cover
Contact Name
Rahmawati
Contact Email
jurnaljagadtani@gmail.com
Phone
+6282142565631
Journal Mail Official
jurnaljagadtani@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian diterbitkan
ISSN : 30467535     EISSN : 30465842     DOI : https://doi.org/10.71333/w557rs37
Core Subject : Agriculture,
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian (pISSN: 3046-7535 | eISSN: 3046-5842) merupakan jurnal yang menerbitkan artikel hasil penelitian (baik penelitian lapangan maupun studi pustaka) di bidang Ilmu Pertanian dan ilmu-ilmu yang berkaitan. Jurnal ini diterbitkan oleh Yayasan Jagad Aksara Kita sejak tahun 2024.
Articles 51 Documents
Pengaruh Pemberian Fermentasi Air Kelapa Pada Bibit Kopi Arabika Varietas Komasti Efendi, Muhammad Septian
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/18ryd968

Abstract

Pendahuluan. Penelitian terkait pengaruh pemberian fermentasi air kelapa pada bibit kopi arabika varietas komasti dilakukan pada bulan Januari – April 2024 di Afdeling Plalangan Bondowoso. Metode Pengumpulan Data. Metode Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non-Faktorial dengan mengamati setiap perlakuannya dan jika hasil memperlihatkan pengaruh nyata maka dilanjut uji lanjut BNT Taraf 5%. Hasil dan Diskusi. Hasil dari penelitian pengaruh pemberian fermentasi air kelapa pada bibit kopi arabika varietas komasti menunjukkan bahwa pengamatan tinggi bibit (cm), jumlah daun (pasang), berat basah bibit (gram), dan berat kering bibit (gram) menunjukkan tidak terpengaruh nyata sedangkan pada parameter diameter batang bibit (mm) memberikan pengaruh sangat nyata. Simpulan. Penggunaan fermentasi air kelapa memberikan pengaruh nyata pada parameter diameter batang pada umur 7 MST (49 hari). Sedangkan pada parameter pengamatan yaitu tinggi bibit, jumlah daun, berat tajuk basah dan berat tajuk kering memberikan pengaruh yang tidak nyata
Pengaruh Ekstrak Bawang Merah Terhadap Pertumbuhan Bibit Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas Bululawang Aprianti Rahmatullah, Nurul; Kusuma, Satria Indra
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/c1gxaa81

Abstract

Pendahuluan. Tebu (Saccharum officinarum L.) adalah bahan baku pembuatan gula. Namun, produksi gula domestik belum mampu memenuhi permintaan. Kualitas tebu yang kurang optimal dapat ditingkatkan dengan menggunakan bibit unggul melalui teknik bud chip. Untuk mempercepat pertunasan dan pertumbuhan akar pada tebu bisa menggunakan Zat Pengatur Tumbuh. Bawang merah adalah ZPT alami yang mengandung auksin dan giberelin untuk membantu mempercepat pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang merah terhadap pertumbuhan bibit tebu dan dosis yang efektif terhadap pertumbuhan bibit tebu.  Metode Pengumpulan Data. terdiri dari 1 faktor yaitu pemberian ekstrak bawang merah dengan taraf: P0 (Kontrol), P1 (250 gr/tanaman), P2 (300 gr/tanaman), P3 (350 gr/tanaman), P4 (400 gr/tanaman), P5 (450 gr/tanaman). Sehingga pada penelitian ini mendapatkan 6 perlakuan, total tanamanya yaitu 120 yang akan diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 24 unit percobaan. Penelitian ini menggunakan metode uji Rancangan Acak Kelompok Non-Faktorial Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak bawang merah berpengaruh tidak nyata pada parameter panjang tanaman, diameter batang dan jumlah daun. Ekstrak bawang merah berpengaruh sangat nyata pada parameter jumlah tunas pada umur 75 HST dan 90 HST. Dosis ekstrak bawang merah yang efektif terhadap pertumbuhan bibit tebu yaitu P4 yang menunjukkan hasil terbaik pada parameter jumlah tunas dengan rata-rata 3.15 tunas, jumlah daun dengan rata-rata 12.48 helai, perlakuan P5 menunjukkan hasil terbaik pada parameter diameter batang dengan rata-rata 1mm dan perlakuan P3 menunjukkan hasil terbaik pada parameter panjang tanaman dengan rata–rata 68.23cm. Simpulan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa. Perlakuan pemberian ekstrak bawang merah pada pertumbuhan bibit tebu berpengaruh sangat nyata pada parameter jumlah tunas pada umur 75 HST dan 90 HST. Dosis ekstrak bawang merah yang efektif terhadap pertumbuhan bibit tebu yaitu P4 pada parameter jumlah tunas, jumlah daun ,perlakuan P5 menunjukkan hasil terbaik pada parameter diameter batang dan perlakuan P3 menunjukkan hasil terbaik pada parameter panjang tanaman. Kata kunci: Tebu, Ekstrak Bawang Merah, Bud Chip
Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman Ekstrak Bawang Merah Sebagai ZPT Alami Terhadap Pertumbuhan Stek Lada (Piper nigrum L.) Bayu Aji, Agung; Fatimah, Titien
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/cmseqt98

