cover
Contact Name
Romi Mesra
Contact Email
romimesra16@gmail.com
Phone
+6285762530583
Journal Mail Official
jelaspips@gmail.com
Editorial Address
Jl. Piai Tangah Nomor 29, RT. 01, RW. 02, Kelurahan Piai Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Kode Pos: 25162
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS)
ISSN : 30475694     EISSN : 30475694     DOI : https://doi.org/10.64924
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS) is a journal dedicated to the publication of quality research results in Social Sciences Education. The journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports greater global exchange of knowledge. This journal aims to publish research and theoretical articles in the field of Social Science Education and analyze various problems in Social Science Education. The contents of this journal offer an invaluable resource for educators and educational scientists in all fields who are looking for new ways to overcome problems that occur at both the micro and macro levels in the world of education and in society.
Articles 41 Documents
Pengembangan Berpikir Kritis Melalui Pembelajaran IPS Berbasis Masalah Korompis, Vidi E.
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS) Vol 2 No 3 (2025): (OCTOBER) Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS)
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/fv6bvw30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan kemampuan berpikir kritis melalui pembelajaran IPS berbasis masalah. Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan abad 21 yang sangat penting untuk dimiliki peserta didik dalam menghadapi kompleksitas permasalahan sosial di era globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur untuk menganalisis berbagai sumber akademik yang relevan dengan topik pembelajaran IPS, pembelajaran berbasis masalah, dan pengembangan berpikir kritis. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan analisis literatur dari artikel jurnal, buku akademik, dan publikasi ilmiah lainnya yang diterbitkan dalam rentang waktu 2015-2024. Analisis data dilakukan melalui tahapan analisis deskriptif, komparatif, dan sintesis untuk mengidentifikasi tema-tema utama dan mengintegrasikan berbagai temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pembelajaran IPS yang bersifat interdisipliner, kontekstual, dan berorientasi pada civic competence sangat mendukung implementasi pembelajaran berbasis masalah. Implementasi pembelajaran berbasis masalah dalam konteks IPS terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan analisis, evaluasi, sintesis, dan pemecahan masalah peserta didik. Dampak positif pembelajaran ini tidak hanya pada aspek kognitif tetapi juga pada pembentukan disposisi berpikir kritis yang positif. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan praktik pembelajaran IPS yang lebih efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik di Indonesia.
Implementasi Demokrasi dalam Kehidupan Masyarakat Desa Mopolo Esa Rey, Sutrika; Mesra, Romi
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS) Vol 2 No 3 (2025): (OCTOBER) Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS)
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/8mzg6p69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi demokrasi dalam kehidupan masyarakat Desa Mopolo Esa, khususnya dalam proses pemilihan kepala desa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap tiga informan, yaitu Kepala Jaga 2, Kepala Jaga 4, dan Sekretaris Desa, serta didukung oleh dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, masyarakat Desa Mopolo Esa telah berpartisipasi aktif dalam pemilihan kepala desa dengan menggunakan hak pilih mereka secara sadar dan bertanggung jawab. Kedua, proses pemilihan berlangsung dengan bebas dan independen tanpa adanya ikatan kekerabatan, paksaan, maupun praktik politik uang. Ketiga, kepala desa terpilih mendapatkan legitimasi dan kepercayaan yang kuat dari masyarakat berdasarkan kapabilitas dan pengalamannya dalam kepemimpinan keagamaan. Dengan demikian, implementasi demokrasi di Desa Mopolo Esa telah berjalan secara substantif dan menghasilkan kepemimpinan yang legitimate di mata masyarakat.
