cover
Contact Name
Hilalludin
Contact Email
hilalluddin34@gmail.com
Phone
+6281999248333
Journal Mail Official
hilalluddin34@gmail.com
Editorial Address
Bantek, Desa Bagik Payung, Suralaga, Lombok Timur, NTB
Location
Kab. sumbawa barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
ISSN : 31235042     EISSN : 31235042     DOI : -
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam [e-ISSN: 3123-5042] adalah jurnal akses terbuka yang diterbitkan oleh PT RisTekUtama (Riset Cendikia Teknologi Utama). Jurnal ini menjadi wadah untuk menyebarluaskan hasil penelitian ilmiah, kajian konseptual, serta pemikiran kritis di bidang perbankan syariah, ekonomi Islam, dan keuangan Islam secara umum. Artikel-artikel yang diterbitkan dapat berasal dari akademisi, peneliti, praktisi perbankan syariah, maupun pemerhati ekonomi Islam. Al-Hilali menerima naskah berupa artikel hasil penelitian, tinjauan pustaka, dan diskusi ilmiah. Semua naskah yang masuk akan melalui proses tinjauan sejawat (peer-review) secara double-blind oleh para reviewer nasional maupun internasional yang kompeten di bidangnya. Jurnal ini terbit tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan Januari, Mei dan September. Artikel yang telah dinyatakan diterima akan ditampilkan terlebih dahulu pada bagian In-Press sebelum diterbitkan secara resmi. Seluruh proses penerbitan dilakukan secara daring. Untuk panduan pengiriman naskah, kebijakan editorial, dan informasi penting lainnya, silakan kunjungi menu yang tersedia pada situs ini.
Articles 31 Documents
Peran Umkm Berbasis Produk Halal Dalam Pengurangan Kemiskinan Dan Ketimpangan Ekonomi: Kajian Pustaka Sistematis Sri Wahyuni; Rini Minarti; Ansar Ansar; Syaripuddin Syaripuddin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 03 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan dan ketimpangan ekonomi merupakan permasalahan struktural yang masih menjadi tantangan serius di Indonesia, khususnya di wilayah yang didominasi oleh masyarakat Muslim. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis produk halal hadir sebagai instrumen strategis dalam menjawab persoalan tersebut melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, dan penguatan inklusi ekonomi berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran UMKM berbasis produk halal dalam mengurangi kemiskinan dan ketimpangan ekonomi di Indonesia melalui pendekatan kajian pustaka sistematis dengan protokol PRISMA 2020. Sumber data berjumlah 68 artikel terpilih dari 347 publikasi ilmiah terbitan 2015–2025 yang bersumber dari jurnal nasional terakreditasi Sinta 2 dan jurnal internasional bereputasi (Scopus, Web of Science). Hasil kajian menemukan tiga mekanisme transmisi utama UMKM halal dalam pengurangan kemiskinan: (1) ekspansi pasar halal yang mendorong peningkatan omzet dan daya saing usaha; (2) jejaring sosial-ekonomi berbasis komunitas Islam yang memperkuat modal sosial dan kohesi komunitas; dan (3) integrasi pembiayaan syariah yang memperluas akses modal bagi pelaku usaha marginal. Sertifikasi halal terbukti berperan sebagai katalis daya saing produk lokal di pasar domestik dan global, dengan memberikan nilai tambah ekonomi rata-rata 41,7 persen bagi UMKM bersertifikat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan ekosistem UMKM halal melalui kebijakan afirmatif yang inklusif, penguatan lembaga keuangan mikro syariah, dan digitalisasi rantai nilai halal merupakan strategi kunci akselerasi pengurangan kemiskinan dan ketimpangan ekonomi yang berkeadilan dalam perspektif maqashid al-syariah.
Green Islamic Finance: Strategi Perbankan Syariah dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau Gigih Hadi Nugroho Said; Hilalludin Hilalludin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 03 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis lingkungan global mendorong lahirnya kebutuhan terhadap sistem keuangan yang tidak hanya berorientasi pada profitabilitas, tetapi juga pada keberlanjutan ekonomi dan lingkungan. Dalam konteks tersebut, Green Islamic Finance muncul sebagai pendekatan yang mengintegrasikan prinsip keuangan syariah dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis posisi strategis perbankan syariah dalam mendukung ekonomi hijau, strategi implementasi Green Islamic Finance, peluang Indonesia sebagai pusat pengembangannya, serta tantangan yang dihadapi industri perbankan syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis deskriptif terhadap berbagai literatur, regulasi, dan hasil penelitian terbaru terkait keuangan syariah dan keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbankan syariah memiliki kesesuaian struktural dengan prinsip green finance karena berbasis sektor riil, pembagian risiko, dan nilai etika yang mendukung keberlanjutan. Implementasi Green Islamic Finance memerlukan restrukturisasi portofolio pembiayaan, inovasi produk hijau, serta penguatan operasional berbasis ESG. Indonesia juga memiliki peluang besar untuk menjadi pusat Green Islamic Finance karena didukung oleh pasar syariah yang luas, kebutuhan investasi hijau yang tinggi, serta dukungan regulasi yang semakin berkembang. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kapasitas industri, kesiapan sumber daya manusia, dan rendahnya literasi pasar terhadap pembiayaan berkelanjutan. Dengan demikian, Green Islamic Finance berpotensi menjadi model integratif dalam mendukung pembangunan ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan.
