cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 26857111     EISSN : 23386061     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian pendidikan dosen, dan penelitian disertasi mahasiswa S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil-hasil penelitian yang disampaikan pada jurnal ini tidak terbatas pada bidang evaluasi pendidikan tetapi juga hasil penelitian dan evaluasi pendidikan dalam arti luas, seperti bidang teknologi dan kejuruan, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan luar sekolah, linguistik terapan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan sains, dan pendidikan matematika. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan Nomor ISSN cetak 1410-4725 dan ISSN online 2338-6061 telah terakreditasi kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 040/P/2014 yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2014
Arjuna Subject : -
Articles 499 Documents
DAMPAK PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN DI KABUPATEN JAYAPURA Hermawati, Istiana
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 16 (2012): Edisi Dies Natalis ke-48 UNY
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v16i0.1110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan (1) indikator kemiskinan lokal, (2) menemukan konstrak kemiskinan lokal, (3) pengaruh proses intervensi dan kualitas program terhadap dampak program pengentasan kemiskinan; (4) konstrak dampak program pengentasan kemiskinan, dan (5) bentuk penerapan program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jayapura, baik secara ekonomi, sosial, psikis dan budaya. Populasi penelitian ini adalah seluruh keluarga miskin di Kabupaten Jayapura yang ditentukan dengan teknik multistage cluster random sampling. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik kuantitatif dan kualitatif, kedua teknik ini digunakan secara simultan. Hasil penelitian yaitu (1) subyek penelitian dalam kategori miskin karena memiliki penghasilan di bawah standar kebutuhan fisik minimum (KFM) Kabupaten Jayapura, (2) konstrak indikator kemiskinan lokal meliputi faktor ekonomi, sosial, psikis dan budaya, (3) Proses intervensi dan kualitas program untuk program keseluruhan terbukti berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap dampak program, (4) konstrak proses intervensi ditentukan oleh indikator engagement, assessment, designing, implementation, evaluation dan termination, (5) Program pengentasan kemiskinan berdampak secara signifikan terhadap peningkatan aspek ekonomi, sosial, psikis dan budaya dalam kehidupan  subyek penelitian. di Kabupaten Jayapura dibandingkan program sektoral (KUBE).Kata kunci: dampak program, program pengentasan kemiskinan______________________________________________________________ IMPACTS OF THE PROVERTY ALLEVIATON PROGRAM IN JAYAPURA DISTRICT Abstract This study aims to find out: (1) local poverty indicators, (2)  local poverty constructs, (3) effects of the intervention process and program quality on the impacts of the poverty alleviation program, (4) constructs of the impacts of the poverty alleviation program, and (5) forms of the implementation of the poverty alleviation program in Jayapura District in terms of economic, social, psychological, and cultural aspects. The research population comprised all poor families in Jayapura Districts and the sample was selected using the multistage cluster random sampling technique. The data were analyzed by means of the quantitative and qualitative techniques, simultaneously employed.  The results of the study are as follows. (1) The research subjects are in the poor category because their earnings are below the standard of the minimum physical needs in Jayapura District. (2) The constructs of local poverty indicators include economic, social, psychological, and cultural factors. (3) The intervention process and program quality for the whole program have significant and positive effects on the program impacts. (4) The constructs of the intervention process are represented by indicators of engagement, assessment, designing, implementation, evaluation, and termination. (5) The poverty alleviation program has significant impacts on the improvement of economic, social, psychological, and cultural aspects in the research subjects'  life in Jayapura District in comparison with the sectorial (KUBE) program.Keywords: impacts of the program, poverty alleviation program
Penerapan Pembelajaran Kontekstual dalam Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Dasar Isyanti Isyanti
