cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 26857111     EISSN : 23386061     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian pendidikan dosen, dan penelitian disertasi mahasiswa S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil-hasil penelitian yang disampaikan pada jurnal ini tidak terbatas pada bidang evaluasi pendidikan tetapi juga hasil penelitian dan evaluasi pendidikan dalam arti luas, seperti bidang teknologi dan kejuruan, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan luar sekolah, linguistik terapan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan sains, dan pendidikan matematika. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan Nomor ISSN cetak 1410-4725 dan ISSN online 2338-6061 telah terakreditasi kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 040/P/2014 yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2014
Arjuna Subject : -
Articles 499 Documents
Otonomi Moral Keagamaan Mahasiswa Muhammad Idrus; Syafii Ma'arif
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 3 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i3.2085

Abstract

Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menganalisis fenomena otonomi moral keagamaan mahasiswa Fakultas Tarbiyah, yang diharapkan dapat menjadi balikan bagi perumusan model ideal pendidikan moral yang sesuai dengan kaidah agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terpancang {embedded case study), dengan mengambil latar Fakultas Tarbiyah UII. Model ini diharapkan dapat memberikan gambaran makna mendalam tentang perilaku keseharian mahasiswa-mahasiswi sesuai fokus penelitian yang diajukan. Pengamatan, wawancara, rekaman audio dan rekaman visual digunakan dalam proses pengumpulan data yang melibatkan mahasiswa dan dosen. Analisis domain, taksonomik, komponensial dan tema digunakan dalam mereduksi dan mengklasifikasi data yang diperoleh u ntuk mendeskripsikan kenyataan empiris. Hasil penelitian menunjukkan perilaku kegamaan yang ditampilkan para informan cenderung tidak memiliki otonomi moral keagamaan yang baik, atau masih dalam tahapan heteronomi. Hal tersebut ditunjukkan adanya pelbagai harapan atas pelaksanaan perintah yang dilakukan, ataupun penghindaran larangan. Kedua, dalam memeluk agama tampaknya secara umum informan masih bersifat pewarisan dari para orang tuanya. Ketiga, dalam upayanya untuk membangkitkan otonomi moral keagamaan mahasiswa, dosen melakukan dengan cara himbauan, nasehat, ataupun bimbingan yang diberikan pada waktu-waktu tertentu dan tidak terjadual dalam kegiatan tatap muka di kelas. Berdasarkan pada hasil penelitian diajukan beberapa saran, yaitu: Pertama, adanya pengakuan informan bahwa agama yang dianutnya merupakan agama warisan orang tua mereka, dapat dijadikan sebagai fokus pada penelitian berikut. Kedua, dalam penelitian ini kajian otonomi moral keagamaan dilihat dari sudut pandang agama Islam. Tentunya melihat variasi agama yang ada di Indonesia, sudut pandang penelitian lanjutan dapat dilakukan melalui "kaca mata" agama-agama yang berbeda.
KOMPARASI METODE STANDARD SETTING UNTUK PENENTUAN KKM MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VIII SMP Anto, Susi; Mardapi, Djemari
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i2.1706

