cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran
ISSN : 25805525     EISSN : 25805533     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
The journal publishes articles about the research results in the field of education both in the broad sense (general education) or specific (refers to certain fields of study).
Arjuna Subject : -
Articles 576 Documents
UNIT AUTOMATIC MAIN FAILURE (AMF) POWER SYSTEM SEBAGAI SARANA UP-DATING KOMPETENSI GURU-GURU SMK JURUSAN LISTRIK Zamtinah FT; Djoko Laras BT; Herlambang SP; Didik Hariyanto
Jurnal Kependidikan Vol. 39, No.1 (2009)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.131 KB) | DOI: 10.21831/jk.v39i1.7

Abstract

Prediction of electrical energy crisis in Indonesia clearly will cause losses for electricity consumers. The impact caused the activities disturb include production systems, loss of business opportunities, and loss of property intellectuals (for example, data lost), especially for the scientists and academics. Customers require backup supply of electricity when PLN have some trouble. However, switching supplies electricity to Genset, if done in a conventional addition that requires the existence of the operator, but also through a complex procedure and takes a long time. Therefore need to use an automation tool that supplies electricity more practical and economical, and can be used as a medium of education, and will solve the problem of scarcity of human resources automation field, such as the electricity supply at this time. Expected performance of these tools is able to activate the genset manually or automatically in case of interruption of supply electricity, the Power Loss, Under Voltage, Lower Voltage, frequency interference. All activities since the design to the test conducted in the Laboratory of Electrical Installation and Laboratory Data Communications, Department of Educational Electrical Engineering FT UNY. The method of this experiment is a Research and Development, and experimental data taken according to the research instrument. The data obtained and analyzed using descriptive. The result that activity is the Unit of AMF Power System based on microcontroller that is ready as a medium of education, both in the Department of Educational Electrical Engineering FT UNY and Technical High School. However, this tool only can detect the interference of Under Voltage and Upper Voltage, while the interference of frequency and the condition of fuel can not be carried out due to various technical constraints. Alamat Korespondensi: Zamtinah Jurusan Pendidikan Teknik Elektro-Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. Karangmalang Yogyakarta. 55281. HP. 081328797306 e-mail: buzam@telkom.net Keywords: AMF, Competence Update, Electrical
Developing the ANPQA values based evaluation model to improve computer learning quality Dewa Gede Hendra Divayana
Jurnal Kependidikan Vol. 2, No.1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.145 KB) | DOI: 10.21831/jk.v2i1.12645

Abstract

PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI BERBASIS NILAI-NILAI ANEKA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN KOMPUTERAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu model evaluasi yang dapat melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran di bidang teknologi informasi/komputer berbasis nilai-nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan (Research and Development) dengan desain pengembangan menggunakan model Borg dan Gall. Subjek yang dilibatkan dalam melakukan uji coba awal dan revisi uji coba awal terhadap model evaluasi ini sebanyak 4 orang, yaitu 2 pakar pendidikan dan 2 evaluator. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data adalah kuesioner, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menghasilkan model evaluasi berbasis nilai-nilai ANEKA. Melalui uji coba awal serta revisi uji coba awal menggunakan model evaluasi ini diperoleh peningkatan hasil evaluasi termasuk kategori sedang ditinjau dari komponen akuntabilitas, kategori sedang ditinjau dari komponen nasionalisme, kategori sedang ditinjau dari komponen etika publik, kategori tinggi ditinjau dari komponen komitmen mutu, dan kategori tinggi ditinjau dari komponen anti korupsi. AbstractThis study was aimed at developing an evaluation model for evaluating the learning process of computer/information technology based on accountability, nationalism, public ethics, quality commitment, and anti-corruption (ANPQA). The method used in this study was Research and Development method proposed by Borg and Gall. The subjects involved in the initial and revision trials were 4 participants namely, 2 educational experts and 2 evaluators. The instruments used in the data collection were questionnaires, interview guides, and documentation. The data were analyzed using descriptive quantitative analysis. This study generates the evaluation model based on ANPQA values. The results of the initial and revision trial analyses show the improvement of the evaluation result categorized as medium level reviewed from the accountability, nationalism, and the public ethics components. On the other hand, it shows a high category in the terms of the quality commitment and anti-corruption components.
MODEL PENGEMBANGAN BANK SOAL BERBASIS GURU DAN MUTU PENDIDIKAN Pujiati Pujiati; Djermari Mardapi; Badrun Kartowagiran; Heri Retnawati
Jurnal Kependidikan Vol. 41, No.2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.264 KB) | DOI: 10.21831/jk.v41i2.1926