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 2 (2005)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v7i2.2022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dan menyenangkan dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar. Salah satu alternatif pendekatan itu adalah pembelajaran kontekstual. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bersifat partisipatif dan kolaboratif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD) Piyungan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, dan guru kelas sebagai kolaboratornya. Instrumen penelitian berupa for­mat lembar pengamatan untuk guru dan siswa selama proses pembelajaran IPS. Kemudian, data pengamatan tersebut ditabulasikan dan dianalisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan pembelajaran IPS dengan pendekatan kontekstual sebagai berikut: putaran 1, adanya peningkatan yang tajam (75%) pada fokus perhatian, kegiatan belajar dan pencatatan dibandingkan dengan pengamatan awal; putaran 2, menunjukkan keterlibatan belajar siswa yang dikategorikan pasif tidak ada (0%), dan pada putaran 3, menunjukkan hasil kerja kelompok siswa yang berkategori benar meningkat (90%) dan tagihan akhir, menunjukkan adanya konsistensi kualitas pembelajaran IPS. Kesimpulannya, pem-belajaran IPS dengan pendekatan kontekstual di sekolah dasar menjadikan keterlibatan belajar siswa meningkat jauh lebih baikjdan guru menjadi lebih siap dalam proses pembelajaran di kelas. Kata kunci: pembelajaran kontekstual, penilaian alternatif
PENGUKURAN KEMAMPUAN BELAJAR MANDIRI PADA MAHASISWA PENDIDIKAN PROFESI DOKTER Pamungkasari, Eti Poncorini; Probandari, Ari
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 16 No. 2 (2012)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v16i2.1128

Abstract

Kemampuan belajar mandiri adalah otonomi pembelajar dalam me-ngontrol proses pembelajarannya. Kemampuan belajar mandiri bisa dikem-bangkan dalam proses pembelajaran. Penelitian terdahulu tentang pembel-ajaran pendidikan profesi dokter menyatakan masih adanya hambatan dalam kemampuan belajar mandiri mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kemampuan belajar mandiri mahasiswa tahap pen-didikan profesi sebelum dan sesudah menjalani pembelajaran di suatu departemen klinik. Penelitian ini merupakan penelitian observasional de-ngan pendekatan comparative cross sectional. Subjek penelitian adalah maha-siswa pendidikan profesi dokter yang menjalani pendidikan profesi di satu bagian dengan masa pembelajaran 4 minggu, selama Agustus- September 2012, sejumlah 33 orang, dengan teknik purposif sampling. Lokasi peneli-tian di salah satu rumah sakit pendidikan di Surakarta. Instrumen yang digunakan merupakan alih bahasa dan modifikasi kuesioner yang dikem-bangkan oleh Fischer, King dan Tague tahun 2001. Analisis data dilakukan dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang sig-nifikan secara statistik antara rerata kemampuan belajar mandiri mahasiswa sebelum (149,6) dan sesudah (151,9) menjalani pembelajaran tahap pendi-dikan profesi di satu bagian pendidikan profesi dokter (p=0,47). Ini berarti tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara kemampuan belajar mandiri mahasiswa sebelum dan sesudah menjalani pembelajaran tahap pendidikan profesi di satu departemen. Perlu penelitian lebih lanjut tentang alternatif intervensi yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan belajar mandiri mahasiswa dalam pembelajaran profesi dokter. Kata kunci: kemampuan belajar mandiri, pendidikan profesi dokter, mahasiswa pendidikan profesi dokter______________________________________________________________MEASUREMENT ON SELF-STUDY PERFORMANCE OF MEDICAL EDUCATION PROFESSIONALS STUDENTAbstract The ability of self directed learning is learners' autonomy to control their learning process. The ability to perform self-directed learning can be developed during the learning process. Previous studies showed potential barriers to perform self-directed learning among medical students. This study aimed to analyse difference of self-directed learning ability among medical students before and after undergoing professional education program in a certain clinical department.This study was an observational study with comparative cross-sectional approach. The subjects were medical students on the professional education program at a certain clinical department at a teaching hospital Surakarta city. Thirty-three students undergoing a 4-week program from August to September 2012, were selected by purposive sampling.  The instrument used from Fischer, King and Tague was further translated into Bahasa Indonesia and validated. Data was analysed using t-test. The study found no statistically significant difference on average self-directed learning ability before (149,6) and after (151,9) following the professional education program at a certain clinical department (p=0,47). More studies are needed particularly to investigate alternatives of interventions to increase self-directed learning ability in the professional phase of medical education.Keywords: self-directed learning, medical professional education, medical students 
Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Mengunakn Metode Kontekstual di SLTP Negeri 25 Surabaya Yulia Krisnawati
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 1 (2004)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v6i1.2038

Abstract

Berdasarkan studi awal yang dilakukan oleh peneliti di kelas 1A SLTP Negeri 25 Surabaya, salah satu penyebab siswa kurang berminat belajar bahasa Indonesia karena guru kurang kreatif dan inovatif dalam menerapkan metode pembelajaran. Metode kontekstual dalam pembelajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi masalah dalam pembelajaran. Dengan metode kontekstual ini, siswa dikondisikan untuk berpikir secara kritis, kreatif, logis, dan analitis. Penelitian ini merupakan penelitian rindakan kelas, rancangan penelitian disusun secara kolaboratif dalam 3 siklus, yang masing-masing terdiri dari (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksL Data penelitian berupa data proses dan hasil tindakan yang diperoleh dari hasil pengamatan, hasil wawancara, kumpulan catatan lapangan, dan dokumentasi berupa rekaman audio visual. Analisis data dilaksanakan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data dilakukan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode kontekstual dalam pembelajaran bahasa Indonesia mampu mengubah paradigma guru tentang metode pembelajaran, guru tidak lagi berorientasi student centered teaching, tetapi student centered learning. Guru kreatif dengan melakukan inovasi pembelajaran sehingga mampu membangkitkan semangat belajar siswa. Siswa tidak lagi bosan dan tegang mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia sehingga pembelajaran bahasa Indonesia menjadi menyenangkan. Kata kunci: pengelolaan pembelajaran bahasa Indonesia, metode kontekstual, motivasi, berpikir kritis, student centered learning
APLIKASI MODEL RASCH CAMPURAN DALAM MENGEVALUASI PENGUKURAN HARGA DIRI Widhiarso, Wahyu
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 17 No. 1 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i1.1367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keberadaan kelompok responden yang menyebabkan estimasi parameter butir melalui pemodelan Rasch tidak invarian pada keseluruhan responden. Teknik analisis yang dipakai adalah model Rasch campuran yang merupakan penggabungan antara Model Rasch dan analisis kelas laten. Dengan menggunakan data hasil pengukuran harga diri didapatkan hasil analisis bahwa keseluruhan responden penelitian sebanyak 2.987 dapat dikategorikan menjadi tiga kelas berdasarkan pola respons mereka pada skala. Hasil estimasi parameter butir pada responden pada masing-masing kelas dengan menggunakan model kredit parsial menunjukkan bahwa ketiga kelas memiliki parameter butir yang berbeda. Dua kelas relatif sesuai dengan model, sedangkan satu kelas tidak sesuai karena responden pada kelas tersebut merespons skala dengan cara yang unik. Keberadaan responden dengan respons unik ini relatif kecil (12,5%) sehingga tidak mengganggu estimasi parameter pada keseluruhan butir.Kata kunci: model Rasch campuran, parameter butir, kelas responden______________________________________________________________RASCH MIXED MODEL APPLICATION IN EVALUATING THE MEASUREMENT OF SELF-ESTEEMAbstract This study aimed to explore the existence of groups of items that cause Estimation of item parameters using Rasch modeling was not invariant for all respondents. Mixed Rasch model which is the combination between Rasch Models and Latent Class Analysis was employed. By using data from measuring self-esteem found for overall respondents (N=2987) can be categorized into three classes based on their item respons patterns on entire scale. Results based on estimation of item parameters to the respondents in each class using the Partial Credit Model found that each class has different item parameters. Two classes supported the model while the other class did not; due to respondents on this class give a response on the scale in a unique way. The proportion of the respondents with a unique response is relatively small (12,5%) therefore they do not much interfere the estimation of item parameters on the overall items.Keywords: mixed rasch model, Item Estimation Parameter, Class
Implementasi Model Pembelajaran Portofolio dalam Mata Kuliah Metode Penelitian Pendidikan di IPS UNY 2004 Muhsinatun Siasah Masruri
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2004)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v6i2.2054

