cover
Contact Name
Agit Permana
Contact Email
perpustakaanimde@gmail.com
Phone
+6289529128158
Journal Mail Official
perpustakaanimde@gmail.com
Editorial Address
Jl. Damai No.11, RT.5/RW.5, Kedoya Utara, Kec. Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11520
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Visioner : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif
ISSN : -     EISSN : 31106722     DOI : https://doi.org/10.65873/vsr
Visioner : Journal Communication, Business, and Creative Content focuses on articles containing scientific research and contemporary thoughts in the fields of Communication Studies, Business, and Creative Arts from various perspectives. The journal includes studies in the following areas: Communication Science Media Advertising Art and Cultural Studies Economics and Business Visioner : Communication, Business, and Creative Content, P-ISSN 2622-643X, was first published in print in 2016 and later in its online version in 2018. It is an academic journal published by the Institute for Research and Community Service (LPPM), formerly Akademi Televisi Indonesia (ATVI), now transformed into Institut Media Digital Emtek (IMDE). The journal is issued biannually (January and August). Articles published in this journal are primarily based on research findings (priority), as well as scientific reviews on contemporary phenomena in communication, business, and creative arts. All submitted manuscripts undergo review by internal and external editors and reviewers. Each submission goes through an Initial Editorial Review, followed by a peer-review process for refinement and validation.
Articles 41 Documents
Simbiosis TV free to air Dengan Situs Web Berbagi Video (Studi kasus TV Jakarta yang mengalihkan konten ke saluran YouTube) Algooth Putranto; Arsa Widitiarsa Utoyo
VISIONER : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif Vol. 6 No. 1 (2019): Visioner : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif
Publisher : Institut Media Digital Emtek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses television media policy as an old media that looks at new media trends, participates in the flow of trends by using new media as a means of disseminating the material owned, attracting viewers and reaping the benefits of new media. On the other hand, this television policy has a direct impact on the television broadcast regulator, the Indonesian Broadcasting Commission (KPI), which has no authority over content on the internet. The researcher took the main case to be analyzed, namely the Jakarta-based free to air television and the attitude of the Central KPI commissioner. The core theory determinism is the discovery or development of communication technology is a factor that changes human culture. The discovery or development of communication technology is what actually changes human culture. If Karl Marx assumed that history was determined by the power of production, then according to McLuhan human existence was determined by changes in modes of communication. Changes in modes of communication form a culture by going through several stages, namely, discoveries in communication technology lead to cultural change, changes in the types of communication shape human life and how the tools for communication affect our own lives. On the other hand, the transition of content from conventional television to the YouTube channel directly reduces the role of the KPI that shares public power in the supervision of broadcast content as a spirit of Reformation, with the transition of broadcast content to the YouTube channel precisely returning the role of supervision and enforcement to the Government through number law. 11 of 2008 concerning electronic information and transactions.
MENGGUGAH KREATIVITAS ANAK MELALUI PEKAN CERIA KAMPUNG DONGENG JAKARTA RAYA Safrudiningsih
VISIONER : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif Vol. 6 No. 1 (2019): Visioner : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif
Publisher : Institut Media Digital Emtek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65873/dgz02497

Abstract

Pekan Ceria yang dilakukan Kampung Dongeng Jakarta Raya dengan berbagai aktivitas yang mengedukatif dan menyenangkan. kegiatan ini dapat menggugah kreativitas anak karena kegiatan ini merangsang dari segi fisik maupun mentalnya. Dari segi fisiknya anak-anak diajak melakukan berbagai kegiatan yang bergerak seperi senam,. dan juga dari segi imajinasi atau mentalnya dari kegiatan mendongeng ,sulap serta prakarya atau biasanya dalam Pekan Ceria menggunakan istilah kreativitas. Melalui metode kualitatif yaitu wawancara dan observasi terhadap anak-anak dan orang tua yang terlibat dalam kegiatan Pekan Ceria. Semua anak mempunyai potensi untuk kreatif, walaupun tingkat kreativitasnya berbeda-beda. Akibatnya, kreativitas seperti halnya setiap potensi lain, perlu diberi kesempatan dan rangsangan oleh lingkungan untuk berkembang seperti melalui Pekan Ceria. Kreativitas anak dapat muncul ketika bermain atau melalui kegiatan bermain. Dunia anak adalah dunia bermain. Waktu yang tersedia di dalam kehidupannya pada waktu itu hampir dihabiskan dengan kegiatan bermain. 
Komunikasi Visual Sudut Pandang Posisi Badan Aktor dalam Adegan Dialog pada Program Drama Televisi Andreas Kurniawan
VISIONER : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif Vol. 6 No. 1 (2019): Visioner : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif
Publisher : Institut Media Digital Emtek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65873/txs7rg21

