cover
Contact Name
MERIL VALENTINE MANANGKOT
Contact Email
merilvalentine@unud.ac.id
Phone
+6281237456666
Journal Mail Official
copingners.journal@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Jln. PB Sudirman, Denpasar-Bali 80113
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Coping : Community of Publishing in Nursing
Published by Universitas Udayana
ISSN : 27151980     EISSN : 27151980     DOI : -
Core Subject : Health,
Community of Publishing in Nursing (COPING) merupakan e-journal yang disunting oleh Dewan Redaksi Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Jurnal ini merupakan salah satu wahana pengembangan Evidence Based Nursing dalam pengembangan dan update ilmu-ilmu keperawatan serta meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada pasien. Naskah yang diterima oleh redaksi merupakan karya asli, belum pernah dipublikasikan / tidak sedang dalam proses seleksi maupun editing pada jurnal lain. Naskah yang diterima berupa hasil penelitian pada berbagai bidang kajian keperawatan, meliputi pendidikan keperawatan, keperawatan medikal bedah, keperawatan maternitas, keperawatan anak, keperawatan jiwa, manajemen keperawatan, keperawatan komunitas, keperawatan keluarga, keperawatan gerontik, keperawatan gawat darurat kritis, keperawatan pariwisata, dan penggunaan teknologi dalam keperawatan. Naskah akan disunting oleh dewan redaksi dan mitra bestari sebelum diterbitkan.
Articles 96 Documents
HUBUNGAN POSTURAL STRESS DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA BURUH SUUN DI PASAR BADUNG Yunda Syahlaila Enasanaj; Desak Made Widyanthari; Gusti Ayu Ary Antari; Putu Oka Yuli Nurhesti
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p08

Abstract

Keluhan muskuloskeletal dapat menyebabkan beberapa gejala berupa kelelahan, nyeri dan pegal yang berdampak pada penurunan aktivitas sehari-hari. Keluhan muskuloskeletal dapat disebabkan oleh postural stress. Postural stress merupakan beban tubuh terhadap proses biomekanik yang terjadi ketika tubuh bekerja dengan gerakan dan postur yang tidak selaras dengan posisi integritas tubuh. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan postural stress dengan keluhan muskuloskeletal pada Buruh Suun di Pasar Badung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan studi deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 73 orang buruh suun di Pasar Badung dengan menggunakan teknik sampling yaitu purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan Ovako Work Analisys System (OWAS). Hasil analisis univariat sebanyak 91,8% buruh suun berusia diatas 30 tahun, 98,6%, berjenis kelamin perempuan, 78,1% mengalami overweight, 68,5% buruh bekerja >15 tahun, dan 87,7% buruh suun mengangkat barang >20 kg, 37% buruh suun mengalami postural stress pada kategori 2 (perlu perbaikan dimasa depan), dan 95,9 % keluhan muskuloskeletal buruh suun berada pada kategori rendah. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara postural stress dengan keluhan muskulsokeletal dengan p value 0,028 dan r 0,258 dengan kekuatan hubungan lemah dan arah positif. Buruh suun diharapkan dapat menurunkan risiko postural stress dengan menggunakan alat bantu saat bekerja seperti troli sehingga dapat menurunkan keluhan muskuloskeletal.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN EFIKASI DIRI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS 2 DENPASAR BARAT Meirina Novitasari; Meril Valentine Manangkot; Putu Ayu Emmy Savitri Karin; Made Oka Ari Kamayani
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i04.p01

Abstract

Penyakit diabetes mellitus dapat menjadi pemicu timbulnya dampak negatif baik secara fisik, ekonomi, maupun emosional. Dukungan sosial didefinisikan sebagai rasa memiliki, penerimaan, dan bantuan psikologis yang meningkatkan kemampuan seseorang untuk mengatasi kondisi stres dengan lebih baik. Dukungan sosial yang baik akan berdampak positif bagi individu, seperti peningkatan kepercayaan diri (efikasi diri). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan dukungan sosial dengan efikasi diri pasien dalam manajemen pengobatan DM Tipe 2 di Puskesmas 2 Denpasar Barat. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 73 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menemukan bahwa mayoritas dukungan sosial dan efikasi diri pasien dalam kategori tinggi. Uji statistik hasil penelitian menggunakan Spearman’s Rank Correlation Test. Hasil dari penelitian ditemukan p-value 0,003 < a (0,05) dengan nilai kekuatan 0,339 yang artinya terdapat hubungan yang cukup kuat antara dukungan sosial dengan efikasi diri pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas 2 Denpasar Barat.
HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN MANAJEMEN DIRI PADA PASIEN HIPERTENSI Ni Made Karina Wirapradnyani; Gusti Ayu Ary Antari; Desak Made Widyanthari
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p05