Abstract

Penelitian tahun kedua ini bertujuan untuk meneliti karakteristik perangkat tes buatan guru, melakukan analisis penyetaraan karakteristik butir antarwilayah sehingga karakteristik butir antarkabupaten berada pada skala yang sama, dan melakukan analisis penyetaraan karakteristik butir  soal  antartahun.  Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan  Research  and  Development. Data diperoleh dari dokumen, yang dianalisis dengan metode analisis kuantitatif dan kualitatif. Responden adalah guru penyusun soal ujian semester bersama mata pelajaran IPA, Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia yang tergabung dalam MGMP dari dua kabupaten, yaitu Sleman dan Gunungkidul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sejumlah butir soal buatan guru yang baik, berdasarkan teori pengukuran klasik maupun teori respons butir, yang dapat dimasukkan ke dalam tabungan bank soal, diketahuinya perbandingan kualitas karakteristik butir soal buatan guru antartahun antara Kabupaten Sleman dan Kabupaten Gunungkidul, terkait dengan organisasi guru dalam MGMP dan MKKS, serta keterlaksanaan ujian akhir semester bersama yang dilakukan pada setiap kabupaten, dapat disusun model pengembangan bank soal melalui penyusunan soal oleh MGMP atau MKKS, serta keterlaksanaan semua ini meningkatkan kualitas pengujian dan pendidikan di Provinsi DIY.
DEVELOPING ARABIC LANGUAGE LEARNING MULTIMEDIA Tri Wardati Khusniyah; Ali Muhtadi
Jurnal Kependidikan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.72 KB) | DOI: 10.21831/jk.v2i2.18856

Abstract

This study was aimed at describing the problems in the application of Arabic as the language of daily communication, the level of active Arabic language skills, and the level of need for multimedia learning development to improve the students' Arabic speaking ability. The sample of the study was the principal and students of grades VII to grade IX at an Islamic Boarding School in Yogyakarta. The sample was chosen by using random sampling method. The data collection was carried out by interviewing the principals and conducting open questionnaires aimed at the students. The data then were analyzed using qualitative descriptive method. The results show that there had been a decrease in the application of Arabic for everyday conversation due to problems experienced by students such as difficulty in Arabic language, lack of motivation among students, lack of school support for the application of Arabic, and the media used were not feasible. The level of need for the development of Arabic learning multimedia in order to practice the ability to speak Arabic for students is very high with a percentage of 100%.PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BERBAHASA ARABAbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan masalah-masalah dalam penerapan bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi sehari-hari, tingkat kemampuan berbahasa Arab aktif, dan tingkat kebutuhan pengembangan multimedia pembelajaran untuk melatih kemampuan berbicara bahasa Arab bagi siswa. Sampel penelitian adalah kepala sekolah dan siswa kelas VII sampai kelas IX SMP Islamic Boarding School Bina Umat Yogyakarta yang dipilih menggunakan metode random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara yang ditujukan kepada kepala sekolah dan angket terbuka yang ditujukan kepada siswa. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi penurunan dalam penerapan bahasa Arab untuk percakapan sehari-hari disebabkan oleh masalah-masalah yang dialami oleh siswa seperti susahnya materi bahasa Arab, kurangnya motivasi di kalangan siswa, kurangnya dukungan pihak sekolah terhadap penerapan bahasa Arab, dan media yang digunakan juga belum mampu melatih kemampuan berbicara bahasa Arab. Tingkat kebutuhan pengembangan multimedia pembelajaran bahasa Arab untuk melatih kemampuan berbicara bahasa Arab bagi siswa sangat tinggi dengan persentase 100%..
TINGKAT KEMAMPUAN GURU PENJAS SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BANTUL Tomoliyus Tomoliyus; Margono Margono; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Kependidikan Vol. 43, No.2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.855 KB) | DOI: 10.21831/jk.v43i2.1972

