cover
Contact Name
Muhamad Yusuf Amin
Contact Email
jusufan@gmail.com
Phone
+6285230373555
Journal Mail Official
padhangmanahsibyan@gmail.com
Editorial Address
YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN Alamat: Mirombo-Jentrek RT 002 RW 002 Rojoimo Wonosobo, Jawa Tengah
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : -     EISSN : 30642035     DOI : -
Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a scientific journal published by Padhang Manah Sibyah Foundation. Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan publishes articles sourced from the results of field study research, literature reviews, theoretical studies, and research dissemination. The focus and scope ofReflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan relates to the themes of education which include learning activities, curriculum, evaluation, management, quality of education, and information technology, in various types, both formal and non-formal education levels. . Articles are published 5 times a year, January-April-July-September-November.
Articles 67 Documents
INTERPRETASI MAKNA KEHILANGAN DALAM LIRIK LAGU BERJUDUL “TERBUANG DALAM WAKTU” CIPTAAN BARASUARA Dias Mochamad Septavira; Muhammad Ruhaendi; Syarifudin Yunus
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menginterpretasikan makna kehilangan dalam lirik lagu “Terbuang dalam Waktu” karya Barasuara. Penelitian dilatarbelakangi oleh pandangan bahwa lirik lagu tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media ekspresi pengalaman emosional dan refleksi kehidupan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-interpretatif. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat dalam lirik lagu yang mengandung makna kehilangan. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna kehilangan direpresentasikan melalui tiga aspek utama, yaitu perubahan relasi akibat proses pendewasaan, luka emosional yang mendalam, serta harapan dan cinta yang tetap bertahan di tengah rasa kehilangan. Kehilangan dalam lirik lagu ini tidak hanya dimaknai sebagai perpisahan fisik, tetapi juga sebagai perubahan perasaan dan jarak emosional. Dengan demikian, lirik lagu “Terbuang dalam Waktu” menggambarkan kehilangan sebagai pengalaman yang kompleks dan multidimensional, yang mencerminkan dinamika kehidupan manusia dalam menghadapi perubahan, rasa sakit, dan harapan.
PENGARUH LIVE STREAMING DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA MARKETPLACE SHOPEE Lail Sifa Rista; Vanya Vanesha Tahara; M. Rifki Bakhtiar
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring pesatnya pertumbuhan social commerce, pemahaman terhadap elemen pemasaran digital ini menjadi sangat krusial bagi keberlangsungan e-commerce. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Live Streaming dan Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Pembelian konsumen pada marketplace Shopee. Menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari 104 responden melalui kuesioner online. Data tersebut melewati penyaringan asumsi klasik yang ketat, termasuk eliminasi data pencilan (outlier), untuk memastikan normalitas sebelum dianalisis menggunakan Regresi Linear Berganda pada SPSS. Hasil empiris menunjukkan bahwa Live Streaming dan Kualitas Pelayanan berpengaruh positif dan sangat signifikan terhadap Keputusan Pembelian, baik secara parsial maupun simultan. Secara bersama-sama, kedua variabel ini berkontribusi sebesar 83,4% terhadap varians perilaku pembelian konsumen. Oleh karena itu, penelitian ini mengimplikasikan bahwa penjual e-commerce harus menyinergikan strategi siaran langsung yang interaktif dengan pelayanan digital yang responsif untuk mempercepat konversi pembelian.
ANALISIS PESAN MORAL DALAM FILM AVATAR FIRE AND ASH MENGUNAKAN PENDEKATAN SEMIOTIKA ROLAND BARHES Firdaus Mizan Pratama; Muhammad Fadeli; Ratna Setyarahajoe
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pesan moral dalam film Avatar: Fire and Ash menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Dengan metode kualitatif, analisis difokuskan pada tiga tahap pemaknaan denotasi, konotasi, dan mitos terhadap adegan-adegan yang merepresentasikan pesan moral melalui simbol visual, dialog, dan narasi. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini mengandung pesan moral seputar hubungan manusia dengan alam, solidaritas sosial, kasih sayang keluarga, pengorbanan, dan kritik terhadap ambisi kekuasaan. Secara denotatif, film menampilkan konflik antara keluarga Sully dan Ash People; secara konotatif, konflik tersebut merepresentasikan nilai persatuan dan keharmonisan; sementara pada level mitos, film membangun ideologi keseimbangan ekologis dan bahaya dominasi kekuasaan. Dengan demikian, Avatar: Fire and Ash tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menyampaikan kritik sosial melalui sistem tanda yang kompleks.
