cover
Contact Name
MERIL VALENTINE MANANGKOT
Contact Email
merilvalentine@unud.ac.id
Phone
+6281237456666
Journal Mail Official
copingners.journal@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Jln. PB Sudirman, Denpasar-Bali 80113
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Coping : Community of Publishing in Nursing
Published by Universitas Udayana
ISSN : 27151980     EISSN : 27151980     DOI : -
Core Subject : Health,
Community of Publishing in Nursing (COPING) merupakan e-journal yang disunting oleh Dewan Redaksi Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Jurnal ini merupakan salah satu wahana pengembangan Evidence Based Nursing dalam pengembangan dan update ilmu-ilmu keperawatan serta meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada pasien. Naskah yang diterima oleh redaksi merupakan karya asli, belum pernah dipublikasikan / tidak sedang dalam proses seleksi maupun editing pada jurnal lain. Naskah yang diterima berupa hasil penelitian pada berbagai bidang kajian keperawatan, meliputi pendidikan keperawatan, keperawatan medikal bedah, keperawatan maternitas, keperawatan anak, keperawatan jiwa, manajemen keperawatan, keperawatan komunitas, keperawatan keluarga, keperawatan gerontik, keperawatan gawat darurat kritis, keperawatan pariwisata, dan penggunaan teknologi dalam keperawatan. Naskah akan disunting oleh dewan redaksi dan mitra bestari sebelum diterbitkan.
Articles 96 Documents
EXPLORING THE KEY FACTORS SHAPING MENTAL HEALTH IN GEN Z: A SCOPING REVIEW Amin Aji Budiman; Elok Faradisa; Mira Wahyu Kusumawati; Nadya Karlina Megananda
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p04

Abstract

Generation Z (Gen Z) refers to individuals born between 1997 and 2012. Mental health refers to the emotional, psychological, and social conditions that affect how individuals think, feel, and behave. This generation tends to be independent, creative, unique characteristic and highly socially aware. However, they are also vulnerable to social and mental pressures due to the complex demands of life, which causes Generation Z to face specific challenges affecting their mental health. This scoping review discusses the factors influencing the mental health of Gen Z in the digital era. Articles were searched using databases including ScienceDirect, PubMed, Google Scholar, and ProQuest, focusing on publications from 2021 to 2025. The authors selected and analyzed articles using the PRISMA framework based on predetermined inclusion and exclusion criteria. The search across several electronic databases revealed 538 research articles. After screening, a total of 15 articles were analyzed. The results identified factors influencing the mental health of Gen Z, such as social support (emotional, instrumental, informational, and friendship support), family environment, work-related stress, personal issues, exposure to negative content on social media (including cyberbullying, fake news, and body shaming), online gaming, technology use, and coping mechanisms. Gaining insight into the factors influencing the mental health of Gen Z can help in preventing mental and emotional disorders and support the promotion of overall well-being.
PENERAPAN PROTOKOL DEEP VEIN THROMBOSIS (DVT) PROPHYLAXIS MELALUI PENGGUNAAN STOCKING KOMPRESI PADA PASIEN PASCA ICU YANG AKAN MELAKUKAN PERJALANAN WISATA Putu Rapita Dewi; Made Oka Ari Kamayani
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i04.p04

