Coping : Community of Publishing in Nursing
Community of Publishing in Nursing (COPING) merupakan e-journal yang disunting oleh Dewan Redaksi Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Jurnal ini merupakan salah satu wahana pengembangan Evidence Based Nursing dalam pengembangan dan update ilmu-ilmu keperawatan serta meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada pasien. Naskah yang diterima oleh redaksi merupakan karya asli, belum pernah dipublikasikan / tidak sedang dalam proses seleksi maupun editing pada jurnal lain. Naskah yang diterima berupa hasil penelitian pada berbagai bidang kajian keperawatan, meliputi pendidikan keperawatan, keperawatan medikal bedah, keperawatan maternitas, keperawatan anak, keperawatan jiwa, manajemen keperawatan, keperawatan komunitas, keperawatan keluarga, keperawatan gerontik, keperawatan gawat darurat kritis, keperawatan pariwisata, dan penggunaan teknologi dalam keperawatan. Naskah akan disunting oleh dewan redaksi dan mitra bestari sebelum diterbitkan.
Articles
96 Documents
GAMBARAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA PRASEKOLAH DI PAUD GANESWARA, KARANGASEM
Galuh Suryati Nareswari;
Luh Mira Puspita;
Ni Luh Putu Eva Yanti;
Kadek Cahya Utami
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p06
Perkembangan sosial emosional pada anak merupakan aspek penting yang dapat memengaruhi hubungan ataupun interaksi sosial individu dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya. Keterlambatan perkembangan sosial emosional dapat menyebabkan terjadinya masalah sosial emosional berupa penyimpangan perilaku seperti perilaku agresif, gangguan kecemasan, dan tidak mampu mengontrol emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perkembangan sosial emosional anak usia prasekolah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel 42 orang. Instrumen pengambilan data yang digunakan adalah kuesioner The Ages and Stages Questionnaries Social Emotional 2 (ASQ-SE:2) versi Bahasa Indonesia dengan dua kategori usia yaitu tahapan usia 48 bulan dan 72 bulan. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan sosial emosional anak usia prasekolah di PAUD Ganeswara dalam kategori normal yaitu 16 responden (38,1%), monitor 14 responden (33,3%), dan perlu rujukan ahli 12 responden (28,6%). Orang tua/wali diharapkan dapat meningkatkan interaksi untuk memberikan stimulus danmengoptimalkan perkembangan sosial emosional anak.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2
I Kadek Jodi;
Gusti Ayu Ary Antari;
I Made Suindrayasa;
Desak Made Widyanthari
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p03
Diabetes melitus tipe 2 sering disebut silent killer disease, karena seringkali pasien tidak menyadari dirinya mengalami diabetes hingga muncul komplikasi. Salah satu pilar pengelolaan diabetes melitus yang penting adalah pengaturan diet. Pada penderita diabetes melitus tipe 2, diet merupakan dasar penatalaksanaan yaitu pengaturan makan dengan memberikan dan memperhatikan unsur makanan esensial sesuai dengan kebutuhan energi. Dukungan keluarga adalah salah satu faktor yang berkontribusi kuat untuk mempengaruhi akan kepatuhan diet pada pasien diabetes tipe 2. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet diabetes pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas 1 Denpasar Timur. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study yang dilaksanakan pada Bulan April-Juni 2024. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dan didapatkan 31 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Alat ukur yang digunakan adalah Hensarling Diabetes Family Support scale untuk mengukur dukungan keluarga dan Perceived Dietary Adherence Questionnaire untuk mengukur kepatuhan diet. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dukungan keluarga pada pasien diabetes melitus tipe 2 sebagian besar baik, yaitu sebanyak 28 orang (53,7%). Kepatuhan diet pada pasien diabetes melitus tipe 2 tertinggi sebanyak 19 orang (61,3%). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif kuat yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet (p-value = 0,000 ; rₛ = 0,634). Dari penelitian ini, diharapkan bagi penelitian selanjutnya dapat menambahkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi dukungan keluarga terhadap kepatuhan diet.
