cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran
ISSN : 25805525     EISSN : 25805533     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
The journal publishes articles about the research results in the field of education both in the broad sense (general education) or specific (refers to certain fields of study).
Arjuna Subject : -
Articles 576 Documents
RELEVANSI PRAKTIK LABORATORIUM PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN DENGAN JENIS PEKERJAAN MAHASISWA PKL Purwanto Purwanto
Jurnal Kependidikan Vol. 41, No.2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.107 KB) | DOI: 10.21831/jk.v41i2.1929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relevansi materi pembelajaran praktik laboratorium dengan jenis pekerjaan administrasi perkantoran. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Responden penelitian adalah seluruh peserta PKL mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran yang berjumlah 106 orang, sedangkan untuk pembimbing berjumlah 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket setelah uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan sebagai berikut: 1) terdapat relevansi materi praktik di laboratorium dengan jenis pekerjaan di lembaga mitra dengan kategori tinggi antara hasil analisis mahasiswa dan pembimbing sebesar 50,90% dan 53,30%; 2) pembelajaran praktik di laboratorium sudah sesuai dengan jenis pekerjaan di lembaga mitra dengan hasil tinggi antara analisis data mahasiswa dan pembimbing sebesar 48,10 dan 53,30%; 3) tingkat keterampilan mahasiswa dalam melakukan praktik sesuai dengan harapan lembaga mitra dengan hasil tinggi antara analisis data mahasiswa dan pembimbing sebesar 48,10% dan 53,30%; 4) sarana dan prasarana laboratorium pendidikan administrasi perkantoran sudah layak dalam membentuk kompetensi bidang administrasi bagi mahasiswa Prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran dengan hasil tinggi sebesar 48,10%.
KESIAPAN SMK DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PROGRAM PENDIDIKAN KEPENDUDUKAN DAL LINGKUNGAN HIDUP Amat Jaedun
Jurnal Kependidikan Vol. 28, No.1 (1998) EDISI KHUSUS DIES NATALIS
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9127.7 KB) | DOI: 10.21831/jk.v28i1.7240

Abstract

Abstrak Implementasi muatan PKLH ke dalam kurikulum SMK(STM dan SMT Pertanian) merupakan program yang tengah digalakkan oleh Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Depdikbud. Dalam rangka pelaksanaan implementasi program tersebut telah dilakukan pelatihan bagi para widyaiswara dari VEDC Malang, TEDC Bandung, P3G Medan, P3G Pertanian Cianjur dan sejumlah guru SMK yang telah menghabiskan dana cukup besar. Namun demikian, karena merupakan program baru maka pelaksanaan implementasi program di lapangan di duga akan menghadapi berbagai kendala. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian mengenai berbagai kendala yang dialami STM Negeri dan SMT Pertanian di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam mengimplementasikan muatan PKLH ke dalam kurikulum sekolah. Hasil penelitian menunjukan bahwa kendala dalam pelaksanaan implementasi muatan PKLH ke dalam kurikulum SMK yang berkaitan dengan kondisi sumber daya manusia terutama disebabkan : (1) sebagian besar personil belum pernah mengikuti penataran; dan (2) sebagian personil yang telah mengikuti penataran dalam program umum memperoleh materi yang kurang relevan untuk mendukung implementasi program tersebut.Adapun kendala yang berkaitan dengan perangkat lunak terutama menyangkut: (1) materi PKLH yang dimiliki personil sangat terbatas; dan (2) belum adanya keterlibatan narasumber yang berasal dari  luar sekolah(akademi maupun praktisi).
DEVELOPING ASSESSMENT DEVICES ON DISASTER GEOGRAPHY COURSE TO IMPROVE CRITICAL THINKING ABILITY erna juita; Rahmi Zulva; Helfia Edial
Jurnal Kependidikan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.217 KB) | DOI: 10.21831/jk.v3i1.18623