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menemukan skor batas Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) de-ngan memanfaatkan metode yang ada dalam standard setting. Metode yang digunakan adalah metode Extended Angoff dan metode Ebel. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang diperkuat dengan data kualitatif. Data kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah pola respon peserta didik atas soal UKK SMP/MTs Kelas VIII Mapel Matematika Kabupaten Sleman 2011/2012. Selain itu, dalam penentuan cut of score, juga digunakan data kuantitatif yang diperoleh dari expert judgement. Sementara expert judgement yang bersifat kualitatif digunakan untuk menilai kualitas pelaksanaan pertemuan standard setting. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cutscore yang diperoleh dengan menggunakan metode Extended Angoff maupun Ebel masing-masing 59 dan 50,98 pada skala 100. Cutscore ini berbeda cukup signifikan dengan KKM sekolah yang ditentukan dengan menggunakan metode konvensional. Berdasarkan analisis validitas standard setting, metode Extended Angoff memberikan hasil cutscore yang relatif lebih valid dibanding metode Ebel. Validitas standard setting yang diukur dalam penelitian ini adalah validitas internal yang meliputi method consistency, decision consistency, intra-judge consistency, dan inter-judge consistency.Kata kunci: standard setting, KKM, validitas standard setting ______________________________________________________________COMPARISON OF STANDARD SETTING METHOD FOR DETERMINING MINIMUM MASTERY CRITERIA Abstract The objective of the research is to find cutscore of Minimum Mastery Criteria (KKM) by utilizing methods existing in standard setting. The methods used are Extended Angoff and Ebel methods. This research is quantitative descriptive one supported by qualitative data. Quantitative data used in this research are the pattern of students' responses against the problems of Mathematics at the End of the Year Examination for SMP/MTs for eight graders in Kabupaten Sleman 2011/2012. In addition, quantitative data obtained from expert judgement are also used for determining cut of score. Meanwhile, qualitative expert judgement is used to assess the quality of standard setting meeting. The result of this research shows that cutscore gained using both Extended Angoff and Ebel methods is 59 and 50,98 respectively on a scale of 100. This cutscore is significantly different from school KKM defined using conventional method. Based on analysis of standard setting, Extended Angoff method would provide cutscore result that is relatively more valid compared to Ebel. The validity of standard setting measured in this research is the internal validity including method consistency, decision consistency, intra-judge consistency, and inter-judge consistency. Keywords: standard setting,  minimum mastery criteria, standard setting validity
METODE STANDARD SETTING UNTUK UJIAN NASIONAL DI SEKOLAH DASAR Rejeki, Sri; Mardapi, Djemari; Kumaidi, Kumaidi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 18 No. 1 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v18i1.2126

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik hasil Cut Score UN di SD tahun 2009 berdasarkan pengembangan implementasi metode Nedelsky, Ebel, Bookmark dan hasil modifikasi metode Ebel-Bookmark; eyakinan panelis terhadap implementasi metode Standard Setting untuk menetapkan Cut Score; dan akurasi implementasi berdasarkan standar deviasi masing-masing metode. Sampel meliputi 10 orang panelis pada putaran 1, 16 guru pada putaran 2, 8 pakar dan 1650 hasil pekerjaan siswa. Prosedur dan análisis data mengikuti langkah empat metode yang ditetapkan. Analisis item menggunakan program ITEMAN dan Bilog MG dengan 1 Parameter Logistik. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan (1) Rerata Cut Score berdasarkan metode Nedelsky untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia 28,44, Matematika 23,47, IPA 27. Metode Ebel untuk Bahasa Indonesia 80,75, Matematika 60,21, IPA 77,54. Metode Bookmark untuk Bahasa Indonesia sebesar 51,63, Matematika 51,33, IPA 59,16. Modifikasi Ebel-Bookmark untuk Bahasa Indonesia 81,27, Matematika 79,06 dan IPA 77,44; (2) keyakinan panelis dalam implementasi metode Standard Setting untuk metode Bookmark 81,25%, modifikasi Ebel-Bookmark 62,50%,  metode Ebel 43,75% dan metode Nedelsky 43,75%; (3) Metode Bookmark lebih akurat dalam menetapkan cut score mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika, modifikasi metode Ebel-Bookmark lebih akurat untuk menetapkan cut scoremata pelajaran IPA.Kata kunci: standard setting, ujian nasional, sekolah dasar______________________________________________________________ THE STANDARD SETTING METHOD FOR THE NATIONAL EXAMINATION IN THE ELEMENTARY SCHOOLAbstract This study aims to investigate the characteristics results in Cut Score of UN elementary school in 2009  based on developing the implementation of Nedelsky, Ebel, Bookmarks methods, and modified Ebel method-Bookmark; panelists' confidence on the implementation of the methods for setting the Standard Setting Cut Score; and the  implementation's accuracy based on the standard deviation of each method. The sample included 10 panelists in round 1, 16 teachers in round 2, 8 experts, and 1650 students' work. Procedures and analysis of data followed the steps of four methods specified. Item analysis used the program ITEMAN and Bilog MG with 1 Parameter Logistic. Based on the results of data analysis it is concluded 1). Cut Mean Score based on Nedelsky method for Indonesian  is 28.44, Math is 23:47, and  Science is 27. Ebel methods for Indonesian is 80.75, Mathematics is 60.21, and Science is 77.54. Bookmark method for Indonesian is 51.63, Mathematics is 51.33, Science is 59.16. Modified Ebel-Bookmark for Indonesian is 81.27, Mathematics is 79.06, and Science is 77.44; 2). panelists confidence in the implementation of the Standard Setting of Bookmark method is 81.25%, Ebel-modification Bookmark is 62.50%, Ebel methods is 43.75%, and  methods Nedelsky is 43.75%; 3).The Bookmark method is more accurate in determining the cut score for Indonesian Language and Mathematics, modified Ebel- Bookmark method is more accurate to establish the cut score for the science subject. Keywords: Standard Setting, National Examination, elementary school
Evaluation of the implementation of Indonesia Pintar program in vocational school Hamdi, Syukrul; Setiawan, Risky; Musyadad, Faridl
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 24, No 1 (2020)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v24i1.32603