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang dapat meningkatkan risiko penyakit lainnya, seperti penyakit kardiovaskuler dan serebrovaskuler. Salah satu kunci keberhasilan kontrol hipertensi adalah melakukan manajemen diri. Pelaksanaan manajemen diri yang optimal memerlukan adanya motivasi diri untuk mempertahankan perilaku patuh sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi diri dengan manajemen diri hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan desain cross sectional pada 75 pasien hipertensi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu Hypertension Self-Care ProfileHBP-SCP) Motivation Scaledan Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire(HSMBQ). Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata skor motivasi diri adalah 60,32 (SD = 60,32) dengan mayoritas responden memiliki motivasi diri tinggi (52%). Rata-rata skor manajemen diri adalah 95,32 (SD=10,053) dengan mayoritas responden memiliki manajemen diri baik (56%). Berdasarkan hasil analisis, didapatkan hubungan positif lemah antara motivasi diri dengan manajemen diri pada pasien hipertensi (p-value = 0,005; r = 0,320; α = 0,05). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi data dasar dalam pengembangan program inovasi untuk meningkatkan motivasi diri pada pasien hipertensi dalam menerapkan perilaku manajemen diri hipertensi.  
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN LALU LINTAS DENGAN ALTRUISME PADA LINMAS Yuli Sartikah; I Made Suindrayasa; I Kadek Saputra; I Gusti Ngurah Juniartha
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p01

Abstract

Keterlambatan penanganan kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab kematian tertinggi nomor tiga di dunia, sehingga diperlukan pemberian pertolongan pertama segera. Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) merupakan masyarakat yang dibekali pengetahuan terkait penanganan bencana serta berpeluang besar menjadi first responder ketika terjadi kecelakaan lalu lintas, sehingga Linmas perlu memiliki pengetahuan pertolongan pertama. Pengetahuan pertolongan pertama erat hubungannya dengan altruisme, pengetahuan memiliki peran penting sebagai dasar seseorang melakukan suatu tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas dengan altruisme pada Linmas di sekitar desa di jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai, Denpasar Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan rancangan deskriptif korelatif dan pendekatan cross-sectional. Sampel yang terlibat berjumlah 52 Linmas dan dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis bivariat yang digunakan dalam penelitian adalah uji Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan pertolongan pertama dengan altruisme pada Linmas di sekitar desa di Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai, Denpasar Selatan, dengan nilai signifikansi p=0,006 (p<0,05) dan nilai koefisien korelasi r=0,375 yang menunjukkan kekuatan hubungan antar variabel lemah. Linmas diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pertolongan pertama serta altruisme yang dimiliki melalui berbagai sumber informasi terkait pertolongan pertama.
HUBUNGAN DIGITAL HEALTH LITERACY PERAWAT DENGAN PENERAPAN DOKUMENTASI METODE ELECTRONIC MEDICAL RECORD (EMR) DI RUANG RAWAT INAP RSUP PROF. DR. I.G.N.G. NGOERAH Serena Kartikasari; Indah Mei Rahajeng; Ni Putu Emy Darma Yanti; Komang Menik Sri Krisnawati
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p04

Abstract

Literasi Kesehatan Digital (DHL) mengacu pada kemampuan seseorang untuk mencari, menilai, dan menggunakan informasi kesehatan bersama dengan menggunakan teknologi digital. DHL bagi perawat sangat penting dalam penerapan EMR. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara DHL perawat dengan penerapan dokumentasi metode EMR di ruang rawat inap RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah. Metode penelitian analitik korelasional diterapkan. Pada bulan Mei 2023, penelitian ini dilakukan pada perawat ruang rawat inap. Kuesioner penilaian mandiri skala kompetensi informatika keperawatan (SANICS) dan kuesioner literasi e-kesehatan Cina (C-eHLS) digunakan untuk DHL. Kuesioner evaluasi rekam medis elektronik digunakan dalam kuesioner EMR dari sudut pandang pengguna. Temuan penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara DHL berdasarkan SANICS dan implementasi dokumentasi metode EMR dengan nilai p-value<0,001 dan hubungan yang digambarkan sebagai kuat (R = 0,622), serta hubungan yang signifikan antara DHL berdasarkan C-eHLS dan implementasi dokumentasi metode EMR dengan nilai p-value<0,001 dan hubungan yang digambarkan sebagai moderat (R = 0,407). Temuan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang baik antara Digital Health Literacy perawat dengan penggunaan dokumentasi metode EMR di ruang rawat inap. Rumah sakit diharapkan dapat membuat Kebijakan Kesehatan Digital untuk membantu pengembangan literasi kesehatan digital perawat dan pengembangan sistem EMR.
POST-TRAUMATIC STRESS DISORDER PADA PENYINTAS COVID-19 PASCA PERAWATAN RUMAH SAKIT Ni Kadek Chandra Ayu Sarining Merta; Ni Kadek Ayu Suarningsih; Putu Oka Yuli Nurhesti
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p09

