cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 26857111     EISSN : 23386061     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian pendidikan dosen, dan penelitian disertasi mahasiswa S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil-hasil penelitian yang disampaikan pada jurnal ini tidak terbatas pada bidang evaluasi pendidikan tetapi juga hasil penelitian dan evaluasi pendidikan dalam arti luas, seperti bidang teknologi dan kejuruan, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan luar sekolah, linguistik terapan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan sains, dan pendidikan matematika. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan Nomor ISSN cetak 1410-4725 dan ISSN online 2338-6061 telah terakreditasi kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 040/P/2014 yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2014
Arjuna Subject : -
Articles 499 Documents
EKSPLORASI PERMASALAHAN DALAM IMPLEMENTASI COMMUNITY-BASED EDUCATION DI FAKULTAS KEDOKTERAN Meidianawaty, Vivi; Widyandana, Widyandana; Kristina, Tri Nur
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v20i1.7169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi permasalahan-permasalahan yang dapat ditemukan saat implementasi Community-based Education (CBE) di fakultas kedokteran. Pendekatan kualitatif eksplorasi dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan yang sering ditemui dalam implementasi program CBE. Pengumpulan data dilakukan di fakultas kedokteran negeri dan swasta dengan evaluasi dokumen, wawancara semistruktur, dan observasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah program CBE yang tidak menetapkan tujuan pembelajaran bersifat generik, kurang melibatkan peran aktif masyarakat dalam kegiatan pembelajaran mahasiswa, kebutuhan masyarakat yang jarang teridentifikasi, dan tidak adanya program yang berkelanjutan dapat menyebabkan kejenuhan masyarakat atau kegagalan program CBE mencapai tujuannya.Kata kunci: community-based education, implementasi, masalah, metode berkelanjutann EXPLORATION OF PROBLEMS IN COMMUNITY-BASED EDUCATION IN THE FACULTY OF MEDICINEAbstractThere were sereval problems in the implementation of Community-based Education CBE that need to be further explored. Exploratory qualitative approach was carried out to identify problems that were often encountered. Data collection was conducted in Public Medical School and Private Medical School by using document evaluation, semi-structured interviews, and observation. The conclusion of this study is CBE program that does not set the generic learning objectives, less involvement of the community active participation, the needs of community who are rarely identified, and the absence of a sustainable program can lead to saturation of the CBE program or failure to achieve its objectives.Keywords: community-based education, implementation, problems, sustainable methods
Validitas konstrak instrumen evaluasi outcome lembaga pendidikan guru vokasional Nurhening Yuniarti; Soenarto Soenarto
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 20, No 2 (2016)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v20i2.8448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti validitas konstrak dari instrumen yang digunakan untuk kegiatan evaluasi outcome dari lembaga pendidikan guru vokasional. Instrumen ini terdiri atas 3 jenis instrumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah confirmatory factor analysis (CFA). Kriteria yang digunakan untuk melihat kecocokan model adalah: p-value, normed Chi-square (X2/df), RMSEA (Root Mean Square Error of Approximation), RMR (Root Mean-square Residual), GFI (Goodness-of-Fit Index), NFI (Normed Fit Index), Non-Normed Fit Index (NNFI), dan CFI (Comparative Fit Index). Bukti validitas instrumen dapat dilihat pada besarnya faktor loading dan t-value.  Jika loading factor lebih besar dari 0,3 dengan t-valuelebih besar dari 1,96 maka butir pernyataan dapat dikategorikan valid. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil: (1) pada instrumen I terdapat 26 butir yang dinyatakan valid; (2) pada instrumen II terdapat 23 butir yang dinyatakan valid; dan (3) pada instrumen III terdapat 18 butir yang dinyatakan valid.Kata kunci: validitas konstrak, evaluasi, lembaga pendidikan guru vokasional CONSTRUCT VALIDITY OF OUTCOME EVALUATION INSTRUMENT IN VOCATIONAL TEACHER EDUCATION INSTITUTIONAbstractThis research aims to get the construct validity evidence of the outcome evaluation instrument of vocational teacher education institution. The instrument consists of 3 kinds of instruments. The analysis technique that is used to test the construct validity is confirmatory factor analysis (CFA). The criteria used to determine the goodness of fit were: p-value, normed Chi-square (X2/df), RMSEA (Root Mean Square Error of Approximation), RMR (Root Mean-square Residual), GFI (Goodness-of-Fit Index), NFI (Normed Fit Index), Non-Normed Fit Index (NNFI), and CFI (Comparative Fit Index). The evidence of the construct validity was based on the standardized loading factor and t-value. If the loading factor 0.3 with t-value 1.96, the item is valid. Based on the analysis, the research results are: (1) 26 item of the instrument I are categorized valid; (2) 23 items of instrument II are categorized valid; and (3) 18 items of instrument III are categorized valid.Keywords: construct validity, evaluation, vocational teacher education institution
