cover
Contact Name
MERIL VALENTINE MANANGKOT
Contact Email
merilvalentine@unud.ac.id
Phone
+6281237456666
Journal Mail Official
copingners.journal@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Jln. PB Sudirman, Denpasar-Bali 80113
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Coping : Community of Publishing in Nursing
Published by Universitas Udayana
ISSN : 27151980     EISSN : 27151980     DOI : -
Core Subject : Health,
Community of Publishing in Nursing (COPING) merupakan e-journal yang disunting oleh Dewan Redaksi Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Jurnal ini merupakan salah satu wahana pengembangan Evidence Based Nursing dalam pengembangan dan update ilmu-ilmu keperawatan serta meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada pasien. Naskah yang diterima oleh redaksi merupakan karya asli, belum pernah dipublikasikan / tidak sedang dalam proses seleksi maupun editing pada jurnal lain. Naskah yang diterima berupa hasil penelitian pada berbagai bidang kajian keperawatan, meliputi pendidikan keperawatan, keperawatan medikal bedah, keperawatan maternitas, keperawatan anak, keperawatan jiwa, manajemen keperawatan, keperawatan komunitas, keperawatan keluarga, keperawatan gerontik, keperawatan gawat darurat kritis, keperawatan pariwisata, dan penggunaan teknologi dalam keperawatan. Naskah akan disunting oleh dewan redaksi dan mitra bestari sebelum diterbitkan.
Articles 96 Documents
ACCEPTANCE AND USE OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) AMONG NURSING STUDENTS: A SCOPING REVIEW Annisa Pratiwi; Zainal Abidin; Rizeki Dwi Fibriansari; Anggia Astuti
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p02

Abstract

Artificial intelligence (AI) had the potential to transform nursing education and practices. Nursing students need to be prepared to understand, accept, and use AI. However, nursing students experienced various challenges in using AI. This scoping review aimed to map the literature related to the acceptance and use of AI among nursing students. This scoping review followed the framework by Arksey and O’Malley. Inclusion criteria were AI-related studies involving nursing students, published in English (2015-2025), and available in full text. The search and selection of articles were shown in the PRISMA-SR flow diagram. Data extraction was done by creating a table. This research identified nine articles. Most studies reported positive attitudes and high readiness among nursing students to accept and use AI. Students used AI for learning, completing academic assignments, and supporting clinical practice. Influencing factors included AI literacy, personality, smart device addiction, and prior technology experience. Main challenges identified were lack of AI-focused training and curriculum, financial barriers, and concerns about data reliability. Nursing students generally demonstrated positive acceptance and use of AI, but significant gaps remained in training, curriculum integration, and access. These challenges are addressed through structured education, financial support, and ethical guidelines to optimize AI in nursing education and practices.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG ANEMIA MENGGUNAKAN TIKTOK TERHADAP KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA SISWI DI SMAN 5 DENPASAR Putu Ayu Windu Saridewi; I Gusti Ayu Pramitaresthi; Ika Widi Astuti; Ida Arimurti Sanjiwani
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p06

Abstract

Anemia pada remaja putri menjadi salah satu penyebab komplikasi pada periode perinatal yang berdampak pada kematian ibu. Pemberian tablet tambah darah (TTD) menjadi salah satu program pemerintah untuk mencegah anemia pada remaja putri, namun terdapat banyak hambatan dalam pelaksanaannya. Hal ini dapat menyebabkan rendahnya angka kepatuhan dalam konsumsi tablet tambah darah (TTD) pada remaja putri. Pemberian pendidikan kesehatan tentang anemia merupakan salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kepatuhan dalam konsumsi tablet tambah darah (TTD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang anemia menggunakan TikTok terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) pada siswi di SMAN 5 Denpasar. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-experimental design dengan rancangan one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel secara stratified random sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 64 siswi kelas XI. Pengambilan data menggunakan kuesioner kepatuhan. Analisis data menggunakan uji McNemar. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pemberian pendidikan kesehatan tentang anemia menggunakan TikTok terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada siswi di SMAN 5 Denpasar (p-value 0,000 < 0,05). Diharapkan remaja putri dapat secara rutin untuk mengkonsumsi TTD dan metode pendidikan kesehatan anemia ini dapat diterapkan di sekolah sehingga mampu menurunkan prevalensi kejadian anemia pada remaja putri.
PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI PENCEGAHAN BUNUH DIRI (PBD) TERHADAP SELF-AWARENESS REMAJA DI SMAN 1 DAWAN Gusti Ayu Putu Mira Trisnayanthi; Ni Made Dian Sulistiowati; Meril Valentine Manangkot
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p01

