cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 26857111     EISSN : 23386061     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian pendidikan dosen, dan penelitian disertasi mahasiswa S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil-hasil penelitian yang disampaikan pada jurnal ini tidak terbatas pada bidang evaluasi pendidikan tetapi juga hasil penelitian dan evaluasi pendidikan dalam arti luas, seperti bidang teknologi dan kejuruan, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan luar sekolah, linguistik terapan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan sains, dan pendidikan matematika. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan Nomor ISSN cetak 1410-4725 dan ISSN online 2338-6061 telah terakreditasi kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 040/P/2014 yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2014
Arjuna Subject : -
Articles 499 Documents
Kewirausahaan Kepala Seklah Menengah Kejuruan Menuju Kemandirian Nuryadin Eko Raharjo
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 2 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i2.2100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengetahuan kewirausahaan Kepala SMK dalam mewirausahakan lembaganya untuk mewujudkan SMK yang mandiri, (2) perbedaan pengetahuan Kepala SMK tentang materi penataran kewirausahaan dari Direktorat Dikmenjur dengan pengetahuannya tentang kajian konsep kewirausahaan, (3) kontribusi pengetahuan kewirausahaan Kepala SMK terhadap kemandirian SMK. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan survey. Populasi penelitian ini adalah Kepala SMK di Propinsi DIY yang sudah mengikuti penataran kewirausahaan dari Direktorat Dikmenjur. Analisis data yang digunakan adalah : deskriptif, komparatif, dan korelasional. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa : (1) pengetahuan kewirausahaan Kepala SMK masih tergolong belum memadai, (2) pengetahuan Kepala SMK tentang materi penataran kewirausahaan berbeda dan lebih rendah dari pada pengetahuannya tentang kajian konsep kewirausahaan, sehingga materi penataran kewirausahaan dari Direktorat Dikmenjur sangat perlu dilengkapi dengan kajian konsep kewirausahaan yang ditemukan dari penelitian ini, (3) pengetahuan kewirausahaan Kepala SMK nyata-nyata mempunyai kontribusi yang oesar dalam mewujudkan SMK yang mandiri melalui usaha mewirausahakan SMK.
Kualitas Keterampilan Pekerja Industri Kecil (Kasus di Sentra Industri Kecil Logam) Samsudi Samsudi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 1, No 1 (1998)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v1i1.2116

Abstract

Sektor industri kecil, terutama logam, saat ini memerlukan pemberdayaan (empowerment) pada aspek substansial, yaitu peningkatan kualitas sumber daya mamisia, terutama peningkatan kualitas keterampilan kerja. Upaya ini akan memberikan sumbangan yang besar terhadap peningkatan kualitas produk industri kecil, yang sementara ini banyak ditengarai berkualitas rendah. Salah satu hal yang dapat diupayakan adalah mengintensifkan pelaksanaan pelatihan kerja, baik dalam bentuk on the job training (OJT), maupun pemagangan (apprentice training) bagi para pekerja industri kecil. Hal ini mendesak untuk dilakukan karena pelaksanaan pelatihan kerja dan sejenisnya, saat ini tidak intensif dan sistematis serta terkesan parsial, sehingga kurang memberikan konstribusi secara kongkrit terhadap peningkatan kualitas keterampilan kerja. Dengan upaya ini maka kinerja industri kecil, terutama logam, tidak lagi berciri padat karya (labor intensive), tetapi secara perlahan bergeser ke arah padat keterampilan/keahlian (skill intensive).
Evaluation of the entrepreneurship education program through extracurricular activities of Student Company Firmansyah Firmansyah; Wardani Rahayu; Nurjannah Nurjannah
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 24, No 1 (2020)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v24i1.19783

