cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 26857111     EISSN : 23386061     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian pendidikan dosen, dan penelitian disertasi mahasiswa S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil-hasil penelitian yang disampaikan pada jurnal ini tidak terbatas pada bidang evaluasi pendidikan tetapi juga hasil penelitian dan evaluasi pendidikan dalam arti luas, seperti bidang teknologi dan kejuruan, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan luar sekolah, linguistik terapan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan sains, dan pendidikan matematika. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan Nomor ISSN cetak 1410-4725 dan ISSN online 2338-6061 telah terakreditasi kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 040/P/2014 yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2014
Arjuna Subject : -
Articles 498 Documents
FRONT MATTER (Cover, Foreword, Table of Content) Editorial Team
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v20i1.9886

Abstract

EVALUASI MATA KULIAH PIANO UNTUK MENGHASILKAN GURU MUSIK DI SEKOLAH Latifah, Diah
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 16 No. 2 (2012)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v16i2.1127

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi mata kuliah instrumen pilihan wajib piano dan relevansinya terhadap tujuan kurikulum Jurusan Pendi-dikan Seni Musik Universitas Pendidikan Indonesia yang berkomitmen untuk menghasilkan pendidik musik profesional. Untuk memenuhi tuntut-an ini, metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus sosial inkuiri. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, lembar pertanyaan lanjutan hasil informasi, dan kajian doku-men serta dokumentasi. Hasil Penelitian menyatakan bahwa partisipan ma-ta kuliah ini belum mampu untuk mengggunakan piano sebagai pengantar pembelajaran musik umum. Informasi ini ditindaklanjuti dengan rekomen-dasi, penyempurnaan silabus dan implementasi pembelajaran mata kuliah instrumen pilihan wajib piano, seyogyanya dilengkapi dengan subjek peng-gunaan piano sebagai pengantar pembelajaran musik di sekolah.Kata kunci: ketidaksesuaian kurikulum, evaluasi, rekomendasi______________________________________________________________COURSE EVALUATION IN PIANO SUBJECT TO PRODUCE MUSIC TEACHERS IN SCHOOLS Abstract This study was aimed at evaluating "piano as compulsary course" and its relevancy toward the objectives of the curriculum of music edu-cation department of UPI that stated a commitment to provide proffesio-nals music educators. To meet this demand,  the  research methode used is Case Study In Social Inquiry. The research instruments are observation manual, interview manual, information question, and documentation. The research result shows that participants of this course have not shown capability of using piano as introduction to general music instruction. This information is followed up by the recommendations, syllabus improve-ments, and instruction implementation on the subject. It is recommended that "piano as compulsary course" is equiped with subject of piano usage as introduction of music instruction at schools.Keywords: inappropiate curriculum, evaluation, recommendation
Otonomi Daerah Bidang Pendidikan di Kota Salatiga (Profil, Problematika, dan Strategi Mengatasinya) Wasitohadi Wasitohadi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 1 (2004)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v6i1.2037

