cover
Contact Name
Hilalludin
Contact Email
hilalluddin34@gmail.com
Phone
+6281999248333
Journal Mail Official
hilalluddin34@gmail.com
Editorial Address
bantek, Bagik payung lombok timur
Location
Kab. sumbawa barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Quran dan Pendidikan
ISSN : 31236251     EISSN : 31236251     DOI : -
Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Quran dan Pendidikan [ISSN 3123-6251] adalah jurnal akses terbuka yang diterbitkan oleh PT RisTekUtama (Riset Cendikia Teknologi Utama). Jurnal ini menjadi wadah untuk menyebarluaskan hasil penelitian ilmiah, kajian konseptual, serta pemikiran kritis di bidang pendidikan Islam, studi keislaman, dan pemikiran Islam secara umum. Artikel-artikel yang diterbitkan dapat berasal dari akademisi, peneliti, pendidik, dan praktisi di bidang pendidikan dan pemikiran Islam. Al-Hudaya menerima naskah berupa artikel hasil penelitian, tinjauan pustaka, dan diskusi ilmiah. Semua naskah yang masuk akan melalui proses tinjauan sejawat (peer-review) secara double-blind oleh para reviewer nasional maupun internasional yang kompeten di bidangnya. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember. Artikel yang telah dinyatakan diterima akan ditampilkan terlebih dahulu pada bagian In-Press sebelum diterbitkan secara resmi. Seluruh proses penerbitan dilakukan secara daring.
Articles 20 Documents
Model Pembelajaran Tahfiz Berbasis Neurosains untuk Meningkatkan Daya Hafal Santri Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Erna Dwi Maryani; Nur Nasywa Abidah
Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol 1 No 04 (2025): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran tahfiz Al-Qur’an membutuhkan strategi yang tidak hanya memperkuat hafalan jangka pendek, tetapi juga menjaga ketahanan memori dalam jangka panjang. Dalam konteks ini, pendekatan berbasis neurosains menawarkan kerangka ilmiah yang membantu santri mengoptimalkan proses menghafal melalui pemahaman cara kerja otak. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan model pembelajaran tahfiz berbasis neurosains serta dampaknya terhadap peningkatan daya hafal santri. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi kegiatan tahfiz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip memori seperti spaced repetition, chunking, penguatan emosional, dan pemilihan waktu belajar yang sesuai ritme biologis mampu mempercepat proses menghafal. Selain itu, pendekatan multisensori dan aktivitas motorik membantu memperkuat jalur memori sehingga santri lebih mudah mengingat ayat dalam jangka panjang. Teknik regulasi diri seperti latihan pernapasan, pengaturan waktu belajar, dan pemantauan progres terbukti meningkatkan konsentrasi dan konsistensi hafalan. Secara keseluruhan, model pembelajaran tahfiz berbasis neurosains berkontribusi pada peningkatan efektivitas hafalan, stabilitas memori, dan motivasi santri. Integrasi neurosains dalam tahfiz menjadi inovasi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan pesantren modern sekaligus mempertahankan nilai-nilai tradisi.
Peran Literasi Al-Qur’an dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Peserta Didik Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Erna Dwi Maryani; Abdul Hamid
Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol 1 No 04 (2025): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran literasi Al-Qur’an dalam meningkatkan kecerdasan spiritual peserta didik di lingkungan pendidikan Islam modern. Latar belakang penelitian ini berangkat dari realitas bahwa kemampuan peserta didik memahami, membaca, dan menghayati pesan Al-Qur’an belum seluruhnya berkembang optimal, padahal kecerdasan spiritual merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter religius, kesadaran etis, serta kepekaan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, memanfaatkan berbagai sumber ilmiah seperti buku, jurnal, dan karya penelitian terbaru mengenai literasi Al-Qur’an dan pengembangan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai kemampuan membaca teks suci, tetapi menjadi instrumen utama dalam menumbuhkan pemahaman makna ayat secara tematik dan kontekstual sehingga peserta didik mampu menginternalisasi nilai-nilai ilahiah ke dalam perilaku sehari-hari. Selain itu, penelitian menemukan bahwa kecerdasan spiritual meningkat ketika proses literasi Qur’ani diintegrasikan dengan aktivitas reflektif, pembiasaan ibadah, serta pembelajaran yang memadukan aspek kognitif, afektif, dan moral. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa literasi Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam pembentukan kecerdasan spiritual, dan lembaga pendidikan perlu memperkuat strategi pembelajaran yang komprehensif agar peserta didik tidak hanya cakap membaca Al-Qur’an tetapi juga mampu memahami, menghayati, dan mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan nyata.
