cover
Contact Name
MERIL VALENTINE MANANGKOT
Contact Email
merilvalentine@unud.ac.id
Phone
+6281237456666
Journal Mail Official
copingners.journal@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Jln. PB Sudirman, Denpasar-Bali 80113
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Coping : Community of Publishing in Nursing
Published by Universitas Udayana
ISSN : 27151980     EISSN : 27151980     DOI : -
Core Subject : Health,
Community of Publishing in Nursing (COPING) merupakan e-journal yang disunting oleh Dewan Redaksi Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Jurnal ini merupakan salah satu wahana pengembangan Evidence Based Nursing dalam pengembangan dan update ilmu-ilmu keperawatan serta meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada pasien. Naskah yang diterima oleh redaksi merupakan karya asli, belum pernah dipublikasikan / tidak sedang dalam proses seleksi maupun editing pada jurnal lain. Naskah yang diterima berupa hasil penelitian pada berbagai bidang kajian keperawatan, meliputi pendidikan keperawatan, keperawatan medikal bedah, keperawatan maternitas, keperawatan anak, keperawatan jiwa, manajemen keperawatan, keperawatan komunitas, keperawatan keluarga, keperawatan gerontik, keperawatan gawat darurat kritis, keperawatan pariwisata, dan penggunaan teknologi dalam keperawatan. Naskah akan disunting oleh dewan redaksi dan mitra bestari sebelum diterbitkan.
Articles 96 Documents
TANTANGAN LEGAL DAN ETIK DALAM ASUHAN KEPERAWATAN KRITIS UNTUK WISATAWAN ASING TANPA IDENTITAS JELAS: LITERATURE REVIEW Ni Putu Dewi Meliantini; Made Oka Ari Kamayani; Meril Valentine Manangkot
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p13

Abstract

Pelayanan keperawatan kritis, khususnya di unit perawatan intensif (ICU), menuntut respon cepat, akurat, dan empati, terutama saat pasien dalam kondisi tiba-tiba mengalami penurunan kesadaran yang membutuhkan perawatan intensif dan tidak memiliki dokumen identitas. Ketika pasien tersebut adalah wisatawan asing tanpa identitas jelas, muncul berbagai dilema legal dan etik. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan hukum dan etika dalam asuhan keperawatan kritis pada pasien asing tak dikenal di ICU. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dari jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa masalah utama meliputi informed consent darurat, perlindungan hukum terhadap tenaga kesehatan, ketiadaan protokol tetap, dan konflik antara prinsip etik dan aturan legal. Simpulan menunjukkan urgensi pembentukan pedoman nasional dan pelatihan etik-hukum khusus bagi perawat ICU.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG COVID-19 DAN TINGKAT RESILIENSI DALAM MENGHADAPI PANDEMI PADA MAHASISWA KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Putu Putri Paramitha; Putu Oka Yuli Nurhesti; Kadek Eka Swedarma
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p15

Abstract

COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona yang sangat mudah menular. Pengetahuan tentang COVID-19 diperlukan untuk dapat mencegah penyebaran dan penularan COVID-19 dan resiliensi diperlukan untuk dapat mengatasi situasi sulit pandemi yang menekan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang COVID-19 dan tingkat resiliensi dalam menghadapi pandemi pada Mahasiswa Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden didapatkan melalui teknik total sampling sebanyak 266 Mahasiswa Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner online. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan tentang COVID-19 responden berada dalam kategori baik sebanyak 80%, cukup sebanyak 13,2%, dan kurang sebanyak 4,9%. Hasil tingkat resiliensi responden berada dalam kategori tinggi sebanyak 16,5%, sedang sebanyak 55,6%, dan rendah sebanyak 24,4%. Simpulan hasil penelitian terlihat responden memiliki pengetahuan tentang COVID-19 baik dan tingkat resiliensi sedang dalam menghadapi pandemi. Disarankan kepada mahasiswa agar dapat mempertahankan pengetahuannya pada ketegori baik dengan selalu memperbaharui informasi mengenai COVID-19 agar dapat mencegah penularan dan penyebaran COVID-19. Mahasiswa juga diharapkan dapat meningkatkan resiliensi yang dimiliki dengan meningkatkan kapasitas individu secara positif untuk dapat menghadapi permasalahan yang menekan di era pandemi.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN TINGKAT KESIAPAN ANAK MENJELANG MENJELANG MENARCHE DI SD NEGERI 1 DAN 3 KERAMBITAN A.A Sagung Dewi Nurwulan Putra; Ida Arimurti Sanjiwani; Ni Kadek Ayu Suarningsih
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p11