Abstract

Bunuh diri adalah tindakan melukai diri sendiri dengan sengaja untuk mengakhiri hidup, dan sering terjadi di kalangan remaja. Salah satu cara mencegahnya adalah dengan meningkatkan kesadaran diri (self-awareness) remaja, yang merupakan kemampuan memahami diri sendiri dan lingkungan sekitar. Peningkatan kesadaran diri dapat dicapai melalui edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi pencegahan bunuh diri terhadap kesadaran diri remaja di SMAN 1 Dawan, yang dilakukan dalam dua kali pertemuan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimental one group pretest and posttest. Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling dengan 27 siswa SMAN 1 Dawan sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner SAOQ (Self-Awareness Outcome Questionnaire). Hasil uji paired t-test menunjukkan p = 0,364 (p > 0,05) yang berarti tidak signifikan. Simpulannya, tidak ada pengaruh edukasi pencegahan bunuh diri terhadap kesadaran diri remaja di SMAN 1 Dawan. Pihak sekolah disarankan untuk lebih menonjolkan program konseling dan memberikan edukasi tentang kesehatan mental kepada siswa.  
AKTIVITAS FISIK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN DIABETES MELITUS TIPE 2 - SEBUAH KAJIAN PUSTAKA Muhammad Samudra Anugrah; Govinda Vittala; I Dewa Gede Alit Kamayoga; Made Hendra Satria Nugraha
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p15

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit yang menjadi perhatian global saat ini. DM adalah penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah di atas ambang batas fisiologis (hyperglycemia) dalam jangka waktu yang panjang. DM tipe 2 adalah ketika hyperglycemia dalam jangka panjang terjadi disebabkan oleh resistensi insulin. DM memiliki faktor risiko yang dapat diubah dan tidak dapat diubah. Salah satu faktor yang dapat diubah adalah tingkat aktivitas fisik. Kajian pustaka ini ditujukan untuk mengidentifikasi lebih jauh peran aktivitas fisik sebagai upaya pencegahan dan penanganan DM tipe 2. Kajian pustaka ini menggunakan data sekunder dari database Pubmed berupa kajian artikel ilmiah yang berkaitan dengan aktivitas fisik pada penderita DM tipe 2. Dari hasil pencarian literatur dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik berupa olahraga aerobik dengan intensitas sedang hingga berat selama 18-40 menit maupun anaerobik efektif dalam menstabilkan gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, dan menurunkan sekresi insulin pada penderita DM tipe 2 dan pada orang sehat pada rentang usia yang luas mulai dari anak-anak hingga lansia dengan olahraga aerobik post-prandial cenderung lebih efektif menstabilkan gula darah sehingga aktivitas fisik menjadi upaya penting dalam pencegahan dan penanganan DM tipe 2.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN DIET PADA LANSIA DENGAN DIABETES MELLITUS I Wayan Gede Saraswasta; Amalia Dewi Ariyanti; I Made Cahyadi Agastiya; Dikra Rahayu
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p05

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Ketidakpatuhan terhadap perawatan mengakibatkan pasien DM mengalami kegagalan dalam pengontrolan. Pengetahuan merupakan tahapan awal dalam membentuk perilaku kepatuhan. Selain itu, dukungan keluarga juga menjadi faktor penting untuk pemeliharaan perilaku kesehatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan diet DM pada lansia. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling sebanyak 64 lansia dengan DM. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu HDFSS, PDAQ, dan kuesioner tingkat pengetahuan yang sudah valid dan reliabel. Uji chi-square digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat pengetahuan dengan kepatuan diet DM pada lansia berturut-turut dengan p-value 0,005 dan 0,006 (<0,05). Hal tersebut menunjukkan ada hubungan antara antara dukungan keluarga dan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan diet DM pada lansia. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan intervensi untuk meningkatkan kepatuahan diet DM pada lansia.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN GAYA HIDUP TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA LANSIA DI DESA KOTA BATU I Wayan Gede Saraswasta; Florisma Arista Riti Tegu; A.A.Ayu Emi Primayanthi; Rabita Trisna Sucitra
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p08