Abstract

This study was aimed at developing valid learning assessment device in Disaster Geography courses. The research method used was research and development model. The study was carried out at the College of Teacher Training and Education (STKIP) PGRI, West Sumatra. This study was conducted in 2017 with the subject of education students who took disaster geography courses. The development device in this study followed the general design proposed by Plomp which consists of 3 phases namely preliminary research, prototyping, and assessment phases. The result shows that product development need to be evaluated from the material and evaluation experts. The developed assessment must be equipped for all material. In the assessment of activities, self-assessment and peer assessment are an integral part of the evaluation process in disaster geography course. In order to develop practical product as demanded by university curricullum, the device must be harmonized with the assessment process contained in Indonesian National Qualifications Framework and National Standards and also focuses to all authentic aspects of assessment. PENGEMBANGAN PERANGKAT ASESMEN PEMBELAJARAN GEOGRAFI BENCANA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITISPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat asesmen pembelajaran yang valid dalam matakuliah Geografi Bencana. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan. Tempat dilaksanakan penelitian ini di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumatera Barat. Waktu dilaksanakannya penelitian yaitu pada tahun 2017 dengan subjek penelitian yaitu mahasiswa pendidikan geografi yang sudah mengambil mata kuliah geografi bencana. Perangkat pengembangan dalam penelitian ini mengikuti perangkat umum desain penelitian menurut Plomp yang terdiri atas 3 fase yaitu preliminary research, prototyping, dan assessment phases. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pengembangan produk membutuhkan ahli evaluasi dan ahli untuk materi yang dikembangkan. Asesmen yang dikembangkan harus dilengkapi untuk seluruh materi. Pada asesmen aktivitas, penilaian diri dan penilaian teman sejawat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses evaluasi dalam perkuliahan geografi bencana. Agar produk yang dikembangkan praktis digunakan dan mengikuti proses asesmen yang dituntut oleh tujuan perkuliahan agar dalam menyusun perangkat menyelaraskan dengan proses penilaian dalam KKNI- SN Dikti dan memperhatikan seluruh aspek penilaian yang otentik.
KONTRIBUSI DUKUNGAN ORANG TUA, PENGUASAAN PENGETAHUAN DASAR, DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PENCAPAIAN KOMPETENSI KEJURUAN Fuad Indra Kusuma; Eddy Sutadji; Tuwoso Tuwoso
Jurnal Kependidikan Vol. 44, No.1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.535 KB) | DOI: 10.21831/jk.v44i1.2187

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui kontribusi dari variabel dukungan orang tua (X1), penguasaan pengetahuan dasar (X2), dan motivasi berprestasi (Y) terhadap pencapaian kompetensi kejuruan (Z).Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis jalur.Subjek penelitiannya adalah peserta didik Program Keahlian Teknik Ototronik SMK Negeri 1 Singosari Malang.Instrumen yang digunakan berupa angket dan tes.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi dukungan orang tua dan penguasaan pengetahuan dasar terhadap pencapaian kompetensi kejuruan secara langsung sebesar 22,27% dan 8,29%; dan secara tidak langsung atau terlebih dahulu melalui motivasi berprestasi sebesar 23% dan 15,76%.
INOVASI DESAIN PRODUK BATIK MELALUI PENDIDIKAN Siti Irene Astuti D
Jurnal Kependidikan Vol. 28, No.2 (1998)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7787.343 KB) | DOI: 10.21831/jk.v28i2.18998

Abstract

Kehancuran industri batik di tengah-tengah proses industrialisasi merupakanfenomena yang terus berlangsung. Industri batik pada  saat ini dihadapkan pada dua persoalan baru., pertama industri batik berhadapan dengan para pemilik modal kuat yang bergerak di bidang indistri tekstil dan juga memproduksi  batik printing. Di sisi lain, para pengusaha  dihadapkan pada fenomena perubahan gaya hidup masyarakat di segala lapisan dan menggunakan batik sebagai salah satu alternatif bahan sandang. Masalah capitar intensive dan limited market yang dihadapi oleh para pengusaha  batik batik mendorong mereka untuk menentukan berbagai  cara agar proses produksi terus dapat berlangsung. Tujuan penelitian kuantitatif ini adalah mengetahui daya kreatif, pengusaha  di dalam membuat desain produk sebagai upaya untuk mempertahankan  usahanya. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ada kecenderungan  inovasi produk akan dirakukan oleh pengusaha yang tergolong pada usia muda. Inovasi desain produk dari motif tradisional ke motif nontradisionai cenderung dilakukan oleh pengusaha  dengan tingkat pendidikan  eksistensi SMU ke atas. Di samping itu, ada kecenderungan bahwa pengusaha  cenderung  membuat desain produk motif nontradisional batik laki-laki dibandingkan dengan pengusaha batik perempuan.
PENGARUH JUMLAH BUTIR ANCHOR TERHADAP HASIL PENYETARAAN TES BERDASARKAN TEORI RESPON BUTIR Syahrul Abdullah; Mansyur Mansyur; Rosdiyanah Rosdiyanah
Jurnal Kependidikan Vol. 46, No.2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.821 KB) | DOI: 10.21831/jk.v46i2.10935

