cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 26857111     EISSN : 23386061     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian pendidikan dosen, dan penelitian disertasi mahasiswa S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil-hasil penelitian yang disampaikan pada jurnal ini tidak terbatas pada bidang evaluasi pendidikan tetapi juga hasil penelitian dan evaluasi pendidikan dalam arti luas, seperti bidang teknologi dan kejuruan, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan luar sekolah, linguistik terapan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan sains, dan pendidikan matematika. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan Nomor ISSN cetak 1410-4725 dan ISSN online 2338-6061 telah terakreditasi kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 040/P/2014 yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2014
Arjuna Subject : -
Articles 499 Documents
MODEL ASESMEN KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN KEPALA SEKOLAH PENDIDIKAN DASAR Fanani, Zaenal; Mardapi, Djemari; Wuradji, Wuradji
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 18 No. 1 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v18i1.2129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan model asesmen kepemimpinan pembel-ajaran kepala sekolah, dan (2) mengetahui keefektifan kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah. Model asesmen kepemimpinan pembelajaran ini menggunakan pendekatan 360-degree assesessment, yakni asesmen dari guru, kepala sekolah dan pengawas. Jumlah responden sebanyak 560 yang terdiri dari 466 guru, 47 kepala sekolah, dan 47 pengawas pada jenjang SD dan SMP. Dua daerah dipilih untuk mewakili Provinsi Kalimantan Selatan, yakni masing-masing satu dari Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru. Ukuran sampel sekolah sebanyak 47 diambil dari wilayah berbeda, yakni wilayah kota, pinggiran, dan desa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner skala Likert (1-4) yang terdiri atas 36 item. Responden dari setiap sekolah terdiri atas 10 guru, satu kepala sekolah, dan satu pengawas dari sekolah yang sama untuk mengisi instrumen. Teknik analisis data untuk uji kecocokan model dengan data dan invariansi parameter model antar group rater menggunakan Confirmatory Factor Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model asesmen kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah dengan 4 dimensi dan 36 items menunjukkan kecocokan dengan data empiris (χ2, p=0,347>0,050; RMSEA=0,006<0,080) dan semua item memiliki standardized loading factor yang signifikan (t>1,96; λ>0,50), dan (2) persentase kepala sekolah yang memiliki keefektifan kepemimpinan pembelajaran pada kategori tinggi dan sedang berturut-turut adalah sebesar 19% dan 79%, dan dengan skala 100, rerata skor dimensi visi, supervisi, penilaian  kinerja guru, dan pengembangan keprofesian guru berturut-turut adalah sebesar 74,  65,  65 dan 63.Kata kunci: model asesmen, kepemimpinan pembelajaran______________________________________________________________A MODEL FOR ASSESSMENT OF PRINCIPAL INSTRUCTIONAL LEADERSHIP OF BASIC EDUCATIONAbstract This study aims to: (1) develop a model for assessment of principal instructional leadership, and (2) describe the effectiveness of the principal instructional leadership. This assessment model was developed by using 360 degree assessment approach, i.e. the assessment from teachers, principals, and supervisors. The  respondents were 560 people that consisted of 466 teachers, 47 principals, and 47 supervisors from elementary and secondary school. Banjar and Banjarbaru districts were selected to represent the South Kalimantan Province. A sample of 47 schools was established from the different areas: urban, suburban, and rural areas. The data were collected using a Likert scale questionaire (1-4) with 36 items. The respondents who were selected from each school consisted of 10 teachers, one principal, and one supervisor to complete the questionaire. The Confirmatory Factor Analysis was used to test the fitness between model and data and invariance of measurement across group raters. The findings of this study show that: (1) the model for assessment of instructional  leadership with four dimensions and 36 items shows a good fitness to data (χ2, p=0.347>0.050; RMSEA= 0.006<0.080) and all items have the significant standardized loading factors (t>1.96; λ>0.50), and (2) the percentage of principals having instructional leadership effectiveness at high and moderate cotegory repectively is 19% and 79%, and by 100 scale, the mean score of vision for learning, supervision, assessmnet of teacher performance, teacher professional development, respectively is 74,  65, 65, and 63.Keywords: assessment model, instructional leadership
PERBANDINGAN ESTIMASI KESALAHAN PENGUKURAN STANDARD SETTING DALAM PENILAIAN KOMPETENSI AKUNTANSI SMK Prijowuntato, Sebastianus Widanarto; Mardapi, Djemari; Budiyono, Budiyono