Abstract

The study aims to evaluate the entrepreneurship education program through extracurricular activities of Student Company at a school using a modified CIPP and Kirkpatrick evaluation model. The research found that (1) the context of the program has been very good to provide facilities to the students who want to develop their entrepreneurial potential at school. The vision, mission, and objectives of the entrepreneurship education program at the vocational high school are able to describe the future expectations for students, especially in the field of entrepreneurship. (2) The supporting program implementation factors are in the “high” category and able to support program implementation following the objectives. (3) The implementation of entrepreneurship education program through Student Company extracurricular activities is in the “middle” category, seen from some discrepancies found between the program plans and implementation. (4) The satisfaction level of students taking part in entrepreneurial education program activities is in the “middle” category, seen from their several complaints about the activities of Student Company that are not following the program plans. (5) The level of knowledge of students taking part in the Student Company extracurricular activities is in the “high” category. (6) The application of entrepreneurial values in the daily activities of students taking part in the Student Company extracurricular activities is in the “middle” category. (7) The level of self-efficacy of students towards entrepreneurship is in the “low” category. The program of entrepreneurship education through extracurricular activities of Student Company is not fully able to increase students' interest in entrepreneurship.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUASI CIPP PADA PROGRAM PEMBELAJARAN TAHFIZ AL-QUR'AN DI PONDOK PESANTREN Muyasaroh, Muyasaroh; Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v18i2.2862