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penyetaraan tes berdasarkan perbedaan jumlah butir anchor dan prosedur mendapatkan penyetaraan tes berdasarkan equateIRT. Jenis penelitian ini adalah exploratif, yaitu mengungkap kesetaraan skor tes berdasarkan teori respon butir. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah enam paket soal Fisika. Penelitian ini dilaksanakan pada enam SMA di Kabupaten Gowa. Jumlah subjek penelitian sebanyak 1420 siswa. Desain penyetaraan memilih Common-Item Nonequivalent Group, estimasi parameter menggunakan model logistik dua parameter (2PL), dan penyetaraan tes dengan menggunakan equateIRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien penyetaraan α dan β yang dihasilkan oleh paket soal dengan 16 butir soal anchor (40%) lebih mendekati α = 1 dan β = 0. Standard error yang dihasilkan oleh paket soal dengan 16 butir anchor lebih kecil dibandingkan dengan paket soal dengan 10 dan 12 butir anchor. Hal ini berarti bahwa paket soal dengan jumlah butir anchor yang lebih banyak menghasilkan penyetaraan yang lebih akurat.        Kata kunci: butir anchor, penyetaraan tes, teori respon butir THE INFLUENCE OF ANCHOR ITEM TOWARD THE EQUATING TESTS OUTCOMES BASED ON ITEM RESPONSE THEORY AbstractThis study was aimed at finding out the equating test outcome based on the differences of numbers of anchor items and procedures to obtain equivalency tests based on equateIRT. This is an explorative research which the equality of test scores based on the item response theory. The instrument used in this study included six test packages of Physics. The research was conducted at six senior high schools in Gowa regency. The numbers of subjects were 1,420 students. Equiting design used was Common-Item Nonequivalent Group, while parameter estimation used was two-parameter logistic model (2PL), and test equiting used was equateIRT. Outcome studies show that the equalization coefficients α and β are generated by package of 16 items about the anchor (40%) approximates α = 1 and β = 0. The standard error generated by package of 16 items about the anchor is smaller than the package about with 10 and 12 point anchor. This means that a package about the amount of grain that produces more anchors produces more accurate equalization.Keywords: anchor item, test equating, item response theory
RECOMMENDATION SYSTEM FOR VOCATIONAL MAJOR STREAMING BY C4.5 ALGORITHM Indra Mukti Prabowo; Subiyanto Subiyanto
Jurnal Kependidikan Vol. 1, No.1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.695 KB) | DOI: 10.21831/jk.v1i1.8964

Abstract

This study was aimed at presenting decision tree model using C4.5 algorithm in developing a major selection system for vocational schools. The study was reseach and development using questionnaires and documentation as data collection instruments. The input variables were: interest, academic talent, National Exam score, and gender. The target variable was choice of majors. Decision trees were used to analyze the data from grade 10 of vocational schools Batang in District. The C4.5 Algorithm was used to build decision trees in describing the relationship between the input variables and the target variable in the form of patterns. The patterns were used as a guide for the classification of the input variables into the target variable. The data were analyzed by comparing results of the output system and students’ highest parallel ranking. Results show that the system is able to provide appropriate recommendations up to 83.33% out of the 48 tested dataSISTEM REKOMENDASI PENJURUSAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DENGAN ALGORITMA C4.5Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan model decision tree dengan algoritma C4.5 dalam mengembangkan sistem rekomendasi pemilihan jurusan untuk calon siswa baru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pendekatan yang digunakan adalah research and development (RD). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket dan studi dokumentasi. Variabel input yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: minat, bakat akademik, nilai ujian nasional, dan jenis kelamin. Pilihan jurusan menjadi variabel target. Decision tree digunakan dalam menganalisis data siswa kelas 10 SMK se-Kecamatan Batang. Algoritma C4.5 digunakan untuk membangun decision tree yang menggambarkan hubungan antara variabel input dengan variabel target dalam bentuk pola. Pola tersebut digunakan sebagai aturan untuk proses klasifikasi variabel input ke dalam variabel target. Data penelitian dianalisis dengan cara membandingkan hasil output system dengan data siswa kelas 10 dengan tiga besar ranking paralel sebagai data uji. Hasil uji sistem menunjukkan bahwa sistem dapat memberikan rekomendasi yang tepat sebesar 83,33% dari 48 data uji
THE CULTURECOMPONENTS OF EXCELLENT SCHOOL Cepi Safruddin AbdulJabar
Jurnal Kependidikan Vol. 1, No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.564 KB) | DOI: 10.21831/jk.v1i2.12515