Abstract

The study aims to evaluate a program of channeling educational fund, Program Indonesia Pintar (PIP), for vocational school (sekolah menengah kejuruan or SMK). This research was evaluation research using mix method approach. The evaluation model used was the CIPP model covering context, input, process, and product. The respondents of the study were 702 principals, 125 student’s parents, and 15853 students of the SMKs spreading across 29 out of 34 provinces in Indonesia. Data collection techniques used were analysis, survey, interview, observation, and study documentation. The instruments used were analysis sheets, questionnaires, interview guidelines, observation sheets, and the list of related documents. Data analysis techniques used were quantitative descriptive and qualitative and comparing the result with the PIP evaluation success criteria. The results show that the overall PIP implementation runs well with details in aspects: (a) context, the PIP socialization is implemented well, the PIP objectives performance is in the very good category and can ease students’ costs in the excellent category; (b) input, the school provides particular staffs executing PIP showing the excellent category; (c) process, the targeted accuracy of most PIP students at SMK states that they follow the provisions. Based on the PIP SMK management role and function, the institute has served well; (d) product, most issues reported of the PIP funds for SMK indicate that the use of the fund by students is suitable with the provision and its management. The current model of the PIP aid funds needs to be advanced, particularly with several aspects unsteady.
Evaluasi Program Penjurusan SMA di SMAN 11 dan SMA Bopkri 1 Yogyakarta Yuli Prihatni
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v8i2.2000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mengevaluasi pelaksanaan Program Penjurusan SMA Di SMAN 11 dan SMA BOPKRI I Yogyakarta, khususnya terkait dengan: (1) persiapan penjurusan; (2) proses pelaksanaan penjurusan; (3) hasil penjurusan dan (4) keefektifan pelaksanaan penjurusan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI, guru BK, wakasek kurikulum dan kepala sekolah di SMAN 11 Yogyakarta dan SMA BOPKRI I Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi model stake. Kriteria evaluasi mengacu pada kriteria yang ditetapkan oleh Depdiknas. Pengumpulan data melalui angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji coba instrumen dilaksanakan di SMA PIRI I Yogyakarta dan menghasilkan reliabilitas data anticedent 0,752 dan reliabilitas data outcome 0,833. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persiapan penjurusan di kedua sekolah sudah cukup baik ditinjau dari informasi penjurusan yang diterima siswa guru BK, data pribadi siswa yang digunakan dikedua sekolah, dan peran guru BK; (2) Proses pelaksanaan penjurusan berjalan dengan baik dengan mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi; (3) Hasil penjurusan didukung orang tua, motivasi siswa meningkat, dan prestasi siswa. Kata kunci: program penjurusan sma
PERBANDINGAN ESTIMASI KEMAMPUAN LATEN ANTARA METODE MAKSIMUM LIKELIHOOD DAN METODE BAYES Retnawati, Heri
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 19 No. 2 (2015)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v19i2.5575