Abstract

Lansia sering mengalami gejala stres seperti mudah cemas dan sulit tidur yang mempengaruhi kualitas tidur. Selain itu, lansia cenderung memiliki gaya hidup kurang aktif dan pola makan tidak teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan gaya hidup terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Kota Batu RT 04/RW 14. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 38 responden diambil menggunakan teknik non-probability sampling. Instrumen pengumpulan data meliputi kuesioner DASS-42 untuk stres, kuesioner gaya hidup, dan Kuesioner Kualitas Tidur (KKT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat stres sangat parah berjumlah 21 (55,3%), responden dengan gaya hidup cukup berjumlah 25 (65.8%), dan responden dengan kualitas tidur buruk sejumlah 21 (55,3%). Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres terhadap kualitas tidur dengan nilai p-value sebesar 0,002 serta adanya hubungan yang signifikan antara gaya hidup terhadap kualitas tidur dengan nilai p-value 0,029.  Tingkat stres yang tinggi dan gaya hidup berkontribusi terhadap kualitas tidur. Oleh karena itu, pengelolaan stres yang efektif dan penerapan gaya hidup perlu menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan kualitas tidur dan kesejahteraan lansia.
PENGARUH EDUKASI TERSTRUKTUR DAN LATIHAN YOGA BERSAMA CAREGIVER TERHADAP PENGETAHUAN DAN KECEMASAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI INDONESIA Ni Kadek Diah Purnamayanti; Alfonsius Ade Wirawan; Made Juliani; Ida Ayu Diah Purnamasari; Made Satya Nugraha Gautama; Ratna Wirawati Rosyida
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p12

Abstract

Diabetes merupakan penyakit kronis yang memerlukan resiliensi dalam perawatan sepanjang hayat. Dalam upaya peningkatan kepatuhan manajemen diri diperlukan edukasi terstruktur dan intervensi holistik untuk meningkatkan pengetahuan dan kecemasan pasien diabetes. Intervensi holistik yang direkomendasikan untuk pasien dan keluarga sebagai caregiver adalah yoga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi terstruktur dan yoga bersama caregiver terhadap pengetahuan dan kecemasan pasien diabetes melitus tipe II. Jenis penelitian adalah Kuasi eksperimental pre dan posttest design. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Intervensi edukasi terstruktur dan yoga menggunakan media WhatsApp berlangsung selama 5 minggu. Luaran yang diukur adalah pengetahuan (DKQ-24) dan kecemasan (ZSAS score). Hasil uji beda mengenai skor DKQ-24 pada pasien diabetes tipe II adalah p = 0,0001. Hasil uji beda mengenai skor ZSAS pada pasien diabetes tipe II adalah p = 0,056. Edukasi terstruktur dan yoga bersama caregiver berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan pasien namun tidak terhadap kecemasan pasien. Peran dukungan keluarga sebagai caregiver menjadi penting dalam perawatan pasien.
IDENTIFIKASI HAMBATAN PADA ORANG AWAM UNTUK MEMBERIKAN RESUSITASI JANTUNG PARU: SCOPING REVIEW I Gusti Ngurah Juniartha; Indriana Noor Istiqomah; Retno Tri Astuti Ramadhana
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p03