REPRESENTASI HARAPAN DAN KESEDIHAN MELALUI SIMBOL HUJAN DALAM CERPEN RINDUKU SEDERAS HUJAN SORE ITU KARYA JS KHAIREN Matius Patmono; Sri Gunawan; Bintang Sadam Ridho Alrasyad; Syarifudin Yunus
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simbol adalah sebuah tanda atau gambaran yang merepresentasikan suatu konsep, objek, atau ide. Simbol dapat memiliki arti dan makna yang bervariasi tergantung pada konteks dan budaya yang menggunakannya. Simbol hujan dan pelangi melambangkan harapan, pemulihan, dan keindahan yang muncul setelah masa-masa sulit (badai/hujan). Pelangi sering dimaknai sebagai perjanjian, kasih sayang, dan janji Tuhan untuk membawa kedamaian setelah kesedihan, sementara hujan melambangkan pembersihan, pertumbuhan, dan awal yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk mempresentasikan harapan dan kesedihan melalui simbol hujan dan pelangi dalam cerpen “Rinduku Sederas Hujan Sore Itu” karya JS Khairen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Data berupa kutipan-kutipan yang mengandung simbol dalam cerpen. Hasilnya menunjukkan bahwa hujan merepresentasikan kesedihan dan kerinduan yang mendalam, sedangkan pelangi melambangkan harapan dan kebahagiaan setelah penderitaan. Keduanya memiliki hubungan yang erat sebagai gambaran siklus emosi manusia. Dengan demikian, simbol hujan dan pelangi memperkuat makna emosional dan pesan dalam cerpen.
KAJIAN SEMIOTIK DALAM PUISI “ASA YANG BERSEMAYAM” KARYA DANI RONNIE M Kamelia Saputri; Ina Sakinah; Syarifudin Yunus
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem tanda dan makna yang terkandung dalam puisi “Asa yang Bersemayam” karya Dani Ronnie M melalui pendekatan semiotik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis teks. Data penelitian berupa kata, frasa, larik, dan bait dalam puisi yang mengandung unsur-unsur semiotik. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menginterpretasikan tanda berdasarkan teori semiotika Ferdinand de Saussure dan Charles Sanders Peirce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi “Asa yang Bersemayam” dibangun oleh sistem tanda yang berlapis, meliputi tanda ikonis, indeksikal, dan simbolik yang saling berkaitan dalam membentuk makna tentang harapan, keteguhan, dan semangat hidup. Makna yang dihasilkan tidak hanya berada pada tataran denotatif, tetapi juga berkembang ke tingkat konotatif dan mitologis melalui simbol-simbol seperti asa, bersemayam, pengembaraan, dan kita. Struktur puisi membentuk pola dialektis yang memperlihatkan hubungan antara penderitaan, harapan, dan tekad untuk terus melangkah. Selain itu, penggunaan repetisi gradatif pada bait penutup menjadi strategi semiotik yang efektif dalam menegaskan transformasi makna dari kehendak menuju kewajiban. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kajian semiotik terhadap puisi “Asa yang Bersemayam” karya Dani Ronnie M, dapat diyatakan bahwa puisi ini dibangun oleh berbagai tanda, simbol, dan metafora yang saling berkaitan dalam membentuk makna tentang harapan, keteguhan, dan semangat hidup. Penelitian ini juga menegaskan bahwa pendekatan semiotik merupakan instrumen yang efektif untuk mengungkap lapisan makna dalam karya sastra Indonesia kontemporer.