Abstract

Studi ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan model pengembangan evaluasi program pembelajar'an tahfiẓ al-Quran diberi nama Coni P2, (2) menghasilkan teknik pelaksanaan evaluasi program pembelajaran tahfiẓ al-Qur'an, dan (3) menghasilkan struktur komponen dan indikator model evaluasi. Studi ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) dengan menggunakan sembilan langkah dari 10 langkah model Borg dan Gall. Jumlah subjek uji coba pertama 33 orang, uji coba kedua 49 orang, dan uji coba ketiga 224 orang. Komponen model evaluasi yang digunakan adalah model evaluasi Stufflebeam (CIPP). Langkah-langkah evaluasi yang digunakan adalah langkah Malcolm Provus. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah Delphi, FGD, kuesioner, observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Validitas konstruk dianalisis menggunakan CFA dan Reliabilitas menggunakan Cronbach Alpha. Hasil penelitian: (1) model evaluasi program Coni P2 dikembangkan dengan cara kajian teori, temuan di lapangan, Delphi, FGD, uji coba sebanyak tiga kali; (2) evaluasi di tiga pondok pesantren: Al-Ittifaqiah, Raudhatul Ulum, dan Raudhatul Qur'an ditemukan kesenjangan sarana belajar, kinerja guru, dan motivasi belajar santri; (3) komponen konstruk model evaluasi Coni P2terdiri atas konteks, input, proses, dan produk, yang terbagi menjadi 13 indikator. Hasil analisis CFA: (1) Chi Square (χ²) = kecil; (2) ρ-value > 0,05; (3) Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA) < 0,08; dan (4) Goodness of Fit Index (GFI) < 0,90.Kata kunci: pengembangan, evaluasi, tahfiẓ al-Qur'an______________________________________________________________DEVELOPING CIPP EVALUATION INSTRUMENT FOR TAHFIZ AL-QUR'AN IN PONDOK PESANTRENAbstract The study aimed to: (1) generate an evaluation development  model of tahfiz Al-Qur'an learning program entitled Coni P2; (2) generate a technique of tahfiz Al-Qur'an learning program evaluation implementation; and (3) generate component structures and an indicators of evaluation model. The study was a research and development (R&D) type by implementing 9 of 10 steps in Borg and Gall's model. The subject for the first trial the 33 people, for the second trial were 49 people, and for the third trial were 224 people. The implemented component of evaluation model was Stufflebeam Evaluation Model (CIPP). The evaluation steps that the researchers implemented were the ones taken from Malcolm Provus. The data gathering techniques that the researchers implemented were Delphi, FGD, questionnaires, observation, interview and study of documentation. The construct validity was analyzed by implementing CFA and the construct reliability was analyzed by implementing Cronbach Alpha. The results of the research were as follows: (1) the model of Coni P2 evaluation program was developed by implementing theoretical review, field findings, Delphi, FGD and three-time experiments; (2) from the evaluations performed in three pondok pesantren, namely Al-Ittifaqiah, Raudhatul Ulum and Raudhatul Qur'an, the researchers found discrepancy in learning facilities, teacher performance and santri's learning motivation; and (3) the construct components of Coni P2 evaluation model consisted of context, input, process and product that were divided into 13 indicators. The results of CFA analysis were as follows: (1) (1) Chi Square (χ²) = kecil; (2) ρ-value > 0.05; (3) Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA) < 0.08; dan (4) Goodness of Fit Index (GFI) < 0.90.Keywords: development, evaluation, tahfiz Al-Qur'an
MENENTUKAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL BERBASIS PESERTA DIDIK Mardapi, Djemari; Hadi, Samsul; Retnawati, Heri
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 19 No. 1 (2015)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v19i1.4553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang sering disebut pula dengan standard setting atau cut of score, berbasis peserta peserta didik untuk mata pelajaran matematika SMP di Provinsi DI Yogyakarta antarwaktu. Penelitian ini merupakan studi longitudinal selama 3 tahun yaitu tahun 2010, 2011, dan 2012. Metode pengumpulan data yakni dokumentasi untuk memperoleh data statistik ujian akhir yang akan ditentukan KKM-nya dan Focus Group Discussion(FGD) untuk menentukan kelompok master dan kelompoknonmaster. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan metode grup kontras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KKM mata pelajaran matematika di Provinsi DI Yogyakarta tahun 2010 sebesar 6,75, tahun 2011 mengalami penurunan sebesar 0,05 menjadi 6,70 dan tahun 2012 naik lagi menjadi 6,90 (untuk skala 0-10).Kata kunci: KKM (standard setting atau cut of score), mata pelajaran matematika SMP______________________________________________________________DETERMINING THE CUT OF SCORE BASED ON THE TEST PARTICIPANTSAbstract This study aims to determine the minimum completeness criteria which  is often called the standard setting or the cut of a score, based on test participants for mathematics lesson in Yogyakarta province. This study is a longitudinal study using data for 3 years ie 2010, 2011, and 2012. The data were collected through documentation to get the statiatics data of national final examination that would be determined its minimum completness creteria and Focus Group Discussion (FGD) to determine master and non master groups. The data were analyzed quantitatively by the method of contrasting group. The results showed that cut of score in mathematics lesson in Yogyakarta province in 2010 was at 6.75, but decreased by 0.05 to 6.7 in 2011 and rose again in 2012 to 6.9 (for a 0-10 scale).Keywords: standard setting or the cut of the score, junior school mathematics lesson
NATIONAL EXAM IN INDONESIA AND ITS IMPLICATIONS TO THE TEACHING AND LEARNING OF ENGLISH Saukah, Ali; Cahyono, Agus Eko
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 19 No. 2 (2015)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v19i2.5583