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran tentang usaha Dinas Pendidikan Kota Salatiga dalam mengelola pendidikan di era otonomi, persepsi sekolah terhadap kebijakan otonomi pendidikan di beberapa aspek, usaha yang sudah dilakukan, masalah yang dihadapi, dan strategi mengatasinya dalam upaya menuju otonomi pendidikan yang diharapkan. Sumber informasinya adalah pihak-pihak yang terkait, terutama pejabat Dinas Pendidikan, warga sekolah, dan pengurus komite sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara dan studi dokumen. Data yang diperoleh disajikan secara deskriptif dan dianalisis secara kualitatif. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa dalam rangka mengelola pendidikan di era otonomi Pemerintah Kota Salatiga telah merumuskan kebijakan umum bidang pendidikan. Berdasarkan temuan tersebut pemberdayaan terhadap para aktor perencana pendidikan dan organisasi pendukung otonomi pedu dilakukan oleh pemerintah kota bekerjasama dengan Perguruan Tinggi dan LSM sehingga pendidikan menjadi tanggung jawab bersama stakeholders. Kata kunci: otonomi daerah bidang pendidikan.
DETERMINAN KINERJA GURU SMK BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN Wagiran, Wagiran; Soenarto, Soenarto; Soedarsono, FX
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 17 No. 1 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i1.1366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui gambaran faktor situasional, faktor psikologis, dan kinerja guru SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta; (2) menemukan pengaruh faktor situasional dan faktor psikologis terhadap kinerja guru SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta; (3) merumuskan hubungan kausal kepe-mimpinan kepala sekolah, budaya sekolah, imbalan, kemampuan guru, komitmen guru, motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian korelasional dan bersifat ex-post facto. Sampel sejumlah 155 ditentukan dengan Formula Cohen dengan teknik proportionale random sampling. Data dikumpulkan dengan inventori, lembar pengamatan, dan self assessment. Validasi isi dilakukan dengan expert judgment. Validasi konstruk dilakukan dengan analisis faktor dan reliabilitas ditentukan dengan rumus Alpha Cronbach. Data dianalisis dengan analisis deskriptif, analisis regresi dan analisis jalur. Interpretasi hasil analisis data menggunakan taraf signifikansi 0,05. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa ke-pemimpinan kepala sekolah, budaya sekolah, imbalan, kemampuan guru, komitmen guru, motivasi kerja guru, dan kinerja guru ter-masuk dalam kategori tinggi.Kata kunci: kinerja guru, Sekolah Menengah Kejuruan, faktor psikologis, faktor situasional______________________________________________________________DETERMINANT OF SMK TEACHERS' PERFORMANCE IN THE FIELD OF MECHANICAL ENGINEERING EXPERTISEAbstract This study was aimed at: (1) describing the situational factors, psychological factors, and vocational high school teachers' performance; and (2) revealing determination of situational factors (principal's leadership, school culture, and compensation), and psychological factors (teachers' ability, teachers' commitment, teacher's work motivation) to vocational high school teachers' performance, (3) revealing causal effect of principal's leadership, school culture, compensation, teachers' ability, teachers' commitment, and teacher's work motivation to vocational high school teachers' performance. This ex-post facto research was done at mechanical engineering program in technological and industrial vocational high schools at Yogyakarta Special District. The population was 187 teachers and samples of 155 teachers were determined using the Cohen formula and proportional random sampling technique. Data were collected through inventory, observations, and self assessment. Analysis of content validity was conducted by expert judgment and construct validity was conducted using factors analysis. Reliability analysis was conducted using Cronbach Alpha formula. The data were analyzed using descriptive methods, correlations, regression, and path analysis. The result of descriptive analysis showed that principal's leadership, school culture, compensation, teachers' ability, teachers' commitment, teachers' work motivation, and vocational high school teachers' performance was in high category.Keywords: teachers' performance, vocational high school, psychological factors, situational factors
Produktivitas Kerja Perempuan dalam Industri Rumah Tangga di Dusun Mlangi Yogyakarta Suprihatin Suprihatin
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2004)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v6i2.2053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan: (1) tingkat produktivitas kerja perempuan dalam industri rumah tangga; (2) pengaruh motivasi kerja, jiwa kewirausahaan, dan keterampilan kerja terhadap produktivitas kerja. Populasi penelitian adalah perempuan yang bekerja dalam industri rumah tangga konveksi di Dusun Mlangi. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik random sampling. Berdasarkan rumus Kohen diperoleh sampel sejumlah 108 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi untuk memperoleh data kuandtas kerja, kualitas kerja, dan keterampilan kerja. Angket digunakan untuk memperoleh data motivasi kerja, jiwa kewirausahaan, dan produktivitas kerja. Dokumentasi digunakan untuk mengungkap data kuantitas dan kualitas kerja. Wawancara digunakan untuk memperoleh data kuandtas dan kualitas kerja. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan regresi ganda. Hasil analisis menunjukkan tingkat produktivitas kerja tinggi, motivasi kerja cukup memadai, jiwa wirausaha yang cukup, dan ketrampilan kerja tinggL Analisis regresi ganda menunjukkan sumbangan motivasi kerja pada produktivitas kerja sebesar 5,9%, sumbangan jiwa kewirausahaan pada produktivitas kerja 6,4% dan sumbangan keterampilan kerja pada produktivitas kerja sebesar 13,4%. Analisis regresi juga menunjukkan ada pengaruh yang positif antara motivasi kerja, jiwa kewirausahaan, dan keterampilan kerja terhadap produktivitas kerja sebesar 35,4%. Kata kunci: motivasi kerja, jiwa kewirausahaan, keterampilan kerja, produktivitas kerja
MODEL PEMBELAJARAN LIMA DOMAIN SAINS DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENGEMBANGKAN PEMBELAJARAN BERMAKNA Rosana, Dadan
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2009)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v13i2.1413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Model Pembelajaran Lima Domain Sains (MP5DS) dengan pendekatan kontekstual berlandaskan teori konstruktivisme untuk menghasilkan pembelajaran bermakna, melalui tahapan; (1) pengembangan perangkat pembelajaran dan sumber belajar (2) pengujian hubungan antar variabel, serta MP5DS dengan variabel yang mempengaruhinya. Metode penelitian mengggunakan penelitian dan pengembangan model spiral. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur dan model persamaan struktural menggunakan AMOS 6.0. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) prototipe perangkat pembelajaran dan prosedur implementasi MP5DS untuk pembelajaran sains, (2) terdapat pengaruh langsung yang positif dan signifikan maupun tidak langsung antar variabel kognitif, afektif, proses, aplikasi dan kreativitas, (3) pencapaian nilai tes kognitif pada kategori tinggi (73,11%), nilai sikap cukup baik (58%), nilai proses tinggi (63,31%), nilai aplikasi tinggi (61,93%) dan nilai kreativitas masih rendah (39,41%), serta (4) MP5DS dipengaruhi oleh lingkungan psikososial pembelajaran sains dan kompetensi guru. Variabel lingkungan psikososial pembelajaran sains memiliki pengaruh langsung positif dan signifikan (faktor bobot = 0,60, cr=11,490, dan p<0,000|),  tetapi variabel kompetensi guru pengaruhnya tidak signifikan (faktor bobot = 0,34, cr=11,490, dan p<0,000|).Kata kunci:      MP5DS, kontekstual, pembelajaran bermakna
Efektivitas Pembelajaran di Pesantren Mahasiswa (Studi Kasus Pesantren Aji Mahasiswa Al Muhsin Yogyakarta) Zamakhsari, Zamakhsari; Suyanto, Suyanto
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 3 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i3.2092

