cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 26857111     EISSN : 23386061     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian pendidikan dosen, dan penelitian disertasi mahasiswa S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil-hasil penelitian yang disampaikan pada jurnal ini tidak terbatas pada bidang evaluasi pendidikan tetapi juga hasil penelitian dan evaluasi pendidikan dalam arti luas, seperti bidang teknologi dan kejuruan, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan luar sekolah, linguistik terapan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan sains, dan pendidikan matematika. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan Nomor ISSN cetak 1410-4725 dan ISSN online 2338-6061 telah terakreditasi kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 040/P/2014 yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2014
Arjuna Subject : -
Articles 499 Documents
A precedence evaluation of demand and supply between vocational high school graduates and workforce requirement in Indonesia Jaedun, Amat; Omar, Muhd Khaizer; Kartowagiran, Badrun; Istiyono, Edi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 24, No 1 (2020)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v24i1.29580

Abstract

The success in implementing the demand-driven approach in Vocational High Schools (VHS) can be realized by understanding the misalignment between graduate skill competency and workforce demand by the industry. This study aims at describing the precedence between the VHS graduates and the businesses/industrial sector (BS/IS) portraying from the regional potential perspectives. The research data was collected from documents, and survey forms distributed to BS/IS within the research population. The document analysis was employed to collect information on programs offered at VHS, existing VHS student enrollment, and the value of Gross Regional Domestic Product (GRDP) in studied provinces. An online survey was distributed to all VHS graduates and BS/IS employers. The content validity was carried out prior actual study to ensure the validity of the instrument. A descriptive analysis was performed to gather information pertaining to developed research objectives. The precedence of the academic programs with the GRDP was determined based on 5% of criteria differences. The results found that there is a misalignment between the academic programs and the VHS student's enrollment towards the region job potentials in each province in Indonesia. In addition, the research also found that the competency of VHS graduates related to theoretical knowledge, job characteristics, and workforce skills were at a moderate level. The implication of the study offers a salient notion on minimizing the precedence that occurs between the supply and demand in the form of graduates supply to the workforce and, at the same time, fulfilling the workforce requirements demand by the industries.
Hubungan Kultur Sekolah dengan Kinerja Seklah di SMP Negeri Kabupaten Bantul Titik Sunarti Widyaningsih
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 10, No 2 (2007)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v10i2.1983