Pengembangan tes ilmu pengetahuan alam terkomputerisasi Suwarto, Suwarto
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 21, No 2 (2017)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v21i2.13144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1). Memaparkan karakteristik tes IPA yang dikembangkan, dan (2) memaparkan program komputer yang telah dikembangkan dalam menentukan skor tes siswa dengan teori tes modern. Tes IPA terdiri dari 600 butir soal dan telah diujicobakan di SMP se-Solo Raya dengan responden 1.800 siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah program R. Program komputer yang telah dikembangkan diujicobakan di SMP Negeri 4 Polokarto. Hasil analisis tes IPA dengan program R menunjukan: (1) tingkat kesulitan butir dalam kisaran -2,001 sampai 1,713, (2) daya beda butir dalam kisaran 0,553 sampai 2,394, dan (3) terkaan butir dalam kisaran 0,000 sampai 0,379. Program komputer yang dikembangkan dapat menentukan skor tes siswa menurut teori tes modern dengan baik. DEVELOPING OF COMPUTERIZED NATURAL SCIENCE TESTAbstractThis study is aimed at: (1) describing the caracteristics of Natural Science test developed, and (2) describing a computer program which had been developed to determine the test scores of students with modern test theory. Natural Science test consists of 600 items and had been tested in junior high school throughout Solo Raya with 1,800 respondents. Data analysis technique which was used is R programming. The computer program had been developed and tested in SMP Negeri 4 Polokarto (Polokarto 4 Junior High School). The results of the analysis of Natural Science program test with R programming show that: (1) item difficulty is in the range of -2.001-1.713, (2) discriminatory power of items is in the range of 0.553-2.394, and (3) the supposition of items is in the range of 0.000-0.379. The computer program developed can determine students’ test scores according to the modern test theory well.
Pengembangan model akreditasi sekolah menengah atas /madrasah aliyah (SMA/MA) Marjuki Marjuki; Djemari Mardapi; Badrun Kartowagiran
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 22, No 1 (2018)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v22i1.9860

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperoleh model akreditasi SMA/MA yang efektif, efisien, dan akuntabel. Produk model yang dikembangkan adalah instrumen akreditasi dan prosedur akreditasi. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembangan. Pengembangan model dilakukan melalui kegiatan focus group disscussion (FGD). Validasi instrumen dilakukan oleh pakar, sedangkan validasi prosedur dilakukan oleh peserta FGD. Validitas isi instrumen ditentukan dengan cara menghitung indeks koefisien V Aiken, sedangkan estimasi reliabilitas instrumen ditentukan dengan teknik intraclass correlation coefficient (ICC) menggunakan SPSS. Validasi prosedur dilakukan dengan cara menghitung rerata skor hasil penilaian peserta FGD. Uji coba dilakukan untuk mengetahui keefektifan model yang dikembangkan. Subjek coba adalah praktisi terdiri dari kepala sekolah, guru, dan tenaga administrasi. Keefektifan model ditentukan dengan cara menghitung rerata skor hasil penilaian praktisi. Model akreditasi yang dikembangkan diberi nama Model Akreditasi SMART. Kesimpulan tentang Model Akreditasi SMART: (1) memiliki karakteristik sebagai model akreditasi SMA/MA yang efektif, efisien, dan akuntabel; (2) instrumen yang digunakan memiliki validitas dalam kategori sangat baik dan reliabilitas dalam kategori baik; (3) prosedur akreditasi seperti dipaparkan di atas mendapat penilaian baik dari peserta FGD;  dan (4) keefektifan model termasuk kategori baik dan dapat digunakan.Kata kunci: model akreditasi, instrumen akreditasi, prosedur akreditasi  DEVELOPING AN ACCREDITATION MODEL OF SENIOR SECONDARY SCHOOL (SMA/MA)AbstractThis study is aimed at obtaining an effective, efficient and accountable accreditation model for Senior Secondary School/Madrasah Aliyah (SMA/MA). The product of the model developed is an  accreditation instrument and procedure. This study is a research and development (R D). The model developing was conducted through focus group