Abstract

Program drama televisi di Indonesia telah menjadi salah satu sarana media hiburan yang sangat diminati oleh masyarakat, hal ini disinyalir dari banyaknya judul-judul sinetron menghiasi layar kaca setiap harinya di televisi lokal. Namun, peneliti berasumsi adanya komunikasi visual nonverbal yang kurang tepat dilakukan oleh aktor-aktor khususnya dalam program drama, komunikasi visual sudut pandang badan aktor dalam adegan dialog kerap kali menghadap ke arah penonton, sedangkan seharusnya komunikasi yang tepat dalam program drama diarahkan pada antar pemain. Untuk menguji asumsi, penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif, sebanyak 176 partisipan dari kalangan mahasiswa komunikasi visual di Jakarta untuk memperhatikan 2 alternatif posisi badan aktor pada adegan dialog. Setiap partisipan diminta untuk menonton 2 video singkat yang memberikan contoh penerapan dialog pada program drama, kemudian partisipan menjawab kwesioner tentang sudut padang posisi badan aktor dalam adegan dialog 2, 3 dan 4 orang. Hasilnya secara signifikan bahwa adegan dialog yang paling tepat adalah komunikasi secara total yaitu verbal dan nonverbal ditujukan untuk antar pemain khususnya dalam program drama televisi.
Penggunakan Storyline untuk Public Service Obligation di Lembaga Pengelolahan Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) Eva Setiyawati; Sisca T. Gurning
VISIONER : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif Vol. 9 No. 2 (2022): Visioner : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif
Publisher : Institut Media Digital Emtek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65873/2mf3hc55

Abstract

Lembaga pemerintah seperti Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) telah memanfaatkan teknologi informasi untuk memberikan layanan publik secara efektif. Pemanfaatan media sosial seperti sosial seperti YouTube, Instagram, Facebook, Twitter, dan MAXstream untuk menyebarluaskan informasi mengenai layanan dan program mereka. Pembuatan konten video Public Service Obligation (PSO) oleh pihak humas melalui proses produksi dengan mengunakan storyline pada pra produksi, yang harus melakukan riset mendalam serta pendekatan berbeda dari praktik jurnalistik tradisional untuk memastikan konten tersebut sesuai dengan kebutuhan layanan publik. Dengan pendekatan metodologi kualitatif, ditemukan fenomena penggunaan storyline dalam mengemas informasi sangat membantu dalam perencanaan liputan lebih matang sesuai dengan kebijakan lembaga pemerintah yang membuat informasi dengan kehati-hatian. 
Strategi Komunikasi Korporat Dalam Penyelesaian Krisis (Studi tentang Konflik Buruh di PT. Drydock World Graha Batam) Adrian Ingratubun; Reza Oktavian; Frisca Artinus
VISIONER : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif Vol. 10 No. 1 (2023): Visioner : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif
Publisher : Institut Media Digital Emtek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65873/3vrvfy66

Abstract

Setiap perusahaan harus mengantisipasi terjadinya krisis, karena dengan mengantisipasinya suatu perusahaan akan siap menghadapi krisis itu. Krisis dalam manajemen perusahaan merupakan suatu realitas yang harus dihadapi, ditanggulangi, dan dicari jalan pemecahannya agar tidak merugikan perusahaan itu sendiri. Kejadian musibah krisis yang menimpa setiap perusahaan, pihak manajemen tidak perlu takut dan bahkan dipandang sebagai hal yang normal, seperti resiko menghadapi suatu kerugian atau keuntungan dalam menghadapi persaingan bisnis yang menajam. Sangatlah penting bagi penulis untuk melihat permasalahan yang terjadi PT. Drydock World Graha Batam, terutama dalam menyelesaikan krisis melalui strategi komunikasi korporat, sehingga penelitian ini dapat dirumuskan untuk menjawab berbagai fenomena yang menyebabkan terjadinya krisis di PT. Drydock World Graha Batam; apakah ada hambatan-hambatan dalam menyelesaikan krisis tersebut; dan yang lebih penting adalah strategi apa yang digunakan dalam menyelesaikan krisis yang terjadi akibat konflik buruh di PT Drydock World Graha Batam. Masalah yang dirumuskan, ada beberapa tujuan yang ingin dicapai sehingga dapat menjawab dan menyelesaikan konflik yang dihadapi oleh PT Drydock World Graha Batam, antara lain, untuk mengetahui hal-hal apa saja yang menyebabkan terjadinya krisis di PT. Drydock World Graha di Batam; untuk mengetahui strategi komunikasi korporat yang digunakan dalam menyelesaikan krisis di PT Drydock World Graha Batam. Dari data penelitian yang penulis peroleh melalui wawancara dan pendekatan serta di pertajam melalui teori-teori, maka terdapat beberapa hal yang mendasari terjadi krisis di PT DWG, antara lain masalah ketenagaan kerjaan, adanya kesenjangan sosial, dan diskriminasi kepada para pekerja, seperti perbedaan gaji antara tenaga kerja Indonesia dan asing yang jauh berbeda sekali,. Selain itu juga perbedaan fasilitas, tunjangan-tunjangan dan pemotongan gaji oleh outsource.
Efektivitas Penanganan Ujaran Kebencian Berdasarkan Surat EdaranKapolri No. 6/X/2015V Terhadap Gen X, Y dan Z Sisca T. Gurning
VISIONER : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif Vol. 10 No. 1 (2023): Visioner : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif
Publisher : Institut Media Digital Emtek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65873/xjkt4h13