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan: (1) kultur sekolah, (2) kinerja sekolah, dan (3) hubungan kultur sekolah dengan kinerja sekolah di SMP Negeri 2 Bantul, SMP Negeri 4 Sewon dan SMP Negeri 2 Pundong Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang diperkuat dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah guru, karyawan, siswa, dan kepala sekolah. Penentuan subjek penelitian dilakukan dengan purposive dan teknik snowball sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, pengamatan, wawancara mendalam dan kajian dokumen. Data kualitatif dianalisis menggunakan siklus analisis data model interaktif, dan data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultur SMP 2 Bantul mempunyai kecenderungan positif, kultur SMP 4 Sewon mempunyai kecenderungan negatif, dan kultur SMP 2 Pundong menunjukkan kecenderungan positif. Ditinjau dari kinerja kepala sekolah dan guru, kinerja SMP 2 Bantul menunjukkan kecenderungan cukup baik, kinerja sekolah SMP 4 Sewon menunjukkan kecenderungan kurang baik, dan kinerja sekolah SMP 2 Pundong secara keseluruhan menunjukkan kecende­rungan cukup baik. Kultur positif di SMP 2 Bantul dan SMP 2 Pundong berdampak pada kinerja sekolah yang cukup baik, sedangkan kultur negatif di SMP 4 Sewon berdampak pada kinerja sekolah yang kurang baik. Kata kunci: kultur sekolah, kinerja sekolah.
PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP PADA PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH Hadi, Sofyan; Suryono, Yoyon
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v18i2.2865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model evaluasi penyelenggaraan pendidikan life skills. Model pengembangan yang digunakan adalah research and development yang dikembangkan Borg dan Gall dengan pendekatan kuantitatif. Prosedur pengembangan dipetakan menjadi tahap pra-pengembangan, pengembangan,  dan penerapan model. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan (1) Model evaluasi life skills education (ELSEd) meliputi komponen input, proses, dan hasil pendidikan life skills, (2) Evaluasi model ELSEd memiliki kepekaan yang baik terhadap objek yang diteliti dan mengungkap data yang dihasilkan, (3) Tingkat koherensi instrument ELSEd sesuai dengan rancangan, (4) Karakteristik Model ELSEd berbeda dengan evaluasi model lain, (5) Reliabilitas butir ketiga komponen evaluasi bernilai antara 0,826 - 0,975 dan validitas konstruk untuk semua komponen pada model ELSEd ini diketahui nilai chi square sebesar:  4,188-191,686; p-value: 0,063-0,241; dan  nilai RMSEA: 0,029-0,076. Oleh karena nilai p-value lebih besar dari 0,05 dan RMSEA kurang dari 0,08 maka dapat dinyatakan bahwa model Life Skills Education (ELSEd) adalah cocok dan fit, (6) Kelebihan model ELSEd yaitu komprehensif, sederhana, fleksibel, efektif, dan life skills oriented. Kata kunci: pengembangan, model, evaluasi, program, life skills, Pendidikan Luar Sekolah ______________________________________________________________ DEVELOPING AN EVALUATION MODEL OF LIFE SKILLS PROGRAM OF NON FORMAL EDUCATIONAbstractThis study aims to develop an evaluation model of life skills education. The development model used is research and development which is developed by Borg and Gall by using a quantitative approach. The development procedure is mapped into the pre-development, development, and application of the model . Based on the results of this study, it can be concluded that: (1) Evaluation model of life skills education (ELSEd) includes component inputs , processes , and result of life skills education , (2) The ELSEd Evaluation models have a good sensitivity to the object under study and reveal the resulted data, (3) the level of coherence of the ELSEd instrument is in accordance with the design, (4) Characteristics of ELSEd models are different from other models of evaluation, (5) The item reliability of the three evaluation components are between 0.826 to 0.975 and construct validity for all components in ELSEd model are chi square value of : 4.188 to 191.686; p - value : 0.063 to 0.241; and the value of RMSEA: 0.029 to 0.076 . Therefore, p-value is bigger than 0.05 and RMSEA is less than 0.08 , it can be stated that the model of Life Skills Education (ELSEd) is suitable and fit, (6) The advantages of ELSEd models are comprehensive, simple, flexible, effective, and life skills oriented.Keywords: development , model, evaluation , program , life skills , Non Formal Education
Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada SMA Negeri di Kabupaten Lombok Timur Mulabbiyah Mulabbiyah
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 9, No 1 (2007)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v9i1.1995

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan KBK di SMAN di Kabupaten Lombok Timur, khususnya terkait dengan: (1) kesiapan kepala sekolah, (2) kesiapan guru, (3) kesiapan sarana dan prasarana, (4) perencanaan pembelajaran, (5) pelaksanaan pembelajaran, (6) pelaksanaan penilaian, (7) pelaksanaan remedial dan pengayaan, (8) hasil belajar siswa, (9) pendapat guru dan siswa tentang pelaksanaan KBK di sekolah, dan (10) kendala-kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan didukung pendekatan kualitatif. Model evaluasi yang digunakan adalah model evaluasi formarif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa di SMAN 1 Selong dan SMAN 1 Masbagik. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kepala sekolah dan guru di kedua sekolah tersebut belum sepenuhnya siap melaksanakan KBK; (2) sarana dan prasarana di SMAN Selong sudah cukup memadai sedangkan di SMAN 1 Masbagik masih kurang; (3) perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di kedua sekolah tersebut tergolong cukup baik; (4) pelaksanaan penilaian di SMAN 1 Selong sudah sangat baik dan di SMAN 1 Masbagik tergolong baik; (5) pelaksanaan program remedial dan pengayaan di kedua sekolah tersebut masih tergolong kurang baik; (6) hasil belajar siswa di kedua sekolah tersebut hampir semua sudah mencapai standar kemampuan belajar minimal (SKBM), (7) guru-guru di kedua sekolah tersebut masih ragu-ragu, sedangkan siswa-siswa di kedua sekolah tersebut setuju dengan pelaksanaan KBKdi sekolah; dan (9) kendala yang dihadapi kedua sekolah tersebut adalah jumlah rombongan belajar yang besar dan rendahnya parbsipasi orang tua siswa. Kata kunci: pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi.
FAKTOR KOGNITIF DAN NON-KOGNITIF PADA SELEKSI MAHASISWA BARU SEBAGAI PREDIKTOR TERHADAP PRESTASI AKADEMIK Tissa Octavira Permatasari
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v20i1.5486