Abstract

Deep Vein Thrombosis (DVT) merupakan kondisi pembekuan darah di vena dalam yang berpotensi menyebabkan komplikasi serius seperti emboli paru. Pasien pasca perawatan intensif (ICU) memiliki risiko tinggi mengalami DVT akibat imobilisasi, gangguan sirkulasi, serta kondisi medis yang mendasari. Risiko ini meningkat ketika pasien melakukan perjalanan wisata jarak jauh. Salah satu metode profilaksis DVT yang efektif adalah penggunaan stocking kompresi elastik, yang memberikan tekanan bertingkat pada tungkai bawah guna mendorong aliran darah kembali ke jantung dan mencegah stasis vena. Kajian ini menggunakan pendekatan naratif dengan menelusuri literatur dari berbagai jurnal ilmiah mengenai penggunaan stocking kompresi pada pasien pasca ICU yang akan bepergian. Hasil kajian menunjukkan bahwa stocking kompresi terbukti secara signifikan menurunkan risiko kejadian DVT, baik pada pasien rawat inap maupun pada individu yang melakukan perjalanan panjang. Meskipun demikian, pemakaian stocking harus disesuaikan dengan kondisi pasien agar tetap aman dan efektif.
PENINGKATAN MOTIVASI MENOLONG SEKAA TRUNA-TRUNI MELALUI PENDEKAR (PENDIDIKAN KEGAWATDARURATAN) I Made Suindrayasa; Hendry Irawan; I Kadek Saputra
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p08

Abstract

Kejadian kegawatdaruratan merupakan kondisi mengancam nyawa dan kecacatan. Dalam kondisi kegawatdaruratan semakin cepat pertolongan diberikan akan meningkatkan keselamatan korban. Perlu motivasi menolong seseorang dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan. Remaja merupakan karakteristik yang cocok menjadi seorang penolong. Motivasi menolong terbentuk apabila seseorang memiliki kecukupan dalam pengetahuan untuk melakukan pertolongan kegawatdaruratan. Perlu dilakukan pendidikan kegawatdaruratan yang mencakup peningkatan pengetahuan menolong dan memotivasi seseorang untuk melakukan pertolongan. PENDEKAR (Pendidikan Kegawatdaruratan) merupakan salah satu pelatihan yang diharapkan meningkatkan motivasi menolong remaja. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarat ini adalah meningkatkan motivasi menolong remaja. Tempat pelaksanaan dari kegiatan ini adalah di Desa Wisata Medewi Kabupaten Jembrana. Responden dari kegiatan ini adalah remaja yang tergabung dalam Sekaa Truna-Truni. Metode kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi, simulasi, dan pemberian kuesioner motivasi menolong sebelum dan sesudah kegiatan. Teknik sampel dalam kegiatan ini adalah purposive sampling. Jumlah responden dalam kegiatan ini adalah 42 remaja. Hasil dari analisis kuesioner pre dan post didapat p-value 0,000 (p-value < 0,05). Analisis data bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil ini menunjukkan bahwa ada pengaruh PENDEKAR terhadap peningkatan motivasi menolong pada Sekaa Truna-Truni Desa Wisata Medewi Kabupaten Jembrana. Simpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan atau pendidikan kegawatdaruratan kesehatan dan bencana dapat meningkatkan pengetahuan dan motivasi menolong remaja.
HUBUNGAN PENGGUNAAN TERAPI KOMPLEMENTER DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN ANTIHIPERTENSI PADA LANSIA Yunita Nur Fadilla; Putu Ayu Sani Utami; I Kadek Saputra; Ni Komang Ari Sawitri
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p11

Abstract

Hipertensi merupakan satu dari banyaknya penyakit tidak menular yang paling umum terjadi pada lansia dan dapat ditangani melalui terapi farmakologis maupun nonfarmakologis, salah satunya terapi komplementer. Namun, penggunaan terapi komplementer dapat memengaruhi kepatuhan pengobatan antihipertensi lansia. Kepatuhan mengkonsumsi obat antihipertensi sangatlah penting, agar tidak terjadi komplikasi yang dapat menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan penggunaan terapi komplementer dengan kepatuhan pengobatan antihipertensi lansia. Metode penelitian adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel yang digunakan sejumlah 54 orang lansia yang mendapatkan obat antihipertensi dari Puskesmas Blahbatuh II dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan Spearman’s Rank. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 57,4% lansia menggunakan terapi komplementer dan sebanyak 68,5% patuh berobat. Hasil uji Spearman’s Rank didapatkan p = 0,106 > 0,05 yang berarti tidak terdapat hubungan. Jadi, penggunaan terapi komplementer tidak memengaruhi kepatuhan pengobatan antihipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Blahbatuh II. Lansia hanya menggunakan terapi komplementer sebagai pendamping terapi farmakologis untuk menunjang pengobatannya.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU TENTANG PENCEGAHAN HIV-AIDS PADA SISWA SMK KESEHATAN I Made Agus Jaya Wardana; Nyoman Agus Jagat Raya; Gusti Ayu Ary Antari; Ni Putu Emy Darma Yanti
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p14

