cover
Contact Name
Editor Jurnal Pesastra
Contact Email
jurnalpesastra@uho.ac.id
Phone
+6282357107013
Journal Mail Official
editor@pesastra.com
Editorial Address
Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JURNAL PESASTRA ( PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA)
ISSN : -     EISSN : 30477859     DOI : 10.36709
JURNAL PESASTRA merupakan jurnal yang dapat diakses secara terbuka. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Ruang lingkup artikel yang dimuat meliputi: (1) pembelajaran bahasa asing dan bahasa Indonesia; (2) linguistik; (3) linguistik terapan; serta (4) sastra dan pembelajaran sastra.
Articles 65 Documents
Retention of Balinese Agricultural Vocabulary in Jati Bali Village, South Konawe Regency: Kebertahanan Kosakata Pertanian Bahasa Bali di Desa Jati Bali, Kabupaten Konawe Selatan Ni Gusti Agung Ketut Tri Wahyuni; Sri Suryana Dinar; La Tike
Jurnal Pesastra (Pendidikan Bahasa dan Sastra) Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Pesastra August 2026 Issue
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/pesastra.v3i3.173

Abstract

Declining mastery of regional-language vocabulary among young speakers indicates a vulnerable point in the intergenerational transmission of ecological knowledge. This study describes the retention of Balinese agricultural lexicon among young Balinese speakers in Jati Bali Village, South Konawe Regency. The study used field research with descriptive quantitative analysis interpreted qualitatively through an ecolinguistic perspective. Data were collected from 50 respondents aged 17-25 years through a questionnaire containing 75 Balinese agricultural lexical items categorized into plant names, animal names, agricultural tools, and farming activities. The findings show that 2,213 of 3,750 responses (59.01%) were actively known and used, 463 responses (12.35%) were known passively, and 1,074 responses (28.64%) were unknown. Plant vocabulary had the strongest retention (74.67%), followed by animal vocabulary (66.37%), tool vocabulary (48.33%), and farming-activity vocabulary (39.44%). The study concludes that lexical retention depends on visible referents, continued agricultural practice, family transmission, and ecological-cultural continuity. This study contributes to ecolinguistic documentation and regional-language maintenance in migrant Balinese communities.
Rural and Urban Language Variation in Balikpapan City: A Sociolinguistic Review: Variasi Bahasa Rural dan Urban di Kota Balikpapan: Tinjauan Sosiolinguistik Shabrina Shafaa Riawan; Wahyu Akbar Nusantoro Wahyu; Sitti Rahmah; Maulia; Rika Istianingrum
Jurnal Pesastra (Pendidikan Bahasa dan Sastra) Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Pesastra August 2026 Issue
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/pesastra.v3i3.138

Abstract

This study is motivated by differences in language practices between coastal communities that maintain regional languages and urban student communities that are more open to informal Indonesian, slang, and digital media influence. This research aims to describe rural language variation at Kampung Baru Harbor and urban language variation among students of Universitas Balikpapan, as well as to explain the social factors shaping their differences. This study uses a descriptive qualitative design with a sociolinguistic approach. The data were obtained from natural speech events in two research locations and collected through non-participant observation, listening and note-taking techniques, and documentation of the social context of speech. The analysis was conducted through data reduction, categorization, thematic presentation, and conclusion drawing based on language choice, vocabulary, prosody, code-mixing, communication style, and identity function. The findings show that the rural community uses Bugis as a marker of ethnic solidarity with a direct, loud, fast, and efficient speech style.
Eksistensi Fungsional Bahasa Indonesia dalam Ekologi Multibahasa Pesantren Luqman Al-Hakim: The Functional Existence of Indonesian in the Multilingual Ecology of Luqman Al-Hakim Islamic Boarding School Amalia azzahra; Nessa Amalatuz Zahro; Wina Asmaranti; Rika Istianingrum
Jurnal Pesastra (Pendidikan Bahasa dan Sastra) Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Pesastra August 2026 Issue
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/pesastra.v3i3.152