Abstract

Studi ini bertujuan untuk membandingkan ketepatan estimasi kemampuan laten (latent trait) pada model logistik dengan metode maksimum likelihood (ML) gabungan dan bayes. Studi ini menggunakan metode simulasi Monte Carlo, dengan model data ujian nasional matematika SMP. Variabel simulasi adalah panjang tes dan banyaknya peserta.  Data dibangkitkan dengan menggunakan SAS/IML dengan replikasi 40 kali, dan tiap data diestimasi dengan ML dan Bayes. Hasil estimasi kemudian dibandingkan dengan kemampuan yang sebenarnya, dengan menghitung mean square of error (MSE) dan korelasi antara kemampuan laten yang sebenarnya dan hasil estimasi. Metode yang memiliki MSE lebih kecil dikatakan sebagai metode estimasi yang lebih baik. Hasil studi menunjukkan bahwa pada estimasi kemampuan laten dengan 15, 20, 25, dan 30 butir dengan 500 dan 1.000 peserta, hasil MSE belum stabil, namun ketika peserta menjadi 1.500 orang, diperoleh akurasi estimasi kemampuan yang hampir sama baik estimasi antara metode ML dan metode Bayes. Pada estimasi dengan 15 dan 20 butir dan peserta 500, 1.000, dan 1.500, hasil MSE belum stabil, dan ketika estimasi melibatkan 25 dan 30 butir, baik dengan peserta 500, 1.000, maupun 1.500 akan diperoleh hasil yang lebih akurat dengan metode ML.Kata kunci: estimasi kemampuan, metode maksimum likelihood, metode Bayes  THE COMPARISON OF ESTIMATION OF LATENT TRAITS USING MAXIMUM LIKELIHOOD AND BAYES METHODSAbstractThis study aimed to compare the accuracy of the estimation of latent ability (latent trait) in the logistic model using maximum likelihood (ML) and Bayes methods. This study uses a quantitative approach that is the Monte Carlo simulation method using students responses to national examination as data model, and variables are the length of the test and the number of participants. The data were generated using SAS/IML with replication 40 times, and each datum is then estimated by ML and Bayes. The estimation results are then compared with the true abilities, by calculating the mean square of error (MSE) and correlation between the true ability and the results of estimation. The smaller MSE estimation method is said to be better. The study shows that on the estimates with 15, 20, 25, and 30 items with 500 and 1,000 participants, the results have not been stable, but when participants were upto 1,500 people, it was obtained accuracy estimation capabilities similar to the ML and Bayesian methods, and with 15 items and participants of 500, 1,000, and 1,500, the result has not been stable, while using 20 items, the results have not been stable, and when estimates involve 25 and 30 items, either by participants 500, 1,000, and 1,500 it will obtain more accurate results with ML method.Keywords: estimation ability, maximum likelihood method, bayes method
HUBUNGAN SISTEM PEMBELAJARAN, LINGKUNGAN BELAJAR, KONSEP DIRI DAN PENGEMBANGAN EMPLOYABILITY SKILLS MAHASISWA Suarta, I Made
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 16 (2012): Edisi Dies Natalis ke-48 UNY
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v16i0.1104