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembentukan kompetensi menyusun proposal penelitian pada mata kuliah Metode Penelitian Pendidikan (MPP) bagi mahasiswa S2 Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Kelas, dengan sasaran mahasiswa S2 semester pertama Program Pascasarjana UNY (gabungan prodi PIPS, PSn, PTK) angkatan 2004. Peneliti bertindak sebagai pelaksana tindakan, dibantu oleh dua kolaborator sebagai ob­server. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus, setiap siklus terditi atas dua kali tatap muka. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi terhadap aktivitas dosen, aktivitas mahasiswa, dan situasi pembelajaran. Analisis data dilakukan dalam dua tahap, refleksi terhadap pelaksanaan tindakan setiap siklus, dan setelah selesai pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran portofolio pada mata kuliah MPP berhasil meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembentukan kompetensi menyusun proposal penelitian pada mahasiswa S2 Pascasarjana UNY Efisiensi terjadi karena model pembelajaran portofolio meneraqpkan disiplin waktu yang ketat Efektivitas tercapai karena model pembelajaran portofolio menerapkan sistem pentahapan. Setiap tahap dituntaskan dengan diskusi, konsultasi, revisi, dan pendokumentasian secara sistematik hasil kerja setiap mahasiswa. Dengan demildan model pembelajaran portofolio dapat diterapkan pada semua mata kuliah, terutama yang menghasilkan sutu product. Kanta kunci: implementasi model pembelajaran portofolio, metode penelitian pendidikan
PSIKOLOGI KOGNITIF SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN TES KEMAMPUAN DASAR MEMBACA BIDANG SAINS Rusilowati, Ani
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2009)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v13i2.1414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menguji psikologi kognitif sebagai dasar pengembangan tes kemampuan dasar (TKD) membaca sains; (2) menentukan karakteristik TKD membaca sains yang dikembangkan; (3) menentukan kriteria penilaian dan cara menginterpretasikan hasil TKD. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Populasi penelitian adalah siswa SD kelas 5 di kota Ungaran, kabupaten Semarang. Sampel ditentukan secara clustering random sampling, dengan ukuran 549 siswa. Instrumen berupa tes kemampuan dasar membaca, bertema Sains, berbentuk tes objektif 3 pilihan, sebanyak tiga buku tes. Analisis dilakukan dengan bantuan software microCat ITEMAN, BILOG, dan LISREL. Hasil penelitian berupa: (1) tiga buku tes TKD-membaca yang telah diketahui karakteristik soalnya dan (2) TKD-meter sebagai alat interpretasi hasil tes kemampuan dasar membaca. Karakteristik soal TKD-membaca meliputi indeks tingkat kesukaran (berada pada kategori mudah sampai sukar) dan indeks daya beda (berada pada kategori baik). TKD-meter yang dihasilkan terdiri atas empat level. Level I merupakan level terendah, dan level IV merupakan level tertinggi. Siswa berada pada level I, setara dengan kemampuan siswa kelas 3 SD. Siswa berada pada level II, setara dengan kemampuan siswa kelas 4 SD.Kata kunci: tes kemampuan dasar membaca, sains,  psikologi kognitif
Evaluasi Tes Catur Wulan di Madrasah Aliyah Kota Pekanbaru Hartono Hartono; Imam Barnadib
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 3 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i3.2093

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan tes cawu di Madrasah Aliyah kodya Pekanbaru. Penelitian dilakukan untuk mengetahui proses pembuatan butir soal tes cawu dan kualitas perangkat tes cawu. Untuk mengetahui proses pembuatan butir soal dilakukan analisis deskriptif terhadap guru-guru pembuat butir soal, sedangkan kualitas butir soal diukur dengan analisis empiris hasil tes cawu berupa lembar jawaban asli siswa yang dipilih secara random. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah model kesenjangan (Discrepancy Model), yakni penilaian kesenjangan untuk mengetahui tingkat kesesuaian antara keadaan ideal secara teoritik dengan kondisi yang sesungguhnya. Analisis butir soal bentuk objektif dilakukan dengan komputer yakni dengan program item and analysis (ITEMAN). Sedangkan analysis butir soal bentuk essay dengan perhitungan manual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses pembuatan butir soal tes cawu belum mengikuti langkah baku dalam membuat tes yang standar. Butir soal yang digunakan belum pemah diuji coba dan dianalisis, sehingga karakteristik butir soal tidak diketahui. (2) Perangkat tes cawu yang digunakan oleh Madrasah Aliyah kodya Pekanbaru masih rendah. Hal ini diketahui dari hasil analisis empiris lembar jawaban asli siswa. Rendahnya kualitas butir tes cawu yang digunakan oleh Madrasah Aliyah kodya Pekanbaru sebenamya merupakan konsekuensi dari proses pembuatan butir soal yang tidak mengikuti langkah-langkah ideal secara teoritik dalam membuat soal.