Abstract

Lingkungan pesantren multibahasa mempertemukan bahasa agama, bahasa nasional, dan norma institusional yang dapat membentuk pembagian fungsi bahasa secara khas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ranah penggunaan Bahasa Indonesia, mekanisme pengelolaan bahasa, dan bentuk eksistensi fungsionalnya di Pesantren Luqman Al-Hakim Balikpapan yang menerapkan dominasi Bahasa Arab. Penelitian menggunakan studi kasus kualitatif berbasis observasi naturalistik selama satu hari penuh terhadap interaksi santri serta ustaz/ustazah pada konteks formal dan informal. Data berupa catatan lapangan dianalisis melalui pengodean ranah, pilihan bahasa, fungsi komunikasi, dan mekanisme pengelolaan bahasa. Hasil menunjukkan Bahasa Arab dominan dalam pembelajaran dan interaksi internal melalui program mufradat, sanksi kebahasaan, dan kontrol teman sebaya, sedangkan Bahasa Indonesia tetap digunakan pada pengumuman, administrasi, kebutuhan kejelasan, dan komunikasi eksternal. Penelitian menyimpulkan bahwa Bahasa Indonesia mengalami spesialisasi fungsi, bukan penghilangan. Kontribusinya ialah kerangka Ranah–Pengelolaan–Jembatan untuk membaca koeksistensi bahasa nasional dan bahasa institusional dalam ekologi pesantren, sekaligus menegaskan perlunya studi longitudinal untuk menilai pemertahanan bahasa lebih meyakinkan.
Representasi Perjuangan Pendidikan dalam Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu: Dari Kemiskinan Menuju Mobilitas Sosial: The Representation of Educational Struggle as a Path to Social Mobility in the Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu Wa Ode Fitriani; La Ode Sahidin; Andi Muh. Ruum Sya'baan
Jurnal Pesastra (Pendidikan Bahasa dan Sastra) Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Pesastra August 2026 Issue
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/pesastra.v3i3.169

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi perjuangan pendidikan sebagai strategi mobilitas sosial dalam novel Dompet Ayah Sepatu Ibu karya J.S. Khairen. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan penelitian terdahulu yang masih membahas perjuangan tokoh, nilai moral, nilai sosial, dan pendidikan karakter secara deskriptif, sementara relasi antara kemiskinan, kerja, pendidikan, dan mobilitas sosial belum banyak dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana perjuangan pendidikan tokoh Zenna dan Asrul merepresentasikan strategi mobilitas sosial keluarga miskin. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Data berupa kata, frasa, kalimat, dialog, dan penggalan naratif yang menunjukkan kemiskinan, kerja, pendidikan, tanggung jawab keluarga, dan mobilitas sosial. Data dikumpulkan melalui teknik baca, catat, dan klasifikasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian, interpretasi sosiologis, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan menjadi harapan perubahan status keluarga, tetapi aksesnya ditempuh melalui kerja keras, pengorbanan, dan beban ekonomi. Implikasinya, novel ini memuat kritik sosial terhadap ketimpangan akses pendidikan.
Pappaseng Sebagai Nilai Karakter Generasi Milenial Di Kabupaten Bone: Tinjauan Sosiopragmatik: Pappaseng as a Source of Character Values for the Millennial Generation in Bone Regency: A Sociopragmatic Study Andi Asdar; Mujahidah
Jurnal Pesastra (Pendidikan Bahasa dan Sastra) Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Pesastra May 2026 Issue
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/pesastra.v3i2.181

Abstract

Penelitian ini berangkat dari melemahnya transmisi pappaseng sebagai pesan leluhur Bugis di tengah perubahan sosial dan dominasi komunikasi digital pada generasi milenial. Penelitian bertujuan menjelaskan bentuk, fungsi sosiopragmatik, dan nilai karakter pappaseng yang hidup dalam masyarakat Kabupaten Bone. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan observasi partisipatif, dokumentasi teks, perekaman, pencatatan, serta analisis tematik-sosiopragmatik. Data utama berupa tiga bentuk pappaseng, yakni elong, warekkada, dan tuturan percakapan, yang diperoleh dari dokumentasi budaya dan informan milenial yang dipilih secara purposif. Hasil menunjukkan bahwa pappaseng beroperasi sebagai tuturan direktif bernilai normatif yang menanamkan religiositas, pengendalian diri, siri’, penghormatan sosial, tanggung jawab ekologis, dan keberlanjutan budaya. Bentuk tuturan menentukan strategi penyampaian pesan, sedangkan otoritas leluhur memperkuat daya ikat moralnya. Penelitian menyimpulkan bahwa pappaseng tetap relevan sebagai sumber pendidikan karakter kontekstual. Kontribusi penelitian ialah merumuskan pappaseng sebagai wacana direktif kultural yang menghubungkan bentuk bahasa, norma sosial, dan internalisasi karakter generasi muda di Bone kontemporer secara sistematis.