HUBUNGAN PERSEPSI PENYAKIT DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN PADA LANJUT USIA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TABANAN III
Ni Putu Aprilia Olga Pania;
Gusti Ayu Ary Antari;
Ni Kadek Ayu Suarningsih;
Desak Made Widyanthari
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p09
Hipertensi merupakan masalah kesehatan serius karena prevalensi yang terus meningkat dan risiko komplikasi penyakit yang tinggi. Untuk meningkatkan outcome klinis, pasien hipertensi harus patuh dalam mengonsumsi obat anti hipertensi. Studi yang ada menunjukkan tingkat kepatuhan pasien masih bervariasi, dimana masalah kepatuhan ini paling sering ditemukan pada kelompok lanjut usia. Salah satu faktor yang berkaitan dengan kepatuhan adalah persepsi penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan pengobatan pada lanjut usia hipertensi. Penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif korelatif dengan rancangan cross-sectional. Sebanyak 94 sampel terlibat dalam penelitian ini yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner HBM untuk mengukur persepsi penyakit dan kuesioner MMAS untuk mengukur kepatuhan pengobatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi penyakit pada lansia hipertensi sebagian besar dalam kategori sedang yaitu sebanyak 49 orang (52,1%) sedangkan kepatuhan pengobatan pada lansia hipertensi mayoritas dalam kategori tinggi yaitu sebanyak 52 orang (55,3%). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan pengobatan (p-value = 0,001; rs= 0,332). Dari penelitian ini, diharapkan perawat dapat mendukung dan mengembangkan persepsi positif bagi pasien sehingga dapat meningkatkan kepatuhan pengobatan.
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA GIGITAN ULAR PADA KELOMPOK PETANI DI BANJAR PALAK DESA SUKAWATI
Ni Made Dwiyana Sinta;
Meril Valentine Manangkot;
Made Oka Ari Kamayani;
I Made Suindrayasa
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p01
Gigitan ular merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi di daerah pedesaan, terutama di kalangan masyarakat yang bekerja sebagai petani. Minimnya pengetahuan tentang pertolongan pertama dapat memperburuk kondisi korban. Pertolongan pertama wajib dilakukan untuk menyelamatkan nyawa atau mencegah terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang pertolongan pertama gigitan ular pada kelompok petani di Banjar Palak Desa Sukawati. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2025 dengan metode analisis deskriptif. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 60 orang yang didapatkan melalui teknik total sampling. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan kuesioner Pengetahuan Pertolongan Pertama Gigitan Ular yang dibuat oleh peneliti dan sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukan tingkat pengetahuan tentang pertolongan pertama gigitan ular mayoritas pada kategori pengetahuan tinggi sebanyak 46 orang (76,70%), kategori pengetahuan sedang sebanyak 11 orang (18,30%), dan kategori pengetahuan rendah sebanyak 3 orang (5%). Dapat disimpulkan meskipun mayoritas memiliki pengetahuan kategori tingkat tinggi akan tetapi masih ada sebagian kecil memiliki pemahaman yang kurang tepat mengenai pertolongan pertama. Intervensi lebih lanjut diperlukan baik dalam bentuk penyuluhan atau paparan informasi yang lebih luas melalui berbagai media agar pemahaman masyarakat semakin baik dan dapat mengurangi risiko komplikasi akibat kesalahan dalam melakukan pertolongan pertama gigitan ular gigitan ular.
PENGARUH PENDIDIKAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PENGETAHUAN DAN KESIAPAN MENGHADAPI MENARCHE PADA REMAJA DI SDN 2 SESETAN
Yenita Wulandari;
Ida Arimurti Sanjiwani;
Ika Widi Astuti;
I Gusti Ayu Pramitaresthi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p10
Menarche merupakan tanda peralihan seorang perempuan menuju proses pendewasaan. Remaja yang tidak siap menghadapi menarche akan muncul beberapa dampak negatif seperti takut, cemas, bingung, malu, frustasi, dan kurang percaya diri. Pendidikan teman sebaya adalah suatu metode penyampaian informasi yang disampaikan melalui teman yang memiliki kesamaan umur, kelas, ataupun status. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan teman sebaya terhadap pengetahuan dan kesiapan menghadapi menarche pada remaja di SDN 2 Sesetan. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Besar sampel pada penelitian ini adalah 30 orang siswi yang terbagi menjadi 6 orang sebagai pendidik teman sebaya dan 24 menjadi responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling pada siswi kelas V. Intervensi diberikan oleh pendidik teman sebaya yang dilakukan selama 7 hari pada responden. Hasil uji Wilcoxon pada variabel pengetahuan didapatkan hasil (p = 0,003 < 0,05). Hasil uji Wilcoxon pada variabel kesiapan didapatkan hasil (p = 0,025 < 0,05). Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan teman sebaya terhadap pengetahuan dan kesiapan menghadapi menarche pada remaja di SDN 2 Sesetan. Penelitian ini diharapkan sebagai acuan untuk menambah pengetahuan dan memberikan sikap yang baik saat mengalami menstruasi awal melalui peran teman sebaya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KESIAPAN PERAWAT DALAM MEMBERIKAN PERAWATAN PALIATIF PADA PASIEN KANKER
Ni Putu Dwi Ratna Dewi;
Putu Oka Yuli Nurhesti;
Komang Menik Sri Krisnawati;
Ni Putu Emy Darma Yanti
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p03
