cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 26857111     EISSN : 23386061     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian pendidikan dosen, dan penelitian disertasi mahasiswa S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil-hasil penelitian yang disampaikan pada jurnal ini tidak terbatas pada bidang evaluasi pendidikan tetapi juga hasil penelitian dan evaluasi pendidikan dalam arti luas, seperti bidang teknologi dan kejuruan, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan luar sekolah, linguistik terapan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan sains, dan pendidikan matematika. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan Nomor ISSN cetak 1410-4725 dan ISSN online 2338-6061 telah terakreditasi kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 040/P/2014 yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2014
Arjuna Subject : -
Articles 499 Documents
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MELALUI PENDEKATAN PMRI DAN PELATIHAN METAKOGNITIF Danoebroto, Sri Wulandari
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2008)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v11i1.1419

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dan pelatihan metakognitif terhadap peningkatan kemampuan siswa dan proses memecahkan masalah. Penelitian ekperimen semu ini dengan desain pretes-postes menggunakan kelompok non-ekuivalen, dua kelompok eksperimen dan dua kelompok kontrol. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Sleman. Sampel diambil menggunakan teknik sampling tersedia. Data dikumpulkan menggunakan tes, angket, wawancara, dan observasi dan dianalisis dengan analisis kovarians. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa memecah masalah yang memperoleh pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI dan pelatihan metakognitif lebih unggul dibandingkan dengan pendekatan konvensional, yaitu terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan, dengan nilai F=5,506 dan p<0,05. dan uji lanjut dengan qTK=5,0612 dan p<0,05, ada perbedaan peningkatan kemampuan mengevalusi solusi (Effect Size=3,478) dan kemampuan memahami ruang lingkup masalah (Effect Size=0,64), serta siswa menyatakan senang pembelajaran dan kegiatan pemecahan masalah, memiliki keyakinan positif, menunjukkan antusiasme, keceriaan dan kreativitas yang tinggi dalam proses pembelajaran matematika.Kata kunci:      pembelajaran matematika, pendekatan PMRI, pelatihan metakognitif, kemampuan pemecahan masalah
Efektivitas Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat terhadap Peningkatan Fungsi PSM di Kabupaten Bantul C. Elly Kumari Tjahya Putri
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 2 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i2.2098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang efektivitas FK-PSM (Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat) di Kabupaten Bantul Propinsi DI. Yogyakarta sebagai wadah sarana komunikasi dan konsultasi antar PSM (Pekerja Sosial Masyarakat), maupun PSM dengan instansi terkait, serta melestarikan keputusan inovasi nilai-nilai usaha kesejahteraan sosial dan aplikasi metode pekerjaan sosial yang diadopsi oleh PSM. Melalui otoritas kewenangan FK-PSM diharapkan pelestarian inovasi tersebut, mampu meningkatkan ketrampilan profesionalitas PSM. Hasil penelitian menunjukkan FK-PSM tidak mampu melestarikan inovasi nilai UKS (Usaha Kesejahteraan Sosial), partisipasi PSM lebih banyak dikaitkan dengan instruksi instansi sosial. Partisipasi anggota FK-PSM pada pelaksanaan usaha kesejahteraan, bukan partisipasi murni atas dasar tanggung jawab pribadi PSM, serta pengaruh profesionalitas sebagai pekerja sosial tetapi karena campur tangan pejabat pemerintah. Akhimya motivasi PSM menjadi penggerak dan pengendali sosial masyarakat menjadi lemah. Oleh sebab itu perlu penumbuhan sikap partisipasi yang demokratis dengan mengurangi bentuk kegiatan yang bersifat instruktif, sehingga kemampuan profesionalitas PSM meningkat.
