cover
Contact Name
Muhamad Yusuf Amin
Contact Email
jusufan@gmail.com
Phone
+6285230373555
Journal Mail Official
padhangmanahsibyan@gmail.com
Editorial Address
YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN Alamat: Mirombo-Jentrek RT 002 RW 002 Rojoimo Wonosobo, Jawa Tengah
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : -     EISSN : 30642035     DOI : -
Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a scientific journal published by Padhang Manah Sibyah Foundation. Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan publishes articles sourced from the results of field study research, literature reviews, theoretical studies, and research dissemination. The focus and scope ofReflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan relates to the themes of education which include learning activities, curriculum, evaluation, management, quality of education, and information technology, in various types, both formal and non-formal education levels. . Articles are published 5 times a year, January-April-July-September-November.
Articles 80 Documents
PENGARUH PEMIKIRAN MUHAMMAD IQBAL TERHADAP PARADIGMA PENDIDIKAN ISLAM MODERN: REKONSTRUKSI KHUDI SEBAGAI BASIS PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN KECEERDASAN SPIRITUAL Meta Dwi Annisa; Onin Nofriana Santoso; Nurul Mubin
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pemikiran Muhammad Iqbal mengenai filsafat pendidikan Islam memengaruhi pembentukan paradigma pendidikan Islam modern yang menekankan kreativitas dan kecerdasan spiritual (Iqbal, 1930; Mustaneer, 2022). Fokus penelitian ini adalah pada konsep khudi sebagai ego kreatif dan individu yang dinamis, serta relevansinya terhadap perancangan kurikulum Islam kontemporer (Rahman, 2019). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain tinjauan pustaka, yang mengacu pada karya seminal Iqbal berjudul The Reconstruction of Religious Thought in Islam , serta artikel jurnal dan buku akademik terkait filsafat pendidikan Islam (Hamzah, 2019; Hasbi, 2012).Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis isi tematik untuk mengidentifikasi gagasan inti mengenai khudi, kebangkitan spiritual, dan peran pendidikan sebagai penggerak perubahan sosial (Priatmoko, 2018).Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran Iqbal memberikan landasan filosofis yang kokoh bagi rekonstruksi tujuan, isi, dan metode pendidikan Islam (Iqbal, 1930). Temuan utama menegaskan bahwa penerapan konsep khudi dalam kurikulum dapat mengarahkan pendidikan Islam menuju pengembangan individu yang kreatif, mandiri, dan berorientasi pada transformasi sosial (Rahman, 2019). Sehingga menekankan perlunya mereorientasi filosofi pendidikan Islam dari model doktrinal menuju pendekatan dialogis dan reflektif.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: KONSEP, DASAR, TUJUAN, DAN RUANG LINGKUP DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER MUSLIM Hanan Romandhoni; Muhammad Arif Haqiqi
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu aspek fundamental dalam kehidupan manusia karena melalui pendidikan seseorang dapat mengembangkan potensi dirinya, baik dalam aspek intelektual, spiritual, moral, maupun sosial. Dalam perspektif Islam, pendidikan tidak hanya dipahami sebagai proses transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai proses pembinaan manusia secara menyeluruh agar mampu menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya sebagai hamba Allah SWT sekaligus khalifah di muka bumi. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki kedudukan penting dalam membentuk kepribadian peserta didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan memiliki kemampuan menghadapi perkembangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam. Artikel ini membahas konsep Pendidikan Agama Islam melalui kajian deskriptif dengan pendekatan kepustakaan. Pembahasan difokuskan pada pengertian Pendidikan Agama Islam, landasan yang menjadi dasar pelaksanaannya, tujuan yang ingin dicapai, serta ruang lingkup materi yang menjadi bagian dari proses pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam memiliki karakteristik yang berbeda dengan pendidikan secara umum karena mengintegrasikan aspek duniawi dan ukhrawi. Pendidikan Islam bertujuan membentuk manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kematangan akhlak.
FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM: HAKIKAT, REKONSTRUKSI EPISTEMOLOGIS, DAN REORIENTASI DI ERA DIGITAL Umi Habiah; Eliana Cahyaningrum; Nurul Mubin
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filsafat Pendidikan Islam merupakan landasan konseptual yang mengintegrasikan nilai-nilai teologis transendental dengan realitas sosiologis-antropologis umat manusia dalam proses pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam esensi filsafat pendidikan Islam, membandingkan spektrum pemikiran tokoh-tokoh klasik dan kontemporer, menganalisis posisi pendidikan Islam di tengah disrupsi era digital, serta merumuskan implikasi praktis dan menyusun daftar referensi ilmiah yang dapat diandalkan. Metode yang digunakan adalah riset pustaka dengan pendekatan hermeneutik-filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat inti pendidikan Islam bertumpu pada konsep integralistik manusia sebagai 'Abd (hamba) dan Khalifah. Di era digital, filsafat pendidikan Islam berfungsi sebagai kompas moral (etika teologis) yang mencegah dehumanisasi akibat reduksi teknologi. Implikasi praktisnya membutuhkan transformasi kurikulum yang non-dikotomis, penyelarasan metode ta'dib, dan pemanfaatan teknologi informasi berbasis monoteisme untuk kepentingan umat manusia (rahmatan lil 'alamin).