Abstract

Siswa Sekolah Menengah Kejuruan adalah salah satu kelompok remaja akhir dengan usia 15 hingga 18 tahun yang berisiko tertular HIV-AIDS. Remaja yang kurang mengetahui pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang pencegahan HIV-AIDS berisiko terjangkit HIV-AIDS. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku pada siswa di salah satu SMK Kesehatan mengenai pencegahan HIV-AIDS. Pengambilan data primer dilakukan dengan teknik analisis data univariat. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dan menggunakan teknik total sampling, dengan total responden adalah 50 orang. Hasil penelitian didapatkan mayoritas siswa SMK Kesehatan dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 49 orang (98%) dengan median usia 16 tahun. Siswa kelas XI berjumlah lebih banyak, yakni 32 orang (64%). Sebagian besar siswa memiliki pengetahuan yang rendah dengan jumlah 32 orang (64%), sebanyak 25 orang (50%) mempunyai sikap yang baik, 25 orang (50%) lagi mempunyai sikap yang kurang baik, dan terdapat 48 orang (96%) siswa memiliki perilaku yang tidak berisiko HIV-AIDS. Maka dari itu, dapat disimpulkan pengetahuan siswa tentang pencegahan HIV-AIDS masih kategori rendah. Sangat penting adanya sosialisasi rutin tentang HIV-AIDS siswa SMK Kesehatan guna meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan HIV-AIDS.
GAMBARAN KARAKTERISTIK GEJALA KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI (KIPI) VAKSIN COVID-19 PADA MAHASISWA KEPERAWATAN Defi Yanti Sakau; Grenisa Stevana Topuh; Trifena Gabriela Dalope; Eva Veronica Gultom; Sumiaty Aiba
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p15

Abstract

Vaksin Corona Virus Disease 19 (COVID-19) merupakan sel utuh yang dimatikan  atau dilemahkan sehingga pada saat dimasukkan ke dalam tubuh dengan demikian dapat berpotensi menyebabkan beragam efek imunologis yang disebut dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi bukan hanya memberikan gejala lokal seperti nyeri pada area penyuntikan dan demam, tetapi juga menimbulkan gejala berat seperti vertigo dan sesak napas. Hasil mini survei menunjukkan beberapa mahasiswa keperawatan memiliki gejala KIPI, yakni demam, pusing, nyeri pada lokasi penyuntikan, sesak, mual, pegal, mengantuk, dan lapar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik gejala KIPI pada 325 mahasiswa,  teknik sampling yang telah digunakan adalah purposive sampling, sebanyak 180 responden dengan kriteria inklusi mahasiswa yang telah menerima vaksin COVID-19. Hasil karakteristik gejala Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada mahasiswa keperawatan yaitu, nyeri pada area penyuntikan 141 (78,33%), panas pada area penyuntikan 47 (26,11%), demam 108 (60,00%), nyeri otot 137 (76,11%), lemas 116 (66,44%), nyeri sendi 75 (41,67%), pusing 56 (31,11%), nafsu  makan menurun 36 (20%), vertigo 20 (11,11%), dan sesak napas 5 (2,78%). Mayoritas mahasiswa keperawatan mengalami gejala KIPI ringan yaitu, nyeri pada area penyuntikan sebanyak (78,33%) akan tetapi, beberapa mahasiswa keperawatan yang mengalami gejala KIPI berat seperti vertigo sebanyak (11,11%). Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan metode univariat dengan menggunakan metode deskriptif analitik.

Page 10 of 10 | Total Record : 96