discussion (FGD). Instrument validation was done by experts, while the procedure validation was performed by the FGD participants. The content validity of the instrument was determined by calculating the V Aiken coefficient index, while the instrument reliability estimation was determined by using intraclass correlation coefficient (ICC) using SPSS. Procedure validation was done by calculating the mean score of the FGD participants’ assessment results. Trial was conducted to find out the effectiveness of the developed model. The subject of the trial was practitioners comprising of principals, teachers, and administrative personnels. The effectiveness of the model was determined by calculating the average score of the practitioners’ assessment. The accreditation model developed was named SMART Accreditation Model. The conclusion on the SMART Accreditation Model are as follows: (1) having the characteristics of an effective, efficient, and accountable accreditation model for SMA/MA; (2) the content validity and reliability of the instrument used are in a very good category; (3) the afore-mentioned accreditation procedure is considered to be good by the FGD participants; and (4) the effectiveness of the model is in a good category and it can be used.Keywords: accreditation model, accreditation instrument, accreditation procedure
Perilaku Bermasalah di Kalangan Siswa SMU di Propinsi Bali Susanta, I Wayan
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 2 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i2.2101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua, status sosial ekonomi orang tua, dan interaksi sosial siswa terhadap penlaku bermasalah siswa. Di samping itu ingin diketahui pula perbedaan perilaku bermasalah ditinjau dari klasifikasi daerah wisata. Penelitian dilakukan di Wilayah Propinsi Bali pada tahun akademik 1997/1998. Subyek penelitian ditentukan dengan stratified random sampling, dengan jumlah anggota sampel sebanyak 177 orang. Data tentang pola asuh orang tua, status sosial ekonomi orang tua, interaksi sosial dan perilaku bermasalah siswa didapat dari pengukuran terhadap responden, sedangkan klasifikasi daerah wisata didapat melalui pencatatan dokumen. Data yang didapat dianalisis menggunakan teknik analisis korelasi jenjang nihil, analisis regresi ganda, korelasi parsial dan analisis variansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara pola asuh orang tua, status sosial ekonomi, interaksi sosial dan perilaku bermasalah, masing-masing sebesar -0,24. -0,17, -0,18. Hal ini berarti: (a) semakin baik kualitas pola asuh orang tua, semakin rendah tingkat perilaku bermasalah siswa, (b) semakin tinggi status sosial ekonomi orang tua semakin rendah tingkat perilaku bermasalah siswa, dan (c)semakin baik kualitas interaksi sosial siswa semakin rendah tingkat perilaku bermasalah siswa. Sumbangan masing-masing ubahan bebas terhadap rendahnya tingkat perilaku bermasalah, dari pola asuh orang tua sebesar 4,2%, status sosial ekonomi sebesar 1,6%,dan interaksi sosial sebesar 1%. Penelitian menyimpulkan bahwa ada hubungan yang berarti antara pola asuh orang tua, status sosial ekonomi, interaksi sosial siswa dan perilaku bermasalah siswa, baik secara sendih-sendiri maupun secara bersama-sama. Ada dua ubahan yang dapat berfungsi sebagai prediktor yaitu pola asuh orang tua dan status sosial ekonomi. Dalam pada itu pola asuh orang tua lebih dominan rungsinya sebagai prediktor. Di samping itu. penelitian menyimpulkan tidak ada perbedaan perilaku bermasalah di kaiangan siswa sekolah menengah umum antara daerah kawasan wisata, lintasan maupun kunjungan wisata pada siswa SMU Negeri di Bali.
The application of the Generalized Lord’s Chi-Square method in identifying biased items Herwin, Herwin; Phonn, Sophak
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 23, No 1 (2019)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v23i1.20665

Abstract

This study aims to find out the results of the analysis of item bias by using Generalized Lord's Chi-square test method on the test instrument of elementary school examination in a sub-district of Gowa Regency, Indonesia. This research is explorative research using quantitative approach. This research was conducted in the second semester of the academic year of 2017/2018 at the Bontomarannu District Elementary School in Gowa Regency. Data collection technique used is documentation. The data in this study were analyzed using the DIF method of Generalized Lord Chi-Square test. The results show that in using the Generalized Lord Chi-square method, from 20 items of mathematics test of school exam in Bontomarannu District Elementary School in Gowa Regency of the academic year 2017/2018, there are two items which are detected containing the bias (DIF), i.e., item 5 and item 11, while the rest are not.