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak guru penjas sekolah dasar di Kabupaten Bantul yang memahami pengertian pendidikan jasmani dan penilaian berbasis kinerja. Untuk menjawab tujuan penelitian tersebut di atas, maka penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Ada dua tahap yaitu (1) tahap persiapan peneliti menyusun pedoman wawancara berisi pertanyaan- pertanyaan mendasar yang nantinya akan berkembang dalam wawancara, (2) tahap pelaksanaan peneliti membuat kesepakatan dengan subjek mengenai waktu dan tempat untuk melakukan wawancara berdasarkan pedoman yang dibuat. Subjek penelitian ini adalah guru penjas yang sudah bersertifikasi sekolah dasar Kabupaten Bantul di Daerah Istimewa Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif analitik. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) 84% guru penjas sekolah dasar di Kabupaten Bantul kurang paham terhadap pengertian penjas. Hal ini menyebabkan sebagaian besar (80%) guru penjas sekolah dasar di Kabupaten Bantul dalam proses pembelajaran menggunakan pengertian penjas tradisional; (2) Sebagian besar guru penjas sekolah dasar di Kabupaten Bantul telah mengetahui dan mengenal penilaian berbasis kinerja, tetapi sebagaian besar (84%) guru penjas kurang paham terhadap pengertian penilaian berbasis kinerja. Hal ini karena 92% guru penjas kurang paham tentang cara mengembangkan penilaian berbasis kinerja. Disamping itu 96% guru penjas belum paham cara membuat rubrik.
CHARACTER EDUCATION VALUE IN FOLK GAMES ON MERAPI MOUNTAIN SLOPE Nani Solihati; Ade Hikmat; Abdul Rahman Jupri; Syarif Hidayatullah
Jurnal Kependidikan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.315 KB) | DOI: 10.21831/jk.v3i1.22327