Asesmen Kebutuhan Peningkatan Kemampuan Tutor dalam Pembelajaran Keaksaraan Fungsional Samto Samto; Sumarno Sumarno
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 3, No 4 (2001)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v3i4.2075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan standar kemampuan tutor keaksaraan fungsional, 2) mengembangkan   instrumen asesmen kebutuhan, 3) mengetahui profil kemampuan tutor dalam pembelajaran keaksaraan fungsional, dan 4) menentukan priontas kemampuan yang diperlukan dalam program in-service training. Standar kemampuan dikembangkan dengan menggunakan teknik Delphi. Instrumen asesmen kemampuan tutor dikembangkan berdasarkan standar kemampuan. Profil kemampuan tutor dideskripsikan ke dalam kelompok baik sekali, baik, kurang, dan kurang sekali dengan acuan kriteria sekor ideal yang dapat dicapai oleh instrumen. Pengelompokan kemampuan tutor menggunakan data sampel sebanyak 93 orang tutor dari populasi sebesar 120 orang. Penentuan prioritas kemampuan yang perlu ditingkatkan berdasarkan pada rerata sekor tiap butir kemampuan. Kemampuan yang diprioritaskan dalam program in-service training adalah butir kemampuan yang termasuk dalam kategori kurang dan kurang sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, standar kemampuan tutor terdiri dari kualiflkasi integritas kepribadian dan kualifikasi kemampuan teknis. Integritas kepribadian ditekankan pada aspek sikap terhadap warga belajar. Kemampuan teknis lebih ditekankan pada pengelolaan proses pembelajaran yang partisipatif, pengembangan bahan bacaan dan pengembangan jaringan kerja. Kedua, instrumen asesmen kemampuan tutor terdiri dari: 1) tes uraian untuk mengukur pemahaman konsep keaksaraan fungsional, 2) laporan diri (self-report) untuk mengukur aspek perencanaan, proses pembelajaran, evaluasi pembelajaran, dan 3) portofolio untuk mengetahui kinerja tutor dalam penerapan pendekatan keaksaraan fungsional. Ketiga, sebagian besar tutor memiliki kemampuan yang masih kurang, terutama pada aspek pemahaman konsep, pengelolaan proses pembelajaran, dan penerapan pendekatan keaksaraan fungsional. Pada aspek perencanaan dan evaluasi pembelajaran sebagian besar kemampuan tutor sudah baik. Keempat, kemampuan tutor yang perlu diprioritaskan dalam program in-service training adalah pada aspek pemahaman konsep keaksaraan fungsional dan proses pembelajaran. Peningkatan kemampuan pada pengelolaan proses pembelajaran diprioritaskan pada pengembangan bahan belajar, teknik pembelajaran menulis dan pengembangan jaringan kerja dengan instansi atau nara sumber. Kata kunci: asesmen kebutuhan, tutor, keaksaraan fungsional
ROBUSTNESS MODEL-MODEL RESPONS BUTIR TERHADAP PELANGGARAN ASUMSI INDEPENDENSI LOKAL BUTIR Ali Hasmy; Suryanto Suryanto; Kumaidi Kumaidi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 17, No 2 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i2.1696

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui robustness Model Logistik 1 Parameter (ML 1-P), Model Logistik 2 Parameter (ML 2-P) dan Model Logistik 3 Parameter (ML 3-P) terhadap pelanggaran Asumsi Independensi Lokal Butir (ILB). Penelitian ini menggunakan data simulasi yang dibangkitkan dengan 40 butir, 500 simuli, dan 10 replikasi untuk setiap model. Skor-skor batas dibangun berdasakan pelanggaran Asumsi ILB 0 - 100% yang dihasil-kan dengan menggunakan 1- 40 kelompok butir sedangkan kategori-kategori skor dibangun berdasarkan dampak pelanggaran Asumsi ILB terhadap struktur dari matriks data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model yang paling robust terhadap pelanggaran Asumsi ILB adalah ML 1-P dengan skor batas 31,71% (kategori pelanggaran berat) diikuti ML 2-P dengan skor batas 12,1% (kategori pelanggaran sedang), dan ML 3-P dengan skor batas 7,68% (kategori pelanggaran sedang). Kata kunci: model-model respons butir, robustness, independensi lokal butir ______________________________________________________________ROBUSTNESS MODEL-MODEL RESPONS BUTIR TERHADAP PELANGGARAN ASUMSI INDEPENDENSI LOKAL BUTIRAbstract The primary purpose of this study was to investigate the robustness of the 1-PLM, 2-PLM, and 3-PLM, against violation of the Local Item Independence (LII) Assumption based on cut-off scores and score categories. The investigation used simulated data generated with 40 items, 500 simulees, and 10 replications for each model. The cut-off scores were built based-on 0 – 100% violations of the LII Assumption that were introduced using 1- 40 item clusters. The score categories in this study were built based-on impact of the violations of the LII Assumption to the structure of data matrix. The result showed that the most robust model was 1-PLM with cut-off score 31,71% (heavy violation category) followed by 2-PLM with cut-off score 12,1% (moderate violation category), and 3-PLM with cut-off score 7,68% (moderate violation category). Keywords: item response models, robustness, local item independence