Penggunaan Metode Membaca SQ3R pada Siswa Kelas I SLTP di Kutoarjo Waijaya Heru Santosa
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 1, No 1 (1998)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v1i1.2117

Abstract

Salah satu penyebab rendahnya tingkat kemampuan membaca siswa SLTP diduga kaiena masih digunakannya cara membaca yang konven-sional. Padahal ada cara membaca yang lebih baru yang diduga lebih efektif, yaitu metode membaca SQ3R. Sehubungan dengan itu, perlu diadakan suatu penelitian tentang efektivitas metode membaca. Berdasarkan permasalahan yang muncul dan kajian pustaka, dirumuskan suatu hipotesis bahwa penggunaan metode membaca SQ3R lebih efek­tif dibanding dengan penggunaan metode membaca konvensional. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan rancangan Randomized Control Group Pre-test Post-test terhadap siswa kelas I SLTP 1 Kutoarjo. Instnunen yang berupa uji kemampuan membaca digunakan untuk mengetahui efektivitas metode membaca, sedangkan kuesioner I digunakan untuk menjaring langkah-langkah membaca, kuesioner II digunakan untuk mengetahui ada-tidaknya interaksi antar kelas, dan kuesioner III digunakan untuk mengungkap sikap responden terhadap penggunaan metode membaca SQ3R. Perlakuan terhadap kelompok eksperimen diadakan sebanyak 7 kali. Untuk mengetahui efektivitas metode membaca antar-kelompok eksperimen dan kontrol digunakan Uji t antara kelompok dengan P = 0,05. Untuk menge­tahui keefektifan metode membaca antara tes awal dan tes akhir masing-masing kelompok digunakan Uji t P = 0,05. Berdasarkan analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa (1) tingkat kemampuan membaca siswa pada kelas yang menggunakan metode konvensional sebanyak 54,61 kata per menit dengan simpangan baku = 4,67 kata per menit; (2) tingkat kemampuan membaca siswa pada kelas yang menggunakan metode SQ3R sebanyak 62,60 kata per menit dengan simpangan baku = 5,90 kata per menit; (3) terdapat perbedaan yang tidak signifikan antara hasil tes awal dan tes akhir dalam peng­gunaan metode konvensional pada kelas kelompok kontrol (t = 0,57; P = 0,28); (4) terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara hasil tes awal dan tes akhir dalam penggunaan metode SQ3R pada kelas kelompok eksperimen (t = 8,96; P 0,001); dan (5) penggunaan metode membaca SQ3R lebih efektif dibanding dengan penggunaan metode membaca konvensional (t = 7,35; P 0,001).
Evaluation of civil servant teacher's restructuring and equalizing policy at vocational high school Ratih Setianingrum; Guntur Guntur
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 24, No 1 (2020)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v24i1.24318

Abstract

This study aims to evaluate (1) the implementation and (2) the result of the implementation of civil servant teacher’s restructuring and equalizing policy at vocational high schools in Yogyakarta City. This research was a policy evaluation using the discrepancy evaluation model by identifying the gap between performance and standard. The data was collected through interviews and documentation from several informants, including the Office of Secondary Education staff, vice principals of curriculum, and some civil servant teachers. The instrument validity was tested validated by expert's judgment while the data validity was measured by triangulation. The data were analyzed using the descriptive statistical analysis for analyzing the quantitative data and continuous interactive analysis for analyzing the qualitative data. The research results are as follows. (1) The implementation of civil servant teacher’s restructuring and equalizing policy at vocational high schools in Yogyakarta City had been implemented properly in accordance with the implementation standards. (2) The implementation of civil servant teachers' restructuring and equalizing policy successfully rearranged 15 civil servant teachers and reduced teacher shortages by 4%. Nonetheless, the number of teacher shortages in certain subjects was still quite large, especially in productive subjects. This policy implementation's positive impacts are (a) teachers are motivated to increase their career paths; (b) teachers get new teaching experience and relationships. Meanwhile, the negative impact is that the teachers are having difficulty in managing teaching time, which causes them to not focus on teaching.