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 19 No. 2 (2015)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v19i2.5578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi kesalahan pengukuran pada metode Angoff, Ebel, dan Bookmark dalam penilaian kompetensi Akuntnasi jenjang SMK di DIY yang digunakan standard setter dalam menentukan cut score. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah respon peserta Ujian Nasional Praktik Akuntansi Paket 2 tahun ajaran 2011/2012 dengan 338 siswa. Guru-guru yang terlibat dalam Focus Group Discussion (FGD) berjumlah sembilan orang yang terdiri dari tujuh wanita dan dua pria. Teknik analisis dalam penelitian ini dibagi dalam tiga tahap yaitu: (1) persiapan, (2) FGD, (3) estimasi kesalahan pengukuran dengan menggunakan Bootstrap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cut score untuk metode Angoff sebesar 67,809, Ebel sebesar 59,034, dan Bookmark sebesar 57,022. Metode Angoff memiliki estimasi kesalahan pengukuran yang paling kecil (2,102) dibandingkan dengan metode Ebel (4,004) dan metode Bookmark (4,042). Oleh karena itu, metode Angoff merupakan metode yang tepat untuk mengestimasi kesalahan pengukuran pada standard setting.Kata kunci: Estimasi kesalahan pengukuran, Bootstrap, Cut Score ESTIMATION OF STANDARD SETTING ERROR MEASUREMENT IN ACCOUNTING COMPETENCY ASSESSMENT IN VOCATIONAL SCHOOLSAbstractThis research aims to estimate the measurement error in the Angof, Ebel, and Bookmark methods in Accounting Competency Assessment in Vocational Schools in DIY used by standard setters in deciding a cut score. This research is quantitative research. Data source in this study was the cut score of seven vocational schools in Yogyakarta that were randomly established. The reseach data were students' answers to the National Examination in Accounting Subject of Package 2 in the academic year of 2011/2012 with 338 students. The teachers who engaged in the Focus Group Discussion (FGD) were nine teachers, consisting of seven women and two men. The technical analysis was divided into three stages. 1) preparation, 2) FGD, 3) estimated error measurement by using the Bootstrap method. The results show that the cut score for the Angoff method is 67.809, Ebel method is 59.034, and Bookmark method is 57.022. The Angoff method has the least estimation of the measurement errors (2.102) as compared with the Ebel method (4.004) and the Bookmark method (4.042). Therefore, the Angoff method is the right method for estimating error measurement on standard setting.Keywords: Estimation of error measurement, Bootstrap, Cut Score
PENGEMBANGAN INSTRUMEN DIAGNOSTIK KOGNITIF PADA MATA PELAJARAN IPA DI SMP Prihatni, Yuli; Kumaidi, Kumaidi; Mundilarto, Mundilarto
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 20 No. 1 (2016)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v20i1.7524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan instrumen diagnostik kognitif pada mata pelajaran IPA materi kalor berdasarkan learning continuum, (2) menemukan karakteristik instrumen diagnostik kognitif pada mata pelajaran IPA materi kalor, berdasarkan learning continuum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengembangan tes diagnostik. Penelitian didahului dengan penyusunan learning continum, kisi-kisi tes, hierarki materi prasyarat dan spesifikasi item pada materi IPA konsep kalor yang ditelaah melalui Focus Group Discussion (FGD). Uji coba dilaksanakan dengan subjek uji sebanyak 484 siswa kelas VII SMP di Kabupaten Sleman. Seleksi butir tes untuk mendapatkan fit tes menggunakan program Quest dan Program M Plus untuk uji kecocokan/kesesuaian model atribut dengan matriks Q. Hasil penelitian menunjukan: (1) instrumen yang berhasil dikembangkan berbentuk tes pilihan ganda dengan alasan, berjumlah 28 butir soal dan menghasilkan tujuh Q matrik; (2) analisis dengan program Quest diperoleh butir fit dengan model dan program M Plus menemukan besarnya probabilitas pada setiap latent class pada tujuh Q matriks yang tersusun.Kata kunci: instrumen, diagnostik kognitif, IPA DEVELOPING THE INSTRUMENTS OF COGNITIVE DIAGNOSTIC FOR SCIENCE SUBJECT IN JUNIOR HIGH SCHOOLAbstractThe study aimed at: (1) producing cognitive diagnostic instruments for science subjects of heat topic based on learning continuum (2) finding the characteristics of the instrument developed The method used in this research is the development of diagnostic tests. The research was preceded by the preparation of learning continuum, test blueprint , hierarchy of prerequisite materials and test specification on materials of science concept which were examined through Focus Group Discussion (FGD).The test trial was implemented with 484 students of class VII SMP in Sleman as subjects. Selection of test items to get fit tests used Quest program and M Plus program to test the suitability/fitness model with the attribute matrix Q. The results show: (1) the instruments developed in the form of a multiple choice test with reason, totaling 28 items and seven Q matrix; (2) analysis using Quest program finds item fit with the model ,and program M Plus find the probability in each latent class on seven Q matrix composed.Keywords: instruments, cognitive diagnostic, science
An evaluation model of islamic learning education program in madrasah aliyah Anidi Anidi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v21i1.12003

