cover
Contact Name
Andi Muhammad Ruum Sya'baan
Contact Email
jurnalpesastra@uho.ac.id
Phone
+6285137390704
Journal Mail Official
jurnalpesastra@uho.ac.id
Editorial Address
Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JURNAL PESASTRA ( PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA)
ISSN : -     EISSN : 30477859     DOI : -
JURNAL PESASTRA merupakan jurnal yang dapat diakses secara terbuka. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Ruang lingkup artikel yang dimuat meliputi: (1) pembelajaran bahasa asing dan bahasa Indonesia; (2) linguistik; (3) linguistik terapan; serta (4) sastra dan pembelajaran sastra.
Articles 55 Documents
TUNTAS SECARA INDIVIDU, BELUM TUNTAS SECARA KLASIKAL: POTRET KESULITAN MENULIS SURAT LAMARAN PEKERJAAN SISWA KELAS XII SMA: Individually Achieved but Not Classically Mastered: A Portrait of Difficulties in Writing Job Application Letters among Twelfth-Grade High School Students Irmayanti; La Ode Adili; Marwati
Jurnal Pesastra (Pendidikan Bahasa dan Sastra) Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Pesastra Edisi Februari 2026
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/pesastra.v3i1.45

Abstract

Kemampuan menulis surat lamaran pekerjaan merupakan keterampilan penting yang harus dikuasai siswa sekolah menengah atas karena berkaitan dengan kesiapan memasuki dunia kerja dan penggunaan ragam bahasa formal. Namun, dalam praktik pembelajaran masih ditemukan berbagai kesulitan yang dialami siswa dalam menulis surat lamaran pekerjaan secara tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan menulis surat lamaran pekerjaan siswa kelas XII SMA Negeri 2 Kulisusu serta memetakan letak kesulitan yang dialami siswa pada setiap aspek penilaian. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian sebanyak 92 siswa yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui tes menulis surat lamaran pekerjaan dan dianalisis berdasarkan aspek struktur surat, isi surat, dan kaidah kebahasaan. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase kemampuan siswa pada setiap aspek untuk menentukan tingkat ketuntasan individual dan klasikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 77,17% siswa telah mencapai ketuntasan secara individual, namun kemampuan menulis surat lamaran pekerjaan belum memenuhi ketuntasan klasikal. Kesulitan siswa paling menonjol terdapat pada penyusunan alinea pembuka, penutup surat, pengembangan isi surat, serta penggunaan kaidah kebahasaan. Aspek kebahasaan menjadi kelemahan paling signifikan, terutama dalam penggunaan bahasa baku, kalimat efektif, serta ketepatan ejaan dan tanda baca. Temuan ini menunjukkan adanya ketimpangan antara ketuntasan individu dan ketuntasan klasikal serta menegaskan bahwa kemampuan berbahasa formal masih menjadi kendala utama dalam penulisan surat lamaran pekerjaan. Penelitian ini memberikan gambaran empiris mengenai distribusi kemampuan siswa dan dapat menjadi dasar dalam merancang pembelajaran menulis surat resmi yang lebih efektif dan kontekstual.
PEMETAAN KESULITAN SISWA DALAM MENULIS TEKS IKLAN PADA SISWA KELAS VIII: Mapping Students’ Difficulties in Writing Advertisement Texts among Eighth-Grade Students Mega Virginia; Fahruddin; Andi Muh. Ruum Sya'baan
Jurnal Pesastra (Pendidikan Bahasa dan Sastra) Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Pesastra Edisi Februari 2026
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/pesastra.v3i1.67