Abstract

The change of the status of the National Exam (NE) from high-stakes testing to low-stakes testing inspired the researchers to explore its effects on the teaching and learning of English. This qualitative exploratory study tried to investigate how English teachers taught their students to prepare NE at senior high schools in two different functions by involving six English teachers from three schools varying in the quality in terms of the schools' demography, academic achievement, and facilities. The study was also strengthened by a set of secondary data from the results of the NE in 2015. The result of study involving the six teachers shows that the higher the quality of the schools the less they are affected by the change of the functions of the NE. The result of the analysis involving the secondary data shows that in spite of the change of its function, the NE tends to remain a high-stakes testing.Keywords: High-Stake Testing, Low-Stake Testing, National Exam, English UJIAN NASIONAL DI INDONESIA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INGGRISAbstrakPerubahan fungsi Ujian Nasional (UN) dari "high-stakes testing" menjadi "low-stakes testing" mendorong penulis untuk melakukan penelitian eksploratif terhadap persamaan dan perbedaan UN dalam fungsinya yang berbeda dengan mengkaji dampaknya pada proses belajar-mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris. Penulis mengkaji bagaimana para guru mengajar Bahasa Inggris dalam mempersiapkan para siswa menghadapi UN sebelum dan setelah ada perubahan kebijakan. Penelitian eksploratif ini dilaksanakan dengan mewawancarai enam guru bahasa Inggris dari tiga sekolah yang mutunya berbeda-beda. Wawancara terhadap para guru dilakukan menjelang pelaksanaan UN 2015. Penelitian ini dilengkapi dengan data sekunder berupa hasil UN 2015 yang memperkuat temuan penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa sekolah yang mutunya lebih rendah cenderung lebih banyak terpengaruh oleh perubahan status UN  daripada sekolah yang mutunya lebih tinggi dalam hal mempersiapkan para siswanya menghadapi UN. Hasil analisis data sekunder, rendahnya aspek kejujuran dalam UN, menunjukkan UN masih dianggap sebagai "high-stakes testing".Kata kunci: tes beresiko tinggi, tes beresiko rendah, ujian nasional, bahasa inggris  
Model asesmen autentik untuk menilai hasil belajar siswa sekolah menengah pertama (SMP): implementasi asesmen autentik di SMP Badrun Kartowagiran; Amat Jaedun
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 20, No 2 (2016)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v20i2.10063

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kondisi guru yang melaksanakan penilaian dan mendeskripsikan kualitas pelaksanaan asesmen autentik di SMP yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penelitian tahun pertama ini termasuk penelitian survei dengan rancangan crossectional survey. Penelitian dilaksanakan di 15 SMP  yang ada di DIY. Semua instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data, yakni: daftar dokumen, panduan wawancara, lembar observasi, lembar telaah, dan kuesioner termasuk katagori valid dan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi guru yang melaksanakan asesmen autentik masih memerlukan perbaikan dan kualitas pelaksanaan penilaian autentik di SMP yang berada di DIY belum baik. Hal ini ditengarai dengan belum baiknya rancangan penilaian yang tertulis pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), baru sebagian kecil guru yang melakukan penilaian kompetensi sikap dalam pembelajaran, baru sebagian kecil guru yang disiplin melakukan penilaian, dan masih sedikit guru yang mempersiapkan perangkat penilaian. Hal ini dikarenakan sebagian besar guru merasa bahwa waktu pelatihan kurang sehingga mereka kurang paham terhadap materi yang dilatihkan, utamanya tentang materi penilaian.Kata kunci: Implementasi, penilaian autentik, SMP AUTHENTIC ASSESSMENT MODEL TO ASSESS THE JUNIOR HIGH SCHOOL (JHS) STUDENTS’ LEARNING OUTCOMES: THE IMPLEMENTATION OF AUTHENTIC ASSESSMENT IN JHSAbstractThe aim of this research is to describe the teachers’condition and the quality of implementation of authentic assessment in JHSes located in Yogyakarta Special Region or Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). This first-year research was considered as a survey research with crossectional survey design. The research was conducted in 15 JHSes in DIY. Those instruments that have been used in this research are: the list of documents, interview guide, observation sheet, inspection sheet, and questionaire are valid and reliabel. The result of this research shows that the implementation of authentic assessment in JHSes located in DIY is not good enough. It is indicated by the less good assessment design written in the lesson plan or Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), which reveals that there is only few of teachers who conduct attitude competence assessment in the learning process, who are disciplined in conducting assessment, and who prepare assessment sets. It is because most teachers feel that the time given for training is insufficient so that the materials trained are less understandable, especially the materials about assessment.Keywords: implementation, authentic assessment, JHS
Efisiensi Eksternal Program Pendidikan Keterampilan Luar Sekolah pada Sentra Industri Kecil dan Kerajinan Konveksi di Tulungagung Yunus Yunus
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 2 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i2.2095