Abstract

Menarche merupakan suatu tanda yang menunjukan adanya produksi hormon yang normal. Menarche terjadi pada usia 10-16 tahun. Menarche yang dialami pertama kali tanpa adanya informasi yang lebih banyak dapat menimbulkan ketegangan fisik dan cemas. Anak sekolah memiliki pandangan bahwa menarche dapat menyebabkan kesakitan dan ketidaknyamanan pada diri mereka. Salah satu dampak dari menarche pada usia sekolah dasar yaitu kecemasan. Kecemasan apabila tidak diatasi akan berdampak pada kesiapan seseorang dalam menghadapi menarche. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan tingkat kesiapan anak menjelang menarche. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional korelatif dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel yang digunakan yaitu 32 siswa yang diperoleh melalui teknik non probability sampling. Data diambil menggunakan kuesioner tingkat kecemasan (Z-SAS) serta kuesioner tingkat kesiapan. Berdasarkan analisa didapatkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan tingkat kesiapan anak menjelang menarche dengan nilai signifikansi (p-value) 0,041 dan nilai korelasi (r) = -0,510 yang menunjukan arah negatif dengan kekuatan sedang. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan dengan korelasi yang menunjukkan arah negatif yang berarti semakin tinggi tingkat kecemasan, maka semakin rendah tingkat kesiapan anak menjelang menarche.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN STRES AKADEMIK PADA MASA PANDEMI CORONA VIRUS DISEASE 2019 Luh Indri Lestari; Desak Made Widyanthari; Ni Putu Emy Darma Yanti
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p12

Abstract

Pandemi corona virus disease 2019 memberikan dampakxpada semua sektor, salah satunya sektor pendidikan. Penyesuaian proses pembelajaran dilakukan dari luring menjadi daring. Perubahan metode pembelajaran memberikan dampak kepada mahasiswa salah satunya dampak psikologis yaitu stres akademik yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunyaxadalah efikasi diri. Efikasi diri merupakan suatu keyakinan yang dimiliki seseorang untuk mencapai suatu tujuan sehingga terhindar dari stres akademik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan efikasi diri dengan stres akademik pada masa pandemi corona virus disease 2019 pada Mahasiswa. Program. Studi. Sarjanax Ilmu Keperawatan FakultasxKedokteranxUniversitasxUdayana. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 206. Penelitian ini menggunakan uji statistik Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan arah korelasi negatif dan kekuatan hubungan rendah antara efikasi diri dengan stres akademik (p-value= 0,000; r=-0,268). Mayoritas mahasiswa memiliki tingkat stres akademik dan efikasi diri sedang, yaitu sebanyak 76,7% dan 88,8%. Mahasiswa keperawatan diharapkan dapat mempertahankan atau meningkatkan efikasi dirinya, dengan cara melakukan pendekatan dengan kakak kelas atau berkonsultasi dengan pembimbing akademik untuk meminta bantuan atau saran saat mengalami kesulitan.
GAMBARAN TINGKAT STRES PADA SISWI YANG MENGALAMI DISMINOREA DI SMA SANTA MADALENA DE CANOSSA HAS-LARAN COMORO DILI Marilia Francisca Soares; Gusti Ayu Ary Antari; Ida Arimurti Sanjiwani
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i04.p03