Abstract

Proses penerimaan mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (FK Unswagati) lebih menekankan pada hasil tes seleksi akademik sebagai faktor kognitif, sedangkan faktor non-kognitif kurang diperhitungkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor kognitif dan non-kognitif pada seleksi mahasiswa baru sebagai prediktor prestasi akademik. Metode yang digunakan adalah potong lintang dengan sampel total berjumlah 97 orang terdiri dari mahasiswa angkatan 2009 dan 2010. Prestasi akademik diukur melalui IPK S.ked, rerata nilai blok, dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) komprehensif. Tes seleksi akademik memiliki hubungan yang bermakna (r=0,40) dan mempengaruhi IPK sebesar 16% dan nilai blok sebesar 11,9%, sedangkan tes seleksi akademik tidak berhubungan secara bermakna dengan nilai OSCE komprehensif. Karakteristik psikologi tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan ketiga variabel prestasi akademik, tetapi motivasi dan strategi belajar menunjukkan pengaruh terhadap IPK sebesar 19,3% dan 30,6%. Maka, tes seleksi akademik memiliki predictive validity terhadap prestasi akademik, dan karakteristik psikologi dapat meningkatkan kekuatan prediksi terhadap prestasi akademik.Kata kunci: prestasi akademik, non-kognitif, kognitif, predictive validity COGNITIVE AND NON-COGNITIVE FACTOR IN STUDENT ADMISSION AS PREDICTOR OF ACADEMIC ACHIEVEMENTAbstractThe admission process at FM SGJU is more emphasis on academic test results, whereas non-cognitive factors are still underestimated. The aim of this study is to analyze the cognitive and non-cognitive factors in the admission process of new student as predictor of academic achievement. The research method was cross sectional. The total sample consist of 97 students of batch 2009 and 2010. Academic achievement was measured through the GPA, average block grade, and comprehensive OSCE score. Academic test has significant correlation (r=0,40) and affects 16% of the GPA and 11,9% of average block grade, while the test was not significantly associated with comprehensive OSCE score. Psychological characteristics have no significant association with the academic achievement, in the other hand motivation and learning strategies show the effect on the GPA amounted to 19,3% and 30,6%. Academic test on the admission process has predictive validity for academic achievement and psychological characteristics can improve the predictive power of academic achievement.Keywords: academic achievement, non-cognitive, cognitive, predictive validity
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN PEMECAHAN MASALAH MELALUI PROBLEM BASED-LEARNING Fatimah, Fatia
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 16 No. 1 (2012)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v16i1.1116

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis dan pemecahan masalah melalui Problem Based Learning (PBL). Populasi penelitian adalah mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat yang mengambil mata kuliah Statistika Elementer tahun akademik 2008/2009. Jenis penelitan adalah eksperimen semu dengan pretest-postest control group design. Kelompok eksperimen diberi perlakuan berupa pembelajaran dengan model Problem Based Learning dan kelompok kontrol dengan pembelajaran biasa. Data dikumpulkan melalui worksheet, rubrik presentasi, assesmen investigasi dan tes hasil belajar Statistika Elementer. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 1) kemampuan komunikasi matematis mahasiswa dengan menerapkan model PBL dalam pembelajaran Statistika Elementer tidak lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran biasa, 2) kemampuan pemecahan masalah mahasiswa dengan menerapkan model PBL dalam pembelajaran Statistika Elementer lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran biasa.Kata kunci: komunikasi matematis, pemecahan masalah, problem based learning______________________________________________________________COMMUNICATION SKILLS AND PROBLEM SOLVING THROUGH MATHEMATICAL PROBLEM-BASED LEARNINGAbstract The purpose of this research is to know the mathematic communicative competence and problem solving competence through problem based learning (PBL). This research was done to students of STKIP PGRI West Sumatera who were studying Statistica Elementer subject in 2008/2009 academic year. This research was quasi experimental research. The design of this research was pretest-postest control group. PBL model was given to experimental group and conventional learning was done on control group. Data were collected through worksheet, presentation rubric, investigation assessment, and achievement test of Statistica Elementer subject. Data analysis shows that 1) students implementing PBLbetter do not show mathematic communicative competence  than those implementing conven-tional learning. 2) students who used PBL model show better ability on problem solving than those using conventional learning.Keywords: communication of mathematic, problem solving, problem based learning
Proses Pendidikan Budi Pekerti di Taman Muda Majelis Ibu Pawiyatan Tamansiswa Yogyakarta Kurotul Aeni
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2005)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v7i1.2027