Sel-sel tubuh yang berkembang biak secara abnormal merupakan sumber dari penyakit kanker. Kondisi kanker dapat menimbulkan berbagai gejala yang kompleks, sehingga meningkatkan kebutuhan pasien kanker terhadap perawatan paliatif. Dalam memberikan perawatan paliatif kepada pasien kanker, peran perawat sangatlah penting. Akan tetapi pada kenyataannya, perawat tidak siap memberikan perawatan paliatif. Salah satu faktor yang memengaruhi kesiapan perawat untuk memberikan perawatan paliatif adalah tingkat pengetahuan mereka tentang praktik perawatan paliatif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara pengetahuan perawat dan kesiapan memberikan perawatan paliatif kepada pasien kanker. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional dan desain cross-sectional. Proses pengumpulan data dilakukan selama bulan Januari 2025. Berdasarkan teknik pengambilan sampel secara total sampling, 50 sampel perawat digunakan dalam penelitian ini. Dua kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, yaitu kuesioner Kesiapan Perawat dan kuesioner Palliative Care Quiz for Nursing-Indonesian Version (PCQN-I) digunakan untuk mengumpulkan data. Dengan nilai p=0,049 dan nilai r=0,280, hasil uji Spearman Rank penelitian ini menunjukkan adanya korelasi antara pengetahuan perawat dengan kesiapan mereka dalam memberikan perawatan paliatif kepada pasien kanker. Kekuatan hubungan ini lemah ke arah hubungan positif, sehingga semakin berpengetahuan perawat, semakin siap mereka melakukan perawatan paliatif. Berdasarkan hal tersebut, perawat diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang perawatan paliatif agar dapat lebih siap dalam melakukan perawatan paliatif pada pasien kanker.
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN BANTUAN HIDUP DASAR MAHASISWA KEPERAWATAN ANGGOTA DAN NON-ANGGOTA VOLUNTARY NURSING TEAM DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA
Rapmauli Tambunan;
I Kadek Saputra;
I Gusti Ngurah Juniartha;
I Made Suindrayasa
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p04
Voluntary Nursing Team (VNT) adalah komunitas mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang berfokus pada pengembangan kompetensi kegawatdaruratan, salah satunya Bantuan Hidup Dasar (BHD). Keterampilan BHD menjadi krusial dalam menangani kasus henti jantung, karena keterlambatan penanganan dapat mengurangi peluang kelangsungan hidup hingga 7-10% setiap menit. Anggota VNT mendapatkan pelatihan intensif yang tidak tersedia bagi mahasiswa non-anggota, meliputi pendidikan dan latihan mengenai BHD serta simulasi penanganan kegawatdaruratan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan dalam tingkat pengetahuan BHD antara mahasiswa keperawatan yang menjadi anggota VNT dan yang tidak menjadi anggota VNT di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, mengingat pentingnya BHD dalam praktik keperawatan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain komparatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dan disebarkan kepada 84 mahasiswa keperawatan, terdiri dari 42 anggota VNT dan 42 non-anggota VNT. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney untuk membandingkan tingkat pengetahuan BHD antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam tingkat pengetahuan BHD antara anggota dan non-anggota VNT (p < 0,05). Mahasiswa anggota VNT memiliki tingkat pengetahuan BHD yang lebih tinggi dibandingkan non-anggota dengan skor rata-rata anggota VNT adalah 72,68 dan skor rata-rata non anggota VNT adalah 55,73. Hal ini mengindikasikan bahwa program pelatihan yang diselenggarakan oleh VNT berkontribusi positif terhadap peningkatan pengetahuan BHD. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pelatihan yang diberikan oleh VNT efektif dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa keperawatan di bidang kegawatdaruratan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan program serupa di institusi pendidikan di bidang kesehatan lainnya untuk mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa secara menyeluruh.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KEMAMPUAN PERAWATAN DIRI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH PUSKESMAS II DENPASAR BARAT
Shanti Tresna Catur Cahyani;
Ni Kadek Ayu Suarningsih;
Nyoman Agus Jagat Raya;
Desak Made Widyanthari
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p10
Hipertensi adalah salah satu penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia khususnya di Kota Denpasar. Perawatan diri yang efektif dan dukungan sosial yang kuat memainkan peran penting dalam pengelolaan hipertensi. Penelitian ini berusaha untuk mengeksplorasi hubungan antara dukungan sosial dan kemampuan perawatan diri di antara pasien dengan hipertensi di UPTD Puskesmas II Denpasar Barat. Penelitian ini menggunakan metodologi korelasional kuantitatif dengan desain potong lintang. Sampel untuk penelitian ini terdiri dari 55 responden menggunakan teknik convenience sampling. Data dukungan sosial diukur menggunakan kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) sedangkan data kemampuan perawatan diri diukur menggunakan kuesioner Exercise of Self-Care Agency Scale. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa sebagian besar pasien dengan hipertensi menunjukkan tingkat dukungan sosial yang tinggi (96,4%) dan menunjukkan kemampuan perawatan diri yang sangat baik (87,3%). Temuan dari uji statistik Pearson Product Moment menunjukkan hubungan yang signifikan (nilai p = 0,000), dengan korelasi yang sangat kuat diamati dalam penelitian ini (r = 0,570). Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial berperan penting dalam meningkatkan kemampuan perawatan diri pada pasien hipertensi. Partisipasi keluarga, teman, dan orang-orang terdekat perlu dipertimbangkan dalam penanganan hipertensi.