Abstract

Corona Virus Diseases-19 atau Covid-19 merupakan wabah yang menyebar secara cepat dan menyebabkan tingginya laporan kasus Covid-19 di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Penatalaksanaan Covid-19 dilakukan dengan memberikan perawatan di rumah sakit yang didasari oleh beberapa faktor. Perawatan tersebut dapat menyebabkan pasien mengalami stres fisik dan psikologis. Selain itu, rawat inap akibat Covid-19 dapat dianggap sebagai peristiwa traumatis sehingga dapat menimbulkan masalah kesehatan mental, salah satunya PTSD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik dan gejala PTSD pada individu penyintas Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan cross sectional pada 97 responden yang diperoleh melalui quota sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas rentang usia responden antara 56-65 tahun dan didominasi oleh perempuan (55,7%). Sejumlah 70,1% responden dirawat di rumah sakit dengan durasi kurang dari satu minggu dan 96,9% dirawat di ruang isolasi. Hanya 3,1% responden yang memiliki riwayat gangguan mental dan mayoritas tidak memiliki penyakit komorbid. Sebagian besar responden tidak menunjukkan gejala PTSD (93,8%). Rendahnya gejala PTSD dalam penelitian ini diprediksi berkaitan dengan resiliensi yang tinggi dan durasi rawat inap yang singkat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi data tambahan dalam penanganan Covid-19 pasca pandemi terutama berkaitan dengan masalah psikososial.
GAMBARAN KESELAMATAN BERSELANCAR OLEH PEMANDU SURFING DI PANTAI KUTA BALI Aulia Zahra; I Gusti Ngurah Juniartha; I Kadek Saputra; Meril Valentine Manangkot
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p13

Abstract

Pantai Kuta merupakan destinasi wisata surfing yang merupakan salah satu daya tarik para wisatawan berkunjung ke Bali. Namun di samping daya tariknya, tidak sedikit laporan mengenai adanya kecelakaan-kematian saat wisatawan melakukan surfing. Terjadinya kejadian kecelakaan surfing yang mengakibatkan cedera fisik bahkan sampai kematian di Pantai Kuta. Untuk mencegah hal tersebut, dibutuhkan keterlibatan bystander salah satunya pemandu surfing. Pemandu surfing wajib memiliki pengetahuan yang luas tentang olahraga berselancar, kondisi di lokasi berselancar, serta pengetahuan tentang pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan keselamatan berselancar oleh pemandu surfing di Pantai Kuta, Bali dan memang belum pernah ditemukan pada penelitian terdahulu. Pemandu selancar memiliki peran penting dalam memastikan keselamatan dan pengalaman yang menyenangkan bagi peselancar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel 52 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode penelitian menggunakan teknik wawancara dan pengisian kuesioner. Skor hasil dikategorikan dalam tingkat rendah, cukup, dan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan para pemandu surfing dalam kategori tinggi (100%). Peneliti selanjutnya yang ingin meneliti dengan topik yang serupa, dapat menambahkan komponen penelitian yang mengarah pada pengembangan intervensi yang dapat meningkatkan pengetahuan pemandu surfing atau bisa mengkaji faktor internal dengan indepth interview dalam penelitian kualitatif.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN MASALAH KESEHATAN MENTAL EMOSIONAL REMAJA DI SMP NEGERI 9 DENPASAR Ni Kadek Ayu Putriyani; Ni Komang Ari Sawitri; Komang Menik Sri Krisnawati; Putu Ayu Sani Utami
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p02