Partisipasi Masyarakat Desa Beringin dalam Proses Demokrasi Lokal Telaumbanua, Rio Ardika; Mesra, Romi
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS) Vol 2 No 3 (2025): (OCTOBER) Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS)
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/se4s7q77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis partisipasi masyarakat Desa Beringin, Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan dalam proses demokrasi lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap tiga informan yang dipilih secara purposif. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Beringin berpartisipasi aktif dalam musyawarah desa dan pemilihan kepala desa sebagai dua arena utama demokrasi lokal. Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi tersebut meliputi kesadaran masyarakat terhadap isu lokal dan nasional, latar belakang sosial sebagai komunitas imigran yang membangun identitas kolektif, serta aksesibilitas informasi dari pemerintah desa. Meskipun tingkat partisipasi tergolong baik, kualitas partisipasi masih perlu ditingkatkan agar bersifat substantif dan merata di seluruh lapisan masyarakat.
Pemahaman atau Tanggapan Masyarakat tentang Demokrasi dan Politik yang Terjadi di Sekitar Lingkungan Masyarakat Desa Powalutan Wangkanusa, Seltia; Mesra, Romi
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS) Vol 2 No 3 (2025): (OCTOBER) Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS)
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/m6q57v80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman dan tanggapan masyarakat Desa Powalutan terhadap demokrasi dan politik yang terjadi di sekitar lingkungan mereka. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap perangkat desa serta warga masyarakat dari berbagai latar belakang. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap demokrasi bervariasi antar kelompok, di mana perangkat desa memiliki pemahaman yang lebih baik dibandingkan warga biasa. Masyarakat menyadari pentingnya peran mereka dalam musyawarah dan pemilihan umum, namun masih menghadapi tantangan berupa dominasi elite lokal, keterbatasan informasi, dan budaya politik paternalistik. Kesadaran politik generasi muda menjadi modal positif bagi perkembangan demokrasi lokal di Desa Powalutan ke depannya.
Analisis Budaya Demokrasi dan Pembentukan Karakter Siswa di SMP Negeri 6 Ranoyapo Pelawi, Yessarilla Br; Mesra, Romi
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS) Vol 2 No 3 (2025): (OCTOBER) Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS)
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/anfhm572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya demokrasi dan pembentukan karakter siswa di SMP Negeri 6 Ranoyapo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara mendalam kepada guru-guru di sekolah tersebut. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya demokrasi diterapkan melalui musyawarah kelas, pemilihan ketua kelas, pemilihan ketua OSIS, dan pembiasaan menghargai perbedaan pendapat. Pembentukan karakter siswa dilaksanakan melalui pengajaran, keteladanan, penguatan, dan rutinitas sekolah. Kegiatan sekolah dalam pelaksanaan budaya demokrasi direncanakan secara sistematis mencakup demokratisasi dalam persiapan, desain, dan implementasi kurikulum serta proses pembelajaran. Disimpulkan bahwa budaya demokrasi dan pembentukan karakter siswa merupakan dua dimensi yang saling memperkuat dalam ekosistem pendidikan di sekolah tersebut.
Upaya yang Dilakukan Guru IPS dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMP Negeri 1 Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan Leoni Cicilia Mamusung; Hermon M. Karwur; Manuel E. Korompis; Paulus Robert Tuerah
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS) Vol 2 No 4 (2026): (JANUARY) Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS)
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/9bn3s821