Abstract

Tujuan penelitian adalah memperoleh model struktural pengembangan employability skills mahasiswa. Penelitian bersifat ex-post facto, menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimen. Populasi penelitian adalah lulusan Politeknik Negeri Bali tahun 2009 dan mahasiswa tingkat akhir tahun akademik 2009/2010 yang sedang melakukan praktik kerja lapangan di industri. Ukuran sampel sebanyak 244, dipilih secara proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert lima tingkat. Analisis data menggunakan model persamaan struktural. Model struktural pengembangan employability skills mahasiswa ditunjukkan oleh adanya pengaruh tidak langsung sistem pembelajaran dan lingkungan belajar, dengan koefisien pengaruh tidak langsung masing-masing 0,16 dan 0,14. Pengembangan employability skillsmahasiswa tidak dapat dipandang sebagai pengaruh langsung dari sistem pembelajaran dan lingkungan belajar, tetapi harus dilihat sebagai pengaruh secara bersama-sama melalui pengembangan konsep diri mahasiswa.Kata kunci: sistem pembelajaran, lingkungan belajar, konsep diri, employability skills_____________________________________________________________   A RELATION OF THE LEARNING SYSTEM, ENVIRONMENTAL LEARNING, SELF-CONCEPT AND DEVELOPMENT OF STUDENTS' EMPLOYABILITY SKILLS AbstractThis study aims to a obtain structural model for the development of students' employability skills. It was an ex post facto study using the non-experimental quantitative approach. The population comprised year 2009 graduates of Bali State Polytechnic and final-year students in the academic year of 2009/2010 who were doing field work practicums in the industry. The sample consisted of 244 students selected using the proportional random sampling technique. The data were collected using a five-scale Likert questionnaire. The data were analyzed structural equation models. The structural model of the development of students' employability skills was indicated by the indirect effect of the learning system and learning environment, with indirect effect coefficients of 0.16 and 0.14. The development of students' employability skills cannot be considered as a direct influence of the learning system and learning environment, but should be viewed as simultaneous effects through students' self-concept.Keywords: learning system, learning environment, self-concept, employability skills.
Pengaruh Pendekatan Konstruktivistik dan Gaya Belajar Siswa terhadap Prestasi Belajar Kimia Siswa Kelas I Semester 2 SMA Negeri 1 Ngaglik Sleman Tahun Pelajaran 2003/2004 Waluyo Waluyo
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2006)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v8i1.2016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh pendekatan pembelajaran, gaya belajar siswa, dan interaksi keduanya terhadap prestasi belajar kimia. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Ngaglik, Sleman terhadap siswa kelas I semester 2 tahun pelajaran 2003/2004. Penelitian ini adalah eksperimen dengan desain faktorial 2x3. Populasi penelitian ini berjumlah 220 siswa dengan sampel sejumlah 125 siswa yang ditentukan dengan teknik cluster sampling. Instrumen yang digunakan berupa soal kemampuan awal kimia, angket gaya belajar siswa, dan soal prestasi belajar kimia, yang sudah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Koefisien reliabilitas masing-masing instrumen lebih dad 0,7. Sebelum data dianalisis dilakukan pengujian prasyarat analisis dengan Kolmogorov-Smirnov untuk menghitung normalitas; serta F-ratio untuk menghitung homogenitas. Data dianalisis dengan menggunakan analisis variansi dua jalur, dengan taraf signifikansi 5%.Hasil penelitian pembelajaran kimia menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa: (1) lebih tinggi pada pembelajaran konstruk-tifistik daripada pembelajaran konvensional, (2) lebih tinggi dengan gaya belajar visual dibanding gaya belajar auditorial, (3) tidak berbeda antara gaya belajar visual dengan kinestetik dan antara gaya belajar auditorial dengan kinestetik.Kata kunci: honstruktivistik, gaya belajar siswa, prestasi belajar kimia.
MODEL EVALUASI PEMBELAJARAN AKIDAH DAN AKHLAK DI MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) Darodjat, Darodjat; Zuchdi, Darmiyati
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 20 No. 1 (2016)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v20i1.7517