Abstract

Pendahuluan. Budidaya lada dengan stek memerlukan waktu kurang lebih dua bulan untuk pertumbuhan akar. Salah satu cara untuk memacu tumbuh akar yaitu dengan pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). Pemakaian ZPT tergantung oleh beberapa faktor, dimana salah satunya adalah lamanya stek direndam pada larutan ZPT, semakin lama stek berada dalam larutan ZPT maka larutan akan meningkat. Ekstrak bawang merah mengandung auksin dan rhizokalin yang dapat memacu pertumbuhan dan perkembangan akar. Observasi ini bertujuan akan memahami Pengaruh Konsentrasi Dan Lama Perendaman Ekstrak Bawang Merah Sebagai ZPT Alami Terhadap Pertumbuhan Stek Lada (Piper nigrum L.). Metode Pengumpulan Data.  Terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak bawang merah yang terdiri dari 4 taraf yaitu K0 = 0% (kontrol), K1 = 30%, K2 = 60%, dan K3 = 90%. Faktor kedua adalah lama perendaman ekstrak bawang merah yang terdiri dari 3 taraf yaitu P1= 8 jam, P2 =12 jam, dan P3 = 16 Jam. Hasil dan Diskusi. Pemberian ekstrak bawang merah dengan berbagai macam konsentrasi 30%, 60%, 90% berpengaruh nyata pada pertumbuhan panjang tunas dan jumlah ruas stek lada pada umur 8MST. Pertumbuhan stek lada terbaik diperoleh pada perlakuan ekstrak bawang merah dengan konsentrasi 30%. Lama perendaman 8 jam memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan tinggi tunas dan jumlah ruas stek lada. Interaksi konsentrasi dan lama perendaman ekstrak bawang merah hanya berpengaruh nyata terhadap panjang tunas 2 MST & 6 MST. Pertumbuhan stek lada terbaik diperoleh pada perlakuan kombinasi ekstrak bawang merah dengan konsentrasi 30% terhadap perlakuan lamanya perendaman selama 8 jam. Simpulan. Hasil riset ini membuktikan bahwa dampak perlakuan dengan pemberian ekstrak bawang merah dengan beragam konsentrasi 30%, 60%, 90% memberikan hasil yang berdampak nyata pada parameter panjang tunas 8 MST,  dan jumlah ruas. Lama perendaman 8 jam ekstrak bawang merah berdampak berbeda sangat nyata terhadap jumlah ruas. Hubungan konsentrasi dan lama perendaman ekstrak bawang merah hanya berpengaruh nyata terhadap panjang tunas 2 MST.
Pengaruh Grindsize dengan Teknik Seduhan V60 Terhadap Uji Organoleptik Kopi Robusta Argopuro (Coffea canephora) Siska; Fatimah, Titien; Salim, Abdurrahman; Asmono, Sepdian Luri
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/mz70c826