Abstract

This study was aimed at determining the value of character education in folk games on the slopes of Mount Merapi. This study used qualitative method. The subjects of this study were students, teachers, principals, and heads of Cangkringan and Pakem sub-education technical implementation unit. The instruments used were in-depth observations and interviews. The result shows that there are seventeen folk games, namely dakon, serak lidi, lompat tali, enggrang, bekelan, kelereng, bentengan, dan bola bakar, oya dodok, oya tembok, jamuran, cublak-cublak suweng, petak umpet, engklak, dingklik oglak-aglik, gobak sodor, and elang ayam.The game is used by teachers on the slopes of Mount Merapi to instill thirteen characters from eighteen educational characters. These characters, namely honesty, tolerance, discipline, hard work, creative, independent, democratic, curiosity, respect for achievement, friendship, caring for the environment, social care, and responsibility. Folk games should be integrated in learning in elementary school to develop student characterNILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERMAINAN RAKYAT DI LERENG GUNUNG MERAPIPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai pendidikan karakter dalam permainan rakyat di lereng gunung Merapi. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Subjek penelitian ini adalah siswa sekolah dasar (SD), guru, kepala sekolah, dan kepala Unit Pelaksana Teknis sub pelayanan pendidikan di kecamatan Cangkringan dan kecamatan Pakem. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan pedoman wawancara. Hasil penelitian mengidentifikasi tujuh belas permainan rakyat, yaitu dakon, serak lidi, lompat tali, enggrang, bekelan, kelereng, bentengan, dan bola bakar, oya dodok, oya tembok, jamuran, cublak-cublak suweng, petak umpet, engklak, dingklik oglak-aglik, gobak sodor, dan elang ayam yang berpotensi sebagai sarana penanaman nilai karakter pada siswa SD. Permainan tersebut dimanfaatkan oleh para guru yang ada di lereng gunung Merapi untuk menanamkan tiga belas karakter dari delapan belas karakter pendidikan. Karakter tersebut, yaitu jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, bersahabat, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Permainan rakyat semestinya dapat diintegrasikan dalam pembelajaran di SD untuk mengembangkan karakter siswa. 
EFEKTIVITAS PEMBIMBINGAN KARYA TULIS ONLINE MELALUI WEBSITE KTI Herman Dwi Surjono; Sri Sumardiningsih; Dyah Respati Suryo Sumunar; Restu Widiatmono
Jurnal Kependidikan Vol. 43, No.2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.106 KB) | DOI: 10.21831/jk.v43i2.2261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Sistem KTI Online untuk pembimbingan penulisan karya ilmiah bagi guru-guru. Aspek yang diungkap antara lain: deskripsi teknik, strategi, aktivitas pembimbingan, hambatan dosen, dan tingkat efektivitas pembimbingan. Obyek yang diteliti adalah sistem pembimbingan KTI online yang telah dikembangkan oleh Dirprodik Dit PMPTK. Sampel sebanyak 12 dosen dan 500 guru diambil secara purposif. Instrumen penelitian terdiri atas 3 macam, yaitu daftar cek (check list) untuk evaluasi sistem, angket untuk dosen pembimbing dan angket untuk guru peserta. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Website KTI Online telah dikembangkan dengan menggunakan perangkat lunak LMS open source Moodle, (2) Strategi pembimbingan yang diterapkan adalah model terbuka melalui forum diskusi, (3) Aktivitas pembimbingan sangat rendah, yakni hanya 143 guru (24.2 %) yang telah berhasil login, (4) Hambatan utama antara lain akses internet sangat lambat dan ketidakaktifan guru dalam pembimbingan, (5) Tingkat efektivitas program pembimbingan ini sangat rendah
MENTAL MODEL OF PROSPECTIVE CHEMISTRY TEACHER ON EQUILIBRIUM CONSTANT AND DEGREE OF DISSOCIATION Anggra Prasetya Cahya; Antuni Wiyarsi; Anti Kolonial Prodjosantoso
Jurnal Kependidikan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.335 KB) | DOI: 10.21831/jk.v3i2.26696