Abstract

Memberikan Resusitasi Jantung Paru (RJP) merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh orang terdekat dengan korban henti jantung. Namun, dalam praktiknya RJP seringkali tidak dilakukan atau dilakukan dengan tidak benar. Salah satu faktor penyebabnya adalah adanya hambatan yang menghalangi transfer pengetahuan, keterampilan afektif, dan psikomotorik yang diperlukan untuk melakukan RJP dengan benar. Tinjauan ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan tersebut agar dapat dikembangkan solusi yang efektif. Artikel ini merupakan Scoping Review dengan analisis artikel pada Sciencedirect, PubMed, dan DOAJ dengan database hingga Juni 2025. Artikel yang disertakan mencakup kata kunci hambatan, RJP, henti jantung, RJP oleh orang awam, dan aplikasi smartphone. Artikel yang disertakan mencakup sampel, seperti dari orang awam, mahasiswa, paramedis, respon panggilan, dan kasus yang terekam. Selain itu, studi ini berfokus pada penelitian yang diterbitkan antara 2020 hingga Juni 2025. Analisis artikel yang termasuk dalam tinjauan ini menggunakan Diagram Alur PRISMA 2020 dan kerangka kerja ‘PICOST’ (Population, Intervention, Comparison, Outcome, Study Design, Timeframe). Dari 405 studi yang diskrining, 25 artikel memenuhi kriteria seleksi. Hambatan yang diidentifikasi meliputi kurangnya pelatihan (15), batasan penggunaan aplikasi (5), kurangnya kepercayaan diri (3), dan bias gender (2). Hambatan-hambatan ini terutama terlihat dalam studi yang dilakukan di negara-negara di luar Indonesia. Semua studi yang dianalisis bersifat kuantitatif, oleh karena itu, untuk temuan yang lebih mendalam, pendekatan mixed-methods, termasuk studi kualitatif, dapat diterapkan selanjutnya. Selain itu, pendekatan terhadap pandangan budaya menjadi pertimbangan untuk temuan selanjutnya. Ketika orang awam melakukan RJP, beberapa hambatan dapat memengaruhi kualitas dan hasil pada korban henti jantung. Meskipun hanya empat hambatan yang diidentifikasi dalam studi sebelumnya, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi hambatan-hambatan ini, terutama di negara-negara berkembang.
EFEKTIVITAS AROMATERAPI LAVENDER UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE YANG MENJALANI HEMODIALISA Tri Wahyuni; Mashuri; Gita Maya Sari
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p06

Abstract

Gangguan tidur merupakan gejala yang paling banyak dikeluhkan oleh penderita Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisa. Pemberian terapi yang tepat perlu dilakukan untuk mengatasi masalah gangguan tidur pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap kualitas tidur pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan pendekatan pretest and post test with control group design. Responden diberikan pretest untuk menilai kualitas tidurnya kemudian responden dibagi menjadi kelompok perlakuan diberikan intervensi dan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Kelompok perlakuan diberikan intervensi sebanyak dua kali dalam seminggu selama empat minggu. Tahap berikutnya peneliti menilai posttest kualitas tidur pasien CKD, baik pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Analisa data menggunakan Uji komparasi dari 2 hasil pengukuran pada kelompok yang sama, data berdistribusi normal sehingga digunakan uji Paired T-Test. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa pemberian aromaterapi lavender signifikan terhadap penurunan gangguan tidur pasien CKD yang menjalani hemodialisa dengan p = 0,000 (p<0,05) sedangkan kelompok kontrol didapatkan p = 0,08 (>0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian aromaterapi dengan teknologi atomisasi berupa diffuser efektif mengatasi gangguan tidur pada pasien yang menjalani hemodialisa. Temuan ini dapat dijadikan salah satu alternatif intervensi pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa dengan gangguan tidur. 
HUBUNGAN SIKLUS MENSTRUASI, KESEHATAN MENTAL, DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA SANTRI Novela Eka Candra Dewi; Nurisa Pujiati; Mukhlish Hidayat
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p05

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting yang harus diperhatikan pada masa remaja, khususnya bagi remaja santri yang hidup di lingkungan pesantren dengan keterbatasan fasilitas dan pengawasan ketat. Kondisi ini dapat memengaruhi perilaku kebersihan diri, kestabilan emosional, serta keteraturan siklus menstruasi yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara siklus menstruasi, kesehatan mental, dan personal hygiene dengan kesehatan reproduksi pada remaja santri. Pendekatan kuantitatif dengan analisis SmartPLS (Partial Least Squares Structural Equation Modeling) digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel laten. Kriteria inklusi remaja SMA yang masih aktif dan bersedia diteliti dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan merupakan kuesioner yang telah diuji validitas dan realibilitas. Nilai R² sebesar 0,525, yang berarti 52,5% variasi kesehatan reproduksi dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen. Variabel personal hygiene memiliki pengaruh terbesar terhadap kesehatan reproduksi (koefisien 0,573), diikuti kesehatan mental (0,242), dan siklus menstruasi (0,073). Seluruh indikator memiliki nilai loading factor > 0,7 menunjukkan validitas dan reliabilitas yang baik. Perilaku personal hygiene dan kesehatan mental berperan signifikan dalam meningkatkan kesehatan reproduksi remaja santri. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan program edukasi kesehatan reproduksi yang kontekstual di lingkungan pesantren. Secara keseluruhan, responden memiliki karakteristik yang relatif homogen dari segi jenis kelamin, agama, dan usia. 

Page 9 of 10 | Total Record : 96