Abstract

Pendahuluan. Peningkatan permintaan  kopi dalam pasar internasional dan pasar nasional. Cara kopi diproses dan disajikan mempengaruhi budaya kopi. V60 adalah teknik penyajian kopi manual yang populer yang melibatkan penuangan air di atas bubuk kopi menggunakan filter (metode pour over). Ukuran gilingan bubuk kopi mempengaruhi ekstraksi dan rasa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ukuran gilingan yang ideal untuk tiga kategori (P1 - halus, P2 - sedang, P3 - kasar) dalam kaitannya dengan teknik penyeduhan V60. Metode Pengumpulan Data. Faktor yang digunakan yaitu dengan beberapa grindsize kopi dengan 3 level grindsize yang berbeda, P1 grindsize 0,38 mm; P2 grindsize 1 mm, dan P3 grindsize 1,5 mm. Perlakuan masing – masing diulang 98 kali, dimana ulangan tersebut ialah panelis (pelaku uji organoleptik). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh panelis, termasuk mahasiswa dan pengunjung kafe Moka. Parameter pengamatan yang di uji adalah Aroma, Flavour, Acidity, Aftertaste, dan Body. Analisa Data. Penelitian ini menggunakan metode uji Rancangan Acak Kelompok non Faktorial. Hasil dan Diskusi. Pada penelitian ini, perbedaan ukuran gilingan pada aspek aroma dan aftertaste berpengaruh terhadap tingkat kesukaan konsumen pada kopi Robusta Jember. Sedangkan pada parameter lainnya seperti flavour, acidity, dan body, perbedaan ukuran gilingan hanya mempengaruhi dari segi nilai. Simpulan. Berdasarkan hasil dari penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa pengaruh Grindsize dengan teknik seduhan V60 terhadap uji organoleptik kopi robusta argopuro berpengaruh sangat nyata.
Pengaruh Aplikasi Basiscrop (Bacterial Synergy For Increasing Sugarcane Growth And Production) Pada Pertumbuhan Tebu Hermawan Syah, Lucky Yusuf; Irawan, Triono Bambang; Asmono, Sepdian Luri; Salim, Abdurrahman
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/ngs2g590

Abstract

Pendahuluan. Penggunaan varietas yang sesuai dan pemberian unsur hara yang tepat diharapkan dapat menjadi alternatif peningkatan produksi tebu. Plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) merupakan mikroba menguntungkan yang hidup bebas di rhizosfer, yang secara langsung maupun tidak langsung berpengauh positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September – Januari 2024 di lahan Politeknik Negeri Jember. Metode analis yang digunakan yaitu menggunakan uji T test independen, dengan melakukan 3 perlakuan dan setiap perlakuan terdapat 30 unit. Analisis Data. Data yang telah didapatkan dari hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan uji T test independen. Hasil Dan Diskusi. Berdasarkan hasil analisis ragam dengan menggunakan Uji-T menunjukkan bahwa perlakuan pemberian PGPR dengan kombinasi pupuk an organik dan dosis basiscrop yang berbeda memberikan pengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang pada 120 HST namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada 30 HST, 60 HST dan 90 HST. Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh pengurangan pemberian pupuk anorganik dan penambahan aplikasi basiscrop sangat bepengaruh pada tinggi tanaman dan diameter batang pada fase vegetative tebu.
Pengaruh Aplikasi Insektisida Asap Cair Tempurung Kelapa Terhadap Mortalitas Hama Ulat Grayak Tembakau (Spodoptera litura F.) Purwanto, Muh Maulido Eka; Wardati, Irma; Asmono, Sepdian Luri; Salim, Abdurrahman
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/4ctn5z51

Abstract

Pendahuluan. Ulat grayak (Spodoptera litura F.) merupakan salah satu hama utama yang menyerang tanaman tembakau, hama ulat grayak dapat menyebabkan turunnya produksi tembakau. Ada beberapa cara untuk mengendalikan hama salah satunya yaitu dengan menggunakan insketisida Asap Cair tempurung Kelapa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2024 bertempat di Laboratorium Perlindungan Tanaman Jurusan Produksi Pertanian Politeknik Negeri Jember. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi insektisida asap cair terhadap mortalitas hama ulat grayak. Metode Pengumpulan Data. Terdiri dari 4 perlakuan dengan 6 ulangan yaitu, konrol asap cair tempurung kelapa 2%, asap cair tempurung kelapa 4% dan asap cair tempurung kelapa 6%. Parameter yang diamati yaitu mortalitas, LT50, dan perubahan fisik. Analisa Data. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non-Faktorial, apabila hasil menunjukan pengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut BNT 5%, sedangkan LT50 menggunakan analisi probit. Simpulan. Penelitian ini menunjukan Insektisida Asap Cair Tempurung Kelapa berpengaruh sangat nyata terhadap mortalitas hama ulat grayak dengan nilai LT50 tercepat 25jam pada perlakuan P3 asap cair tempurung kelapa 6%.
Pengaruh Pupuk KNO3 dan Asam Amino Berbahan Ikan Lemuru Terhadap Pertumbuhan Bibit Tembakau (Nicotiana tabacum L.) Varietas H-382 Fernando, Moch Ricko; Kusuma, Satria Indra; Setyoko, Ujang; Irawan, Triono Bambang
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/tjtx4h81