PENGARUH EDUKASI DENGAN VIDEO MELALUI PLATFORM TIKTOK TERHADAP EFIKASI DIRI SISWA DALAM MEMBERIKAN PERTOLONGAN PERTAMA KECELAKAAN LALU LINTAS
Ni Luh Putu Yunita Kristina;
Made Oka Ari Kamayani;
Meril Valentine Manangkot;
I Kadek Saputra
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p13
Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu penyebab utama kematian dan cedera di dunia, termasuk di Kota Denpasar yang mencatat angka kecelakaan tertinggi di Bali. Pengetahuan tentang pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas adalah segala sesuatu yang diketahui seseorang terkait dengan pertolongan segera yang diberikan kepada korban kecelakaan sebelum ditangani oleh paramedis. Pengetahuan erat kaitannya dengan efikasi diri. Kurangnya pengetahuan khususnya siswa, dalam memberikan pertolongan pertama. Edukasi melalui media digital seperti video di platform TikTok menjadi salah satu inovasi untuk meningkatkan efikasi diri siswa dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi dengan video melalui platform TikTok terhadap efikasi diri siswa dalam memberikan pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas di SMK N 1 Denpasar. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan Pre-Test dan Post-Test. Sampel penelitian adalah siswa SMK N 1 Denpasar yang diambil menggunakan teknik cluster sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner efikasi diri yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Intervensi yang diberikan berupa edukasi melalui video animasi TikTok, diberikan sebanyak satu kali selama 15 menit. Setelah itu diberikan link TikTok agar siswa bisa menonton edukasi berulang kali. Analisis data dilakukan dengan uji statistik untuk membandingkan skor efikasi diri sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok responden. Responden berjumlah 41 orang didapatkan hasil dari Pre-Test efikasi diri sebagian besar dengan kategori sedang yaitu 33 orang (80,5%) sedangkan hasil dari Post-Test efikasi diri sebagian besar dengan kategori tinggi yaitu 29 orang (70,7%).
PENGETAHUAN DAN SIKAP MENGENAI PREMARITAL SCREENING PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI DESA ABIANSEMAL
Ni Kadek Maya Maylina;
I Gusti Ayu Pramitaresthi;
Ika Widi Astuti;
Ida Arimurti Sanjiwani
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p05
Kesehatan sebelum menikah pada calon pengantin terutama pada perempuan sangat penting diperhatikan karena berhubungan dengan risiko terjadi masalah kesehatan pada calon pengantin maupun calon bayi. Premarital screening merupakan suatu bentuk pencegahan risiko kesehatan yang dapat dilakukan pada masa pra nikah. Wanita Usia Subur (WUS) yang belum menikah dalam rentang usia 17-25 tahun menjadi sasaran yang tepat untuk meningkatkan informasi dan memperkenalkan screening kesehatan pra nikah karena berada pada masa transisi menuju kehidupan pernikahan dan reproduksi. Pengetahuan dan sikap sangat relevan terutama dalam mendukung pelaksanaan program premarital screening. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap mengenai premarital screening pada wanita usia subur di Desa Abiansemal. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan 235 responden di wilayah Desa Abiansemal berdasarkan quota random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil analisis penelitian menggunakan analisis univariat didapatkan hasil responden dengan pengetahuan baik sebanyak 157 orang (66,8%) dan responden dengan sikap yang positif sebanyak 154 responden (65,5%). Berdasarkan hasil uji univariat, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik dan sikap positif terkait premarital screening. Diharapkan bagi puskesmas untuk lebih menambah sosialisasi pelaksanaan premarital screening dan menjalankan program premarital screening pada WUS.