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran nyata dan mengevaluasi pembelajaran di pesantren mahasiswa, terutama mengenai: 1) kondisi lingkungan pesantren baik fisik dan sosial budaya yang dapat menumbuhkan iklim pembelajaran yang kondusif, 2) proses seleksi santri, 3) kualifikasi dan rekrutmen tenaga kependidikan yang sesuai dengan pesantren mahasiswa, 5) pelaksanaan proses belajar mengajar, dan 6) manajemen pembelajaran di pesantren mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi yang bersifat kualitatif. Pendekatan evaluasi yang digunakan untuk mengembangkan knteria adalah gabungan pendekatan proses dm fidelity, sedang metode yang digunakan adalah metode etnografi. Penelitian ini dilaksanakan di Pesantren Aji Mahasiswa Al Muhsin Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan pengamatan terlibat, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah menggunakan model analisis interaktif. Pemeriksaan keabsahan penelitian dilakukan dengan mengadakan triangulasi sumber data dan metode. Berdasarkan pembahasan yang dilakukan, hasil penelitian yang dapat dikemukakan adalah: 1) Santri yang belajar adalah mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi. Seleksi yang diadakan terhadap calon santri tidak mampu mengungkap seluruh aspek santri, yaitu dengan ditunjukkan santri keluar bukan karena lulus dari perguruan tinggi. 2) Rekrutmen ustadz berdasar atas kompetensi profesional. 3) Kurikulum yang digunakan mengikuti perkembangan masyarakat, sehingga bermanfaat untuk kehidupan santri. 4) Tempat tinggal dan lingkungan belajar cukup kondusif untuk belajar. 5) Proses belajar mengajar sudah berjalan baik dan berkualitas karena ustadz menguasai materi, menggunakan berbagai macam metode dan model-model pembelajaran dan dilakukan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. 6) Manajemen pesantren cukup baik, karena pengasuh sebagai manajer yang mengorganisir seluruh kegiatan pesantren dan pengasuh dijadikan panutan dalam bimbingan santri. Berdasarkan temuan hasil penelitian, pembelajaran mempengaruhi pola sikap dan pola fikir santri, baik yang belajar formal di perguruan tinggi umum maupun di perguruan tinggi agama.
Evaluasi Pelaksanaan Program Penyetaraan D-II PGSD FKIP Universitas Terbuka Surabaya Dwi Sambada; Zuchdi Zuchdi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 4, No 5 (2002)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v4i5.2069

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan PPD-II PGSD ditinjau dari komponen: kurikulum; mahasiswa; tutor dan supervisor; organisasi dan mekanisme pengelolaan program; sarana dan prasirana tutorial; lingkungan tutorial; proses pembimbingan PKM; dan prestasi belajar mahasiswa. Pendekatan dan model evalusai menggunakan pendekatan proses dan model CIPP. Sumber informasi diperoleh dari pengelola program, tutor. supervisor PKM, dan mahasiswa PPD-II PGSD di Kabupaten Jombang. Pengumpulan data menggunakan instrumen angket, didukung wawancara terstruktur dan dokumentasi. Validitas instrumen diperoleh melalui validasi instrumen dan uji coba instrumen. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan distribusi frekuensi dan persentase, selanjutnya diinterprestasi dan dibahas secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan masih adanya kendala di antaranya kemampuan tutor dalam menjabarkan isi kurikulum serta penuntasan materi modul; distribusi sarana dan prasarana belajar; intensitas dan efektivitas tutorial; keterbatasan KIT IP A; penataan lingkungan sosial-psikologis; prestasi belajar mahasiswa belum mencapai kualitias baik. Minat mahasiswa, tutor, mekanisme pengelolaan program, dan PKM sudah baik. Kata kunci: evaluasi, program penyetaraan, universitas terbuka
KUALITAS TES POTENSI AKADEMIK VERSI 07A Azwar, Saifuddin
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2008)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v12i2.1429