Abstract

KOMPONEN BUDAYA SEKOLAH UNGGULAbstrak Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi komponen budaya sekolah unggul. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Unit analisis dari penelitian ini adalah SMA Negeri 1 Yogyakarta. Subjek penelitian terdiri atas Kepala Sekolah, guru, siswa, tenaga kependidikan, dan tenaga penunjang lainnya. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumen. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan model 6 (enam) langkah model Cresswell yang meliputi mengoleksi data, menyiapkan analisis data, menelaah data, mengode data, serta membuat tema dan deskripsi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen budaya unggul yang teridentifikasi di SMA Negeri 1 Yogyakarta meliputi tiga hal. Pertama, nilai-nilai yang memandu aktivitas sekolah dan setiap individu yang terdiri atas: kerendahan hati dan kesederhanaan, hormat sesama dan kasih sayang; kejujuran; kedisiplinan; efisiensi dan produktivitas kerja; serta ketakwaan dan toleransi. Kedua, keyakinan yang berkembang di tengah-tengah warga sekolah yang meliputi keyakinan tentang prestasi dan keyakinan tentang disiplin. Ketiga, artefak budaya yang terdiri atas tugu teladan, slogan “Teladan Jayamahe!”, seragam sekolah, seragam sekolah siswa muslim, pahlawan, dan sejarah penting sekolah.Kata kunci: budaya, sekolah unggul , model CresswellAbstractThe study was aimed at identifying the components of the cultures of excellent schools. The study used a case-study research method. The subjects of the study consisted of the principal, teachers, students, and school staffof SMA Negeri 1 Yogyakarta. The data were collected through interviews, observations, and document techniques. The data were analyzed using Cresswell’s six-step model of collecting data, preparing data analysis, reviewing data, coding data, and creating data themes and descriptions. The results show that three culture components of excellent school were identified as first, the values that guide the activities of the school and each individual consisting of humility and simplicity, respect of others and compassion, honesty, discipline, efficiency and productivity of work, and faith and tolerance. Second, growing belief around the school community consisting of beliefs about achievement and discipline. Third, cultural artifacts consisting of Tugu Teladan with the slogan “Teladan Jayamahe!”, school uniforms, moslem students’ school uniform, heroes, and important historical school events.Keywords: school culture, excellence school, Cresswell model
SISTEM AMONG PADA MASA KINI: KAJIAN KONSEP DAN PRAKTIK PENDIDIKAN Muhammad Nur Wangid
Jurnal Kependidikan Vol. 39, No.2 (2009)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.038 KB) | DOI: 10.21831/jk.v39i2.200

Abstract

The purpose of the study was to show the concept of the among system as a model of education and teaching in documentary sources, and also the realization of the concept in the education and teaching setting. The study involved two designs: one was a study content (documentary) and the other was a qualitative approach. In the first design, the researcher studied written documentary sources of the system among. In the second design, the researcher observed the realization of the system among concepts. The subjects of the study included a member of the Board of Majelis Luhur Taman Siswa, teachers and students of Taman Siswa schools, and also the alumni of Taman Siswa schools. Data were analyzed using qualitative analyses. The results show that the among system of education, the work of Ki Hadjar Dewantara, actually is an educational and teaching system that is complete and comprehensive, and one that can be implemented lifetime. Nevertheless, in the realization on Taman Siswa schools, due to the limitation of facilities, implementation of the among system could not completely.
PERANAN PENDIDIKAN BAGI PENGEMBANGAN PERADABAN DALAM PANDANGAN FUKUZAWA YUKICHI Rukiyati Rukiyati
Jurnal Kependidikan Vol 30, No 1: Edisi Dies 2000
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8847.514 KB) | DOI: 10.21831/jk.v30i1.19446

Abstract

The study was designed to describe the philosophical concept of education according ta Fukuzawa, especially his thought about the role of education  for  development of civilization. This study was a library research by high lighting a concept  from  a prominent  The data consisted of both the primary and secondary data. The primary data were Fulauawa's writing taken from  figure. this three boola: An Encouragement of Learning; Fulanawa Yudchi on Education: elected Worla; and An Outline of a Theory of Civilization. Secondary data were taken  from others expert's worlcs qbout Fuhtzawa. The method of this study was the philosophical hermeneutic method with interpretation, holistic, descriptive elements. The conclusion of this study are: (I) the role of education according to Fulauawa is the main way to reach the civilized of modern societli (2) the civilization spirit in identified by Fulauawa as the spirit to pursue and appreciate lmowledge and science and to realize virtue's value.