Abstract

Disminorea adalah keluhan yang kerap dilaporkan oleh remaja putri ketika mengalami menstruasi. Disminorea ini seringkali mengganggu dan dapat memicu terjadinya stres pada remaja putri. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan tingkat stres remaja putri SMA yang mengalami disminorea. Penelitian ini memakai metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sejumlah 180 siswi SMA terlibat dalam penelitian yang dipilih secara proportionate stratified random sampling. Depression Anxiety and Stress Scale dipakai untuk mengukur tingkat stres responden. Hasil penelitian menunjukkan tingkat stres responden, yaitu normal sejumlah 10 orang (5,6%), ringan sejumlah 6 orang (3,3%), sedang sejumlah 12 orang (6,7%), parah sejumlah 45 orang (25%) dan sangat parah 107 orang (59,4%). Ini menunjukkan bahwa ketika mengalami disminorea, siswa perempuan merasa stres tinggi. Implikasi keperawatan yang dapat dilakukan yaitu, pengembangan program edukasi kesehatan, pencegahan dan deteksi dini, serta kolaborasi dengan tenaga pengajar dan orang tua.
GAMBARAN STRES AKADEMIK SISWA SMP NEGERI 1 KUBU SELAMA PANDEMI COVID-19 Ni Made Riasmita Santhika Dewi; Ni Luh Putu Shinta Devi; Kadek Cahya Utami
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p07

Abstract

Pandemi Covid-19 membawa perubahan yang signifikan dalam proses pembelajaran yang menyebabkan stres akademik pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stres akademik siswa SMP Negeri 1 Kubu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif eksploratif dan pendekatan cross-sectional. Partisipan penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 1 Kubu yang dipilih menggunakan teknik sampling probability sampling dengan cara stratified random sampling yang berjumlah 229 orang responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Educational Stress Scale for Adolescents (ESSA). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa adalah perempuan, kelas IX, dan mengalami stres akademik pada kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan guru ataupun siswa bekerja sama dalam menciptakan suasana belajar yang inovatif dan kreatif untuk meningkatkan kemampuan adaptasi sekaligus menurunkan stres akademik siswa akibat perubahan pada sistem pembelajaran.
PRE-TRAVEL HEALTH: SELF-MANAGEMENT PADA WISATAWAN DENGAN ASMA Ni Wayan Deva Diah Hariani; Made Oka Ari Kamayani; Meril Valentine Manangkot
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p09

Abstract

Wisata merupakan aktivitas, pelayanan, dan produk hasil industri pariwisata yang mampu menciptakan pengalaman perjalanan bagi wisatawan. Wisata yang paling banyak digemari oleh wisatawan adalah wisata alam / ekowisata. Salah satu lokasi wisata alam yang tinggi pengunjung / peminat adalah wisata dataran tinggi seperti pegunungan, bukit. Karakteristik dari dataran tinggi yaitu dataran yang terletak pada ketinggian di atas 200 mdpl, dengan suhu 23-28˚C dan beriklim lembab. Wisatawan yang berwisata ke dataran tinggi berisiko mengalami beberapa masalah kesehatan yaitu sesak nafas karena suhu yang dingin. Penderita asma berisiko mengalami kekambuhan ketika berwisata terutama berwisata ke dataran tinggi. Sebelum melakukan wisata hendaknya mempersiapkan diri sebelum melakukan perjalanan wisata atau disebut dengan pre-travel health consultation. Kegiatan ini merupakan proses penilaian berbasis risiko yang memberikan panduan untuk memprioritaskan dan menyesuaikan perawatan kesehatan pra-perjalanan dengan rencana perjalanan, risiko, dan kebutuhan wisatawan. Self-management merupakan suatu perilaku yang dilakukan secara mandiri oleh penderita untuk mengelola dan mengendalikan gejala asma untuk mencegah eksaserbasi. Komponen self-management pre-travel pada penderita asma terdiri dari Plan Before Trip, Packing for trip, During Trip.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN STATUS PSIKOLOGIS PADA PASIEN KANKER PAYUDARA POST KEMOTERAPI Putu Krisna Candra Yoga; Putu Oka Yuli Nurhesti; Ida Arimurti Sanjiwani; Desak Made Widyanthari
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p08