Abstract

Tingkat ujaran kebencian dalam era digital semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Pertanyaan yang muncul adalah sejauh mana efektivitas Surat Edaran Kapolri Nomor: SE/6/X/2015 dalam menangani masalah ujaran kebencian. Perlu juga dipahami apakah peningkatan insiden ujaran kebencian berkaitan dengan generasi Z (Gen Z), yang tumbuh dalam lingkungan teknologi internet dan penggunaan perangkat gadget yang paling aktif dan tak terpisahkan. Selama periode perubahan hukum yang melibatkan pasal 28 UU ITE menuju UU KUHP baru, yaitu UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), teramati bahwa kasus ujaran kebencian terus meningkat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali pemahaman  lebih mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada keterkaitan yang signifikan antara penggunaan media sosial oleh Generasi Z dan peningkatan ujaran kebencian. Selain itu, tampak bahwa Surat Edaran Kapolri yang dikeluarkan pada tahun 2015 belum mampu menciptakan perasaan takut atau mengurangi tingkat insiden ujaran kebencian. Meskipun ada perubahan hukum yang mencakup penyaluran pasal 28 UU ITE ke dalam UU KUHP baru, namun terlihat bahwa kasus ujaran kebencian tetap mengalami peningkatan
Evaluasi Perancangan Sistem Kontingensi Penyiaran TV oleh Broadcast Engineer Pada Dua Stasiun TV Berbeda Lokasi Saat Pandemi Covid-19 Ciptono Setyobudi
VISIONER : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif Vol. 10 No. 1 (2023): Visioner : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif
Publisher : Institut Media Digital Emtek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65873/j369qv27

Abstract

Sejak pandemi Covid 19 melanda dunia termasuk Indonesia, maka tindakan preventif dan antisipasi dilakukan oleh beberapa dunia industri. Baik dalam pengeloaan Sumber Daya Manusia maupun proses produksi usahanya agar tidak terganggu. Tidak terkecuali Industri media televisi. Indosiar dan Surya Citra Televisi (SCTV) adalah dua Stasiun Televisi Swasta Nasional yang sudah melakukan langkahlangkah kontingensi teknis operasional penyiarannya. Dimana jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dan menyebabkan Sumber Daya Manusianya harus dikarantina, pada salah satu Stasiun TV tersebut, maka proses penyiaran tidak boleh terhenti dan salah satu harus mampu mem-backup stasiun televisi yang lain. Sistem Kontingensi meliputi banyak hal teknis seperti Sinkronisasi Data Server, Jaringan internet, Jaringan Sistem Penyiaran, Sistem Grafis, Sistem Komunikasi serta Sistem Pengiriman sinyal ke Transmisi. Akan tetapi mitigasi terkendala oleh lokasi Control Room Siaran dari dua stasiun televisi tersebut, dimana SCTV berada di Senayan City Jalan Asia Afrika Jakarta Pusat sedangkan Indosiar berada di Jalan Damai, Daan Mogot Jakarta Barat. Maka perancangan kontingensi para broadcast engineer diharapkan mampu menjawab tantangan untuk menjaga eksistensi kedua Stasiun Televisi serta kepuasan para pemangku kepentingan (stake holder)
Dilema Eksil: Tetap di Luar Negeri atau Pulang ke Tanah Air Suradi; Safrudiningsih; Sjailendra
VISIONER : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif Vol. 10 No. 1 (2023): Visioner : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif
Publisher : Institut Media Digital Emtek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65873/7p69ww09