STRATEGI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM MENGHADAPI DAMPAKPENGGUNAAN PONSEL PADA ERA DIGITAL DI SEKOLAH DASAR Aida Mawaddah Nur Rahmania; Mahbub Junaidi; Khotimah Suryani
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital, khususnya penggunaan ponsel pintar, telah mengubah pola belajar, komunikasi, dan interaksi sosial peserta didik sekolah dasar. Perubahan tersebut memberikan peluang untuk memperluas akses terhadap sumber belajar, tetapi juga menimbulkan risiko berupa distraksi, penggunaan berlebihan, paparan konten yang tidak sesuai usia, penurunan kualitas interaksi langsung, serta melemahnya etika komunikasi apabila tidak disertai pendampingan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pendidikan akhlak dalam menghadapi dampak penggunaan ponsel pada era digital di SD Negeri Wudi Sambeng. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan peserta didik. Analisis data dilakukan melalui kondensasi atau reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan meliputi keteladanan, pembiasaan, nasihat dan dialog, pengawasan, serta pemberlakuan aturan dan sanksi edukatif. Keberhasilan strategi tersebut didukung oleh peran aktif guru, dukungan orang tua, dan budaya sekolah yang religius. Hambatan utama berasal dari lemahnya pengawasan di rumah, kuatnya pengaruh lingkungan digital, perbedaan pola asuh, serta intensitas penggunaan ponsel yang tinggi. Temuan menegaskan bahwa pendidikan akhlak di era digital perlu dilaksanakan secara konsisten, kontekstual, dan kolaboratif melalui sinergi sekolah, keluarga, dan masyarakat.
DARI AJARAN KYAI KE KEMANDIRIAN PELAJAR: PENDEKATAN FILOSOFIS PESANTREN DALAM MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN AKADEMIK DAN SOSIAL Della Oktavia Ramadhani1; Fatihati Rozma Khoirul Muna; Nurul Mubin
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggali filsafat pendidikan pesantren sebagai dasar konseptual dalam membangun kemandirian pelajar, baik secara akademik maupun sosial. Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga transmisi ilmu keislaman, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan mengelola diri. Melalui pendekatan kajian pustaka, artikel ini menelaah gagasan-gagasan tentang peran kyai, kultur asrama, pembiasaan hidup sederhana, dan sistem pembelajaran pesantren dalam membentuk sikap mandiri santri. Hasil kajian menunjukkan bahwa filsafat pendidikan pesantren mengandung nilai-nilai kemandirian yang terintegrasi dalam praktik sehari-hari, seperti tanggung jawab personal, kepatuhan, ketekunan belajar, serta kemampuan hidup bersama dalam komunitas. Nilai-nilai tersebut relevan untuk dikembangkan dalam pendidikan kontemporer guna menjawab kebutuhan pelajar yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan sosial. Dengan demikian, filsafat pendidikan pesantren dapat menjadi model alternatif dalam penguatan kemandirian pelajar di tengah tantangan pendidikan modern.
DINAMIKA PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA DIGITAL: ANALISIS DAMPAK PERMAINAN MOBILE LEGENDS TERHADAP AKHLAK, NILAI KERJA SAMA, DAN ETIKA KOMUNIKASI ANAK Gilang Dika Prayogi; Ulfi Muliana Setiawati
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak permainan Mobile Legends: Bang Bang terhadap pendidikan karakter anak, khususnya pada aspek akhlak, kerja sama, dan etika komunikasi di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan metode studi literatur yang menyintesis berbagai hasil penelitian empiris kualitatif dan kuantitatif. Analisis dilakukan melalui reduksi data, sintesis temuan, dan triangulasi konseptual menggunakan teori pendidikan karakter serta konsep perkembangan moral Imam Al-Ghazali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mobile Legends memiliki dua dampak yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, permainan ini mampu menumbuhkan kerja sama, sportivitas, kepemimpinan, dan kemampuan menyusun strategi apabila dimanfaatkan secara tepat. Di sisi lain, intensitas bermain yang tidak terkontrol berpotensi memicu kecanduan, trash talking, disregulasi emosi, serta menurunkan tanggung jawab sosial dan religius peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat melalui penguatan literasi digital serta pembinaan karakter berbasis konsep tamyiz dan mujahadah agar teknologi digital dapat menjadi sarana pembentukan karakter yang positif.
MEMBANGUN RESILIENSI REMAJA TERHADAP JUDI ONLINE MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS MORAL At-Ina Maflahatu Latifa; Siska Fidra Allya; Vina Marhama
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya praktik judi online belakangan ini telah bergeser menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda Indonesia, tidak terkecuali kelompok remaja sekolah hingga mahasiswa. Kajian ini berupaya merumuskan langkah penguatan Pendidikan Karakter berbasis nilai moral sebagai langkah preventif demi menumbuhkan resiliensi remaja. Melalui metode kajian pustaka (literature review), artikel ini membedah ragam data dari otoritas resmi serta menyintesis artikel jurnal ilmiah yang relevan. Hasil analisis memperlihatkan bahwa internalisasi komponen moral mencakup moral knowing, moral feeling, dan moral action secara terpadu di lingkungan sekolah dan keluarga terbukti efektif meningkatkan kontrol diri remaja. Pendekatan holistik ini memberikan daya tangkal yang kuat bagi mereka untuk membentengi diri dari paparan judi online.