Implementasi Metode Tilawah Tartil sebagai Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Al-Qur’an Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin Hilalludin; Erna Dwi Maryani; Umi Maslichah
Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol 1 No 04 (2025): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Tilawah Tartil merupakan salah satu pendekatan pembelajaran Al-Qur’an yang menekankan ketelitian, ketenangan, dan ketepatan dalam membaca sesuai kaidah tajwid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode tersebut sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar Al-Qur’an pada peserta didik. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan Tilawah Tartil dilakukan melalui pembacaan contoh oleh guru, latihan bersama, dan pembacaan individu yang disertai umpan balik positif. Penerapan metode ini terbukti meningkatkan motivasi peserta didik karena memberikan pengalaman belajar yang lebih tenang, terarah, dan tidak menegangkan. Peserta didik merasakan peningkatan kemampuan membaca sehingga muncul rasa percaya diri dan motivasi intrinsik. Faktor pendukung implementasi metode ini antara lain kompetensi guru, lingkungan yang kondusif, serta dukungan keluarga dan lembaga. Sementara itu, faktor penghambat meliputi kesulitan membedakan makhraj huruf, motivasi awal rendah, dan keterbatasan waktu pembelajaran. Secara keseluruhan, Metode Tilawah Tartil dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan motivasi belajar Al-Qur’an apabila diterapkan secara konsisten dengan dukungan lingkungan belajar yang memadai.
Integrasi Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam Penguatan Karakter di Lembaga Pendidikan Islam Modern Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Erna Dwi Maryani; Mita Okta Viyani; Ayna Wahyuni
Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol 1 No 04 (2025): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam penguatan karakter di lembaga pendidikan Islam modern sebagai respons terhadap tantangan moral di era globalisasi. Perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin terbuka menyebabkan peserta didik terpapar dengan berbagai nilai yang tidak selalu sejalan dengan ajaran Islam, sehingga lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam membangun karakter yang berlandaskan nilai Qur’ani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur melalui penelaahan buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti kejujuran, amanah, disiplin, tanggung jawab, kasih sayang, dan keadilan menjadi dasar penting dalam pembentukan karakter. Integrasi nilai Qur’ani dilakukan melalui kurikulum, kegiatan pembiasaan, budaya sekolah, dan keteladanan guru sebagai model utama bagi peserta didik. Selain itu, tantangan seperti pengaruh budaya digital dan keterbatasan kemampuan pedagogis guru dapat diatasi melalui inovasi pembelajaran dan penguatan kompetensi pendidik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai Al-Qur’an memberikan kontribusi signifikan dalam membangun peserta didik yang tidak hanya unggul akademik, tetapi juga memiliki kepribadian berakhlak mulia dan siap menghadapi perubahan zaman.
