cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
rumahjurnal@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6281374148356
Journal Mail Official
jawahir.uinbukittinggi@gmail.com
Editorial Address
Data Center Building, 2nd floor, State Islamic University of Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Gurun Aua St, Kubang Putih, Banuhampu, Agam - West Sumatra - Indonesia Tel. 0752 33136 | Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jawahir Al-Ahadis
ISSN : -     EISSN : 31100597     DOI : 10.30983/jawahir
Core Subject : Religion,
This journal focuses on the study of hadith science and contemporary Islamic studies, covering Ulumul Hadith (methodology, sanad criticism –matan, narrators, and levels of authenticity), Hadith Nusantara (transmission traditions in the Nusantara region, works of Indonesian scholars, and the development of modern hadith studies), the relationship between Tafsir and Hadith (the interpretation of hadith and its application in contemporary life), the history and tradition of Islamic scholarship (the development of hadith studies, profiles of scholars, and the dynamics of intellectual tradition), the relevance of hadith ethics and social issues (the implementation of hadith values in education, Islamic law, and modern social ethics), and the use of technology (digital platforms, AI, and academic tools) for hadith research. This journal invites contributions from academics, researchers, lecturers, and practitioners who are committed to developing hadith studies in the digital and contemporary era.
Articles 25 Documents
Pengaruh Caption Hadis pada Tadarus Online Tanpa Suara: Studi Kasus Akun "Sahabat FAQEH" Qhoirin Anisa; Nurun Najwah; Maghfiroh
Jawahir Al-Ahadis Vol. 2 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/jawahir.v2i1.10500

Abstract

Bulan Ramadhan merupakan periode meningkatnya intensitas interaksi umat Islam dengan al-Qu’an, termasuk melalui kegiatan tadarus yang kini turut bertransformasi ke ruang digital. Salah satu bentuknya adalah program tadarus online tanpa suara yang diselenggarakan oleh akun “Sahabat FAQEH” Bagi penyandang tunarungi dan tunawicara. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran penggunaan caption hadis pada unggahan promosi kegiatan tersebut serta makna yang dibangun melalui penggunaannya. Kebaruan penelitian ini terletak pada kajian mengenai penggunaan hadis sebagai caption  dalam program tadarus digital yang berorientasi pada komunitas penyandang disabilitas, suatu aspek yang masih jarang dibahas dalam studi hadis dan media digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis isi terhadap unggahan kegiatan tadarus online tanpa suara pada akun Tiktok “Sahabat FAQEH” periode 2024-2025. Data penelitian berupa caption hadis, poster kegiatan, dokumentasi program, serta literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis dalam caption berfungsi sebagai penguat pesan religius, legitimasi keagamaan, sekaligus pendukung narasi inklusivitas dalam aktivitas tadarus digital bagi penyandang disabilitas. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan hadis di media digital tidak hanya berfungsi sebagai media dakwah, tetapi juga sebagai sarana representasi partisipasi keagamaan kelompok difabel dalam ruang digital yang iklusif
Tinjauan Hadis tentang Larangan Maysir terhadap Sistem Gacha pada Game Mobile Legends Maulana Iqbal; Nasrulloh
Jawahir Al-Ahadis Vol. 2 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/jawahir.v2i1.10543

Abstract

Penelitian ini mengkaji sistem gacha dalam permainan Mobile Legends: Bang Bang melalui perspektif hadis tentang larangan maysir. Latar belakang kajian berangkat dari berkembangnya ekonomi digital berbasis transaksi mikro (micro-transaction) yang menghadirkan mekanisme penghargaan berbasis peluang acak (chance-based reward system) dan berpotensi menyerupai praktik perjudian modern. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis tematik hadis (mawdū'ī) dan fikih muamalah kontemporer guna membedah karakteristik operasional algoritma acak pada permainan digital, guna menilai secara kritis relevansi ‘illat maysir terhadap fenomena digital gaming. Penelitian ini menggunakan metode riset kepustakaan (library research) dengan menelaah secara mendalam hadis-hadis larangan bay‘ al-ḥaṣāt, transaksi gharar, serta permainan dadu (nard) untuk mengidentifikasi unsur ketidakpastian ekstrem, spekulasi, dan kerugian finansial. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem gacha secara substantif memenuhi struktur dasar maysir melalui adanya pengalokasian harta nyata (Diamond), perolehan hasil yang sepenuhnya ditentukan oleh faktor kebetulan, ketidakpastian harga kumulatif komoditas, serta dampak adiksi psikologis. Mekanisme ini secara nyata sejalan dengan ‘illat larangan maysir dalam hadis, yakni pengambilan harta sesama manusia secara batil (akl amwāl al-nās bi al-bāṭil) serta penafian keadilan transaksi. Penelitian ini berkontribusi penting dalam memperluas diskursus fikih digital serta memberikan kerangka normatif bagi konsumen Muslim dalam menghadapi praktik ekonomi spekulatif di ruang publik digital modern
Evaluasi Sumber Hadist Online: Kualitas dan Kredibilitas di Era Digital Hasan Basri; Juwika Afrita; Nabiilah Ar Rasyidah
Jawahir Al-Ahadis Vol. 2 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/jawahir.v2i1.10942