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengungkap tingkat efisiensi eksternal program pendidikan keterampilan luar sekolah yang diselenggarakan dalam bentuk kursus, yaitu kursus di lembaga Kursus Latihan Kerja (KLK) dan kursus di perusahaan. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan yang bekerja pada Sentra Industri Kecil dan Kerajinan Konveksi yang berjumlah 5.475 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan multi stage random sampling. Besamya sampel 384 orang. Untuk mengumpulkan data digunakan metode dokumentasi, kuesioner, dan wavvancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, analisis varian , uji-t, analisis regresi sederhana, regresi ganda dan analisis rate of return. Hasil penelitian menyimpukan bahwa efisiensi eksternal program kursus di perusahaan sebesar 43,24%, lebih tinggi dibanding efisiensi eksternal program kursus di KLK sebesar 11,00%. Ini berarti bahwa secara ekonomis penyelenggaraan program kursus di perusahaan lebih efisien dibanding penyelenggaraan program kursus di KLK.
Developing scale to measure student's honesty characters on mathematics learning using subject scaling Hidayati, Kana; Budiyono, Budiyono; Sugiman, Sugiman
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 22 No. 2 (2018)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v22i2.19310

Abstract

The purpose of this study is to develop a scale to measure honesty characters of students on mathematics learning using sucject scaling model. This development research is carried out in several steps namely: preparing initial scales, trials, and interpretation of trials result. The research is conducted on students of SMP N 5 Yogyakarta, SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, and SMPIT Abu Bakar Yogyakarta. The first trial involves 688 students and the second trial involves 696 students. Content validity is obtained through expert judgment. The construct validity is determined by Lisrel's second order CFA. Reliability coefficients include Omega coefficients (ω) and Alpha coefficients from Cronbach. Based on the results of this research, the scale to measure of student's honesty characters consists of 15 items that theoretically and empirically proved to be of good quality. The scale has good content validity supported by V Aiken index of 0.88-0.92. The scale has good construct validity. Reliability of the scale is also good supported by both the Omega coefficient of 0.86.
Evaluasi Pelaksanaan Model Pendidikan Luar Biasa di SDLB Playen Gunungkidul dan Pengasih Kulonprogo Haryanto Haryanto
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 1, No 1 (1998)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v1i1.2111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan model Pendidikan Luar Biasa, khususnya model Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB). Pelaksanaan model diketabui dengan cara mengevaluasi komponen program yang telah digariskan dari Depdikbud, di antaranya: (1) komponen makro, meliputi pendataan anak berkelainan, penentuan lokasi dan persyaratan gedung sekolah, (2) komponen mikro, meliputi ketenagaan, kurikulum, alat dan fasilitas pendidik­an, kerjasama antar departemen, organisasi kemasyarakatan terkait. Model penelitian evaluatif, menggunakan pendekatan kualitatif. Terapat penelitian di SDLB Playen dan Pengasih. Pengumpulan data melalui observasi, interviu, dan dokumenter. Teknik analisis data jenis kualitatif, menerapkan pendekatan filsafat positivisme dan rasional, membandingkan kenyataan pelaksanaan program yang sebenarhya di lapangan dengan program yang seharusnya dilaksanakan sebagai kriterium. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pendataan anak berke­lainan telah dilaksanakan, walaupun belum sempurna, (2) penentuan lokasi gedung sekolah tidak berdasar populasi anak berkelainan, tetapi dipertimbangkan tersedianya lahan dan memenuhi volume proyek, (3) bangunan gedung sekolah belum memenuhi standart kriteria tempat pendidikan anak berkelainan, (4) tenaga kependidikan di kedua sekolah telah memenuhi kualifikasi yang ditentukan, sedang tenaga non kependidikan belum ad a, (5) pelaksanaan belajar-mengajar mengikuti kalender pendidikan dari Kanwil Depdikbud Propinsi DIY. (6) kerjasama kedua SDLB dengan instansi dan organisasi kemasyarakatan terkait berjalan baik.