Pendekatan Tafsir Tematik dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Digital Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Erna Dwi Maryani; Antawiria Wira Santanu; Ayna Wahyuni
Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol 1 No 04 (2025): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan era digital menuntut pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk bertransformasi menuju metode yang lebih relevan, interaktif, dan kontekstual. Salah satu pendekatan yang potensial adalah tafsir tematik, yaitu metode yang mengelompokkan ayat-ayat Al-Qur’an berdasarkan tema tertentu sehingga menghasilkan pemahaman yang utuh dan mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi literatur, meliputi analisis buku tafsir, artikel ilmiah, dan dokumen pembelajaran digital yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan tafsir tematik sangat efektif diterapkan dalam pembelajaran PAI di era digital karena mampu mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an dengan masalah-masalah kontemporer seperti etika digital, pergaulan modern, serta tantangan moral generasi muda. Pemanfaatan teknologi digital seperti aplikasi Al-Qur’an digital, video pembelajaran, multimedia interaktif, dan platform e-learning memberikan dukungan signifikan dalam meningkatkan antusiasme, motivasi, dan partisipasi siswa. Guru PAI memainkan peran strategis dalam merancang kegiatan pembelajaran berbasis tema, memilih sumber digital yang kredibel, serta memfasilitasi diskusi kritis untuk memperkuat literasi keagamaan siswa. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan tafsir tematik melalui media digital tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, tetapi juga memperkuat pemahaman nilai-nilai Qur’ani secara kontekstual dan aplikatif. Dengan demikian, pendekatan ini relevan untuk diadopsi sebagai strategi pembelajaran PAI modern karena mampu membentuk kompetensi keagamaan, literasi digital islami, serta karakter yang selaras dengan kebutuhan abad 21.
Implementasi Prinsip Iqra’ Surah Al-Alaq 1–5 Sebagai Landasan Pendidikan Islam Yang Kuat Di Sekolah Dasar Septiani Septiani; Sarwadi Sarwadi
Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol 1 No 04 (2025): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prinsip Iqra’ dalam Surah Al-‘Alaq ayat 1–5 sebagai landasan pendidikan Islam di Sekolah Dasar (SD). Melalui metode penelitian kepustakaan, berbagai tafsir, buku pendidikan Islam, dan jurnal ilmiah dianalisis untuk memahami makna Iqra’ serta relevansinya terhadap pembelajaran di tingkat dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perintah Iqra’ tidak hanya bermakna membaca teks, tetapi mencakup aktivitas belajar secara menyeluruh seperti meneliti, merenungkan, dan memahami fenomena ciptaan Allah. Prinsip ini menegaskan pentingnya mengaitkan proses belajar dengan ketauhidan, membangun budaya literasi sejak dini, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta menumbuhkan kebiasaan menulis pada anak. Dengan demikian, prinsip Iqra’ dapat menjadi dasar yang kuat dalam pembentukan karakter, peningkatan literasi, dan penguatan kompetensi spiritual siswa SD.
Distingsi Kaedah Usul Fiqih Dan Usul Tafsir Serta Implementasinya Terhadap Teks Al-Qur’an Moh. Shofyan Saurie
Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol 1 No 04 (2025): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahwa pembedaan antara dua kaedah tersebut diperlukan untuk menjaga otoritas tafsir dan fiqh, namun keduanya saling beririsan dalam tujuan memahami teks Al-Qur’an secara holistik. Dengan memahami distingsi dan relasi keduanya, interpretasi terhadap ayat hukum dapat dilakukan secara kontekstual dan proporsional dalam menjawab problem sosial-keagamaan kontemporer Kajian ini bertujuan untuk menguraikan distingsi metodologis antara kaedah usul fiqh dan usul tafsir serta implementasinya terhadap pemahaman teks Al-Qur’an, khususnya ayat-ayat hukum. Meskipun keduanya berakar pada kerangka epistemologi yang sama, yakni wahyu dan rasionalitas Islam, usul fiqh berfokus pada istinbath hukum (deduksi normatif), sedangkan usul tafsir menekankan pada penyingkapan makna teks melalui pendekatan linguistik, konteks, dan maqasid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-komparatif melalui telaah pustaka terhadap literatur klasik dan kontemporer, seperti karya al-Syafi‘i, al-Zarkasyi, al-Qarafi, hingga pemikiran hermeneutik Fazlur Rahman dan Nasr Hamid Abu Zayd. Hasil kajian menunjukkan.