Analisis Praktik Tesang Dalam Sistem Bagi Hasil Pertanian: Perspektif Akad Mukhabarah Di Desa Balangloe Tarowang, Kecamatan Tarowang Sri Astuti Nur; Nurfitriani Nurfitriani; Abdul Rasid
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 03 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik tesang sebagai sistem bagi hasil pertanian tradisional yang berkembang di Desa Balangloe Tarowang, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, serta mengkaji kesesuaiannya dengan akad mukhabarah dalam ekonomi syariah. Tesang merupakan bentuk kerja sama antara pemilik lahan dan penggarap yang berlangsung turun-temurun berdasarkan adat dan kepercayaan, namun umumnya dilaksanakan secara lisan tanpa perjanjian tertulis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pemilik lahan, penggarap, dan aparat desa, serta dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik tesang dilaksanakan melalui kesepakatan lisan dengan nisbah bagi hasil yang bervariasi, mulai dari dua pertiga berbanding sepertiga, lima puluh berbanding lima puluh, hingga enam puluh berbanding empat puluh persen, bergantung pada kontribusi biaya produksi masing-masing pihak. Secara substansi, praktik ini telah memenuhi unsur dasar akad mukhabarah karena mengandung prinsip keadilan, kerelaan, dan tolong-menolong (ta'awun). Namun, ketiadaan perjanjian tertulis, minimnya pemahaman formal masyarakat terhadap konsep akad syariah, serta belum adanya ketentuan baku penyelesaian sengketa menjadikan praktik ini berpotensi mengandung unsur gharar. Penelitian ini merekomendasikan penguatan literasi ekonomi syariah dan pendokumentasian akad agar praktik tesang semakin selaras dengan prinsip mukhabarah.
Peran Pasar Tradisional Tamanroya Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto Dalam Peningkatan Perekonomian Masyarakat: Perspektif Ekonomi Syariah St. Rahmawati; Adnan Adnan; Syaripuddin Syaripuddin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 03 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar tradisional memiliki kedudukan strategis dalam menopang perekonomian masyarakat lapis bawah, terutama di wilayah yang sebagian besar penduduknya beragama Islam seperti Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pasar Tradisional Tamanroya, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, dalam peningkatan perekonomian masyarakat serta manfaat yang dirasakan oleh para pedagang, keduanya ditinjau dari perspektif ekonomi syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data yang dihimpun melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tujuh informan yang terdiri atas pedagang, pembeli, pengelola pasar, dan pemerintah setempat, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasar Tamanroya berperan sebagai sumber pendapatan utama pedagang kecil, penyedia lapangan kerja yang inklusif, sarana pembentukan harga melalui mekanisme tawar-menawar yang mencerminkan prinsip an-taradhin, serta ruang interaksi ekonomi yang secara inheren mengandung nilai-nilai tauhid, keadilan (al-'adl), maslahat, dan ta'awun, meskipun sebagian besar pedagang belum memahaminya secara teoretis. Dari sisi manfaat, pedagang merasakan tercapainya stabilitas ekonomi rumah tangga hingga tujuan spiritual seperti menunaikan ibadah haji, namun keberlanjutannya masih dibayangi tantangan penurunan daya beli akibat pergeseran pola belanja masyarakat ke platform digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pasar Tamanroya secara substansial telah menjalankan fungsi ekonomi syariah meskipun belum terformalisasi, sehingga memerlukan penguatan edukasi dan sinergi kelembagaan untuk keberlanjutannya.