Abstract

The purpose of this study is: (1) to create the products as the evaluation model learning programs of Islamic education in madrasah aliyah, suitable, precise, and accurate, (2) to know how to test the suitability of the model to obtain the evaluation model of Islamic Education learning programs in madrasah aliyah which is valid, and reliable, and (3) determine the effectiveness of the application of evaluation model of Islamic learning programs that was developed. This  was a research and development method study (R D), referring to the model of  Borg Gall, the development process was simplified into three steps, namely: (1) the stage predevelopment  of models, (2) the stage of development of the model, and (3) the operational phase of the field (test model). The data were collected using questionnaires, interview, observation, documentation, and test. Data were analyzed using quantitative and qualitative. The conclusion of this research and development is: (1) evaluation model of Islamic Religious Education Learning program developed comprising: (a) the evaluation procedures, (b) the evaluation instrument, and (c) the evaluation guide. (2) according to the experts, PAI teachers, and principals, procedures, instruments, and evaluation guidelines  developed  are already good, and can be used, d) the instrument developed is entirely valid (load factor 0.3), reliable (CR 0.7), and qualified as a fit model (RMSEA ≤ 0.08 and NFI, CFI and GFI .90). second, the expert's opinion, PAI teachers and principals, the developed evaluation model (EPH model) is declared effective,  practical, and easy to use, and supported by a valid and reliable instrument.
Evaluasi implementasi kebijakan Sekolah Menengah Kejuruan program 4 tahun dalam meningkatkan employability lulusan Soenarto, Soenarto; Amin, Muhammad Mustaghfirin; Kumaidi, Kumaidi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 21, No 2 (2017)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v21i2.17076