Abstract

Penelitdan ini bertujuan memperoleh gambaran yang objektif dan komprehensif tentang proses pendidikan budi pekerti di Taman Muda Ibu Pawiyatan Tamansiswa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif naturalistik. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru/pamong, dan siswa kelas VA, yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik pengamatan partisipasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Pencapaian keabsahan data dilakukan dengan melakukan pengamatan secara terus-menerus dalam waktu yang relatif lama, triangulasi dengan teknik pengumpulan data ganda dan sumber data ganda, dan member check. Analisis data dilakukan sejak pengumpulan data, dengan menggunakan model interakuf yang terdiri dari 3 tahapan, yaitu: (1) reduksi data, (2) display data, dan (3) penarikan simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Taman Muda substansi pendidikan budi pekerti dipadukan/diintegrasikan dalam pembelajaran, baik di dalam kelas maupun di luar kelas pada semua inata pelajaran, namun belum terprogram. Proses pendidikan budi pekerti di Taman Muda lebih menekankan nilai-nilai kekeluargaan dan nilai kedisiplinan, metode ceramah dan tanya jawab masih digunakan secara dominan. Kata kunci: pendidikan budi pekerti, taman muda tamansiswa.
MODEL TES DAN ANALISIS PRESTASI BELAJAR MATEMATIK SISWA SEKOLAH DASAR Zamsir, Zamsir
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 16 No. 2 (2012)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v16i2.1133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model tes dan analisis prestasi belajar siswa yang dapat dipakai untuk melakukan identifikasi level kemampuan dan menyusun profil pencapaian kompetensi siswa, khususnya di sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan model yang dikembangkan menyangkut dua hal, yaitu: (1) prosedur dan langkah-langkah penyusunan tes serta teknik identifikasi level kemampuan siswa, dan (2) pelaporan hasil tes. Identifikasi dilakukan dengan cara menempat-kan posisi aspek-aspek kemampuan yang diujikan dan kemampuan (ability) siswa ke dalam level-level kemampuan tertentu. Level kemampuan terdiri dari 4 level, yaitu: Level I, Level II, Level III, dan Level IV. Level I meru-pakan level terendah dan Level IV merupakan level tertinggi. Hasil peneliti-an berupa produk model tes dan analisis prestasi belajar siswa yang memili-ki dua komponen, yaitu: (1) manual prosedur dan langkah-langkah penyu-sunan tes serta teknik identifikasi level kemampuan siswa, dan (2) format pelaporan hasil tes. Berdasarkan hasil analisis data pada uji coba diperluas disimpulkan bahwa: (1) persentase posisi level aspek-aspek kemampuan pada semua level untuk ketiga paket tes yang diujikan memenuhi kurva normal, yakni sebanyak 21,2% Level I; 28,2% Level II; 34,1% Level III, dan 16,5% Level IV. (2) Hasil identifikasi level kemampuan siswa menun-jukkan bahwa sebagian besar siswa mempunyai kemampuan pada Level I dan Level II, yakni sebanyak 70,17%. Siswa yang mempunyai kemampuan pada Level III dan Level IV hanya 29,,83%. Proporsi siswa yang memiliki kemampuan pada Level I, Level II, Level III, dan Level IV adalah 0,3: 0,4: 02: 0,1.Kata kunci: model, tes, penilaian, kompetensi______________________________________________________________A TEST MODEL AND AN ANALYSIS OF STUDENTS' MATHEMATICS ACHIEVEMENT IN ELEMENTARY SCHOOLS Abstract This study aims to find out a model of a test and an analysis of stu-dents' achievement that can be applied to identify the ability levels and to construct the profiles of the students' competence attainment, especially in elementary schools. This research is research and development (R&D. The model to be developed deals with two aspects, i.e: (1) the procedure and steps in designing the test and techniques to identify students' ability levels, and (2) the test result reporting. The identification is conducted by classify-ing the positions of the tested ability aspects and the students' ability into ability levels. The ability is classified into 4 levels, i.e. Level I, Level II, Le-vel III, and Level IV. Level I is the lowest level and Level IV is the highest level. The research product is in the form of a model of a test and an analy-sis of students' achievement with two components, i.e.: (1) a manual con-sisting of the procedure and steps to construct a test and techniques to identify the levels of students' ability, and (2) a format of test result report-ing. Based on the results of the analysis of the data from the large-scale tryout, it can be concluded as follows. (1) The percentages of the level po-sition of the ability aspects in all levels for the three administered test pack-ages show normal curve, namely 21,2% for Level I, 28,2% for Level II, 34,1% for Level III, and 16,5% for Level IV. (2) The results of the identi-fication of the student ability levels show that most students (70,17%) have the ability in Level I and Level II. There are only 29,83% of the students who have the ability in Level III and Level IV. The proportion of the stu-dents who have the ability in Level I, Level II, Level III, and Level IV is 0,3: 0.4: 0,2: 0,1.Keywords: model, test, assesment, competence
Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Bahasa Inggris secara Komunikastif dengan Teknik Picture Cue Cards di SMK Negeri 3 Purwokerto Endar Yuniarti
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 1 (2004)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v6i1.2043