Implementasi Akad Mudharabah Pada Deposito Syariah: Analisis Kepatuhan Syariah Di Pt Bank Sulselbar Kantor Layanan Syariah Cabang Jeneponto Nurhikma Tuljannah; Nurfitriani Nurfitriani; Abdul Rasid
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 03 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan perbankan syariah di Indonesia yang pesat turut mendorong meningkatnya minat masyarakat terhadap produk keuangan berbasis prinsip Islam, salah satunya deposito syariah dengan akad mudharabah. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses implementasi akad mudharabah pada produk deposito syariah serta tingkat kepatuhan syariahnya di PT Bank Sulselbar Kantor Layanan Syariah (KLS) Cabang Jeneponto, sekaligus mengkaji perkembangan produk tersebut dalam dua tahun terakhir. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tujuh informan yang terdiri atas empat pegawai bank dan tiga nasabah deposito, dengan analisis data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi akad mudharabah muthlaqah di KLS Bank Sulselbar Cabang Jeneponto telah memenuhi rukun dan syarat mudharabah sesuai Fatwa DSN-MUI No. 03/DSN-MUI/IV/2000, mulai dari pemenuhan syarat administratif, alur akad yang terstruktur melalui mekanisme kontrol dua lapis, hingga sistem nisbah bagi hasil yang bersifat progresif (60:40 untuk 1 bulan hingga 58:42 untuk 6-12 bulan). Dari sisi perkembangan, jumlah nasabah tumbuh 40 persen dari 25 orang pada 2024 menjadi 35 orang pada 2025, meski literasi keuangan syariah masyarakat setempat masih menjadi tantangan utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa produk deposito mudharabah di KLS Bank Sulselbar Cabang Jeneponto secara substansi dan prosedural sesuai dengan prinsip syariah, namun memerlukan penguatan edukasi untuk mengoptimalkan pertumbuhannya.
Implementasi Akad Murabahah Pada Produk Pembiayaan Cicil Emas Di Bank Syariah Indonesia Cabang Jeneponto: Tinjauan Fatwa Dsn-Mui Nomor 04/DSN-MUI/IV/2000 Nurafni Ramadhani; Nurfitriani Nurfitriani; Susanto Susanto
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 03 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi akad murabahah pada produk pembiayaan Cicil Emas di Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Jeneponto, mengidentifikasi kesesuaiannya dengan Fatwa DSN-MUI Nomor 04/DSN-MUI/IV/2000 tentang Murabahah, serta menganalisis kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dipadukan dengan pendekatan normatif-empiris. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pegawai bagian pembiayaan dan nasabah pengguna produk Cicil Emas, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi akad murabahah pada produk Cicil Emas dilaksanakan melalui mekanisme jual beli, yaitu bank terlebih dahulu memiliki atau menguasai emas sebelum menjualnya kepada nasabah dengan harga pokok ditambah margin keuntungan yang disepakati, serta menerapkan akad rahn sebagai pengikatan jaminan. Implementasi tersebut telah sesuai dengan Fatwa DSN-MUI Nomor 04/DSN-MUI/IV/2000, ditunjukkan oleh transparansi harga pokok, kejelasan margin, dan kepastian jumlah angsuran yang tidak berubah selama masa pembiayaan. Kendala yang ditemukan meliputi rendahnya literasi nasabah mengenai perbedaan margin murabahah dengan bunga bank konvensional serta keterlambatan pembayaran angsuran akibat faktor ekonomi nasabah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan edukasi syariah kepada nasabah dan audit kepatuhan berkala agar praktik Cicil Emas semakin konsisten dengan prinsip syariah.
TINJAUAN EKONOMI SYARIAH TERHADAP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM BUDIDAYA RUMPUT LAUT OLEH DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN DI EMPOANG SELATAN KECAMATAN BINAMU KABUPATEN JENEPONTO Selfina Kasim; Yancis Yancis; Susanto Susanto
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 03 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah pesisir Indonesia menyimpan potensi besar bagi pengembangan ekonomi masyarakat melalui budidaya rumput laut, namun keberhasilannya sangat bergantung pada desain program pemberdayaan yang dijalankan pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis langkah-langkah pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat melalui budidaya rumput laut oleh Dinas Kelautan dan Perikanan di Kelurahan Empoang Selatan, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, serta meninjaunya dari perspektif ekonomi syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian lapangan, di mana data dihimpun melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tujuh informan yang terdiri atas pihak dinas, penyuluh perikanan lapangan, pembudidaya, aparat kelurahan, dan tokoh agama, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan dilaksanakan secara terstruktur dan partisipatif melalui enam tahapan, yaitu sosialisasi, pendataan dan seleksi penerima, pelatihan teknis budidaya, pemberian bantuan sarana dan prasarana, pendampingan lapangan, serta monitoring dan evaluasi, yang terbukti meningkatkan pendapatan rumah tangga pembudidaya hingga sekitar 25 persen. Ditinjau dari perspektif ekonomi syariah, program ini telah mencerminkan prinsip keadilan ('adl), amanah, dan tolong-menolong (ta'awun) serta berhasil mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap praktik ribawi rentenir, namun belum sepenuhnya selaras dengan prinsip syariah secara menyeluruh karena minimnya perlindungan harga dari praktik oligopsoni tengkulak dan belum adanya edukasi kewajiban zakat hasil budidaya laut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program pemberdayaan tersebut telah memberikan dampak ekonomi positif dan memenuhi aspek kemaslahatan pada sektor hulu, namun memerlukan penguatan regulasi pasar yang berkeadilan dan edukasi syariat yang lebih komprehensif pada sektor hilir.