Tingkat Keberhasilan Siswa SMKT dalam Pelaksanaan PSG di Provinsi Sulawesi Tenggara Alimuddin Sa'ban Miru; Sukamto Sukamto
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 4, No 5 (2002)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v4i5.2070

Abstract

Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan siswa persentasenya berada pada taraf sedang. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ubahan ketersediaan fasilitas praktik industri memberi kontribusi yang paling tinggi terhadap tingkat keberhasilan siswa dalam pelaksanaan PSG, yakni 6,7 persen. Kemudian, secara berturut-turut diketahui keterlibatan pembimbing industri sebesar 5,6 persen, keterlibatan kepala sekolah sebesar 3,1 persen, ketersediaan fasilitas praktik sekolah sebesar 1,7 persen, dan keterlibatan guru pembimbing sekolah sebesar 1,2 persen. Berdasarkan hasil analisis regresi ganda mengisyaratkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan variabel keterlibatan kepala sekolah, keterlibatan guru pembimbing, keterlibatan pembimbing industri, ketersediaan fasilitas praktik sekolah, dan ketersediaan fasilitas praktik industri terhadap tingkat keberhasilan siswa SMKT dalam pelaksanaan pendidikan sistem ganda. Hal ini terbukti karena semua nilai koefisien regresi tiap-tiap variabel bebas tidak ada yang bernilai nol. Selain itu, masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui dan memperoleh gambaran tentang variabel bebas yang lain diduga berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan siswa dalam pelaksanaan PSG SMKT Negeri di Provinsi Sulawesi Tenggara. Kata kunci: keberhasilan, siswa SMKT, pelaksana PSG
EVALUASI PUBLIK ATAS PEROLEHAN INFORMASI PENERIMAAN SISWA BARU Jannah, Lina Miftahul
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2008)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v12i2.1430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Evaluasi Publik atas Perolehan Informasi Penerimaan Siswa Baru (Studi pada Pelajar SMA Negeri Kelas 1 Tahun Ajaran 2007/2008 di Wilayah Kota Depok). Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada pelajar kelas 1 pada tahun ajaran 2007/2008 SMA Negeri di Kota Depok, dengan teknik penarikan sampel klaster dari kelas yang ada di setiap sekolah di Kota Depok, dengan ukuran 285 responden. Hasil penelitian menunjukkan: 1) sebagian besar siswa mengetahui informasi PSB dari guru atau sekolah; 2) masih ada informasi yang belum diketahui siswa yaitu tentang konversi nilai tambahan terhadap nilai UAN bagi siswa yang dianggap berprestasi, baik di tingkat Kota Depok hingga tingkat Nasional dengan rentang nilai 3 sampai 7,5; dan 3) penggunaan media Internet untuk penyampaian informasi masih belum sepenuhnya berfungsi.Kata kunci:      evaluasi, keterbukaan, informasi, penerimaan siswa baru