Abstract

Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkat-kan kualitas pembelajaran bahasa Inggris secara komunikatif dengan teknik Picture Cue Cards (PCQ dan prestasi hasil belajar siswa. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMK Negeri 3 Purwokerto kelas II jurusan Akomodasi Perhotelan (AF) tahun akademik 2002/2003. Kelas II AP dipilih berdasarkan prasurvei bahwa kualitas proses pembelajaran pada kelas II AP rendah serta kemampuan berkomunikasi siswa dalam bahasa Inggris dan nilainya tidak menggembirakan. Tindakan kelas dilaksanakan dalam tiga siklus. Data dan informasi tentang peningkatan kualitas pembelajar-an bahasa Inggris secara komunikatif dengan teknik PCC ini diperoleh melalui tes hasil belajar, kaji dokumentasi, observasi, wawancara, angket, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa selama proses pembelajaran meningkat Siswa juga menjadi lebih perhatian, berani berpendapat, dan aktif. Di samping itu, sikap afektif siswa juga meningkat, terbukti dalam menggalang kerja sama kelompok lebih menghargai pendapat orang lain, saling membantu, dan disiplin. Penguasaan materi menjadi lebih baik dan prestasi hasil belajarnya meningkat daripada sebelum diberikan perlakuan. Empat keterampilan berbahasa siswa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis juga meningkat Kata kunci: pembelajaran babasa inggris, teknik picture cue cards.
KEEFEKTIFAN PROGRAM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TEKNOLOGI DAN INDUSTRI (SMKTI) Sumarno, Sumarno
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2009)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v13i1.1403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan program pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan Teknologi Industri (SMKTI), yang mencakup: (1) angka partisipasi lulusan Jurusan Mesin, Elektro, dan Bangunan pada industri utama dan unit produksi, dan (2) indikator pasar tenaga kerja lulusan pada waktu mendatang. Subjek penelitian ini adalah tenaga kerja lulusan SMKTI Kota Bandar Lampung. Data penelitian dikumpulkan melalui dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif. Untuk mengetahui indikator prospek pasar tenaga kerja lulusan SMKTI digunakan persamaan Grip dan Heijke (1998). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pada unit produksi, jurusan teknik mesin mempunyai angka partisipasi 0,66 sampai 0,76 (efektif), jurusan teknik bangunan mempunyai angka partisipasi 0,58 (efektif), dan jurusan teknik elektro mempunyai angka partisipasi 0,36 sampai 0,43 (tidak efektif). (2) Indikator pasar tenaga kerja yang akan datang bagi lulusan SMKTI = 4,66. Indikator ini menunjukkan bahwa program pendidikan SMKTI tidak efektif.Kata kunci:      efektivitas program, angka partisipasi, indikator pasar tenaga kerja lulusan