Abstract

Karakteristik butir dan subtes dari Tes Potensi Akademik (TPA) versi 07A diteliti berdasarkan data jawaban 198 pelamar Program Magister Psikologi UGM tahun 2007, sementara validitas prediksi tes dianalisis berdasarkan data jawaban 80 mahasiswa yang diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa butir-butir subtes verbal, kuantitatif, dan penalaran memiliki tingkat kesulitan sedang, indeks daya beda sangat baik, dan distraktor berfungsi dengan baik. Semua skor subtes memiliki koefisien reliabilitas yang sangat tinggi, demikian juga skor TPA. Namun, analisis validitas skor TPA kurang dapat memprediksi IPK semester pertama.Kata kunci: TPA, analisis butir, validitas prediksi
Pemerataan Kesempatan Memperoleh Pendidikan Tingkat SLTP di Daerah Perbatasan Kalbar-Malaysia Harun Harun
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 1, No 1 (1998)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v1i1.2108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: 1) tingkat pemerataan kesempat-an memperoleh pendidikan SLP 2) pengaruh faktor geografis, sosial-ekonomi. budaya terhadap penawaran pendidikan dan pemiintaan pendidikan anak usia 13-15 tahun; 3) pengaruh faktor geografis. sosial-ekonomi, budaya. penawaran pendi­dikan. dan permintaan pendidikan terhadap keputusan orang tua untuk menyeko­lahkan atau tidak menyekolahkan anaknya ke SLP; 4) merekomendasikan alternant kebijakan jenis wajib belajar pendidikan' SLP. Populasi penelitian ialah orang tua anak usia 13-15 tahun di daerah perbatasan Kalbar-Malaysia. dengan sampel 405 orang. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner mencakup kondisi geografis, sosial-ekonomi. budaya, penawaran pendidikan, permintaan pendidikan dan keputusan orang tua. Uji validitas instrumen menggunakan analisis faktor dan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha dari Cronbach. Analisis data dengan statistik deskriptif. regresi. dan analisis jalur dengan tiga langkah: analisis jalur terhadap keputusan orang tua secara umum. Kenyataan menuniukkan bahwa ada orang tua yang keputusannya menyekolahkan tapi tidak menyekolahkan. oleh karena itu dilakukan analisis jalur kedua untuk orang tua yang menyekolahkan dan ketiaa untuk orane tua vans: tidak menvekolahkan. Uji keberartian koefisien jalur: 0,05. Analisis deskriptif keenam variabel yang dilibatkan menunjukkan kategori sedang. Uji hipotesis tahap pertama menunjukkan: 1) penawaran pendidikan dipe-ngaruhi secara positif oleh variabel geografis, sosek. dan budaya: 2) permintaan pendidikan dipengaruhi secara langsung dan positif oleh geografis. sosek. budaya dan penawaran pendidikan. dan juga secara tidak langsung melalui penawaran pendidikan: 3) keputusan orang tua menyekolahkan atau tidak menyekolahkan anak dipengaruhi secara langsung oleh geografis. sosek. budaya, penawaran pendidik­an, dan permintaan pendidikan maupun secara tidak langsung melalui penawaran dan permintaan pendidikan. Analisis tahap kedua menunjukkan bahwa: keputusan orang tua untuk menye­kolahkan anak tidak dipengaruhi oleh geografis dan sosial-ekonomi baik secara langsung maupun tidak langsung melalui penawaran dan permintaan pendidikan. sedangkan budaya. penawaran dan permintaan pendidikan memberikan pengaruh yang berarti. Analisis tahap ketiga menunjukkan bahwa: Keputusan orang tua untuk tidak menyekolahkan anak dipengaruhi oleh geografis, budaya, penawaran dan permintaan pendidikan baik secara langsung mapun tidak langsung. sedang­kan sosek tidak mempengaruhinya. Alternatif kebijakan yang direkomendasikan: 1) memperluas jenis pendidikan SLP seperti: SLP satu atap dengan SD/M1 atau SLP kelas jauh dengan meman-faatkan fasilitas SD/MI: 2) menyamakan visi dan langkah antara Pemda dengan Kanwil Depdikbud terutama menyangkut anggaran; dan 3) memperluas peran GNOTA Kalbar hingga tingkat kecamatan.