Abstract

Pendahuluan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Pupuk KNO3 dan Asam Amino Berbahan Ikan Lemuru Terhadap Pembibitan Tanaman Tembakau (Nicotiana tabacum L.) Varietas H-382. Penelitian ini dilaksanaka pada bulan Mei 2023 – Juni 2023 Kebun PTPN 1 Regional 4, Desa. Ajung, Kec. Ajung, Jember. Metode Pengumpulan Data. Terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk KNO3 yang terdiri dari 3 taraf yaitu K0 = Tanpa pemberian KNO3 (Kontrol), K1= 10 g pupuk KNO3/ polybag, K2= 20 g pupuk KNO3/ polybag. Faktor kedua adalah konsentrasi pemberian asam amino berbahan ikan lemuru yang terdiri dari 3 taraf yaitu P0= Tanpa pemberian asam amino berbahan ikan lemuru (Kontrol), P1= 5%, P2= 10%. Analisa Data. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Data Yang diperoleh dari Hasil Penelitian di Analisa Menggunakan Anova Kemudian di Uji Lanjut Menggunakan BNJ taraf 5%. Hasil dan Diskusi. Pemberian asam amino berbahan ikan lemuru terhadap pertumbuhan bibit tanaman tembakau berpengaruh sangat nyata pada parameter tinggi tanaman dengan perlakuan terbaik P2 dengan konsentrasi 10 %. Asam amino juga berpengaruh nyata pada parameter diameter batang dengan perlakuan terbaik P1 dengan konsentrasi 5% dan panjang akar dengan perlakuan terbaik P2 dengan konsentrasi 10 %. Terdapat interaksi pemberian pupuk KNO3 dan asam amino berbahan ikan lemuru terhadap pertumbuhan bibit tanaman tembakau pada parameter tinggi tanaman dan panjang akar dengan perlakuan terbaik adalah K2P2 (KNO3 20 gr/polibag dan asam amino 10%). Simpulan. Pengaruh pemberian pupuk KNO3 terhadap pertumbuhan bibit tanaman tembakau berpengaruh sangat nyata pada parameter tinggi tanaman dan panjang akar dengan perlakuan terbaik adalah K2 dengan dosis 20 gram per polybag.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kulit Buah Kakao Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Romadhoni, Ahmad Laiq; Kusuma, Satria Indra
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/pjap1472

Abstract

Pendahuluan. Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di Indonesia yang memiliki peran penting dalam meningkatkan pendapatan devisa negara. Namun, produktivitas tanaman kakao saat ini mengalami kendala akibat banyaknya tanaman yang telah berusia tua, mengalami kerusakan, serta kurang produktif. Selain itu, tanaman kakao juga rentan terhadap serangan hama dan penyakit, yang berdampak pada penurunan hasil panen. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan memanfaatkan limbah kulit buah kakao sebagai pupuk organik, mengingat kandungannya yang kaya akan unsur hara esensial bagi pertumbuhan tanaman. Metode Pengumpulan Data. Terdiri dari 4 perlakuan dengan 6 ulangan yaitu K0 (kontrol, tanpa pupuk), K1 (250 gram/polibag), K2 (350 gram/polibag), dan K3 (450 gram/polibag). Parameter pengamatan yaitu tinggi bibit (cm), diameter batang (mm), jumlah daun (helai), berat basah akar (gram), dan berat kering akar (gram). Analisa Data. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non-Faktorial dan dianalisis menggunakan ANOVA, apabila hasil menunjukkan pengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut BNT taraf 5%. Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk organik berbahan kulit buah kakao memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tinggi bibit, diameter batang, dan jumlah daun. Namun, pemberian pupuk ini tidak memberikan dampak nyata terhadap berat basah dan berat kering akar. Simpulan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka disimpulkan bahwa pemberian pupuk organik kulit buah kakao berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi bibit (cm), diameter batang bibit (mm), dan jumlah daun (helai) pada umur 12 MST. Namun, pada parameter berat basah akar (gram) dan berat kering akar (gram), tidak memberikan pengaruh yang signifikan serta perlakuan terbaik dalam penelitian ini adalah perlakuan K2 dengan dosis 350 g/polybag.
Pengaruh Penambahan Ekstrak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa) Sebagai Pewarna Alami Pada Pembuatan Permen Jelly Terhadap Tingkat Kesukaan Konsumen Sitohang, Lia Elyani Renata
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/jwspgm63