Abstract

. Motivasi beilajar meirupakan salah satu faktor peinting yang meineintukan keibeirhasilan siswa dalam proseis peimbeilajaran. Namun, dalam praktiknya motivasi beilajar siswa pada mata peilajaran IPS di SMP Neigeiri 1 Ranoyapo Kabupatein Minahasa Seilatan masih meingalami fluktuasi, seihingga dipeirlukan upaya yang teipat dari guru untuk meiningkatkannya. Peineilitian ini beirtujuan untuk meingeitahui faktor-faktor peindukung dan peinghambat dalam meiningkatkan motivasi beilajar siswa, meindeiskripsikan upaya guru dalam meingatasi hambatan teirseibut, seirta meinjeilaskan beirbagai strateigi yang dilakukan guru IPS dalam meiningkatkan motivasi beilajar siswa. Peineilitian ini meinggunakan peindeikatan kualitatif deingan meitodei deiskriptif. Data dikumpulkan meilalui obseirvasi, wawancara, dan dokumeintasi, keimudian dianalisis meinggunakan modeil inteiraktif Mileis dan Hubeirman yang meiliputi reiduksi data, peinyajian data, seirta peinarikan keisimpulan. Hasil peineilitian meinunjukkan bahwa faktor peindukung motivasi beilajar meiliputi minat dan sikap positif siswa, peirhatian orang tua, lingkungan seikolah yang kondusif, sarana beilajar yang meimadai, seirta kompeiteinsi guru. Faktor peinghambat antara lain peirbeidaan keimampuan siswa, keijeinuhan beilajar, gangguan konseintrasi, seirta peinggunaan meidia dan modeil peimbeilajaran yang kurang variatif. Upaya yang dilakukan guru meiliputi peinciptaan suasana beilajar yang nyaman, peineirapan modeil peimbeilajaran inovatif, peimbimbingan siswa, peilibatan aktif dalam peimbeilajaran, seirta peimbeirian pujian dan peinghargaan.
Siri' na Pacce sebagai Landasan Kehidupan Masyarakat Bontojai Kecamatan Bontocani Kabupaten Bone Rinaldi Rinaldi; Lukman Ismail; Suardi Suardi; Syarifuddin Syarifuddin; Muhammad Afdal
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS) Vol 3 No 2 (2026): (JULY) Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS)
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/qznqkk55

Abstract

Siri' na Pacce merupakan salah satu kearifan lokal yang menjadi falsafah hidup masyarakat Bugis dan masih dijunjung tinggi dalam kehidupan sosial masyarakat di berbagai wilayah Sulawesi Selatan, termasuk di Desa Bontojai, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone. Nilai siri' mengandung makna harga diri, kehormatan, dan martabat yang harus dijaga oleh setiap individu, sedangkan pacce mengandung makna empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Siri' na Pacce sebagai landasan kehidupan masyarakat Bontojai dalam membangun hubungan sosial, menjaga keharmonisan masyarakat, serta mempertahankan identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi pustaka dan pengumpulan data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Siri' na Pacce masih menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat Bontojai, tercermin dalam sikap saling menghormati, gotong royong, kepedulian sosial, penyelesaian konflik secara kekeluargaan, serta penghormatan terhadap adat dan norma yang berlaku. Nilai tersebut juga berfungsi sebagai pengontrol perilaku sosial sekaligus memperkuat solidaritas dan persatuan masyarakat. Dengan demikian, Siri' na Pacce tidak hanya berperan sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi fondasi moral yang menjaga keberlangsungan kehidupan sosial masyarakat Bontojai.
Efektivitas Model Pembelajaran Kolaboratif dalam Pembelajaran Sosiologi di Sekolah Menengah Besse Wulandari Aziz; Suriani Abbas
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS) Vol 2 No 4 (2026): (JANUARY) Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS)
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/7vxrm553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model pembelajaran kolaboratif dalam pembelajaran Sosiologi di sekolah menengah melalui penelusuran dan sintesis berbagai literatur yang relevan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur atau kepustakaan (library research), yang dilakukan dengan mengumpulkan, mengkaji, dan menganalisis sumber tertulis berupa artikel jurnal, prosiding, dan buku referensi yang membahas pembelajaran kolaboratif, pembelajaran kooperatif, serta pembelajaran Sosiologi dan IPS di jenjang sekolah menengah. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa model pembelajaran kolaboratif efektif meningkatkan pemahaman konsep sosiologis siswa karena mendorong proses saling menjelaskan dan mengonstruksi pengetahuan secara bersama dalam kelompok. Selain itu, model ini juga terbukti memperkuat keterampilan sosial siswa, seperti komunikasi, kerja sama, dan empati, yang selaras dengan hakikat Sosiologi sebagai ilmu tentang kehidupan bermasyarakat. Namun demikian, keberhasilan penerapan model ini sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru dalam merancang aktivitas kelompok secara terstruktur serta memperhatikan keragaman karakteristik siswa. Penelitian ini merekomendasikan penerapan model pembelajaran kolaboratif secara terencana dalam pembelajaran Sosiologi di sekolah menengah.
Pola Jaringan Sosial yang Digunakan dalam Proses Seleksi Penyelenggara Pemilu Tingkat KPU Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2023 Fatmawati Rahim; Rinaldi Rinaldi
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS) Vol 3 No 2 (2026): (JULY) Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS)
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/djehfp34