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi menggunakan model CIPPO (context, input, process, product, and outcomes) yang bertujuan mengungkapkan tingkat employability lulusan SMK 4 tahun dengan menggunakan SMK 3 tahun sebagai base line. Sampel penelitian adalah delapan SMK 4 tahun dan delapan SMK 3 tahun dengan melibatkan 544 orang sebagai subyek penelitian. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kurikulum SMK 4 tahun dan 3 tahun menggunakan kurikulum nasional yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan Dunia Usaha Dunia Industri (DU/DI); (2) Kompetensi lulusan SMK 4 tahun seluruhnya berkategori sangat baik, sedangkan SMK 3 tahun 64% sangat baik; (3) menurut DU/DI, lulusan SMK 4 tahun unggul dalam kedisiplin, keuletan, kemampuan teori, kemampuan praktek, rasa percaya diri, ketelitian, kreativitas, dan kepemimpinan; (4) Kompetensi guru SMK 4 tahun unggul dalam membimbing siswa, menghasilkan bahan ajar, mengembangkan bengkel, dan membangun kerja sama dengan DU/DI; (5) sarana dan prasarana SMK 3 dan 4 tahun memiliki kemiripan kondisi; (6) pembiayaan SMK 4 tahun melibatkan alumni sedangkan SMK 3 tahun tidak; (7) Kecepatan mendapat pekerjaan, jumlah lulusan yang bekerja, dan penghasilan lulusan SMK 4 tahun lebih baik dari pada SMK 3 tahun; dan (8) Kepuasan kerja lulusan SMK 4 tahun lebih baik daripada lulusan SMK 3 tahun. EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF 4-YEAR PROGRAM POLICY OF VOCATIONAL SECONDARY SCHOOL IN IMPROVING GRADUATES’ EMPLOYABILITYAbstractThe aim of this research is to disclose the employability level of 4-year Vocational Secondary School (or Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)) graduates by using 3-year SMK as the base-line. This research is an evaluation research using CIPPO (context, input, process, product, and outcomes) model. The sample of the research is eight 4-year SMK and eight 3-year SMK, and it involves 544 persons as the research subjects. The data were collected by observation, questionnaire, interview and documentation, and analyzed quantitatively by using descriptive statistic analysis. The research result shows that: (1) 4-year and 3-year SMKs are using national curriculum developed based on the needs of Bussiness Insdustrial Performer (DU/DI), (2) the competency of all (100%) the 4-year SMK graduates are ‘very good’, while only 64% 3-year SMK graduates is ‘very good’, (3) based on DU/DI’s stand point, the 4-year SMK graduates is better in 8 aspects (discipline, tenacuty, theoretical knowledge, practical skill, self-independence, carefullness,  creativity and leadership), (4) 4-year SMK teacher is better in guiding the students, producing learning material, developing workshop, and cooperating with DU/DI, (5) 4-year SMK has similiar condition of facilities with 3-year SMK, (6) 4-year SMK funding system is better than the 3-year SMK by involving the alumni, (7) 4-year SMK graduate is better in number of working graduates, income, and speed to get jobs, (8) 4-year SMK graduate are more satisfied with their job than the 3-year graduate.
Tantangan Guru Sejarah: Pesan Sejarah sebagai Konsep Pendidikan Nilai Anwar Senen; Imam Barnadib
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 3 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i3.2090

Abstract

Keberhasilan guru sejarah menyampaikan pesan sejarah sebagai suatu nilai moral yang perlu difahami siswa, terletak pada bagaimana cara guru mengembangkan materi pelajaran di depan kelas. Penggunaan metode pengajaran secara tepat yang dikemas secara kreatif akan memungkinkan pesan sejarah dapat disampaikan kepada siswa. Penekanan pada pesan sejarah ini penting, karena selama ini masih terkesan bahwa mata pelajaran sejarah hanya dianggap sebagai pengetahuan hafalan sejumlah peristiwa masa lalu. Hal demikian menyebabkan pemahaman siswa terhadap pelajaran sejarah sebatas pada pengetahuan deskriptif konsep apa, di mana, kapan dan mengapa suatu peristiwa sejarah terjadi, menjadi dasar mempelajari sejarah. Dalam kerangka memori tidaklah keliru. Tetapi sejarah sebagai mata pelajaran di sekolah dalam konsep pendidikan masih jauh dari harapan. Sebagai konsep pendidikan, pelajaran sejarah dapat bercerita kepada siswa. Oleh sebab itu, metode pengajaran sejarah oleh gum dengan pendekatan moral akan lebih tepat digunakan. Pendekatan moral sebagai konsep belajar mengajar lebih memungkinkan menjadikan pelajaran sejarah dinamis dalam menyikapi situasi yang berkembang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian bahwa belajar sejarah memiliki dimensi masa lalu, kini dan akan datang akan terjawab melalui pendekatan moral dalam konsep pembelajarannya.
Evaluasi pemanfaatan laboratorium pada diklat pengendali hama dan penyakit ikan di Balai Diklat Aparatur Kementerian Kelautan dan Perikanan Nugroho, Fajar
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 22 No. 2 (2018)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v22i2.18458