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) menghasilkan model evaluasi pembelajaran Akidah dan Akhlak di MTs, (2) menghasilkan instrumen evaluasi yang memiliki reliabilitas dan validitas, (3) mengetahui kelayakan Model Logik Evaluasi Pembelajaran Akidah dan Akhlak (MLEPAA). Penelitian ini menggunakan model Borg dan Gall. Teknik penentuan subjek penelitian untuk unit analisis siswa dengan simple random sampling sejumlah 330 siswa dari tiga MTsN di Kabupaten Banyumas, 3 orang Guru Akidah dan Akhlak, dan 3 orang Kepala MTsN. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: kuesioner, tes, dan penilaian antarteman. Validitas instrumen meliputi face validity dan content validity, dianalisis dengan expert judgment, validasi konstruk dianalisis dengan konfirmatori faktor analisis (CFA), sedangkan instrumen tes dianalisis dengan bantuan program ITEMAN. Estimasi reliabilitas instrumen menggunakan formula Alpha Cronbach dan reliabilitas interrater menggunakan Cohens' Kappa dengan program SPSS for Window 16.0. Simpulan penelitian: pertama, model evaluasi yang dihasilkan (MLEPAA) mencakup empat komponen utama, yaitu: input, activities, output, dan outcomes. Kedua, hasil analisis dengan CFA diperoleh indeks: (1) ρ-value > 0,05; (2) Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA) < 0,8; dan (3) Goodness of Fit Index (GFI) < 0,90. Ketiga, instrumen yang dikembangkan memenuhi validitas dan reliabilitas yang baik. Keempat, berdasarkan penilaian user, MLEPAA layak digunakan.Kata kunci: model logik, evaluasi pembelajaran Akidah dan Akhlak, MTs AKIDAH AND AKHLAK LEARNING EVALUATION MODEL IN THE MADRASAH TSANAWIYAHAbstractThis study aimed to: (1) develop an evaluation model on Akidah Akhlak subject of Madrasah Tsanawiyah (MTs), (2) generate some instruments of evaluation which have validity and reliability, (3) know a worthiness model evaluation of Akidah Akhlak subject in implementation. This study was a research and development of Borg and Gall model. The subjects were determined by simple random sampling which consisted of 330 students, 3 teachers, and 3 principles in three public Madrasah Tsanawiyah in Banyumas regencies. The data gathering techniques used were questionnaires, tests, and peer assessment. The instrument validation process was carried out in terms of the face validity and content validity through expert judgment, the construct validity through the confirmatory factor analysis (CFA), and test by using ITEMAN program. The instrument reliability was analyzed using the Cronbach's Alpha technique, and inter-rater reliability was assessed using SPSS for Window 16.0. with Cohens' Kappa technique. The results of the research were as follows: firstly, the components of MLEPAA evaluation model consisted of input, activities, output, and outcomes. Secondly, the results of CFA analysis were as follows: (a) Chi-Square, p > 0.05, the acquired value is= 553.72, (b) Goodness of Fit Indices (GFI) must be 0 to 1, the acquired value is = 0.892, and (c) Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA) < 0.05, the acquired value is = 0.000. Thirdly, instrument utilized in research had fulfilled reliability and validity. Fourth, based on assessment from user, the MLEPAA was suitable for using in MTs.Keywords: logic model, Akidah Akhlak learning evaluation, MTs
EVALUASI PROGRAM PENINGKATAN KULAIFIKASI GURU MADRASAH DI SUMATERA SELATAN Khodijah, Nyayu
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 16 No. 1 (2012)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v16i1.1121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program peningkatan kualifikasi guru, khususnya yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama terhadap guru madrasah, dan untuk me-nilai apakah program yang berjalan telah memberikan dampak yang diharapkan. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif evaluatif menggunakan model evaluasi konteks, input, proses dan produk (context, input, process, product, CIPP), dan difokuskan pada evaluasi proses dan produk. Penelitian dilaksanakan di provinsi Sumatera Selatan. Responden pe-nelitian ini adalah guru madrasah yang menjadi peserta program kualifikasi angkatan pertama. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik angket dan wawancara, sedang analisis data menggunakan teknik analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program peningkatan kuali-fikasi guru madrasah sebagian besar telah berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Namun, bila dilihat satu per satu, khusus pada proses pelaksanaannya masih ada beberapa hal yang belum sepenuhnya sesuai dengan yang direncanakan. Dampak yang dirasakan oleh guru dengan diterapkannya program ini terlihat pada peningkatan kompetensi mengajar, peningkatan karir, serta peningkatan kesejahteraan, tapi dampaknya pada kemungkinan penerapan materi perkuliahan yang diperoleh masih belum optimal. Kata kunci: guru madrasah, program peningkatan kualifikasi guru ______________________________________________________________EVALUATION OF MADRASAH TEACHERS' QUALIFICATIONS IMPROVEMENT PROGRAM IN SOUTH SUMATRAAbstractThis study aimed to evaluate the program of improving teacher qualifications, especially those implemented by the Ministry of Religious Affairs of the madrasah teachers, and to assess whether the program has given the expected impact. The study was conducted by using descriptive evaluative method. The research was conducted in South Sumatra province. The respondents were all madrasah teachers who became the first group participants in that program. Data collection techniques used were questionnaire and interview, data analysis techniques used are of quantitative analysis. The results showed that the program for improving teacher qualifications had been running largely as planned. However, when viewed one by one, specifically on the implementation process there are still many things that are not completely as planned. Moderate impact felt by the teachers can be seen at improving teaching compe-tencies, improving careers, as well as improving the welfare, but still less on the possibility of applying materials obtained from lecturing.Keywords: madrasah teachers, the program for improving teacher qualifications