Abstract

Keterampilan menulis teks iklan merupakan bagian penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia karena menuntut kemampuan siswa menyampaikan informasi secara jelas, persuasif, dan komunikatif. Namun, dalam praktik pembelajaran, siswa masih menghadapi berbagai kesulitan dalam menyusun teks iklan yang sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor kesulitan siswa dalam menulis teks iklan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wawonii Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian sebanyak 31 siswa yang dipilih melalui teknik total sampling. Data diperoleh melalui tes menulis iklan yang dinilai menggunakan rubrik penilaian berdasarkan lima aspek, yaitu informasi iklan, penggunaan kalimat imperatif, penggunaan kalimat persuasif, penentuan sasaran iklan, dan kreativitas. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kuantitatif melalui perhitungan skor dan persentase pada setiap aspek penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks iklan siswa masih tergolong rendah, dengan tingkat ketuntasan klasikal hanya mencapai 22,58%, sedangkan 77,41% siswa belum mencapai kriteria ketuntasan minimal. Kesulitan utama siswa terdapat pada penggunaan kalimat imperatif (90,32%), kalimat persuasif (87,09%), penentuan sasaran iklan (83,87%), serta penyampaian informasi iklan (67,74%). Meskipun demikian, seluruh siswa menunjukkan kemampuan yang baik pada aspek kreativitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesulitan menulis teks iklan tidak disebabkan oleh kurangnya ide, melainkan oleh keterbatasan penguasaan unsur kebahasaan, pemahaman fungsi bahasa persuasif, serta kemampuan menyesuaikan pesan iklan dengan sasaran pembaca. Hasil penelitian ini memberikan gambaran empiris mengenai faktor-faktor kesulitan siswa dalam menulis teks iklan yang dapat menjadi dasar dalam merancang strategi pembelajaran menulis yang lebih efektif dan kontekstual.
DI MANA LETAK KESULITAN SISWA? MENELUSURI FAKTOR PENGHAMBAT KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR SISWA KELAS VII MTS: Where Do Students Struggle? Tracing the Inhibiting Factors in Writing Procedure Texts among Seventh-Grade Students of MTs Asma Dwi Mahmudah; Sri Suryana Dinar; La Ode Akhiri Zulzaman
Jurnal Pesastra (Pendidikan Bahasa dan Sastra) Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Pesastra Edisi Februari 2026
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/pesastra.v3i1.81

Abstract

Kemampuan menulis teks prosedur merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia karena menuntut siswa mampu mengorganisasi gagasan, memahami struktur teks, serta menerapkan kaidah kebahasaan secara tepat. Namun, dalam praktik pembelajaran masih ditemukan berbagai kesulitan yang dialami siswa dalam menulis teks prosedur. Penelitian ini bertujuan memetakan kemampuan menulis teks prosedur serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penghambat kemampuan tersebut pada siswa kelas VII. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian sebanyak 24 siswa. Data dikumpulkan melalui tes menulis teks prosedur yang dianalisis berdasarkan aspek struktur teks, ciri kebahasaan, dan aspek mekanik penulisan. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase ketuntasan belajar secara individual dan klasikal serta menelaah tingkat ketuntasan pada setiap aspek penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 64,58% siswa telah mencapai ketuntasan belajar, sedangkan 35,41% siswa belum tuntas. Aspek langkah-langkah menjadi bagian struktur yang paling dikuasai siswa, sementara aspek pendahuluan dan penutup masih menunjukkan tingkat ketidaktuntasan tinggi. Pada aspek kebahasaan, penggunaan kalimat perintah relatif dikuasai siswa, tetapi penggunaan kalimat larangan dan adverbia masih menjadi kendala. Aspek mekanik, khususnya penggunaan ejaan dan tanda baca, merupakan kelemahan utama dengan tingkat ketidaktuntasan sebesar 95,83%. Temuan ini menunjukkan bahwa kesulitan menulis teks prosedur dipengaruhi oleh faktor internal seperti keterbatasan kosakata, kesulitan mengembangkan ide, dan rendahnya minat menulis, serta faktor eksternal berupa strategi pembelajaran yang belum optimal. Penelitian ini memberikan gambaran empiris mengenai letak kesulitan siswa yang dapat menjadi dasar dalam merancang pembelajaran menulis teks prosedur yang lebih efektif dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
KEMAMPUAN MENULIS TEKS NARASI SISWA KELAS VII SMP: The Ability of Seventh-Grade Students to Write Narrative Texts Wa Ode Nambe; Sri Suryana Dinar; La Tike
Jurnal Pesastra (Pendidikan Bahasa dan Sastra) Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Pesastra Edisi Februari 2026
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/pesastra.v3i1.104