Abstract

Keberadaan laboratorium menjadi hal yang penting dalam pelaksanaan Diklat Pengendali Hama dan Penyakit Ikan (PHPI) oleh karena itu Balai Diklat Aparatur (BDA) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerjasama dengan Stasiun Karantina Ikan Kelas II Cirebon pada tahun 2014 membangun laboratorium uji karantina ikan di lingkungan kampus BDA KKP. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan laboratorium Diklat PHPI dengan mengukur perubahan kepuasan peserta terhadap ketersediaan media pembelajaran dan kelengkapan fasilitas belajar mengajar, nilai hasil belajar, peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta sebelum dan setelah laboratorium digunakan. Data diperoleh melalui pengisian angket/ kuesioner evaluasi pelaksanaan diklat kepada peserta. Validitas dan reabilitas instrumen telah diuji sehingga istrumen dapat digunakan dengan valid dan reliabel. Uji t dilakukan untuk mengetahui perbedaan nilai pengukuran sebelum dan sesudah laboratorium beroperasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa semua indikator meningkat setelah operasionalisasi laboratorium di BDA. Secara statistik kepuasan peserta terhadap kelengkapan fasilitas pembelajaran dan keterampilan peserta meningkat signifikan. Adapun peningkatan pengetahuan peserta, peningkatan kepuasan peserta terhadap kelengkapan media pembelajaran dan peningkatan nilai hasil belajar peserta, secara statistik tidak meningkat signifikan.Kata kunci: evaluasi, diklat, laboratorium, pemanfaatan, PHPI THE EVALUATION OF LABORATORY UTILIZATION ON FISH QUARANTINE OFFICERS TRAINING IN MARINE AND FISHERIES OFFICERS TRAINING CENTER, MINISTRY OF MARINE AFFAIRS AND FISHERIESAbstractThe laboratory become inseparable in Fish Quarantine Officer Training. Therefore, Marine and Fisheries Officers Training Center (MFO TC) in collaboration with Cirebon Fish Quarantine Office build the fish quarantine laboratorium in MFO TC campus in 2014. This study was conducted to evaluate the lab utilitazion by measure the change of training participans satisfaction in learning media and facilities, participans final grade, and cognitive/knowledge and psychomotor skill enhancement before and after laboratory operationalization. Data were collected by distributed the evaluation questionnaire. The instruments were used in this study valid and reliable according to the result of the instrument's validity and reability test. T-test two samples for means was used to analyse the differences of measurement before and after laboratory operationalization. Statistically, psychomotor skill enhancement and training participans satisfaction in facilities were significant increased after laboratory operationalization. Knowledge enhancement, training participans satisfaction in learning media and final grade were insignificant increased.Keywords: fish quarantine officer, laboratory, evaluating, utilization, training
Keefektifan Pelatihan Manajemen Koperasi bagu Manajer KUD di Kabupaten Kerinci Apizal, Arpizal
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 1, No 1 (1998)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v1i1.2106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mendeskripsikan keefektifan pelatihan manajemen koperasi ditinjau dari segi kinerja manajer, pengurus, pengawas, dan pembina KUD; 2) melihat kelengkapan raateri pelatihan yang disampaikan widyaiswara di Balai Latihan Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil di Jambi; 3) mengetahui hubungan pengetahuan, pengalaman, frekuensi pelatihan, dan sikap terhadap kinerja manajer KUD; dan 4) mendeskripsikan rungsi dan tanggung jawab manajer, pengurus, pengawas, dan pembina terhadap kinerja manajer dalam mengelola KUD. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan metode kualitatif. Data kuantitatif bersumber dari manajer, dengan menggunakan; lembar observasi, tes, dan angket. Data kuantitatif dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan korelasi Rho, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan teknik interaktif. Data kualitatif bersumber dari sampel yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan keefektifan pelatihan pengetahuan manajer tentang manajemen sebesar 67,71 % (kurang efektif) dan keefektifan pelatihan kinerja manajer sebesar 68,20% (kurang efektif), metode penyampaian materi pelatihan kurang tepat. Pengurus, pembina, penga­was, dan pembina yang menjalankan fungsi dan tanggung jawab yang baik adalah pengelola yang menjalin koordinasi dengan sesama KUD, aktif mendorong kinerja manajer, dan bekerja secara mandiri.
BIAYA OPERASI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI KATEGORI SBI/RSBI DI DIY Alip, Moch
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 18 No. 1 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v18i1.2124