Abstract

Pemilu merupakan instrumen utama dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas, sehingga integritas dan profesionalisme penyelenggara pemilu menjadi faktor penting dalam menjaga legitimasi hasil pemilu. Namun, proses rekrutmen penyelenggara pemilu sering kali tidak terlepas dari pengaruh jaringan sosial dan relasi kekuasaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola jaringan sosial yang digunakan dalam proses seleksi penyelenggara pemilu pada KPU Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2023. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap peserta seleksi, mantan komisioner KPU, anggota tim seleksi, dan pemerhati pemilu, serta didukung oleh studi dokumentasi dan literatur. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selain faktor formal yang diatur dalam PKPU Nomor 9 Tahun 2023, proses seleksi juga dipengaruhi oleh jaringan sosial yang mencakup organisasi, pendidikan, asal daerah, partai politik, dan birokrasi. Jaringan tersebut berfungsi sebagai modal sosial yang memengaruhi akses informasi, dukungan, dan peluang keterpilihan peserta. Temuan ini menunjukkan bahwa proses seleksi belum sepenuhnya berlangsung secara meritokratis karena masih dipengaruhi oleh relasi sosial dan politik dalam arena demokrasi
Peran Organisasi Remaja Masjid dalam Meningkatkan Kesadaran Keagamaan  Generasi Muda di Masjid Agung Palembang Jaya Baresi; Andi Nurlela
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS) Vol 3 No 2 (2026): (JULY) Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS)
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/dbdva293

Abstract

Menurunnya keterlibatan generasi muda dalam aktivitas keagamaan akibat pengaruh globalisasi dan kemajuan teknologi informasi menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Organisasi remaja masjid berfungsi sebagai wadah pengembangan diri yang menanamkan prinsip agama dan membentuk karakter religius serta mendorong remaja untuk berpartisipasi dalam aktivitas sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari peran organisasi remaja masjid dalam meningkatkan kesadaran keagamaan generasi muda. Penelitian ini juga ingin memahami bagaimana kesadaran tersebut muncul dan menemukan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya di Masjid Agung Palembang. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif penelitian ini melibatkan enam informan yang dipilih secara purposif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi serta dokumentasi. Setelah itu data dianalisis melalui metode reduksi dan penyajian dan penarikan kesimpulan. Penelitian menunjukkan bahwa organisasi remaja Masjid aktif meningkatkan kesadaran keagamaan melalui pengajian dan pembinaan akhlak dan pelatihan keagamaan serta kegiatan sosial. Kesadaran keagamaan dibentuk melalui penguatan ranah kognitif dan afektif dan perilaku. Hal ini diperkuat oleh interaksi sosial dalam organisasi. Faktor pendukung mencakup dukungan pengurus Masjid dan peran aktif pembina serta sarana yang memadai dan antusiasme anggota. Adapun faktor penghambat meliputi rendahnya konsistensi sebagian anggota dan godaan hiburan digital serta kesibukan dalam studi maupun pekerjaan. Studi ini menemukan bahwa organisasi remaja Masjid Agung Palembang tidak hanya mengadakan kegiatan keagamaan. Organisasi ini juga berfungsi sebagai cara yang efektif untuk bersosialisasi dan meningkatkan kesadaran beragama di kalangan remaja. Peran tersebut dijalankan melalui berbagai program pengembangan yang mengintegrasikan pengetahuan agama dan apresiasi terhadap nilai-nilai keagamaan serta penerapan ajaran Islam dalam keseharian. Keberlanjutan dan inovasi program pembinaan kesadaran keagamaan menjadi hal yang sangat penting agar organisasi remaja Masjid Agung Palembang tetap dapat menjalankan fungsinya sebagai benteng moral dan ruang pembentukan karakter religius di tengah kompleksitas modernisasi