya evaluasi pasca-huni untuk mengukur dampak desain secara langsung terhadap pengalaman pengguna.
Tinjauan Proksemik Pada Area Lorong Lift Lobby Hotel Mercure Bandung City Centre Sucianti Cahya Ramdhani; Iyus Kusnaedi
Rachana Interior Vol. 2 No. 02 (2025): October
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/rachanainterior.v2i02.54

Abstract

Penelitian ini meneliti fenomena proksemik di lorong lift lobi Hotel Mercure Bandung City Centre serta peran desain interior dalam mengatasi kendala interaksi ruang dan pengunjung. Permasalahan muncul akibat tata ruang yang belum mampu mengatur jarak, arah pandang, dan alur pergerakan secara efektif pada area antrian. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi elemen interior yang dapat mengatasi kendala proksemik melalui pendekatan kualitatif deskriptif, observasi lapangan, dokumentasi visual, dan studi literatur tentang teori proksemik serta desain interior publik. Hasil penelitian menunjukkan elemen seperti pola lantai, plafon, dan signage berperan penting dalam mengarahkan sirkulasi, menjaga jarak sosial, serta meningkatkan kenyamanan dan keteraturan antrian. Kesimpulannya, penerapan desain interior yang tepat dapat mengoptimalkan proksemik, sehingga menciptakan pengalaman ruang yang tertib dan nyaman bagi pengguna. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis elemen interior sebagai pengatur perilaku proksemik di area publik hotel. Temuan ini berkontribusi terhadap pengembangan prinsip desain interior publik sebagai dasar bagi perancangan interior yang adaptif terhadap perubahan perilaku spasial pengguna.
Tinjauan Unsur Ragam Hias Budaya Dayak Pada Desain Interior Lobby Swiss-Belhotel Danum Jasmine Nurcahyadi Bachtiar; Iyus Kusnaedi
Rachana Interior Vol. 2 No. 02 (2025): October
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/rachanainterior.v2i02.55

Abstract

Lobi hotel memiliki peran penting dalam membentuk kesan pertama bagi tamu. Banyak hotel berbintang menerapkan unsur budaya sebagai daya tarik utama dalam desain interiornya. Dengan desain modern, hotel dapat merepresentasikan identitas budaya daerah tempatnya berdiri. Penelitian ini berfokus pada desain interior lobi Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya yang mengimplementasikan ragam hias budaya Dayak. Ragam hias budaya tersebut mencerminkan hubungan erat antara manusia dan alam, yang menjadi filosofi penting dalam budaya Dayak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi langsung, dokumentasi lapangan, dan studi literatur dari sumber daring dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ragam hias Dayak dalam desain interior lobi seperti ornamen motif pakis, bunga terong, dan burung tingang pada lobi hotel mampu menciptakan identitas visual yang kuat dan tetap relevan dengan tren desain modern. Penelitian ini berkonstribusi pada pengembangan keilmuan desain interior berbasis kearifan lokal, serta memberikan manfaat praktis bagi industri perhotelan dan upaya pelestarian budaya Dayak melalui penerapan desain yang autentik dan berkarakter.
Analisis dan Usulan Desain Fasilitas RTH Gedung B UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan Pendekatan Personal Space dan Territory Dewi Rofifatun Nur Afiyanti; Chalida Mutia Az-Zahra; Rahmadina Firamadhani
Rachana Interior Vol. 2 No. 02 (2025): October
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/rachanainterior.v2i02.57

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kampus yang mendukung aktivitas akademik dan sosial pengguna. Namun fasilitas RTH pada gedung B Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kurang optimal dalam memenuhi kebutuhan penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fasilitas RTH Gedung B UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam memenuhi kebutuhan personal space dan territory penggunanya, serta merancang usulan desain yang mendukung kenyamanan psikologis dan interaksi sosial mahasiswa melalui pendekatan arsitektur perilaku. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pengambilan data menggunakan observasi behavioral map. Hasil penelitian diwujudkan dalam usulan desain dengan konsep interconnect pavilion, terdiri dari 4 tipe desain pavilion yang menyediakan personal space dan territory sekunder untuk mahasiswa. Desain meliputi penyediaan area duduk yang nyaman, penataan jalur pejalan kaki yang lebih efisien dan terarah yang mengintegrasikan elemen lanskap dengan baik.  Keterbatasan penelitian ini adalah usulan konsep desain yang masih belum diuji secara empiris dan membutuhkan penelitian lanjutan untuk melihat efektivitasnya.
"Penerapan Konsep "Harmony With Nature" Pada Perancangan Interior Floating Resort Di Probolinggo" Ayu Sabhaniyah; Ratna Andriani Nastiti
Rachana Interior Vol. 2 No. 02 (2025): October
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/rachanainterior.v2i02.61

Abstract

Fenomena staycation yang semakin populer mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap pengalaman liburan yang dekat dengan alam. Hal ini mendorong pengembangan destinasi wisata berkelanjutan yang menarik bagi pengunjung lokal maupun internasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Bryan Lawson, yang berfokus pada proses berpikir kreatif desainer dari perumusan masalah hingga verifikasi solusi. Metode ini cukup sistematis dan cocok untuk memadukan masalah staycation dan stres dengan solusi desain floating resort dengan konsep “Harmony With Nature”. Gagasan kreatif yang dihasilkan menekankan integrasi elemen alam, terutama elemen air seperti laut, ke dalam bangunan untuk mendukung kesehatan kedalam desain interior melalui pendekatan biophilic design dan blue space theory. Elemen-elemen alami seperti kayu, pencahayaan alami, serta desain ruang yang efisien digunakan untuk menciptakan suasana yang menenangkan dan menyatu dengan alam. Penataan ruang juga dirancang agar selaras dengan lingkungan sekitar, mendukung kenyamanan dan relaksasi. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam penerapan konsep harmony with nature pada desain interior floating resort, khususnya di kota Probolinggo. Selain itu, pendekatan ini dapat membantu memperkuat karakter destinasi wisata yang berkelanjutan dan memberikan pengalaman liburan yang lebih bermakna dan menyegarkan bagi wisatawan.

Page 2 of 2 | Total Record : 20