Abstract

Penelitian bertujuan mengungkap besar biaya operasi (BO) dan dana operasi nonpersonalia dalam penyusunan anggaran Sekolah Menengah Kejuruan Bertaraf Internasioanl (SMK-BI) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penelitian evaluatif populatif ini  menggunakan model discrepancy dengan pendekatan penghitungan biaya berbasis kegiatan (activity based costing, disingkat ABC). Data dikumpulkan melalui wawancara dan kaji dokumen kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa pengelola belum pernah menghitung besar BO nonpersonalia per Program Keahlian (PK) sehingga anggaran disusun per sekolah dan tidak mengakomodasi perbedaan kebutuhan bahan dan alat habis pakai (BAHP) antar PK. Besar BO nonpersonalia SMK-BI di DIY hampir sama dengan standar biaya SMK SSN, yaitu Rp2.166.237,00 untuk kelompok bidang non-teknik dan sebesar Rp2.287.066,00 untuk kelompok bidang teknik. Dana operasi nonpersonalia dari Pemerintah sekitar 10% s.d. 16% dari kebutuhan sehingga tidak cukup untuk pengadaan BAHP sekitar 10,5% s.d. 19,4% (idealnya 10% s.d. 30%) sehingga yang ditanggung orang tua siswa sebesar 84% s.d. 90%. Pemerintah perlu mengalokasikan dana operasi program peningkatan mutu sekolah seperti SMK-BI sesuai kebutuhan dan mendorong penerapan anggaran berbasis kinerja.Kata kunci: biaya operasi SMK______________________________________________________________OPERATIONAL COST OF STATE VOCATIONAL HIGH SCHOOLS IN SBI/RSBI CATEGORY IN DIYAbstract The objectives of this research are to reveal nonpersonel operational cost and funding in compossing the budget of world class of vocational school in Yogyakarta Special Province. The evaluatif populatif research used a discrepancy model and an activity based costing approach. Data were collected through interview and document analysis and analyzed by qualitatif and quantitatif tecnique. The result showed that the management had not calculated nonpersonel operational cost of each study program, so the school budget did not acommodate the difference cost of consumabel material between study programmes. Based on the budget documents, the nonpersonel operational cost per student per year is Rp2.166.237,00 for non-technical programes and Rp2.287.066,00 for technical programes. The cost was not much higher than that for standar schools. The fund from goverment is varies from  10% up to 16%. It is not enough for consumable materials of workshop activities that up to 10,5% for non-technical programes and 19,4% for technical programes. The small fund from goverment made the parent have to pay 84% up to 90% of nonpersonel operational cost, which is too expensive for poor families. The goverment should alocate appropriate fund when launching special programes for improving quality of education and implement performance based budgeting.Keywords: operational cost of  vocational high school
Observation instrument for student social attitude in primary schools: Validity and reliability Ari Setiawan; Widowati Pusporini; Hanandyo Dardjito
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 24, No 1 (2020)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v24i1.31868

Abstract

This study aims to (1) identify the content validity of observations of students' social attitudes, (2) identify the construct validity of the observation instruments of students 'social attitudes, and (3) identify the reliability of observations of students' social attitudes. The subjects of this study were grades IV and V of elementary school students in Yogyakarta province selected using cluster random sampling. Observation guidelines were used to collect the data using a summative rating scale model. The content validity was analyzed by applying Aiken assisted by Microsoft Excel, the construct validity by using second-order Confirmatory Factor Analysis assisted by Lisrel, and the reliability by using the Omega reliability approach. The results indicate that all items are valid by which the content validity. The construct validity with the Confirmatory Factor Analysis is high. The reliability values of the observation instruments are reliable.