FENOMENA POPULARITAS DRAMA BOYS LOVE (BL) DI KALANGAN REMAJA: PENGUATAN DAN STRATEGI PENDIDIKAN KARAKTER ISLAM Ainur Rofiah
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Popularitas drama Boys Love (BL) mengalami lonjakan pesat di kalangan remaja Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong tingginya popularitas drama Boys’ Love (BL), dan merumuskan strategi penguatan pendidikan karakter Islam sebagai respon atas fenomena tersebut. Kajian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif, dengan sumber data berupa artikel jurnal ilmiah, pemberitaan yang relevan, serta data dari platform digital seperti akun media sosial drama terkait dan layanan streaming yang ada di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa popularitas drama BL dipengaruhi oleh algoritma media sosial, tekanan sosial digital berupa Fear Of Missing Out (FOMO), representasi emosional dan visual yang dinilai menarik bagi penonton perempuan, serta budaya fandom lintas negara. Fenomena ini dipandang tidak selaras dengan konsep fitrah dan ketentuan syariat, sebab paparan yang berulang terhadap narasi romantis sesama jenis berpotensi ikut membentuk pergeseran persepsi hubungan serta normalisasi nilai yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, pendidikan karakter Islam melalui penguatan akidah , keterlibatan keluarga dan pendidik, serta literasi media berbasis nilai Islam diperlukan sebagai pendekatan preventif dan edukatif yang dialogis dalam menghadapi fenomena ini.
REKONSTRUKSI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PENGUATAN RESILIENSI MORAL REMAJA DI ERA DIGITAL Robiah Adawiyah
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis krisis moral remaja di era digital serta merumuskan desain strategis kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis penguatan resiliensi moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research dan pendekatan sosio-pedagogis. Data diperoleh dari berbagai sumber pustaka berupa buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis moral remaja di era digital ditandai oleh meningkatnya perilaku menyimpang seperti cyberbullying, ujaran kebencian, dan konsumsi konten negatif, yang dipengaruhi oleh rendahnya literasi moral dan lemahnya kontrol sosial. Kurikulum PAI yang ada saat ini dinilai belum sepenuhnya mampu merespons tantangan tersebut karena masih berorientasi pada aspek kognitif. Oleh karena itu, diperlukan desain strategis kurikulum PAI yang berorientasi pada penguatan resiliensi moral melalui rekonstruksi tujuan kurikulum, integrasi literasi digital dan nilai-nilai Islam, penerapan strategi pembelajaran berbasis penguatan moral, serta pengembangan model evaluasi yang autentik dan komprehensif. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dalam pengembangan kurikulum PAI yang lebih adaptif, kontekstual, dan transformatif dalam menghadapi tantangan era digital.
IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS CINTA DI MADRASAH IBTIDAIYAH MA'ARIF SUREN GEDE Handi
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi pendidikan pada abad ke-21 menuntut satuan pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mampu membentuk peserta didik yang berkarakter, berakhlak mulia, memiliki kecerdasan sosial, emosional, spiritual, serta kepedulian terhadap lingkungan. Fenomena degradasi karakter, meningkatnya kasus perundungan, rendahnya empati, serta berkembangnya budaya individualistik menunjukkan bahwa pendidikan memerlukan pendekatan yang lebih humanis dan berpusat pada nilai-nilai kasih sayang. Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Agama Republik Indonesia mengembangkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai paradigma pendidikan yang menempatkan cinta sebagai fondasi dalam proses pembelajaran, interaksi sosial, dan budaya satuan pendidikan.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Suren Gede, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, menganalisis kontribusinya dalam membangun budaya madrasah yang religius, humanis, ramah anak, berkarakter, dan berwawasan lingkungan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung keberhasilan implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Suren Gede telah terintegrasi secara sistematis dalam budaya madrasah, proses pembelajaran, program pembiasaan, kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler, serta tata kelola kelembagaan. Implementasi tersebut diwujudkan melalui penguatan nilai Pancacinta, yaitu cinta kepada Allah Swt., cinta kepada Rasulullah saw., cinta kepada diri sendiri, cinta kepada sesama manusia, dan cinta kepada alam semesta. Nilai-nilai tersebut diinternalisasikan melalui pembiasaan ibadah, penguatan akhlak, Program Tahfidzul Qur'an, pembelajaran Qira'ati, pembelajaran berdiferensiasi yang ramah anak, kepedulian sosial, serta budaya peduli lingkungan. Keberhasilan implementasi didukung oleh kepemimpinan kepala madrasah yang visioner, komitmen seluruh warga madrasah, dukungan yayasan, keterlibatan orang tua, lingkungan belajar yang kondusif, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.