DAMPAK LESSON STUDY TERHADAP MATA PELAJARAN MATEMATIKA SMP SULAWESI UTARA Tuerah, Philoteus Erwin Alex
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v18i2.2863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak implementasi Lesson Study (melalui Program PELITA-JICA) pada mata pelajaran matematika SMP di Sulawesi Utara. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengkaji pengaruh penerapan Lesson Study terhadap pencapaian akademik mata pelajaran matematika siswa SMP. Penelitian ini melibatkan 23 sekolah, terdiri dari 13 sekolah eksperimen (Kabupaten Minahasa Utara) dan 10 sekolah kontrol (Kabupaten Minahasa), dengan keseluruhan responden berjumlah 598 siswa. Data penelitian berupa nilai tes akademik matematika dianalisis secara statistik menggunakan uji beda (α=0,05). Dari hasil analisis uji beda dapat disimpulkan bahwa implementasi Lesson Study mampu meningkatkan nilai tes akademik matematika siswa SMP. Rasio nilai matematika eksperimen:kontrol yang tinggi memperkuat kesimpulan bahwa implementasi Lesson Study di Sulawesi Utara memberikan dampak yang positif terhadap pencapaian akademik matematika siswa. Kata kunci: Lesson Study, PELITA, nilai matematika, SMP, minahasa utara ______________________________________________________________ THE LESSON STUDY IMPACT ON MATH COURSE AT JUNIOR HIGH SCHOOLS IN NORTH SULAWESIAbstract This study aim to reveal the implementation of Lesson Study (through PELITA-JICA Program) in mathematics course at junior high school level in North Sulawesi. The purpose of this study was to investigate the effect of Lesson Study on junior high school students' math achievement. This study involved 23 schools consisting of 13 experimental (North Minahasa Regency) and 10 control (Minahasa Regency) schools with the total number of respondents, 598 student. The data were students' math scores which were statistically analyzed using comparison test (α=0.05). From the comparison analysis, it can be concluded that the implementation of Lesson Study is able to increase the math score of junior high schools students. The high ratio of experiment to: control math score strengthens the conclusion that the implementation of Lesson Study in North Sulawesi gives positive impact to student's academic achievement in mathematics.Keywords: lesson study, PELITA, mathematics score, junior high school, north minahasa
EVALUASI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN SMA INDONESISCH NERDERLANDSCHE SCHOOL (INS) KAYUTANAM David, David; Kartowagiran, Badrun; Harjo, Slamet Prawiro
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 20 No. 1 (2016)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v20i1.7518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengevaluasi SMA INS Kayutanam dan (2) menyusuan strategi pengembangan SMA INS Kayutanam berdasarkan hasil evaluasi tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah 50 siswa kelas X dan XI, satu kepala sekolah, empat wakil kepala sekolah, 30 guru, dua pembina asrama dan dua orang dari pemerintahan. Hasil penelitian dibagi dalam dua kelompok yaitu hasil evaluasi dan strategi pengembangan. Berdasarkan hasil evaluasi ditemukan bahwa ada beberapa komponen yang perlu perbaikan yaitu kurikulum, kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, fasilitas, peran serta masyarakat, dana dan organisasi. Strategi pengembangan terdiri dari: (1) perumusan kurikulum terintegrasi yang memuat tujuan dan sasaran pendidikan yang diprakarsai oleh Sjafei; (2) perumusan metode mengajar yang sesuai dengan tujuan dan sasaran pendidikan yang diprakasai Sjafei; (3) pengelolaan aset produktif dengan pemanfaatan modal sosial; (4) pemanfaatan basis alumni; (5) membangun kerja sama dengan instansi terkait seperti sekolah lain, pemerintah daerah, dan pihak swasta.Kata kunci: evaluasi, strategi pengembangan THE EVALUATION AND THE STRATEGY FOR DEVELOPING INDONESISCH NEDERLANDSCHE SCHOOL (INS) KAYUTANAM SENIOR HIGH SCHOOLAbstractThe study was to: (1) evaluate the development of INS Kayutanam Senior High School; and (2) design the strategy to develop INS Kayutanam Senior High School based on the results of the evaluation. The approach used of in the study was quantitative and qualitative. The data source in the study was 50 students from the X grade and the XI grade, one principal, four vice principals, 30 teachers, two dormitory advisors and two government representatives. The results of the study were divided into two groups namely the evaluation results and the development strategies. Based on the results of the study, the researcher found that there were several components that demanded revision namely the curriculum, the educator and educational staff competence, the facility, the society participation, the fund and the organization. Then, the development strategies consisted of: (1) formulating an integrated curriculum that contained the educational objectives and targets that had been provided by Sjafei; (2) formulating the teaching methods that had to be in accordance with the educational objectives and targets that had been provided by Sjafei; (3) managing the productive assets by utilizing the social capital; (4) utilizing the alumni basis; and (5) establishing partnership with the related institutions such as other schools, regional governments and private sectors.Keywords: evaluation, development strategies