Abstract

Pendahuluan Rosella (Hibiscus sabdariffa) merupakan salah satu tanaman perdu atau semak yang banyak manfaat bagi kehidupan, mulai dari batang dapat dijadikan karung, daunnya sebagai bahan kosmetik serta kelopak bunga memiliki banyak khasiat bagi kesehatan manusia. Namun, khasiat dari tanaman rosella belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.  Dalam penelitian ini bunga rosella diambil ekstraknya untuk dijadikan sebagai pewarna alami. Tujuan dilakukan penelitian ialah untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak bunga rosella sebagai pewarna alami pada pembuatan permen jelly terhadap tingkat kesukaan konsumen. Metode Pengumpulan Data. menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan analisa data secara statistik menggunakan  Analysis Of Variance (Anova), dimana data diperoleh melalui kuisioner dengan kelompok panelis usia 18-25 tahun. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan dengan penambahan ekstrak rosella P1 (10%), P2 (20%), P3 (30%), P4 (40%) serta satu perlakuan sebagai pembanding yaitu tanpa penambahan ekstrak bunga rosella P0 (kontrol). Hasil dan Diskusi. menunjukkan bahwa preferensi lebih tinggi terhadap permen jelly ditambahkan ekstrak bunga rosella sebanyak 30% dibandingkan dengan permen jelly tanpa penambahan ekstrak (P0). Begitupun dengan aroma, rasa, dan tekstur permen jelly dengan penambahan ekstrak bunga rosella 30% (P3) juga lebih disukai, karena aroma cenderung asam dan lebih kenyal, menciptakan pengalaman yang menyenangkan baik secara fisik maupun sensorik bagi para panelis. Simpulan. penambahan ekstrak bunga rosella 30% (P3) pada setiap parameter lebih disukai.
Pengaruh Berbagai Macam Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Budset Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas PS 86 Ningrum, Nadira Aulia
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/w34g2r94

Abstract

Pendahuluan. Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan tanaman dari keluarga rumput-rumputan yang ditanam khusus untuk menghasilkan gula. Permintaan gula yang semakin tinggi, seiring dengan pertumbuhan populasi dan meningkatnya konsumsi, menjadikan tanaman ini sangat penting. Banyak variabel mempengaruhi upaya untuk meningkatkan produksi tanaman tebu, mulai dari pemeliharaan, panen, dan metode penyiapan bibit yang berkualitas tinggi (Amir, 2019). Salah satu masalah dalam penyediaan bibit tebu adalah kurangnya lahan yang tersedia untuk pembibitan. Akibatnya, metode yang lebih cepat, tidak memakan tempat, dan lebih singkat adalah menggunakan pembibitan budset. Permasalahan lain yang dihadapi adalah belum adanya standar media tanam yang optimal untuk mendukung pertumbuhan bibit budset tebu. Media tanam memiliki peran penting untuk pembibitan karena berfungsi untuk menyimpan nutrisi atau hara, mengontrol suhu dan kelembapan, dan memengaruhi pertumbuhan akar.  Metode Pengumpulan Data. Penelitian dilakukan di Lahan Laboratorium Lapang Politeknik Negeri Jember pada bulan Juli - November 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari satu faktor, yaitu faktor perlakuan media tanam yang terdiri dari 5 taraf perlakuan dan 5 ulangan.  M0 Pasir : tanah (1 : 1), M1 Pupuk kotoran Sapi : pasir : tanah (1 : 1 : 1), M2 Pupuk kotoran ayam : pasir : tanah (1 : 1 : 1), M3 Pupuk kotoran kambing : pasir : tanah (1 : 1 : 1), M4 Pupuk blotong : pasir : tanah (1 : 1 : 1) Hasil dan Diskusi. Media tanam hanya memberikan pengaruh yang signifikan pada parameter jumlah anakan Simpulan. Media tanam yang efektif terhadap pertumbuhan bibit budset tebu (Saccharum officinarum L.) varietas PS 862 adalah perlakuan M3 (Pupuk kotoran kambing)