Karakteristik Internal Soal Ebtanas SMU di Porpinsi Jawa Barat (Implementasi Logistik Tiga Parameter) Sudjani Sudjani
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 1, No 1 (1998)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v1i1.2114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang karakteristik internal perangkat soal pilihan ganda. Analisis butir soal menggunakan model teori responsi butir (item response theory, 1RT) dengan menerapkan model logistik tiga parameter. Perangkat soal yang menjadi objek penelitian adalah soal Fisika program Al pada EBTANAS SMU tahun pelajaran 1995/1996 di Propinsi Jawa Barat. Populasi penelitian ini adalah seluruh lembar jawaban soal Fisika yang berjumlah 21.532 lembar, sedangkan sampel penelitian berjumlah 3900 lembar yang terdiri dari 1.950 lembar diambil dari kelompok sekolah kotamadia (Bandung Selatan dan Cirebon) dan 1.950 lembar diambil dari kelompok sekolah kabupaten (Pandeglang, Tangerang, Sukabumi, Purwakarta, Indramayu, Ciamis, Sumedang, dan Bandung Barat Utara) dengan menggunakan teknik proportional cluster random sampling. Lembar jawaban setiap kelompok sekolah tersebut dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan estimasi parameter butir program ASCAL, selanjutnya untuk melihat tingkat invariansi parameter digunakan analisis varians satu jalur dengan program SPSS/PC +. Hasil analisis data dan pembahasan menunjukan bahwa: (1) Estimasi parameter butir soal yang berjumlah 40 butir, pada kelom­pok sekolah kotamadia diperoleh 20 butir (50%) baik, 6 butir soal (15%) perlu direvisi, dan 14 butir soal (35%) tergolong jelek. Pada kelompok sekolah kabupaten diperoleh 20 butir soal (50%) baik, 7 butir soal (17,5%) perlu direvisi, dan 13 butir soal (32,5%) tergo­long jelek. Butir soal yang tergolong jelek disebabkan butir soal terlalu sukar dan tingginya peluang tebakan butir. (2) Kehandalan tes yang dinyatakan oleh nilai fungsi informasi butir tergolong cukup memadai. (3) Tingkat kemampuan peserta EBTANAS tergolong sedang dengan rata-rata tingkat kemampuan dalam skala logit sebesar +0,0343 untuk peserta kelompok sekolah kotamadia dan +0,0377 untuk peserta kelompok sekolah kabupaten. (4) Parameter butir adalah invarian berdasarkan lokasi sekolah.
Model Asesmen Kinerja Sekolah Berbasis Peserta Didik Amat Jaedun
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v14i1.1978

Abstract

Tujuan peneiitian ini adalah untuk melakukan validasi empiris terhadap model asesmen kinerja sekolah berdasarkan pada penilaian peserta didik sebagai customer. Validasi awal pada enam SMP negeri melibatkan 228 peserta didik. Validasi akhir melalui survei pada 30 SMP negeri melibatkan 1042 peserta didik. Pengumpulan data pada tahap awal dan akhir maupun validasi data menggunakan angket. Data dianalisis dengan statistik deskriptdf, Analisis Faktor Model Konfirmatory (CFA) dan analisis validitas data dengan korelasi product moment. Hasil peneiitian menunjukkan bahwa: (1) konstruk kinerja sekolah memiliki empat dimensi, yaitu: praktik kepemimpinan sekolah, praktik pembelajaran, kondisi lingkungan dan iklim akademik, dan peran serta orang tua dalam penyelenggaraan pendidikan; (2) model asesmen kinerja sekolah berdasarkan sumber data peserta didik valid secara metodologis, dilihat dari konsistensinya dengan hasil asesmen pihak pemberi layanan, baik kepala sekolah maupun guru. Hasil ini dapat ditafsirkan bahwa peserta didik merupakan salah satu sumber data yang valid untuk digunakan dalam asesmen kinerja sekolah. Kata kunci: asesmen, kinerja sekolah, berbasispeserta didik
AKURASI METODE KALIBRASI FIXED PARAMETER: STUDI PADA PERANGKAT UJIAN NASIONAL MATA PELAJARAN MATEMATIKA Huriaty, Dina; Mardapi, Djemari
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v18i2.2860

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi karakteristik butir-butir tes pada perangkat soal ujian nasional mata pelajaran Matematika tingkat SMP tahun pelajaran 2009/2010 yang dikalibrasi dengan metode kalibrasi fixed parameter, dan (2) mengetahui metode kalibrasi fixed parameter yang paling akurat di antara metode NWU-OEM (no prior weights updating and one expectation-maximization cycle), NWU-MEM (no prior weights updating and multiple expectation-maximization cycles), OWU-OEM (one  prior weights updating and one expectation-maximization cycle), OWU-MEM (one prior weights updating and multiple expectation-maximization cycles), dan MWU-MEM (multiple weights updating and multiple expectation-maximization cycles). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah data respons ujian nasional mata pelajaran Matematika tingkat SMP tahun pelajaran 2009/2010 dari provinsi DI Yogyakarta. Kriteria akurasi metode adalah nilai fungsi informasi tes dan kesalahan pengukuran. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Statistik parameter butir-butir tes pada perangkat ujian nasional mata pelajaran Matematika tingkat SMP tahun pelajaran 2009/2010 menunjukkan rerata indeks daya beda butir berada pada interval [1,07 sampai  1,14], rerata indeks kesukaran butir [-0,35 sampai  -0,20], dan rerata pseudo guessing < 0,25. Nilai theta-nilai kemampuan-pada posisi  fungsi informasi butir menjadi maksimal menunjukkan grafik fungsi kelima metode kalibrasi fixed-parameter hampir berimpit. (2) Metode OWU-OEM merupakan metode yang paling akurat dalam mengestimasi parameter butir pada perangkat tes ujian nasional mata pelajaran Matematika tahun pelajaran 2009/2010.Kata kunci: akurasi, kalibrasi, fixed parameter, algoritma, Expectation-Maximization______________________________________________________________THE ACCURACY OF THE FIXED PARAMETER CALIBRATION METHOD:STUDY OF MATHEMATICS NATIONAL EXAMINATION TESTAbstract This study aimed to: (1) identify the characteristics of the test items on the mathematics test of the national examination which are calibrated with the fixed parameter calibration methods, and (2) reveal the most accurate fixed parameter calibration methods among NWU-OEM (no prior weights updating and one expectation-maximization cycle), NWU-MEM (no prior weights updating and multiple expectation-maximization cycles), OWU-OEM (one  prior weights updating and one expectation-maximization cycle), OWU-MEM (one prior weights updating and multiple expectation-maximization cycles), and MWU-MEM (multiple weights updating and multiple expectation-maximization cycles) methods. This study used descriptive quantitative approach. The subject is the testee'   responses to the mathematics national examination in junior high school in 2009/2010. The criteria of the accuracy methods are TIF and SEM. The research results are as follows. (1) Item of statistical parameter on Mathematics national examination test in 2009/2010 showed the average of item discrimination on the interval [1.07, 1.14], the average of item difficulty on the interval [-0.35, -0.20], and the average of pseudo guessing is c < 0.25. Theta - ability - score where the  item information function maximalist showed the function of five fixed-parameter calibration methods almost coincides. (2) OEM-OWU method is the most accurate in estimating the parameters on mathematics national examination test in 2009/2010. Keywords: Accuracy, Calibration, Fixed Parameter, Algorithm, Expectation-Maximization
PROFIL RESILIENSI PENDIDIK BERDASARKAN RESILIENCE QUETIENT TEST Prihastuti, Prihastuti
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 15 No. 2 (2011)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v15i2.1102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran umum profile resiliensi pendidik Fakultas Psikologi Unair mela-lui Resilience Quotient Test (RQ). Instrumen yang digunakan adalah Resilience Quotient Test, yang terdiri 56 item. Resilience Quotient Test memuat 7 faktor, yaitu: emotional regulation, impulse control, emphati, optimism, causal analysis, self-efficacy dan reaching-out. Analisis profile resiliensi dilakukan berdasarkan perbandingan nilai rata-rata dari masing-masing faktor dengan nilai acuan yang sudah ditentukan dalam Resilience Quotient Test. Hasil penelitian menunjukkan 2 faktor berada pada kategori di atas rata-rata (impulse control dan optimism), 3 faktor berada pada kategori rata-rata (empathy, causal analysis dan reaching-out) dan 2 faktor berada pada kategori di bawah rata-rata (emotional regulation dan self-efficacy). Dua faktor yang berada pada kategori di atas rata-rata, yaitu impulse control dan optimism belum menunjukkan hasil yang mantap karena tidak didukung oleh faktor lainnya yang berada pada system belief yang sama, yaitu emotional regulation dan self-efficacy. Oleh karena itu, impulse control yang berlawanan dengan emotional regulation serta optimism yang berlawanan dengan self-efficacy perlu dikaji lebih dalam. Kata kunci: profile resiliensi pendidik______________________________________________________________   EDUCATORS' RESILIENCE PROFILE BASED ON THE RESILIENCE QUOTIENT TEST Abstract This research aims to obtain an overview of profile resi-lience educators of the Faculty of Psychology Unair through the Resilience Quotient Test (RQ). The instrument used was the Resilience Quotient Test, which comprised 56 items. The test of the Resilience Quotient included seven factors, namely emotional regulation, impulse control, empathy, optimism, cau-sal analysis, self-efficacy and Reaching-out. The analysis of pro-file resilience was based on comparison of