Abstract

Pola asuh merujuk pada cara orang tua terlibat dalam kehidupan anak-anak mereka, dengan tujuan mempromosikan kesejahteraan emosional dan mental remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan masalah kesehatan mental emosional remaja di SMP Negeri 9 Denpasar. Jenis penelitian ini deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner pola asuh orang tua yang disusun oleh Najibah tahun 2017 dan kuesioner masalah kesehatan mental emosional (Strength and Difficulties Questionnaire). Penentuan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan metode proportionate stratified random sampling dari siswa dan siswi kelas VII, VIII dan IX (A sampai I) di SMP Negeri 9 Denpasar sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yaitu berjumlah 91 orang. Hasil uji spearman rank didapatkan nilai p=0,040 yang berarti (p-value < 0,05) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pola asuh orang tua dengan masalah kesehatan mental emosional remaja di SMP Negeri 9 Denpasar. Hasil ini menguatkan hipotesis bahwa pengasuhan orang tua memiliki dampak pada kesehatan mental remaja. Dalam konteks ini, penting bagi anak-anak untuk dapat mencari dukungan dan membangun komunikasi yang efektif dengan orang tua mereka untuk meningkatkan serta menjaga kesejahteraan emosional remaja dengan cara yang lebih positif.
GAMBARAN KEMAMPUAN PERSONAL GENITAL HYGIENE PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDA WANA SERAYA Candra Vali Devi Dasi; Ni Luh Putu Eva Yanti; Putu Ayu Sani Utami; Ni Komang Ari Sawitri
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p11

Abstract

Kelompok lansia mengalami proses penuaan sehingga terjadi penurunan fungsional. Kemampuan fungsional lansia yang menurun berpotensi terhadap penurunan kemampuan lansia melakukan personal hygiene khususnya personal genital hygiene. Genital hygiene pada lansia penting untuk diperhatikan karena jika tidak dilakukan dengan baik dapat menimbulkan masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan personal genital hygiene lansia di Panti Sosial Tresna Werda Wana Seraya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini menggunakan metode total sampling dengan 28 responden. Hasil penelitian ditemukan rata-rata usia lansia adalah 73,39 tahun. Karakteristik lansia didominasi perempuan (78,6%), mayoritas tidak bersekolah (64,29%), dan tingkat kemandirian lansia sebagian besar (67,9%) termasuk dalam tingkat kemandirian tinggi. Kemampuan personal genital hygiene lansia dengan kategori positif ada 18 lansia (64,3%). Namun, masih terdapat lansia yang kemampuannya dikategorikan negatif, lansia perempuan tidak memastikan area genital kering sebelum menggunakan celana dalam 54%. Lansia perempuan juga tidak menggunakan celana dalam dengan bahan yang nyaman serta tidak mengganti celana dalam minimal 2 kali sehari atau popok rutin setiap 4 jam (63%). Lansia perempuan tidak mencukur rambut kemaluan (77%). Saran untuk penelitian ini, diharapkan lansia lebih memperhatikan personal genital hygiene. Keterlibatan pihak pengurus panti sosial untuk membantu dan memperhatikan kemampuan personal genital hygiene lansia kearah yang lebih positif.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN STROKE : LITERATURE REVIEW Ni Made Canistiari Dewi; Made Oka Ari Kamayani; Kadek Eka Swedarma
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p06

Abstract

Stroke merupakan suatu penyakit, dimana terdapat gangguan fungsional otak berupa kelumpuhan saraf (deficit neurologic) akibat terhambatnya aliran darah ke otak. Stroke menyebabkan terjadinya kelumpuhan pada beberapa bagian tubuh sehingga pasien stroke mengalami kecacatan dan kesulitan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Hal inilah yang seringkali berdampak pada kualitas hidup pasien stroke. Pasien stroke membutuhkan bantuan dalam memenuhi kebutuhannya. Bantuan tersebut dapat diberikan oleh keluarga berupa dukungan kepada pasien stroke. Dukungan yang diberikan berupa dukungan sosial/informasional, dukungan emosional, dukungan tambahan/instrumental, dan dukungan penilaian/penghargaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien stroke. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu literature review yang mencakup 10 literatur yang dicari menggunakan database Google scholar, ProQuest dan PubMed, dan sudah diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukan dukungan keluarga memiliki hubungan yang signifikan positif dengan kualitas hidup pada pasien stroke. Simpulan dalam penelitian ini membuktikan bahwa dukungan keluarga merupakan faktor penting dalam perbaikan kualitas hidup pada pasien stroke.

Page 6 of 10 | Total Record : 96