Abstract

Kemampuan menulis teks narasi merupakan salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia karena menuntut kemampuan siswa dalam mengembangkan ide, menyusun alur cerita, serta menerapkan kaidah kebahasaan secara tepat. Namun, dalam praktik pembelajaran masih ditemukan berbagai kesulitan yang dialami siswa dalam menulis teks narasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan menulis teks narasi siswa kelas VII SMP Negeri 5 Kendari serta mengidentifikasi letak kesulitan yang dialami siswa dalam proses penulisan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian sebanyak 168 siswa. Data dikumpulkan melalui tes menulis teks narasi yang dianalisis berdasarkan aspek struktur teks dan aspek kebahasaan. Struktur teks narasi meliputi orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda, sedangkan aspek kebahasaan meliputi kesesuaian isi dengan judul, pemilihan diksi, penggunaan huruf kapital, serta tanda baca. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase kemampuan siswa pada setiap aspek penilaian untuk memetakan letak kesulitan menulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks narasi siswa belum mencapai ketuntasan secara klasikal, dengan persentase ketuntasan sebesar 51,78% dan 48,22% siswa belum tuntas. Kesulitan siswa paling menonjol terdapat pada penyusunan resolusi dan koda, kesesuaian isi cerita dengan judul, serta penerapan kaidah kebahasaan, khususnya pemilihan diksi, penggunaan huruf kapital, dan tanda baca. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa relatif mampu memulai dan mengembangkan konflik cerita, tetapi masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan cerita secara runtut dan menggunakan bahasa tulis secara tepat. Penelitian ini memberikan gambaran empiris mengenai letak kesulitan siswa dalam menulis teks narasi yang dapat menjadi dasar dalam merancang pembelajaran menulis yang lebih efektif dan berorientasi pada penguatan struktur teks serta kaidah kebahasaan.
REPRESENTASI CINTA DALAM LIRIK LAGU HATI-HATI DI JALAN KARYA TULUS: KAJIAN SEMIOTIK SAUSSURE: Representation of Love in the Song Lyrics “Hati-Hati di Jalan” by Tulus: A Saussurean Semiotic Study Elok Yulia; Evlyn Rara Pramesty; Naila Dwi Maida Husniyyah; Nona Alfiah; Rika Istianingrum
Jurnal Pesastra (Pendidikan Bahasa dan Sastra) Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Pesastra Edisi Februari 2026
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/pesastra.v3i1.139

Abstract

Lirik lagu sebagai teks kultural memuat sistem tanda yang merepresentasikan pengalaman emosional manusia, salah satunya pengalaman cinta. Lagu Hati-Hati di Jalan karya Tulus menghadirkan narasi cinta yang tidak berhenti pada romantisme kebersamaan, tetapi juga memuat pengalaman kehilangan dan penerimaan. Penelitian ini bertujuan mengungkap konstruksi makna cinta yang dibangun melalui sistem tanda dalam lirik lagu tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure yang menelaah hubungan antara penanda (signifier) dan petanda (signified). Data penelitian berupa teks lirik lagu Hati-Hati di Jalan yang dianalisis melalui tahap identifikasi tanda, klasifikasi relasi penanda–petanda, serta interpretasi makna secara kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi cinta dalam lagu tersebut terbentuk melalui rangkaian tanda kebahasaan yang menggambarkan perjalanan emosional hubungan, meliputi fase pertemuan, munculnya harapan, pengalaman kebersamaan, hingga perpisahan dan penerimaan. Penanda seperti bertemu, kita, bersama, tak bersama, dan melanjutkan perjalanan membangun makna cinta sebagai proses dinamis yang tidak selalu berakhir pada kepemilikan, tetapi menekankan kedewasaan emosional, empati, dan keikhlasan dalam merelakan. Temuan ini menegaskan bahwa semiotika Saussure mampu menjelaskan proses pembentukan makna dalam lirik lagu sekaligus memperlihatkan bahwa teks musik populer dapat merepresentasikan pengalaman cinta secara reflektif dan realistis. Penelitian ini memperkaya kajian semiotika dalam analisis lirik lagu Indonesia.