PENGARUH PENGGUNAAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION BERBANTUAN MEDIA VIDEO TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI KALIKAYEN KECAMATAN UNGARAN TIMUR KABUPATEN SEMARANG Nensi Trisna Wati; Ridha Sarwono Sarwono; Yogi Ageng Sri Legowo
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Penggunaan Realistic Mathematic Education Berbantuan Media Video Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa Sekolah Dasar Negeri Kalikayen Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep matematika siswa di SDN Kalikayen yang ditunjukkan dengan nilai hasil belajar sebagian siswa yang masih berada di bawah KKM. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara penerapan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) berbantuan media video dengan pemahaman konsep dan hasil belajar matematika siswa kelas V SDN Kalikayen. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan sampel sebanyak 37 siswa kelas V yang diambil melalui teknik quasi experiment. Pengumpulan data dilakukan pada 17–19 September 2025 menggunakan skala RME berbantuan video dan instrumen pemahaman konsep hasil belajar matematika, yang kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis deskriptif menunjukkan rata-rata nilai pretest kelas eksperimen sebesar 78,33 dan kelas kontrol sebesar 32,22, dengan pemenuhan asumsi data berdistribusi normal (sig. 0,119) dan homogen (sig. 0,203). Selanjutnya, hasil analisis korelasi Bivariate Pearson memperoleh angka koefisien korelasi $r_{\text{hitung}} = 0,758$ dengan nilai signifikansi $0,001 \ (< 0,05)$, yang berarti $H_0$ ditolak. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara penggunaan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) berbantuan media video dengan pemahaman konsep dan hasil belajar matematika siswa kelas V SDN Kalikayen Kecamatan Ungaran Timur.
ANALISIS PSIKOLOGI TERHADAP TOKOH UTAMA DALAM NOVEL PLANET LUNA KARYA RAY ANTARIKSA YASMINE Yati Satya Bayu Putri; Putri Rosmala Dewi; Syarifudin Yunus
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur kepribadian tokoh Luna dalam novel berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud yang meliputi id, ego, dan superego. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian bersumber dari novel Planet Luna karya Ray Antariksa Yasmine dan berupa kutipan-kutipan yang merepresentasikan aspek id, ego, dan superego tokoh utama. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud melalui tahap identifikasi, pengelompokan, dan penafsiran data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 120 data yang terdiri atas 63 data id (52,5%), 43 data ego (35,8%), dan 14 data superego (11,7%). Aspek id menjadi struktur kepribadian yang paling dominan karena tokoh Luna lebih banyak dipengaruhi oleh dorongan emosional berupa rasa takut, kecemasan, kesepian, dan kebutuhan akan penerimaan sosial. Aspek ego terlihat melalui kemampuan Luna menyesuaikan diri dengan realitas dan lingkungan sosialnya, sedangkan aspek superego tampak melalui nilai moral dan norma sosial yang diperoleh dari keluarga maupun sahabatnya. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perkembangan kepribadian tokoh Luna berlangsung secara dinamis melalui interaksi antara id, ego, dan superego, dengan dominasi aspek id sebagai faktor utama yang memengaruhi perilaku tokoh sepanjang cerita.
STUDI PERBANDINGAN FRAMING EMOSIONAL BOLASPORT.COM DAN FRAMING BERBASIS DATA SKOR.ID TERHADAP TIMNAS INDONESIA DI KUALIFIKASI PIALA DUNIA 2026 Geas Sealvara Geralda; Julyanto Ekantoro; Tira Fitriawardhani
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membandingkan konstruksi realitas media daring Skor.id dan Bolasport.com dalam membingkai peristiwa kegagalan Tim Nasional (Timnas) Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 2026. Perbedaan karakteristik redaksional dan visi kedua media melahirkan pembingkaian yang kontras terhadap satu peristiwa yang sama. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menerapkan model analisis framing Robert N. Entman yang mengupas teks berita ke dalam empat dimensi fungsional: define problems, diagnose causes, make moral judgment, dan treatment recommendation. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi digital terhadap artikel berita utama, opini, dan laporan pertandingan dari kedua media selama momentum kegagalan berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bolasport.com cenderung menerapkan pola jurnalisme reaktif yang dramatis dan emosional. Media ini membingkai kegagalan sebagai krisis nasional, menyasar figur manajemen federasi dan kutipan kontroversial pemain sebagai penyebab utama, memberikan penilaian moral yang menghakimi, serta menyarankan perombakan total. Sebaliknya, Skor.id menampilkan corak jurnalisme institusional berbasis data. Skor.id membingkai masalah sebagai tidak tercapainya target profesional, mendiagnosis penyebab melalui analisis teknis dan statistik performa, memberikan penilaian moral evaluatif-apresiatif, serta merekomendasikan solusi sistemik yang bersifat administratif.