Literasi Keuangan Syariah Pada Masyarakat Kelurahan Lauwa Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa Nur Intang; Indah Anggraeni Bahtiar; Ermiati Ermiati
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 03 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman masyarakat mengenai keuangan syariah serta faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pemahaman tersebut pada masyarakat Kelurahan Lauwa, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui penelitian lapangan (field research), dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap 15 informan yang terdiri atas lurah, kepala lingkungan, dan masyarakat setempat. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan syariah masyarakat Kelurahan Lauwa tergolong sedang. Sebagian masyarakat telah mengenal keuangan syariah dan memahami larangan riba, tetapi pemahaman mengenai akad, sistem bagi hasil, serta produk dan layanan keuangan syariah masih terbatas. Masyarakat yang pernah menggunakan layanan bank syariah, terutama untuk tabungan dan pendaftaran haji, cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik dibandingkan masyarakat yang belum pernah menggunakannya. Faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pemahaman meliputi kurangnya sosialisasi dan edukasi, keterbatasan informasi, lingkungan sosial, tingkat pendidikan, religiusitas, serta pengalaman menggunakan layanan keuangan syariah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sosialisasi dan edukasi berkelanjutan yang melibatkan pemerintah kelurahan, tokoh agama, dan lembaga keuangan syariah agar masyarakat dapat memahami dan memanfaatkan layanan keuangan syariah secara lebih optimal.
Peran Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Jeneponto Dalam Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah di Kalangan Generasi Milenial Kasmawati Kasmawati; Yancis Yancis; Indah Anggareni Bakhtiar
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 3 No. 01 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenjangan antara indeks literasi keuangan konvensional dan literasi keuangan syariah di Indonesia masih menjadi persoalan struktural yang menuntut peran aktif perbankan syariah, khususnya dalam menjangkau generasi milenial sebagai kelompok usia produktif yang akrab dengan teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Jeneponto dalam meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan generasi milenial, strategi yang dapat dilakukan, serta tantangan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan yang terdiri atas pimpinan cabang, pegawai marketing, dan generasi milenial nasabah BSI, dengan analisis data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BSI Cabang Jeneponto berperan meningkatkan literasi keuangan syariah melalui penyediaan akses keuangan yang adil bebas riba, edukasi dan sosialisasi berbasis digital, serta inklusi melalui produk berorientasi milenial. Strategi yang ditempuh mencakup pendekatan digital melalui BSI Mobile, program edukasi langsung, pemanfaatan Agen BSI, dan penyediaan produk spesifik milenial, namun masih dihadapkan pada tantangan rendahnya pemahaman dasar masyarakat mengenai akad-akad syariah serta keterbatasan akses teknologi dan jaringan digital di wilayah pedesaan Jeneponto. Temuan ini sejalan dengan data nasional yang menunjukkan indeks literasi keuangan syariah Indonesia baru mencapai 43,42 persen, jauh tertinggal dibandingkan indeks literasi keuangan umum sebesar 66,46 persen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran BSI Cabang Jeneponto telah cukup strategis pada level penyediaan akses dan produk, namun keberhasilan jangka panjang literasi keuangan syariah sangat bergantung pada intensitas edukasi berkelanjutan yang menjangkau kesenjangan literasi digital di wilayah pedesaan.
Perilaku Konsumen Muslim di Pasar Sentral Karisa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto Dalam Perspektif Ekonomi Syariah Syam Hijrah; Indah Anggraeni Bakhtiar; Syaripuddin Syaripuddin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 3 No. 01 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku konsumsi masyarakat Muslim di Pasar Sentral Karisa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, menganalisis penerapan prinsip ekonomi syariah dalam perilaku konsumsi tersebut, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 11 informan yang terdiri atas tujuh pembeli, tiga pedagang, dan satu pengelola pasar yang dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku konsumsi masyarakat Muslim di Pasar Sentral Karisa umumnya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari, seperti beras, sayur-mayur, ikan, dan kebutuhan rumah tangga lainnya, dengan penyesuaian terhadap kemampuan ekonomi keluarga. Ditinjau dari perspektif ekonomi syariah, perilaku konsumsi masyarakat telah mencerminkan penerapan prinsip prioritas kebutuhan (aulawiyyat), qana'ah, dan upaya menghindari israf, meskipun pada kondisi tertentu masih ditemukan kecenderungan konsumtif, terutama saat pendapatan meningkat atau menjelang hari raya. Faktor-faktor yang memengaruhi perilaku konsumsi meliputi harga barang, kebutuhan keluarga, kualitas barang, tingkat religiusitas, dan tingkat pendapatan masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan edukasi ekonomi syariah agar kesadaran normatif masyarakat semakin sejalan dengan praktik konsumsi sehari-hari.

Page 3 of 4 | Total Record : 31