Abstract

Peristiwa Gerakan 30 September 1965 berdampak hingga saat ini. Salah satu yang sangat dirasakan adalah oleh orang Indonesia yang berada di luar negeri, terutama mahasiswa yang dikirim Bung Karno ke Eropa Timur, mereka bekerja, atau melakukan tugas tertentu. Banyak di antara mereka tidak bisa pulang ke Tanah Air. Mereka yang terhalang pulang ini disebut ‘Eksil’. Pada 27 Juni 2023 Presiden Jokowi meluncurkan program penyelesaian HAM berat Non Yudisial, termasuk korban 1965 seperti Eksil. Presiden Jokowi juga mengutus Menkopolhukam untuk mendatangi para Eksil di Eropa dan menawarkan untuk pulang ke Indonesia. Para Eksil saat ini menghadapi dilema baru: tetap di luar negeri atau pulang ke tanah air. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap soal ini. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif, dengan penggunaan literatur, tayangan media online, dan wawancara. Hasil penelitian, respon para Eksil terhadap kebijakan Presiden Jokowi beragam, ada yang senang ingin pulang, sementara banyak yang menolak karena alasan usia dan kehidupan baru di luar negeri.
Kecerdasan Sosial Gen Z Dalam Berwisata dan Memanfaatkan Media Sosial Instagram Ratih Damayanti; Dian; Rezzi Nanda Barizki
VISIONER : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif Vol. 10 No. 1 (2023): Visioner : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif
Publisher : Institut Media Digital Emtek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65873/xajqcm06

Abstract

Jurnal ini membahas tentang kecerdasan sosial generasi Z dalam melakukan perjalanan wisata dan mempublikasikannya di Instagram. Kajian ini memaparkan tentang kecerdasan sosial mereka yang dinilai melalui perilaku mereka berpariwisata, berinteraksi dengan masyarakat sekitar dan memanfaatkan objek di lingkungan mereka untuk dapat dipublikasikan ke dalam akun media sosial pribadi mereka. Jurnal ini dilakukan dengan menggunakan analisis teori Albercht tentang 4 aspek dimensi kecerdasan sosial yaitu ; empati, kemampuan membawa diri, radar situasi , kejelasan dan otensitas. Rekomendasi yang dapat diberikan dari jurnal ini bagi para pengelola objek wisata baik pemerintah, masyarakat lokal setempat dan instansi pengelola swasta memahami hal apa yang membuat generasi Z ini tertarik mengunjungi suatu objek wisata kemudian mempublikasikannya melalui akun media sosial mereka, yaitu Instagram
Persahabatan yang Dimediasi Lewat Komunikasi Melalui Komputer: Masih Mungkinkah? Margawati Van Eymeren
VISIONER : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif Vol. 10 No. 2 (2023): Visioner : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif
Publisher : Institut Media Digital Emtek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65873/00fjxk98

Abstract

Fenomena persahabatan telah menjadi enigma tersendiri dan telah direfleksikan sejak jaman filsuf Yunani hingga ke masa kini. Orang yang terlibat dalam persahabatan menggunakan komunikasi interpersonal sedangkan media komunikasi pun mengalami perubahan dari masa ke masa, mulai dari tuturan, ke tulisan, ke elektronik dan internet. Persahabatan diawali perkenalan dan pertemanan yang lalu dikembangkan ke teman akrab atau sahabat. Teknologi Informasi (TI) yang berbasis internet melahirkan media baru dimana komunikasi dapat dimediasi oleh komputer (CMC) dan makna teman (friend) pun berubah. Paradigma peranti dalam TI yang memisahkan secara tajam antara sarana dan tujuan pun memungkinkan adanya perbedaan status teman, ada yang nyata, ada yang fiktif, dan ada yang palsu. Bahkan teman, pertemanan, dan persahabatan dapat dikomodifikasikan. Padahal persahabatan memiliki makna yang medalam dan berfungsi secara etis dalam emansipasi manusia. Tulisan ini bermaksud memahami fenomena persahabatan di era CMC lewat telaah filosofis untuk mendekati permasalahan tersebut. Dengan menggunakan metode kualitatif-interpretif, dilakukan dialektika sublatif atas fenomena persahabatan dalam tiap-tiap masanya. Sublasi atas persahabatan di era sahabat seiring sejalan (era tuturan) dan persahabatan di era sahabat pena (tekstualitas dengan ciri khas berupa “absence presence”) dapat memberi prospek bahwa persahabatan di era CMC masih dapat dipertahankan dengan memerhatikan beberapa hal yang mendasar seperti gaya perbincangan dalam tekstualitas padahal dilangsungkan secara “absence presence” memerlukan keterandalan, kesantunan, dan empati.