Abstract

MODEL MENTAL CALON GURU KIMIA PADA KONSEP TETAPAN KESETIMBANGAN DAN DERAJAT DISOSIASIAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model mental calon guru kimia pada konsep tetapan kesetimbangan dan derajat disosiasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif eksploratif. Penelitian dilaksanakan pada mahasiswa semester lima di Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model mental mahasiswa sebagai calon guru kimia pada konsep tetapan kesetimbangan terbagi menjadi enam model yang tergolong mengalami miskonsepsi yaitu kekurangpahaman mengenai kesetimbangan heterogen, kesalahan penulisan persamaan Kp, pemahaman tentang nilai Kc bergantung pada pangkat dari koefisien reaksi pada kondisi reaksi yang sama, kesalahan menentukan satuan tetapan kesetimbangan, kesalahan menghitung Δn, dan tidak mengetahui koefisien reaksi zat yang tidak tertulis angka. Adapun model mental calon guru kimia pada konsep derajat disosiasi terbagi menjadi tiga yaitu model saintifik derajat disosiasi, model tanpa pengertian disosiasi, dan model kesalahan jumlah mol awal. Kata kunci: model mental, calon guru kimia, tetapan kesetimbangan, derajat disosiasiAbstractThis study was aimed at exploring the mental model of prospective chemistry teacher on the concepts of equilibrium constant and the degree of dissociation. This study used explorative qualitative research model. The research was conducted at the fifth semester students in the Chemistry Study Program at Riau University. The results show that the mental model of students as prospective chemistry teachers on the concept of the equilibrium constant is divided into six models that are classified as experiencing misconceptions: the lack of understanding about heterogeneous equilibrium, error writing in Kp equation, misunderstanding of the value of Kc depends on the rank of the reaction coefficient under the same reaction conditions, the error of determining the unit of equilibrium constant, the error of calculating Δn, and the lack of understanding regarding to the reaction coefficient of an unwritten number of substances. The mental model of prospective chemistry teachers on the concept of dissociation degree is divided into three: the scientific model of dissociation degree, the model without understanding dissociation, and the initial mole number error model.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DENGAN IMAJINASI SOSIOLOGI Poerwanti Hadi Pratiwi; Nur Hidayah
Jurnal Kependidikan Vol. 46, No.1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1480.225 KB) | DOI: 10.21831/jk.v46i1.9575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran sosiologi dengan pendekatan imajinasi sosiologi di Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RD) yang dikembangkan oleh Thiagarajan (4-D model), yang dimodifikasi menjadi 3-D model. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) perangkat pembelajaran yang dikembangkan sudah layak digunakan berdasarkan pada hasil validasi ahli dan hasil uji coba terbatas yang sesuai dengan pendekatan imajinasi sosiologi, sehingga telah teruji secara teoritis dan empiris. 
DEVELOPING PERFORMANCE ASSESSMENT INSTRUMENT FOR MEASURING SCIENTIFIC ATTITUDES Debi Shinta; Dadan Rosana
Jurnal Kependidikan Vol. 1, No.1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.354 KB) | DOI: 10.21831/jk.v1i1.8421

Abstract

This study was aimed at developing an instrument of performance assessment based on the 7E learning cycle model and finding out the result of students’ scientific attitude measurement using the instrument. The study was conducted by adapting the Borg and Gall research method. The subjects of this study were students of grade eight of State Junior High School 2 Binangun, Cilacap, Central Java. Data were obtained from:  first, experts’ judgements in determining the content validity of the instrument. Second, scores of the limited field try-out used in determining the reliability of the instrument, data collection instruments in the form of observation sheet, self assessment, and peer assessment. Third, students’ scientific attitudes in field try-out used to show the result of the measurement using the instrument. Findings show that the developed instrument of performance assessment is valid and reliable; and feasible to be used for measuring scientific attittudes, with measurement results in the good category equally for the three data collection instrumentsPENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KINERJAUNTUK MENGUKUR SIKAP ILMIAHPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen performance assessment berbasis model learning cycle 7E yang layak digunakan dan mengetahui hasil pengukuran sikap ilmiah menggunakan instrumen yang telah dikembangkan. Penelitian ini dikembangkan dengan adaptasi model Borg and Gall. Subjek uji coba yaitu peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Binangun, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui: pertama, penilaian berdasarkan masukan para ahli, untuk menentukan validitas isi instrumen. Kedua, hasil uji coba terbatas untuk menentukan reliabilitas instrumen, instrumen pengumpulan data berupa lembar observasi, penilaian diri, dan penilaian antarteman. Ketiga, data hasil sikap ilmiah peserta didik pada uji coba lapangan digunakan untuk mengetahui hasil pengukuran dengan instrumen yang telah dikembangkan. Instrumen performance assessment berbasis model learning cycle 7E yang dikembangkan dinyatakan valid dan reliabel sehingga layak digunakan serta terbukti dapat digunakan untuk mengukur sikap ilmiah peserta didik dengan hasil ukur pada kategori baik yang setara pada ketiga instrumen pengumpulan data