Kurikulum Cinta dan Pembelajaran Mendalam serta Implementasinya di Madrasah Ahmad Wildan Sahuri Ramdani; Ubaid Ridlo; Maswani Maswani
Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol 1 No 04 (2025): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik (tafsīr maudhu‘ī). al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam tidak hanya memuat dimensi teologis, tetapi juga menawarkan prinsip-prinsip pendidikan yang bersifat fundamental, sistematis dan transformatif. Penelitian ini memfokuskan kajian pada ayat-ayat al-Qur’an yang memiliki muatan edukatif, baik yang secara eksplisit maupun implisit berkaitan dengan tujuan pendidikan, peran pendidik dan peserta didik, metode pendidikan, serta nilai-nilai pembentukan kepribadian manusia. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan dan analisis tematik, artikel ini mengidentifikasi dan mengelaborasi nilai-nilai pendidikan utama dalam al-Qur’an, seperti nilai tauhid, akhlak, intelektualitas, tanggung jawab sosial, dan keseimbangan antara aspek spiritual dan rasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qur’an mengandung nilai-nilai pendidikan utama yang saling terintegrasi, antara lain nilai tauhid sebagai fondasi orientasi pendidikan, nilai akhlak sebagai tujuan pembentukan karakter, nilai intelektualitas sebagai dorongan terhadap pengembangan akal dan ilmu pengetahuan, serta nilai tanggung jawab sosial sebagai manifestasi kesalehan individual dan sosial. Temuan ini menegaskan bahwa nilai-nilai pendidikan Qur’ani bersifat holistik dan kontekstual, sehingga relevan untuk dijadikan landasan dalam pendidikan Islam modern.
Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Al-Qur’an: Kajian Tafsir Tematik Ayat-Ayat Pendidikan Ahmad Sudi
Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol 1 No 04 (2025): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik (tafsīr maudhu‘ī). al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam tidak hanya memuat dimensi teologis, tetapi juga menawarkan prinsip-prinsip pendidikan yang bersifat fundamental, sistematis dan transformatif. Penelitian ini memfokuskan kajian pada ayat-ayat al-Qur’an yang memiliki muatan edukatif, baik yang secara eksplisit maupun implisit berkaitan dengan tujuan pendidikan, peran pendidik dan peserta didik, metode pendidikan, serta nilai-nilai pembentukan kepribadian manusia. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan dan analisis tematik, artikel ini mengidentifikasi dan mengelaborasi nilai-nilai pendidikan utama dalam al-Qur’an, seperti nilai tauhid, akhlak, intelektualitas, tanggung jawab sosial, dan keseimbangan antara aspek spiritual dan rasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qur’an mengandung nilai-nilai pendidikan utama yang saling terintegrasi, antara lain nilai tauhid sebagai fondasi orientasi pendidikan, nilai akhlak sebagai tujuan pembentukan karakter, nilai intelektualitas sebagai dorongan terhadap pengembangan akal dan ilmu pengetahuan, serta nilai tanggung jawab sosial sebagai manifestasi kesalehan individual dan sosial. Temuan ini menegaskan bahwa nilai-nilai pendidikan Qur’ani bersifat holistik dan kontekstual, sehingga relevan untuk dijadikan landasan dalam pendidikan Islam modern.
Tafsir Al-Quran Surat Al-Luqman (31:13) dalam Perspektif Pendidikan Karakter: Analisis Implementasi Nilai Berbakti pada Orang Tua Nayaka Nafisa Ahmad; Sarwadi Sarwadi
Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol 1 No 04 (2025): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tafsir Surat Al-Luqman ayat 13 dalam konteks pendidikan karakter Islami, dengan fokus pada implementasi nilai berbakti kepada orang tua. Ayat ini mengandung pesan moral tentang kewajiban berterima kasih dan berbakti kepada orang tua, yang relevan dengan pembentukan karakter peserta didik. Studi ini bertujuan menganalisis bagaimana tafsir Al-Luqman (31:13) dapat diaplikasikan dalam pendidikan untuk membentuk peserta didik yang berakhlak mulia dan bertakwa. Metode penelitian menggunakan analisis kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan terhadap tafsir-tafsir Al-Quran klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai berbakti pada orang tua dalam ayat ini memiliki potensi besar dalam membentuk paradigma pendidikan Islami yang holistik. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kurikulum pendidikan Islam dan strategi pembelajaran yang berbasis nilai-nilai Al-Quran.

Page 1 of 2 | Total Record : 20