ANALISIS PRAKTIK REKRUTMEN, PELATIHAN, DAN PENGEMBANGAN SDM TERHADAP RETENSI KARYAWAN: STUDI PUSTAKA Devin Gusnanda; Ading Rahman Sukmara; Ferey Herman
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retensi karyawan merupakan isu strategis dalam manajemen sumber daya manusia (SDM), mengingat tingginya angka turnover dapat meningkatkan biaya rekrutmen dan pelatihan ulang bagi organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara praktik rekrutmen, pelatihan, dan pengembangan SDM terhadap retensi karyawan berdasarkan kajian literatur dari berbagai penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR), yang menelaah sepuluh artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi, terindeks pada Google Scholar, SINTA, dan Scopus, yang diterbitkan pada rentang tahun 2021 hingga 2025. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, persamaan, dan perbedaan temuan antarpenelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa hubungan antara rekrutmen, pelatihan, dan pengembangan dengan retensi karyawan bersifat kompleks dan tidak selalu linear; sejumlah penelitian menemukan pengaruh positif signifikan, sementara penelitian lain menunjukkan hasil yang tidak signifikan, dengan kompensasi dan promosi jabatan sering kali menjadi faktor yang lebih dominan. Variabel moderasi seperti lingkungan kerja dan variabel mediasi seperti kepuasan kerja turut memengaruhi kekuatan hubungan tersebut secara kontekstual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi retensi karyawan yang efektif memerlukan pendekatan terintegrasi yang mempertimbangkan karakteristik sektor industri, budaya organisasi, dan kebutuhan spesifik karyawan, alih-alih menerapkan kebijakan SDM yang bersifat generik dan seragam di seluruh jenis organisasi
HIBRIDITAS FASHION MUSLIMAH INDONESIA DALAM PERSPEKTIF POSTKOLONIALISME: STUDI KASUS #MAKEABAYAGREATAGAIN Deandra Yovansyah; Nadiah Inda Adwa; Rifma Ghulam Dzaljad
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena hibriditas fashion Muslimah Indonesia dalam tren #MakeABayaGreatAgain melalui perspektif postkolonialisme. Perkembangan media sosial dan budaya digital telah mengubah fashion Muslimah tidak hanya sebagai simbol religius, tetapi juga sebagai representasi identitas, gaya hidup, dan budaya populer perempuan Muslim modern. Tren penggunaan abaya yang sebelumnya identik dengan budaya Timur Tengah kini mengalami transformasi makna melalui perpaduan dengan unsur fashion global dan budaya lokal Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk hibriditas budaya dalam tren #MakeABayaGreatAgain serta memahami bagaimana identitas perempuan Muslim modern dikonstruksi melalui media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi digital pada platform Instagram, dokumentasi unggahan media sosial, serta studi pustaka terkait fashion Muslimah, budaya digital, dan postkolonialisme. Analisis penelitian menggunakan konsep hibriditas budaya dari Homi K. Bhabha untuk melihat proses negosiasi identitas yang terjadi dalam fashion Muslimah digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren #MakeABayaGreatAgain merepresentasikan percampuran budaya Arab, budaya lokal Indonesia, dan budaya populer global yang menghasilkan identitas baru perempuan Muslim modern. Media sosial berperan sebagai ruang produksi budaya yang membentuk standar estetika Muslimah kontemporer melalui visual fashion yang modern, minimalis, dan estetik. Selain itu, fenomena ini juga memunculkan pro dan kontra terkait makna religiusitas dan komodifikasi fashion Muslimah dalam budaya digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fashion Muslimah digital bukan sekadar tren berpakaian, tetapi menjadi arena negosiasi identitas budaya perempuan Muslim Indonesia dalam masyarakat postkolonial kontemporer.