Abstract

Era digital telah mengubah cara umat Islam mengakses dan menyebarkan hadis, dengan platform digital menjadi sumber utama informasi keislaman. Namun, transformasi ini menimbulkan tantangan terkait kualitas dan kredibilitas sumber hadis online. Penelitian ini mengkaji metode evaluasi sanad dan matan untuk menilai validitas hadis di ruang digital, dengan menyoroti peran teknologi seperti blockchain dan kecerdasan buatan dalam mendukung kredibilitas informasi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa rendahnya literasi keagamaan masyarakat, kurangnya klasifikasi hadis yang jelas, serta penyebaran hadis tidak valid di platform digital dapat memengaruhi pemahaman keagamaan umat Islam. Rekomendasi diberikan untuk meningkatkan validitas hadis digital melalui kolaborasi antara ulama, akademisi, dan pengembang teknologi. Hasil ini memperkuat urgensi pengintegrasian literasi digital dalam pendidikan Islam guna menghadapi tantangan era modern
Fenomena Cyberbullying (Kajian Hadits Etika Bersosial di Era Digital) Ajeng Ayu; Ulfa Zakiyah
Jawahir Al-Ahadis Vol. 2 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/jawahir.v2i1.10947

Abstract

Cyberbullying merupakan bentuk kekerasan nonfisik yang berkembang seiring pesatnya kemajuan teknologi informasi dan media sosial. Perilaku ini dilakukan secara sengaja dan berulang melalui sarana digital untuk menyakiti, merendahkan, atau mempermalukan orang lain, dengan dampak yang serius terhadap kondisi psikologis, sosial, dan bahkan fisik korban, khususnya remaja. Di era globalisasi, cyberbullying tidak hanya melanggar norma sosial dan hukum, tetapi juga bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia, seperti hak untuk hidup dengan aman, bebas, dan bermartabat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena cyberbullying, menelaah pandangan hadis Nabi Muhammad SAW terkait perilaku tersebut, serta merumuskan etika bersosial dalam menghadapi cyberbullying di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), dengan sumber data berupa ayat-ayat Al-Qur’an, hadis Nabi SAW, serta literatur ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan tematik (maudhu‘i) dengan teknik deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyberbullying bertentangan secara tegas dengan ajaran Islam, khususnya hadis tentang menjaga lisan, larangan membahayakan, dan larangan merendahkan martabat orang lain. Islam menekankan pentingnya etika komunikasi, empati, dan tanggung jawab moral dalam interaksi sosial, termasuk di ruang digital. Oleh karena itu, pencegahan cyberbullying memerlukan penguatan etika bersosial, literasi digital, serta internalisasi nilai-nilai keislaman agar media sosial dapat digunakan secara bijak, aman, dan beradab
Madrasah Kufah dan Dinamika Sosio-Politik: Kajian Kritis atas Metodologi Periwayatan Hadis Abad I-II H Alvi Iswatin Hasanah Kamal; Nuni Nuraini; Yusuf As Sajid; Engkos Kosasih
Jawahir Al-Ahadis Vol. 2 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/jawahir.v2i1.11138

Abstract

Penelitian ini membahas metodologi periwayatan hadis di Kufah, salah satu pusat penting dalam perkembangan keilmuan Islam pada abad pertama hingga kedua hijriah. Kota Kufah, yang awalnya didirikan sebagai kota garnisun, kemudian berkembang menjadi pusat ilmu dengan tradisi periwayatan hadis yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek sosio-politik dan intelektual yang memberi pengaruh pada perkembangan periwayatan hadis di Kufah, karakteristik metodologinya, serta keunggulan dan kelemahan yang dimiliki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, yang bersumber dari kitab-kitab klasik seperti kutubussittah, kitab jarḥ wa ta‘dīl serta artikel dan penelitian kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metodologi periwayatan hadis di Kufah ditandai dengan sikap kritis terhadap sanad dan matan, keterbukaan terhadap penggunaan ra’y, serta pengaruh kuat dari dinamika politik dan aliran pemikiran di Kufah. Keunggulan tradisi ini terletak pada berkembangnya praktik kritik perawi (jarḥ wa ta‘dīl) dan verifikasi sanad secara lebih sistematis. Sedangkan tantangannya adalah munculnya riwayat-riwayat yang dipengaruhi oleh kontestasi politik. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi keilmuan Kufah memberikan kontribusi penting terhadap perkembangan metodologi kritik hadis pada periode klasik dan memengaruhi perkembangan studi hadis pada masa-masa berikutnya

Page 3 of 3 | Total Record : 25