the average value of each factor with a predetermined reference value in the Resi-lience Quotient Test. The results show that two categories of factors are above average (impulse control and optimism), 3 factors are in the average category (empathy, causal analysis and Reaching-out) and the second factor is in the category below the average (emotional regulation and self-efficacy). Two fac-tors that are on the above average categories, namely impulse control and optimism, have not been steady because they are not supported by other factors that are on the same belief system, namely emotional regulation and self-efficacy. There-fore, impulse control as opposed to emotional regulation and optimism as opposed to self-efficacy needs to be studied more deeply. Keywords: profile resilience educators
Peningkatan Mutu Pembelajaran Kimia SMA dengan menggunakan Teaching Guide Berbantuan Komputer Sukarja Sukarja
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v8i2.2006

Abstract

Penelidan ini bertujuan untuk mengidentifikasi cara meningkatkan kualitas pembelajaran kimia melalui penggunaan pedoman pembelajaran berbantuan komputer di kelas XI SMAN 1 Jetis, Bantul, DIY. Penelidan dndakan kelas ini dilaksanakan dalam dga siklus. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, tes, dan wawancara. Kriteria keberhasilan adalah 80% siswa mencapai dngkat ketuntasan belajar dari nilai tes secara keseluruhan. Hasil penelidan menunjukkan bahwa implementasi teaching guide berbantuan komputer berhasil meningkatkan: 1) partisipasi akdf siswa, dan 2) prestasi siswa, yaitu 91,18% siswa mencapai ketuntasan. Penelidan ini juga menunjukkan adanya kinerja guru. Kata kunci: kualitas pembelajaran, teaching guide, kimia, komputer
EVALUASI PENYELENGGARAAN LATIHAN UJIAN NASIONAL BAHASA INGGRIS SMA SWASTA EX-RSBI Noor, Widya Noviana; Aman, Aman
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 19 No. 2 (2015)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v19i2.5581

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) memperoleh informasi input (antecedents) tentang penyelenggaraan latihan UN, (2) mengetahui proses (transactions) penyelenggaraan latihan UN, dan (3) mengetahui hasil (outcomes) penyelenggaraan latihan UN Mata Pelajaran Bahasa Inggris. Model evaluasi yang digunakan model Stake's. Subjek yang digunakan (1) Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta; (2) SMA Swasta ex-RSBI kelas XII di kota Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Sumber data adalah Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, kepala sekolah, dan siswa. Hasil penelitian adalah (1) input (antecedents) penyelenggaraan latihan UN sudah baik dilihat dari dimensi persiapan penyelenggaraannya; (2) proses (transaction) penyelenggaraan latihan UN Mata Pelajaran Bahasa Inggris baik; (3) pada hasil (outcomes) menunjukkan analisis kualitas butir soal baik, terlihat dari tingkat kesukaran butir sedang (50%), daya beda baik (70%), distraktor berfungsi dengan baik (58%) dan reliabilitas butir termasuk tinggi (0,851). Latihan UN memberikan manfaat cukup baik dan tidak terdapat hambatan dalam penyelenggaraan latihan UN Mata Pelajaran Bahasa Inggris.Kata kunci: tryout, model Stake's (antecedents, transactions dan outcomes), Bahasa Inggris. AN EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF ENGLISH NATIONAL EXAMINATION EXERCISE AT EX-RSBI PRIVATE SMAAbstractThis study aims to (1) obtain the information of the input (antecedents) of English tryout (2) document the process (transactions) of the implementation, and (3) determine the results (outcomes) of the implementation of English tryout. Evaluation model that is used is the Stake's model. The subjects in this research are (1) the Education Office of Yogyakarta; (2) the students of Ex RSBI Private SMA in Yogyakarta. The technique of selecting sampling was by stratified random sampling. The sources of the data at the Regency level is the Education Office of Yogyakarta, principals, and students. The results are (1) the input of the implementation is good if it is viewed from the dimensions of the preparation that include the orientation of question writing, committee, schedule and supervision; (2) process is good if it is viewed from the dimensions of the implementation that included security matter, objectivity of the implementation, and students' perceptions; (3) results show that question items are good. It can be seen from the difficulty of each question that is in medium (50%), good different power (70%), the distractor is functioning properly (58%) and reliability in the high category (0.851). English tryout gives good benefits and there are no obstacles in the implementation of English tryout.Keywords: tryout, Stake's model (antecedents, transactions and outcomes), English