Abstract

Kanker payudara merupakan suatu penyakit kanker dimana terjadi perkembangan tidak terkendali atau pertumbuhan secara berlebih dari sel-sel atau jaringan payudara. Status psikologis merupakan suatu istilah yang mengarah pada kondisi mental, emosional, dan psikologis seseorang pada suatu hal tertentu. Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah psikologis yaitu kelompok perilaku kognitif, terapi atau konseling, dukungan kelompok sebaya, dan dukungan keluarga. Dukungan keluarga merupakan suatu perilaku dari anggota keluarga yang selalu memberikan dukungan, perhatian, pendidikan dengan penuh kasih sayang, bimbingan serta bantuan untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan status psikologis pada pasien kanker payudara post kemoterapi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan cross sectional yang dilaksanakan bulan Februari hingga Mei 2024. Teknik pengumpulan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling (n=30). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan status psikologis pada pasien kanker payudara post kemoterapi dengan p-value yaitu 0,007, r= -0,481, R= 23,1%. Arah korelasi negatif berada dalam kategori sedang. Korelasi negatif berarti semakin tinggi dukungan keluarga maka semakin rendah status psikologisnya, sebaliknya semakin rendah dukungan keluarga maka semakin tinggi pula status psikologisnya. Keluarga harus peka dan menyadari apabila dukungan yang diberikan optimal memberikan dampak baik bagi pasien kanker payudara dalam mengatasi masalah psikologis.
HUBUNGAN STIGMA DAN PERILAKU CARING PERAWAT PADA PASIEN DENGAN HIV DAN AIDS Luh Gede Suryaniti Artha; Nyoman Agus Jagat Raya; Ni Ketut Guru Prapti; I Gusti Ayu Pramitaresthi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p01

Abstract

Stigma menjadi hambatan dalam pencegahan dan pengendalian transmisi HIV. Perilaku caring yang dilakukan perawat merupakan salah satu komponen pendukung dalam pengobatan pasien dengan HIV dan AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stigma dan perilaku caring perawat pada pasien dengan HIV dan AIDS. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan metode deskriptif korelatif cross sectional. Sampel ditentukan dengan total sampling yang berjumlah 53 orang dan seluruhnya merupakan perawat yang pernah merawat pasien HIV dan AIDS. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur stigma HIV pada perawat mengacu pada Nurse AIDS Attitude Scale (NAAS) dan perilaku caring perawat mengacu pada Inventaris Perilaku Caring. Hasil uji korelasi menggunakan Spearman Rank yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan stigma dan perilaku caring perawat pada pasien dengan HIV dan AIDS (p-value = 0,000 ; r = -708). Semakin tinggi stigma maka semakin rendah perilaku caring. Hubungan stigma dan perilaku caring perawat dalam penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi dalam memberikan asuhan keperawatan yang lebih optimal kepada pasien dengan HIV dan AIDS.
GAMBARAN PERILAKU PROSOSIAL ANAK PRASEKOLAH PADA ORANG TUA DENGAN POLA ASUH DEMOKRATIS Ni Luh Dewi Apriliantini; Ni Luh Putu Shinta Devi; Kadek Cahya Utami; Luh Mira Puspita
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p13

Abstract

Perilaku prososial adalah salah satu indikator penting dalam perkembangan sosial emosional anak karena dapat memengaruhi hubungan anak dengan orang lain. Perilaku prososial berdampak positif bagi kehidupan anak dengan lingkungan sekitar yakni menciptakan keharmonisan, saling menghormati, dan menyayangi antar sesama. Perilaku prososial anak dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk pola asuh orang tua. Penelitian ini memiliki tujuan  untuk mengetahui gambaran pola asuh orang tua dan perilaku prososial anak prasekolah di TK Cipta Dharma. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penentuan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan metode consecutive sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 129 orang tua. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pola asuh orang tua (Parenting Styles and Dimensions Questionnaire-Short Version) dan kuesioner perilaku prososial (Child Prosocial Behavior Questionnaire). Berdasarkan hasil penelitian ini, didapatkan bahwa semua orang tua mempunyai kategori pola asuh demokratis yang lebih tinggi dan semua anak sudah mulai mengembangkan perilaku prososial meskipun mayoritas masih dalam kategori rendah.  Orang tua diharapkan mampu mempraktikkan pola asuh yang sesuai dan melatih atau menstimulasi perilaku prososial anak. Pihak sekolah juga diharapkan dapat mendorong perkembangan perilaku prososial anak selama di sekolah. Contoh stimulasi yang dapat diberikan seperti mengajarkan anak untuk berbagi, saling membantu, bekerja sama dengan temannya, dan sebagainya.

Page 8 of 10 | Total Record : 96